Anda di halaman 1dari 62

NURSING LEADERSHIP

IN TRANSFORMATION OF NURSING CARE


Hasiholan Tiroi, S.Kp
LOGO

Latar Belakang
Kepuasan pasien menjadi menjadi tolak ukur
bermutu atau tidaknya sebuah pelayanan
kesehatan
Pelayanan keperawatan memegang peranan
penting dalam mewujudkan pelayanan yang
berkualitas
Model Pengelolaan keperawatan professional
(MPKP) adalah upaya penataan sistem
pengelolaan asuhan keperawatan yang
bertujuan untuk meningkatkan mutu asuhan
keperawatan

LATAR BELAKANG

Jika SDM tdk


memadai
bagaimana bs qt
melakukan
pelayanan dgn
maksimal !!!

Latar Belakang
Filosofi institusi (visi dan misi), Ekonomis (cost
effective), menambah kepuasan pasien,
keluarga dan masyarakat,
Menambah kepuasaan kerja perawat karena
dapat melaksanakan perannya dengan baik,
dapat diterapkannya proses keperawatan dan
terlaksananya komunikasi yang adekuat antara
perawat dan tim kesehatan lainnya.

MPKP ?

MPKP ?

MPKP ?

MPKP ?

MPKP ?

Asuhan keperawatan yang baik tidak mungkin


diberikan tanpa manajemen asuhan
keperawatan yang baik
Planning
Organizing
Actuating
Controling

MANAJEMEN
Manajemen adalah proses mengoordinasikan
aktivitas-aktivitas kerja sehingga dapat selesai
secara efisien dan efektif dengan dan melalui
orang orang lain (Robbins & Coulter, 2007: 8).
Swanburg (2000) mendefinisikan manajemen
sebagai ilmu atau seni tentang bagaimana
menggunakan sumber daya secara efisien,
efektif dan rasional untuk mencapai tujuan
organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN


Structure : Perawat, Sarana
Process : Kegiatan keperawatan,
(tehnologi), Metode, Standard,
Kebijakan Mutu
Outcomes : Bebas injuri, infeksi, jatuh,
pengikatan, waktu (hasil
standard
kepelayanan)

L.O.S kepuasan
COST. Efektif efisien

MODEL PENGELOLAN KEPERAWATAN


PROFESIONAL (MPKP)
a self-governance structure and processes that assure
participant of all nurses in decisions pertaining to the
definition, delivery and evaluation of nursing care.
(Hoffart dan Woods ,1996)

Suatu tatalaksana struktur dan proses mandiri yang


menjamin partisipasi semua perawat dalam
memutuskan hal-hal yang berkaitan dengan definisi
asuhan keperawatan, pemberian asuhan dan evaluasi
terhadap asuhan keperawatan.

Menurut Sudarsono (2000), MPKP


dikembangkan beberapa jenis sesuai dengan
kondisi SDM yang ada yaitu:
MPKP III
Tenaga perawat yang akan bekerja di ruangan ini semua
profesional
ada doktor, sehingga praktik keperawatan berdasarkan
evidence based.
Diruangan tersebut juga dilakukan penelitian keperawatan,
khususnya penelitian klinis.

MPKP II
Tenaga perawat yang bekerja di ruangan ini mempunyai
kemampuan spesialis yang dapat memberikan konsultasi
kepada perawat primer.
Di ruangan ini digunakan hasil-hasil penelitian keperawatan dan
melakukan penelitian keperawatan.

Menurut Sudarsono (2000), MPKP dikembangkan


beberapa jenis sesuai dengan kondisi SDM yang
ada yaitu:
MPKP I
Model ini menggunakan 3 komponen utama yaitu ketenagaan,
metode pemberian asuhan keperawatan dan dokumentasi
keperawatan.
Metode yang digunakan pada model ini adalah kombinasi
metode keperawatan primer dan metode tim yang disebut tim
primer.

MPKP Pemula
Model ini menyerupai MPKP I, tetapi baru tahap awal
pengembangan

PILAR PROFESIONALISME
PELAYANAN KEPERAWATAN
Management approach
Compensatory reward
Professional relationship
Patient care delivery

KOMPONEN MPKP
1. Metode pemberian asuhan
a.
b.
c.
d.
e.

Metode Fungsional
Metode Tim
Metode Primer
Metode Moduler
Metode Manajemen Kasus

KOMPONEN MPKP (2)


2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Standar Perawatan
Prinsip Lintas Budaya
Pendidikan Kesehatan
Pengembangan Staf
Kepemimpinan
Standar Ketenagaan
Manajemen pembiayaan
Profesionalisme

MATERI
Kepemimpinan
Kepemimpinan dan
dan Kualitas
Kualitas Pemimpin
Pemimpin
Teori
Teori Kepimpinan
Kepimpinan
Visi
Visi dan
dan Kepemimpinan
Kepemimpinan
Gaya
Gaya Kepemimpinan
Kepemimpinan
Siklus
Siklus Kepemimpinan
Kepemimpinan
Kepemimpinan
Kepemimpinan Kelompok
Kelompok
Leadership
Leadership vs
vs Mangement
Mangement

Leading / Leadership /
Leaders
Kepemimpinan adalah Proses mempengaruhi
orang lain untuk mencapai tujuan atau sasaran
tertentu
Merupakan proses persuasif dan dengan contoh yang
mempengaruhi sekelompok orang untuk melakukan
aksi dalam satu kesatuan terhadap tujuan pemimpin
atau tujuan bersama

Efektivitas kepemimpinan tergantung pada :


Gaya kepemimpinan, , pengikut, Ekspektasi ,
relasi pemimpin dengan kelompok, iklim
organisasi, struktur tugas dan kekuasaan para
pemimpin.

Leadership vs Management

Manajemen

Leadership

Promotes stability, order and problem


solving within existing organizational
structure and systems

Takes care of where you are

Promotes vision,
Creativity, and change

Takes care you to a new place

18

Natur Kepemimpinan
Kemampuan mempengaruhi orang lain untuk
mencapai tujuan organisasi
Kepemimpinan bersifat resiprokal, terjadi diantara
orang-orang.
Kepemimpinan merupakan aktivitas orang-orang
dan bukan kegiatan administratif atau aktivitas
penyelesaian masalah
Kepemimpinan bersifat dinamis dan melibatkan
penggunaan kuasa

19

TEORI TEORI
KEPEMIMPINAN

LOGO

Leadership Theories

Great Man Theory


Asumpsi: Pemimpin dilahirkan
dan bukan dibuat. Pemimpin
besar akan lahir ketika ada
kebutuhan yang besar

Leadership Theories
Trait Theory (Bakat)
Asumpsi: Orang dilahirkan dengan bakat
tertentu. Beberapa bakat sesuai
dengan kepemimpinan. Orang yang
menjadi pemimpin memiliki bakat-bakat
yang sesuai atau kombinasi beberapa
bakat.
Intelegensia
Personality
Perilaku

Leadership Theories

Behavioral Theory (Perilaku)


Asumpsi: Pemimpin dapat dibuat,
dan bukan dilahirkan
Bukan berdasarkan bakat saja
Seseorang dapat menjadi
pemimpin melalui proses belajar
atau mengamati

Leadership Theories
Participative Theory
Asumpsi: Gaya kepemimpinan ideal
adalah dengan menerima saran dan
masukan dalam pengambilan keputusan
Pemimpin mendorong partisipasi dan
kontribusi anggota
Anggota kelompok merasakan lebih
berperan dan berkomitmen dalam
pengambilan keputusan

Leadership Theories

Situational Theory
Assumptions: Cara terbaik
pemimpin tergantung pada
rentang faktor situasional
Ketika membuat keputusan,
pemimpin tidak hanya cenderung
pada satu gaya kepemimpinan
Bergantung pada situasi (Relasi
Pemimpin Pengikut)

Leadership Theories
Contingency Theory
Asumpsi: Berfokus pada variabel terkait
dengan lingkungan yang menentukan
gaya kepemimpinan apa yang paling
sesuai dengan situasi tertentu.
Faktor tambahan : kemampuan pemimpin
dan berbagai situasi lain yang terkait

Leadership Theories

Transactional Theory
Asumpsi : Berfokus pada peran
supervisi, organisasi dan
penampilan kelompok.
Anggota dimotivasi dengan
penghargaan atau hukuman
(reward or punishment)

Leadership Theories
Transformational Theory
Asumpsi: Fokus pada hubungan yang
dibentuk anatar pemimpin dan
pengikut. Anggota akan mengikuti
individu yang menginspirasi mereka
Fokus pada penampilan anggota kelompok
Setiap orang dapat memberikan potensi
masing-masing
Pemimpin yang memiliki standar etika dan
moral baik

Leadership Behavior by Fiedler


1.

Supportive Leadership
Terbuka, Bersahabat
dan dapat didekati,
memperlakukan
bawahan dengan
seimbang

Leadership Behavior by Fiedler


2.

Directive Leadership
Pemimpin
mengarahkan staf
sesuai dengan
keinginan pemimpin

Leadership Behavior by Fiedler


3.

Participative Leadership
Pemimpin berdiskusi
dengan bawahan
mengenai keputusan,
mendorong diskusi
kelompok dan saran
tertulis

Leadership Behavior by Fiedler


4.

Achievement Leadership
Pemimpin menekankan
performa yang tinggi dan
perbaikan.
Pemimpin menunjukkan
keyakinan kepada bawahan
dan mendampingi mereka
mencapai tujuan

Teori Motivasi

Motivasi
Proses menstimulasi
bawahan untuk
mencapai productivitas
optimal

1.

Maslows Hierarchy of Needs

Pekerja harus mendapatkan


kebeutuhan dasar
fisiologisnya untuk mencapai
level kebutuhan yang lebih
baik

2.

Frederick Herzberg TwoFactor Theory


Hygiene-maintenance

Gaji
Keamanan pekerjaan
Kualitas supervisi
Kondisi dan lingkungan kerja
yang baik dan aman
Relasi dengan orang lain

Faktor Motivasi :
Kepuasan dan makna
bekerja
Pengembangan dan
kesempatan lebih baik
Tanggungjawab dan
pengenalan

3.

Henry Taylors Monistic


Theory
Bawahan bekerja dengan
produktif apabila diberi
insentif, seperti sistem
merit, pembagian
keuntungan dan bonus

4. David McClellands
Model
Pekerja akan lebih
produktif apabila
tersedia pencapaian,
kekuasaan dan yang
terkait

5.

Victor Vrooms Expectancy


Theory
Agar motivasi tinggi maka
individu memerlukan
tujuan yang menarik, dan
tindakan yang dilakukan
akan mendapatkan apa
yang diinginkan (sesuatu
yang berharga)

6.

B.F. Skinners Positive


Reinforcement
Dorongan tingkah laku
positif dengan pujian yang
memadai dan umpan
balik positif dapat
meningkatkan
produktifitas dan moral

Who are leaders?


Qualities of Leaders
A Leader must posses the following Qualities:
Dedication
Humbleness
Openness
Creativity
Fairness
Assertiveness
Sense of Humor

Personal Characteristics of Leaders


Physical Characteristics Personality
Energy
Self-confidence
Physical stamina
Honesty & integrity
Enthusiasm
Desire to lead
Social Background
Independence
Education
Mobility
Intelligence and Ability
Judgment,
decisiveness
Knowledge
Intelligence, cognitive
ability

Social Characteristics
Sociability, interpersonal skills
Cooperativeness
Ability to enlist cooperation
Tact, diplomacy

Work-related Characteristics
Achievement drive
Drive to excel
Conscientiousness in pursuit of goals
Persistence against obstacles, tenacity

Source: Adapted from Bernard M. Bass, Stogdills Handbook of Leadership, rev. Ed. (New York: Free Press, 1981), 75-76. This adaptation
appeared in R. Albanese and D. D. Van Fleet, Organizational Behavior: A managerial Viewpoint (Hinsdale, III.: The Dryden Press, 1983).
42

LEADERSHIP AND VISION

LOGO

Leadership and Vision


Sebuah visi menyediakan arah yang
mempengaruhi proses. Pemimpin dapat memiliki
satu atau lebih visi tentang masa depan yang
mendorong mereka (Kelompok) bergerak dan
berhasil mencapai tujuan mereka.
Mendeskripsikan situasi masa depan
Sebagai jembatan antara keadaan saat ini dan kondisi
optimum masa depan
Menunjukkan kemauan yang besar untuk memberi
energi bagi pengikut
Dikomunikasikan ke pengikut hingga pengikut menerima
visi pemimpin menjadi pemisi mereka
Pemimpin memiliki kemampuan untuk menunjukkan visi ke
orang lain

LEADERSHIP STYLES

LOGO

Leadership Styles
Tiga Gaya Kepemimpinan yang umum
Autocratic or Authoritarian
(Do as I say, because I am the boss.)

Democratic or Participative
(What do you think?)

Free reign Leaders


This style is unengaged in leadership, and simply lets
people do their own thing with the leader exerting few
controls

LEADERSHIP CYCLES

LOGO

Siklus Kepemimpinan
Jika organisasi ingin dan
mengharapkan dapat
mengidentifikasi kepemimpinan
maka diperlukan proses untuk
menetapkan dan mengganti
pemimpin
Senioritas
Monarki
Pemilihan

GROUP LEADERSHIP

LOGO

Group Leadership
Kepemimpinan dipengaruhi kendali dan kekuatan
/ kekuasaan dalam kelompok
Kelompok biasanya memiliki 2 pemimpin :
Pemimpin dengan dimensi sosial
Pemimpin dengan dimensi tugas

kami berbagi tugas dan pekerjaan serta


meyakinkan setiap tugas diselesaikan, tetap
berjalan dan sebagainya
Skill (Co-leader)

Hubungan antara Pemimpin


dan Pengikut
Pengikut sering mengeluhkan hal-hal
berikut :
Kegagalan pemimpin untuk mendengar
Kemampuan memotivasi /mendorong pengikut

Karakteristik emosi dan perilaku yang


didasarkan Otoritas dan Kerelaan dipimpin
Pengikut yang efektif bekerja dalam relasi
yang utuh dengan pemimpin
Membangun kepercayaan dan berkomunikasi
secara jujur dengan berlandaskan saling
percaya
Mutual respect (saling menghargai)

MANAGERS VS LEADERS

LOGO

Leadership vs Management
Pemimpin merupakan seseorang yang tahu
hendak kemana. Manajemen terkait dengan cara
mencapainya.
Tetapi ada perbedaan yang jelas :.
Managemen melibatkan kuasa dan posisi
Kepemimpinan melibatkan pengaruh

Abraham Zaleznik (1977), mencontohkan


perbedaan antara manajemen dan
kepemimpinan. Dia melihat kepemimpinan
menginspirasi visi dan peduli terhadap substansi,
sedangkan manajer sebagai perencana yang
peduli terhadap proses

Leadership vs Management
Warren Bennis (1989) lebih jauh menyampaikan
12 perbedaan :

Managers

Leaders

Administer

Innovate

Ask How and When

Ask What and


Why

Focus on system
Focus on People
Do things Right
Maintain

Do the right
things
Develop

Leadership vs Management

Managers

Leaders

Have a short term


view

Have a long term


view

Copy

Show Originally

Provide Recourses

Provide Vision

Reduce Risks

Pursue
Opportunities

Interact Rationally
with other people

Emotional
Relationship with
other people

Great Leaders

Hidup dengan integritas, memimpin dengan contoh (Teladan)


Mengembangkan strategi kemenangan atau Ide besar
Membangun tim manajemen yang luar biasa (Great)
Menginspirasi staf menjadi luarbiasa (greatness)
Membuat organisasi menjadi lebih responsif dan lebih luwes
Menggunakan sistem manajemen pemberdayaan
Passionate (Bergairah) terhadap pekerjaan mereka
Suka membicarakan pekerjaan mereka
Berenergi tinggi
Kejelasan pemikiran
Menggkomunikasikan ke orang lain
Bekerja melalui orang-orang (empowering)

LEADERSHIP - Empowerment
Empowerment Strategies
Avoid competition for power, status, recognition
Delegate
Create and communicate a vision
Insist that others diligently work to achieve
meaningful goals
Help others believe in their own worth and
potential
Create a culture in which fear and intimidation
are replaced by trust
Demonstrate a willingness to be supportive of
others

EMPOWERMENT

Places responsibility for


spotting/solving problems on
employees.
Requires leaders to ask for suggestions
AND lets employees make decisions.
Is easiest to implement in smaller, less
bureaucratic organizations.

SEVEN SECRETS TO BUILDING:


EMPLOYEE LOYALTY

Set high expectations


Communicate constantly
Empower, Empower, Empower
Invest in their financial security
Recognize people as often as possible
Counsel people on their career
Educate them

PROBLEM BASED
LEADERSHIP (THINKING)

SOLUTION BASED
LEADERSHIP (THINKING)

Sering terperangkap membahas


masalah dengan mengungkit-ungkit
kesalahan orang lain. Fokus pada
masalah yang terjadi.

Cenderung memaklumi kesalahan dan


percaya bahwa pada setiap proses
selalu ada kesalahan, tetapi juga ada
solusinya. Fokus pada solusi yang
belum dilakukan

Cenderung mencari kesalahan dan


menghukum

Cenderung memuji (mencari


keunggulan-keunggulan), mencari
solusi

Cenderung panik

Cenderung bijak (refleksi)

Berorientasi kemarin

Berorientasi kedepan

Banyak bertanya mengapa? (yang


diulang-ulang)

Banyak bertanya bagaimana?

Banyak menghabiskan energi, no


action

Penting bertindak (motivasi)

Impan balik negatif

Umpan balik positif, memberi reward


www.themegallery.com

LEADERSHIP LEVEL

Menapak Ke
Tangga Level 5

Respect

Level 5 Personhood

Loyal

Level 4 People Development


(Reproduction)
(Menumbuhkan pribadi-pribadi menjadi
pemimpin)

Admires Level 3 Production (Results)


(To come together, to get together, to accomplish
something)

Foundation Level 2 Permisision (Relationship)


: Love
Memimpin dengan hati, Meaningful relationship
(They dont care how much you know, until they know how much you are)

Level 1 Posisi (Anda jadi bos karena SK)


Bawahan bekerja karena diharuskan, diawasi
(When the leader lack Confident, the followers lack commitment)

Loyalitas & Influence)

Respect, guru, spiritual

Thank You !

LOGO