Anda di halaman 1dari 2

Degenerasi Sel

Degenerasi adalah kelainan sel yang terjadi akibat cedera ringan


dan mengalami perubahan morfologi serta fungsi yang bersifat reversibel
(dapat kembali seperti normal). Degenerasi dapat diamati dari komponen
yang terdapat pada sel, contohnya membran sel, nukleus, dan sitoplasma.
Apabila degenerasi mengenai struktur dalam sel (contoh: mitokondria dan
sitoplasma) maka proses metabolisme akan terganggu dan jika tidak
dihilangkan akan menyebabkan kerusakan yang irreversibel, kemudian sel
akan mati.
Degenerasi sel disebabkan oleh:
1. Kekurangan oksigen
2. Kekurangan nutrisi/malnutrisi
3. Infeksi sel
4. Respons imun yang abnormal/reaksi imunologi
5. Faktor fisik (suhu, radiasi, trauma, dan gejala kelistrikan) dan kimia
(bahan-bahan kimia beracun)
6. Defect (cacat / kegagalan)
7. Penuaan
Terdapat dua jenis degenerasi sel yaitu pembengkakan sel dan
perubahan perlemakan (fatty changes). Pada pembengkakan sel, sel tidak
dapat mengatur keseimbangan ion dan cairan yang akan menyebabkan
hidrasi sel. Secara mikroskopis akan terlihat pembengkakan sel,
sitoplasma berwarna pucat, dan adanya perkembangan vakuola
intraselular. Pembengkakan sel dapat terjadi pada Retikulum Endoplasme
(RE) yang disebabkan karena rusaknya ribosom pada RE kasar dan
mitokondria. Pada mitokondria, degenerasi dapat bersifat reversibel
apabila stimulus vakuola yang berkembang tidak mampu untuk
menghancurkan tumpukan krista dan irreversibel apabila pembengkakan
semakin parah dan sel mengalami nekrosis.
Perubahan perlemakan (fatty changes) bermanifestasi sebagai
vakuola-vakuola lemak di dalam sitoplasma dan terjadi karena hipoksia
atau bahan toksik. Fatty changes dapat dijumpai pada sel yang
tergantung pada metabolisme lemak, contohnya sel hepatosit dan sel
miokard. Fatty changes dapat disebabkan oleh tiga faktor utama yaitu
toksin berupa alkohol dan hidrokarbon terhalogenasi, hipoksia kronis, dan
diabetes mellitus. Ada 4 jenis degenerasi perubahan perlemakan yaitu
degenerasi albumin, degenerasi hidropik, degenerasi lemak, dan
degenerasi amyloid.
1. Degenerasi Albumin/Bengkak Keruh/Cloudy-swelling
Degenerasi albumin adalah proses penimbunan atau
akumulasi cairan yang merupakan manifestasi awal sel terhadap
semua jejas sel. Apabila pembengkakan sudah mengenai seluruh sel
dalam organ maka jaringan akan terlihat pucat, terjadi peningkatan
turgor dan berat organ. Degenerasi ini bersifat paling ringan dan
reversibel. Degenerasi albumin dapat terjadi di sel tubulus ginjal, sel

hati, dan sel otot jantung. Degenerasi ini ditandai dengan adanya
timbunan albumin dalam sitoplasma dan terlihat keruh serta
membengkak. Degenerasi albumin dapat disebabkan oleh beberapa
faktor, yaitu:
Infeksi
Demam
Keracunan
Suhu yang terlalu rendah/tinggi
Malnutrisi
Gangguan sirkulasi
Contoh degenerasi bengkak keruh yaitu pada epitel tubulus
ginjal yang mengalami penyakit pielonefritis kronis. Sel tubulus
membengkak sehingga lumen tubulus menyembit, batas antar sel
tidak jelas, sitoplasma nampak bergranular, dan dinding sel juga
terlihat tidak jelas.