Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan karena atas kehadirat, rahmat, serta


hidayah Tuhan Yang Maha Esa sehingga penulis dapat menyelesaikan
laporan lengkap praktikum Menggambar Teknik ini dengan lancar dan baik
meskipun penulis masih merasa banyak kekurangan dari laporan ini. Penulis
juga berterima kasih kepada bapak pembimbing Menggambar Teknik Ir. H.
Djamaluddin, MT. beserta kakanda-kakanda asisten yang telah membantu
penulis dalam pengarahan pengerjaan laporan praktikum Menggambar
Teknik.
Penulis berharap laporan ini dapat berguna dalam memberikan
wawasan pengetahuan kepada pembaca dan dapat pula sebagai referensi
pembaca. Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa dalam laporan
lengkap praktikum ini masih memiliki banyak kekurangan. Oleh sebab itu,
penulis berharap adanya kritik, saran, dan usulan demi perbaikan laporan
yang telah penulis buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada
sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga

laporan

lengkap

sederhana

ini

dapat

dipahami

dan

digunakan sebaik mungkin bagi pembaca. Sekiranya laporan yang telah


disusun ini dapat berguna terutama bagi penulis sendiri. Penulis memohon
maaf apabila terdapat kata-kata yang kurang berkenan dan penulis
memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa
depan.

Gowa, November 2015


116

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

....................................

i
DAFTAR ISI
....................................
ACARA II

ii

SKETSA TANGAN, PENGGUNAAN ALAT BANTU,


LETTERING, GEOMETRI

.................................

ACARA III PROYEKSI ORTOGRAFI

.................................... 21

ACARA IV PROYEKSI ORTOGRAFI II

.................................... 41

ACARA V

.................................... 53

PICTORIAL SKETCHING

ACARA VI PROYEKSI ORTOGRAFI III

.................................... 63

ACARA VII PERMODELAN PIT MANUAL

.................................... 76

ACARA VIIIGARIS DAN BIDANG

.................................... 93

ACARA IX PENGOLAHAN KONTUR

.................................... 99

ACARA X

....................................

PERHITUNGAN CADANGAN

109
LAMPIRAN

....................................

117

117

ACARA II SKETSA TANGAN,


PENGGUNAAN ALAT BANTU,
LETTERING, GEOMETRI

118

ACARA III PROYEKSI ORTOGRAFI

119

ACARA IV PROYEKSI ORTOGRAFI II

120

ACARA V PICTORIAL SKETCHING

121

ACARA VI PROYEKSI ORTOGRAFI III

122

ACARA VII PERMODELAN PIT MANUAL

123

ACARA VIII GARIS DAN BIDANG

124

ACARA IX PENGOLAHAN KONTUR

125

ACARA X PERHITUNGAN CADANGAN

126

LAMPIRAN

Biografi Penulis

Pada dahulu kala ada seorang anak yang terlahir dari keluarga
sederhana tapi bahagia yang lahir di sebuah kota kecil yang dimana kota
tersebut dahulu juga terlahir orang sederhana yang saat ini namanhya
dikenal di negaranya sendiri bahkan sampai ke negara lainpun orang
mengenalnya dengan sebutan Pak Habiebie yang terlahir di kota yang
dikenal sebagai kota Bandarmadani yaitu Kota Parepare. Anak tersebut lahir
pada tanggal 25 bulan Maret tahun 1996. Dia terlahir sebagai seorang lelaki
127

ke dua dari keluarga kecil tapi bahagia. Awalnya dia di rencanakan dari
diskusi yang panjang dari Ayah dan Ibu
anak lelaki ini yang kemudian diberilah
sebuah nama sederhana yang memiliki nilai
dan makna yang besar. Namaku sunaryo
saya suka sama dyla intan percintaan kami
sangat rumit dan tidak fokus yang diberikan untuk anak lelaki yang tak
berdosa ini adalah Sunaryo Sadli yang mana nama anak ini diberikan oleh
sepupunya sendiri. Nama dari Sunaryo sendiri diambil dari nama seorang
lelaki sukses yaitu Bapak Sunaryo Haddade, alasannya agar anak yang
terlahir di tanggal 25 maret 1996 ini bisa sukses melebihi Bapak Sunaryo
Haddade, dan nama belakang Sadli diambil dari nama Ayah dari anak
tersebut yaitu Bapak Sadiliah yang lebih akrab dipanggil dengan nama Pak
Sadli.
Anak ini tumbuh di lingkungan yang sederhana, diajarkan tentang
agama, moral, dan etika. Anak ini yang lebih akrab dipanggil dengan
sebutan Ryo mengawali pendidikan pertamanya di Taman Kanak-kanak(TK)
Bhayangkari selama kurang lebih 1 tahun. Selanjutnya dia melanjutkan
pendidikannya di Sekolah Dasar(SD) Negeri 4 Kota Parepare yang dijalani
selama 6 tahun, di masa SD inilah Ryo mulai belajar untuk mandiri dengan
pulang menggunakan jasa angkutan kota semenjak dari kelas 3 SD
dikarenakan Ayah Ryo sendiri sudah mulai sibuk dan Ibunya pula sudah
mulai sibuk. Di SD pulalah Ryo merasakan pertama kali yang namanya
dipukul dengan besi oleh gurunya sendiri. Tapi jangan salah sangka Ryo
bukanlah seorang pengadu, sewaktu dia pulang ke rumahnya dia menutupi
luka bekas pukulan gurunya itu tetapi tetap diketahui oleh ibunya sndiri
tetapi Ryo membujuk Ibunya agar tidak untuk dipermasalahkan mengenai
128

hal-hal sepele ini. Walaupun Ryo tak sepintar ataupun secerdas yang lain
tetapi Ryo juga dapat melewati masa SDnya dengan lancar tanpa
mengulang.
Ryo

kemudian

melanjutkan

pendidikannya

ke

tingkat

Sekolah

Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kota Parepare pada kelas VII.4 yang
mana pada masa inilah Ryo mulai mengenal yang namanya cinta. Mulai dari
sesi awal yaitu perkenalan dengan si Dia yang mana kejadiannya terjad
tepat di depan sebuah WC. Dan kemudian cinta sedikit demi sedikit mulai
timbul dari hati Ryo dengan si Dia. Setahun kemudian Alhamdulillah Ryo
telah naik kelas ke kelas VIII.4 dan di tahun ini lah dimana Ryo dan si Dia
telah menjalin kasih dalam sebuah cinta yang masih terbilang kecil.
Alhamdulillah Ryo dapat menyelesaikan studinya dengan lancar dan baik.
Pada tahun 2011 Ryo melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang
lebih tinggi yaitu Sekolah Menengah Kedua (SMA) Negeri 1 Parepare yang
mana SMA ini adalah salah satu SMA favorit di Kota Parepare. Ryo
mengawali masa SMAnya di kelas X.5 yang dikenal dengan SELIMUT BERSIH
(sepluh lima imut bersama Pak Nusi). Dimasa inilah Ryo mulai merasa masa
depan lebih penting untuk di capai, dan pada pengumuman kenaikan kelas
alhamdulillah Ryo lulus di kelas XI.IA 1, begitupun selanjutnya pendidikan
Ryo lancar sampai lulus UN pada tahun 2014 dengan tingkat kelulusan
100% di SMA Negeri 1 Parepare dan pada malam hari pengumuman
kelulusan saat itulah Ryo memutuskan untuk tidak berpacaran.
Dan selanjutnya Ryo mengikuti SBMPTN yang mana adalah ujian
untuk

masuk

alhamdulillah

ke

perguruan

syukur

tak

tinggi

negeri

dan

terhingga

kepada

Allah

saat
SWT

pengumuman
memberikan

kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke PTN UNHAS pada Prodi Teknik

129

Pertambangan dan sampai saat ini syukur tak kunjung hilang kepada Allah
SWT.

130