Anda di halaman 1dari 19

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN

GOUT

PEMBIMBING SEMINAR:
Ns. YunieArmiyati, M.Kep.Sp. KMB

KELOMPOK I

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
TAHUN AJARAN 2013/2014

Anggota kelompok:

1. AditiyaSerkoAji

(G2A011002)

2. AdityaAriningMukti

(G2A011003)

3. Agus Ismail

(G2A011004)

4. Aliefta Maya Hermaningsih

(G2A011005)

5. AndriRukmana

(G2A011007)

6. AnikApriani

(G2A011008)

7. ArbellaNovantica

(G2A011009)

8. ArdhiyanLukita Sari

(G2A011010)

9. Arfyan Andy Prasetyo

(G2A011011)

10. Ayu Rachmawati

(G2A011013)

11. Betharia Sholeha

(G2A011014)

12. Eka Listiana

(G2A011015)

13. Eni Setyawati

(G2A011016)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
DAFTAR ISI
BAB I

: PENDAHULUAN

A. Latarbelakang ................................................................................................. 1
B. TujuanPenulisan ............................................................................................. 1
C. MetodePembelajaran ...................................................................................... 2
D. SistematikaPenulisan ...................................................................................... 2
BAB II

: KONSEP DASAR

A. Pengertian .......................................................................................................
B. Etiologi / Predisposisi .....................................................................................
C. Patofisiologi ....................................................................................................
D. MenifestasiKlinik ...........................................................................................
E. Penatalaksanaan ..............................................................................................
F. Pemeriksaandiagnostik ...................................................................................
G. Pengkajian focus..
H. Pathways keperawatan ....................................................................................
I. DiagnosaKeperawatan ....................................................................................
J. FokusIntervensi ..............................................................................................
BAB III

: PENUTUP

A. Kesimpulan .....................................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Di masyarakat kini beredar mitos bahwa ngilu sendi berarti asam urat.
Pengertian ini perlu diluruskan karena tidak semua keluhan dari nyeri sendi disebabkan
oleh asam urat. Sebenarnya yang dimaksud dengan asam urat adalah asam yang
berbentuk kristal-kristal yang merupakan hasil akhir dari metabolisme purin (bentuk
turunan nukleoprotein), yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti
sel-sel tubuh. Secara alamiah, purin terdapat dalam tubuh kita dan dijumpai pada semua
makanan dari sel hidup, yakni makanan dari tanaman (sayur, buah, kacang-kacangan)
atau pun hewan (daging, jeroan, ikan sarden).
Jadi asam urat merupakan hasil metabolisme di dalam tubuh, yang kadarnya
tidak boleh berlebih. Setiap orang memiliki asam urat di dalam tubuh, karena pada
setiap metabolisme normal dihasilkan asam urat. Sedangkan pemicunya adalah
makanan dan senyawa lain yang banyak mengandung purin. Sebetulnya, tubuh
menyediakan 85 persen senyawa purin untuk kebutuhan setiap hari. Ini berarti bahwa
kebutuhan purin dari makanan hanya sekitar 15 persen.
Sayangnya, fakta ini masih belum diketahui secara luas oleh masyarakat.
Akibatnya banyak orang suka menyamaratakan semua makanan. Orang menyantap apa
saja yang dia inginkan, tanpa mempertimbangkan kandungan di dalamnya. Makanan
sumber dari produk hewani biasanya mengandung purin sangat tinggi.Produk makanan
mengandung purin tinggi kurang baik bagi orang-orang tertentu, yang punya bakat
mengalami gangguan asam urat. Jika mengonsumsi makanan ini tanpa perhitungan,
jumlah purin dalam tubuhnya dapat melewati ambang batas normal.

Beberapa jenis makanan dan minuman yang diketahui bisa meningkatkan kadar
asam urat adalah alkohol, ikan hearing, telur, dan jeroan. Ikan hearing atau sejenisnya
(sarden), dan jeroan merupakan sumber senyawa sangat potensial. Yang tergolong
jeroan bukan saja usus melainkan semua bagian lain yang terdapat dalam perut hewan
seperti hati, jantung, babat, dan limfa. Konsumsi jeroan dapat memperberat kerja enzim
hipoksantin untuk mengolah purin. Akibatnya banyak sisa asam urat di dalam darahnya,
yang berbentuk butiran dan mengumpul di sekitar sendi sehingga menimbulkan rasa
sangat sakit. Jeroan memang merupakan salah satu hidangan menggiurkan, di antaranya
soto babat, sambal hati, sate jantung, dan kerupuk limfa. Tetapi salah satu dampaknya,
jika tubuh kelebihan senyawa purin maka si empunya diri mengalami sakit pada
persendian.
B. TUJUAN PENULISAN
1. Tujuan Instruksional Umum:
Mahasiswa Mampu Memahami Asuhan Keperawatan pada klien dengan penyakit
Gout
2. Tujuan Instruksional Khusus:
Mahasiswa :
a) Mampu Menjelaskan Definisi Penyakit Gout
b) Mampu Memahami Etiologi Penyakit Gout
c) Mampu Memahami Patofisiologi Penyakit Gout
d) Dapat Mengetahui Manifestasi Klinik PenyakitGout
e) Dapat Mengetahui Pengkajian Penyakit Gout
f) Dapat Mengetahui Penatalaksanaan Penyakit Gout
g) Dapat Mengetahui Pemeriksaan Penunjang Penyakit Gout
h) Dapat Mengetahui Pathways Keperawatan Penyaki Gout
i) Dapat Mengetahui Diagnosa Keperawatan Penyakit Gout
j) Dapat Mengetahui Fokus Intervensi Dan Rasional Penyakit Gout

C. METODE PENULISAN
Data penulisan makalah kami peroleh dari
1. Studi pustaka
Metode dengan membaca berbagai sumber buku
2. Observasi
Pengkajian terfokus pada kasus

D. SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan makalah ini, terdiri dari 3 bagian, yaitu :
BAB I : PENDAHAULUAN, terdiri dari :
A. Latar Belakang Masalah
B. Tujuan Penulisan
C. Metode Penulisan
D. Sistematika Penulisan
BAB II : KONSEP DASAR, terdiri dari :
A. Pengertian
B. Etiologi
C. Patofisiologi
D. Manifestasi Klinik
E. Penatalaksanaan
F. Pengkajian Fokus
G. Pathways Keperawatan
H. Fokus Intervensi dan Rasional
BAB III : PENUTUP

BAB II
KONSEP DASAR

A. Pengertian
Menurut misnadiarly (2007),Arthritis Gout adalah suatu proses inflamasi
yang terjadi karena deposisi Kristal asam urat pada jaringan sekitar sendi (tofi).
Sedangkan menurut Swartz (1995), Gout adalah suatu penyakit metabolic
yang ditandai dengan tingginya kadar asam urat, serangan arthritis akut yang
berulang, dan endapan Kristal urat di dalam dan disekitar sendi,
Gout adalah gangguan metabolik, yang ditandai oleh meningkatnya
konsentrasi asam urat ( hiperurisemia). (Sylvia, 2005)
Klasifikasi
1. Gout primer
Gout primer merupakan akibat langsung pembentukan asam urat tubuh
yang berlebihan akibat penurunan ekskresi asam urat.
2. Gout sekunder
Gout sekunder disebabkan karena pembentukan asam urat yang
berlebihan atau ekskresi asam urat yang berkurang akibat proses
penyakit lain atau pemakaian obat-obatan tertentu
B. Etiologi
Menurutmansjoer (2000), Gejala atrithisakut disebabkan oleh reaksi inflamasi
jaringan terhadap pembentukan Kristal, monosodium urat monohidrat. Karena itu,
dilihat dari penyebabnya penyakit ini ini termasuk dalam kelainan metabolic.

Kelainan ini berhubungan dengan gangguan kinetic asam urat yaitu hiperuresemia.
Hiperuresemia pada penyakit ini terjadi karena :
a. Pembentukkan asam urat yang berlebihan
1) Gout primer metabolic, disebabkans intesis langsung yang bertambah
2) Gout sekunder metabolic, disebabkan pembentukan asam urat berlebihan
karena penyakit lain seperti, leukemia, terutama biladiobati dengan
sitostatika , psoriasis polisitemiavera, danmiolofibrosis.
b. Kurangnya pengeluaran asam urat melalui ginjal.
1) Gout primer renal, terjadi karenagangguan ekskresi asam urat di tululi distal
ginjal yang sehat.
2) Gout sekunder renal, disebabkan oleh kerusakan ginjal misalnya pada
glomerulone fritiskronik atau gagal ginjal kronik
C. Patofisiologi
Di dalam badan, asam urat dibentuk antara lain dari purin makanan. Pada gout
primer, ginjal dapat menurun fungsinya, sehingga pengeluaran asam urat menurun.
Akibatnya, kadar asam urat mengendap. Seperti pada sendi, ginjal, jantung, daun
telinga, jari-jari tangan dan kaki. Massa Kristal urat dikelilingi radang (limfosit, sel
plasma,

makrofag)

dan

disebut

tofus.

Tofus

dapat

menyatu

dan

membesar.(tambayong,2000)
Jika terbentuk Kristal-kristal dari monosodium urat monohidratpada sendi-sendi
dan jaringan sekitarnya. Kristal-kristal terbentuk seperti jarum ini mengakibatkan
reaksi peradangan yang jika berlanjut akan menimbulkan nyeri hebat yang sering
menyertai serangan gout. Jika tidak diobati, endapan Kristal akan menyebabkan
kerusakan yang hebat pada sendi dan jaringan lunak. (Sylvia,2005)

D. Manifestasi Klinik
Menurut misnadiarly (2007), tanda gejala arthritis didasarkan kriteria ARA (
American Rheumatism Assosiation)
1. Terdapat Kristalan urat dalam cairan sendi atau tofus
2. Inflamasi maximum pada hari pertama
3. Serangan arthritis akut lebih dari 1 kali
4. Sendi yang terkenaberwarnakemerahan
5. Pembengkakan dan sakit pada sendi metatarsofalangeal
6. Serangan pada sendi tarsal unilateral
7. Serangan padasendi metatarsophalangeal unilateral
8. Adanya tofus
9. Hiperurisemia
10. Padafoto sinar-x Nampak pembengkakan sendiasimetris
11. Padafotosinar-x tampak kistasubkortikan tanpaerosi
12. Kultur bakteri cairan sendi
Tanda gejala yang lain
1. Nyeri hebat, sakit, kaku
2. Timbunan urat terus bertambah
3. Peradangan kronis
4. Pembesaran dan penonjolan dari sendi yang bengkak
5. Heliks telinga
E. Penatalaksanaan
Menurut, Noor Helmi Zairin (2012). Terapi gout yaitu mempertahankan kadar
asam urat dalam serum dibawah 6mg/dL dan nyeri akibat adanya penumpukan
asam urat.Tujuan terapi ini untuk mengobati nyeri kemudian dilanjutkan dengan
pengontrolan dan penurunan kadar asam urat dalam serum darah.

1. Diet
Penyebab kelebihan asam urat/hiperurikemia adalah diet tinggi purin, obesitas,
konsumsi alkohol .
Diet bagi para penderita gangguan asam urat mempunyai syarat-syarat sebagi
berikut:
a) Pembatasan purin
Apabila ada pembengkakan sendi, maka penderita gangguan asam urat harus
melukakan diet bebas purin. Namun, karena hamper semua bahan makanan
sumber protein mengandung nukle protein, maka hal ini hamper tidak
mungkin dilakukan. Tindakan yang harus dilakukan adalah membatasi
asupan purin menjadi 100-150 mg purin per hari (diet normal biasanya
mengandung 600-1000 mg purin per hari).
b) Kalori sesuai dengan kebutuhan.
Jumlah asupan kalori harus benar disesuaikan dengan kebutuhan
berdasarkan pada tinggi dan berat badan.Penderitagangguan asmaurat yang
kelebihan berat badan. Asupan kalori yang terlalu sedikit juga bisa
meningkatkan kadar asam urat karena adanya badan keton yang akan
mengurangi pengeluaran asam urat melalui urine.
c) Tinggi karbohidrat.
Karbohidrat komplek ssepertinasi, singkong, roti dan ubi sangat baik
dikonsumsi oleh penderita gangguan asam urat karena meningkatkan
pengeluaran asam urat melalui urine. Komsumsi karbohidrat komplek sini
sebaiknya tidak kurang dari 100 gram perhari. Karbohidrat sederhana jenis
fruktosa seperti gula permen, arum manis. Gulali dan sirop sebaiknya
dihindari karenafruktosa akan meningkatkan kadar asam urat dalam darah.
d) Rendah protein
Protein terutama yang berasal dari hewan dapat meningkatkan kadar asam
urat dalam darah. Sumber makanan yang mengandung protein hewani dalam
jumlah tinggi, misalnya hati, ginjal, otak,paru dan limpa.asupan protein yang
dianjurkan bagi penderita gangguan asam urat adalah sebesar 50-70 g/hari

atau 0,8-1g/kg berat badan/hari. Sumber protein yang disarankan adalah


protein nabati yang berasal dari susu, kejudan telur.
e) Rendah lemak
Lemak dapat menghambat eksresi asam urat melalui urine.Makan yang
digoreng, bersantan serta margarine dan mentega sebaiknyadihindari.
Konsumsi lemak sebaiknyas ebanyak 15% dari total kalori.
f) Tinggi cairan
Konsumsi cairan yang tinggi dapat membantu membuang asam urat melalui
urine. Oleh karena itu disarankan untuk menghabiskan minuman minimal
sebanyak 2,5 liter atau 10 gelas per hari. Air minum ini bisaberupa air putih
masak, teh, atau kopi.Selain dari minuman, cairan bisadiperoleh melalui
buah-buahansegar yang mengandung banyak air. Buah-buahan yang
disarankan adalah semangka, melon, blewah, nanas belimbing manis, dan
jambu air. Selain buah-buahan tersebut buah-buahan yang lain juga boleh
dikonsumsi karena buah-buahan sangat sedikit mengandung purin. Buahbuahan yang sebaiknya dihindari adalah alpukat dan durian karena keduanya
mempunyai kandungan lemak yang sangat tinggi.
g) Tanpa alkohol
Berdasarkan penelitian diketahui bahwa kadar asam urat meraka yang
mengonsumsi alcohol lebih tinggi dibandingkan mereka yang meningkatkan
asam laktat plasma. Asam laktat ini akan menghambat pengeluaran asam
urat dalam tubuh.

2. Pengobatan Gout
a) Nonstreroid Anti-inflammatory Drugs (NSAIDs)
Terdapat beberapajenis NSAID, namun tidak semua memiliki efektivitas dan
keamanan yang baik untuk terapi gout akut.Beberapa NSAID yang
diindikasikan untuk mengatasi gout atritis akut dengan kejadian efeksamping
yang jarang terjadi yaitu:naproxendan natrium diklofenak.

b) Colchicine
Tidak direkomendasikan untuk terapi jangka panjang gout akut.danakan
mengontrol serangan gout.
c) Corticosteroid
Kortikosteroid sering digunakan untuk menghilangkan gejala gout akut dan
akan mengontrol serangan. Kortikosteroid ini sangat berguna bagi pasien
yang dikontraindikasikan terhadap golongan NSAID.
F. Pengkajian Fokus
1. identitas klien
seorang laki-laki, umur: 50th didiagnosa menderita Gout.
2.

Status kesehatan
Status kesehatan saat ini.
a. keluhan utama
DS: Pasien mengeluh nyeri pada sendi telapak kaki kiri dan nyeri bertambah
jika berjalan
DO: -Sendi metatarsophalageal pada jempol kaki terdapat benjolan
- Pada perabaan terasa hangat
- Terjadi peradangan
- Pemeriksaan darah ditemikan lekositosis dan kadar uric acid 9gr/dl
b. Status kesehatan masa lalu
Obesitas
C. Pola kebutuhan dasar
1. Pola persepsi dan menejemen kesehatan
a. Saat sakit langsung dibawa ke rumah sakit
2. Pola gerak dan aktivitas
a. Pola gerak: terbatas untuk bergerak karena nyeri telapak kaki kiri dan
nyeri bertambah jika berjalan

3. Pola aktivitas: hanya bisa melakukan aktivitas ringan

D. Pemeriksaan diagnostik
1. Asam urat meningkat
2. Sel darah putih dan sendimentasi eritrosit meningkat (selama fase akut)
3. Pada aspirasi sendi ditemukan asam urat
4. Rontgen
G. Pathways Keperawatan

H. Diagnosa

1.

2.

3.

Nyeri sendi b. d peradangan sendi, penimbunan kristal pada membrane


sinovia, tulang rawan artikular, erosi tulang rawan, prolifera sinovia dan
pembentukan panus.
Hambatan mobilisasi fisik b. d penurunaan rentang gerak, kelemahan otot,
pada gerakan, dan kekakuan pada sendi kaki sekunder akibat erosi tulang
rawan, proloferasi sinovia, dan pembentukan panus.
Gangguan citra tubuh b. d perubahan bentuk kaki dan terbenuknya tofus.

I. Fokus Intervensi dan Rasional

Dk.I : Nyeri sendi b. d peradangan sendi, penimbunan Kristal pada membrane


sinovia, tulang rawan arikular, erosi tulang rawan, prolifera sinovia dan
pembentukan panus.
Tujuan keperawatan : Nyeri berkurang, hilang, teratasi.
Kriteria hasil
:
a. Klien melaporkan penelusuran nyeri.
b. menunjukan perilaku yang lebiih rileks.
c. memperagakan keterampilan reduksi nyeri.
d. Skala nyeri 0 1 atau teratasi.
e. INTERVENSI
f. RASIONAL
a. Kaji lokasi, intensitas,an tipe nyeri.
Observasi kemajuan nyeri ke daerah
yang baru. Kaji nyeri dengan skala0
4.

b.

Bantu klien dalam mengidentifikasi


factor pencetus.
c. Jelaskan dan bantu klien terkait
dengan tindakan pereda nyeri
nonfamakologi dan non invasif.
d. Ajarkan relaksasi: teknik terkait

b. Nyeri merupakan respon subjektif


yangbdapat
dikaji
dengan
menggunakan skala nyeri. Klien
melaporkan nyeri biasanya di atas
tingkat cedera.
c. Nyeri
dipengaruhi
oleh
kecemasan dan peradangan pada
sendi.
d. Pendekatan dengan menggunakan
relaksasi dan farmakologilain
menunjukan keefektifan dalam
mengurangi nyeri.
e. Akan melancarkan peredaran

ketegangan otot rangka yang dapat


mengurangi intensitas nyeri.
e. Ajarkan metode distraksi selama
nyeri akut.
f. Tingkatkan
pengetahuaan tentang
penyebab nyeri dan hubungan
dengan berapa lama nyeri akan
berlangsung.
g. Hindarkan klien meminum alcohol,
kafein, dan obat diuretik.

KOLABORASI
a. Kolaborasi dengan tim medis untuk
pemberian alopurinol

darah sehingga kebutuhan oksigen


pada jaringan terpenuhi dan
mengurangi nyeri.
f. Mengalikan
perhatian
klien
terhadap nyeri ke hal yang
menyenangkan.
g. pegetahuan tersebut membatu
mengurangi nyeri dan dapat
menbatumeningkatkan kepatuhan
klien terhadap rencana terapeutik
h. pemakaian alkohol, kafein, dan
obat-obatan
diuretik akan
menambah peningkatan kadar
asam urat dalam serum.
a. Alopurinol
menghambat
biosentesis asam urat sehingga
menurunkan kadar asam urat
serum.

Dk. II : Hambatan mobilisasi fisik b. d penurunaan rentang gerak, kelemahan otot,


pada gerakan, dan kekakuan pada sendi kaki sekunder akibat erosi tulang
rawan, proloferasi sinovia, dan pembentukan panus.
Tujuan keperawatan
: klien mampu melaksanakan aktifitas fisik sesuai
dengan kemampuannya.
Kreteria hasil
:
a. klien ikut dalam program latihan
b. tidak mengalami kontraktur sendi
c. kekuatan otot bertambah
d. klien menunjukkan tindakan untuk meningkatkan mobilitas dan
mempertahankan koordinasi optimal.
INTERVENSI
RASIONAL
a. Kaji mobilitas yang ada dan
a. Mengetahui
tingkat
observasi
adanya
peningkatan
kemampuan klien dalam
kerusakan.
melakukan aktifitas.
b. Ajarkan klien melakukan latihan
b. Gerakan aktif memberi masa

gerak aktif pada ekstermitas yang


tidak sakit.
c. Bantu klien melakukan latihan ROM
dan perawatan diri sesuai toleransi.
d. Pantau kemajuan dan perkembangan
kemamapuan klien dalam melakukan
aktifitas
KOLABORASI
a. Kolaborasi dengan ahli fisioterapi
untuk latihan fisik klien.

tonus, dan kekuatan otot, serta


memperbaiki fungsi jantung
dan pernafasan.
c. Untuk
mempertahankan
fleksibilitas
sendi
sesuai
kemampauan.
d. Untuk
mendeteksi
perkembangan klien.
a. Kemampuan
mobilisasi
ekstermitas dapat ditingkatkan
dengan latihan fisik dari tim
fisioterapi.

Dk. III : Gangguan citra tubuh b. d perubahan bentuk kaki dan terbenuknya tofus.
Tujuan perawatan
: Citra diri klien meningkat
Kriteria hasil
:
a. Klien mampu mengatakan atau mengkomunikasikan dengan orang terdekat tentang
situasi dan perubahan yang terjadi
b. mampu menyatakan penerimaan diri terhadap situasi
c. mengakui dan menggabungkan perubhan dalam konsep diri dengan cara yang
akurat tanpa merasakan harga dirinya negatif.
INTERVENSI
RASIONAL
a. Kaji perubhan perspsi
a. Menetukan bantuan individual
dan
dalm menyusun rencana perawatan
hubungannya dengan
atau pemilihan intervensi.
derajat kletidak
b. Membantu klien melihat
mampuan.
bahwa peraat menerima kedua
b. Ingantkan kembali
bagian dari seluruh tubuh dan
realitas bahwa masih
mulai menerima situasi baru.
dapat menggunakan sisi
c. Membantu meningkatkan perasaan
yang sakit dan belajar
harga diri dan mengontrol lebih
mengontrol sisi yang
dari satu area kehidupan.
sehat.
d. Menghidupkan kembali perasaan
c. Bantu dan ajurkan
mandiri dn membatu
perawatan yang baik
perkemabangan harga diri serta
dan memperbaiki
memengaruhi proses rehabilitasi.
kebiasaan.
e. Dukungan perawat kepada klien
d. Anjurkan orang
dapat meningkat kan rasa percaya

terdekat untuk
mengizinkan klien
melakukan sebanyak
mungkin hal untuk
dirinya.
e. Bersama klien mencari
alternatif koping yang
positif.
f. Dukung prilaku atau
usaha peningkata minat
atau partisipasi dalam
aktifitas rehabilitasi.
KOLABORASI
a. Kolaborasi denagn ahli
neuropsikologi dan konseling
bila da indikasi .

diri klien.
f. Klien dapat beradaptasi terhadap
perubahan dan memahami peran
individu dimasa mendatang.

a. Dapat memfasilitasi perubahan peran yang


penting untuk perkembangan perasaan.

BAB III
KESIMPULAN

Gout adalah suatu penyakit metabolic yang ditandai dengan tingginya kadar asam
urat, serangan arthritis akut yang berulang, dan endapan Kristal urat di dalam dan disekitar
sendi,Gejala atrithis akut disebabkan oleh reaksi inflamasi jaringan terhadap pembentukan
Kristal, monosodium urat monohidrat. Tanda gejalanya antara lain Nyeri hebat, sakit,
kaku, Timbunan urat terus bertambah , Peradangan kronis ,Pembesaran dan penonjolan dari
sendi yang bengkak. Penatalaksanaan yang di berikan kepada pasien seperti: Diet:
Pembatasanpurin, Rendah protein, Rendahlemak, Tinggicairan, Tinggikarbohidrat,
Kalorisesuaidengankebutuhan.

Daftarpustaka

Doenges, E, Marilyn. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan pedoman untuk


perencanaan keperawatan pasien. Edisi 3 . Jakarta : EGC.
Misnadiarly.2007.

Rematik:

Asamurat-hiperurisemia,

artritis

gout.

Jakarta:

pustakaoborpopuler
Mansjoer, arief, dkk. 2000. Kapita selekta kedokteran jilid 1 ed.3.Media
Aesculapius. Fakultas kedokteran UI
Noor helmi, zairin.2012.buku Ajar Gangguan Muskuluskeletal.Jakarta:EGC
Price, Sylvia & Loiraine M. Wilson.2005. Patofisiologi Konsep Klinis Proses
Penyakit. Jakarta : EGC.