0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
519 tayangan22 halaman

Proposal Kel 2 (Luka Bakar)

Proposal ini mengajukan pendirian Klinik Perawatan Luka Bakar Modern Dressing "Tri Hita Karana" untuk meningkatkan pelayanan perawatan luka bakar dengan menggunakan metode modern dressing yang diyakini lebih efektif. Klinik ini akan melayani lima kelompok umur dan mengobati luka bakar derajat satu hingga empat dengan tujuan mengurangi kecacatan dan amputasi dini.

Diunggah oleh

Lenta Wantheaven II
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
519 tayangan22 halaman

Proposal Kel 2 (Luka Bakar)

Proposal ini mengajukan pendirian Klinik Perawatan Luka Bakar Modern Dressing "Tri Hita Karana" untuk meningkatkan pelayanan perawatan luka bakar dengan menggunakan metode modern dressing yang diyakini lebih efektif. Klinik ini akan melayani lima kelompok umur dan mengobati luka bakar derajat satu hingga empat dengan tujuan mengurangi kecacatan dan amputasi dini.

Diunggah oleh

Lenta Wantheaven II
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL

KLINIK LUKA BAKAR MODERN DRESSING


TRI HITA KARANA

Disusun oleh :
Kelompok 2
Anfridus Albert Wely (SA 11001)
Fetri Merissa (SA 11017)
Ilham Nurhidayatulloh (SA 11024)
Jaclin Edison (SA 11028)
Maya Marwati

(SA 11036)

Risa Hartanti (SA 11044)


Tia Setyani (SA 11052)
Yesi Sagita (SA 11054)

PROGRAM SARJANA KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN IMMANUEL
BANDUNG
2014

A. Latar belakang
Pada era globalisasi saat ini, banyak sekali terjadi perubahan baik ilmu
pengetahuan, teknologi maupun perubahan pola pikir masyarakat. Tuntutan
masyarakat terhadap kualitas dan profesionalisme pemberian pelayanan
kesehatan semakin meningkat. Keperawatan sebagai profesi dan perawat
sebagai tenaga professional juga dituntut untuk bertanggung jawab dalam
memberikan pelayanan keperawatan sesuai kompetensi dan kewenangan yang
dimiliki secara mandiri maupun bekerja sama dengan anggota tim kesehatan
lainnya.
Dalam permenkes No. HK.02.02/MNKES/148/1/2010 terdapat peraturan
yang menjelaskan tentang penyelenggaraan izin praktik keperawatan.
Permenkes ini dikeluarkan menimbang dari pasal 23 ayat 50 Undang-undang
No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Dalam pelaturan menteri yang
dimaksud perawat dan bagaimana ketentuan umum praktik perawat terdapat
pada BAB I yakni ketentuan umum Pasal 1 sebagai berikut :
1. Perawat adalah seseorang yang telah lulus pendidikan perawat baik
di dalam maupun luar negeri sesuai dengan peraturan perundangundangan
3. Surat Izin Praktik Perawat yang selanjutnya disingkat SIPP adalah
bukti tertulis yang diberikan kepada perawat untuk melakukan praktik
keperawatan

secara

perorangan

dan

atau

berkelompok.

4. Standar adalah pedoman yang harus dipergunakan sebagai petunjuk


dalam menjalankan profesi yang meliputi standar pelayanan, standar
profesi dan satndar prosedur operasional.
6. Obat bebas adalah obat yang berlogo bulatan berwarna hijau yang
dapat diperoleh tanpa resep dokter.
7. Obat bebas terbatas adalah obat yang berlogo bulatan berwarna biru
yang dapat diperoleh tanpa resep dokter
Tenaga perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan memegang peranan
penting dalam mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Bahkan WHO
menyatakan bahwa perawat merupakan back bone untuk mencapai target-

target global, nasional maupun daerah. Hal ini disebabkan karena perawat
merupakan tenaga kesehatan dengan proporsi terbesar, melayani pasien
selama 24 jam secara terus-menerus dan berkesinambungan serta berada pada
garis terdepan dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Sesuai ketentuan peraturan tersebut, perawat dapat mendirikan praktik mandiri
perawat dan memberikan pelayanan sesuai standard dan ketentuan yang
berlaku. Dalam pasal ini juga mengatur bahwa perawat dapat memberikan
obat bebas (bulatan hijau) dan bebas terbatas (bulatan biru).
Didalam pelayanan kesehatan, khususnya dalam praktik keperawatan mandiri,
dijelaskan bahwa profesi keperawatan dapat melakukan pelayanan kesehatan
diluar kewenangannya, jika tidak ada dokter, sebagaimana dijelaskan pada :
Pasal 10
1) Dalam keadaan darurat untuk penyelamatan nyawa seseorang / pasien dan
tidak ada dokter di tempat kejadian, perawat dapat melakukan pelayanan
kesehatan di luar kewenangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8.
2) Bagi perawat yang menjalankan praktik di daerah yang tidak memiliki
dokter dalam rangka melaksanakan tugas pemerintah, dapat melakukan
pelayanan kesehatan di luar kewenangan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 8.
3) Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) harus mempertimbangkan kompetensi, tingkat kedaruratan, dan
kemungkinan untuk dirujuk.
4) Daerah yang tidak memiliki dokter sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
adalah kecamatan atau kelurahan / desa yang ditetapkan oleh Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten / kota.
5) Dalam hal daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (4) telah terdapat
doter, kewenangan perawat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak
berlaku.
Berdasarkan hal tersebut di atas, kami sebagai salah satu tenaga kesehatan
khususnya bidang keperawatan, akan menyelenggarakan praktik mandiri
keperawatan (Nursing Center) sesuai kewenangan yang berlaku serta

meningkatkan pelayanan dan derajat kesehatan di masyarakat. Praktik


mandiri kami adalah Perawatan luka, yakni perawatan luka bakar. Luka bakar
merupakan insiden yang sering terjadi dimasyarakat khususnya rumah tangga
dan ditemukan terbanyak adalah luka bakar derajat II, (Burdiana, Dkk. 2008).
Selama ini, banyak yang beranggapan bahwa suatu luka bakar akan
cepat sembuh jika luka tersebut telah mengering. Namun faktanya,
lingkungan luka yang seimbang kelembabannya memfasilitasi pertumbuhan
sel dan proliferasi kolagen di dalam matriks nonselular yang sehat. Pada luka
akut, moisture balance memfasilitasi aksi faktor pertumbuhan, cytokines dan
chemokines yang mempromosi pertumbuhan sel dan menstabilkan matriks
jaringan luka. Jadi, luka apapun itu harus dijaga kelembabannya. Dari hal itu
kami berniat akan membuka Klinik perawatan luka bakar.
Perkembangan perawatan luka (wound care) berkembang dengan
sangat pesat di dunia kesehatan. Metode perawatan luka yang berkembang
saat ini adalah perawatan luka dengan menggunakan prinsip moisture
balance, dimana disebutkan dalam beberapa literature lebih efektif untuk
proses penyembuhan luka bila dibandingkan dengan metode konvensional.
Perawatan luka dengan menggunakan prinsip moisture balance ini
dikenal sebagai metode modern dressing dan memakai alat ganti balut yang
lebih modern. Metode tersebut belum begitu familiar bagi perawat di
Indonesia
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Meningkatkan pelayanan keperawatan dalam melaksanakan peraktik
mandiri dan derajat kesehatan di Indonesia.

2. Tujuan Khusus
a. Meningkatkan pelayanan kesehatan meliputi preventif, promotif, dan
rehabilitatif.

b. Mempraktekkan

metode

pemecahan

masalah

dalam

praktek

keperawatan (problem solving).


c. Menggunakan standart dalam praktek keperawatan.
d. Memperoleh metode yang baku, rasional dan sistematis.
e. Memperoleh metode yang dapat digunakan dalam berbagai macam
situasi.
f. Memperoleh asuhan keperawatan yang berkualitas tinggi.
C. Visi, Misi dan MOTO
Visi :
Mengurangi Angka Kecacatan dan Amputasi Dini.
Misi :
1. Melakukan Perawatan luka tanpa rasa sakit.
2. Melakukan perawatan luka dengan penyembuhan paling cepat dan
nyaman bagi pasien.
3. Melakukan perawatan luka yang beresiko harus di amputasi.
MOTO :
SEMBUH LEBIH CEPAT TANPA AMPUTASI !!!
D. Nama Organisasi / Klinik
Nursing Center Tri Hita Karana Care.
E. Tempat
Alamat Praktik
Jln. Kopo Sayati (Depan Borma Sayati) No. 168 RT/RW 001/006
Kota Bandung.
No. Telp. (022) 7235453
Buka Senin-Sabtu Pukul 24 Jam WIB
F. Sasaran
1. Bayi
2. Anak-anak
3. Remaja
4. Dewasa
5. Lanjut Usia
G. Bentuk Pelayanan Kesehatan yang akan didirikan
a.
Poli Klinik Perawatan Luka

Gitarja (2002), Poli Klinik Perawatan Luka

memberikan layanan

perawatan luka, dengan metoda modern dressing. yaitu metoda


perawatan dengan menggunakan konsep moist atau lembab

untuk

mendukung proses penyembuhan luka lebih cepat dan lebih baik secara
alamiah. Selain kepropesionalan dalam perawatan luka, di poli klinik ini
lebih memfocuskan pada perawatan luka bakar.
Filosopi dalam perawatan luka bakar ini adalah pelayanan yang
kami berikan dapat menyejukkan, bisa memberikan manfaat, bisa
memberikan rasa tenang, bisa memberikan rasa gembira, bermanfaat
untuk sesama, sebagai mediasi antar sesama, sehingga kita menjadi
seperti setangkai bunga yang begitu indah dan memberikan inspirasi
nalar

dalam

rangka

mewujudkan

suasana

ketenangan

hidup.

Karena...pelayanan yang kami berikan tidak hanya berfokus pada


perawatan fisik saja..akan tetapi senantiasa memberikan semangat
menuju kesejahteraan spiritual seperti tertera dalam makna nama Klinik
kami yaitu Tri Hita Karana Care.
Adapun konsep dalam tatanan klinik yaitu :
1. Jenis Layanan
a. Memberikan assessment, monitoring, reassessment luka pasien.
b. Memberikan perawatan luka dengan metode modren dressing.
c. Promosi kesehatan, edukasi dan prevensi kesehatan.
d. Bimbingan konseling pasien.
e. Kami merawat luka pada.
2. Jenis Perawatan Luka pada :
a. Luka bakar grade 1
b. Luka bakar grade 2
c. Luka bakar grade 3
d. Luka bakar grade 4
Derajat Luka Bakar
Derajat

Lokasi

Karateristik

Perkembangan

yang
Derajat 1

terlibat
Epider

terapi

klinis
Eritema
nyeri

dan Sembuh dalam Lotion


waktu 3-4 hari dan obat
yang

tanpa anti

pembentukan
mis

inflamasi

jaringan parut. non


Sel

sel steroid

epidermis yang
mati mengalami
deskuaminasi
Derajat

2 Melewati

Merah

(mengelupas)
Luka
bakar Dikakuka

atau

epidermis

muda/merah/me

dermis

ketebalan

dan

ngeluarkan

superfisial

dan graft

partial-

sampai

cairan,

sembuh dalam pada luka

superfisial-

kedermis

pembengkakan

waktu 1 minggu baar

dalam

lepus
nyeri

sangat tanpa

dermis

pembentukan
jaringan
atau

eksisi

yang

parut dalam

ganggua

fungsional luka
bakar

dermis

yang

dalam

sembuh dalam
waktu

3-8

minggu

tetapi

disertai dengan
jaringan

parut

yang berat dan


gangguan
Derajat

3 Semua

fungsinya
Putih atau hitam Luka
bakar Dilakuka

atau

lapisan

seperti

beludru hanya

ketebalan

melewati

seperi lilin tidak sembuh dengan dan graf

penuh

dermis

nyeri

cara

dapat n
migrasi

eksisi

epitelial

dari

perifer

dan

kontraksi
kecuali

luka

bakar berukuran
kecil luka bakar
ini memerlukan
tindakan graf

Gambar :

3. Kuntungan Modern Dressing


a. Menyerap cairan luka
b. Mengangkat (debride) tisu yang mati
c. Mengontrol bau
d. Menghentikan pendarahan minor
e. Menyediakan lingkungan lembab untuk penyembuhan luka
f. Meminimalisasi resiko infeksi
g. Tidak meracuni luka ataupun jaringan baru

h. Tidak menyebabkan kerusakan pada luka atau menimbulkan rasa sakit


saat pelepasan balutan
i. Memberikan rasa hangat pada luka
j. Mengurangi bekas luka
k. Mudah digunakan
l. Biaya yang efektif
a. Poli Klinik Bagian Konsultasi
Poli klinik konsultasi memberikan pelayanan dalam bentuk konsultasi
mengenai kesehatan. Poli ini bertujuan untuk menggali penyebab atau
faktor risiko dari timbulnya suatu masalah kesehatan, baik kesehatan
jasmani maupun psikologis ( jiwa ), yang kemudian akan ditentukan cara
penanganan dari masalah tersebut.

Poli ini difasilitasi untuk pasien

ranap.
Adapun beberapa komponen dalam poli klinik konsultasi adalah :
a. Jenis Layanan
1. Bina trust.
2. Menggali masalah kesehatan yang sedang dialami klien.
3. Menentukan masalah.
4. Menggali potensi klien dalam menyelesaikan masalah.
5. Memberikan konsultasi sesuai dengan masalah yang dialami klien.
b.Kami melayani :
a. Konsultasi Perawatan Luka Bakar
b. Poli Klinik Gizi
Pelayanan gizi diselenggarakan secara terintegrasi dengan unit pelayanan
kesehatan lain di rumah sakit dan klinik, agar dicapai pelayanan gizi
yang optimal dan penyelenggaraan makanan yang bermutu tinggi,
menurut MENKES nomor 214/MENKES/SK/II/2007.
Penderita luka bakar membutuhkan kuantitas dan kualitas yang berbeda
dengan orang normal karena umumnya penderita luka bakar mengalami
keadaan

hipermetabolik.

Kondisi

yang

berpengaruh

dan

dapat

memperberat kndisi hipermetabolik yang ada adalah :


- Umur, jenis kelamin, status gizi penderita, luas permukaan tubuh,
-

massa bebas lemak.


Riwayat sebelumnya seperti DM, penyakit hepar berat, penyakit
ginjal dan lan-lain.

Dalam menentukan kebutuhan kalori berasal dari pasien yang paling


ideal adalah mengukur kebutuhan kalori secara langsung menggunakan
indirek kalorimeter, karena alat ini telah memperhitungkan bebeapa
faktor seperti Berat badan, jenis kelamin, luas luka bakar, luas
permukaan tubuh, dan adanya infeksi. Untuk menghitung kebutuhan
kalori total harus ditambahkan fatktor stress sebesar 20-30%.
D. Ruang Ranap Inap
Menurut MENKES nomor 214/MENKES/SK/II/2007, Ruang Ranap
Inap adalah memberikan pelayanan ranap inap kepada masyarakat yang
mempunyai penyakit (Perawatan Luka Bakar) yang memerlukan
perawatan dan observasi dokter setiap saat sesuai dengan standar.
Pelayanan yang diberikan :
1. Pemeriksaan pada pasien
2. Perawatan pasien diantaranya :
a. Observasi vital Sign
b. Pemasangan infus
c. Memberikan suntikan/obat bila perlu
d. Perawatan luka bakar.
3. Pelayanan Gizi
H. Anggaran Biaya
Komponen dasar klinik
No

Nama Alat

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

Lampu tindakan
Buku register klien rawat jalan
Tirai
Lembar resep
Handuk kecil
Sikat tangan halus
Sabun cair
Wastafel
Alat tulis
Lembar rujukan
Status klien
Brancard
Bed tindakan

Jumlah
Barang
2
10
5
10
24
2
10
2
10
10
10
1
2

Harga
283.500
18.000
45.000
10.000
10.000
8.000
5.500
1.100.000
18.000
10.000
18.000
3.327.500
1.500.000

Total
567.000
180.000
225.000
100.000
24.000
8.000
55.000
2.200.000
180.000
100.000
180.000
3.327.500
3.000.000

14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
50
51
52
53
54
56
57
58

Kulkas
Meja instrumen
Bengkok
Baki
Kapas lidi
Piset sirugis
Pinset anatomis
Gunting plester
Gunting debridment
Korentang
Betadine
Spuit 5cc
Nacl
Kom betadine
Handscoon steril
Handcoon
Plester
Tensi meter
Tensi meter air raksa
Stetoskop
Tabung oksigen
Nasal kanul
Face make
Masker
Sterilisator
Alat diabetik
Perlak
Bantal
Laken
Stik laken
Selimut mandi
Selimut
Strif golongan darah
Jarum
Alkohol scub
Kursi roda
Lemari alat kesehatan
Kursi pasien
Kursi perawat
Meja
Tihang infus
Infus set
Bed
Jumlah

2
5
5
5
5
5
5
5
5
5
6
2 box
20
5
20
5 dus
10
2
3
5
2
10
10
2 dus
2
2
6
6
10
10
10
10
25
100
100
1
3
20
5
5
4
10
3

2.800.000
250.000
30.000
15.000
12.000
12.500
12.500
12.500
20.000
45.000
6.000
95.000
9.000
15.500
6.700
51.000
7.500
150.000
880.000
135.000
850.000
15.000
15.000
20.000
850.000
398.600
20.000
250.000
30.000
10.000
40.000
60.000
240.000
18.000
15.000
950.000
2.000.000
25.000
200.000
150.000
95.000
6.000
1500.000

5.600.000
1.250.000
150.000
75.000
60.000
62.500
62.500
62.500
100.000
225,000
36.000
150.000
180.000
77.5000
134.000
255.000
75.000
300.000
2.640.000
65.000
1.700.000
150.000
150.000
40.000
1.700.000
797.200
120.000
150.000
300.000
100.000
400.000
600.000
2.400..000
18.000
15.000
950.000
6.000.000
5.00.000
1.000.000
750.000
380.000
60.000
4500.000
42.829.200

Komponen Perawatan Luka Bakar


No
1
2
3
4

Nama obat
Film dressing
Hidrokoloid
Kalsium alginate
Foam dressing

Jumlah
barang
10
10
10
10

Harga

Total

93.600
115.000
42.500
26.000
Jumlah

936.000
1.150.000
425.000
260.000
27.710.000

Komponen Dasar Klinik


No
1
2
3
4
5
6
7
8

Nama
Pembuatan papan nama
Blosur
Alat kebersihan
Pembuatan website
Toilet set
TV LCD
Sewa lahan 20x20
Renovasi bangunan
Jumlah

Harga
150.000
500.000
1250.000
100.000
1.500.000
1250.000
40.000.000
10.000.000
45.750.000

Anggaran Biaya (Tenaga kerja + uang makan)


Tenaga Kerja
Konsultan
Profesi Ners
Gizi
Tata Usaha
ADM
Apotik
Total
Pegawai x 12 bulan
Total Pengeluaran

Gaji Pegawai
Rp. 2.600.000
Rp. 2.300.000
Rp. 2.300.000
Rp. 1.700.000
Rp. 1.700.000
Rp. 1.200.000
Rp. 11.800.000
Rp141.600.000
Rp. 257.889.200

Pendapatan Perbulan (Pemakaian Convetional Dressing pada luka infeksi


dengan luas : 9x9 cm
No

Produk

Harga

Jumlah Hari 1

Hari 6

Hari 30

1
2
3
4
5
6.
7
8

Normal Saline 500 ml


Kasa
Plester (5 cm x 1m)
Convetional dressing
Sarung tangan
Sterilisasi set instrumen
Jasa Perawatan Luka
Underpad

5.000
1.000
10.000
20.000
5.000
5.000
25.000
5000

3
30
3
3
3
3
3
3

15.000
30.000
30.000
60.000
15.000
15.000
75.000
15.000
255.000

90.000
180.000
180.000
360.000
90.000
90.000
450.000
90.000
1.530.000

450.000
900.000
900.000
1.800.000
450.000
450.000
2.250.000
450.000
7.650.000.

Keuntungan Perbulan
Hari ke 1
255.000 x 5 orang/hari
1.275.000/hari

Hari ke 6
1530.000 x 5 orang/hari
7650.000
Total
pendapatan
perbulan x 12 bulan
Keuntungan perbulan

Hari ke 30
7.650.000 x 5 orang
Rp. 38.250.000
Rp. 459.000.000
459.000.000
257.889.200 =
201.110.800

I. Stuktur Organisasi Perusahaan


Setiap perusahaan pada umumnya mempunyai stuktur organisasi.
Penyusunan stuktur organisasi merupakan langkah aal dalam memulai
pelaksanaan kegiatan perusahaan dengan kata lain penyusunan stuktur
organisasi adalah langkah terencana dalam suatu perusahaan untuk
melaksanakan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan
pengawasan.
Stuktur organisasi adalah kerangka kerja formal organisasi yang
dengan kerangka kerja itu tugas pekerjaan dibagi-bagi, dikelompokkan,
dan dikoordinasikan (Robbins dan Coulter 2007 : 284). (Stuktur
Organisasi terlampir).
J. Sistem Pendanaan
a. Pengertian
Menurut Drs. Munawir 2007, Dana adalah sama dengan modal
kerja, baik dalam arti modal kerja bruto maupun modal kerja netto,

sehngga dengan demikian laporan sumber dan penggunaan dana


menggambarkan suatu ringkasan sumber dan penggunaan modal kerja
dan perubahan-perubahan unsur modal kerja selama periode yang
bersangkutan. Pengertian yang kedua sama halnya dengan kas, dengan
demikian laporan penggunaan sumber dan dana menggambarkan
suatu ringkasan sumber dan penggunaan kas periode yang
bersangkutan.
b. Sumber Dana
Seperti yang telah diuraikan, dana dibedakan menjadi dua kategori,
yaitu dalam pengertian kas dan dana dalam pengertian modal kerja.
1. Berkurangya aktiva lancar selain kas
Ini berarti bertambahnya kas, berkurangya piutang dan hasil
pembayaran tersebut masuk kedalam kas.begitu juga berkurangya
efekten, menunjukkan terjualnya efekten dan hasil penjualan
tersebut akan menambah jumlah kas.
2. Berkurangya aktiva tetap
Berkurangya aktiva tejadi karena terjual dan hasil penjualanya
akan menambah kas, atau berkurangya depresiasi dan depresiasi ini
juga sumber dana yang menambah kas.
3. Bertambahnya Hutang-hutang
Bertambahnya hutang dalam jangka panjang-pendek merupakan
sumber dana.
4. Bertambahnya modal
Penjualan saham baru misalnya akan menambah kas akan dan
merupakan sumber dana.
5. Adanya keuntungan dari operasi perusaahaan.
Adanya laba yang ditahan, akan merupakan sumber dana dan
tamhanan yang memperbesar kas.
K. Sistem Rekrutmen SDM
1. Pengertian Rekrutmen
Rekrutmen merupakan komunikasi

dua

arah.

Para

pelamar

menghendaki informasi yang akurat mengenai seperti apa rasanya


bekerja dalam sebuah organisasi. Sedangkan organisasi sangat
mengingiinkan informasi yang akurat tentang pelamar tersebut jika
kelak mereka menjadi karyawan.

Menurut Randall S. Schuler dan Susan E. Jackson (1997 : 227) dalam


Nanang Nuryanta (2008) rekrumen antara lain meliputi upaya
pencaharian sejumlah calon karyawan yang memenuhi syarat dalam
jumlah tertentu sehingga dari mereka perusahaan dapat menyeleksi
orang-orang yang paling tepat untuk mengisi lowongan pekerja yang
ada.
Adapun penyusunan rekrutmen meliputi beberapa poin, diantaranta :
a. Penyusunan strategi untuk merekrut
Dalam penyusunan strategi ini, peran dapertemen sumber daya
manusia bertanggung jawab dalam menentukan kualifikasikualifikasi pekerjaan, bagaimana karyawan direkrut, dimana
ditempatkan, dan kapan pelaksanaanya.
b. Pencahariaan pelamar-pelamar kerja
Banyak atau sedikit pelamar dipengaruhi oleh usaha dari pihak
perekrut untuk menginformasikan lowongan, salah satu caranya
adalah dengan membina hubungan yang baik dengan sekolahsekolah atau universitas-universitas.
c. Penyaringan atau penyisihan pelamar-pelamar kerja yang tidak
cocok di dalam proses ini memerlukan perhatian besar khususnya
untuk membendung diskualifikasi karena alesan yang tidak tepat.
d. Pembuatan kumpulan lamaran
Kelompok pelamar yang sudah disaring merupakan kumpula
individu-individu yang telah sesuai dengan kriteria yang
ditetapkan oleh perekrut dan merupakan kandidat yang layak
untuk posisi yang dibutuhkan.
2. Penyediaan Tenaga Kerja
Adapun penyediaan tenaga kerja di Klinik Tri Hita Kirana Perawatan
Luka Bakar ini diantaranya adalah :
1. Kepala Perawat
2. Perawat
3. Tata Usaha
4. Sarjana Gizi
5. Apotik
6. Administrasi
3. System Penggajian
Biaya Rutin ke 1 (Perawat)
1 orang perawat Ners x 3.000.000
1 perawat Rp. 3.000.000 x 12 bulan = 36.000.000

36.000.000
Biaya Rutin Administrasi dan Tata Usaha
I orang administrasi / Tata Usaha
1 orang admin Rp. 2.000.000 x 12 = 24.000.000
24.000.000
Biaya Rutin Perawat Ners CWCCA
1 orang perawat Ners CWCCA
1 perawat Rp 3.200.000 x 12
= 38.400.000
38.400.000
Biaya Rutin Sarjana Gizi
1 orang sarjana Gizi x 2.800.000

= 2.800.000
2.800.000

Biaya Rutin Rumah tangga


1 orang Rumah Tangga x 1.500.000 =1.500.000
1.500.000
4. Pengembangan Pegawai
a. Pengertian
Pengembangan pegawai adalah suatu usaha untuk meningkatkan
kemampuan teknis, teoritis, konseptual, dan moral pegawai sesuai
dengan kebutuhan pekerjaan/jabatan melalu pendidikan dan latihan
(Hasibuan, 2000:69).
c. Tujuan Pengembangan Karyawan
1. Produktifitas Kera
6. Karir
2. Efisiensi
7. Konseptual
3. Kerusakan
8. Kepemimpinan
4. .pelayaan
9. Balas Jasa
5. Moral
10. Konsumen
d. Metode Pengembangan
Metode-metode latihan yang dapat dilaksanakan menurut Hasibuan
(2007 : 77)
1. On the Job Training (Pelatihan di tempat kerja)
2. Vestibule School
3. Demontration and example
4. Simulation
5. Appreticship
6. Classroom method
L. Penutup

Demikian proposal ini kami buat dengan proses pemikiran dan


keyakinan yang matang dimana kami telah siap untuk membuka lahan
praktik mandiri keperawatan sebagai wadah pelayanan keperawatam
langsung ke masyarakat dengan tujuan meningkatkan kualitas derajat
kesehatan klien masyarakat
Proposal ini kami buat dengan harapan Departemen Kesehatan
Jawa Barat memberikan izin kepada kami untuk membuka praktik mandiri
keperawatan dimana kami telah mempunyai STR dan SIP serta telah
mempunyai planning dalam melakukan tindakan keperawatan yang dapat
menjadi pertimbangan untuk memberikan izin tersebut.

I.

Lampiran Struktur Organisasi


Dr. Wintari Hariningsih, Skp, SH, MH,Kes
Pelindung
Windi Asih S.Kep.,Ners. MNg
Penanggung Jawab
Anfridus Albert.,CWCCA
Kepala Nursing Center
Fetri Merisa
Tata Usaha
Tia Setyani
Poli Konsultasi

Ilham Nurhidayatullah
Poli Gizi
Risa Hartanti Gunwan
Poli Perawatan Luka

Apoteker
Maya Marwati

Jachlin Edison Lesnussa


Administrasi

Yesi Sagita
Pendaftarn

II. Lampiran Surat Tanda Registrasi


SURAT TANDA REGISTRASI
KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
Diberikan Kepada :
Anfridus Albert
SA 11001
Dengan ini dinyatakan telah lulus registrasi perawat dan berhak melaksanakan
praktik mandri keperawatan dengan nilai yang sangat memuaskan

Ketua PPNI Pusat

Budianto, SpkJ. M.Kes

Ketua PPNI Jawa Barat

Soseno, M.Kep

Mentri Kesehatan Republic Indonesia

Prof.dr. Feranita Sagala M.Kes.

III.

Lampiran Surat Ijin Praktek


KOP DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA BANDUNG
SURAT IZIN PRAKTIK PERAWAT (SIPP)
Nomor : 17/08/2010
Yang bertanda tangan dibawah ini, Pejabat Pemerintah Daerah

Kabupaten/Kota Bandung memberikan izin praktik kepada :


Nama

: Anfridus Albert Welly

Tempat-Tanggal Lahir: Jahangi, 11 Mei 1993


Alamat

: Kalimantan

Untuk bekerja sebagai perawat di (tempat dan alamat lengkap fasilitas


pelayanan kesehatan).
Surat Izin Praktik Perawat (SIPP) ini berlaku sampai dengan tanggal 17
Agustus 2010.
Dikeluarkan di Bandung
Pada tanggal 17 Agustus 2010
Pas Foto

Pejabat

Pemerintah

Daerah

Kabupaten/Kota Bandung

()
Tembusan :
1. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat
2. Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Bandung ; dan
3. Pertinggal.

IV.

Lampiran Surat Keterangan Lingkungan Setempat

SURAT KETERANGAN
No

: 123/xxxxx/

Perihal

: Surat Permohona Ijin

Tanggal

: 12 Agustus 2010

Yang bertandatangan dibawah ini Ketua RW 03 Kelurahan Situsaer


menyatakan memberikan izin kepada :
Nama

: Maya Marwati

NIP

: SA 11030

Tempat Tanggal Lahir : Bandung, 28 Mei 1993


Untuk mendirikan atau membuat lahan Pratik Keperawatan Mandiri di
lingkungan RW 03 Kelurahan Situsaer.
Surat ini kami buat berdasarkan persetujuan masyarakat sekitar.
Situsaeur 12 Agustus 2014
Ketua RW.03

Maya Marwati
Tembusan :
1. Walikota Bandung
2. Camat Bojong Kidul
3. Kelurahan Situsaeur

Anda mungkin juga menyukai