Anda di halaman 1dari 3

1.

Seorang anak perempuan berusia 15 bulan, dibawa ke Unit Gawat Darurat RS dengan
keluhan diare sejak 6 hari yang lalu, BAB cair tanpa lendir ataupun darah lebih dari 15x
sehari. Pada saat dibawa ke RS anak sudah 6 jam tidak BAK. Pemeriksaan fisik
mendapatkan anak yang somnolen, frekuensi napas 70x/menit dan dalam, denyut nadi
150x/menit, suhu 39,80C, ubun-ubun besar cekung, mata cekung, bibir dan mukosa
mulut kering, turgor kembali lambat, perfusi perifer masih baik. Apakah tata laksana
pada pasien ini?
a. Melakukan rehidrasi intravena
b. berikan segera antibiotika ampisilin & klorampenikol intravena
c. berikan cairan dekstrose 5% dengan natrium bikarbonat didalamnya
d. berikan rehidrasi 20 ml/kg BB secepatnya, dengan pantauan tanda vital
e. pemeriksaan kadar ureum, kreatinin & pemeriksaan analisis gas darah (astrup)
2. Seorang anak perempuan usia 10 tahun dibawa berobat dengan keluhan sering sesak
nafas, disertai bunyi mengi yang biasanya disebabkan terpapar debu. Keluhan dirasakan
hampir setiap bulan, dan akan hilang bila minum obat. Pemeriksaan fisis bunyi napas
vesikular, ronkhi -/-, wheezing -/-. Apakah tata laksana pada pasien ini?
a. Obat reliever dan controller
b. Nebulisasi dengan 2 agonist
c. Menghindari alergen, steroid inhaler
d. Menghindari alergen, MDI 2 agonist
e. Nebulisasi dengan 2 agonist dan ipratropium bromide
3. Seorang anak laki-laki berusia 12 bulan dibawa orangtua berobat karena orangtua pasien
mengalami TB paru dan mendapatkan OAT sejak 1 bulan sebelumnya. Pada pemeriksaan
fisis didapatkan tanda vital dalam batas normal, BB: 11,5 kg, tidak terdapat pembesaran
KGB. Skar BCG (+). Dilakukan Mantoux test dengan hasil terdapat indurasi 10 mm.
Apakah tata laksana pada pasien ini?
a. OAT selama 6 bulan
b. INH 100 mg selama 3 bulan
c. INH 100 mg selama 6 bulan
d. Observasi pasien, bila timbul gejala klinis diberikan OAT
e. INH 200 mg selama 6 bulan, setelah itu dilakukan Mantoux tes ulang
4. Seorang anak perempuan berusia 4 tahun dibawa ke puskesmas karena demam selama 2
hari disertai dengan nyeri menelan, nyeri kepala dan mual. Pemeriksaan fisik: anak
compos mentis, tidak sianosis, frekuensi napas: 24 kali per menit, nadi 122x/menit, suhu
tubuh 38,60C. Pharynx hiperemis, limfonodi cervicalis anterior membesar dan nyeri,
kedua hemithoraks simetris, tidak terdapat retraksi, auskultasi suara vesikular normal,
tidak terdengar suara tambahan. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini?

a.
b.
c.
d.
e.

Sinusitis
Bronchitis
Nasofaringitis
Faringitis viral
Faringitis bacterial

5. Seorang bayi lahir dari ibu G1P0A0, kehamilan aterm, dengan HBsAg (+).Apakah
tindakan yang akan saudara lakukan pada pasien ini?
a. Berikan vaksinasi hepatitis B pada usia 1 bulan
b. Berikan imunisasi HBIg pada usia 1, 2, dan 6 bulan
c. Berikan vaksinasi hepatitis B dan HBIg pada usia 1,2, dan 6 bulan
d. Berikan HBIg pada 12 jam setelah lahir, dan vaksinasi hepatitis B lanjutan pada
usia 1 bulan, 2 bulan, dan 6 bulan
e. Berikan vaksinasi hepatitis B dan HBIg pada 12 jam setelah lahir, dan vaksinasi
hepatitis B lanjutan pada usia 1 bulan, dan 6 bulan
6. Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun, dibawa ke Klinik karena batuk-pilek berulang
sudah 1 bulan. Pemeriksaan fisik: Berat badan 4 kg, Tinggi badan 67 cm. frekuensi
napas: 32 kali per menit, denyut nadi 122x/menit, suhu tubuh 37,30C.Anak tampak sakit
berat dan wajah seperti orang tua, palpebra cekung, kedua hemithoraks simetris, suara
vesikular normal, Iga gambang. Turgor kurang, kulit bila dicubit lambat kembali seperti
semula, tidak terdapat edema, akral hangat. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada
pasien ini?
a. Underweight
b. Gizi buruk tipe marasmik
c. Gizi buruk tipe kwashiorkor
d. Gizi kurang tipe kwarshiorkor
e. Gizi buruk tipe marasmik-kwashiorkor
7. Seorang bayi perempuan, 1 bulan, BB 1,7 kg, kontrol ke kempat praktek saudara untuk
mendapat imunisasi, penderita lahir prematur 2 minggu dari ibu yang menderita
hipertensi. Apakah tindakan saudara?
a. Berikan imunisasi BCG segera
b. Berikan imunisasi BCG saat BB 2 kg
c. Berikan imunisasi BCG saat usia 3 bulan
d. Berikan imunisasi BCG setelah tes mantoux
e. Berikan imunisasi BCG 2 minggu kemudian
8. Seorang bayi, 3 bulan, datang ke tempat praktek saudara untuk mendapat imunisasi.
Pasien belum pernah mendapat imunisasi sebelumnya. Tindakan yang saudara lakukan
adalah:
a. Berikan imunisasi campak
b. Lakukan pemeriksaan mantoux test
c. Berikan imunisasi BCG yang pertama

d. Berikan imunisasi polio bila pemeriksaan tinja tidak ditemukan virus polio liar
e. Lakukan pemeriksaan roentgen dada untuk menskrining ada/tidaknya infeksi
tuberculosis
9. Seorang bayi laki-laki lahir dari ibu P2A0 secara spontan dengan BB 3200 gram dan PB
49 cm. Pada saat lahir bayi bayi langsung menangis, bergerak aktif, frekuensi denyut
jantung 144x/menit, ektremitas kebiruan. Berapakah nilai APGAR pada bayi ini ?
a. 6
b. 7
c. 8
d. 9
e. 10
10. Seorang anak laki-laki, berusia 6 tahun dibawa ibunya ke dokter praktek dengan keluhan
panas selama 5 hari dengan nafsu makan menurun. Pada pemeriksaan ditemukan
pembesaran kelenjar getah bening leher, orofaring kemerahan, dan ada selaput putih
menutupi daerah tonsil. Pada pemeriksaan sediaan usap tenggorok dengan pewarnaan
Gram didapatkan bakteri batang positif Gram tidak berspora. Bakteri apakah yang
mungkin menyebabkan penyakit tersebut?
a. Clostridium difficile
b. Mycobacterium avium
c. Listeria monocytogenes
d. Streptococcus pyogenes
e. Corynebacterium diphtheriae