Anda di halaman 1dari 2

KONSULTASI PAKAR BLOK 18

SELASA 14 JULI 2009, Aula FK Unsyiah


Dr. Pria Agustus Yadi, Sp.B-KBD
Pertanyaan:
1. Thursina
a. Bagaimana dengan pasien yang label hitam, apakah
ditinggalkan?
b. Untuk alat bantu nafas yang biasanya ada dan yg paling baik
apa?
Jawab : dalam menentukan label, hitam berarti meninggal, untuk korban
meninggal langsung dibawa
ke kamar mayat, bila ragu bisa di check vital sign dan GCS.
untuk oksigen akan tergantung scenario, yg ada canul bagusnya
maks.3l dan face mask akan
lebih bagus dengan tekanan yang tinggi, yang paling bagus
Rebreathing.
2. Cut Sheira Elnita
a. banyak buku manual yang dibaca, dan rata rata semua
berbeda isinya..
Jawab : boleh2 aja di anut semua buku, asal tidak dicampur2 bahannya..
3. Sarah Nesya
a. Bagaimana bila yang ada di ruang IGD hanya ada dokter
muda, apakah bila terjadi
bencana boleh menangani korban atau tunggu perintah
dikarenakan bukan kompetensinya?
b. boleh gak kita sebagai dokter muda melakukan triase?
Jawab : bila kita punya kemammpuan BTLS, tahu Triasedokter muda
harus tau apa2 saja alat yg ada
di IGD,,,yg pling penting safetydokter muda tetap melakukan
pertolongan sesuai kompetisi
BLS
bila di lapangan silahkan lakukan, tetapi bila kita di IGD dan punya
inisiatif untuk pergi sendiri, harus ada koordinasi dan izin dari
dokter jaga
4. Adrian Almahmudi
a. aspek social, bagaimana untuk dipertimbangkan, seperti
unutk mentriase beberapa orang dengan ada orang tua, anak
anak, atau orang penting?
Jawab : bila pada bukan saat urgent, silahkan tapi bila dalam keadaan
urgent, dengan peralatan
dan sdm yang terbatas, maka dahulukan yang harapan hidupnya
lebih tinggi..
kembali ke prinsip art and sience

5. Istiqomah
a. hubungan dokter dengan Menko?
b. apakah dokter muda boleh langsung ke lapangan bila nanti
diberikan instruksi?
Jawab : Menko adalah perawat jaga/ kepala perawat yang bertanggung
jawab atas seluruh perawat
yang ada dirumah sakit, jadi bila terjadi bencana maka menko lah
yang menjadi komandan,
dikarenakan dia yang bertanggung jawab
boleh tapi harus ada yang bertanggung jawab, atau harus ada yang
menemani seperti
perawat senior yang ahli, tapi bila ada aturan di rumah sakit
tersebut yang mnyebutkan
dokter muda setara dengan dokter umum dalam keadaan bencana,
mungkin boleh.

6. Fazi
a. bila pada saat dokter muda jaga di IGD saat mau
menghubungi konsulen atau dokter jag tidak bisa dihubungi,
apakah bisa kita tanya konsulen yang lain?
Jawab : boleh.
7. Lailatul Husna
a. kalau sedang jaga bila ada informasi ada bencana, bagaimana
pembagian antara dokter muda dengan dokter jaga?
Jawab : tidak ada masalah membagi tugas dengan dokter muda, asal
masih dalam lingkup Rumah
Sakit.