Anda di halaman 1dari 2

Sustainable Development Goals (SDGs) terdiri dari 17 poin dan 169 target yang

didalamnya memuat tujuan-tujuan untuk mencapai kehidupan di dunia yang lebih


baik. SDGs ini merupakan sebuah evolusi dari MDGs, yang tentu saja memfokuskan
permasalahan sampai ke akarnya dan memiliki lingkup yang lebih luas serta ditujukan
untuk semua negara bukan hanya negara-negara berkembang saja. Inti dari SDGs ini
terdiri dari 3 hal penting yaitu: pertumbuhan ekonomi, inklusi social, dan
perlindungan lingkungan. Dengan adanya SDGs ini diharapkan negara-negara di
dunia mampu memecahkan masalah-masalahnya dan mencapai taraf hidup yang lebih
baik.
Poin-poin di dalam SDGs itu saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu
sama lain. Ketika satu tujuan mampu tercapai, secara tidak langsung tujuan lainnya
bisa teratasi. Contohnya adalah tercapainya poin 4 SDGs, dengan meningkatnya
kualitas pendidikan dapat membuka peluang-peluang kerja yang dapat berdampak
terhadap eradikasi kemiskinan (poin 1 SDGs). Kemudian dengan mengurangnya
angka kemiskinan dapat menaikkan taraf hidup masyarakat dan angka kelaparan juga
dapat teratasi karena masyarakat mampu untuk mendapat pelayanan kesehatan begitu
juga dengan bahan pangan.
Di Indonesia, pemerintah mencanangkan Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional 2015-2019 (RPJMN) yang merupakan tahap ke-3 dalam Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025. Salah satu tujuan RPJMN yaitu
adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat, didalamnya dimuat 4 poin yaitu: (1)
pembangunan kependudukan dan keluarga berencana; (2) pembangunan pendidikan
khususnya pelaksanaan Program Indonesia Pintar; (3) pembangunan kesehatan
khususnya pelaksanaan Program Indonesia Sehat; dan (4) peningkatan kesejahteraan
rakyat marjinal melalui pelaksanaan Program Indonesia Kerja. Di poin ke 3 terdapat
sasaran pokok RPJMN 2015-2019 yaitu adalah meningkatnya status kesehatan dan
gizi ibu dan anak, meningkatnya pengendalian penyakit, meningkatnya akses dan
mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan terutama di daerah terpencil, tertinggal
dan perbatasan, meningkatnya, terwujudnya cakupan pelayanan kesehatan universal
melalui Kartu Indonesia Sehat dan kualitas pengelolaan SJSN Kesehatan,
terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin, serta meningkatkan
responsivitas sistem kesehatan.Dalam poin tersebut, kita selaku mahasiswa
kedokteran, harus bersikap kritis dan mengambil tindakan yang tepat untuk membantu
pemerintah mewujudkan tujuan tersebut.

ISMKI wilayah 2 memiliki fokus utama yang diselaraskan dengan RPJMN


pemerintah yang bertujuan untuk mencapai semua tujuan SDGs. Namun, dari 17
tujuan SDGs ISMKI lebih mengutamakan poin 3 SDGs yaitu ensure healthy lives
and promote well-being for all dan poin RPJMN yang bertujuan untuk
meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan upaya-upaya preventif serta
promotif. Dengan adanya keselarasan tersebut, diharapkan ISMKI dapat berperan
aktif untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia dan mencapai Indonesia
yang lebih berkualitas. Contoh upaya promotif yang dapat kita lakukan adalah
memberikan penyuluhan Keluarga Berencana dan sex-education kepada remaja yang
dimaksudkan untuk mencegah kelahiran di usia muda, dengan adanya tindakan
tersebut dapat mengurangi angka pertumbuhan penduduk yang merupakan salah satu
sasaran RPJMN. Lalu contoh upaya preventif adalah melakukan bakti sosial untuk
meningkatkan kualitas sanitasi air maupun kebersihan lingkungan, dengan
dilakukannya upaya seperti itu dapat mencegah masyarakat terserang penyakitpenyakit akibat lingkungan yang kotor.
Lalu upaya yang harus kita lakukan sebagai manusia adalah peduli terhadap
lingkungan sekitar dan mulailah mengambil tindakan. Karena sekecil apapun usaha
yang kita lakukan dapat berdampak positif bagi keberhasilan SDGs maupun RPJMN.
Dengan begitu kita dapat turut andil dalam menciptakan lingkungan dunia yang lebih
baik.