Anda di halaman 1dari 5

Msds FeSO4

1. Potensi efek pada kesehatan


Mata
: menyebabkan iritas pada mata
Kulit
: menyebabkan iritasi pada kulit
Tertelan (pencernaan) : konsumsi dalam jumlah besar dapat menyebabkan iritasi
pencernaan. Konsumsi dapat mengakibatkan iritasi kerongkongan , pendarahan
pada perut dan ulkus pembentukan .G.i . Gangguan ( misalnya , tekanan lambung,
sakit perut, sembelit, diare) dapat terjadi jika tertelan .Pada anak-anak, konsumsi
ferro sulfat dalam jumlah besar dapat menyebabkan muntah, muntah darah,

kerusakan hati, detak jantung cepat, runtuh vaskuler perifer .


Pernafasan (terhirup) : jika terhirup menyebabakan iritasi trakea.

2. Pertolongan pertama
Mata

: jika kontak dengan mata, segera basuh dengan air

mengalir selama 15 menit. Segera dapatkan pertolongan medis.


Kulit
: jika kontak dengan kulit segera basuh dengan air,
lepaskan baju dan sepatu yang terkontaminasi. Dapatkan pertolongan medis jika
terjadi irtasi. Cuci pakaian dan sepatu yang terkontaminasi sebelum digunakan

kembali.
Tertelan

berikan nafas buatan pada korban yang tidak sadar.


Terhirup
: jika terhirup segera dapatkan udara segar. Jika tidak

: jika tertelan jangan dipakasakan untuk muntah dan jangan

bernafas segera dapatkan pernafasan artificial. Jika sulit bernafas segera dapatkan
bantuan oksigen.
3. Penanganan dan penyimpanan
Penanganan : segera cuci tangan setelah melakukan penanganan. Cuci baju dan
sepatu yang terkontaminasi sebelu digunakan kembali. Lakukan di tempat yang

berventilasi cukup. Hindari kontak dengan mata, kulit, terhirup dan tertelan.
Penyimpanan : jangan simpan di tempat yang terkena sinar matahari langsung.
Simpan ditempat yang dingin, kering dan jauhkan dari bahan yang tidak sesuai.

4. Sifat Fisika dan Kimia


Bentuk
Warna
Bau

: padat
: hijau kebiruan
: tidak berbau

pH
Titik didih
Titik leleh
Temperature tersekomposisi
Kelarutan
Densitas
Berat molekul

5. Stabilitas dan reaktifitas


stabilitas kimia

: 3-5
: 300oC
: 64oC
: >300oC
: 48,6g/100g air (pada 50oC)
: 1,898 g/ml
: 278,01 g/mol

: Stabil pada suhu kamar dan tertutup. teroksidasi di

udara lembab membentuk lapisan cokelat yang dasar feri sulfat .


Kondisi yang dihindari
: cahaya, debu, panas.

Material yang dihindari

: strong oxidation agents, basa, asam asetat, garam

perak, karbonat, kalium tetrat, kalium iodide, sodium borat.

TUGAS PRODUKSI BERSIH

Disusun oleh:
Annisa Novita Nurisma (131424005)
3-TKPB
Dosen :

Ir. Mukhtar Ghozali, MSc.

TEKNIK KIMIA PRODUKSI BERSIH


POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2015
Proses recovery HCl pada proses pickling baja
Berikut proses regenerasi HCl dari proses pickling baja yang sudah dikembangkan oleh industry
pengolahan logam :
1. Regeneration
Pyrohydrolysis
o Spray Roaster Pyrohydrolysis
o Fluidised Bed Pyrohydrolysis
Hydrothermal Regeneration
Electrolytic Fe-precipitation
2. Recovery of free HCl

Retardation

Dialysis

Ion Exchange

3. Transformation of FeCl2 to FeCl3

Electrolytic Oxidation

Chemical Oxidation

1. Regenerasi Hidrothermal

Regenerasi hydrothermal HCl pada proses pickling baja mengalami beberapa reaksi
diantaranya :
Step1: Oxidation
12 FeCl2 + 3 O2 -> 8 FeCl3 + 2 Fe2O3
Step2: Hydrolysis
2 FeCl3 + 3 H2O -> 6 HCl + Fe2O3

2. Pyrohidrolisis

Pyrohidrolisis HCl pada proses pickling baja mengalami beberapa reaksi diantaranya :
4 FeCl2 + 4 H2O + O2 = 8 HCl + 2 Fe2O3
2 FeCl3 + 3 H2O = 6 HCl + Fe2O3
3. Flow diagram regenerasi HCl

Tahapan :
1. HCl sisa dialirkan ke dalam evaporator. H 2O akan menguap sehingga akan
dihasilkan larutan HCl pekat. Sebegian HCl pekat dimasukkan kembali ke
evaporator udan sebagian dialirkan ke separator.

2. HCl pekat akan dimasukkan ke dalam separator untuk memisahkan logam-logam


yang terkandung dalam HCl. Sehingga dihasilkan HCl yang bebas dari pengotor.
3. HCl akan dimasukkan ke kolom absorpsi untuk menangkap uap Cl2 jenuh dengan
absorben berupa gas H2 sehingga dihasilkan larutan HCl.
4. HCl hasil regenerasi akan keluar dari kolom absorbsi. Sedangka logam-logam
yang terkandung dalam larutan HCl sisa akan dimasukkan ke dalam reactor.