Anda di halaman 1dari 30

LAPORAN PENDAHULUAN ANTENATAL CARE

A. KONSEP DASAR KEHAMILAN


1. Kehamilan
a. Pengertian
Kehamilan adalah masa mulai dari konsepsi sampai partus
kira-kira 280hari (40 minggu) dan tidak lebih dari 300 hari (43
minggu). Kehamilan 40 minggu disebut sebagai kehamilan matur
(cukup bulan), dan bila lebih dari 43 minggu disebut sebagai
kehamilan post matur. Kehamilan antara 28 sampai 36 minggu
disebut kehamilan premature(Wiknjosastro, 2007).
Kehamilan adalah proses dimana sperma menembus ovum
sehingga terjadinya konsepsi dan fertilasi sampai lahirnya janin,
lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan),
dihitung dari pertama haid terakhir (Alzam Faisal, 2009).
Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin
intrauteri mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan
persalinan (Manuaba, 2009).
b. Etiologi
Suatu kehamilan akan terjadi bila terdapat 5 aspek berikut, yaitu :
1.

Ovum

Ovum adalah suatu sel dengan diameter + 0,1 mm yang


terdiri dari suatu nukleus yang terapung-apung dalam vitelus dilingkari
oleh zona pellusida oleh kromosom radiata.
2. Spermatozoa
Berbentuk seperti kecebong, terdiri dari kepala berbentuk
lonjong agak gepeng berisi inti, leher yang menghubungkan kepala
dengan bagian tengah dan ekor yang dapat bergerak sehingga
sperma dapat bergerak cepat.

3. Konsepsi
Konsepsi adalah suatu peristiwa penyatuan antara sperma dan
ovum di tuba fallopi. Konsepsi disebut juga dengan fertilisasi atau
pembuahan.Pengertiankonsepsi adalah peristiwa bertemunya sel telur
(ovum) dan sperma.
Peristiwa konsepsi terjadi di ampula tuba.Pada hari ke 11-14
terjadi ovulasi dari siklus menstruasinormal.Ovulasi adalah peristiwa
matangnya sel telur sehingga siap untuk dibuahi.
Pada saat coitus, 3-5 cc semen yang ditumpahkan ke dalam
forniks posterior, dengan jumlah spermatozoon sekitar 200-500 juta.
Gerakan sperma dari serviks terus melintasi uterus menuju tuba falopi.
Jika tidak terjadi pembuahan, sel telurakan mengalami kemunduran
(degenerasi) dan dibuang melalui vagina bersamaan dengan
darahmenstruasi. Jika terjadi pembuahan, maka sel telur yang telah
dibuahi oleh spermaakan mengalami serangkaian pembelahan dan
tumbuh menjadi bakal janin (embrio). Gerakan sperma di dalam rongga
uterus dan tuba disebabkan oleh kontraksiotot-otot pada organ tersebut.
4. Nidasi
Nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke
dalam endometrium.Nidasi/implantasi merupakan peristiwa masuknya
atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium.Blastula
dilindungi

oleh

simpai

yang

disebut

trofoblas,

yang

mampu

menghancurkan dan mencairkan jaringan.Ketika blastula mencapai


rongga rahim, jaringan endometrium dalam keadaan sekresi.Jaringan
endometrium ini banyak mengandung sel-sel desidua.
5. Plasentasi
Plasentasi adalah alat yang sangat penting bagi janin yang
berguna untuk pertukarann zat antara ibu dan anaknya dan sebaliknya.
Untuk setiap kehamilan harus ada spermatozoa, ovum,
pembuahan ovum (konsepsi), dan nidasi hasil konsepsi. Tiap
spermatozoa terdiri dari tiga bagian yaitu: kaput/kepala yang berbentuk
lonjong agak gepeng dan mengandung bahan nucleus, ekor, dan bagian

yang silindrik menghubungkan kepala dengan ekor, dan getaran ekor


spermatozoa dapat bergerak cepat(Wiknjosastro, 2007).

c. Patofisiologi
Ketika seorang perempuan melakukan hubungan seksual
dengan seorang laki-laki maka bisa jadi perempuan tersebut akan
hamil (Terjadinya kehamilan). Kehamilan terjadi ketika sel sperma
yang masuk ke dalam rahim seorang perempuan membuahi sel telur
yang telah matang. Seorang laki-laki rata-rata mengeluarkan air mani
sebanyak 3 cc, dan setiap 1 cc air mani yang normal akan
mengandung sekitar 100 juta hingga 120 juta buah sel sperma.
Setelah air mani ini terpancar (ejakulasi) ke dalam pangkal saluran
kelamin istri, jutaan sel sperma ini akan berlarian melintasi rongga
rahim, saling berebut untuk mencapai sel telur matang yang ada pada
saluran tuba di seberang rahim.
Pada saat ovulasi, lapisan lendir di dalam serviks (leher rahim)
menjadi lebih cair, sehingga sperma mudah menembus ke dalam
rahim. Sperma bergerak dari vagina sampai ke ujung tuba falopi yang
berbentuk corong dalam waktu 5 menit. Sel yang melapisi tuba falopii
mempermudah terjadinya pembuahan dan pembentukan zigot (sel
telur yang telah dibuahi). Jika perempuan tersebut berada dalam
masa subur, atau dengan kata lain terdapat sel telur yang matang,
maka terjadilah pembuahan. Pada proses pembuahan, hanya bagian
kepala sperma yang menembus sel telur dan bersatu dengan inti sel
telur. Bagian ekor yang merupakan alat gerak sperma akan
melepaskan diri. Sel telur yang telah dibuahi akan mengalami
pengerasan bagian luarnya. Ini menyebabkan sel telur hanya dapat
dibuahi oleh satu sperma.

d. Nursing Pathway

Coitus
Ejakulasi (lepasnya cairan sperma ke dalam saluran reproduksi wanita)

Sperma bergerak menuju tuba fallopi

Konsepsi

Tidak terjadi

Fertilisasi

Tidak terjadi fertilisasAi

Konsepsi dan pertumbuhan zigot

Implantasi di uterus

Endometrium runtuh

Menstruasi

Zigot (nidasi dalam rahim 5-7 hari)

Mencapai cavum uteri

Embrio (3-5 minggu)

Fetus ( >5 minggu)

e. Klasifikasi kehamilan
1) Menurut usia kehamilan, kehamilan digolongkan:
a) Kehamilan prematur : usia kehamilan antara 28 sampai 37
minggu
b) Kehamilan aterm : kehamilan antara 37 dan 42 minggu

c) Kehamilan posterm

: kehamilan yang melewati 294 hari atau

lebih 42 minggu.
2) Ditinjau dari tuanya kehamilan, kehamilan dibagi 3 bagian:
a) Kehamilan trimester I : antara 0 sampai 12 minggu.
b) Kehamilan trimester II : antara 12 sampai 28 minggu.
c) Kehamilan trimester III :antara 28 sampai 42 minggu.
(Wiknjosastro, 2007)
f. Tanda dan gejala
1.

Tanda tidak pasti pada kehamilan


a) Amenorhoe ( tidak mendapat haid)
b) Mual muntah (morning sicknes) merupakan respon awal terhadap
tingginya kadar progesterone dan menghilang setelah tiga bulan.
c) Letih,sakit kepala
d) Merasakan gerakan janin terjadi sekitar 22 minggu gestasi atau
20 minggu pada wanita hamil pertama.
e) Perubahan pada mamae
f) Frekuensi berkemih meningkat karena adanya kongesti darah
pada organ-organ pelvic sehingga meningkatkan sensitivitas
jaringan. Tekanan uterus pada kandung kencing menstimulasi
saraf sehingga BAK.
g) Lekore/keputihan peningkatan sekresi vaginal oleh efek stimulai
hormone

estrogen

dan

progesterone

pada

kelenjar

dan

peningkatan suplay darah ke pelvic .


2.

Tanda pasti kehamilan


1) Terdengar DJJ
DJJ dapat didengar dengan stetoskop laenec pada minggu 1718.

Dengan

stetoskop

ultrasonik

(doppler),

DJJ

dapat

didengarkan lebih awal lagi, sekitar minggu ke-12. Normal DJJ


120-160 kali permenit.
2) Adanya gerakan janin pada palpasi
3) Teraba bagian janin pada palpasi
4) Adanya kantong kehamilan (gestasional sac) dalam rongga
uterus pada pemeriksaan USG, adanya skelet janin pd gmbr X
Ray.
3. Data mungkin pada kehamilan
a) Pembesaran uterus

(1) Melunaknya daerah isthmus uteri (hegar sign) diketahui


melalui pemeriksaan bimanual dan mulai terlihat pada
minggu ke 6 dan menjadi nyata pada minggu ke 7-8.
(2) Servik terasa lebih lunak (tanda Goodells) diketahui melalui
pemeriksaan bimanual
(3) Tanda ballotemen : pantulan yang terjadi saat jari pemeriksa
mengetuk janin yang mengapung dalam uterus, bayi
menjauh kemumudian ke posisi semula.
(4) Kontraksi Braxton hicks yaitu kontraksi intermiten yang
mungkin terjadi selama hamil dan tidak terasa sakit.
b) Perubahan warna kulit
Chloasma : warna kulit yang kehitam-hitaman pada dahi,
punggung hidung dan kulit daerah tulang pipi terutama pada
warna kulit hitam hal ini disebabkan oleh stimulasi MSH
( Melanosyt Stimulating Hormone). Striae gravidarum; regangan
kulit abdomen terlihat garis tak teratur.
c)

Hcg (Human Chronic Gonadotropin) meningkat

g. Perubahan Pada Ibu Hamil


1) Perubahan fisiologi pada Kehamilan
Perubahan ini terjadi karena:
Perubahan fungsi endokrin maternal.
Pertumbuhan plasenta yang berfungsi endokrin.
Kebutuhan metabolisme yang meningkat karena pertumbuhan
janin.
Perubahan sistemik meliputi:
1. Sistem Reproduksi
a. Rahim atau Uterus
Menjadi 1000 kali lebih besar, 30 kali lebih berat,
aliran darah 60 kali lebih cepat. Semula sebesar jempol (30
gram), mengalami hipertropi dan hiperplasia menjadi 1000
gram saat akhir kehamilan.

Tanda Hegar : Perubahan pada istmus uteri menjadi lebih


panjang dan lunak sehingga pada pemeriksaan dalam
seolah-olah kedua jari dapat saling sentuh.
Tanda Piskacek : Pertumbuhan rahim tidak sama ke semua
arah

tetapi

pertumbuhan

cepat

didaerah

implantasi

plasenta, sehingga rahim bentuknya tidak sama.


Braxton Hicks : Kontraksi uterus yang disebabkan oleh
terjadinya

gangguan

estrogen

dan

perimbangan

progesteron

hormonal

berubah

dimana

konsentrasinya

sehingga progesteron mengalami penurunan.


b. Vagina
Tanda

Chadwicks:

Vagina

dan

vulva

mengalami

peningkatan pembuluh darah karena pengaruh estrogen


sehingga tampak makin merah dan kebiru-biruan.
c.

Ovarium (Indung Telur)


Ovarium yang mengandung korpus luteum gravidarum
akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta
yang sempurna pada umur 16 minggu.

d.

Payudara
Mengalami

pertumbuhan

dan

perkembangan.

Perkembangan payudara tidak dapat dilepaskan dari


pengaruh

hormon

estrogen,

progesteron,

dan

somatomamotropin. Penampakan payudara pada ibu hamil


antara

lain:

payudara

hiperpigmentasi

(hitam),

menjadi
glandula

lebih

besar,

areola

mongtomery

makin

tampak, puting susu makin menonjol, belum mengeluarkan


ASI, baru setelah persalinan hambatan prolaktin tidak ada
sehingga pembuatan ASI dapat berlangsung.
2. SistemKardiovaskuler
Peredaran darah ibu dipengaruhi oleh beberapa factor:
a. Meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah.

b. Terjadi hubungan langsung antara arteri dan vena pada


sirkulasi retro - plasenter.
c. Pengaruh hormon estrogen dan progesteron yang meningkat.
Akibat dari faktor-faktor tersebut terjadi perubahan pada sirkulasi
darah ibu yaitu:
a) Volume Darah
Meningkat, jumlah serum darah lebih besar dari pertumbuhan
sel darah. Serum darah bertambah 25 - 30% sedangkan sel
darah bertambah 20%. Curah jantung akan bertambah sekitar
30%.
b) Sel Darah
Meningkat, agar dapat mengimbangi pertumbuhan janin. Sel
darah putih meningkat mencapai 10.000/ml, LED meningkat 4
kali lipat angka normal, protein darah; albumin dan gamma
globulin menurun pada triwulan I sedangkan fibrinogen
meningkat.
Keluhan yang sering berkaitan dengan sistem kardiovaskuer
antara lain: dispnea, palpitasi, ortopnea, hipotensi ortostatik.
3. Sistem Respirasi
Terjadi hiperventilasi karena pengaruh hormon progesteron atau
karena kebutuhan metabolisme yang meningkat. Desakan pada
diafragma karena dorongan rahim yang besar menyebabkan sesak
nafas sehingga kebutuhan oksigen ibu hamil meningkat sekitar 2025 % dari biasanya.
4. Sistem Pencernaan
a. Rasa tidak enak di ulu hati karena perubahan posisi

lambung

dan refkluks.
b. Produksi asam lambung menurun.
c. Mual muntah karena pengaruh HCG (Human
Gonadotrophyn).

Chorionic

d. Haemorrhoid karena tekanan venosa.


e. Konstipasi

karena

pengaruh

hormon

progesteron

yang

meningkat.
Perubahan metabolisme meliputi:
a. Air, terdiri dari darah/uterus/payudara berjumlah 3 liter
sedangkan janin/plasenta/air ketuban 3,5 liter.
b. Protein, ibu 500 garam, janin dan plasenta 500 gram.
c. Karbohidrat cenderung meningkat (diabetes).
d. Lemak, kenaikan semua fraksi lemak.
e. Mineral, kebutuhan meningkat .
f.

Berat badan ibu hamil akan bertambah antara 6,5 sampai 16,5
kg selama hamil atau terjadi kenaikan berat badan sekitar
kg/minggu.

5. Sistem Muskuloskeletal
a.

Dalam kehamilan, gigi,, tulang dan persendian tubuh butuh


lebih banyak kalsium dan fosfor.

b.

Postur tubuh berubah untuk mengimbangi perubahan pusat


gaya berat.

c.

Rahim terdorong kedepan, tubuh condong ke belakang dan


pinggang lebih melengkung (lordosis)

d.

Kram pada otot tungkai dan kaki adalah masalah umum yang
muncul, kemungkinan karena metabolisme kalsium dan fosfor
berubah.

e.

Persendian tulang belakang lebih kendur sehingga lebih


mudah tertarik, akibatnya timbul nyeri punggung.

f.

Panggul terdiri dari tulang-tulang yang menyatu sehingga


berbentuk seperti cincin.

g.

Progesterone mendorong pengenduran jaringan ikat, ligament


dan otot termasuk pada tulang panggul.

Simfisis pubis mengendur pada akhir kehamilan, tulang-tulang

h.

kemaluan bergeser sehingga timbul rasa nyeri bagian depan


panggul terutama saat berjalan.
Sendi sakro iliaka mengendur dan menjadi tidak stabil,

i.

akibatnya timbul nyeri pinggang.


Tulang koksigis bergeser sedikit dan menyebabkan timbul nyeri

j.

saat duduk.
6. Sistem Urinarius
Bertambahnya frekuensi miksi karena pengaruh desakan pada
hamil muda dan turunnya kepala bayi pada hamil tua.
7. Sistem Integumen
Pada kulit terjadi perubahan deposit pigmen dan hiperpigementasi
karena pengaruh melanophore stimulating hormone.
8. Sistem endokrin
Kelenjar endokrin : kelenjar tanpa saluran dan merupakan
hormone yang dihasilkan langsung masuk keperedaran darah.
Hormone ini akan mempengaruhi kerja tubuh.
a. Ovarium dan Plasenta
-

Ovarium adalah sumber estrogen dan progesterone pada


wanita yang tidak hamil.

Saat konsepsi, korpus luteum dibawah pengaruh hCG


berubah

jadi

korpus

luteum

gravidarum

yang

menghasilkan estrogen dan progesterone.


-

hCG dibentuk oleh villi korealis, hCG adalah hormone khas


kehamilan sehingga dipakai untuk tes kehamilan. hCG mulai
ada pada hari ke-9 setelah konsepsi dan terus meningkat
sampai hari ke-60 lalu turun.

Saat usia kehamilan 12 minggu, plasenta berfungsi penuh


memproduksi estrogen dan progesterone sehingga fungsi
korpus luteum gravidarum terhenti.

Plasenta : menghasilkan kuman placenta lactogen (hPL),


berfungsi mengatur metabolisme karbohidrat dan lemak
untuk memenuhi peningkatan kebutuhan glukosa.

b. Kelenjar tiroid
-

Pada ibu hamil meningkat ukurannya.

Bukti terbaru (Rodin,dkk 1989) : saat tidak kekurangan


iodium pertumbuhan gondok tidak mungkin terjadi.

Peningkatan estrogen menyebabkan hati memproduksi lebih


banyak thyroxin yang mengikat globulin, karena kadarnya
tinggi thyroxin terhambat oleh plasma sehingga tidak dapat
mengikat thyroxin bebas, akibatnya kadar thyroxin bebas
turun.

Sebagai mekanisme umpan balik maka kelenjar tiroid


terangsang memproduksi thyroxin bebas agar kembali ke
tingkat biasa. Hal ini fisiologis shg tidak bisa disebut
Hipertiroidisme.

c. Kelenjar paratiroid.
-

Terletak pada sisi kelenjar tiroid.

Hormon

paratiroid

penting

untuk

mempertahankan

kecukupan kalsium dalam darah.


-

Selama kehamilan, kelenjar paratiroid meningkat ukurannya.


Terutama minggu ke-15 s/d mggu ke-30, ketika kebutuhan
kalsium janin lebih besar.

d. Kelenjar pituari/hipofisis
-

Terletak didasar tengkorak dalam fosa hipofise

Terdiri dari lobus anterior dan posterior.

Lobus Anterior:
-

Mengalami sedikit pembesaran dalam kehamilan.

Hormone

adrenolotikotropik,

melnosit sehingga

merangsang

peningkatan

timbul pigmentasi pada abdomen,

mammae dan wajah.


-

Pembentukan prolaktin meningkat namun terhambat oleh


estrogen.

FSH ditekan oleh hCG sehingga ovulasi terhenti.

Hormone somatropik berfunsi untuk pertumbuhan tubuh


tetap ada tetapi jumlahnya menurun.

Lobus Posterior :
-

Hormone oksitosin meningkat selama hamil. Hormone ini


menstimulasi kontraksi otot uterus sehingga timbul kontraksi
Braxton Hicks mulai umur kehamilan 12 minggu. Hormone
ini belum efektif sampai saat keseimbangan estrogen dan
progesterone berubah saat awal persalinan.

e. Pancreas
-

Merupakan tempat produksi insulin.

Selama hamil, sel-sel pulau langerhans memproduksi lebih


banyak insulin untuk pemenuhan kebutuhan tubuh yang
meningkat.

Tapi

karena

keterbatasan

kemampuan

penyimpanan glikogen, tubuh wanita hamil kurang mampu


mengatasi jumlah glikogen yang lebih banyak sehingga
sebagian dari mereka mengeluarkannya dalam urine.
Bagi ibu hamil dengan diabetes, ini butuh pengawasan.

f. Kelenjar adrenal
-

Terletak di kutub atas ginjal

Ukurannya meningkat selama kehamilan, terutama bagian


kortikal yang memproduksi hormone kortikosteron yang
berfungsi mengatur jumlah ion natrium dan kalium dalam
darah.

Progesterone merangsang ekskresi sodium dan clorida yang


meningkat, maka hormone aldosteron yang dihasilkan
kelenjar adrenal akan memperkokoh penyerapan sodium
agar kadarnya seimbang.

9. Sistem persarafan
-

Tidak terdapat perubahan yang besar selama hamil.

Saat kepala janin bergerak ke panggul dan menekan tulang


panggul, kepala bayi dapat menekan saraf sciatic yaitu saraf
pengatur gerakan dan rasa nyeri pada tungkai kaki.

Ini menyebabkan timbul rasa geli seperti digelitik, lemah dan


nyeri pada salah satu/kedua kaki. Keluhan ini disebut nyeri
saraf sciatic.

2. Perubahan psikologi pada kehamilan


a. Perubahan psikologis kehamilan trimester pertama adalah:
1)

Merasa tidak sehat dan benci kehamilannya

2)

Selalu memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada


tubuhnya

3)

Mencari tanda-tanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya


sedang hamil

4)

Mengalami gairah seks yang lebih tinggi tapi libidoturun

5)

Khawatir kehilangan bentuk tubuh

6)

Membutuhkan penerimaan kehamilannya oleh keluarga

7)

Ketidakstabilan emosi dan suasana hati.

b. Perubahan psikologis kehamilan trimester kedua adalah:


1)

Ibu sudah mulai merasa sehat

2)

Mulai bisa menerima kehamilannya

3)

Merasakan gerakan bayi dan merasakan kehadiran bayi


sebagai seseorang di luar dirinya

4)

Merasa terlepas dari ketidaknyamanan dan kekhawatiran

5)

Perut ibu belum terlalu besar sehingga belum dirasa beban

6)

Libido dan gairah seks meningkat

7)

Merasa bayi sebagai individu yang merupakan bagian dirinya

8)

Hubungan sosial meningkat dengan orang lain.

9)

Ketertarikan dan aktivitas terfokus pada kehamilan, kelahiran


dan persiapan peran barunya

c. Perubahan psikologi pada trimester ketiga


1) Rasa tidak nyaman kembali timbul
2) Merasa tidak menyenangkan ketika bayi lahir tepat waktu
3) Ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya
4) Ibu khawatir bayinya akan lahir sewaktu-waktu dan dalam
kondisi yang tidak normal
5) Semakin ingin menyudahi kehamilannya
6) Merasa sedih karena terpisah dari bayinya
7) Merasa kehilangan perhatian
8) Tidak sabaran dan resah
9) Bermimpi dan berkhayal tentang bayinya
10)Aktif mempersiapkan kelahiran bayinya
11) Libido menurun
h. Kebutuhan Ibu Hamil
Tidak semua ibu hamil dan keluarga mnedapatkan pendidikan
dan konseling memadai tentang kesehatan reproduksi, terutama
tentang kehamilan dan upaya untuk menjaga agar kehamilan tetap
sehan dan berkualitas. Kunjungan antenatal memberi kesempatan
bagi petugas kesehatan untuk memberikan informasi kesehatan
esensial bagi ibu hamil dan keluarga termasuk rencana persalinan

(dimana, penolong, dana, pendamping, dan sebagainya) dan cara


merawat bayi. Beberapa informasi penting adalah sebagai berikut.
a. Nutrisi
1) Kalori
Jumlah kalori yang di perlukan bagi ibu hamil untuk setiap
harinya adalah 2.500 kalori. Pengetahuan tentang berbagai jenis
makanan yang dapat memberikan kecukupan kalori tersebut
sebaiknya dapat dijelaskan secara rinci dan bahasa yang
dimengerti oleh ibu hamil maupun keluarga. Jumlah kalori
berlebih dapat menyebabkan obesitas dan hal ini merupakan
faktor predisposisi untuk terjadinya preeklampsia. Jumlah
pertambahan berat badan sebaiknya tidak melebihi 10 12 kg
selama hamil.
2) Protein
Jumlah protein yang diperlukan oleh ibu hamil adalah 85
gram perhari. Sumber protein tersebut dapat diperoleh dari
tumbuh-tumbuhan (kacang-kacangan) atau hewani (ikan, ayam,
keju, susu, telur). Defisiensi protein dapat menyebabkan
kelahiran prematur, anemia, dan edema.
3) Kalsium
Kebutuhan kalsium ibu hamil adalah 1,5 gram perhari.
Kalsium dibutuhkan untuk pertumbuhan janin, terutama bagi
perkembangan otot dan rangka. Sumber kalsium yang mudah
diperoleh adalah susu, keju, yogurt, dan kalsium karbonat.
Defisiensi kalsium dapat menyebabkan riketsia pada bayi atau
osteomalasia pada ibu.
4) Zat besi
Metabolisme yang tinggi pada ibu hamil yang memerlukan
kecukupan oksigenasi jaringan yang diperoleh dari pengikatan
dan pengantaran oksigen melalui hemoglobin di dalam sel-sel
darah merah. Untuk menjaga konsentrasi hemoglobin yang
normal, diperlukan asupan zat besi bagi ibu hamildengan jumlah
30mg/hari

terutama

setelah

trimester

kedua.

Bila

tidak

ditemukan anemia pemberian besi per minggu cukup adekuat.


Zat besi yang diberikan dapat berupa ferrous gluconate, ferrous

fumarate, atau ferrous sulphate. Kekurangan zat besi pada ibu


hamil dapat menyebabkan anemia defisiensi zat besi.
5) Asam folat
Selain zat besi, sel-sel darah merah juga memerlukan
asam folat bagi pematangan sel. Jumlah asam folat yang
dibutuhkan oleh ibu hamil adalah 400 mikrogram perhari.
Kekuranan

asam

folat

dapat

menyebabkan

anemia

megaloblastik pada ibu hamil.


i. Diagnosis Kehamilan
Lama kehamilan berlangsung sampai persalinan aterm adalah
sekitar 280 hari sampai 300 hari. Untuk melakukan asuhan antenatal
yang baik, diperlukan kemampuan dan pengetahuan untuk mengenali
perubahan fisiologik yang terkait dengan proses kehamilan yang
mencakup perubahan produksi dan pengaruh hormonal serta
perubahan anatomik dan fisiologik selama kehamilan. Pengenalan
dan pemahaman mengenai perubahan fisiologik tersebut menjadi
modal dasar dalam mengenali kondisi patologik yang dapat
mengagnggu status kesehatan ibu ataupun bayi yang di kandungnya.
Sehingga penolong atau petugas kesehatan dapat mengambil
tindakan yang tepat dan perlu untuk memperoleh luaran yang optimal
dari kehamilan dan persalinan.
a. Kehamilan normal
1) Tanpa adanya keluhan
2) Hasil pemeriksaan laboratorium yang baik
a) Laboratorium rutin
- Darah lengkap
- Urine lengkap
- Tes kehamilan
b) Laboratorium khusus
- Pemeriksaan TORCH
- Pemeriksaan serologis
- Pemeriksaan fungsi hati dan ginjal
- Pemeriksaan air ketuban
- Pemeriksaan infeksi hepatitis B ibu atau bayi
- Pemeriksaan infeksi HIV/AIDS
b. Kehamilan dengan resiko
1) Resiko tinggi/sangat tinggi
2) Meragukan
3) Resiko rendah

c.
d.
e.
f.

Kehamilan disertai penyakit ibu yang mempengaruhi janin


Kehamilan yang disertai komplikasi
Kehamilan dengan nilai nutrisi kurang
Diagnosis diferensial
1) Pseudosiesis, Terdapat amenorhee, perut membesar tetapi
tanda-tanda kehamilan lain dan reaksi kehamilan negatif. Hal
ini terjadi pada wanita yang ingin sekali hamil.
2) Kistoma Ovarii, Mungkin ada amenorhee, perut penderita
makin besar tetapi uterusnya sebesar biasa.
3) Mioma uteri, Dapat terjadi amenorhee, perut makin besar
uterusnya makin besar, kadang-kadang tidak merata, akan
tetapi tanda-tanda kehamilan seperti Braxton Hicks dan reaksi
kehamilan negatif.
4) Menopause, Terdapat amenorhee, umur wanita kira-kira di atas
43 tahun, uterus sendiri sebesar biasa, tanda-tanda kehamilan
dan reaksi kehamilan negatif. (Wiknjosastro, 2007)

B. Konsep Dasar Antenatal Care


1.

Pengertian
Pemeriksaan antenatal

care

(ANC) adalah pemeriksaan

kehamilan untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu


hamil.

Sehingga

mampu

menghadapi

persalinan,

kala

nifas,

persiapan pemberiaan ASI dan kembalinya kesehatan reproduksi


secara wajar. Asuhan antenatal care juga merupakan pengawasan
sebelum persalinan terutama ditujukan pada pertumbuhan dan
perkembangan janin dalam rahim.
Antenatal care adalah pengawasan kehamilan untuk mengetahui
kesehatan umum ibu, menegakan secara dini penyakit yang
menyertai kehamilan, menegakan secara dini komplikasi kehamilan,
dan menetapkan resiko kehamilan (Manuaba, 2009)
Pada kehamilan terdapat perubahan pada seluruh tubuh wanita,
khususnya pada alat genetalia eksterna serta payudara (mamma).
Dalam

hal

ini

hormonesomatomammotropin,

estrogen,

dan

progesterone mempunyai peranan penting. Perubahan-perubahan


yang terjadi pada wanita hamil dapat ditinjau dari perubahan fisiologis
maupun perubahan pada psikologis. Untuk itulah ibu hamil sangat
dianjurkan untuk memeriksakan kehamilannya agar hal yang tidak
diinginkan tidak terjadi khususnya pada akhir kehamilan. Dalam
laporan ini akan membahas tentang kehamilan normal pada trimester
I beserta perubahan-perubahannya baik secara fisiologis maupun
psikologis
2.

Tujuan
Tujuan pengawasan antenatal:
a) Mengenal dan menangani sedini mungkin penyulit yang terdapat
saat kehamilan, saat persalinan dan kala nifas
b) Mengenal

dan

menangani

hamil,persalinan dan kala nifas

penyakit

yang

menyertai

c) Memberikan nasehat dan petunjuk yang berkaitan dengan


kehamilan,persalinan, kala nifas, laktasi dan aspek keluarga
berencana
d) Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal
3. Jadwal Kunjungan ANC
Kunjungan ibu hamil adalah kontak ibu hamil dengan tenaga
profesional untuk mendapatkan pelayanan ANC sesuai standart yang
ditetapkan. Istilah kunjungan disini tidak hanya mengandung arti bahwa
ibu hamil yang berkunjung kefasilitas pelayanan, tetapi adalah setiap
kontak tenaga kesehatan baik di posyandu, pondok bersalin di desa,
kunjungan rumah dengan ibu hamil tidak memberikan pelayanan ANC
sesuai dengan standart dapat dianggap sebagai kunjungan ibu hamil.
a. Jadwal ANC menurut teori :
- Usia kehamilan 0 28 minggu
: 4 minggu sekali
- Usia kehamilan 28 36 minggu : 2 minggu sekali
- Usia kehamilan 36 42 minggu : 1 minggu sekali
b.

Jadwal ANC menurut program :


- Kehamilan Trimester I ( 0 12 minggu )
: 1 kali
- Kehamilan Trimester II ( 12 28 minggu )
: 1 kali
- Kehamilan Trimester III ( minggu 28 42 )
: 2 kali
Kecuali jika ditemukan kelainan / faktor resiko yang
memerlukan penatalaksanaan medik lain, pemeriksaan harus

lebih sering dan intensif.


d. Standar antenatal care
1.

Pelayanan 10 T :
a.

Timbang BB.

b.

Ukur tinggi badan

c.

Ukur tekanan darah

d.

Ukur tinggi fundus uteri

e.

Tes DJJ

f.

Pemberian imunisasi (tetanus tekcoid) TT lengkap

g.

Pemberian tablet zat besi, minimum 90 tablet selama


kehamilan

h.

Tes terhadap penyakit menular seksual

i.

Temu wicara dalam persiapan rujukantatalaksana kasus

j.
2.

Tatalaksana kasus

Membentuk tafsiran persalinan


a.

Menentukan tanggal perkiraan partus dengan rumus, yaitu:


Hari +7 bulan -3 tahun+1

b.

Jika

HPHT

lupa

maka

menggunakan

patokan

janin

primigravida dirasakan ibu pada kehamilan 18 minggu,


multigravida pada kehamilan 16 mgg dapat pula sebagai
pegangan dipakai perasaan nausea yang biasanya hilang
pada kehamilan 12-14 minggu
c.

Menghitung BB janin dalam kandungan


Menghitung perkiraan berat badan janin (PBBJ) menurut cara
jansan bila bagian bawah terendah janin masuk pintu atas
panggul (Pintu Atas Panggul) PBBJ = (Tinggi Fundus Uteri11)x155, bila bagian bawah terendah janin belum masuk pintu
atas panggul PBBJ=( Tinggi Fundus Uteri -12)x155

d.

Menentukan umur kehamilan


1. Tinggi fundus dalam kehamilan cm atau menggunkan jarijari tangan seuai dengan usia kehamilan (dengan cara
Mc.Donala). Posisi uterus di ketengahkan, letakkan ujung
meteran pada simphisis kemudian diukur sampai pundus
uteri maka akan terlihat dalam cm Tinggi Fundus Uteri
dengan cm diukur mulai umur kehamilan > 22 minggu.
Tabel 1.3 usia kehamilan

Usia kehamilan

Tinggi

Fundus Keterangan

Uteri
Belum teraba

Sebesar telur bebek

12

3 jari atas simfisis

Sebesar telur angsa

16

pusat simfisi

Sebesar kepala bayi

20

3 jari bawah pusat Sebesar kepala bayi

24

Setinggi pusat

Sebesar kepala bayi

28

3 jari atas pusat

Sebesar

32

pusat px

Sebesar kepala bayi

kepala

bayi

36

1 jari diabawah px Sebesar kepala bayi

40

3 jari dibawah px

Fundus

uteri

turun

kembali

karena

kepala

janin masuk ke rongga


panggul
2. Berikut merupakan ukuran Tinggi Fundus Uteri dalam cm
dikaitkan dengan umur kehamilan bila pertembuhan janin
normal pada tinggi fundus uteri pada kehamilan 28 minggu
25 cm, pada 32 minggu 27 cm, 35 minggu 30 cm, pada
kehamilan 40 minggu fundus uteri turun kembali dan
terletak 3 jari dibawah px.
e.

Palpasi abdomen (pemeriksaan leopold).


1.

Leopold I
Untuk menentukan fungsi fundus uteri, tentukan usia
kehamilan, menentukan bagian janin yang ada pada
fundus uteri.

2.

Leopold II
Untuk menentukan bagian yang ada disamping uterus,
menentukan punggung kanan punggung kiri

3.

Leopold III
Untuk menentukan bagian janin yang berada diuterus
bagian bawah dan menentukan apakah bagian janin
bagian terendah janin sudah masuk pintu atas panggul
atau belum

4.

Leopold IV
Menentukan seberapa jauh bagian terendah janin masuk
pintu atas panggul

f.

Menghitung denyut jantung janin

Auskultasi dengan stateskop laenae bunyi jantung janin baru


dapat didengar pada usia kehamilan 18-20 minggu dengan
dopller dapat terdengar detak usia keehamilan 12 minggu
detak jantung janin.
g.

Pengkajian ANC
1.

Aktivitas / istirahat

2.

Integritas ego

3.

Eliminasi : konstipasi, miksi meningkat, berat jenis urin


meningkat, haimoroid

4.

5.

Makanan dan cairan


a.

Morning sickness, nyeri ulu hati

b.

Penambahan berat badan (8-12 hg)

c.

Anatomi fisiologi (flemodilusi)

Nyeri / ketidaknyamanan
Kram kaki, nyeri payudara, punggung, barton hiks

6.

Pernapasan meningkat

7.

Keamanan : 5=36-37,6 0C
Detak jantung janin 12 mgg dengan dopler, 20 mgg
dengan stateskop serta gerakan janin

8.

9.

Seksualitas
a.

Perubahan seksualitas

b.

Payudara meningkat, pigmentasi

c.

Godles, hegar, chadwick

Interaksi soisial

10. Penyuluhan/pembelajaran
11. Pemeriksaan diagnostik
4. Pemeriksaan Kehamilan

Pemeriksaan Pertama

Pemeriksaan pertama diharapkan menetapkan data dasar


yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin dan
kesehatan Ibu sampai persalinan.
Pada kehamilan muda dilakukan pemeriksaan:
1. Periksa dalam, untuk menentukan besarnya rahim.
2. Pemeriksaan dengan spekulum untuk menilai keadaan serviks,
vagina, dan sekitarnya.
3. Pemeriksaan sitologi.

Pemeriksaan ulang
Pada pemeriksaan ulang perlu diperhatikan agar puting
susu sejak dini mendapat pemeliharaan yang baik. Puting susu
yang belum menonjol ditarik keluar dan dimasase dengan minyak
atau dengan menggunakan pompa susu.
Pada umumnya kunjungan ulang dijadwalkan tiap 4
minggu sampai umur kehamilan 28 minggu.Selanjutnya tiap 2
minggu sampai umur kehamilan 36 minggu dan seterusnya tiap
minggu sampai bersalin.Jadwal ini tidaklah kaku dan penelitian di
Indonesia menunjukkkan bahwa ANC sebanyak 4x selama
kehamilan dengan distribusi yang merata memberikan pregnancy
outcome yang baik.
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah:
Dari pihak ibu:
-

Tekanan darah

Berat badan

Gejala/tanda-tanda seperti sakit kepala, perubahan visus,


sakit abdomen, nausea, muntah, perdarahan, disuria, air
ketuban yang merembes, dll

Tinggi fundus

Keadaan serviks (posisi, konsistensi, pendataran, pembukaan


terutama pada kehamil;anlanjut)

Ukuran pelvis (pada primigravida)

Dari pihak janin:


-

DJJ (denyut jantung janin)

Ukuran janin (TBJ, taksiran berat janin)

letak dan presentasi, engagement (masuknya kepala)

Aktivitas

Kembar atau tunggal

Laboratorium
-

hemoglobin, hematokrit

STS pada trimester III diulang

Kultur untuk gonokokus

Protein dalan urin bila diperlukan

C. Konsep dasar P4K (PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN


PENCEGAHAN KOMPLIKASI)
1. Pengertian
P4K dengan stiker adalah merupakan suatu kegiatan yang difasilitasi
oleh bidan di desa dalam rangka peran aktif suami, keluarga dan masyarakat
dalam merencanakan persalinan yang aman dan persiapan menghadapi
komplikasi bagi ibu hamil, termasuk perencanaan penggunaan KB Pasca
Persalinan dengan menggunakan stiker sebagai media notifikasi sasaran
dalam rangka meningkatakan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan bagi
ibu dan bayi baru lahir.
2. Tujuan P4K
a) Terdatanya status ibu hamil dan terpasangnya stiker P4K di setiap rumah
ibu hamil yang memuat informasi tentang : lokasi tempat tinggal ibu hamil,
identitas ibu hamil, taksiran persalinan, penolong persalinan, pendamping
persalinan, fasilitas tempat persalinan, calon donor darah dan transportasi
serta pembiayaan.
b) Adanya perencanaan persalinan
c) Terlaksananya pengambilan keputusan yang cepat dan tepat bila terjadi
komplikasi selama hamil, bersalin maupun nifas.
d) Meningkatakan keterlibatan tokoh masyarakat baik formal maupun
nonformal, dukun, kelompok masyarakat, dalam perencanaan dan
pencegahan

komplikasi

dengan

stiker, KB

Pasca

Salin

dengan

peranannya masing-masing.
3. Manfaat P4K
a.

Mempercapat

berfungsinya desa siaga.


b.

Meningkatkan

cakupan

Meningkatanya

cakupan

pelayanan ANC sesuai standar.


c.
persalinan oleh tenaga kesehatan terampil.
d.

Meningkatnya

kemitraan

Tertanganinya

kejadian

bidan dan dukun.


e.
komplikasi secara dini.
f.

Meningkatnya peserta KB
Pasca Salin.

g.

Terpantaunya

kesakitan

Menurunnya

kejadian

dan kematian ibu dan bayi.


h.

kesakitan dan kematian ibu serta bayi.


4. Komponen P4K Dengan Stiker
Fasilitas aktif oleh Bidan :
a.
Pencatatan ibu hamil
b.
Dasolin / Tabulin
c.
Donor darah
d.
Transport / ambulan desa
e.
Suami / keluarga menemani ibu pada saat
bersalin
f.
g.
h.

IMD ( Inisiasi Menyusui Dini )


Kunjungan Nifas
Kunjungan rumah
( P4K Depkes RI dan USAID dalam rangka mempercepat penurunan AKI
dan AKB)

D. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan


1. Pengkajian
Pengkajian merupakan langkah awal dari peroses keperawatan.
Pengkajian

yang

benar

dan

terarah

akan

mempermudah

dalam

merencanakan tindakan dan evaluasi dari tindakan yang dilaksanakan.


Pengkajian dilakukan

secara sistematis, berisikan informasi subyektif dan

obyektif dari klien yang diperoleh dari wawancara dan pemeriksaan fisik.
Pengkajian terhadap klien post meliputi:
a. Identitas klien
Data dari klien mmeliputi : nama, umur, pekerjaan, pendidikan
,alamat, medikal record dan lain-lain.
b. Riwayat kesehatan
1) Riwayat kesehatan dulu
Riwayat penyakit jantung, hipertensi, penyakit ginjal kronik,
hemofilia, riwayat

preeklampsia, trauma jalan lahir, kegagalan

kompresi pembuluh darah, tempat implantasi plasenta, retensi sisa


plasenta.
2) Riwayan kesehatan sekarang
Keluhan yang dirasakan saat ini yaitu : kehilangan darah dalam
jumlah banyak (>500ml), nadi lemah, pucat, lokea berwarna merah,
haus pusing, gelisah, letih, tekanan darah rendah, ekstremitas dingin ,
dan mual.
3) Riwayat kesehatan keluarga
Adanya riwayat keluarga yang pernah atau sedang menderita
hipertensi , penyakit jantunng dan preeklaampsia, penyakit keturunan
hemopilia dan penyakit menular.
c. Riwayat obstetric
1) Riwayat menstruasi meliputi : menarche, lama siklus, banyaknya,
baunya, keluhan waktu haid, HPHT
2) Riwayat perkawinan meliputi : usia kawin, kawin yang ke berapa, usia
mulai hamil
3) Riwayat hamil, persalinan dan nifas yang lalu
a) Riwayat hamil meliputi ; waktu hamil muda, hamil tua, apakah ada
abortus, retensi plasenta.
b) Riwayat persalinan meliputi : tua kehamilan, cara persalinan,
penolong,

tempat

bersalinan,

apakah

ada

kesulitan

dalam

persalinan anak lahir apa mati, berat badan anak waktu lahir,
panjang waktu lahir,

c) Riwayat nifas meliputi : keadaan lochea, apakahh ada pendarahan,


ASI cukup atau tidak dan kondisi ibu saat nifas, tinggi fundus uteri
dan kontaksi
d) Riwayat kehamilan sekarang
Hamil muda, keluhan selama hamil muda
Hamil tua, keluhan selama hamil tua, peningkatan berat badan,
suhu, nadi, pernafasan, peningkatan tekanan darah, keadaan
gizi akibat mual, keluhan lain.
Riwayat antenatal care meliputi ; dimana tempat pelayanan,
berapa kali, perawatan serta pengobatan yang didapat
d. Pola aktivitas sehari-hari
1) Makan dan minum, meliputi komposisi makanan, frekuensi, baik
sebelum dirawat maupun selama dirawat. Adapun makan dan minum
pada masa nifas harus bermutu dan bergizi, cukup kalori, makanan
yang mengandung protein, banyak cairan, sayur-sayur dan buahbuahan
2) Eliminasi,

meliputi

pola

deffekasi,

frekuensi,

jumlah,

warna,

konsistensi. Adanya perubahan pola miksi dan defekasi.


3) BAB harus ada 3-4 hari post partum sedangkan miksi hendaklah
secepatnya dilakukan sendiri (Rustam Mukhtar, 1995).
4) Istirahat atau tidur meliputi gangguanpola tidur karena perubahan
peran dan melaporkan kelelahan yang berlebihan.
5) Personal hygiene meliputi ; pola atau frekuensi mandi, menggosok gigi,
keramas, baik sebelum dan selama di rawat

serta perawtan

mengganti balutan atau duk.

2. Diagnosa Keperawatan
a. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan kontraksi uterus
b. Resiko terjadinya gawat janin berhubungan dengan kehamilan lama
c. Ansietas berhubungan dengan persalinan lama
3. Rencana Tindakan
a. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan kontraksi uterus
Tujuan : pengurangan rasa nyeri yang dialami selama peroses persalinan
intervensi:
1) Kaji tingkat nyeri
Rasional: pengukuran nilai ambang nyeri
2) Jelaskan tentang peroses terjadinya nyeri
Rasional:meningkatkan koping klien dalam menghadapi nyeri.
3) Atur posisi klien senyaman mungkin dan elusan pinggang
Rasional: mengurangi erasa nyeri dan memberikan kenyamanan

4) Anjurkan klien teknik relaksasi nafas dalam


Rasional:mengurangi rasa tidak nyaman, otot-otot dapat menjadi rileks
5) Anjurkan keluarga untuk mendampingi klien
Rasional: dengan kehadiran keluarga, adalah dukungan moril dan
memberi rasa nyaman bagi klien.
b. Resiko terjadinya gawat janin berhubungan dengan kehamilan lama.
Tujuan: Tidak terjadi gawat janin
Kriteria:
TD : 120/90 mmhg
HIS : 3-4 kali dalam 10 menit
Rencana tindakan
1) Monitor vital sign
Rasional : peningkatan tensi merupakan potensi dari adanya keselamatan
ibu dan janin
2) Monitor kesejahtraan janin manual
Rasional : untuk mengetahui perkembangan janin
3) Kolaborasi monitoring NST
Rasional : ancaman gawat janin dapat diketahui dari perubahan
gambaran.
c. Ansietas berhubungan dengan persalinan lama dan proses persalinan
Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan dalam diharapkan cemas
yang dirasakan ibu berkurang atau hilang.
Kriteria hasil :
1) Klien dapat mengontrol kecemasannya
2) Klien siap dalam menghadapi peroses persalinan
Intervensi :
1) Dukungan psikologis dari suami dan keluarga
Rasional : dengan motivasi kepada keluarga dan suami akan mengurangi
kecemasan yang dirasakan ibu
2) Yakinkan ibu bahwa persalinan akan berjalan dengan lancar dan aman
Rasional : ibu akan merasa lebih tenang
3) Berikan ibu posisi yang nyaman seperti miring kanan / miring kiri, jongkok
dan terlentang
Rasional : dengan posisi yang nyaman, cemas akan berkurang dan
diharapkan bayi cepat dilahirkan
4) Pimpin pasien dalam teknik bernafas dan latihan relaksasi
Rasional : mengurangi rasa tidak nyaman
5) Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian terapy
Rasional : pemberian drip oksitosin akan mempercepat persalinan.

DAFTAR PUSTAKA
Cunningham Gary F, dkk.2005. Obstetri Williams. Jakarta : IGC
Doenges ME, 2001, Rencana Keperawatan MaternaL/Bayi : Pedoman untuk
Perencanaan dan Dokumentasi Perawatan Klien,Edisi 2 EGC Jakarta.
Manuaba, Frof. Dr. Ida Bagus Gde. 2009. Ilmu Kebidanan dan Penyakit
Kandungan
Saifudin, dkk. 2001. Buku Panduan Praktek pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal Edisi I, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta
Wiknjosastro, Hanifa. Dkk, ( 2007 ). Ilmu Kebidanan Edisi 4.Jakarta : Yayasan
Bina Pustaka
http://medicastore.com/penyakit_subkategori/17/index.html
http://medicastore.com/penyakit_kategori/1/index.html