Anda di halaman 1dari 13

Makalah Perilaku

Menyimpang

Kelas

: X.IIS.5

Daftar Isi
Halaman Judul (Cover) 01
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Perilaku Menyimpang
2.2 Teori Teori Perilaku Menyimpang
2.3 Ciri Ciri Perilaku Menympang
2.4 Faktor Penyebab Perilaku Menyimpang
2.5 Bentuk Perilaku Menyimpang
2.6 Sifat Sifat Perilaku Menyimpang
2.7 Macam-Macam Perilaku Menyimpang
2.8 Pencegahan Perilaku Menyimpang
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas sosiologi pada semester
dua. Dengan dibuatnya laporan penelitian ini diharapkan dapat menambah
pengetahuan bagi pembaca. Perilaku menyimpang adalah segala tingkah laku
individu atau kelompok yang malanggar nilai dan norma yang ada dalam suatu
kelompok atau masyarakat. Perselisihan pendapat antar warga sering kali
meledakkan konflik sosial. Bak api yang menyambar tumpukan kayu kering,
konflik kemudian melibatkan banyak pihak dan memakan korban yang besar.
Harta benda mereka yang dianggap lawan menjadi halal untuk dihancurkan.
Bahkan korban jiwa pun kadang tidak bisa dihindari. Berlangsunglah aneka
perilaku yang melanggar kaidah sosial. Terjadinya perilaku menyimpang
menunjukkan kegagalan sosialisasi yang dijalani individu. Seperti halnya dengan
materi sosiologi yang lain, perilaku menyimpang mempunyai jenis-jenis dan ciriciri.
1.2

Rumusan Masalah
1.

Pengertian Perilaku Menyimpang

2.

Definisi Perilaku Menyimpang Menurut Para Ahli

3.

Teori-Teori Perilaku Menyimpang

4.

Ciri-Ciri Perilaku Menyimpang

5.

Faktor Penyebab Perilaku Menyimpang

6.

Bentuk Dan Sifat Perilaku Menyimpang

7.

Macam-Macam Perilaku Menyimpang

8.

Pencegahan Perilaku Menyimpang

1.3

Tujuan
Tujuan penulisan untuk makalah ini adalah :

1.
2.

Untuk mengetahui perilaku menyimpang


Untuk mengetahui ciri-ciri, bentuk-bentuk, dan sifat-sifat perilaku

3.
4.
5.

menyimpang
Untuk mengetahui faktor penyebab perilaku menyimpang
Untuk mengetahui jenis-jenis perilaku menyimpang
Mengetahui cara mencegah perilaku

Bab II

Pembahasan
2.1

Pengertian Perilaku Menyimpang


Perilaku menyimpang adalah suatu perilaku yang tidak sesuai dengan

nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Dengan kata lain
penyimpangan (deviation) adalah segala pola perilaku yang tidak berhasil
menyesuaikan diri terhadap kehendak masyarakat.
2.2

Ciri-Ciri Perilaku Menyimpang


Menurut Paul B Horton penyimpangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Penyimpangan harus dapat didefinisikan, artinya penilaian menyimpang
tidaknya suatu perilaku harus berdasar kriteria tertentu dan diketahui

penyebabnya.
b. Penyimpangan bisa diterima bisa juga ditolak.
c. Penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlak, artinya perbedaannya
ditentukan oleh frekuensi dan kadar penyimpangan.
d. Penyimpangan terhadap budaya nyata ataukah budaya ideal, artinya
budaya ideal adalah segenap peraturan hukum yang berlaku dalam suatu
kelompok masyarakat. Antara budaya nyata dengan budaya ideal selalu
terjadi kesenjangan seperti :
1. Terdapat norma-norma penghindaran dalam penyimpangan. Norma
penghindaran adalah pola perbuatan yang dilakukan orang untuk memenuhi
keinginan mereka, tanpa harus menentang nilai-nilai tata kelakuan secara terbuka.
2. Penyimpangan sosial bersifat adaptif, artinya perilaku menyimpang
merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan
perubahan sosial.
2.3

Faktor Penyebab Perilaku Menyimpang


Secara
umum
ada
sejumlah
faktor

penyebab

terjadinya

perilakumenyimpang dalam masyarakat, antara lain:


a. Longgar atau tidaknya nilai dan norma
Ukuran perilaku menyimpang bukan pada ukuran baik buruk atau salah
menurut pengertiannumum, melainkan berdasarkan ukuran longgar tidaknya nilai
dan norma sosial masyarakat. Nilai dan normasocial mayarakat yang satu berbeda
dengan nilai dan norma masyarakat lain. misalnya hidup bersama tanpa ikatan

perkawinan (kumpul kebo) di Indonesia dianggap penyimpangan, namun di


masyarakat Barat merupakan hal yang biasa.
b. Sosialisasi yang tidak sempurna
Di

masyarakat

sering

terjadi

proses

sosialisasi

yang

tidak

sempurna,sehingga menimbulkan perilaku menyimpang. Contohnya, dalam


keluarga, orangtua idealnya bertindak sebagai panutan atau pedoman, menjadi
teladan. Namun kadangkala yang terjadi, orang tua justru memberi contoh yang
salah, seperti merokok atau berkata kasar. Anak yang melihatnya sangat mungkin
akan mengikuti perilaku menyimpang.
c. Sosialisasi sub kebudayaan menyimpang
Perilaku menyimpang dapat juga terjadi pada masyarakat yang memiliki
nilai-nilai sub kebudayaan menyimpang, yaitu sesuatu kebudayaan khusus yang
normanya bertentangan dengan norma-norma budaya yang dominan atau pada
umunya. Contoh, masyarakat yang tinggal di lokalisasi prostitusi, masalah etika
dan estetika kurang diperhatikan, sering cekcok, mengeluarkan kata-kata kotor,
serta melakukan perbuatan asusila. Hal itu oleh masyarkat umum dianggap
perilaku menyimpang.
2.4 Bentuk Perilaku Menyimpang
a. Penyimpangan primer (primary deviation)
Adalah penyimpangan yang dilakukan seseorang yang bersifat temporer dan
tidak berulang-ulang.Seorang yang melakukan penyimpangan primer masih
diterima di masyarakat karena hidupnya tidak didominasi oleh perilaku
penyimpang tersebut.
Contoh : Pelanggaran lalu lintas, Pegawai yang membolos kerja
b.

Penyimpangan sekunder (secondary deviation)


Adalah hal yang berwujud tindak kejahatan atau kriminalitas sehingga

masyarakat tidak bisa menerimanya.Pelaku didominasi oleh tindakan penyimpang


karena merupakan tindakan pengulangan.
Contoh : Seorang siswa yang sering tidak masuk sekolah tanpa
Keterangan.
c.
Penyimpangan Individual (Individual Deviation)
Adalah hal yang dilakukan oleh seorang individu dengan melakukan
tindakan-tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam

masyarakat.Munculnya penyimpangan individual disebabkan kelainan jiwa


seorang sehingga tidak dapat mengendalikan diri. Sesuai kadar penyimpangan
dibagi menjadi 5, yaitu:
> Pembandel :Penyimpangan karena tidak patuh pada nasihat orangtua agar
mengubah pendiriannya yang kurang baik.
Contoh : Seorang anak yang tidak patuh terhadapnasihat ibunya.

Gambar 1. Tauran contoh perilaku pembandel

> Pembangkang:Penyimpangan karena tidak taat pada peringatan Dari orangorang.

Gambar 2. Membawa catatan kecil saat ulangan


> Pelanggaran:Penyimpangan karena melanggar norma umum yang berlaku
dalam masyarakat.
Contoh : Anak sekolah melanggar peraturan lalu lintas tidak memakai helm dan
melawan arus

Gambar 3. Melanggar aturan lalu lintas


> Penjahat: Penyimpangan karena melanggar norma umum, sehingga
menimbulkan kerugian harta benda atau jiwa dilingkungan.
Contoh : pencurian, perampokan

>

Munafik: Penyimpangan karena tidak menepati janji, berkata bohong,

mengkhianati kepercayaan, dan berlagak membela.


Contoh :Pencurian yang dilakukan sendiri.
d.

Penyimpangan Kelompok/Kolektif
Adalah tindakan yang dilakukan sekelompok orang yang tunduk pada norma

kelompok

yang

bertentangan

dengan

norma

masyarakat

yang

berlaku.Contoh:Mafia / Geng kejahatan.


2.5 Sifat-Sifat Perilaku Menyimpang
a. Penyimpangan Positif
Adalah penyimpangan yang mempunyai dampak positif terhadap sistem
sosial

karena

mengandung

unsur

inovatif,

kreatif,

dan

memperkaya

alternatif.Penyimpangan demikian umumnya dapat diterima masyarakat karena


sesuai dengan perubahan zaman.
Contoh : Emansipasi wanita dalam kehidupan masyarakat yang memunculkan
banyak wanita karier.
b.

Penyimpangan Negatif
Penyimpangan yang cenderung bertindak kearah nilai-nilai sosial yang

dipandang rendah dan akibatnya pun selalu buruk serta mengganggu sistem sosial.
Contoh : Seseorang melakukan pembunuhan dan pemerkosaan
2.6

Macam-Macam Perilaku Menyimpang


Perilaku menyimpang dapat kita golongkan atas tindakan kriminal atau

kejahatan, penyimpangan seksual, penyimpangan dalam bentuk pemakaian, dan


pengedaranobat terlarang, serta penyimpangan dalam gaya hidup.
1.

Tindakan kriminal atau kejahatan


Tindak kriminal maupun kejahatan umumnya bertentangan dengan norma

sosial, dan norma agama yang berlaku di masyarakat. Yang termasuk ke dalam
tindakan kriminal antara lain: pencurian, penganiayaan, pembunuhan, penipuan,
pemerkosaan, dan perampokan. Tindakan kejahatan ini biasanya menyebabkan
pihak lain kehilangan harta benda, cacat tubuh bahkan kehilangan nyawa. Tindak
kejahatan mencakup pula semua kegiatan yang dapat mengganggu keamanan dan
kestabilan negara, seperti korupsi, makar, subversi, dan terorisme.Emile

Durkheim menyebut penyimpangan sebagai kejahatan.sedangkan ahli sosiologi


lain membuat klasifikasi berbeda. Light, Keller, dan Calhoun membedakan tipe
kejahatan menjadi empat yaitu:
a.

Kejahatan tanpa korban (crime without victim)


Kejahatan ini tidak mengakibatkan penderitaan pada korban akibat tindak

pidana orang lain. Contoh perbuatan berjudi, penyalahgunaan obat bius, mabukmabukan.Meskipun

tidak

membawa

korban,

perilaku-perilaku

ini

tetap

dogolongkan sebagai perilaku menyimpang oleh masyarakat. Kejahatan seperti ini


dapat mengorbankan orang lain apabila menyebabkan tindakan negatif lebih
lanjut.
b.

Kejahatan terorganisasi (organized crime)


Pelaku kejahatan merupakan komplotan yang secara berkesinambungan

melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang atau kekuasaan dengan jalan
menghindari hukum. Misalnya komplotan korupsi peminjaman uang dengan
bunga tinggi (rentenir).Kejahatan terorganisasi yang melibatkan hubungan
antarnegara disebut kejahatan terorganisasi transnasional.Contoh penjualan bayi
ke luar negeri, jaringan narkoba internasional.
c.

Kejahatan kerah putih (white collar crime)


Kejahatan ini merupakan tipe kejahatan yang mengacu pada kejahatan yang

dilakukan oleh orang terpandang atau orang yang berstatus tinggi dalam rangka
pekerjaannya.Contoh, penghindaran pajak, penggelapan uang perusahaan oleh
pemilik perusahaan, atau pejabat negara yang melakukan korupsi.
d.

Kejahatan korporat (corporate crime)


Kejahatan ini merupakan jenis kejahatan yang dilakukan atas nama organisasi

dengan tujuan menaikkan keuntungan atau menekan kerugian. Misalnya, suatu


perusahaan membuang limbah racun ke sungai dan mengakibatkan penduduk
sekitar mengalami berbagai jenis penyakit.
2.

Penyimpangan Seksual

Penyimpangan seksual Adalah perilaku seksual yang tidak lazim dilakukan.


Beberapa jenis penyimpangan seksual antara lain perzinahan, lesbianisme,
homoseksual, kumpul kebo, sodomi, transvestitisme, sadisme, dan pedophilia.
3. Pemakaian dan Pengedaran Obat Terlarang
Penyimpangan dalam bentuk pemakaian dan pengedaran obat terlarang
merupakan bentuk penyimpangan dari nilai dan norma sosial maupun agama.
Akibat negatifnya bukan hanya pada kesehatan fisik dan mental seseorang, tetapi
lebih jauh pada eksistensi sebuah negara.contoh obat terlarang adalah narkotika
(ganja, candu, putaw), psikotropika (estasy, amphetamine, magadon), dan
alkohol.Penyalahgunaan obat-obat terlarang memang lebih banyak terjadi pada
kaum remaja karena perkembangan emosi mereka yang belum stabil, cenderung
ingin mencoba, kepribadian yang cenderung asosial (tidak mempertimbangkan
orang lain.
4. Penyimpangan Dalam Bentuk Gaya Hidup
Penyimpangan dalam bentuk gaya hidup yang lain dari biasanya antara lain
sikap arogansi dan eksentrik. Sikap arogansi antara lain kesombongan terhadap
sesuatu yang dimilikinya. Sikap eksentrik ialah perbuatan yang menyimpang dari
biasanya sehingga dianggap aneh.
2.7

Pencegahan Perilaku Menyimpang


Salah satu cara untuk mencegah perilaku meyimpang adalah dengan

penanggulangan sejak dini. Strategi yang dilakukan adalah sebagai berikut:


1. Penanganan di Lingkungan Sekolah
Salah satu penyebab anak usia sekolah nakal karena tidak memiliki sistem
nilai sebagai pedoman dalam kehidupanya.
a. Pendekatan Moral dan Hukum (PPKN)
PPKn merupakan bidang studi yang mengajarkan nilai, norma, dan moral
kepada siswa, untuk itu guru PPKn memeliki kewajiban untuk ikut menyelesaikan
masalah kenakalan remaja.
b. Pendekatan melalui Bimbingan Konseling (BK)
Bimbingan konseling sangat berperan dalam menangani masalah siswa
(remaja).Melaui BK diharapkan siswa mau menyampaikan masalah yang
dihadapinya, karena BK memiliki keahlian khusus dalam bidang psikologi.
2. Penanganan di lingkungan keluarga

Keluarga sebagai tempat pendidikan anak pertama harus lebih peka terhadap
perkembangan perilaku anaknya, Menjaga hubungan baik antara orang tua dan
anak, Memberi nasihat mana yang dianggap baik dan benar, dan Harus saling
keterbukaan antar anggota keluarga
3. Penanganan Di Lingkungan Masyarakat (Bidang Sosial)
Kepedulian masyarakat terhadap masalah remaja perlu ditingkatkan. Hal Ini
bisa dilakukan dengan cara mengawasi kegiatan remaja dalam masyarakat.

Bab III
Penutup
3.1

Kesimpulan
Perilaku menyimpang adalah tindakan yang tidak sesuai dengan norma-

norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Penyebab perilaku
menyimpang, yaitu, Ketidaksanggupan menyerap nilai dan norma yang berlaku
dalam masyarakat, Proses belajar yang menyimpang, Ketegangan antara
kebudayaan

dan

struktur

sosial,

Akibat

proses

sosialisasi

nilai-nilai

subkebudayaan menyimpang, Akibat proses sosialisasi yang tidak sempurna,


Desakan faktor ekonomi, dan sebagainya.
Perilaku menyimpang ada yang bersifat positif (yang dapat di terima
masyarakat) dan bersifat negatif (Yang tidak dapat diterima masyarakat) Terdapat
berbagai jenis perilaku menyimpang yang terjadi selama ini. Perilaku
menyimpang harus segera ditangani dengan cara Penanganan di Lingkungan

Sekolah, Penanganan di lingkungan keluarga, dan Penanganan Di Lingkungan


Masyarakat (Bidang Sosial).