Anda di halaman 1dari 11

WiMAX

TUGAS JARINGAN AKSES


WiMAX

Yusilvia Yusup
06324025

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


TEKNIK TELEKOMUNIKASI NIR KABEL

Yusilvia Yusup
06324025

WiMAX

WIMAX
1. Pendahuluan
Perkembangan

teknologi

semakin

hari

semakin

berkembang,

Perkembangan teknologi selular dari AMPS hingga GSM, kemudian 3G.


Diperkirakan dimasa mendatang komunikasi data akan semakin besar
dengan kebutuhan kecepatan data yang besar pula, sehingga diperlukan
teknologi akses yang lebih baik dibanding WLAN atau yg populer disebut WiFi. Salah satu teknologi akses wireless broadband yg diperkirakan banyak
digunakan

utk

masa

sekarang

danmasa

depan

adalah

Worldwide

Interoperability for Microwave Acces (WIMAX). Berikut adalah perbandingan


beberapa karakteristik sistem wireless data berkecepatan tinggi.
Tabel 1 Perbandingan Perkembangan Teknologi Wireless

WIMAX memiliki jangkauan yg jauh dan dapat untuk kondisi Non-LOS


(Line of Sight)

shg sgt sesuai untuk daerah rural. WIMAX sangat cocok

diimplementasikan di Indonesia utk mengatasi divide-gap dan mempercepat


penetrasi internet.
2. Pengertian WIMAX

Yusilvia Yusup
06324025

WiMAX
WIMAX kependekan dari Worldwide Interoperability for Microwave
Access. WIMAX merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan
jalur lebar dalam jarak jauh. Wi MAX merupakan teknologi broadband yang
memiliki kecepatan akses yang tinggi dan jangkauan yang luas. Wi MAX
merupakan

evolusi

dari

teknologi

BWA

(broadband

wireless

access)

sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data


yang tinggi mampu diberikan, WIMAX juga membawa isu open standar.
Dalam arti komunikasi perangkat WIMAX diantara beberapa vendor yang
berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data
yang besar (sampai 70 MBps), WIMAX layak diaplikasikan untuk last mile
broadband connections, backhaul, dan high speed enterprise.

Antara WIMAX dan Wi fi terdapat beberapa perbedaan seperti jika WiFi


menggabungkan

standar

IEEE

802.11

dengan

ETSI

(European

Telecommunications Standards Intitute) hiperLAN sebagai standar teknis


yang

cocok

untuk

keperluan

WLAN,

sedangkan

WIMAX

merupakan

penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI hiperMAN.


Pada WiFi, sebagaimana OSI Layer, adalah standar pada lapis kedua, dimana
Media Access Control (MAC) menggunakan metode akses kompetisi, yaitu
dimana beberapa terminal secara bersamaan memperebutkan akses.
Yusilvia Yusup
06324025

WiMAX
Sedangkan MAC pada WIMAX menggunakan metode akses yang berbasis
algoritma

penjadualan

(scheduling

algorithm).

Dengan

metode

akses

kompetisi, maka layanan seperti Voice over IP atau IPTV yang tergantung
kepada Kualitas Layanan (Quality of Service) yang stabil menjadi kurang
baik. Sedangkan pada WIMAX, dimana digunakan algoritma penjadualan,
maka bila setelah sebuah terminal mendapat garansi untuk memperoleh
sejumlah sumber daya (seperti timeslot), maka jaringan nirkabel akan terus
memberikan sumber daya ini selama terminal membutuhkannya.
3. Spektrum Frekuensi WIMAX
Kesuksesan

WIMAX

sangat

bergantung

pada

ketersediaan

dan

kesesuaian spektrum frekuensi. Dari rentang spektrum frekuensi 2-6 GHz


yang distandartkan oleh IEEE untuk BWA, WiMaX mengembangkan spektrum
frekuensi untuk WiMaX. Terdapat dua kategori spectrum yang diusulkan :
Licensed Frequency dan Unlicensed Frequency. Licensed band membutuhkan
lisensi atau otoritas dari regulator, yang mana operator yang memperoleh
licensed band diberikan hak eksklusif untuk menyelenggarakan layanan
dalam suatu area tertentu. Sementara Unlicensed Band yang tidak
membutuhkan lisensi dalam penggunaannya memungkinkan setiap orang
menggunakan frekuensi secara bebas di semua area.

Spektrum 2.5 GHz

Yusilvia Yusup
06324025

WiMAX
pada pita frekuensi 2500-2690 MHz masih teknologi microwave link lama
di beberapa lokasi tertentu, sejak tahun 1980an (Rec. ITU-R F.283).
Sedangkan pita frekuensi 2520-2670 MHz digunakan untuk sistem
komunikasi satelit penyiaran digital oleh Indovision. Tahun 2001 telah
dialokasikan untuk beberapa penyelenggara BWA di pita frekuensi 2500
2520 MHz dan 2670-2690 MHz. BW yang di alokasikan sebesar 220 MHz
dengan lebar kanal 6 MHz.

Spektrum 3.5 GHz


tahun 2000, 3.5 GHz ini ditetapkan untuk layanan BWA dan sharing
frekuensi dengan satelit. Di kota-kota, BWA diberlakukan status skunder,
sedangkan

di

non

perkotaan

berstatus

primer.

Ijin

sejumlah

penyelenggara BWA diberikan pada alokasi 3410-3497.5 MHz dan 35103597.5 MHz (FDD). Penyelenggara satelit, yang masih menggunakan
ext.C band sampai sekarang adlaah Telkom, PSN ama AceS. teru karena
ada keluhan dari para operator satelit tentang gangguan interferensi,
maka di sepakati melalui forum koordinasi antar operator BWS dan Satelit
bahwa BWA hanya dapat menggunakan 5 kanal, dari semula direncakan

25 kanal, status primer dan sekunder masih tetap diberlakukan.


spektrum 5.8 GHz
Pita frekuensi 5.8 GHz (5725 5825 MHz) di Indo masi bersifat licensed,
dan pada 2001 telah diberikan kepada sejumlah penyelenggara BWA
sebanyak 5 kanal dengan lebar per kanal 15 MHz. Teknologi yang
digunakan

adalah

spread

spectrum

dengan

teknik

TDD,

dan

penggunaannya dilakukan secara bersama (sharing). Pada frekuensi 5.8


GHz juga merupakan salah satu pita frekuensi Wi-Fi di beberapa negara.
A. Licensed Frequency
Licensed frequency yang dikembangkan untuk WiMaX ada tahap awal
berada pada 2.5 GHz (2500-2,690 GHz dan 2700-2,900 GHz) dan 3.5 GHz
(3,400-3,600 GHz). Khusus di Amerika Serikat frekuensi 2,5 GHz telah
digunakan untuk layanan MMDS dan belum dikembangkan untuk WiMaX.
Sedangkan frekuensi 3,5 GHz pada banyak negara berstatus secondary
Yusilvia Yusup
06324025

WiMAX
karena

bentrok dengan spektrum frekuensi untuk komunikasi satelit

Extended C-Band (3,400-3,700 GHz). Pengembangan tahap berikutnya


direncanakan pada spectrum frekuensi 2,305-2,320 GHz, 2,345-2,360 GHz
dan 3,300-3,400 GHz.
B. Unlicensed Frequency
Pada tahap awal dikembangkan spektrum 5,8 GHz, yaitu pada band
frekuensi 5,725-5,850 GHz. Band ini merupakan bagian atas (uper) dari U-NII/
ISM band. Sedangkan pengembangan berikutnya direncakan menggunakan
band frekuensi yang juga digunakan untuk WiFi standar 802.11 b/g di 2,4
GHz dan standar 802.11a di 5,8 GHz.
4. Perangkat WIMAX
Perangkat WiMaX secara umum terdiri dari BS di sisi pusat dan CPE di
sisi pelanggan. Namun demikian masih ada perangkat tambahan seperti
antena, kabel dan asesoris lainnya.
a) Base Station (BS)
Merupakan perangkat transceiver (transmitter dan receiver) yang
biasanya dipasang satu lokasi (colocated) dengan jaringan Internet
Protocol (IP). Dari BS ini akan disambungkan ke beberapa CPE dengan
media interface gelombang radio (RF) yang mengikuti standar WiMaX.
Komponen BS terdiri dari:
NPU (networking processing unit card)
AU (access unit card)up to 6 +1
PIU (power interface unit) 1+1
AVU (air ventilation unit)
PSU (power supply unit) 3+1
b) Antena
Antena yang dipakai di BS dapat berupa sektor 60, 90, atau 120
tergantung dari area
yang akan dilayani.
c) Subscriber Station (SS)
Secara umum Subscriber Station (SS) atau (Customer Premises
Equipment) CPE terdiri dari Outdoor Unit (ODU) dan Indoor Unit (IDU),
Yusilvia Yusup
06324025

WiMAX
perangkat radionya ada yang terpisah dan ada yang terintegrasi dengan
antena.
5. Sistem Keamanan WIMAX
Teknologi WiMaX dpt mengcover area sekitar 50 Km dimana ratusan
pengguna akan dibagikan sinyal dan kanal untuk mentransmisikan data
dengan kecepatan sampai 155 Mbps sehingga aspek keamanan menjadi
sangat penting. Agar perangkat WiMaX aman, maka dilakukan 3 tahapan
berikut :
a. Device Authentication
Merupakan metode utk menyatakan bahwa informasinya betul-betul
asli, atau org yang mengakses atau memberikan infomasi adalah
benar-benar orang yang dimaksud. Authentication yg digunakan
adalah X.509 dengan Digital passports untuk menjamin identifikasi
perangkat WiMAX.
b. Data Confidentiality/privacy
Confidentiality/privacy merupakan hal yang sangat penting untuk
jaringan

termasuk

komunikasi

wireless.

Inti

utama

aspek

confidentiality atau privacy adalah usaha untuk menjaga informasi


dari orang yang tidak berhak mengakses. Confidentiality biasanya
berhubungan dengan data yg diberikan ke pihak lain untuk
keperluan tertentu, sedangkan privacy lebih ke arah data-data yang
bersifat privat.
c. Data Integrity
Keutuhan data mutlak diperlukan dalam suatu komunikasi wireless.
Jaminan terhadap keutuhan data dapat dilakukan dengan digital
signature atau fungsi hash.
Untuk mencapai tingkat keamanan dan efisiensi yg tinggi, maka
teknologi WiMAX menggunakan :

28 bit advanced encryption standard (AES) untuk kecepatan dan


enkripsi simetrik untuk menjaga confidentiality

Yusilvia Yusup
06324025

WiMAX

HMAC-SHA-1 algoritma hash utk menjamin kecepatan dan keutuhan

data
256-bit Elliptic-Curve Menezes Qu Vanstone (ECMQV) utk menjaga
kecepatan dan keamanan data, authentication dan transport
menggunakan 128-bit AES

6. Teknologi WiMAX dan Layanannya


WiMAX Standar BWA yang saat ini umum diterima dan secara luas
digunakan adalah standar yang dikeluarkan oleh Institute of Electrical and
Electronics Engineering (IEEE), seperti standar 802.15 untuk Personal Area
Network (PAN), 802.11 untuk jaringan Wireless Fidelity (WiFi), dan 802.16
untuk jaringan Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX).
Pada jaringan selular juga telah dikembangkan teknologi yang dapat
mengalirkan data yang overlay dengan jaringan suara seperti GPRS, EDGE,
WCDMA, dan HSDPA. Masing-masing evolusi pada umumnya mengarah pada
kemampuan menyediakan berbagai layanan baru atau mengarah pada
layanan yang mampu menyalurkan voice, video dan data secara bersamaan
(triple play). Sehingga strategi pengembangan layanan broadband wireless
dibedakan menjadi Mobile Network Operator (MNO) dan Broadband Provider
(BP).
Wi MAX salah satu teknologi memudahkan mereka para penguna untuk
mendapatkan koneksi Internet yang berkualitas dan melakukan aktivitas.
Sementara media wireless selama ini sudah terkenal sebagai media yang
paling ekonomis dalam mendapatkan koneksi Internet. BWA WiMAX adalah
standards-based

technology

yang

memungkinkan

penyaluran

akses

broadband melalui penggunaan wireless sebagai komplemen wireline.


WiMAX menyediakan akses last mile secara fixed, nomadic, portable dan
mobile tanpa syarat LOS (NLOS) antara user dan base station. WiMAX juga
merupakan sistem BWA yang memiliki kemampuan interoperabilty antar
perangkat yang berbeda. WiMAX dirancang untuk dapat memberikan

Yusilvia Yusup
06324025

WiMAX
layanan Point to Multipoint (PMP) maupun Point to Point (PTP). Dengan
kemampuan pengiriman data hingga 10 Mbps/user.
Pengembangan WiMAX berada dalam range kemampuan yang cukup
lebar. Fixed WiMAX pada prinsipnya dikembangkan dari sistem WiFi, sehingga
keterbatasan WiFi dapat dilengkapi melalui sistem ini, terutama dalam hal
coverage/jarak, kualitas dan garansi layanan (QoS). Sementara itu Mobile
WiMAX dikembangkan untuk dapat mengimbangi teknologi selular seperti
GSM, CDMA 2000 maupun 3G. Keunggulan Mobile WiMAX terdapat pada
konfigurasi sistem yang jauh lebih sederhana serta kemampuan pengiriman
data yang lebih tinggi. Oleh karena itu sistem WiMAX sangat mungkin dan
mudah diselenggarakan oleh operator baru atau pun service provider skala
kecil. Namun demikian kemampuan mobility dari Mobile WiMAX masih
berada dibawah kemampuan teknologi selular.
7. Manfaat dan Keuntungan
Banyak keuntungan yang didapatkan dari terciptanya standardisasi
industri ini. Para operator telekomunikasi dapat menghemat investasi
perangkat, karena kemampuan WiMAX dapat melayani pelanggannya
dengan area yang lebih luas dan tingkat kompatibilitas lebih tinggi. Selain
itu, pasarnya juga lebih meluas karena WiMAX dapat mengisi celah
broadband yang selama ini tidak terjangkau oleh teknologi Cable dan DSL
(Digital Subscriber Line).
Area coverage-nya sejauh 50 km maksimal dan kemampuannya
menghantarkan data dengan transfer rate yang tinggi dalam jarak jauh,
sehingga memberikan kontribusi sangat besar bagi keberadaan wireless MAN
dan dapat menutup semua celah broadband yang ada saat ini. Dari segi
kondisi saat proses komunikasinya, teknologi WiMAX dapat melayani para
subscriber, baik yang berada dalam posisi Line Of Sight (posisi perangkatperangkat yang ingin berkomunikasi masih berada dalam jarak pandang
yang lurus dan bebas dari penghalang apa pun di depannya) dengan BTS
Yusilvia Yusup
06324025

WiMAX
maupun yang tidak memungkinkan untuk itu (Non-Line Of Sight). Jadi di
mana pun para penggunanya berada, selama masih masuk dalam area
coverage sebuah BTS (Base Transceiver Stations), mereka mungkin masih
dapat menikmati koneksi yang dihantarkan oleh BTS tersebut.
Selain itu, dapat melayani baik para pengguna dengan antena tetap
(fixed wireless) misalnya di gedung-gedung perkantoran, rumah tinggal,
toko-toko, dan sebagainya, maupun yang sering berpindah-pindah tempat
atau perangkat mobile lainnya. Mereka bisa merasakan nikmatnya berInternet broadband lewat media ini. Sementara range spektrum frekuensi
yang tergolong lebar, maka para pengguna tetap dapat terkoneksi dengan
BTS selama mereka berada dalam range frekuensi operasi dari BTS.
Sistem kerja MAC-nya (Media Access Control) yang ada pada Data Link
Layer adalah connection oriented, sehingga memungkinkan penggunanya
melakukan komunikasi berbentuk video dan suara. Siapa yang tidak mau,
ber-Internet murah, mudah, dan nyaman dengan kualitas broadband tanpa
harus repot-repot. Anda tinggal memasang PCI card yang kompatibel dengan
standar WiMAX, atau tinggal membeli PCMCIA (Personal Computer Memory
Card International Association) yang telah mendukung komunikasi dengan
WiMAX. Atau mungkin Anda tinggal membeli antena portabel dengan
interface ethernet yang bisa dibawa ke mana-mana untuk mendapatkan
koneksi Internet dari BTS untuk fixed wireless.
8. Aplikasi WiMAX
a. Aplikasi Backhaul
Untuk aplikasi ini, WiMAX dapat dimanfaatkan untuk backhaul WiMAX
itu sendiri, backhaul Hotspot dan backhaul teknologi lain. Dalam aplikasi
ini agar dapat dipakai secara maksimal maka biasanya dilakukan
konfigurasi P2P. Backhaul WiMAX Aplikasinya mirip dengan fungsi BTS
sebagai repeater dalam sistem selular. Bertujuan untuk memperluas
jangkauan dari WiMAX. Backhaul Hotspot Saat ini sebagian besar jaringan
hotspot banyak menggunakan saluran ASDL sebagai backhaulnya.
Yusilvia Yusup
06324025

10

WiMAX
Dengan

keterbatasan

jaringan

kabel,

maka

WiMAX

juga

bisa

dimanfaatkan sebagai backhaul hotspot. Backhaul Teknologi Lain WiMAX


dapat digunakan sebagai backhaul teknologi lain. Seperti backhaul
seluler. Dengan kemampuan data rate di atas 2 Mbps maka sangat layak
bila WiMAX digunakan sebagai backhaul dari sistem seluler.
b. Akses Broadband
WiMAX dapat digunakan sebagai last smile untuk melayani kebutuhan
broadband bagi pelanggan. Dari pelanggan perumahan maupun bisnis
dapat dipenuhi oleh teknologi WiMAX ini.
c. Personal Broadband
WiMAX sebagai penyedia

layanan

personal

broadband,

dapat

dibedakan menjadi 2 pangsa pasar, yaitu yang bersifat nomadic dan


mobile. Nomadic Apabila tingkat perpindahan dari pengguna WiMAX tidak
sering dan kalaupun berpindah dengan kecepatan yang rendah.
d. Mobile
Pada aplikasi mobile, user WiMAX seperti mengunakan terminal WiFi
seperti

notebook,

PDA,

atau

mobilitasnya sama dengan WiFi.

Yusilvia Yusup
06324025

11

smartphone.

Perpindahan/tingkat