Anda di halaman 1dari 24

KANGTOKKOMPUTER

Perangkat Penyimpan
Data
Memahami Hard Disk Drive (HDD)
kangtok

2016

KANGTOKKOMPUTER.WEEBLY.COM

Pengertian Hard Disk Drive (HDD)

Pengertian Hard Disk Drive (HDD), Solid State Drive (SSD) dan Solid State Hybrid Drive (SSHD) sebagai Data
Storage Device (perangkat penyimpan data) dalam komputer.
Masih banyak lagi jenis data storage untuk komputer, tetapi disini kita batasi pada 3 storage-drive di atas.
Ketiga jenis data storage diatas memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Artikel tentang Hard Disk Drive HDD ini terbagi dalam 8-bab :
1. HDD-SSD-SSHD.
2. Format Hard Disk
3. High Level Format
4. Low Level Format
5. Disk Management - Format
6. Resize Partisi Hard Disk
7. Defragmentasi
8. Memeriksa Hard Disk

Bab 1
HDD SSD - SSHD
Pengertian Hard Disk Drive (HDD)
1. Hard Disk Drive atau HDD adalah, alat untuk meletakkan /menyimpan data (data storage device).
2. Berupa keping disk berlapis material-magnetis yang berputar. Data tetap akan tersimpan meski daya
listrik diputuskan, jadi termasuk jenis Memori Non Volatile.
3. Blok Data di dalamnya bisa di-akses secara acak (random), tidak harus secara ber-urutan.
4. Susunan (konstruksi) dasar sebuah HDD terdiri dari keping disk-magnetic (platter), head baca-tulis yang masing-masing digerakkan oleh motor yang berbeda, serta satu blok controller.
5. Dari segi konstruksi dan cara kerja, maka HDD merupakan peralatan Elektro Mekanis - gabungan
sirkuit elektronik dan konstruksi mekanik.

6. Kelebihan paling menonjol dalam HDD adalah : kapasitas yang besar dan harga per Gigabit yang
lebih murah.
7. Kekurangannya : tidak tahan benturan, bobot lebih berat, dan kecepatan booting maupun akses
data lambat (disk buffer kecil), tidak secepat SSD.

Gambar 1 - Sisi atas & sisi bawah HDD


Gambar 2 - Bagian dalam HDD

Pengertian Solid State Drive (SSD)


1. Solid State Drive atau SSD adalah, juga sebuah data storage device, yang fungsi penggunaannya
tidak berbeda dengan HDD.
2. Konstruksi SSD tidak ada unsur mekanik (bagian bergerak) di dalamnya.
3. Tersusun dari deretan beberapa chip memory (seperti pada modul RAM), chip yang digunakan
adalah NAND Gate - Gerbang NAND (ini adalah istilah dalam elektronika teknik digital), tetapi
bersifat Non Volatile.
4. Ketiadaan unsur mekanis yang bergerak, maka SSD memiliki kelebihan dibanding HDD. Kelebihan
paling menonjol adalah : tahan benturan, boot time cepat (disk buffer besar), akses data yang lebih
cepat, bobot lebih ringan, dan ukuran fisik bisa lebih tipis (kecil).
5. Konsumsi daya (Watt) lebih rendah dibanding HDD.
6. Memiliki port koneksi yang beragam jenisnya (ATA/IDE, SATA, PCIE dll.), sehingga bisa diterapkan
dalam berbagai situasi.
7. Kekurangan SSD (saat ini) adalah : kapasitas simpan lebih kecil, dan harga per Gigabit (masih) lebih
mahal dibanding HDD.

Gambar 3 - Solid State Drive - SSD

Gambar 4 - Bagian dalam SSD

Pengertian Solid State Hybrid Drive (SSHD)


1. Solid State Hybrid Drive atau SSHD adalah, merupakan gabungan (hybrid) antara teknologi SSD dan
HDD.
2. Penggunaan SSHD akan memberi keuntungan pada boot-time lebih cepat dibanding HDD, karena
disk buffer nya sudah menggunakan chip NAND seperti pada SSD.
3. Media penyimpan data masih menggunakan disk magnetik seperti HDD, sehingga bagian dalamnya
pun sama dengan HDD.
4. Konsumsi daya (Watt) sama dengan HDD.
5. Bisa menjadi suatu storage device alternatif, sebagai "penengah" antara HDD & SSD, dengan harga
lebih murah dibanding SSD.

Gambar 6 - Sisi bagian bawah SSD

Gambar 5 - Sisi bagian atas SSD

Disk Buffer.
Adalah memori (embeded) yang digunakan sebagai penyangga operasi antara komputer dan storage drive.
Biasanya berkisar antara 8-64MB pada HDD, bandingkan dengan SSD yang bisa mencapai 1GB. Disk buffer
dikontrol oleh micro controller dalam storage drive. Disk buffer juga berguna untuk menyesuaikan kecepatan

antara interface I/O dan kecepatan read/write, sehingga kecepatan read/write dan transfer data dari/ke
drive storage bisa optimal.

Bab 2
Pengertian FORMAT Dalam Hard Disk Drive (HDD)

Pengertian dan kegunaan Low Level Format (LLF), Partisi (Partition) dan High Level Format (HLF atau
Format) dalam Hard Disk Drive (HDD).
Mem-FORMAT HDD (hard disk drive) adalah sebuah proses tindakan untuk menyiapkan data storage device
(alat simpan data) seperti misalnya hard disk (HDD), solid state drive (SSD), floppy disk (diskette), USB flash
disk dll, Tujuannya adalah agar bisa dikenali oleh Sistem Operasi (OS) dan bisa digunakan untuk menyimpan
data. Dalam pem-format-an sekaligus juga dibuat satu (atau beberapa) File sistem (FAT, NTFS dsb.).

Gambar 7 - Diagram

Proses Tahapan Format HDD.


FORMAT (penyiapan data storage) dilakukan melalui beberapa tahapan.
1. Low Level Format - LLF.
1. Adalah proses "format" pada tahap atau tingkat paling awal.
2. Proses Low Level Format (LLF) adalah menyiapkan sebuah keping disk magnetic (platter disk)
agar memiliki struktur kerangka (outline) untuk membentuk tata letak Track dan Sector.
3. LLF juga menuliskan struktur control yang menunjukkan letak semua Track dan Sector tsb
berada.

4. Low Level Format yang sesungguhnya, akan selalu dilakukan oleh pabrik harddisk. Meskipun
sering disebutkan bahwa kita (user) bisa melakukan LLF, tetapi itu bukanlah LLF yang
sesungguhnya.
5. LLF yang dilakukan oleh user hanyalah "re-inisialisasi" atas struktur-dasar HDD (yang pernah
dilakukan pabrik HDD).
6. Bagaimana melakukan LLF akan saya jelaskan dalam artikel lain.
7. Proses Low Level Format (LLF) bisa memakan waktu amat lama. Sebuah HDD 500 GB bisa
membutuhkan waktu +/- 5 jam !
8. Artikel Pengertian Low Level Format akan menjelaskan lebih detil.
2. Partitioning - Mempartisi HDD.
1. Proses Partisi bisa dikatakan sebagai pembuatan tempat penyimpanan data (data container)
- Gambar-7.
2. Tanpa partisi atau "container" ini, maka HDD tidak akan bisa dikenali atau ditemukan oleh
Sistem Operasi (OS).
3. Oleh karena itu, sebuah HDD - minimal - harus memiliki 1 (satu) partisi atau container ini.
4. Sebuah HDD bisa dibagi menjadi beberapa partisi, sering disebut multi partition drive.
5. Setiap partisi akan tampil (seolah-olah) sebagai satu drive.
6. Banyak keuntungan yang bisa didapat dari penerapan multi partition ini, terutama HDD
berkapasitas besar. Keuntungan itu adalah peningkatan dalam kinerja (performa) sistem.
7. Proses partisi bisa dilakukan oleh User, baik dengan menggunakan fitur dalam Sistem
Operasi maupun software partitioner pihak ketiga.
8. Proses "partitioning" bisa dilakukan dengan cukup mudah dan tidak butuh waktu lama.
9. Ada 2 (dua) jenis partisi. Gambar-1.
1. Primary Partition : atau Partisi Primer untuk menyimpan File Sistem Operasi (OS Operating System Files). Sering disebut Partisi Sistem atau Partisi Aktif. Di dalam
Windows adalah partisi C:\.
2. Extended Partition : ini adalah tempat Logical Partition atau Partisi Logikal berada.
Didalam Partisi Extended ini bisa dibuat satu atau lebih Partisi Logikal, untuk
menyimpan data non sistem (data selain File Sistem Operasi). Dalam sistem
Windows biasa diberi drive-letter selain C (yaitu D, E, F dst.).
3. File System Formating (FORMAT).
1. Ini adalah proses format tahap akhir ( High Level Format). Lebih dikenal dengan istilah
FORMAT.
6

2. High Level Format - atau "Format" (saja) adalah proses penulisan Struktur File Sistem (file
system structures), yang akan menunjukkan pada Sistem Operasi cara menuliskan data ke
dalam disk drive.
3. Dengan High Level Format (Format), disk drive bisa digunakan untuk menyimpan data. Atau
dengan kata lain, data bisa dituliskan di dalam disk drive tsb.
4. Ada beberapa Struktur File Sistem, diantaranya adalah FAT32 dan NTFS untuk OS Windows,
HFS+ untuk komputer Mac, Ext4 untuk sistem Linux dll.
5. Proses Format bisa dilakukan dengan cukup mudah dan tidak butuh waktu lama, meski
dilakukan dengan fitur OS Windows - baca artikel High Level Format dan artikel Disk
Management-Format. Tetapi Format juga bisa dilakukan dengan bantuan software
partitioner (formater) pihak ketiga.

Bab 3
High Level Format HDD - atau Format
Pengertian Format (High Level Format) dan beberapa cara melakukan format harddisk drive (HDD)
komputer.
High Level Format adalah proses penulisan struktur sistem file agar track & sector yang dibuat saat LLF (Low
Level Format) bisa digunakan untuk menyimpan data. Ini merupakan tahap ke-tiga (terakhir) dalam
menyiapkan sebuah HDD (basic drive) menjadi storage device (penyimpan data). Tahap ini lebih dikenal
dengan sebutan singkat mem-FORMAT harddisk. Tentang perbedaan LLF, Partisi dan Format bisa dibaca di
artikel Format Harddisk.
Dalam proses FORMAT akan dituliskan informasi struktur seperti Master Boot Record (MBR), dan File
Allocation Tables (FAT). Informasi ini akan menunjukkan pada sistem tentang bagaimana menulis (dan
membaca) data di dalam sector HDD. Tanpa informasi tsb. sistem tidak akan bisa menggunakan HDD.
Sistem Operasi (OS) yang berbeda akan memerlukan struktur (informasi) Format yang berbeda pula. Contoh,
OS Windows memerlukan Format FAT (32) atau NTFS; ini akan berbeda untuk Mac_OS maupun untuk
UNIX_Linux. Baca artikel Format Harddisk.

Format dilakukan setelah tahap LLF dan tahap Partisi.

Format bisa dilakukan dari DOS, atau Windows, baik menggunakan fitur Windows maupun software
partitioner pihak ketiga.

Format bisa dilakukan oleh User.

Tujuan mem-Format HDD adalah :


1. Akan menggunakan HDD baru sebagai alat penyimpan data.

2. Menghapus seluruh data lama, dalam suatu partisi (membersihkan - refresh HDD).
3. Membersihkan partisi dari infeksi malware yang sulit dihapus.
4. Akan menjual - memberikan HDD pada orang lain, atau ingin membuang-nya
Melakukan FORMAT dari dalam Windows
Ada beberapa cara melakukan FORMAT dari dalam OS Windows :
1. Format dari Windows Explorer atau My Computer - artikel ini.
2. Format dari fitur Windows Disk Management.
3. Format menggunakan Software Formater (partitioner) pihak ketiga.

FORMAT dari Windows Explorer (My Computer).


Ini adalah merupakan cara paling mudah. Perhatikan gambar di bawah.
Gambar-8. Buka My Computer (mis. dengan tekan bersamaan tombol Logo Windows + E). Pilih Partisi yang
akan di-Format. Kita tidak bisa memilih drive C (partisi C), sebab (biasanya) partisi-C adalah partisi-aktif
dimana sistem Windows tersimpan. Dalam contoh dipilih drive D. Klik kanan drive D, lalu klik Format.
Gambar-9. Tampil seperti Gambar-2a.
1. Pada field File System, klik drop down list untuk pilih Sistem File-nya (FAT32 atau NTFS) Gambar-2b.
2. Pada field Format Options, jika check-box di-klik akan dilakukan mode Quick Format; jika
dibiarkan kosong akan dilakukan mode Full Format. Lihat Note dibawah.
3. Selanjutnya klik tombol Start. Muncul dialog-box konfirmasi (warning) seperti Gambar-2c,
klik tombol OK. Tunggu proses Format sampai selesai.

Gambar 8 Gambar 9

Note :
1. Quick Format :
1. Proses Quick Format hanya butuh waktu yang singkat.
2. Quick Format akan menghapus informasi data struktur sistem file seperti Nama-file, dan
Lokasi-file di dalam HDD, sehingga data (file) tidak bisa di-akses lagi.
3. Tetapi data itu sendiri masih ada di dalam HDD.
4. Dengan tehnik dan software tertentu, data tsb. masih mungkin untuk dilacak dan ditemukan
kembali.
5. Proses menemukan kembali data yang hilang ini disebut Data Recovery. Biaya jasa
(profesional) untuk Data Recovery biasanya cukup mahal.
2. Full Format :
1. Proses Full Format butuh waktu lebih lama.
2. Umumnya user tidak tahu apakah kondisi HDD benar -benar baik, dalam hal ini Full Format
menjadi pilihan tepat, sebab
3. Full Format akan meng-akses setiap sector HDD. Dengan demikian akan bisa diketahui jika
ada sector yang rusak (bad sector).
4. Full Format akan menghapus semua data yang ada dalam setiap sector tsb. Berbeda dengan
Quick Format yang hanya menghapus sebagian data di dalam setiap sector (data nama &
lokasi file).
5. Hasil Full Format akan cukup sulit untuk di-recovery.

Bab 4
Pengertian Low Level Format Hard Disk Drive
Pengertian Low Level Format (LLF) adalah proses "out lining" posisi track & sector dalam HDD - baca artikel
Format HDD. Dan ini hanya bisa dilakukan oleh pabrik HDD ybs.
Meskipun demikian, di kalangan pengguna komputer, juga dikenal LLF (LLF by User - User LLF), tetapi apa
yang dilakukan sesungguhnya sangat berbeda dengan LLF yang dilakukan oleh pabrik.
LLF (oleh) User adalah :
1. Re-inisialisation (inisialisasi ulang) atas LLF pabrik HDD.
Karena keterbatasan peralatan menjadikan user tidak mungkin melakukan LLF seperti dalam pabrik
9

HDD. Yang dilakukan user "hanyalah" suatu re-inisialisasi (pengenalan atau menemukan kembali ?)
atas LLF yang sudah pernah dilakukan oleh pabrik. HDD baru yang ada di pasaran adalah HDD yang
sudah di LLF oleh pabrik. Setelah masa penggunaan oleh user, ada kemungkinan struktur (logical)
HDD sudah mulai rusak. Berbagai tindakan mis. chkdsk, repartisi, re-format bisa jadi sudah tidak
akan bermanfaat. Dalam situasi seperti ini, kadang akan ditempuh "jalan-akhir" dengan melakukan
LLF, dalam usaha menyelamatkan HDD (bukan menyelamatkan data).
2. Zero-bit filling (penulisan data bernilai 0 - nol bit) pada HDD.
Semua jenis data, disimpan dalam bentuk bit-data di dalam sector HDD. Setiap sector berisi bit-data
dengan jumlah yang berbeda, tergantung besar kecilnya data yang disimpan. Jika isi setiap sector
diganti dengan data yang bernilai 0 (nol)-bit, maka HDD tsb. menjadi layaknya HDD yang belum
pernah digunakan oleh user. LLF (oleh User) adalah tindakan "men-Zero" HDD. Dengan cara menZero inilah kita melakukan re-inisialisasi atas struktur track & sector yang dilakukan pabrik.
3. Penghapusan data yang tidak mungkin lagi ditemukan (unrecoverable).
Sebagai akibat (hasil) tindakan zero-bit, maka semua data (user) secara definitif akan lenyap. Tak
mungkin lagi bisa dikembalikan atau direcover. Disinilah perbedaan akibat antara LLF dengan DeleteFormat- Re-partisi pada HDD. Hilangnya data karena ke-tiga hal terakhir masih mungkin untuk
dilacak. Penghapusan data yang sifatnya sangat rahasia, tidaklah cukup hanya dengan men-Delete
atau mem-Format atau me-Repartisi saja. LLF adalah cara paling efektif untuk menghapus data
dalam HDD, karena file system structure (FAT, NTFS, Ext4 dll.) pun juga akan lenyap.
4. Re-allocation (alokasi ulang) pada sector yang diduga bermasalah.
Inilah sebuah "harapan" bagus dalam hal menyelamatkan HDD bermasalah - meski lebih sering
menjadi "harapan tinggal harapan" saja :) Oleh pabrik HDD selalu disediakan "cadangan" beberapa
sector yang ditujukan untuk antisipasi jika terjadi kerusakan sector, baik selama proses di pabrik atau
selama pengoperasian oleh user. jika terjadi kerusakan sector, maka sector-cadangan tsb. akan
digunakan untuk "mengganti" sector yang rusak. Inilah yang dimaksud dengan Re-allocation yang
terjadi selama proses LLF. Dan ini pula yang saya maksud dengan "harapan" diatas. Pas sekali jika
kita mendapatkan HDD bekas, yang dengan LLF akan dimungkinkan melakukan scan sector dan merealokasi bad-sector (jika ditemukan) menggunakan sector-cadangan tsb.
5. Meningkatkan performa penulisan data dalam SSD (Solid State Drive).
"Harddisk" SSD generasi pertama tidak/belum mendukung "TRIM", ini memiliki performa yang
kurang begitu baik. Tetapi umumnya pada SSD moderen sudah mendukung TRIM. Tentang hal ini
memerlukan penjelasan tersendiri, dilain waktu akan saya coba menulisnya dalam artikel posting.
Perlukah Melakukan Low Level Format ?
Secara umum, kita tidak perlu (jarang diperlukan) untuk melakukan Low Level Format HDD. Jika hanya
sekedar menghapus isi (data) HDD, maka High Level Format (HLF) rasanya sudah cukup untuk keperluan tsb.
Dengan menghapus struktur kontrol yang sudah ada, dan menggantinya dengan struktur kontrol yang baru
maka semua data akan hilang dan HDD tampak seperti baru - meski sebenarnya data lama masih ada di
dalam HDD, tetapi access-path ke data-data tsb. sudah dihapus.
Hanya saja HLF (format) tidak akan bisa menyelesaikan problem HDD; dalam hal inilah LLF (zero-fill) mungkin
akan diperlukan.
10

Memang benar bahwa zero-fill bisa dilakukan di seluruh sector HDD, tetapi sebenarnya akan sudah cukup
melakukan zero-fill pada MBR (tabel partisi) - atau GPT pada HDD kapasitas "besar" (diatas 2-TB). MBR ini
umumya ada di 100MB pertama. Dengan cara ini akan sangat menghemat waktu. Berbeda jika HDD
mengalami kerusakan sistem-file (FAT-NTFS) yang parah, LLF total mungkin memang diperlukan; ini bisa
butuh beberapa jam sesuai kapasitas HDD.
Kapan Harus melakukan Low Level Format ?
Beberapa alasan yang mungkin "masuk akal" untuk melakukan LLF antara lain :

Menghapus Virus (malware) yang tidak bisa diatasi tanpa merusak boot sector.

Mengganti sistem operasi (OS) yang memiliki environment berbeda, dan ingin menghapus semua isi
HDD.

Ingin menghapus data yang amat penting dengan alasan privacy.

Untuk scan bad-sector dan menggantinya dengan sector-cadangan yang masih baik - lihat paragraf
di atas. Bad Sector adalah sector yang tidak bisa di-tulisi sama sekali. Biasanya sebelum terjadi badsector, sebelumnya akan didahului dengan situasi "kesulitan membaca data dalam sector tsb." yang
akhirnya akan berubah menjadi "data tidak terbaca sama sekali".

Melakukan Low Level Format


Windows tidak menyediakan tool untuk melakukan Low Level Format. Untungnya, beberapa produsen HDD
menyediakan software Tool Diagnosa HDD yang diperuntukkan merk HDD produsen ybs. Dan umumnya
hanya tersedia untuk HDD "konvensional", sedangkan untuk SSD hanya tersedia tool untuk Update
Firmware. Beberapa diantara tool tsb, sudah dilengkapi opsi LLF.
Secara umum, berhati-hatilah dalam menggunakan tool diagnosa HDD sehubungan dengan keselamatan
data penting Anda.
Berikut adalah beberapa HDD Diagnostic Tool serta fungsinya.
1. Western Digital.
1. Nama tool : Data Lifeguard Diagnostics (WinDLG) untuk test HDD merk WD.
2. Fungsi : Quick Test - menampilkan data SMART (Self Monitoring And Reporting Technology),
dan deteksi-cepat apakah HDD rusak atau tidak. Extended Test - melakukan deep scan untuk
deteksi bad-sector. Secara default tidak merusak data, kecuali kita memilih opsi "Repair"
pada bad sector. Melakukan zero-fill, dan ada 2 (dua) mode : Quick Erase - melakukan zerofill hanya pada sector awal dan sector akhir suatu HDD. Full Erase - zero-fill semua sector.
2. Samsung.
1. Nama tool : ES Tool (Drive Diagnostic Utility) untuk test HDD-internal merk Samsung.

11

2. Note : Harus dijalankan dari DOS dengan menggunakan media bootable. Lakukan backup
sebelum gunakan tool ini, sebab ES Tool akan melakukan penulisan dalam HDD (yang bisa
saja menyebabkan hilangnya suatu data).
3. Fungsi : Drive Diagnostic - pendeteksian bad-sector. Low Level Format - secara parsial
maupun full zero-fill. Acoustic Management - mendeteksi jenis suara HDD, serta fungsi
lainnya.
3. Hitachi.
1. Nama tool : Drive Fitness Test (DFT) untuk menentukan apakah HDD rusak atau tidak, untuk
kemudian dikembalikan ke pabrik (garansi). Bisa digunakan pada HDD merk Hitachi, IBM dll.
Berbasis DOS.
2. Fungsi : Quick Test - mendeteksi secara acak kerusakan sector. Defaultnya adalah aman
untuk data, tetapi jika ditemukan adanya bad-sector akan ada pilihan untuk Ignore (abaikan)
atau Erase Disk yang akan menghapus data user. Advanced Test - sama seperti Quick Test,
tetapi akan membaca semua sector dalam HDD. Exerciser - sama seperti Advanced Test, tapi
bisa dilakukan secara berulang. Erase Boot Sector - melakukan zero-fill pada boot-sector.
Erase Disk - melakukan zero-fill keseluruh HDD. Selain itu masih ada tool lain yaitu OGT (On
site analysis tester for Generic Tool) khusus merk Hitachi, yang hanya untuk deteksi
kegagalan HDD yang masih dalam garansi. Jika OGT menemukan bad-sector akan langsung
berusaha memperbaikinya, ini bisa menyebabkan hilangnya data user.
4. Seagate & Maxtor.
1. Nama tool : SeaTools, untuk test HDD internal dan eksternal. Bisa digunakan untuk merk
selain Seagate - Maxtor.
2. Fungsi : Menampilkan Informasi Drive. Memeriksa SMART. Short/Long Drive Self Test.
Short/Long Generic Test. Advanced Test. Semua test untuk internal HDD adalah "read only",
jadi aman untuk data. Sedangkan untuk eksternal HDD, ada 2 (dua) "unsafe-procedures",
yaitu Long Generic Test : dengan opsi Enable Repair Bad Sector, dan USB Erase Boot Tracks :
dengan zero-fill di bagian awal USB-HDD untuk menghapus informasi partisi.
Selain Tool dari vendor HDD, ada juga tool yang merupakan sofware di luar produsen HDD, contohnya :
1. software LowVel 6.1 untuk Low Level Format atau zero-fill seluruh permukaan HDD.
2. software Harddisk Low Level Format Tool 2.36 yang fungsinya juga untuk LLF. Keduanya bisa didapat
secara gratis.
Contoh melakukan proses Low Level Format (Low Format) bisa dibaca di Low Format Dengan LowVel 6.1.

12

Bab 5
Cara Partisi & Format HDD dari Windows Disk Management

Cara membuat Partisi dan cara mem-Format HDD menggunakan layar Disk Management yang ada di dalam
fitur Windows Computer Management [compmgmt.msc]. Cara membuka layar Disk Management dan cara
menggunakannya untuk me-manage storage device.
Windows Disk Management

Fitur Disk Management ada di dalam layar Windows Computer Management.


Layar Computer Management berisi bermacam fitur untuk melakukan pengaturan (manage) sistem
komputer Windows.
Salah satunya adalah fitur pengaturan (control) storage device seperti HDD, USB Storage
(Removeable) dll. Pengaturan di sini meliputi:
o Membuat atau hapus Partisi HDD, Marking Active Drive, membuat Partisi Extended,
membuat & hapus Partisi Logical, Format Partisi, ubah Drive Letter partisi, akses Disk
Properties dll.
Cara mem-Format HDD dari layar Disk Management ini mungkin tidak "semudah" jika dilakukan dari
Explorer (baca artikel High Level Format), tetapi Disk Management memiliki kelebihan yang cukup
berguna. Yaitu jika - karena suatu hal - storage device (eksternal, removable) tidak terdeteksi di
dalam Windows Explorer (My Computer), kemungkinan akan terdeteksi di layar Disk Management
ini. Tentu hal ini sangat berguna dalam melakukan perbaikan storage device yang sedang
bermasalah.

Partisi dan Format dari Disk Management


Membuka layar Disk Management.
1. Gambar-10a : Klik kanan icon My Computer (di Desktop atau Start Menu). Klik Manage. Atau
dengan cara dibawah ini,
2. Gambar-10b : Start - Run -> ketik compmgmt.msc -> Enter. Maka akan tampil seperti
3. Gambar-11 : layar Computer Management. Expand item Storage - klik Disk Management. Pada
kolom kiri tampil semua storage device yang terhubung ke PC. Dalam contoh ini saya akan membuat
partisi pada Disk 1 (HDD ke-2). Pada Disk 1 ini sudah ada 1-Partisi Active E (warna biru-gelap), dan
masih ada Unallocated space (warna hitam). Pada Unallocated space ini akan dibuat 1-Partisi Logical
(F).

13

Gambar 10 -

Gambar 11 -

Membuat Partisi Extended.


Tentang Partisi Extended bisa dibaca di artikel Format Harddisk.
1. Gambar-12 : Klik kanan pada Unallocated space, klik New Partition.... Muncul layar New Partition
Wizard.
2. Gambar-13a : Klik tombol Next.
3. Gambar-13b : layar Partition Type. Pilih Extended Partition. Klik tombol Next.

Gambar 12 -

Gambar 13 -

1. Gambar-14a : Layar Partition Size. Dalam membuat partisi Extended, tentukan size-nya sama dengan
Maximum Disk Space yang tersedia agar nantinya (jika dikehendaki) bisa membuat beberapa Partisi
Logical di dalamnya. Dalam contoh ini, field Maximum disk space sama dengan Partition Size (7177
MB). Selanjutnya klik tombol Next.
2. Gambar-14b : Layar Informasi Spesifikasi Partisi Extended yang akan dibuat , klik tombol Finish.
3. Gambar-15 : Partisi Extended sudah jadi (kotak hijau-gelap). Ruang di dalamnya adalah Free Space
(warna hijau-terang). Di dalam Free Space inilah bisa dibuat satu (atau lebih) Partisi Logical. Dalam
contoh ini, seluruh free space akan dibuat menjadi satu Partisi Logical saja.

14

Gambar 14 Gambar 15 -

Membuat Partisi Logical.


1. Gambar-16 : klik kanan Free Space (hijau terang), pilih New Logical Drive....
1. Muncul layar Welcome, klik Next.
2. Muncul layar Partition Type, pilih Logical Drive, lalu klik tombol Next.
3. Muncul layar Partition Size, tentukan size-nya sesuai keinginan, lalu klik Next.
4. Muncul layar Assign Drive Letter, bisa mengikuti yang disarankan atau bisa juga pilih huruf
lain, klik Next.
2. Gambar-17 : Layar Format Partition. Pilih opsi Format this partition with ....
1. Pada field File system pilih NTFS atau FAT32.
2. Pada Allocation unit pilih Default.
3. Pada Volume label isikan nama partisi (bukan Drive Letter).
4. Pada dua check box dibawahnya, anda bebas mau pilih atau tidak. Kemudian klik Next.
Tentang Quick Format bisa dibaca artikel High Level Format.
5. Muncul layar Informasi spesifikasi Partisi Logical yang akan dibuat, klik Finish. Tunggu proses
format selesai.

Gambar 16 -

Gambar 17 -

15

Proses Format.
1. Gambar-18 : Layar Proses Format. Silahkan tunggu sampai proses pem-formatan selesai, perhatikan
progres text (%).
2. Gambar-19 : layar Disk Management. Partisi Logical (F) sudah jadi (warna biru terang). Partisi ini
sudah bisa digunakan untuk menyimpan data.
3. Jika masih tersedia Free Space, bisa dibuat Partisi Logical baru seperti langkah diatas - "Membuat
Partisi Logical".

Gambar 18 -

Gambar 19 -

Bab 6
Merubah Kapasitas Partisi Harddisk

Cara merubah ukuran atau kapasitas (resize) partisi harddisk untuk keperluan tertentu. Merubah kapasitas
atau me resize partisi bisa dengan memperbesar kapasitas, atau memperkecil volume suatu partisi.
Pengertian Partisi HDD bisa dibaca di artikel Pengertian FORMAT, link di Artikel terkait dibawah halaman ini.
Sebenarnya merubah ukuran atau resize partisi hdd bisa dilakukan dari dalam Windows. Tetapi
menggunakan software partitioner pihak-ketiga, biasanya akan mendapat beberapa kemudahan dalam
pelaksanaannya. Bahkan juga memiliki fitur yang lebih lengkap untuk keperluan "managemen harddisk"
dibanding partitioner (Disk Management) milik Windows. Tentang Disk Management bisa dibaca artikel Disk
Management-Format.
Easeus Partition Master 9.2.1 Home Edition

Gambar-20 : Diagram drive harddisk yang ada di dalam sistem PC.


Dalam contoh ini ada dua buah drive harddisk yang terpasang, diagram atas adalah drive #1 (partisi
C dan D) sedang diagram bawah adalah drive #2 yang berisi partisi F dan partisi G. Disini partisi F
akan di resize kapasitas-nya agar menjadi lebih besar.

Untuk menambah kapasitas suatu partisi, harus tersedia ruang-bebas atau Unallocated space. Karena
seluruh ruang (space) dalam drive #2 sudah terpakai semua, maka untuk memperbesar kapasitas partisi F
harus terlebih dulu dibuat Unallocated space. Hal ini dilakukan dengan memperkecil ukuran partisi G.
16

Gambar 20 -

Gambar 21 -

Gambar-21 : membuat Unallocated space dengan memperkecil partisi G.


Caranya adalah klik partisi G, geser mouse ke batas antara partisi F dan G. Kursor akan berubah
bentuk menjadi "slider" (panah kanan-kiri). Sambil memperhatikan perubahan angka didalam
diagram, klik dan geser kursor kekanan sehingga terbentuk Unallocated space (ruang bebas) yang
berwarna abu-abu. Berhenti pada angka yang dikehendaki. Angka tesebut menunjukkan kapasitas
partisi.

Perhatikan posisi unallocated space berdampingan dengan partisi F yang akan di-resize. Posisi ini penting,
karena secara geometris menentukan "sector" yang berurutan didalam hdd. Kita bisa saja membuat
unallocated space ini "dibelakang" partisi G. Tetapi ini akan menimbulkan "lompatan-sector" didalam partisi
F nantinya. Dengan kata lain, partisi F akan disusun dari sector yang "tidak berurutan". Sangat buruk untuk
performa penyimpanan & akses data dalam harddisk.
Gambar-22 : Memperbesar kapasitas partisi F.
Caranya mirip seperti dalam membuat unallocated space diatas. Klik partisi F, tempatkan kursor pada "batasbelakang" (sisi-kanan) partisi F. Setelah kursor berubah menjadi "slider", klik-geser kursor sampai mencakup
semua unallocated space, dan lepas mouse. Rancangan partisi F sudah jadi, dengan ukuran kapasitas yang
lebih besar.
Jika ternyata masih belum sesuai yang dikehendaki, bisa dibatalkan dengan menekan tombol [Undo] di
pojok kiri bawah. Dan bila rancangan sudah sesuai dengan keinginan, klik tombol [Apply].

Gambar 23 -

17

Gambar 22 -

Gambar-23 : Memulai proses resize partisi.


Setelah menekan tombol [Apply], akan muncul jendela Konfirmasi, klik [Yes]. Tunggu sesaat sampai proses
resize selesai, yang ditandai munculnya jendela Finish, dan klik [OK]. Pekerjaan resize partisi selesai. Tutup
aplikasi Easeus nya.
Cara di atas bisa juga diterapkan untuk keperluan membuat partisi baru. Yang perlu diingat adalah me
nempatkan posisi yang tepat secara geometris untuk ruang-ruang (space) baru yang akan dibuat.

Bab 7
Cara Melakukan Defragmentasi Data Dalam Harddisk
Pengertian Defragmentasi
Dalam melakukan kegiatan menggunakan komputer, maka tidak akan terlepas dari adanya proses "editing
file/data" yang ada didalam harddisk. Masih banyak yang belum menyadari, bahwa proses editing suatu
file/data
akan
menyebabkan
terjadinya
"Fragmentasi"
pada
suatu
file/data.
Fragmentasi adalah keadaan terpecah nya suatu file menjadi beberapa bagian (cluster) yang letaknya
berserakan didalam storage-device (sector harddisk).

Fragmentasi menyebabkan akses data didalam harddisk menjadi butuh waktu lebih lama, karena
(head) harddisk harus mencari sambungan setiap bagian dari file/data yang berserakan tsb. User
sering menyebut situasi ini dengan istilah "kinerja pc lemot".

Tidak benar bahwa sering defrag akan merusak HDD. Apa yang dilakukan HDD saat defragmentasi
tidak berbeda dengan yang dilakukan HDD saat kita main game atau menjalankan aplikasi lain.

Sebaliknya, jika data dalam HDD sangat terfragmentasi karena jarang dilakukan defragmentasi,
maka umur HDD akan lebih pendek. Sebab HDD harus selalu kerja ekstra-keras untuk menemukan
data yang diminta setiap kali PC digunakan.

Tindakan untuk mengatasi Fragmentasi disebut De-fragmentasi. Ini harus dilakukan dengan bantuan
software yang disebut software-Defragmenter atau Defrager. Ada banyak merek software seperti
ini, baik yang gratis maupun yang ber-bayar. Bahkan didalam Windows juga sudah disertakan tool
ini.

Persiapan Defragmentasi.
Melakukan de-fragmentasi memang bukan pekerjaan sulit, karena sudah banyak tools (utility software) yang
bisa melakukan hal ini, bahkan yang berlisensi gratis.

18

Tetapi untuk melakukan defragmentasi dengan benar dan efektif butuh trik tertentu, terutama jika
fragmentasi sudah dirasa menimbulkan problem. Sementara untuk hal fragmentasi-data itu sendiri
memerlukan pemahaman khusus tentang sistem penulisan dan penyimpanan data ke dalam harddisk drive
(hdd). Jika ingin memahami lebih lanjut perihal Fragmentasi, Anda bisa membaca artikel pada URL ini,
Fragmentasi Data : http://mastokkenari.page4.me/147.html
Ada beberapa hal yang sebaiknya dikerjakan sebelum melakukan Defragmentasi, hal-hal dibawah ini
diperlukan agar defragmentasi yang dilakukan benar-benar efektif, antara lain terlebih dahulu Anda harus :

bersihkan semua junk-file atau "file-sampah" (mis. recycle-bin, recycler, invalid-registry, officetemporary, file-tmp, cookies yang tidak penting, TIF, Restore-Point lama, file-Tumb.db, dll), dari pc
anda. Bisa menggunakan software utility-cleaner yang banyak macamnya.

disable program2 Startup/resident (untuk sementara), seperti Auto-updater dsb.

nonaktifkan antivirus (sementara).

nonaktifkan otomatisasi software utility (sementara).

matikan koneksi internet/LAN.

matikan Screen_saver.

jangan mainkan lagu/video/game selama melakukan defragmentasi.

Mengapa harus demikian ? ini untuk me-minimalisir jumlah data yang di "lock" oleh sistem (Windows)
selama dilakukan defragmentasi. Percuma saja di-defrag, jika masih banyak data yang "locked" (terkunci
oleh sistem operasi)! Sebab data yang di-lock oleh sistem (OS) ini tidak bisa di-defrag.
Lokced data : adalah file/data yang tidak bisa diakses oleh mesin-defrag saat proses defragmentasi. Sebab
file/data tsb. adalah milik suatu program yang (saat itu) sedang aktif.
Sehingga, jika locked data ini dalam kondisi ter-fragmentasi, maka setelah dilakukan defragmentasi pun akan
tetap masih dalam kondisi ter-fragmentasi. Artinya defragmentasi yang dilakukan menjadi kurang efektif,
sia-sia.

Intinya, pada saat melakukan defragmentasi, usahakan agar satu-satunya program yang berjalan
hanyalah Defragmenter saja. Sedapat mungkin jangan sampai ada program lain yang berjalan,
termasuk program resident (kecuali milik Windows/OS).

Keterangan Gambar.

Gambar-24: adalah contoh beberapa program Startup/Resident yang di-disable (cekmate sudah
dihilangkan), dari "msconfig".

Gambar-25: adalah melihat program Resident dalam tab-Services, perhatikan opsi "Hide all
Microsoft Services" yang diberi cekmate. Semua di-disable, kecuali program-utility (TuneUp_Utility)
karena defragmenter-nya akan digunakan.

19

Gambar-26: adalah contoh tampilan fragmentasi-data dalam sebuah harddisk. Level fragmentasidata (blok warna-merah) belum terlalu tinggi, tetapi free-space nya (blok warna-putih) sangat
terfragmentasi. Blok warna-ungu adalah locked-data.

Gambar 24 -

Gambar 25 -

Gambar 26

Melakukan Defragmentasi HDD.


1. Luangkan waktu yang cukup untuk melakukan defragmentasi.

terutama jika data atau partisi yang akan di-defrag berukuran besar dan sering mengalami editing
(mis. spread-sheet Excel), dan sebelumnya anda termasuk "malas" defrag :) , karena hal seperti ini
akan membutuhkan waktu yang cukup lama - bisa berjam-jam.

jika kita rajin defrag minimal 1(satu) bulan sekali, maka proses defragmentasi tidak akan butuh
waktu lama.

jika software defragmenter nya memungkinkan, lakukan setting agar secara otomatis software akan
meng-OFF kan pc begitu defragmentasi selesai.

jadi sementara defragmentasi berlangsung, bisa ditinggal tidur atau main kemana gitu. Dan kalau
bisa, monitor dimatikan untuk menghemat listrik.

2. Lakukan defragmentasi khusus pada file registry-Windows.

20

Defragmentasi Registry dilakukan setelah defragmentasi tahap pertama selesai. Registry memang
tipe "file eksklusif" sehingga mesti ditangani tersendiri. Disamping itu, saat dilakukan defrag tahap
pertama diatas, maka file registry merupakan locked-data, sehingga tidak bisa di-defrag. Baca artikel
Defragmentasi Registry.

Software utility seperti TuneUp_Utility sudah dilengkapi dengan fitur TuneUp_Registry_Defrag, atau
barangkali Anda sudah memiliki software lainnya yang sejenis, Anda bisa gunakan itu.

Defragmentasi file registry akan dilakukan dengan cara berbeda yakni dari "luar" Windows, sebab
tidak mungkin hal ini dilakukan dari "dalam" Windows. Oleh karena itu biasanya akan melalui tahap
restart pc. Nah sebelum sistem masuk ke Windows, saat itulah file registry di-defrag.

Partisi yang harus di-Defragmentasi.


Tidak ada batasan, partisi mana yang mesti di-defragmentasi. Biasanya didalam software Defragmenter
terdapat opsi "Analyse". Yaitu tahap pemeriksaan derajat fragmentasi dari setiap partisi yang ada. Setelah
ini selesai dilakukan, kita bisa melihat kondisi setiap partisi dan memilih partisi mana yang akan (perlu) didefragmentasi.

Yang pasti, partisi C:\ (active partition) adalah merupakan partisi yang paling mudah ter-fragmentasi,
dibanding partisi lainnya. Kecuali Anda juga memiliki OS lain (Multi Operating System) yang terinstal
pada partisi selain partisi C:\ tersebut.

Tingkat (level) fragmentasi diatas 10%, biasanya sudah akan terasa berpengaruh pada kecepatan
akses data. Tetapi angka 10 % ini sangat relatif. Hitung sendiri, 10% dari data sebesar 1GB pasti
berbeda dibanding 10% dari data sebesar 50GB. Jadi, silahkan "membijaksanai " sendiri hal ini :).

Salah satu software yang bisa digunakan untuk Defragmentasi adalah Defragler_2.11.

Note:
fragmentasi : kondisi bagian bagian file yang terletak dalam cluster yang tidak berurutan didalam harddisk.
cluster : bagian terkecil dari ruang penyimpanan data didalam harddisk.
defragmentasi : tindakan untuk mengatasi fragmentasi data didalam harddisk.
defragmenter : defrager, software untuk melakukan defragmentasi data harddisk.
program startup : program resident, program yang aktif saat Windows di-load. Dan akan terus aktif selama Windows
berjalan. Program ini juga menyerap resource pc.

21

Bab 8
Memeriksa Kondisi Kesehatan Harddisk

Beberapa cara merawat dan memeriksa kondisi kesehatan harddisk (HDD). Dibanding hardware lain yang
terpasang dalam pc, maka keberadaan harddisk (harddisk drive, HDD) lebih jarang terperhatikan dibanding
dengan Processor, Ram, dan VGA card. Kadang terlupakan bahwa performa processor, RAM, maupun vga
card menjadi tidak ada artinya tanpa keberadaan harddisk. Biasanya user mulai memperhatikan harddisk,
saat timbul masalah pada akses data di dalamnya.
Kapan Memeriksa Kondisi Harddisk
Banyak hal yang mengharuskan user untuk mulai melakukan pemeriksaan harddisk, diantaranya :

Ketika harddisk menimbulkan perilaku atau suara-suara yang aneh. Suara detak yang teratur
berulangkali, atau lampu LED harddisk (merah) yang menyala secara kontinyu, bisa menjadi tanda
untuk mulai mencurigai kesehatan harddisk.

Ketika software utility memberi peringatan untuk melakukan maintenance harddisk, seperti saran
melakukan defragmentasi, melakukan check-disk dsb.

Ketika sistem operasi (windows) gagal loading diikuti munculnya peringatan tidak ditemukan Boot
drive/device yang berisi sistem operasi (OS).

Ketika performa PC menurun, menjadi sangat lambat. Salah satu penyebab kelambatan PC adalah
problem HDD. Baca artikel Menelusuri Penyebab Komputer Lambat.

Ketika muncul Bluescreen (BSOD) dengan analisa kegagalan HDD- storage drive, dan menyarankan
untuk melakukan CHKDSK pada harddisk. Silahkan baca artikel tentang bluescreen/BSOD.

Semua kondisi seperti di atas, adalah tanda-tanda untuk segera memeriksa kondisi harddisk.
Cara Memeriksa Harddisk
Ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk memeriksa kondisi harddisk, a.l :
Menggunakan tools Windows Error Checking.
Ini dilakukan jika Windows masih bisa (loading) berjalan normal, atau setidaknya bisa masuk
Menggunakan Safe Mode. Maka user masih bisa melakukan pemeriksaan atau maintenance pada
harddisk. Tool ini sudah terintegrasi didalam Windows. Meski hanya dalam batas basic-test, dalam
beberapa kasus tool ini dapat melakukan maintenance atau perbaikan pada problem harddisk, misalnya
kasus bad sector. Caranya :
1. buka [My Computer] dengan klik icon di desktop, atau dengan menekan tombol [Windows+E]
secara bersamaan.

22

2. klik kanan drive (partisi) yang akan diperiksa (biasanya C), pilih [Properties].
3. pilih tab [Tools] dan klik tombol [Check Now].
4. selanjutnya akan tersedia dua pilihan (options), yaitu : Automatically fix file system errors, dan Scan
for and attempt recovery of bad sectors (lihat Note). Perhatikan gambar-27 dibawah ini.
5. tekan tombol [Start], biasanya akan muncul seperti gambar-28 berikut . Pemberitahuan bahwa
pemeriksaan harddisk akan dilakukan setelah restart Windows. Klik tombol [Yes]. Sistem akan
restart, dan sebelum masuk Windows akan dilakukan pemeriksaan harddisk. Ini bisa makan waktu
lama, tergantung kondisi harddisk. User dapat melihat, apa saja yang sedang dikerjakan oleh sistem.
6. tunggu sampai selesai. Sistem akan loading Windows.

Gambar 28 -

Gambar 27 -

Note :

Automatically fix file system errors,


1. ini akan memperbaiki file sistem yang error (rusak), sebaiknya opsi ini dipilih, karena hal ini
bisa untuk memperbaiki kesalahan (error) dalam file sistem Windows.

Scan for and attempt recovery of bad sectors,


1. ini akan mencari area HDD (sector dan cluster) yang rusak. Kemudian
2. akan menandai (marking) bagian yang rusak tersebut agar tidak lagi digunakan untuk
menyimpan data baru.
3. Selanjutnya (jika ada) data di dalam sector yang rusak (bad sector) akan dipindah ke sector
yang baik. Waktu yang diperlukan untuk hal ini akan relatif lama, tergantung jumlah bad
sector yg ditemukan.

Menggunakan Perintah CHKDSK dari Command Prompt.


Jika Windows tidak bisa loading (gagal Windows), maka pemeriksaan dan perbaikan HDD bisa dilakukan
menggunakan perintah (command) CHKDSK dari dalam Command Prompt.
Menggunakan software dari produsen harddisk.
Software seperti ini biasanya disediakan gratis. Dibanding tool milik Windows, software ini bisa
melakukan pemeriksaan dengan lingkup lebih luas dan info yang lengkap. Produsen seperti Hitachi,

23

Western Digital, dan Seagate (Maxtor) menyediakan software ini dengan nama yang berbeda, dan
semuanya adalah software yang bisa di download dengan gratis.
Berikut adalah nama software:
1. Hitachi : HGST Windows Drive Fitness Test (WinDFT),
2. Western Digital : Data Life Guard,
3. Seagate & Maxtor : SEATools.
Ketiganya menyediakan tool yang cukup terkenal untuk keperluan maintenance HDD. Ada yang versi
Windows, dan ada yang versi DOS. Pelajari bagaimana mengoperasikan softwarenya pada situs
masing-masing pada link diatas.
Menggunakan software komersial.
Biasanya jenis ini lebih powerfull serta mampu melakukan berbagai perbaikan kerusakan harddisk.
Diantaranya adalah
1. SpinRite : http://www.grc.com/spinrite.htm, software profesional yang cukup mahal. Atau
2. Hard Drive Mechanic : http://www.highergroundsoftware.com/hard-drive-mechanic.html
mudah dioperasikan, meski harganya juga tidak tergolong murah.
Merawat Harddisk secara berkala.
Bisa dilakukan dengan cara antara lain :
1. menghapus file-personal (dan file-system) yang sudah tidak diperlukan (sampah data), baca
artikel Disk CleanUp.
2. secara berkala Melakukan Defragmentasi Dengan Benar. Ini semua bisa membantu HDD
bertahan hidup lebih lama.
3. jika kondisi HDD sudah sangat buruk, sering gagal saat proses read & write (tanda terjadi
bad-sector), mungkin perlu melakukan Low Format HDD untuk me-realokasi bad-sector.

Blog paling tepat untuk belajar tentang hal-hal komputer Windows adalah di web/blog [kangtokkomputer].

24

Anda mungkin juga menyukai