Anda di halaman 1dari 2

EPIDEMIOLOGI

ATERIOSKLEROSIS
Penyakit ini telah dikenal di beberapa Negara, jumlahnya
menunjukkan kenaikan dengan cepat selama 50 tahun
terakhir. Pada beberapa Negara, terutama USA , insiden
penyakit ini sudah mencapai puncaknya , dan sekarang mulai
menurun. Akan tetapi di Inggris dan beberapa Negara Eropa ,
arteriosklerosis atau komplikasinya, terus meningkat. Aorta
dan arteri besar maupun menengah paling banyak terkena
dan menyebabkan terjadinya kelainan klinis yang bermacammacam.
Di Indonesia, penyakit jantung koroner (PJK) sebagai
penyebab kematian masih yang tertinggi jumlahnya.
Diperkirakan jumlah kematian adalah sekitar 535 per 100.000
penduduk. Aterosklerosis merupakan faktor risiko utama
yang dapat diprediksi melalui kehadiran LDL padat kecil
(sdLDL) pada anak-anak. Untuk menentukan nilai sdLDL pada
anak-anak dan korelasinya dengan lipid lainnya, penelitian
dilakukan secara cross sectional di Makassar, dari Januari
hingga Agustus 2006, pada 125 anak-anak berusia 15 sampai

Ateriosklerosis yang diawali dengan terbentuknya sel busa,


berlangsung secara perlahan-lahan selama bertahun-tahun.
Hal tersebut mungkin sekali berawal sejak usia remaja,
selanjutnya pada usia 1020 tahun sel busa tersebut
berubah menjadi alur lemak (fatty streak) yang nantinya
akan membentuk kerak aterosklerosis pada usia tertentu.
Pada usia 1020 tahun sudah terbentuk alur lemak (fatty
streak) yang diakibatkan oleh terbentuknya sel busa sebab
adanya sdLDL, yang kemudian akan berkembang menjadi
aterosklerosis. Hal ini dapat dicegah jika ditemukan secara
dini.