Anda di halaman 1dari 3

Berikut adalah tanda dan gejala karsinoma

kolorektal berdasarkan letaknya :


Kolon kanan :
- Aspek klinis : kolitis
- Nyeri : karena penyusupan
- Defekasi : diare atau diare berkala
- Obstruksi : jarang
- Darah pada feses : samar
- Feses : normal atau diare
- Dispepsi : sering
- Memburuknya keadaan umum : hampir selalu
- Anemia : hampir selalu
Kolon kiri :
- Aspek klinis : obstruksi
- Nyeri : karena obstruksi
- Defekasi : konstipasi progresif

- Obstruksi : hampir selalu


- Darah pada feses : samar atau makroskopik
- Feses : normal
- Dispepsi : jarang
- Memburuknya keadaan umum : lambat
- Anemia : lambat

Rektum :
- Aspek klinis : proktitis
- Nyeri : tenesmi
- Defekasi : tenesmi terus-menerus
- Obstruksi : tidak jarang
- Darah pada feses : makroskopik
- Feses : perubahan bentuk
- Dispepsi : jarang
- Memburuknya keadaan umum : lambat
- Anemia : lambat

Terapi bedah berdasarkan stagenya, dapat disimpulkan sebagai berikut :


Stage 0 :
a. Eksisi lokal atau polypectomy simple dengan pembersihan hingga ke garis tepi.
b. Reseksi lokal pada lesi yang luas yang tidak dapat dilakukan dengan eksisi lokal.
Stage I :
Pembedahan dengan reseksi luas serta anastomosis
Stage II :
1. Pembedahan reseksi luas serta anastomosis
2. Pembedahan lanjutan.
Stage III :
Pembedahan reseksi luas serta anastomosis, terutama pada pasien yang bukan kandidat dari clinical
trials, post operasi kemoterapi dengan fluouracil (5-FU)/leucovorin selama 6 bulan.
Stage IV :
1. Bedah reseksi/anastomosis atau pembuatan jalan pintas pada obstruksi atau perdarahan pada lesi

primer pada kasus tertentu.


2. Bedah reseksi pada metastase yang masih terisolasi (hati, paru, ovarium)
3. Kemoterapi
4. Evaluasi obat baru pada pemeriksaan klinik dan terapi biologi
5. Terapi radiasi pada tumor primer dengan perdarahan ringan, obstruksi atau nyeri. Terapi radiasi
ringan dapat juga ditujukan pada metastase lainnya dengan indikasi yang sama.
Radioterapi karsinoma kolorektal
Pengertian
Adalah pelayanan radioterapi untuk karsinoma kolorektal menggunakan radiasi pengion (Co.60), dan
merupakan terapi komplemen untuk kasus-kasus yang masih pada tingkat operable, dan merupakan
pilihan utama untuk kasus-kasus inoperable sebagai terapi paliatif untuk menjaga kualitas hidup pasien.
Tujuan
- Sebagai terapi komplemen terhadap modalitas terapi bedah pada kasus stadium dini
- Paliatif untuk kasus stadium lanjut
Indikasi
Karsinoma kolorektal stadium dini pasca bedah
Karsinoma kolorektal stadium lanjut (inoperable)
Kontraindikasi
Keadaan pasien buruk
Tata Laksana Teknis Radioterapi Pada Karsinoma Kolorektal
Perencanaan radioterapi pada karsinoma koorektal dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu :
- Pembuatan foto simulator
- Perencanaan dosis penyinaran
- CT-Scan dosimetri (pelvis)
- Pembuatan kurva isodosis
Karsinoma kolon :
-Radioterapi pada karsinoma kolon tidak dilakukan pasca bedah (hemicolectomy) untuk kasus-kasus
yang masih operabel
- Untuk kelompok ini hanya diberikan sitostatika tunggal 5-FU secara serial. Dimulai dengan loading
dose selama 4 hari berturut-turut sebanyak 500 mg / i.v. kemudian dilanjutkan dengan 500 mg / i.v.
pada hari ke 29, selanjutnya diberikan 500 mg / i.v. setiap minggu.
- Dilakukan evaluasi kadar CEA setiap 3 bulan
Stadium II (T3-4 N0 M0)
Dilakukan radioterapi eksternal dengan dosis total 50 Gy. Dosis fraksinasi 2 Gy, 5 kali dalam 1 minggu,
dengan arah penyinaran depan belakang whole pelvis atau multi-field disesuaikan dengan distribusi
dosis pada perhitungan menggunakan TPS. Dan diberikan kemoterapi 5-FU secara concurrent.
Stadium III (T1- 4 N1 M0)
Stadium T1-2 N1 M0
Dilakukan radioterapi eksternal dengan dosis total 50-60 Gy. Dosis fraksinasi 2 Gy, 5 kali dalam 1
minggu, dengan penentuan arah penyinaran depan - belakang whole pelvis atau multi-field disesuaikan
dengan distribusi dosis pada perhitungan dengan menggunakan TPS. Dan diberikan kemoterapi 5 -FU
secara concurrent.
Stadium T3-4 N1 M0
Dilakukan radioterapi eksternal dengan dosis total 50-60 Gy. Dosis fraksinasi 2 Gy, 5 kali dalam 1
minggu, dengan penentuan arah penyinaran sama dengan stadium T1-2 N1 M0. Diberikan booster
lapangan kecil (tumor bed) dengan dosis 10 Gy dan dosis fraksinasi 2 Gy. Diberikan juga kemoterapi (5FU) secara concurrent.
Stadium IV (T1-4 N1,2,4 M0-1)
Stadium T1-4 N4 M0
Dilakukan radioterapi dengan metode dan dosis sama dengan stadium T3-4 N1 M0 serta dikombinasikan
dengan kemoterapi (5-FU) secara concurrent.
Stadium T1-4 N1,2,4 M1
Tidak diberikan radioterapi, hanya dilakukan kemoterapi.

Prognosis
Prognosis dari karsinoma kolorektal tergantung dari stadium saat diagnosis karsinoma kolorektal
ditegakkan. Berikut merupakan pembagian prognosis dari karsinoma kolorektal berdasarkan klasifikasi
dari Dukes :
Klasifikasi DUKES Tingkat invasi Keterlibatan limfonodi Prognosis
Dukes A Terbatas pada mukosa Tidak ada Angka harapan hidup 5 tahun >90%
Dukes B1 Sampai stratum muscularis propia Tidak didapatkan invasi limfonodi Angka harapan hidup 5
tahun 70-85%
Dukes B2 Menembus stratum muscularis propia Tidak didapatkan invasi limfonodi Angka harapan
hidup 5 tahun 55-65%
Dukes C1 Sampai stratum muscularis propia Terdapat invasi pada limfonodi terdekat Angka harapan
hidup 5 tahun 45-55%
Dukes C2 Menembus stratum muscularis propia Terdapat invasi pada limfonodi jauh Angka harapan
hidup 5 tahun 20-30%
Dukes D Metastase jauh Tidak dapat dipakai Angka harapan hidup 5 tahun <1%>