Anda di halaman 1dari 14

Laporan Kasus Varicella

BAB I
STATUS PASIEN
I. IDENTITAS PASIEN
Nama
: An. S
Umur
: 3 tahun
Jenis kelamin
: Perempuan
Agama
: Islam
Suku
: Jawa
Alamat
: Jl.A gg.III,Jakarta Pusat
Tanggal Periksa
: 18 November 2014
II.ANAMNESIS
Dilakukan secara alloanamnesis pada tanggal 18 November 2014.
Keluhan Utama

:Lenting-lenting berisi cairan jernih yang tersebar ke seluruh


tubuh.

Keluhan Tambahan
: Gatal pada lenting-lenting
Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien datang dengan keluhan timbul lenting-lenting berisi air sejak satu hari yang lalu.
Awalnya, ibu pasien melihat anaknya menggaruk garuk daerah punggung. Kemudian ibu
pasien melihat daerah punggung anaknya dan menemukan lenting lenting berisi air pada
punggung pasien. Pada keesokan harinya,ibu pasien mengatakan lenting - lenting berisi air
menyebar ke bagian dada,punggung, lengan, kaki, mukosa bibir bawah dan belakang telinga
sebelah kiri anaknya. Ibu pasien mengatakan keluhan tersebut juga disertai demam tidak terlalu
tinggi dan sedikit mual. Ibu pasien mengatakan hal ini baru dialami pertama kali oleh
anaknya.Menurut ibu pasien, kakak pasien baru saja sembuh dari cacar air satu minggu yang
lalu. Ibu pasien mengatakan belum pernah imunisasi cacar untuk kedua anaknya tersebut.
Riwayat Penyakit Dahulu
Tidak ada.
Riwayat Penyakit Keluarga
Kakak pasien baru saja sembuh dari cacar air satu minggu yang lalu
III.
STATUS GENERALIS
Keadaan Umum

: Baik

Kesadaran

: Compos Mentis

Tanda vital

-1-

Laporan Kasus Varicella


Tekanan darah

: tidak dilakukan

Nadi

: 100 x /menit

Pernafasan

: 20 x / menit

Suhu

: 380C

BB

: 12 kg

Kepala

: Normocephali

Mata

: Konjungtiva anemis (-/-), Sklera Ikterik (-/-)

Tenggorokan

: Faring hiperemis

Leher

: Pembesaran KGB (-/-)

Paru

: Bunyi nafas vesikuler, Rhonki -/-, Wheezing -/-

Jantung

: Bunyi jantung I-II regular, murmur (-), gallop (-)

Abdomen

: Datar, supel. Hepar dan Lien tidak ada pembesaran, bising usus (+)
normal

Ekstrimitas

: Akral hangat, edema (-/-)

IV. STATUS DERMATOLOGIKUS


Regio
: regio dada, punggung, lengan, kaki, mukosa bibir bawah dan belakang telinga
sebelah kiri. (generalisata)
Efloresensi : Tampak vesikel-vesikel berukuran lentikuler dengan dasar eritematosa, dan
jumlahnya multipel

-2-

Laporan Kasus Varicella

PUNGGUNG

LENGAN KIRI dan KAKI


KIRI

LENGAN KANAN dan KIRI

-3-

Laporan Kasus Varicella

V.RESUME
Pasien An.S perempuan 3 tahun, datang dengan keluhan timbul lenting-lenting berisi air
sejak satu hari yang lalu. Pasien merasa gatal di daerah punggung dan menemukan lenting
lenting berisi air pada punggung pasien. Keesokan harinya, lenting - lenting berisi air
menyebar ke bagian dada, lengan, kaki dan belakang telinga sebelah kiri. Keluhan tersebut
juga disertai demam tidak terlalu tinggi dan sedikit mual. Keluhan ini baru dialami pertama
kali dan belum pernah imunisasi cacar. Kakak pasien baru saja sembuh dari cacar air satu
minggu yang lalu.

Pada status generalis, tidak ditemukan kelainan. Pada status

dermatologikus, Tampak vesikel-vesikel berukuran lentikuler dengan dasar eritematosa, dan


jumlahnya multipel pada regio dada, punggung, lengan, kaki, mukosa bibir bawah dan
belakang telinga sebelah kiri.
VI.DIAGNOSIS KERJA
Varicella
V. DIAGNOSIS BANDING
Tidak ada
IX.

PEMERIKSAAN ANJURAN
Tidak ada

VI.
PENATALAKSANAAN
Non-medikamentosa:
1. Menjelaskan kepada ibu pasien agar jangan mengaruk dan memecahkan lenting-lenting
tersebut karena dapat menimbulkan bekas luka garukan di kulit. Menaburkan bedak pada
lenting.
2. Jaga kebersihan badan dengan tetap mandi walaupun masih banyak terlihat lentinglenting. Jangan menggosokkan handuk terlalu kencang.
3. Pasien dianjurkan untuk istirahat dirumah, mengindari kontak dengan kerabat selama
beberapa hari untuk mencegah penularan.

Medikamentosa:
-4-

Laporan Kasus Varicella


Sistemik:

Acyclovir (5mg/kgBB/x) BB = 12 kg 60 mg. Dosis pemberian : 4 x 60 mg/hari


(selama 5 hari).

CTM (0.25 mg/kgBB/hari) BB = 12 kg 3 mg / hari. Dosis pemberian : 3 x 1 mg/


hari (selama 5 hari).
o Kedua obat dibuat dalam sediaan puyer.

Topikal :

VII.

Bedak salisil 2%, taburkan 2x/hari pada lenting yang belum pecah.
Gentamisina Sulfat Cream 1%, oleskan 2x/hari pada bekas lenting yang pecah.

PROGNOSIS

Quo ad vitam

: bonam

Quo ad fungtionam

: bonam

Quo sanationam

: bonam

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
VARICELLA
DEFINISI
Varicella (Cacar Air) adalah penyakit infeksi yang umum yang biasanya terjadi pada
anak-anak dan merupakan akibat dari infeksi primer Virus Varicella Zoster. Varicella pada anak,
mempunyai tanda yang khas berupa masa prodromal yang pendek bahkan tidak ada dan dengan

-5-

Laporan Kasus Varicella


adanya bercak gatal disertai dengan papul, vesikel, pustula, dan pada akhirnya, crusta, walaupun
banyak juga lesi kult yang tidak berkembang sampai vesikel.1
Normalnya pada anak, gejala sistemik biasanya ringan. Komplikasi yang serius biasanya
terjadi pada dewasa dan pada anak dengan defisiensi imunitas seluler, dimana penyakit dapat
bermanifestasi klinis berupa, erupsi sangat luas, gejala konstitusional berat, dan pneumonia.
Terdapat kemungkinan fatal jika tidak ada terapi antivirus yang diberikan. 2
Vaksin Live Attenuated (Oka) mulai diberikan secara rutin pada anak yang sehat diatas
umur 1 tahun 1995. Setelah itu, insidensi varisella dan komplikasinya mulai menurun di Amerika
Serikat. Telah banyak negara bagian yang mewajibkan vaksin ini diberikan sebagai syarat masuk
sekolah. 2
Herpes Zooster disebabkan oleh reaktivasi dari Virus Varisela Zooster yang oleh
penderita varisela. Herpes Zooster ini ditandai dengan lesi unilateral terlokalisasi yang mirip
dengan cacar air dan terdistribusi pada syaraf sensoris. Biasanya lebih dari satu syaraf yang
terkena dan pada beberapa pasien dengan penyebaran hematogen, terjadi lesi menyeluruh yang
timbul setelah erupsi lokal. Zoster biasanya terjadi pada pasien dengan immunocompromised,
penyakit ini juga umum pada orang dewasa daripada anak-anak. Pada dewasa lebih sering diikuti
nyeri pada kulit. 1
EPIDEMIOLOGI
Sebelum pengenalan vaksin pada tahun 1995, varisella merupakan penyakit infeksi
paling sering pada anak-anak di USA. Kebanyakan anak terinfeksi pada umur 15 tahun, dengan
persentasi dibawah 5% pada orang dewasa. Epidemik Varicella terjadi pada musim dingin dan
musim semi, tercatat lebih dari 4 juta kasus, 11.000 rawat inap, dan 100 kematian tiap tahunnya.
Varicella merupakan penyakit serius dengan persentasi komplikasi dan kematian tinggi pada
balita, dewasa, dan dengan orang imun yang terkompromi. Pada rumah tangga, persentasi
penularan dari virus ini berkisar 65%-86%.3
Manusia merupakan host alami yang diketahui untuk VZV, dimana dikaitkan dengan dua
bentuk kesakitan- yang bentuk primer sebagai varisela (chickenpox) dan bentuk sekunder
sebagai herpes zoster. VZV merupakan infeksi yang sangat menular dan menyebar biasanya dari
oral udara atau sekresi respirasi atau terkadang melalui transfer langsung dari lesi kulit melalui
transmisi fetomaternal. Serangan sekunder meningkat pada kontak rumah yang rentan melebihi
85%.2

-6-

Laporan Kasus Varicella


Pada iklim temperatur, angka infeksi enunjukkan variasi musiman yang ditandai, dengan
epidemis pada musim dingin akhir dan awal musim semi. Sebaliknya, tidak ada variasi musiman
yang terlihat pada iklim tropis. Alasan untuk perbedaan penandaan ini tidaklah jelas, meskipun
telah didukung dengan pemanasan, dan kurangnya peningkatan paparan pada virus dalam bulan
musim hangat dapat menyebabkan beberapa perbedaan. Di india, disamping dekat dengan
perbataan, angka rendah yang tidak terduga melalui transmisi antar rumah telah
didokumentasikan sebesar 80%. Di Singapura, varicella timbul dalam dua epidemis besar yang
terpisah selama 23 tahun. 3
Meskipun infeksi primer asimptomatik adalah jarang, studi serologis mendukung bahwa
reinfeksi subklinis adalah sering. Jarangnya, pasien dengan imunokompeten dapat mengalami
episode kedua dari varicella. Varicella dalam iklim temperatur lebih sering timbul pada usia
sebelum sekolah dan anak usia sekolah kurang dari usia 10 tahun dengan insidensi tertinggi pada
kelompok usia 3-6 tahun. Disamping prevalensi varisela pada anak-anak, beberapa orang pada
iklim temperatur dapat menenai orang dewasa tanpa adanya paparan : sebuah studi rekrut militer
di United States pada era prevaksin menunjukkan bahwa 8% tentara yang direkrut adalah
seronegatif, dengan peningkatn angka seronegative pada non kulit putih dan lebih tinggi angka
seronegative pada tentara yang asalnya di luar United States. 4
ETIOLOGI
Varicella disebabkan oleh Varicella Zooster Virus (VZV) yang termasuk kelompok
Herpes Virus dengan diameter kira-kira 150 200 nm. Inti virus disebut capsid yang berbentuk
icosahedral, terdiri dari protein dan DNA yang mempunyai rantai ganda yaitu rantai pendek (S)
dan rantai panjang (L) dan merupakan suatu garis dengan berat molekul 100 juta dan disusun
dari 162 capsomer. Lapisan ini bersifat infeksius. 1
Varicella Zoster Virus dapat menyebabkan varicella dan herpes zoster. Kontak pertama
dengan virus ini akan menyebabkan varicella, oleh karena itu varicella dikatakan infeksi akut
primer, sedangkan bila penderita varicella sembuh atau dalam bentuk laten dan kemudian terjadi
serangan kembali maka yang akan muncul adalah Herpes Zoster. 1
PATOGENESIS
Virus Varicella Zooster masuk dalam mukosa nafas atau orofaring, kemudian replikasi
virus menyebar melalui pembuluh darah dan limfe ( viremia pertama ) kemudian berkembang
biak di sel retikulo endhotellial setelah itu menyebar melalui pembuluh darah (viremia ke dua)
maka timbullah demam dan malaise. 4
-7-

Laporan Kasus Varicella


Permulaan bentuk lesi pada kulit mungkin infeksi dari kapiler endothelial pada lapisan
papil dermis menyebar ke sel epitel pada epidermis, folikel kulit dan glandula sebacea dan terjadi
pembengkakan. Lesi pertama ditandai dengan adanya makula yang berkembang cepat menjadi
papula, vesikel da akhirnya menjadi crusta. Jarang lesi yang menetap dalam bentuk makula dan
papula saja. Vesikel ini akan berada pada lapisan sel dibawah kulit. Dan membentuk atap pada
stratum korneum dan lusidum, sedangkan dasarnya adalah lapisan yang lebih dalam. 4
Degenarasi sel akan diikuti dengan terbentuknya sel raksasa berinti banyak, dimana
kebanyakan dari sel tersebut mengandung inclusion body intranuclear type A4
Penularan secara airborne droplet. Virus dapat menetap dan laten pada sel syaraf. Lalu
dapat terjadi reaktivitas maka dapat terjadi herpes Zooster. 1
GEJALA KLINIS
Gejala mulai timbul dalam waktu 10-21 hari setelah terinfeksi pada anak-anak yang
berusia diatas 10 tahun, gejala awalnya berupa sakit kepala demam sedang dan rasa tidak enak
badan, gejala tersebut biasanya tidak ditemukan pada anak-anak yang lebih musa. Pada
permulaannya, penderita akan merasa sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah.
Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada kasus yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri
sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian timbullah kemerahan pada kulit yang
berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti
timbul di anggota gerak dan wajah. 1
Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis.
Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tak sengaja. Jika
lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya
akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak ini
lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas
lagi. 3

Gambar 1. Gejala klinis varicella zoster3


Lain halnya jika lenting cacar air tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk lebih
dalam sehingga akan mengering lebih lama. kondisi ini memudahkan infeksi bakteri terjadi pada
-8-

Laporan Kasus Varicella


bekas luka garukan tadi. setelah mengering bekas cacar air tadi akan menghilangkan bekas yang
dalam. Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau dewasa muda, bekas cacar air akan lebih
sulit menghilang. 3
Papula di mulut cepat pecah dan membentuk luka terbuka (ulkus), yang sering
menyebabkan gangguan menelan. Ulkus juga dapat ditemukan di kelopak mata, saluran
pernapasan bagian atas, rectum dan vagina. 4
Papula pada pita suara dan saluran pernapasan atas kadang menyebabkan gangguan pada
pernapasan. Bisa terjadi pembengkakan kelenjar getah bening dileher bagian samping. Cacar air
jarang menyebabkan pembentukan jaringan parut, kalaupun ada hanya berupa lekukan kecil di
sekitar mata. Luka cacar air bisa terinfeksi akibat garukan dan biasanya disebabkan oleh
staphylococcus. 4
Anak-anak biasanya sembuh dari cacar air tanpa masalah. Tetapi pada orang dewasa
maupun penderita gangguan sistem kekebalan, infeksi ini bisa berat atau bahkan berakibat fatal. 4
Pada anak sehat yang sebelumnya nirmal, penyakit ini secara umum dan biasanya jinak,
dengan komplikasi yang paling sering adalah infesi sekunder bakteri dari lesi kult. Jaringan parut
merupakan komplikasi lain yang sering. Komplikasi neurologis meliputi encephalitis dan ataxia
cerebellar akut. Varisela encephalitis dengan insiden 0,1% secara umum tampak mengalami nyeri
kepala, kejang, pola pemikiran yang terganggu, dan muntah, dengan angka mortalitas sebear 5
hingga 20%. Ataxia serebelar akut sedikit lebih jarang (0,025% insidensi) dibandingkan
ensefalitis dan secara umum tampak dalam 1 minggu ruam dengan ataxia, muntah, pembicaraan
yang terganggu, vertigo, dan atau tremor, dengan resolusi dalam 2 hingga 4 minggu. 4
Pada anak defisiensi imun atau kurang gizi yang tidak ditangani dengan asiklovir
intravena, angka kematian berkisar antara 15 hingga 18%. Kasus ini dikarakteristikan dengan
penyebaran, dengan pneumonia, miokarditis, artritis, hepatitis, perdarahan, dan ensefalopaty
(ataxia serebelar lebih sering). Super infeksi lesi kulit dengan Staphylococcus aureus atau
Streptococcus pyogenes dapat menyebabkan pioderma, impetigo, erysipelas, nephritis, gangrene,
atau sepsis. Pada tropis Amerika, varisella pada anak usia muda, anak kekurangan gizi dapat
berkomplikasi menjadi diare berat. 3
Orang dewasa tampak mempunyai penyakit yang lebih berat dibandingkan dengan anakanak. Dengan peningkatan 15 kali lipat pada mortalitasnya. Varisella onset dewasa lebih sering
berkomplikasi dengan pneumonitis dan ensefalitis, dengan secara klinis pneumonitis lebih dari
15 % kasus. 4
-9-

Laporan Kasus Varicella


Orang dari area tropis yang pindah ke area temperatur berada dalam resiko untuk varisela
onset dewasa, terutama jika kontak dengan anak usia muda. Varisela ibu pada gestasi awal
menimbulkan secara jarang ke sindrom varisela kongenital yang ditandai dengan defek kulit,
atrofi ekstremitas, dan disfungsi sistem otonom. Maternal varisela pada gestasi akhir dapat
menimbulkan varisela neonatus, dengan angka mortalitas sama tingginya dengan 30% pada bayi
yang tidak diterapi. 4
Infeksi VZV rekuren bermanifestasi sebagai herpes zoster (shingles), sebuah penyakit
yang biasanya terlihat pada orang dewasa dengan usia lebih dari 50 tahun. Data menunukkan
perbedaan rasial dalam resiko timbulnya zoster, dengan orang tua kulit putih lebih sering berada
dalam resiko dibandingkan dengan orang tua berkulit hitam. Zoster juga dapat timbul jarang
pada anak-anak. Zoster pada pasien imunnocompromise dapat menjadi lebih berat. 4
Peningkatan insidensi zoster pada usia sama halnya dengan pasien imunocompromised
dikarenakan penurunan anti-VZV cell-mediated immunity. Menariknya, ada bukti bahwa
paparan pada orang yang seropositive terhadap varisela terlindungi dari perkembangan zoster,
tertama dengan menambah respon imunnya. Setelah infeksi primer, VZV (seperti HSV) timbul
pada keadaan latent dengan ganglia saraf kranial dan spinal. Stimuli non spesifik seperti stress,
imunodefisiensi atau malignansi dapat mengaktivasi virus laten dengan keterlibatan distribusi
saraf yang disalurkan melalui ganglion yang terkena. Herpes zoster timbul setelah 3- to 4-day
gejala prodromal demam, lesu, dan gangguan gastrointestinal dan erupsi vesikular kutaneus yang
nyerei pada distribusi dermatomal. Ruam biasanya unilateral dan sepanjang hanya satu
dermatom. Pada kasus yang berat, erupsi dapat menjadi lebih umum dan variseliform. Vesikel
sembuh dalam 5 hari, tetapi postherpetic neuralgia dapat saja ada. Postherpetic neuralgia, terlihat
pada lebih dari 50% pasien diatas 50 tahun, didefinisikan sebagai nyeri konstan atau intermiten
lebih dari durasi satu bulan pada area yang melibatkan dermatom. Infeksi dari mata, Herpes
zoster ophthalmicusmerupakan kondisi yang serius karena dapat menyebabkan kebutaan.
Sindroma Ramsay Hunt didefinisikan sebagai keterlibatan trias dari meatus auditorius eksternal,
hilangnya rasa pada lidah dan palsy fasialis ipsilateral. Keterlibatan dari medula spinalis dapat
menyebabkan kelumpuhan atau palsy saraf kranial. 5
Resiko dari ensefalitis meningkat pada orang tua dengan keterlibatan saraf kranial dan
pada pasien AIDS. Postzoster ensefalitis dapat timbul dalam 3 bentuk : infark yang dikarenakan
vaskulitis pembuluh darah besar, leukoensefalopati multifokal dan ventrikulitis. 5

-10-

Laporan Kasus Varicella


DIAGNOSIS
Diagnosis klinik varisela pada anak-anak, saat ini variola (smallpox) telah dieradikasi,
biasanya tidaklah sulit. Ruam mempunyai karakteristik dan jarangkali dibutuhkan untuk
dibedakan dari eksantem enterovral, infeksi S. aureus, rekasi obat, dermatitis kontak dan
penyebaran infeksi HSV-1. Diagnosis dengan kultur dari cairan vesikel kurang sensitif untuk
HSV atau CMV dan dapat membutuhkan waktu 7 hari. 2
Metode ini telah diganti dengan metode shellvial sensitive dan ebih cepat, dimana
hasilnya diberikan dalam waktu 1-3 hari. Deteksi yang lebih cepat, sensitif, dan spedifik dapat
membentu sistem dasar kultur dimasa depan sebagaimana pewarnaan PCR multiple menjadi
lebih sering untuk digunakan. Mengambil dasar vesikel mungkin dapat menunjukkan sel raksasa
multinukleasi,

dimana

tidak

dapat

jelas

dibedakan

dari

HSV.

Bagaimanapun,

immunofluorescence pada kultur atau mengambil dengan menggunakan antibodi spesifik dapat
membedakan antara HSV-1, HSV-2, dan VZV. Deteksi serologis IgM dan tingginya titer atau
empatkali peningkatan IgG anti VZV antibodi dapat berguna dalam beberapa kasus. 2
Deteksi dari IgM dapat meunjukkan infeksi primer (chicken pox), dimana baik tinggi
titernya atau empat kali peningkatan igG mengindikasikan rekurensi. Bagaimanapun,
peningkatan IgM juga dapat terlihat pada rekurensi. Diagnosis klinis herpes zoster virus pada
orang dewasa juga biasanya tidak sulit dalam memberikan karakteristik pola dermatom. 2

DIAGNOSIS BANDING
Differensial diagnosis dari infeksi varicella sendiri termasuk infeksi yang dapat
menimbulkan vesikular exanthema, seperti infeksi herpes secara umum, hand-foot-mouth
infection dan exanthema enteroviral lainnya. Dahulu, variola dan vaccinia merupakan
differensial diagnosis yang penting namun infeksi ini sudah sangat jarang ditemukan. Herpes
simpleks dapat dibedakan dari pengelompokan vesikelnya, lokasi, dan tes immunoflorescent atau
kultur, jika perlu. Tes Tzanck dapat membantu membedakan varicella dengan enteroviral
penyebab exanthem lainnya dengan memperlihatkan multinucleated giant cell pada infeksi
Herpes zoster. 3
Pemeriksaan Laboratorium
Pada pemeriksaan darah tidak memberikan gambaran yang spesifik.

-11-

Laporan Kasus Varicella


Untuk pemeriksaan varicella bahan diambil dari dasar vesikel dengan cara kerokan an
dicat dengan Giemsa dan Hematoksilin Eosin, maka akan terlihat sel-sel raksasa (giant
cell) yang mempunyai inti banyak dan epitel sel berisi Acidophilic Inclusion Bodies atau
dapat juga dilakukan pengecatan dengan pewarnaan imunofluoresen, sehingga terlihat
antigen virus intrasel.
Isolasi virus dapat dilakukan dengan menggunakan fibroblast pada embrio manusia.
Bahan diambil dari kerokan dasar vesikel, kadang-kadang ada darah.
Antibodi terhadap varicella dapat dideteksi dengan pemeriksaan Complemen Fixation
Test, Neurailization Test, FAMA, IAHA, dan ELISA. 3

PENGOBATAN
Meskipun vidarabine dan interferon- telah digunakan pada terapi infeksi VZV yang
berat, asiklovir tetaplah merupakan obat pilihan. Asiklovir lebih efektif pada infeksi VZV yang
berat jika diberikan secara intravena dalam 24 jam setelah timbul ruam. Terapi asiklovir oral dari
anak sehat dengan chickenpox sebaiknya dipertimbangkan , terutama pada remaja dan kontak
dengan orang rumah secara sekunder, meskipun keuntunggannya tetap ada. Dikarenakan strain
resisten asiklovor pada pasiein dengan AIDS, foscaranet harus dipertimbangkan untuk infeksi
berat dalam keadaan ini. 3
Untuk herpes zoster, obat pilihan adalah famciclovir dan valacyclovir. Terapi awal dari
zoster telah menunjukkan untuk memperpendek perjalan penyakit kutaneus dan menurunkan
durasi serta keparahan post herpetil neuralgia. Steorid topikal juga dapat berguna pada uveitis
herpetik dan keratitis. Zoster yang sangat nyeri dapat diterapi dengan kompres basah dan
analgesik yang menganduk kodein. Gabapentin, analog struktural neurotransmitter gammaaminobutyric acid, berguna dalam mengatasi postherpetic neuralgia. Antihistamin dapat berguna
untuk menyingkirkan rasa gatal varisella pada anak-anak. 1
Untuk mengurangi rasa gatal dan mencegah penggarukan, sebaiknya kulit dikompres
dingin. Bisa juga dioleskan losyen kalamin, antihistamin atau losyen lainnya yang mengandung
mentol atau fenol. 2

-12-

Laporan Kasus Varicella


Untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi bakteri, sebaiknya: kulit dicuci sesering
mungkin dengan ait dan sabun, menjaga kebersihan tangan, kuku dipotong pendek, pakaian tetap
kering dan bersih. 2
Kadang diberikan obat untuk mengurangi gatal (antihistamin). Jika terjadi infeksi bakteri,
diberikan antibiotik. Jika kasusnya berat, bisa diberikan obat anti-virus asiklovir. 2
Untuk menurunkan demam, sebaiknya gunakan asetaminofen, jangan aspirin. Karena
aspirin dapat memberikan efek samping yang buruk pada anak-anak Obat anti-virus boleh
diberikan kepada anak yang berusia lebih dari 2 tahun. Asiklovir biasanya diberikan kepada
remaja, karena pada remaja penyakit ini lebih berat. Asikloir bisa mengurangi beratnya penyakit
jika diberikan dalam wakatu 24 jam setelah munculnya ruam yang pertama. 3

KOMPLIKASI
Adapun komplikasi yang bisa ditemukan pada cacar air adalah: 5
Pneumonia karena virus
Peradangan jantung
Peradangan sendi
Peradangan hati
Infeksi bakteri (erisipelas, pioderma, impetigo bulosa)
Ensefalitis (infeksi otak).

PROGNOSIS
Dengan perawatan teliti dan memperhatikan higiene akan memberikan prognosis yang baik
dan jaringan parut yang timbul akan menjadi sedikit. 5
Angka kematian pada anak normal di Amerika 5,4 7,5 dari 10.000 kasus varicella. 5
Pada neonatus dan anak yang menderita leukimia, immunodefisiensi, sering menimbulkan
komplikasi dan angka kematian yang meningkat. 5
-13-

Laporan Kasus Varicella


Angka kematian pada penderita yang mendapatkan pengobatan immunosupresif tanpa
mendapatkan vaksinasi dan pengobatan antivirus antar 7 27% dan sebagian besar penyebab
kematian adalah akibat komplikasi pneumonitis dan ensefalitis. 5

PENCEGAHAN
Untuk mencegah cacar air diberikan suatu vaksin. Kepada orang yang belum pernah
mendapatkan vaksinasi cacar air dan memiliki resiko tinggi mengalami komplikasi (misalnya
penderita

gangguan

sistem

kekebalan),

bisa

diberikan

immunoglobulin

zoster

atau

immunoglobulin varicella-zoster. Vaksin varisela biasanya diberikan kepada anak yang berusia
12-18 bulan. 3

DAFTAR PUSTAKA
1. Djuanda, Adhi. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi Keempat. Bab Varisela. Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta : 2007
2. Mehta, Parang. Varicella. Emedicine from WebMD. Sept 2007. Diambil dari
http://www.emedicine.com/ped/topic2385.htm. Diakses pada tanggal 7 Maret 2012.
3. Rampengan, T.H. Penyakit Infeksi Tropik Pada Anak. Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Jakarta : 2005
4. Schachner, Lawrence. Pediatric Dermatology Third Edition. Mosby. 2003
5. Dewi

M.

Cacar

Air

(Varicella).

Diambil

dari

Medicastore.com

http://www.medicastore.com/med/detail_pyk.php?
id=&iddtl=38&idktg=&idobat=&UID=20071115181404219.83.83.58.
tanggal 7 Maret 2012.

-14-

Diakses

pada