Anda di halaman 1dari 36

Analisa Teknikal

Analisa Teknikal (technical analysis) adalah salah satu analisis atau metode pendekatan
yang mengevaluasi pergerakan suatu harga saham, valas/forex, kontrak berjangka (future
contract), indeks dan beberapa instrumen keuangan lainnya. Para analis teknikal
melakukan penelitian yang mendasar terhadap pola pergerakan harga saham atau
komoditas/forex/index yang berulang dan dapat diprediksi. Bahkan analisis teknikal bisa
juga diartikan sebagai suatu studi utama mengenai harga, termasuk besarnya (volume)
dan posisi terbuka (open interest).
Jadi pada intinya analisis teknikal merupakan analisis terhadap pola pergerakan harga di
masa lampau dengan tujuan untuk meramalkan pergerakan harga di masa yang akan
datang. Analisis teknikal ini sering juga disebut dengan chartist karena para analisisnya
melakukan studi dengan menggunakan grafik (chart), dimana mereka berharap dapat
menemukan suatu pola pergerakan harga sehingga mereka dapat mengeksploitasinya
untuk mendapatkan keuntungan.
Dalam analisis teknikal, memprediksikan pergerakan harga saham sama seperti
memprediksi pergerakan harga forex/komoditas/index karena para analis hanya melihat
faktor grafik dan volume transaksi saja.
PRINSIP DASAR ANALISIS TEKNIKAL
Ada tiga prinsip yang digunakan sebagai dasar dalam melakukan analisis teknikal, yaitu :
1. Market Price Discounts Everything
Yaitu segala kejadian-kejadian yang dapat mengakibatkan gejolak pada bursa valas secara
keseluruhan atau harga mata uang suatu negara seperti faktor ekonomi, politik
fundamental dan termasuk juga kejadian-kejadian yang tidak dapat diprediksi
sebelumnya seperti adanya peperangan, gempa bumi dan lain sebagainya akan tercermin
pada harga pasar.
2. Price Moves in Trend
Yaitu harga valuta asing akan tetap bergerak dalam satu trend. Harga mulai bergerak ke
satu arah, turun atau naik. Trend ini akan berkelanjutan sampai pergerakan harga
melambat dan memberikan peringatan sebelum berbalik dan bergerak ke arah yang
berlawanan.
3. History Repeats It Self
Karena analisis teknikal juga menggambarkan faktor psikologis para pelaku pasar, maka
pergerakan historis dapat dijadikan acuan untuk memprediksi pergerakan harga di masa
yang akan datang. Pola historis ini dapat terlihat dari waktu ke waktu di grafik. Pola-pola
ini mempunyai makna yang dapat diinterprestasikan untuk memprediksi pergerakan
harga.

GRAFIK CANDLESTICK
Untuk memulai sebuah analisa, kita harus mampu membaca grafik terlebih dahulu.
Grafik yang biasa dipakai adalah sebuah grafik sederhana antara harga vs waktu. Sumbu
X sebagai waktu dan sumbu Y sebagai harga. Sebenarnya ada lagi jenis grafik
lainnya seperti bar chart, dot chart, line chart, dan lainnya. Tapi yang paling representatif
ya Grafik Candlestick ini.

Grafik ini dibuat pada abad ke 17 oleh orang-orang Jepang yang awalnya digunakan
untuk memantau pergerakan harga pada produk-produk komoditi. Steven Nison dikenal
sebagai orang pertama yang mempopulerkan chart model ini. Sifatnya yang sangat
representatif karena terdiri dari High, Low, Open dan Closing Price membuat grafik ini
paling populer dipakai oleh para analis forex. Jika Anda terbiasa dengan produk-produk
sekuritas, grafik ini tidak pernah digunakan untuk memantau harga. Kenapa? Sederhana,
harga sekuritas hanya memerlukan closing price saja tidak seperti pada forex trading.
Interpretasi candlestick didasarkan pattern yang ada. Candle yang berwarna hijau
artinya harga bergerak naik atau closing price lebih tinggi nilainya dibanding opening
price. Sebaliknya, candle berwarna merah artinya harga bergerak turun atau closing price
lebih rendah nilainya dibanding opening price. Lalu apa garis vertikal diatas dan dibawah
dari candle itu? Itu adalah highest price dan lowest price selama periode yang diberikan.
Dalam contoh diatas adalah harga terendah dan tertinggi untuk setiap jamnya karena
periode yang digunakan adalah per-jam.
Jika memakai istilah Bullish dan Bearish maka yang berwarna hijau adalah Bullish
pattern dan yang berwarna merah adalah Bearish pattern. Sekarang muncul pertanyaan,
apakah opening price itu harus sama nilainya dengan closing price pada hari sebelumnya?
Tidak! Tidak harus, dan kenyataannya sering terjadi bahwa opening price berbeda dengan
closing price pada hari sebelumnya. Ini seringkali terjadi bila melewati hari libur (Sabtu
dan Minggu) ada jika ada kejadian khusus. Ketidak samaan ini biasa disebut gap.

The Bullish Candlestick Formations


Ini semua adalah Bullish pattern. Beberapa diantaranya menandakan strong bullish
pattern. Sedikit panduan sederhana, apabila ditemukan formasi-formasi berikut maka
kemungkinan yang terjadi adalah sebuah trend bullish akan segera terjadi.
Hammer Anda pasti dapat menduga mengapa disebut hammer.
Hammer terjadi setelah trend menurun yang kuat. Jika terjadi setelah
trend menguat yang tajam maka disebut hanging man. Bentuknya seperti
bullish pattern dengan lowest price yang dalam serta tidak memiliki
highest price.

Piercing Line Candle pertama adalah bear candle yang panjang diikuti
bull candle yang juga panjang. Bull candle muncul dibawah bear candle
tetapi tidak sampai separuh dari bear candle.

Bullish Engulfing Lines Merupakan bullish pattern yang kuat dan


terjadi setelah downtrend yang cukup besar (dan biasanya merupakan
trend balik / reverse). Terjadi ketika bearish kecil disusul bullish yang
besar.

Morning Star Pattern seperti ini menandakan harga telah mencapai


titik bawah (support) yang potensial. Munculnya star (candle yang
ditengah) mengindikasikan akan terjadi trend balik bila diikuti bullish
pada candle berikutnya. Star dapat berupa bull candle atau bear candle.

Bullish Doji Star Star seperti ini menunjukan trend balik yang sifatnya
masih tidak pasti. Jika tidak ada indikator pendukung lainnya yang
memastikan trend akan berlangsung, disarankan untuk wait and see terlebih
dahulu.

Long Bearish Candle Bearish candle terjadi ketika harga dibuka dekat
pada highest price dan ditutup dekat pada lowest price.

Hanging Man Terjadi setelah uptrend yang signifikan. Terdiri dari dua
candle dengan lowest price yang jauh kebawah tanpa highest price. Pattern
seperti ini adalah kebalikan dari hamer pada bullish candlestick formation.

Dark Cloud Cover Merupakan bearish pattern . Akan lebih kuat


pengaruhnya apabila candle kedua muncul dibawah dari bullish candle
pertama.

Bearish Engulfing Lines Merupakan bearish pattern yang cukup kuat


apabila terjadi setelah uptrend dan merupakan reverse pattern. Terjadi setelah
bullish candle kecil diikuti bearish candle yang besar.

Evening Star Menunjukan bahwa harga sudah mencapai titik resistance


point-nya. Star (candle yang ditengah) menunjukkan kemungkinan terjadi
trend balik berupa bearish. Star dapat berupa bear candle atau pun bull
candle.

Doji Star Seperti pada bullish doji star, demikian doji star seperti ini
menunjukan bearish trend dengan periode yang tidak pasti. Diperlukan penguat
seperti evening star untuk memastikannya.

Shooting Star Merupakan trend balik minor. Star harus memiliki highest price
yang cukup panjang untuk dapat dikatakan shooting star.

Neutral Candlestick Formations


Formasi candlestick netral tidak menunjukkan uptrend maupun downtrend. Untuk
keadaan seperti ini disarankan wait and see.

Spinning Tops Benar-benar simetris dan jarak antar open dan close tidak terlalu
besar. Tidak ada kepastian apa yang akan terjadi setelahnya.

Doji Seperti Doji pada formasi bullish atau pun bearish. Posisi seperti ini
menandakan ketidak pastian trend yang akan terjadi serta periodenya.
Double Doji Nah untuk model double doji seperti ini kemungkinan yang akan
terjadi adalah breakout untuk ketidak pastian yang terjadi. Namun demikian
model breakout yang akan terjadi tetap tidak dapat dipastikan dari hanya formasi
ini. Harus ada pendukung lainnya.
Harami Model seperti ini mengindikasikan berkurangnya momentum trend
yang akan segera diikuti berakhirnya trend. Terdiri dari candle dengan ukuran
yang lebih kecil berada ditengah-tengah candle yang lebih besar sebelumnya.
Pada contoh disamping menandakan berakhirnya bullish trend karena bullish
disusul oleh bearish candle yang lebih kecil.
Reversal Candlestick Formations
Nah, formasi ini khusus untuk trend balik / reversal.

Long-legged Doji Sering menunujukkan titik balik. Terjadi ketika open dan
closing price adalah sama dengan highest dan lowest price relatif besar.

Dragonfly Doji Juga merupakan titik balik. Hanya saja disini menunjukkan
bahwa lowest price-nya jauh lebih besar dibanding highest price.

Gravestone Doji Open dan close serta lowest price adalah sama. Sementara
highest price jauh meninggi.

Stars Nah ini adalah bintang reverse. Posisinya berada diatas dari candle
sebelumnya yang berjenis sama. Seperti pada formasi lainnya, kondisi seperti ini
menunjukkan reversal trend mungkin terjadi.

Setelah saya bentangkan begitu banyak formasi, pastilah timbul pertanyaan dalam diri
Anda: Ada begini banyak formasi, bagaimana dapat saya gunakan secara efektif untuk
digunakan dalam ber-trading?
Jawabannya sederhana (meski tidak semudah menuliskannya disini). Sering-seringlah
digunakan dan melihat referensi!! Itu saja, maka Anda akan terbiasa. Dan yang perlu
diingat, konfirmasi hanya dengan membaca formasi seringkali menimbulkan false signal.
Perlu dukungan yang lebih kuat dengan keberadaan indikator lainnya. Hal lainnya lagi,
indikasi yang diberikan dalam candlestick formation biasanya hanyalah memberikan
indikasi trend dalam jangka waktu yang sangat pendek (tidak lebih dari 7 candle). Sulit
menentukan trend dalam jangka waktu panjang dengan candlestick.
Beberapa Indikator yang digunakan dalam Analisa Teknikal
Support & Resistance
Adalah tingkat ketahanan harga yang bergerak antara bullish (uptrend) dan bearish
(downtrend). Bullish mendorong harga-harga naik, dan bearish menurunkannya.
Penunjuk harga pada dasarnya bergerak menunjukkan sampai seberapa jauh harga
bergerak naik atau turun. Support adalah tingkat tahanan harga dibawah harga pasar saat
itu, dimana buying interest seharusnya bisa menguasai tekanan penjualan dan
mempertahankan harga agar tidak jatuh. Resistance adalah tingkat tahanan harga diatas
harga pasar saat itu, dimana tekanan penjualan seharusnya cukup kuat untuk menguasai
tekanan pembelian dan mempertahankan agar tdak terlalu tinggi. Ketika investor
mengharapkan perubahan, seringkali mereka lakukan dengan tiba-tiba. Catatan: breakout
diatas level resistance disertai dengan peningkatan yang signifikan di volume tersebut.
Perkembangan level support dan resistance kemungkinan merupakan kejadian yang
paling nyata dan terukur di chart harga. Penetrasi level support/resistance bisa dipicu oleh
perubahan fundamental diatas atau dibawah ekspektasi investor (contohnya: perubahan
pendapatan, manajemen, kompetisi dll.) atau oleh self-fullfilling prophecy (investor
melakukan pembelian saat harga naik). Penyebabnya tidak sesignifikan seperti efek new
expectations yang menuntun pada level harga baru

Supply and demand


Garis supply menunjukkan quantity (seperti: jumlah saham) dimana penjual akan
melakukan aksi pada harga yang diberikan. Ketika harga naik, quantity penjual juga
meningkat saat itu sehingga banyak investor ingin menjual pada harga tertinggi tersebut.
Garis demand menunjukkan jumlah saham dimana pembeli ingin membeli pada harga
yang diberikan. Ketika harga naik, quantity pembeli menurun saat itu sehingga sedikit
investor yang mau membeli pada harga yang tinggi
Pada harga yang diberikan, chart supply/demand menunjukkan berapa banyak pembeli
dan penjual. Di pasar terbuka, garis ini secara berkala berubah-ubah. Ekspektasi investor
dapat berubah dan juga harga yang ditunjukkan antara pembeli dan penjual masuk akal.
Breakout diatas level resistance merupakan bukti upward shift pada garis permintaan
dimana lebih banyak pembeli ingin membeli pada harga tinggi. Sama dengan kegagalan
support level menunjukkan bahwa garis supply telah berubah downward Fondasi dari
perangkat technical analis berdasarkan konsep supply/demand. Chart harga-harga untuk
instrument financial memberikan kita penglihatan yang lebih terhadap kegiatan ini.
Traders remorse
Mengikuti penetrasi level support/resistance, sangat umum bagi trader untuk
mempertanyakan level harga terbaru. Contohnya, setelah breakout diatas resistance level,
pembeli dan penjual bisa mempertanyakan validitas harga baru dan memutuskan menjual.
Hal ini menciptakan fenomena yang disebut traders remorse dimana harga-harga
kembali ke level support/resistance mengikuti breakout harga.
Price action karena periode remorse adalah krusial. 1 dari 2 hal bisa terjadi. Apakah itu
consensus dari ekspektasi dimana harga baru tidak bisa dijamin , dalam hal ini hargaharga akan bergerak mundur ke level sebelumnya; atau investor akan menerima harga
baru, dalam hal ini harga-harga akan terus bergerak searah penetrasi. Jika mengikuti
traders remorse, consensus ekspektasi terhadap harga terbaru yang lebih tinggi tidak
dijamin, bull trap (atau false breakout) klasik tercipta. Sentiment yang sama
menciptakan bear trap. Harga-harga jatuh dibawah level support sangat lama agar
downtrend berkurang (atau sell short) dan kemudian bounce back diatas level support
meninggalkan downtrend.
Cara yang paling baik untuk quantify ekspektasi mengikuti breakout adalah dengan
mengasosiasikan volume dengan breakout harga. Jika harga-harga menembus level
support/resistance dengan peningkatan yang besar pada volume dan periode trader
remors relative low volume, hal ini menunjukkan ekspektasi baru akan terjadi (minoritas
investor akan salah bertindak). Sebaliknya, jika breakout pada volume moderat dan
periode remorseful sedang dalam level peningkatan, hal ini menunjukkan sedikit sekali
ekspektasi investor berubah dan kembali ke ekspektasi aslinya. Resistance menjadi
support. Ketika level resistance berhasil ditembus, levelnya berubah menjadi level
support.

Resistance becomes support


Satu dari dua hal yang akan terjadi ketika harga instrument financial mendekati level
support/resistance. Di satu sisi, hal tersebut dapat bereaksi sebagai reversal point. Dengan
kata lain, ketika harga saham jatuh ke level support, harga akan naik kembali. Sementara
di sisi lain level support/resistance akan bergerak balik saat penetrasi. Contohnya, ketika
harga pasar jatuh dibawah level support, level support sebelumnya akan menjadi level
resistance sementara pasar kemudian kembali ke level sebelumnya
TREND LINES
Konsep trend sangat esensial pada pendekatan technical terhadap analisis pasar. Semua
perangkat yang digunakan oleh chartist- level support dan resistance, price pattern,
moving averages dan trend lines dan sebagainya- memiliki tujuan dasar dalam membantu
mengukur trend pasar untuk tujuan berpartisipasi dalam trend tersebut. Trend Lines:
Uptrend and Downtrend
TREND MEMILIKI 3 ARAH
Kebanyakan orang selalu berfikir pasar selalu mengenai uptrend atau downtrend.
Faktanya adalah pasar bergerak dalam 3 arah: keatas, kebawah, dan flat. Sangat penting
dikenal perbedaan ini agar paling tidak pada saat yang ketiga, harga-harga bergerak flat
atau datar. Tipe flat ini mencerminkan periode keseimbangan dalam level harga dimana
kekuatan supply dan demand dalam kondisi relative stabil. Hal ini mendefinisikan trend
gerakan menyamping (sideways trend) sebagai trendless market. Tipe perubahan ini
selalunya tidak konstan, berdasarkan berita dan rumor. Perubahan seperti ini akan
menciptakan trap pada bullish atau bearish market.
Ada 3 keputusan dalam menghadapi trader apakah akan long (beli), short (jual) atau
tidak melakukan apa-apa terhadap pasar. Ketika pasar naik, strategi pembelian sangat
disarankan. Ketika jatuh, pendekatan kedua sangat tepat. Walau bagaimanapun, ketika
pasar bergerak kesamping, pilihan ketiga-keluar dari pasar-biasanya merupakan
keputusan yang bijak.
Anda bisa melihat grafik, dengan merubah hari, atau minggu sebagai frame waktu,
chartist sebaiknya memutuskan arah dan durasi trend. Pasar dibentuk dari berbagai jenis
trend, dan pengenalan dari trend ini akan sangat menentukan sukses atau tidaknya
investasi jangka panjang/pendek.
Secara sederhana indikator dapat digolongkan menjadi 3 macam yaitu trendline indicator,
oscillator dan momentum indicator.
1. Trendline Indicator memiliki kegunaan utama untuk mengetahui trend yang sedang
terjadi dengan rentang periode yang ada (meskipun demikian trendline indicator dapat
juga digunakan untuk mengetahui hal lainnya seperti support dan resistance point, dsb).

2. Oscillator Indicator memiliki ciri yang khas yaitu memiliki rentang nilai yang
terbatas, biasanya 0-100. RSI, Stochastic oscillator merupakan contoh indikator jenis ini.
Biasanya digunakan untuk menentukan overbought dan oversold point yang pada
akhirnya akan memicu uptrend atau pun downtrend.
3. Momentum Indicator digunakan untuk mengetahui seberapa cepat akselarasi sebuah
trend sehingga kita dapat mengetahui seberapa lama trend tersebut akan berlangsung.
Moving Averages
Moving Averages adalah salah satu teknikal indicator serba guna dan yang paling umum
digunakan, karena cara terbentuknya dan fakta bahwa sangat mudah dihitung dan di uji.
Moving Averages adalah basis sistem untuk banyak trend mechanical. Pada dasarnya
trend yang mengikuti pasar, oleh karena itu hanya memberitahukan kepada kita trend
yang terjadi setelah fakta
Untuk mengetahui pergerakan selama 50 hari pada penutupan harga, harga selama 50 hari
kebelakang ditambahkan keatas dan totalnya dibagi 50. Istilah bergerak/moving
digunakan karena hanya harga selama 50 hari yang digunakan pada kalkulasi, untuk itu
the body of the data di rata-ratakan bergerak maju setiap hari perdagangan baru. Catatan,
average yang bergerak tidak bisa dihitung sebelum memiliki data periode n. Contohnya
, kita tidak bisa menampilkan average pergerakan selama 50 hari sebelum hari ke 50 dari
chart.
Moving Averages yang paling umum adalah average hari 20,30,50,100 dan 200. Setiap
Moving Average menyediakan interpretasi yang berbeda terhadap apa yang akan
dilakukan instrument harga. Tidak selalu hanya ada satu frame waktu. Moving Averages
dengan time span yang berbeda-beda menceritakan cerita yang berbeda-beda. Semakin
pendek time span, semakin sensitive Moving Averege terhadap perubahan harga.
Semakin panjang time span, sedikit sensitive atau semakin lembut Moving Average.
Moving Averages digunakan untuk menegaskan arah trend dan kelembutan harga dan
fluktuasi volume atau noise yang bisa membingungkan interpretasi.
Beberapa tipe Moving averages didalam chart:

Simple Moving Average (SMA)

Exponential Moving Average (EMA)

Smoothed Moving Average (SMMA)

Linear Weighted Moving Average (LWMA)

Jika anda memiliki pertanyaan, Silahkan simak halaman FAQ. Untuk informasi lebih
lanjut anda dapat menghubungi saya melalui halaman Hubungi Saya. Anda juga dapat
telepon & sms ke 0811602466 atau email ke info@investasi-saham.com Untuk memulai

investasi di pasar modal, Silahkan anda simak halaman Download & Registrasi serta
mendownload formulir pembukaan rekening di sini.
http://www.investasi-saham.com/?page_id=51

Candlestick
What Does Candlestick:
Candlestick adalah metode yang dikembangkan oleh Homma Munahesa pada abad ke 16
di Jepang. Sedangkan orang yang mempopulerkan grafik candlestick di dunia barat yaitu
Steven Nison. Grafik candlestick menampilkan harga pembukaan, harga tertinggi, harga
terendah, dan harga penutupan. Berikut ini bentuk-bentuk dasar dari candlestick:

What Does Candlestick Mean?


A price chart that displays the high, low, open, and close for a security each day over a
specified period of time.

Explains Candlestick
There are many trading strategies based upon patterns in candlestick charting.
What Does Bullish Engulfing Pattern Mean?

A chart pattern that forms when a small black candlestick is followed by a large white
candlestick that completely eclipses or "engulfs" the previous day's candlestick. The
shadows or tails of the small candlestick are short, which enables the body of the large
candlestick to cover the entire candlestick from the previous day. Explains Bullish
Engulfing Pattern-->>As implied in its name, this trend suggests that the bulls have
taken control of a securitys price movement from the bears. This type of pattern usually
accompanies a declining trend in a security, suggesting that a low or end to a security's
decline has occurred. However, as usual in candlestick analysis, the trader must take the
preceding and following days' prices into account before making any decisions regarding
the security.
What Does Bullish Belt Hold Mean?

A trend in candlestick charting that occurs during a downward movement. After a stretch of bearish
candlesticks, a bullish or white candlestick forms. The opening price, which becomes the low for the day, is

significantly lower then the closing price. This results in a long white candlestick with a short upper
shadow and no lower shadow. Explains Bullish Belt Hold-->>The bullish belt hold often signals a reverse
in investor sentiment from bearish to bullish. Since this trend occurs frequently but is often incorrect in
predicting future share prices, it is rarely perceived to be useful. As with any other candlestick charting
patterns, more than just two days of trading should be considered when making predictions about trends.
What Does Bearish Belt Hold Mean?

A candlestick p
attern
that forms during an upward trend. This is what happens in the pattern: following a
stretch of bullish trades, a bearish or black candlestick occurs; the opening price, which
becomes the high for the day, is higher than the close of the previous day; the stock price
declines throughout the day, resulting in a long black candlestick with a short lower
shadow and no upper shadow. Explains Bearish Belt Hold-->>This pattern often signals
a reverse in investor sentiment from bullish to bearish. However, the bearish belt hold is
not considered very reliable as it occurs frequently and is often incorrect in predicting
future share prices. As with any other candlestick charting method, more than two days of
trading should be considered when making predictions about trends.
What Does Bearish Harami Mean?

A trend indicat
ed by a large candlestick followed by a much smaller

candlestick whith a that body is located


within the vertical range of the larger candle's body. Such a pattern is an indication that

the previous upward trend is coming to an end. Investopedia explains Bearish Harami->>A bearish harami may be formed from a combination of a large white or black
candlestick and a smaller white or black candlestick. The smaller the second candlestick,
the more likely the reversal. It is thought to be a strong sign that a trend is ending when a
large white candle stick is followed by a small black candlestick.
What Does Bullish Harami Mean?

A candlestick
chart pattern in which a large candlestick is followed by a smaller candlestick whose
body is located within the vertical range of the larger body. In terms of candlestick colors,
the bullish harami is a downtrend of negative-colored (black) candlesticks engulfing a
small positive (white) candlestick, giving a sign of a reversal of the downward trend.
Investopedia explains Bullish Harami -->>Because the bullish harami indicates that the
falling trend (bearish trend) may be reversing, it signals that it's a good time to enter into
a long position. The smaller the second (white) candlestick, the more likely the reversal

What Does Harami Cross Mean?


A trend indicated by a large candlestick followed by a doji that is located within the top
and bottom of the candlestick's body. This indicates that the previous trend is about to
reverse. Investopedia explains Harami Cross--->>A Harami cross can be either bullish
or bearish, depending on the previous trend. The appearance of a Harami Cross, rather
than a smaller body, increases the likelihood that the trend will reverse.

What Does Doji Mean?


A name for candlesticks that provide information on their own and also feature in a
number of important patterns. Dojis form when a security's open and close are virtually
equal. Explains Doji--->>A doji candlestick looks like a cross, inverted cross, or plus
sign. Alone, doji are neutral patterns.

What Does Dragonfly Doji Mean?

A type of candlestick pattern that signals indecision among traders. The pattern is formed
when the stock's opening and closing prices are equal and occur at the high of the day.
The long lower shadow suggests that the forces of supply and demand are nearing a
balance and that the direction of the trend may be nearing a major turning point. Explains
Dragonfly Doji--->>A dragonfly doji pattern is a relatively difficult chart pattern to find,
but when it is found within a defined trend it is often deemed to be a reliable signal that
the trend is about to change direction. As you can see from the chart, on the day of the
dragonfly doji (shown within the black box), traders realize that the price was sold down
to unjustifiably low levels so they send the price back up to where the stock opened. The
close near the day's open suggests that demand is again starting to outweigh supply.
What Does Long-Legged Doji Mean?
A type of candlestick formation where the opening and closing prices are nearly equal
despite a lot of price movement throughout the trading day. This candlestick is often used
to signal indecision about the future direction of the underlying asset. Explains LongLegged Doji-->>Long-legged doji candles are deemed to be the most significant when
they occur during a strong uptrend or downtrend. The long-legged doji suggests that the
forces of supply and demand are nearing equilibrium and that a shift in the direction of
the trend may be coming. (maaf Blom bisa tampilkan gambar)
What Does Gravestone Doji Mean?
A type of candlestick pattern that is formed when the opening and closing price of the
underlying asset are equal and occur at the low of the day. The long upper shadow
suggests that the day's buying buying pressure was countered by the sellers and that the
forces of supply and demand are nearing a balance. This pattern is commonly used to
suggest that the direction of the trend maybe be nearing a major turning point. Explains
Gravestone Doji-->>A gravestone doji pattern is a common reversal pattern used by
traders to suggest that a bullish rally or trend is about to reverse. It can also be found at
the end of a downtrend, but this version is much more rare. As you can see from the
chart, on the day of the gravestone doji (shown within the black box), bearish traders

realized that the price was pushed up to unjustifiably high levels so they send the price
back up to where the stock opened. The close near the day's low suggests that supply is
starting to outweigh demand again.

What D
oes Star Mean?
1. A type of candlestick formation that is identified when a small bodied-candle is
positioned above the price range of the previous candle as a result of a gap in the
underlying assets price
2. One of the four categories (quadrants) of the BCG growth-share matrix that represents
the division within a company that has a large market share in a rapidly expanding
industry. -->>Explains Star
1. Small bodied candles in the star position often suggest that market participants are
becoming indecisive and that the strength of the current trend could be reversing. For a
valid star pattern, most traders will watch for small bodied candles to follow a large
bodied candle because this setup generally leads to a higher probability of a true trend
reversal than when the body of the first candle is small.
2. A star requires investment capital to expand continually within a fast growing industry,
thus maintaining its advantage. Should the industry mature with the star positioned as a
leader, the star will transform into a cash cow.

What Does Shooting Star Mean?

A type of candlestick formation that results when a security's price, at some point during
the day, advances well above the opening price but closes lower than the opening price.
Explains Shooting Star-->>In order for a candlestick to be considered a shooting star,
the formation must be on an upward or bullish trend. Furthermore, the distance between
the highest price for the day and the opening price must be more than twice as large as
the shooting star's body. Finally, the distance between the lowest price for the day and the
closing price must be very small or nonexistent.
What Does Evening Star Mean?

A bearish candlestick pattern consisting of three candles that have demonstrated the
following characteristics:
1. The first bar is a large white candlestick located within an uptrend.
2. The middle bar is a small-bodied candle (red or white) that closes above the first white
bar.
3. The last bar is a large red candle that opens below the middle candle and closes near
the center of the first bar's body.

As shown by the chart below, this pattern is used by traders as an early indication that the
uptrend is about to reverse. Explains Evening Star-->>Evening star formations can be
useful in determining trend changes, particularly when used in conjunction with other
indicators. Many traders use price oscillators and trendlines to confirm this candlestick
pattern.
What Does Morning Star Mean?

A bullish candlestick pattern that consists of three candles that have demonstrated the
following characteristics:
1. The first bar is a large red candlestick located within a defined downtrend.
2. The second bar is a small-bodied candle (either red or white) that closes below the first
red bar.
3. The last bar is a large white candle that opens above the middle candle and closes near
the center of the first bar's body.
As shown by the chart, this pattern is used by traders as an early indication that the
downtrend is about to reverse. Explains Morning Star-->>A morning star pattern can be
useful in determining trend changes, particularly when used in conjunction with other
technical indicators. Many traders also use price oscillators such as the MACD and RSI
to confirm the reversal.
What Does Tri-Star Mean?

A type of candlestick pattern that signals a reversal in the current trend. This pattern is
formed when three consecutive doji candlesticks appear at the end of a prolonged trend.

The chart below illustrates a bearish tri-star pattern at the top of the uptrend and is used to
mark the beginning of a shift in momentum. Explains Tri-Star-->>
A single Doji candlestick is an infrequent occurrence that is used by traders to suggest
market indecision. Having a series of three consecutive doji candles is extremely rare, but
when it is discovered, the severe market indecision generally leads to a sharp reversal of
the given trend. The "three stars" pattern can also be used to signal the reversal of
downward momentum when the pattern is formed at the end of a prolonged downtrend.
What Does Hammer Mean?

A price pattern in candlestick charting that occurs when a


security trades significantly lower than its opening, but rallies later in the day to close
either above or close to its opening price. This pattern forms a hammer-shaped
candlestick. Explains Hammer-->>A hammer occurs after a security has been declining,
possibly suggesting the market is attempting to determine a bottom.
The signal does not mean bullish investors have taken full control of a security, it simply
indicates that the bulls are strengthening.
What Does Bullish Abandoned Baby Mean?

A type of candlestick pattern that is used by traders to signal a reversal in the current
trend. This pattern is formed by three distinct candlesticks that show the following
characteristics:
1. The first bar is a large red candlestick located within a defined downtrend.
2. The second bar is a doji candle (open equal to the close) that gaps below the close of
the first bar.
3. The last bar is a large white candle that opens above the second bar and is used to show
the change in trader sentiment.
As you can see from the chart below, the pattern is a charting signal that the downtrend is
about to reverse. Explains Bullish Abandoned Baby-->>The bullish abandoned baby is a
rare, but reliable, candlestick pattern that is useful in determining changes to a dominant
downtrend. The accuracy of the reversal signal is greatly improved when it is used in
conjunction with other technical indicators such as the MACD and RSI to confirm the
reversal.
What Does Bearish Abandoned Baby Mean?

A type of candlestick pattern that is used by traders to signal a


eversal in the current uptrend. This pattern is formed by three distinct candlesticks that
show the following characteristics:
1. The first bar is a large white candlestick located within a defined uptrend.
2. The second bar is a doji candle (open equal to the close) that gaps above the close of
the first bar.
3. The last bar is a large red candle that opens below the second bar and is used to show
the change in trader sentiment.
As you can see from the chart below, the pattern is a charting signal that the uptrend is
about to reverse. Explains Bearish Abandoned Baby-->>The bearish abandoned baby is
a rare but reliable candlestick pattern that is useful in determining changes to a dominant
uptrend. The accuracy of the reversal signal is greatly improved when it is used in
conjunction with other technical indicators, such as the MACD and RSI, to confirm the
reversal.
What Does Piercing Pattern Mean?

A technical trading signal that is marked by a closing down day with a good-sized trading
range, followed by a trading gap (drop) lower the following day that covers at least half
of the upward length of the previous day's real body (the range between the opening and
closing prices), and then closes up for the day. A piercing pattern often signals the end of
a small to moderate downward trend. Explains Piercing Pattern-->>A piercing pattern
can serve as an indicator that it is time to either buy a stock or close out short positions
because the stock may be trending upward soon. It should not, however, be used as a
stand-alone indicator, but should be compared against other bullish and bearish
indicators.
What Does Thrusting Line Mean?
In technical analysis, the bearish or bullish thrusting line serves as a continuation
indicator, adding evidence that a stock will continue its current price trend. The visual
depiction of this pricing trend using candlestick graphs shows the second day of trading
closing the opposite direction of the first, but failing to break through the midpoint of the
real body (the range between the opening and closing prices). Explains Thrusting Line->>The thrusting line is considered a weak confirmation of a directional trend, and should
not be the lone basis for a decision in technical analysis. It should be further confirmed in
subsequent days with additional bearish or bullish signals

How To Read Candle Stick


http://trend-traders.com/?p=588
Candlestick merupakan salah satu metode charting dalam Teknikal analisis dengan
menggunakan 4 komponen harga yaitu : Harga Open, Harga Close, Harga High, & Harga
Low pada suatu periode waktu tertentu.
Bentuk dasar dari candlestick adalah sebagai berikut

Candle Construction
- Bullish Candle = Suatu Candle disebut sebagai bullish candle ketika harga Close > dari
harga open.
- Bearish Candle = Suatu Candle disebut sebagai bearish candle ketika harga Close < dari
harga open.
Real body dapat digunakan untuk membaca kondisi psikologis yang sedang terjadi dalam
market.
Pada umumnya satu candlestik menggambarkan pergerakan harga dalam satu waktu
tertentu (time frame). Jika kita buka chart daily berarti satu bentuk candle mewakili
pergerakan harga dalam satu hari. Jika kita buka chart 1 menit berarti satu candle
mewakili pergerakan harga dalam 1 menit.
Jenis-Jenis Candlesticks

Candlesticks
a. Long Day
Biasanya ketika terbentuk candle jenis ini diikuti oleh volume yang besar, candle
denganb entuk seperti ini menunjukkan sedang terjadi strong buy/selldi market. Titik
tentah/ harga tengah/mid point dari candle ini dapat digunakan sebagai support/resistance
b. Doji
Doji merupakan indikasi bahwa dalam kondisi lelah, biasanya harga open=close atau
hampir sama
c. Spinning Top
Candle dengan bentuk ini memberikan implikasi bahwa trend yang terjadi sudah mulai
melemah. Biasanya ditandai dengan real body yang kecil.
d. High Wave
Memiliki bentuk hampir mirip dengan spinning top tapi biasanya memiliki long shadows.
Candle dengan bentuk ini biasanya mengindikasikan bahwa market sedang dalam kondisi
yang bingung
1. DOJI
Doji merupakan salah satu bentuk candle yang cukup populer. Karena Doji seringkali
mengindentifikasikan reversal (pembalikan arah trend).

Doji
Doji memberi indikasi awal bahwa market sedang lelah. biasanya harga open sama
dengan harga close atau berdekatan dengan harga close
Berikut contoh palikasi Doji pada grafik

Doji 1
Ketika Doji terbentuk pada titik 1,2,3,4 & 5 market selanjutnya cenderung bergerak
sideways. Peluang buy / long ketika stelah terbentuk doji harga mampu breakout dari
range sideways nya. Doji yang terbentuk pada kasus ini memberikan indikasi trend
contuniation

Doji 2
Pada pergerakan selanjutnya terjadi doji di ujung trend dan market tidak mampu
melakukan break high dan selanjutnya market bergerak turun. Doji yang terbentuk pada
kasus ini memberikan indikasi trend reversal.
Ketika dalam kondisi market sideways doji dapat digunakan sebagai support &
Resistance, atau untuk acuan breakout dari range

Doji 3
Doji yang terbentuk dalam kondisi sideways, dapat digunakan sebagai potensial support /
resistance. Pada kasus dibawah ini setelah harga bisa break dari range..akhirnya harga
bergerak turun

Doji 4
How To Read Candle Stick
Seringkali dihadapkan cara pembacaan candle stick yang cukup membingungkan dan
ribet. Apa yang sedang terjadi di market dan sebagainya. Candlestick mengambarkan
peperangan antara buyer dan seller. Siapa yang menang dan kalah dalah suatu periode
candle stick sudah tercermin dalam bentuk candle stick itu sendiri.Cara Pembacaan
sederhana bisa dimulai dari tiga jenis candle ini
a. Short Candle

b. Long wicks

c. Long candle

Dari sekian banyak formasi candlestick yang ada dibuku-buku. Hanya beberapa yang
saya anggap powerfull dan memiliki reward ratio yang tinggi. Diantaranya adalah
sebagai-berikut.
1. Spinning Top
Secara sederhana pattern ini menandakan bahwa market sedang bingung mencari arah
selanjutnya apakah akan reversal atau contuniation

2. The Shooting
Stars
Menunjukkan adanya tekanan kuat dari buyer untuk menaikkan harga, tetapi pada
akhirnya seller berhasil memenangkan pertempuran dah harga kembali turun.
Mengindikasikan reversal trend dari bullish menjadi bearish

aplikasinya

Hammer
Menunjukkan adanya tekanan kuat dari seller untuk menurunkan harga, tetapi pada
akhirnya buyer mampu mengontrol posisi dan menjadi pemenang pada akhir sesi
biasanya mengindikasikan adanya reversal trend dari bearish menjadi bullish

Aplikasinya

4. Inverted Hammer
Bentukknya kebalikan dari hammer tapi memberikan signal reverdal yang sama dari
bearish menjadi bullish