Anda di halaman 1dari 33

STROKE

PATOFISIOLOGI,
DIAGNOSIS,
TATALAKSANA
Dr. Ashwin M. Rumawas, SpS
SMF. Neurologi
RSUP Persahabatan

PENGERTIAN


Kerusakan otak karena abnormalitas suplai
darah ke otak
Defisit neurologis fokal / globak menetap >
24 jam, yang disebabkan oleh faktor
vaskuler
< 24 jam : TIA (transient Ischemic Attack)
> 24 jam – 1 minggu : RIND (Reverse
Ischemic, Neurologic Deficit)

JENIS-JENIS STROKE

SROKE ISKEMIK ( 80%)
 Emboli (30%)




Jantung (AF, sindr. Coroner akut, kelainan katup
jantung)
Carotis (stenosis a. carotis comm, a. carotis interna)
Emboli pemb darah intrakranial.
Emboli dari tempat jauh (deep vein thrombosis,
trombosis arteri)

Thrombosis (30%)
Kelainan pemb. Darah kecil (20%)

 STROKE HEMORAGIK ( 20%)  15% Hematoma intracerebral primer (ICH). hipertensi. Kadang disertai perdarahan intraventrikel (IVH). paling sering karena mikroaneurisma.  5% perdarahan subarachnoid (SAH) spontan karena makroaneurisma Berry .

Kasus jarang :  Hipotensif stroke  karena hipotensi. henti jantung  Thrombosis vena intrakranial Data di Indonesia (skala kecil) : iskemik : perdarahan hampir 1 : 1  .

.

.

Perdarahan subarachnoid .

thrombositosis. genetik Modifiable :  Mayor :       Hipertensi DM Merokok Riw stroke / TIA sebelumnya Kelainan jantung (AF. jenis kelamin. MCI / CAD. kelainan katup) Minor :      Alkohol Dislipidemia Hiperkoagulasi. ras. polisitemia.FAKTOR RISIKO  Unmodifiable :   Usia. kel darah lain Riw pemakaian obat kontraseptif / hormonal Hiperhomosisteinemia. dll .

defisit langsung maksimal  Trombosis : “stroke in evolution”  Perdarahan : sering kesadaran jauh menurun. perburukan cepat. Tergantung lokasi otak yang terkena Klasifikasi BAMFORD  Total anterior circulation infarct  Partial anterior circulation infarct  Posterior circulation infarct  Lacunar infarct .GAMBARAN KLINIK    Mendadak (dalam 24 jam) Onset detik s/d jam  Emboli : paling mendadak.

.

.

.

TOTAL ANTERIOR CIRCULATION STROKE  Total arteri karotis media  Hemiparesis  Hemianopia homonim  Afasia global (hemisfer dominan)  Hemineglect (hemisfer nondominan)  Inkontinensia PARTIAL ANTERIOR CIRCULATION STROKE  1 atau lebih cabang arteri karotis media  Afasia sensorik  Afasia motorik  Apraksia konstruksional  Kelemahan 1 tungkai atau tungkai lebih berat dari lengan .

dll. locked in syndrome  Gangguan cerebellar (ggn keseimbangan : dizziness. cranialis yang “terisolasi” . disartria LACUNAR  Hemiparesis murni  Hemihipestesi / hemiparestesi murni  Disartria murni. diplopia. vertigo)  Perioral numbness (kesemutan sekitar mulut)  Nistagmus.POSTERIOR CIRCULATION STROKE  Hemihipestesi / hemiparesis alternans Nn cranialis  Gangguan memori  Gangguan batang otak  Kelumpuhan saraf otak.  Ggn N. ataxia. gangguan gerak mata.

HOMUNCULUS .

Traktus kortikospinal .

Traktus spinothalamicus .

.

.

muntah proyektil Penurunan / perubahan kesadaran TD naik. fotofobia  Tanda rangsang meningeal : kaku kuduk  Komplikasi : hidrosefalus. .PERDARAHAN INTRASEREBRAL  Lesi kecil menyerupai infark luas  Umumnya disertai gejala tekanan intrakranial meningkat :      Nyeri kepala kuat Mual / muntah. vasospasme. Nadi turun Lesi di kortikal : bisa kejang PERDARAHAN INTRAVENTRIKEL  Sering dari ICH yg masuk ke ventrikel  Komplikasi : hidrosefalus PERDARAHAN SUBARACHNOID  Spontan atau dari IVH yg masuk ke subarachnoid  Nyeri kepala sangat kuat.

lokalisasi +  4 : lokalisasi –  3 : dekortikasi : lengan fleksi. tak tersusun kalimat  2 : suara erangan  1 : tak bersuara .PENILAIAN TINGKAT KESADARAN GCS : Glasgow Coma Scale E : eye (buka tutup mata)  4 : buka mata spontan / menurut perintah verbal  3 : buka mata dgn perintah & rangsangan ringan  2 : buka mata dengan rangsang nyeri kuat  1 : tak berespon M : motorik  6 : bergerak spontan  5 : bergerak krn rangsang nyeri. kalimat. pemahaman/orientasi baik  4 : kata-kata spontan. pemahaman/orientasi buruk  3 : kata-kata. tungkai ekstensi  2 : deserebrasi : lengan dan tungkai ekstensi  1 : tak ada gerakan V : verbal  5 : kata-kata spontan. kalimat.

Aman pakai cairan elektrolit normoosmolar (NaCl 0. operasi dekompresi . O2. atasi hipotensi Atasi peningkatan TIK   Posisi kepala 15-30o. RL) atau dextrosa murni (D5. cegah aspirasi Perbaiki sirkulasi. terbuka. diuretik lain Balans seimbang sampai sedikit negatif Bila memungkinkan : fasilitas hiperventilasi (ventilator). leher jangan tertekuk Cairan infus jangan hipotonus (2A. D10).9%)     Perhatikan osmolaritas sediaan harus mendekati osmolaritas darah (310 mOsm/l) Cairan diuretik hiperosmolar (manitol).PRINSIP TATALAKSANA    Jaga jalan nafas.

kejang makin lama  kerusakan otak makin luas. Obat anti kejang : diazepam. lorazepam. fenitoin. Atasi suhu tinggi :     Prinsip : suhu tinggi  hipermetabolisme  kerusakan otak ↑ Kompres es / alkohol Antipiretik Atasi kejang. Hatihati dlm penyuntikan IV . clonazepam. dll. Golongan benzodiazepin : depresi nafas. valproat.

diastolik > 100 mmHg . diastolik <80 mmHg Prehipertensi : sistolik 120-139 mmHg. diastolik 90-99 mmHg Hipertensi st 2 : sistolik > 160 mmHg. diastolik 80-89 mmHg Hipertensi st 1 : sistolik 140-159 mmHg.PENGGOLONGAN HIPERTENSI menurut 7th Joint National Committee Report (JNC-VII)     Normal : sistolik <120 mmHg.

kalsifikasi aorta. . digunakan sediaan IV (titrasi). Tatalaksana hipertensi  STROKE ISKEMIK AKUT  TD jangan diturunkan kecuali :     STROKE HEMORAGIK AKUT    Sistole > 220 mmHg atau diastole > 120 mmHg Ada tanda-tanda hiperensi lama (LVH. ginjal) TD bisa diturunkan sampai level hipertensi St I Jangan gunakan nifedipin sublingual atau sediaan sublingual lainnya. dan telah diterapi obat anti hipertensi sebelumnya secara rutin Ada kelainan target organ lain (jantung. ca antagonis. retinopati / fundus hipertensif). Gunakan yang long acting. beta blocker. angiotensin reseptor blocker. kecuali pada hipertensi emergency. Pilihan obat antihipertensi : ace inhibitor.

. gula darah harus diturunkan dengan menggunakan insulin. infeksi. retinopati DM. Tatalaksana hiperglikemi pada stroke akut.    Hiperglikemi pada stroke akut seringkali merupakan hiperglikemi reaktif (pada pasien non DM). trombosis arteri/vena. nefropati DM. gula darah akan turun sendiri dalam < 24 jam Pada hiperglikemi yang menetap > 24 jam atau pada riwayat DM yang terkontrol dengan OAD atau tak terkontrol. Hati-hati penyulit DM lain : ganggren DM.

mukolitik. gagal jantung  emboli. fisioterapi Keganasan : sering menimbulkan hiperkoagulasi dan trombositosis  stroke trombosis. . chronic kidney disease. kelainan katup. Cegah dengan fisioterapi dini. Faktor risiko dan penyulit lain harus diatasi secara komprehensif :      Kelainan jantung : atrial fibrilasi. hipoperfusi Kelainan ginjal : acute renal failure. infark miokard. Imobilisasi/disabilitas  pencetus deep vein thrombosis  trombosis ulang. Atasi dg antibiotik adekuat. emboli pulmonal. berhub dgn dehidrasi. nefropati DM. Kelainan paru : pneumonia krn disabilitas / imobilisasi.

warfarin. . MgS04. dll Antioksidan Antihiperlipidemia : statin (neuroprotektor). low molecular weight heparin. nicergolin. clopidogrel. coumarin. cilostazol. dll. Indikasi tu stroke emboli. Medikamentosa lain :  Antitrombosis :        Antiplatelet : as salisilat. Indikasi tu stroke trombosis. Antikoagulan : heparin. dipiridamol. piracetam. Sebaiknya jangan digabung antiplatelet dan antikoagulan. Hati-hati pemberian antikoagulan pada orang tua : bahaya perdarahan spontan. Neuroprotektor : citicholin.

ancaman herniasi. IVH) dgn tanda2 TIK ↑. Operatif :  Iskemik luas atau hemoragik (ICH. perdarahan cerebellum. penurunan kesadaran progresif. dan dinilai prognostik lebih baik dgn tindakan operatif .

rangsang regenerasi saraf Miring kanan – kiri : tiap 2 jam Chest fisioterapi : utk melepaskan dahak Latihan menelan : cegah aspirasi. Bladder training : pd pemakaian folley kateter yang ingin dilepas. Perhatikan TD / N. Kateter diklem intermitten. Gerakan pasif / aktif pada ekstremitas yg lumpuh  cegah disuse atrofi. Mulai dgn makanan setengah padat  cairan kental. Speech terapi  utk pasien afasia . Terapi suara / musik. Fisioterapi.          Dilakukan sedini mungkin. dilakukan bertahap Dimulai dengan fisioterapi pasif  aktif.

emboli paru Cegah hipoalbuminemia Cegah atrofi disuse. Manfaat fisioterapi :        Cegah dekubitus Cegah pneumonia ortostatik. ISK Cegah deep vein thrombosis. Cegah osteoporotik karena imobilisasi Rangsang regenerasi saraf pusat dan saraf perifer .

THANK YOU for your attention .