Anda di halaman 1dari 34

Oleh : dr.

Dian Anggraini
FK Universitas Islam Al-Azhar
Mataram
2012

DEFINISI
Respon imun yang berlebihan &
yang tidak diinginkan karena dapat
menimbulkan kerusakan jaringan
tubuh

Sistem Imun
Ada dua macam :
Non spesifik
Spesifik

Perbedaan Non Spesifik & spesifik

Kemampuan mengenali Ag &


kemampuan utk membentuk memori
thd Ag

Sistem Imun spesifik


Mempunyai specificity : kemampuan utk
mengenali & bedakan Ag
Mampu bedakan self & non self :
kemampuan bedakan protein / molekul
milik sendiri / benda asing
Mampu bentuk Memory : kemampuan utk
mengingat Ag pertama kali dijumpai shg
sistem imun ini sdh siap mengeleminasi
Ag

Diversitas

: jml total spesifitas


limfosit thd Ag ( Lymphocyte
receptor ) sgt besar
Spesialisasi :sistem imun berikan
respon berbeda dg cara berbeda thd
Ag berlainan
Membatasi diri ( Self limition ) :
respon imun mereda stlh terjadi
serangan

Respon Imun Spesifik

Dibagi dua :
Respon imu seluler
Respon imun humoral

Respon Imun Seluler

1.

2.

Fungsi dari Limfosit T


Dlm melawan mikrorganisme intraseluler
ada cara :
Menyingkirkan mikroorganisme
intraseluler dg cara : aktivasi sel
terinfeksi shg mampu membunuh
mikroorganisme intraseller
Membunuh sel yg terinfeksi


1.

Cara membunuh sel terinfeksi


Sel T- helper ( Th ) melalui TCR (
T cel receptor ) + MHC ( Major
histocompatibility complex ) klas II
induksi limfosit produksi
limfokin (Interferon) bunuh
mikroorganisme

2.

3.

Sel T sitotoksik ( Tc ) MHC klas I


kontak langsung antar sel
menghancurkan mikroorganisme
Sel Tc produksi Interferon
berfungsi mencegah penyebaran
mikroorganisme

Respon Imun Humoral


Dilaksanakan

oleh Sel B
Berfungsi sbg pertahanan
ekstraseluler
Sel B bentuk klon sel B memory
bentuk Ab komplek Ag Ab
aktivasi komplemen hancurnya
antigen

Sitem Imun Non Spesifik


Kemampuan pertahankan Ag ke dlm tubuh
scr fisik / kimia ( antimikroba yg
diproduksi oleh epitel )
Kemampuan fagositosis ( PMN, makrofag,
sel NK ( Natural killer )
Proses fagositosis :
Kemotaktik Opsonisasi Endositosis
Rx Inflamasi

Rx inflamasi
Ada 3 proses :
1.
Pe aliran darah ke area infeksi
2.
Pe permeabilitas kapiler akibat retraksi
endotel
3.
Pelepasan mediator spt histamin , vasoactiv
amine & anafilatoksin
Bergeraknya PMN ke lokasi Ag & pe
permebilitas ddg vaskuler

Eksudasi protein plasma & cairan

PEMBAGIAN
Menurut Coombs & Gell dibagi menjadi :
1.
Hipersensitivitas tipe I ( Immediate
Hipersensitivity / Anaphylactic Reaction )
2.
Hipersensitivita tipe 2 ( ADCC : Antibody
Dependent Cell Cytotoxic )
3.
Hipersensitivita tipe 3 ( Immune
Complexes Reaction )
4.
Hipersiensitivitas tipe 4 ( DTH : Delayed
Type Hipersensitivity )

hipersensitivitas tipe I, II, III


Rx Humoral , krn terjd akibat Rx Ag
Ab
Rx hipersensitivitas tipe IV Rx
seluler, krn akibat Rx Ag dg receptor
pd permukaan limfosit T
mengaktifkan limfosit T
Rx

Manifestasi & Mekanisme Rx


Hipersensitivitas

Tipe

Manifestasi

Mekanisme

I
II
III
IV

Rx Hipersensitivitas cpt
Antibodi thd sel
Komplek Ag Ab
Hipersensitivitas lambat

IgE & Ig lain


IgG / IgM
Biasanya IgG

Reaksi Tipe I

1.
2.

3.
4.

Rx cepat / Rx anafilaksi / Rx alergi


Penyakit yg termasuk Rx tipe I :
Asma bronkiale
Rinitis
Urtikaria
Dermatitis kontak

Urutan proses Rx tipe I

1.
2.

3.

4.

Produksi IgE oleh sel B


Pengikatan IgE pd receptor Fc pd
permukaan sel mastosit & basofil
Interaksi antara Ag dg IgE pd
permukaan sel
Aktivasi sel & penglepasan
mediator

Rx Tipe I
Antigen
Msk tubuh

Respon IgE
Penglepasan sel meditor oleh sel mastosit
Rx Inflamasi

Urutan proses Rx Tipe II

1.
2.

3.

4.

Alergen terikat Ab ( IgG & IgM )


Ab mengaktifkan sel killer & Rx
komplement
Sel killer melakukan fagositosis
Rx komplement mengaktifkan
sitolisis

Rx Tipe II

Rangsang Fagositosis
Rx Ab Ag

Aktivitas killer cells

Lisis

Rx Tipe III atau Reaksi


Kompleks Imun
Merupakan

reaksi kompleks imun yang


terjadi akibat endapan kompleks
antigen-antibodi, yang dapat
mengaktifkan komplemen dan
menyebabkan kerusakan jaringan atau
pembuluh darah.
Kompleks imun dihasilkan dari reaksi
antibodi kelas IgG atau IgM.

Lanjutan
Kompleks

tersebut kemudian melepas


berbagai mediator terutama
makrophage chemotactik factor.
Misalnya :
- Kuman patogen yang persisten
- Bahan yang terhirup
- atau yang berasal dari dirinya sendiri.

Urutan Proses Rx Tipe III

1.
2.
3.
4.

Penumpukan Ab di jaringan
Rx komplek imun
Aktifkan Rx complement
Merusak jaringan

Tiga tipe penyakit kompleks imun


Tipe

Antigen

Infeksi
Ag mikroba
persisten
Autoimun Ag sendiri

Tmpt kompleks mendap

Organ yang diinfeksi pembuluh


darah dan ginjal
Ginjal, sendi, pembuluh darah,
kulit
Ekstrinsik Ag lingkungan Paru

Lanjutan
Ag

+ Ab bersatu membentuk kompleks


imunmengaktifkan C yang melepas
C3a dan C5a dan merangsang basofil
dan trombosit melepas berbagai
mediator histamin utk meningkatkan
permeabilitas vascular.
Keadaan normal kompleks imun
dimusnahkan oleh sel fagosit
mononuklear terutama dihati, limpa dan
paru tanpa bantuan komplemen.

Rx Tipe III

Komplek Ag Ab >

RES

Rx serum sickness

Rx Tipe IV
Reaksi

Hipersensitivitas tipe lambat


atau delayed Type Hipersensitivity
(DTH).
Timbul 24 jam setelah terpajan dengan
antigen.
Dibagi dalam CD4+ dan T cell Mediated
Cytolysis yang terjadi melalui sel CD8+.

Urutan Proses Rx tipe IV


1.
2.
3.
4.
5.

Alergen terikat oleh receptor sel T


Limfosit T teraktivasi
Limfosit T melepaskan mediator humoral
spt cytokin
Cytokin mengaktifkan sel fagosit spt
makrofag
Makrofag melepaskan mediator
inflamasi & melakukan aktivitas
fagositosis

Rx tipe IV

Antigen

Ditangkap tp tdk
dibersihkan
Makrofag

Sel T

Produksi sitokin

Rx Inflamsi

Kasus
Seorang anak datang ke poliklinik
diantar oleh ibunya karena tersengat
lebah madu, daerah bekas sengatan
timbul bengkak kecil warna merah,
setelah beberap jam kemudian timbul
urtikaria

Hal diatas terjadi krn degranulasi dr sel


mast
Pelepasan mediator inflamasi ( TNF )
TNF induksi sel endotel
ekspresikan LAM ( leucocyte adhesion
molecules ) spt ICAM 1 ( Intercelluler
Adhesion Molecule -1 ) migrasi sel PMN
dr intravakuler ke jaringan oedem lokal
( Wheal )
Histamin vasodilatasi warna
kemerahan ( Flare )

Histamin
Efek fisiologisnya tergantung dari receptor
sel yg mengikatnya
Pd receptor H1 kontraksi otot bronkus
Pd receptor H2 pe sekresi as
lambung & pe sekresi mukus di sal
nafas
Pd receptoe H3 pe sintesa &
pelepasan histamin