Anda di halaman 1dari 8

7

Pembahasan Rumusan
dan Batasan Masalah
Sebagai kelanjutan pembahasan Abstraksi dengan judul tertentu satu TA pada Bab6, pada Bab-7 ini akan diulas bagaimana Rumusan Masalahnya serta Batasannya untuk
judul yang sama di Bab-6. Pada dasarnya, rumusan masalah adalah serangkaian
penjelasan yang mengatakan bahwa, alasan atau masalah apa yang menyebabkan judul
TA itu diangkat dalam pembahasan TA tersebut. Jadi tidak secara tiba-tiba kemudian
topik bersangkutan diambil begitu saja sebagai judul TA.
Sedangkan, rumusan batasan masalah yang dibuat adalah untuk membatasi
pembahasan TA agar uraian tidak meluas kemana-mana sehingga lebih mengarah atau
lebih fokus pada perumusan jawaban masalah yang diangkat yang dituangkan sebagai
kesimpulan.
7.1. Rumusan Pertama
Judul TA yang diusulkan adalah,
RANCANG BANGUN RANGKAIAN FULL BRIDGE CONVERTER
DAN INVERTER TIGA FASA SEBAGAI PENGGERAK MOBIL
LISTRIK BERBASIS MIKROKONTROLER
(Judul perbaikan)
RUMUSAN MASALAH
Membuat Inverter 3 fasa dengan 1C IR 2130,
Program pada mikrokontroler ATMega 16 untuk mengontrol penyulutan pada
Mosfet menggunakan Bahasa C.
Penyulutan pada Mosfet menggunakan metode switching PWM ( Pulse Width
Modulated) mode konduksi 1800.
Tata Tulis Karya Ilmiah, Bab-7 Pembahasan Rumusan & Batasan Masalah

Jurusan Elektro-PKK-FTI
UNIVERSITAS MERCU BUANA

_____________________________________________________________________________________

Membuat tampilan untuk memperlihatkan frekuensi menggunakan LCD.


Komentar
Melihat perumusan masalah yang dibuat untuk judul di atas, dan dirujukkan ke
definisi rumusan masalah tersebut, dapat disimpulkan sebagai berikut :
Butir-butir yang dituliskan itu bukanlah satu rumusan, melainkan beberapa tahapan
rancang bangun yang akan dijalankan.
Mengacu pada definisi rumusan di atas, maka yang harus dituliskan adalah
sederetan pernyataan yang menjelaskan bahwa, mengapa rancang bangun
penggerak mobil itu didesain, seperti misalnya, ........... bahwa jenis penggerak
motor mobil yang lain kurang responsif, dsb.
Pembatasan masalah tidak dicoba dibuat.
7.2. Rumusan Kedua
Judul TA yang diusulkan adalah,
SISTEM DETEKTOR LEVEL ZAT CAIR DIGITAL
(Judul perbaikan)
RUMUSAN MASALAH
Melihat perumusan masalah yang dibuat untuk judul di atas, dan dirujukkan ke
definisi rumusan masalah tersebut, dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Bagaimana membuat rancang bangun suatu detektor level zat cair dengan tampilan
sistem digital untuk memudahkan manusia dalam mengukur jumlah level.
2. Dapatkah detektor level zat cair sistem digital di buat sesuai rancangan ?
3. Dapatkah alat ini dapat mengukur dalam bejana yang tempatnya tidak beraturan ?
4. Obyek yang akan di ukur harus berupa zat cair.
BATASAN MASALAH
Dari topik bahasan Detektor Level Zat Cair Sistem Digital, penulis mencoba
memberi batasan sebagai berikut :
1. Alat ini hanya dapat mengukur jumlah level berbentuk cair.

Tata Tulis Karya Ilmiah, Bab-7 Pembahasan Rumusan & Batasan Masalah

Jurusan Elektro-PKK-FTI
UNIVERSITAS MERCU BUANA

_____________________________________________________________________________________

2. Alat ini hanya dapat digunakan untuk mengukur jumlah air dalam bejana terukur,
(bejana dengan ukuran antara batas bawah dan batas atas sama) atau bejana tidak
berbentuk kerucut.
3. Alat ini tidak dapat digunakan untuk mengukur level air dalam sungai, laut dan
sebagainya.
Komentar
Melihat perumusan masalah yang dibuat untuk judul di atas, dan dirujukkan ke
definisi rumusan masalah tersebut, dapat disimpulkan sebagai berikut :
Hanya butir-1 yang merupakan satu rumusan, dan butir-butir yang lain merupakan
tahap analisa kemungkinan pada bentuk bejana zat cair itu. Dan buitr-4 merupakan
batasan pembahasan.
Mengacu pada definisi rumusan di atas, maka yang harus dituliskan adalah
sederetan pernyataan yang menjelaskan bahwa, mengapa rancang bangun detektor
level zat cair itu didesain, seperti misalnya, ........... bahwa untuk memudahkan
manusia dalam mengukur level zat cair.
Pembatasan masalah sudah benar, namun perlu dirumuskan kembali kalimatnya.
7.3. Rumusan Ketiga
Judul TA yang diusulkan adalah,
SISTEM PENGEMBANGAN KENDALI FUZZY LOGIC BERBASIS
MIKROKONTROLER KELUARGA MCS51
RUMUSAN MASALAH
Melihat perumusan masalah yang dibuat untuk judul di atas, dan dirujukkan ke
definisi rumusan masalah tersebut, dapat disimpulkan sebagai berikut :
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka rumusan masalah penelitian ini
adalah "Bagaimana dapat membangun suatu aplikasi berbasis sistem pengembangan
kendali fuzzy logic berbasis mikrokontroler keluarga MCS51".
BATASAN MASALAH
Pembahasan tugas akhir ini difokuskan pada sistem meliputi pengembangan pada fase
perancangan kendali, evaluasi kendali, pembentukan program bahasa assembly MCS51 dan
Tata Tulis Karya Ilmiah, Bab-7 Pembahasan Rumusan & Batasan Masalah

Jurusan Elektro-PKK-FTI
UNIVERSITAS MERCU BUANA

_____________________________________________________________________________________

proses downloading program menuju target sistem mikrokontroler MCS51 untuk dieksekusi
melakukan kendali pada plant yang nyata. Aksi kendali dapat diakuisi oleh program PC melalui
komunikasi serial RS232 sehingga respon kendali dapat digambarkan pada layar monitor
untuk dilakukan analisis lebih lanjut yang diperlukan pada proses tuning if-then fuzzy rules.
Penggunaan tools PetraFuz, sangat membantu proses rancang bangun sistem kendali fuzzy
terutama bagi praktisi/akademisi yang berminat menekuni teknik kendali yang relatif baru ini.
Sistem PetraFuz diharapkan dapat memberikan kontribusi positip bagi masyarakat sistem
kendali untuk mengembangkan berbagai aplikasi kendali berbasis fuzzy logic.

Komentar
Melihat perumusan masalah yang dibuat untuk judul di atas, dan dirujukkan ke
definisi rumusan masalah tersebut, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :
Rumusan masalah sudah mengarah benar, hanya perlu diubah, untuk apa
dibangun softaware aplikasi tersebut.
Rumusan pembatasan masalah tidak benar, tetapi hanya merupakan uraian tentang
kegunaan software aplikasi tersebut setelah didesain. Lihat kembali definisi
pembatasan masalah di atas.
7.4. Rumusan Keempat
Judul TA yang diusulkan adalah,
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR
RUMUSAN MASALAH
Latar belakang penulis mengambil topik ini adalah rencana pembangunan PLTN
di Indonesia sebagai salah satu alternatif mengatasi krisis energi di Indonesia.
Pembangunan PLTN ini juga merupakan penerapan IPTEK dalam pembangunan yang
berkesinambungan di Indonesia. Krisis ini sudah cukup lama dirasakan oleh masyarakat
yaitu seiringnya PLN ( Perusahaan listrik Negara ) melakukan pemadaman listrik secara
bergilir di daerah indonesia.
Sesuai dengan judul makalah ini "Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir". terkait
dengan pelaksanaan program pengembangan energi listrik di indonesia. Berkaitan
dengan judul tersebut, maka masalahnya dapat diidentifikasi sebagai berikut :
a. Bagaimana peran tenaga nuklir di Indonesia.
Tata Tulis Karya Ilmiah, Bab-7 Pembahasan Rumusan & Batasan Masalah

Jurusan Elektro-PKK-FTI
UNIVERSITAS MERCU BUANA

_____________________________________________________________________________________

b. Sumber tenaga yang ramah lingkungan untuk mendukung "Global Warming".


c. Sebagai sumber tenaga alternatif dari PLTA,PLTU,RLTG,dll.
BATASAN MASALAH
Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang dibahas
dibatasi pada masalah :
a. Peran PLTN terhadap pelaksanaan program pengembangan listrik di Indonesia.
b. Prinsip kerja PLTN terhadap pengembangan listrik di indonesia.
c. Hasil evaluasi dari penerapan sistem PLTN.
Komentar
Melihat perumusan masalah yang dibuat untuk judul di atas, dan dirujukkan ke
definisi rumusan masalah tersebut, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
Rumusan masalah sudah benar,
Pada rumusan butir-c, penulisan setelah tanda koma harus diberikan spasi dan pada
rumusan sebelumnya itu, sebutan nama negara huruf awalnya harus menggunakan
huruf kapital seperti indonesia.
7.5. Rumusan Kelima
Judul TA yang diusulkan adalah,
MIKROKONTROLER AT89S51TM SEBAGAI PENGENDALI
PENGIRIMAN INFORMASI KEBAKARAN MELALUI TELEPON
SELULER
Pendahuluan
Kemajuan teknologi yang semakin pesat, membuat kehidupan manusia menjadi
lebih mudah dan praktis. Kemajuan teknologi tersebut salah satu diantaranya adalah
teknologi mikrokontroler. Penggunaan mikrokontroler akhir-akhir ini telah meluas ke
segala bidang. Penggunaannya tidak hanya pada bidang komputer saja, tetapi juga telah
digunakan pada peralatan-peralatan elektronik lainnya, misalnya perangkat yang bisa
kita lihat sehari-hari, seperti telepon seluler, televisi, mesin cuci bahkan sampai ke
instrument ruang angkasa. Mikrokontroler itu sendiri merupakan suatu komponen

Tata Tulis Karya Ilmiah, Bab-7 Pembahasan Rumusan & Batasan Masalah

Jurusan Elektro-PKK-FTI
UNIVERSITAS MERCU BUANA

_____________________________________________________________________________________

elektronika yang jika diberikan data masukan (input), memproses data masukan (input)
tersebut, dan kemudian mengeluarkan hasil (output) dari data yang diproses tadi.
Teknologi lainnya adalah media yang digunakan dalam suatu hubungan
telekomunikasi. Teknologi komunikasi jarak jauh sekarang ini tidak hanya
menggunakan .suatu kabel sebagai medianya, tetapi teknologi tanpa kabel yang biasa
disebut dengan wireless sudah menjadi hal umum. Contoh teknologi tersebut adalah
telepon seluler yang sudah berkembang sangat pesat, dimana hampir setiap orang
mengunakan telepon seluler dalam berkomunikasi.
Dampak kemajuan teknologi lain yang tak kalah penting adalah adanya suatu alat
yang dapat membantu dan meringankan manusia dalam mengurangi korban jiwa dan
kerugian secara materil jika terjadi kebakaran pada suatu ruangan (rumah/gedung), yaitu
dengan alat yang dapat mendeteksi asap (yang mengindikasikan terjadinya kebakaran)
dalam suatu ruangan. Penggunaan alat ini semakin dibutuhkan, dengan semakin
kompleksnya pekerjaan manusia dan tingginya faktor terjadinya kebakaran.
Didalam paper ini dibahas bagaimana merancang suatu sistem pemantau atau
pendeteksi pada suatu ruangan (rumah/gedung) bila terdapat asap yang mengindikasikan
terjadinya suatu kebakaran dengan menggunakan mikrokontroler. Mikrokontroler lewat
telepon seluler didalam sistem memberikan informasi pemilik ruangan, melalui pesan
pendek (SMS) ke telepon seluler pemilik ruangan tersebut. Dan pemilik ruangan dapat
menyalakan alarm lewat sms balik.
Komentar
Melihat perumusan masalah yang dibuat untuk judul di atas, dan dirujukkan ke
definisi rumusan masalah tersebut, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
Rumusan masalah tidak secara terpisah, melainkan menyatu dengan latar belakang.
Rumusan berada di bagian akhir Sub-bab Pendahuluan di atas yang hurufnya
dicetak miring/merah untuk penjelasan ini,
Sehingga perlu dirumuskan kembali secara tegas.
7.6. Rumusan Keenam
Judul TA yang diusulkan adalah,
SISTEM PENGENDALI AIR OTOMATIS
Tata Tulis Karya Ilmiah, Bab-7 Pembahasan Rumusan & Batasan Masalah

Jurusan Elektro-PKK-FTI
UNIVERSITAS MERCU BUANA

_____________________________________________________________________________________

RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan di atas, maka dapat diambil suatu
rumusan masalah yaitu "Bagaimana mewujudkan dan membuat sebuah sistem
pengendali serta pengatur sirkulasi air secara otomatis ".
BATASAN MASALAH
Dengan luasnya permasalahan untuk mendapatkan hasil kerja yang lebih baik
maka perlu ada batasan masalah yang jelas guna menghindari masalah-masalah lain
yang timbul, dimana masalah yang dibatasi tersebut tidak begitu besar pengaruhnya dari
sistem kerja rangkaian. Batasan masalah penulisan Tugas Akhir ini adalah :
1. Pada penampil tidak dijelaskan berapa meter kubik atau berapa liter air yang ada
pada bak percobaan dan penampil hanya menampilkan ketinggian level air yang
sudah disesuaikan dengan skala yang ditentukan.
2. Pompa yang digunakan untuk pembuangan air pada bak percobaan bisa digunakan
berbagai macam jenis pompa, sehingga dalam pembahasan penulis tidak
membahas secara mendetail tentang pompa tersebut.
3. Sistem yang dibuat berbasis pada mikrokontroler MC68HC908KX8.
4. Level yang akan dikendalikan hanya dari level 0 sampai dengan level 8.
Komentar
Melihat perumusan masalah yang dibuat untuk judul di atas, dan dirujukkan ke
definisi rumusan masalah tersebut, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
Rumusan masalah sudah benar, tetapi perlu diungkapkan lebih kongkrit bahwa
rancang bangun alat tersebut diharapkan untuk dapat memudahkan kehidupan
dalam mengkonsumsi sumber daya alam berbentuk air.
Rumusan batasan pembahasan sudah benar, tetapi perlu penyederhanaan kalimat.
7.7. Kesimpulan
Dari keenam contoh rumusan masalah pada TA dan batasan permasalahannya,
pada umumnya mahasiswa :
kurang tepat dalam memahami definisi perumusan masalah dan pembatasan
masalah atau pembahasannya, sehingga kemudian banyak terjebak pada uraian
Tata Tulis Karya Ilmiah, Bab-7 Pembahasan Rumusan & Batasan Masalah

Jurusan Elektro-PKK-FTI
UNIVERSITAS MERCU BUANA

_____________________________________________________________________________________

latar belakang sejarah, langkah atau tahapan pembahasan/rancang bangun. Akibat


dari pemahaman itu, maka untuk merumuskan pembatasan uraian/masalah akan juga
mengalami kesulitan. Padahal pembatasan ini sangat penting, sebab kalau tidak
diberikan, maka uraian akan melebar ke masalah-masalah lain yang kemungkinan
juga memang dapat terkait. Sebagai contoh misalnya, Level yang akan
dikendalikan hanya dari level-0 sampai dengan level-8 pada contoh rumusan ke-6
di atas.
Perlu juga memperhatikan pemilihan kata dan kalimat sehingga akan memberikan
ungkapan pemikiran yang jelas dan tidak memberikan pemahaman lain atau bias.

Daftar Kepustakaan
1. Chaer, Abdul, Drs. (2010); Bahasa Jurnalistik, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.
2. Kusmana, Suherli, Prof, Dr, MPd, H (2010); Merancang Karya Tulis Ilmiah,
Remaja Rosdakarya Offset, Bandung.
3. Tri Kurnia Nurhayati (2003); Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Eksa Media,
Jakarta.

Tata Tulis Karya Ilmiah, Bab-7 Pembahasan Rumusan & Batasan Masalah