Anda di halaman 1dari 7

KERANGKA ACUAN KERJA

( KAK )
PENGGUNA ANGGARAN :
DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH

SATKER/SKPD

NAMA PPK

NAMA PEKERJAAN :

: DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KABUPATEN KUTAI


KARTANEGARA

Ir. MAULIATE SIAHAAN, MP

PENGADAAN TERNAK SAPI SEBANYAK 147 EKOR

TAHUN ANGGARAN : 2015

KERANGKA ACUAN KERJA ( KAK)


PEKERJAAN :

Pengadaan Ternak Sapi sebanyak 147 Ekor


1.

LATAR BELAKANG :

Besarnya kemauan masyarakat petani di Kabupaten Kutai Kartanegara


dalam beternak sapi potong yang terlihat dari banyaknya usulan
permohonan bantuan ternak perlu di tindak lanjuti. Kemauan
masyarakat ini juga merupakan dasar bagi pengembangan ternak sapi
di kabupaten Kutai Kartanegara. Berdasarkan latar belakang ini

maka Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kutai


Kartanegara dengan segala kelebihan sumber dayanya ingin
mengembangkan usaha peternakan ( rakyat ) dalam rangka
meningkatkan populasi ternak sapi dan sebagai salah satu
penghasil daging. Pengembangan ternak ruminansia besar
dipandang sebagai satu hal yang sangat logis mengingat
ketersediaan lahan sebagai sumber daya utama pengembangan
ternak ruminansia. Dalam rangka meningkat populasi ternak sapi
sekaligus perbaikan mutu ternak, maka sumber ternak harus
berasal dari Kalimantan Timur. Mengingat belum adanya
pembibitan khusus untuk ternak sapi potong lokal di Indonesia
dan peruntukan ternak sapi kepada masyarakat petani, maka
bantuan ternak sapi sebagai bibit diharapkan berasal dari
peternakan rakyat pula, agar ternak yang didatangkan tersebut
dapat mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

2.

3.

MAKSUD DAN TUJUAN


1)

Maksud

Maksud dari kegiatan ini adalah untuk


meningkatkan
ketersediaan / populasi ternak
potong baik sapi maupun
kerbau di Kabupaten Kutai Kartanegara yang saat ini masih
berkisar 23.000 ekor untuk sapi

2)

Tujuan

Tujuan dari kegiatan ini adalah mengadakan ternak sebagai


usaha untuk meningkatkan populasi ternak potong secara
bertahap sampai mencapai angka populasi dasar yang
direncanakan (sekitar 72.000 ekor) guna meningkatkan
ketersediaan daging. Disamping tujuan tersebut, kegiatan ini
juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan
kesejahteraan masyarakat petani peternak di Kabupaten Kutai
Kartanegara.
1. Target kegiatan ini adalah terlaksananya pengadaan ternak

TARGET/

SASARAN

4.

5.

Sapi sebanyak 147 (seratus empat puluh tujuh) ekor;


2. Sasaran dari kegiatan ini adalah Kelompok Tani Ternak yang
tersebar di 4 (empat) Kecamatan, 6 (enam) Desa, 6 (enam)
kelompok untuk ternak Sapi sebagai penerima hibah yang
ditetapkan oleh Bupati Kutai Kartanegara.

NAMA
ORGANISASI

Organisasi yang menyelenggarakan / melaksanakan pengadaan


barang adalah UNIT LAYANAN PENGADAAN Kabupaten Kutai
Kartanegara

1)

SKPD

Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kutai


Kartanegara

2)

PPK

Ir. Mauliate Siahaan, MP

SUMBER DANA DAN PERKIRAAN BIAYA


1) Sumber Dana

2) Perkiraan Biaya

: 1. Kegiatan Pemamfaatan Lahan Ex. Tambang Untuk


Pengembangan HPT Kab. Kutai Kartanegara dengan

APBN Kementerian Pertanian TA. 2015

Pagu Anggaran sebesar Rp. 285.000.000,00 (Dua

Ratus Delapan Puluh Lima Juta Rupiah)


2. Kegiatan Pengembangan Integrasi Ternak Ruminansia di
Kabupaten Kutai Kartanegara dengan Pagu Anggaran
sebesar Rp. 441.000.000,00 (Empat Ratus Empat

Puluh Satu Juta Rupiah)


3. Kegiatan Pengembangan Integrasi Tanaman Ruminansia
dengan Pagu Anggaran sebesar Rp. 600.000.000,00

(Enam Ratus Juta Rupiah)


6.

JANGKA WAKTU
PELAKSANAAN

: 1. Jangka waktu pelaksanaan pengadaan ternak sapi

2.

3.

4.

5.

ini diperkirakan selama 120 (Seratus Dua Puluh)


hari kalender;
Jangka waktu pemeliharaan dan tanggungan oleh
Penyedia Barang selama 7 (tujuh) hari kalender
sejak bibit ternak diserah terima pertama oleh
penyedia kepada petani peternak di lokasi
penyebaran yang telah ditentukan (paddock
kelompok tani),
Bilamana dalam waktu pemeliharaan dan
tanggungan terjadi kematian atau kondisi bibit
ternak tidak baik / dalam keadaan sakit maka
rekanan wajib segera menggantinya dengan
spesifikasi dan jumlah yang sama;
Selama waktu tanggungan penanganan perawatan
kesehatan bibit ternak dilakukan oleh tenaga
ahli/dokter hewan atau petugas paramedis dari
Pihak Penyedia;
Selama 7 (tujuh) hari kalender masa pemeliharaan
3

dan tanggungan, petani penerima bantuan terlibat


secara aktip dalam perawatan ternak dengan biaya
pakan dan obat-obatan masih merupakan tanggung
jawab penyedia;
6. Serah terima hasil pekerjaan dari Penyedia Barang
/ jasa dilakukan setelah habis waktu perawatan
dan tanggungan
terhitung sejak bibit ternak
diserah terimakan pertama oleh penyedia kepada
petani peternak di lokasi penyebaran (paddock
kelompok tani) dengan kondisi bibit ternak cukup
jumlah, baik dan sehat.
7.

JENIS KONTRAK

8.

TENAGA AHLI/TERAMPIL

: Tenaga ahli dan tenaga terampil yang diperlukan


dalam pelaksanaan kegiatan pengadaan bibit ternak ini
adalah :
1. Tenaga Ahli yaitu: Dokter hewan dan atau Sarjana
Peternakan :
- Tenaga Ahli dipersyaratkan dalam pemilihan
ternak sebelum diseleksi di oleh Pejabat
Pembuat Komitmen (PPK) yang dibantu oleh
tim selector dan dalam waktu pemeliharaan
dan tanggungan oleh Penyedia Barang selama 7
(tujuh) hari kalender di lokasi tujuan akhir;
- Memiliki pengalaman minimal 2 (dua) tahun;
- Melampirkan
Ijazah,
referensi/keterangan

1. Jenis kontrak yang digunakan adalah Kontrak


Lumpsum;
2. Untuk lebih menilai kemampuan peserta
pelelangan dalam memahami pekerjaan ini Bill of
Quantity dilengkapi dengan analisis harga satuan.

pengalaman dan KTP yang masih berlaku;

2. Tenaga
Terampil
dengan
pendidikan
SNAKMA/SPP/SMK jurusan Peternakan/kesehatan
hewan :
- Tenaga terampil dipersyaratkan terutama dalam
waktu pemeliharaan dan tanggungan oleh
Penyedia Barang selama 7 (tujuh) hari kalender
di lokasi tujuan akhir;
- Jumlah tenaga terampil disesuaikan dengan
jumlah lokasi dan kelompok tani penerima
bantuan;
- Memiliki pengalaman minimal 2 (dua) tahun
pada bidang penanganan ternak ruminansia
besar;
- Melampirkan
Ijazah,
referensi/keterangan
pengalaman, KTP.
9.

PROSEDUR SELEKSI BIBIT

: Seleksi di daerah asal ternak merupakan salah satu


pengendalian dan pengawasan pekerjaan oleh PPK.
4

Dalam pelaksanaan seleksi PPK dapat dibantu oleh


selector/tim selector yang memiliki kompetensi teknis
yang sesuai. Biaya yang ditimbulkan dalam
pelaksanaan seleksi ternak termasuk harga dalam
kontrak.
10.

SPESIFIKASI TEKNIS
1) Spesifikasi barang yang akan diadakan
a.

Macam / Jenis
barang

Ternak Sapi yang memiliki Surat Keterangan Layak


Bibit dan dilengkapi tali pengikat kepala.

b.

Fungsi / Kegunaan

didistribusikan kepada petani peternak di desa pada


kecamatan tersebut pada angka 3 (tiga) pada
TARGET/SASARAN sebagai ternak
bantuan
pemerintah.

c.

Bahan / Material

1. Ear
Tag
dan
Aplicator,
tongkat
ukur/mistar/meteran;
2. Tali tambang dan tali ikat kepala (bukan keluh
hidung),
3. Pakan ternak (hijauan makanan ternak dan
penguat/konsentrat),
4. Obat-obatan dan multi vitamin, serta peralatan
pengobatan ternak ruminansia besar

d.

Ukuran / Volume

Ternak Sapi sebanyak 147 ekor (16 ekor jantan dan


131 ekor betina), dengan penentuan spesifikasi yang
mengacu dan disesuaikan dengan :
1. Kebutuhan Petani Peternak, mengingat petanipeternak yang akan mendapat bantuan
merupakan peternak pemula, maka ternak sapi
yang cocok untuk keperluan tersebut adalah sapi
asli Indonesia;
2. Kondisi/spesifikasi bibit ternak yang tersedia di
daerah sumber bibit;
3. Standar
Bibit
Nasional,
dengan
mempertimbangkan persyaratan criteria fisik
yang bersifat kuantitatif merupakan criteria yang
tidak mudah berubah akibat perlakuan
pengangkutan,
tindak-tindakan
perlakuan
ternak, factor pakan dll.
4. Hasil survei ketersediaan bibit dari daerah
sumber bibit;
5. Pertimbangan Peraturan Daerah dari daerah
sumber bibit yang mengatur perijinan
pengeluaran ternak.

e.

Fasilitas

Paddock/kandang penampungan non permanen di


5

bangun oleh penyedia di lokasi tujuan akhir (lokasi


kelompok petani penerima bantuan. Hal ini
bertujuan:
1. Keseragaman penanganan dan perawatan ternak
pada masa perawatan dan tanggungan di lokasi
tujuan akhir selama 7 (tujuh) hari;
2. Mengurangi stres ternak akibat terpisah dengan
kawanan populasinya;
3. Memudahkan pemeriksaan ternak oleh tim
penerima hasil pekerjaan.
2) Persyaratan lainnya
a.

Alat Angkutan Darat

Diperlukan alat angkutan darat berupa truck baik


yang besar maupun yang kecil dan diupayakan dan
didesain khusus sesuai atau mengacu atau mendekati
SNI 02-4509-1998 untuk menjamin keselamatan
pengangkutan bibit ternak sapi maupun Kerbau. Alat
angkutan ini diperlukan di lokasi asal bibit ternak
maupun di lokasi tujuan penyebaran bibit ternak.

b.

Alat Angkutan Laut

Diperlukan alat angkutan kapal motor besar antar


pulau dan kapal motor kecil dan diupayakan sesuai
atau mengacu atau mendekati SNI 02-4509-1998
untuk
menjangkau
kecamatan
daerah
penyebaran, ternak yang tidak dapat langsung
dijangkau dengan angkutan darat.

c.

Daerah Asal Bibit

1. Daerah sumber bibit berasal dari luar propinsi


Kalimantan Timur, dalam rangka meningkatkan
populasi ternak daerah;
2. Daerah sumber penyakit bebas penyakit menular
minimal 6 (enam) bulan terakhir;
3. Daerah sumber bibit diusahakan daerah terdekat
dengan Propinsi Kalimantan Timur, guna
mengurangi stress ternak dan mempercepat masa
adaptasi di lingkungan yang baru.
4. Daerah sumber bibit yang memiliki Peraturan
Daerah tentang pengeluaran ternak yang tidak
bertentangan dengan spesifikasi bibit yang di
persyaratkan.

d.

Supplier Bibit Ternak

1. Produsen/supplier harus berbadan usaha dan


memiliki perijinan yang sesuai dan masih berlaku
dengan usaha yang dijalankan;
2. Memiliki rekomondasi sebagai supplier bibit
ternak dari Instansi terkait;
3. Merupakan
anggota
Asosiasi
pengusaha
peternakan;
4. Memiliki Pengalaman sebagai supplier bibit
ternak minimal 3 (tiga) tahun dan telah menjadi
6

supplier bibit ternak ruminansia minimal 10


(sepuluh) kegiatan/pekerjaan;
5. Memiliki
kandang
penampungan
ternak
ruminansia besar (milik perusahaan/sewa jangka
panjang/kerja sama);
6. Masih aktip sebagai supplier/pengusaha bibit
ternak (pada kandang penampungan tersedia
stock ternak).
e.

11.

Syarat Teknis
Lainnya

PENUTUP

1. Berdasarkan KAK ini dan untuk keefektipan


dalam pelaksanaan pekerjaan ini, maka untuk
selanjutnya syarat teknis harus dituangkan dalam
Rencana Kerja dan Syarat (RKS).
2. Pekerjaan Pengadaan Bibit Ternak ini, peserta
pelelangan diharuskan menyampaikan Metoda
Pekerjaan secara lengkap dan jelas yang diyakini
menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian
pekerjaan dari persiapan sampai akhir, hal ini
karena pengadaan ini sangat beresiko dan
merupakan pengadaan barang hidup.

1. Apabila terdapat hal-hal yang bertentangan


dengan ketentuan, peraturan, pedoman dan
kebijaksanaan pemerintah yang berlaku, maka
segala sesuatu yang termaktub didalam Kerangka
Acuan Kerja (KAK) ini akan diteliti dan disimpan
kembali.
2. Hal-hal yang belum diatur dalam Kerangka
Acuan Kerja (KAK) ini akan ditetapkan lebih
lanjut.
3. Demikian Kerangka Acuan Kerja ini dibuat untuk
dipergunakan sebagaimana mestinya.

Tenggarong, 7 Maret 2015.


PENGGUNA ANGGARAN,
ttd

Ir. H. M. SUKHRAWARDY S
NIP. 19600910 199103 1 003