Anda di halaman 1dari 26

Obesitas tipe 2 dengan

Sindroma Metabolik

D2

Timothy Kurniawan
Viane Michelle
Eunike Dian Secapramana
Lia Angelina Simbolon
Togana Junisar
Tania Angela
Jessica Gabriana Kristianto
Doni Lukas Damari
Christine Merlinda Timotius

102011007
10201018
102011039
102011146
102011184
102011234
102011335
102011353
102011448

Skenario
Seorang perempuan berusia 41 tahun bekerja sebagai
manajer di perusahaan swasta datang berkonsultasi ke
dokter spesialis gizi klinik untuk menurunkan berat
badannya yang dirasakan sangat mengganggu aktifitas
dan penampilan sehari-harinya. Pada pemeriksaan
fisik diperoleh hasil tekanan darah 130/90 mmHg,
tinggi badan 150 cm, berat badan 80 Kg, Lpe 95 cm,
Lpa 105 cm. Pada pemeriksaan laboratorium
didapatkan hasil Hb 12 g%, gula darah puasa 100
mg/dL, kolesterol 130 mg/dL, trigliserida 180 mg/dL,
HDL 30 mg/dL, LDL 100 mg/dL.

Identifikasi istilah
Tidak ada.

Rumusan masalah
Perempuan berusia 41 tahun datang
berkonsultasi untuk menurunkan berat
badannya.

Mindmap

Hipotesis
Perempuan 41 tahun tersebut diduga menderita
Obesitas tipe 2 dengan Sindroma Metabolik.

Anamnesis

Identitas: Perempuan berusia 41 tahun


KU: Kelebihan berat badan
RPS: Tidak jelas
RPD: gejala DM, gangguan kardiovaskular,
hipertensi
RPK: DM, hipertensi, gangguan kardiovaskular,
dislipidemia
RP: pola makan, konsumsi alkohol, rokok,
aktifitas fisik

Pemeriksaan Fisik

TTV: TD 130/90 (target dibawah 130/80)


IMT: (BB/TB2 dalam meter)= 35,56 >> obes 2
WHR: (LPe/Lpa) = 0,91 (n: 80 cm)
Pasien resistensi insulin dan hiperglikemia/DM
mungkin memiliki nigricans acanthosis, hirsutisme,
neuropati perifer, dan retinopati.
Pasien dengan dislipidemia parah mungkin
memiliki xanthomas atau xantelasma.
Kehadiran bruit arteri dapat meramalkan risiko
yang lebih tinggi komplikasi kardiovaskular

IMT

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
Trigliserida: 180 mg/dL (n: kurang dari sama
dengan 150 mg/dL)
HDL: 30 mg/dL (n: lebih dari 50 mg/dL)
LDL: 100 mg/dL
GDP: 100 mg/dL (n: kurang dari 125 mg/dL)
Radiologi
Dilakukan jika terdapat kecurigaan gangguan
kardiovaskular saja.
Tes apneu saat tidur
Terkait obesitas

Kriteria Diagnosis
Faktor Risiko (3 dari 5)
Lingkar perut besar
Lingkar Perut di atas 90 cm (pria) atau 80 cm (wanita)
Trigliserida di atas normal
150 mg/dL atau lebih
HDL (kolesterol baik) rendah
Kurang dari 40 mg/dL (pria) atau 50 mg/dL (wanita)
Tekanan darah di atas normal
Salah satu atau keduanya:
130mmHg atau lebih (angka atas)
85 mmHg atau lebih (angka bawah)
Gula darah di atas normal
Gula darah puasa 100 mg/dL atau lebih

Epidemiologi
AS:
2/3 populasi: obesitas,
>1/4 populasi: memenuhi kriteria diagnostik
untuk sindrom metabolik.
Sindrom metabolik antara orang dewasa berusia
20 tahun atau lebih meningkat dari 27% (data
1988-1994) menjadi 32%.

Etiologi Obesitas
1. Internal
a. Genetik
b. Endokrin (hipotiroidism, sindr.cushing)
2. Eksternal
a. Gaya hidup atau tingkah laku
b. Lingkungan dan faktor lain
(emosi/stress)

WD : Obesitas tipe 2 dengan Sindroma


metabolik
Obesitas itu adalah akumulasi lemak berlebih,
dimana obesitas tipe 2 itu sendiri nilainya
30,0.
Sindroma metabolik (sindroma X) ini memiliki 4
komponen yaitu obesitas sentral, hipertensi,
hiperglikemia dan dislipidemia.
Orang-orang yang beresiko adalah mereka yang
merokok, aktivitas fisik yang kurang, pola
makan tidak sehat dan tentunya faktor usia.

Tipe Obesitas
a. Obesitas Tipe Buah Apel (android) / obesitas sentral
Pria
menyimpan lemak di bawah kulit dinding perut dan di rongga
perut sehingga gemuk diperut dan mempunyai bentuk tubuh
seperti buah apel (apple type).
obesitas sentral
Resiko penyakit degeneratif seperti jantung, sindrom metabolik
b. Obesitas Tipe Buah Pear (gynoid) / obesitas perifer
- Wanita
- Kelebihan lemak disimpan dibawah kulit bagian daerah pinggul
dan paha, sehingga tubuh berbentuk seperti buah pear (pear type).
- Lemak biasanya berkumpul dipinggir tubuh yaitu dipinggul dan
paha
- Resiko penyakit pada tipe gynoid seperti penyakit arthritis dan
varises vena (varicose veins).

Patofisiologi
Obesitas Sentral dan Hipertensi
Jaringan adiposa merupakan suatu organ endokrin
yang aktif mensekresi berbagai faktor pro dan anti
inflamasi seperti leptin, adiponektin, Tumor
Necrosis Factor (TNF-), Interleukin-6 (IL-6)
dan resistin. Konsentrasi adiponektin plasma
menurun pada kondisi DM tipe 2 dan obesitas.
Senyawa ini dipercaya memiliki efek antiaterogenik
(anti aterosklerosis) pada hewan coba dan manusia.

Patofisiologi

Diagnosis Banding
Obesitas tipe 1 : kelebihan berat badan
disebabkan akumulasi lemak tubuh, dimana
IMT (Indeks Massa Tubuh) nilainya 25,0 29,9.
Overweight (kelebihan berat badan): keadaan
dimana berat badan (BB) seseorang melebihi BB
normal (IMT : 23).

Komplikasi
Beberapa komplikasi dari sindroma metabolik
meliputi penyakit jantung koroner, gagal
jantung, stroke.

Tatalaksana
Obesitas
Penurunan BB: Target penurunan berat badan
5-10% dalam tempo 6-12 bulan, dapat dicapai
dengan mengurangi asupan kalori sebesar 5001000 kalori perhari ditunjang dengan aktifitas
fisik yang sesuai.
Medikamentosa: orlistat dan sibutramin
Bedah jika memiliki indikasi tertentu

Tatalaksana
Hipertensi (target menurunkan tensi sampai <
130/80)
Peningkatan tekanan darah ringan dapat diatasi
dulu dengan upaya penurunan berat badan,
berolah raga, menghentikan rokok dan
konsumsi alkohol serta banyaak mengkonsumsi
serat.
Medikamentosa: ACE Inhibitor (Valsartan),
ARB, diuretik.

Tatalaksana
Toleransi Glukosa Terganggu (TGT)
Perubahan gaya hidup dan aktifitas fisik.
Medika mentosa: Tiazolindindion dan
metformin.
Dislipidemia
Perubahan gaya hidup.
Medikamentosa: Gemfibrozil, fenofibrat, jika
LDL juga tinggi boleh mengkombinasi fenofibrat
dan statin.

Pencegahan
Menerapkan kebiasaan hidup sehat.
Olahraga yang teratur.

Kesimpulan
Hipotesisnya diterima, perempuan 41 tahun
tersebut menderita obesitas tipe 2 dengan
sindroma metabolik.