Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Penyakit pencernaan merupakan semua penyakit yang terjadi pada
saluran pencernaan, salah satunya adalah ileus obstruktif. Penyakit ini
sering terjadi pada individu yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi
makanan rendah serat, dari kebiasaan tersebut akan muncul permasalahan
yang

mengakibatkan

kurangnya

pembentukan

massa

feses

yang

menyambung pada rangsangan peristaltic usus, kemudian saat kemampuan


peristaltic usus menurun maka akan terjadi konstipasi yang mengarah pada
feses yang mengeras dan mampu menyumbat lumen usus sehingga
menyebabkan terjadinya osbtruksi (Mansjoer, 2001).
Obstruksi ileus adalah suatu penyumbatan mekanis pada usus
dimana menghambat proses pencernaan secara normal (Sjamsuhidayat,
2006). Ileus obstruktif adalah suatu penyumbatan mekanis pada usus
dimana merupakan penyumbatan yang sama sekali menutup atau
menganggu jalannya isi usus (Sabara, 2007).
Sjamsuhidayat (2006) mengatakan, obstruksi ileus merupakan
kegawatan dalam bedah abdominal yang sering dijumpai. Sekitar 20%
pasien datang kerumah sakit datang dengan keluhan nyeri abdomen karena
obstruksi pada saluran cerna, 80% terjadi pada usus halus.Setiap tahunnya
1 dari 1000 penduduk dari segala usia didiagnosa ileus (Davidson, 2006).
Di Amerika diperkirakan sekitar 300.000-400.000 menderita ileus setiap
tahunnya (Jeekel, 2003). Di Indonesia tercatat ada 7.059 kasus ileus
paralitik dan obstruktif tanpa hernia yang dirawat inap dan 7.024 pasien

rawat jalan pada tahun 2004 menurut Bank data Departemen Kesehatan
Indonesia.
Terapi ileus obstruksi biasanya melibatkan intervensi bedah.
Penentuan waktu kritis serta tergantung atas jenis dan lama proses ileus
obstruktif. Operasi dilakukan secepat yang bisa dilakukan dengan
memperhatikan keadaan keseluruhan pasien (Sabiston, 1995).
Mengingat banyaknya masalah yang dialami akibat yang
ditimbulkan, maka perlu adanya perawatan dan support sistem yang
intensif, serta tindakan yang komprehensif melalui proses asuhan
keperawatan, sehingga diharapkan masalah yang ada dapat teratasi dan
komplikasi yang mungkin terjadi dapat dihindari secara dini.
Berdasarkan uraian diatas, kelompok tertarik untuk memberikan
asuhan keperawatan pada pasien dengan Ileus Obstruksi di ruang rawat
inap kelas bedah RSUD Dr.Achmad Mochtar Bukittinggi.
B. TUJUAN PENULISAN
1. Tujuan Umum
Mampu memahami asuhan keperawatan secara teoritis dan
secara aplikatif pada pasien dengan Ileus Obstruksi.
2. Tujuan Khusus
a. Mampu melakukan pengkajian pada pasien ileus obstruksi
b. Mampu mengangkat diagnosa keperawatan pada pasien dengan
ileus obstruksi
c. Mampu menyusun intervensi keperawatan pada pasien dengan
ileus obstruksi
d. Mampu melakukan implementasi pada pasien dengan memahami
ileus obstruksi
e. Mampu melakukan evaluasi pada pasien dengan ileus obstruksi
f. Mampu menganalisa antara teori dengan aplikasi pada pasien
dengan ileus obstruksi di RSUD Dr.Achmad Mochtar Bukittinggi.
C. METODE PENULISAN
Metode yang digunakan kelompok dalam penyusunan makalah yang
berjudul Asuhan Keperawatan Pada Ny K dengan Post Op Laparatomi atas

Indikasi Ileus Obstruksi adalah metode literature (pustaka) , mengintisarikan


buku-buku pustaka dan informasi didapat dari jaringan internet dan diskusi
dalam kelompok.
D. SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika dalam penulisan makalah ini diantaranya sebagai berikut :
1. BAB I Pendahuluan, terdiri dari
a. Latar Belakang,
b. Tujuan Penulisan,
c. Metode Penulisan dan
d. Sistematika Penulisan.
2. BAB II Tinjauan Pustaka, terdiri dari
a. Anotomi Fisiologi,
b. Pengertian,
c. Etiologi,
d. Faktor Resiko,
e. Klasifikasi,
f. Patofisiologi/pathway,
g. Manifestasi Klinis,
h. Komplikasi,
i. Pemeriksaan Diagnostic ,
j. Penatalaksanaan Medis,
k. Pencegahan, dan
l. Asuhan Keperawatan Teortis
3. BAB III Asuhan Keperawatan Kasus
a. Pengkajian
b. Diagnosa
c. Intervensi
d. Implementasi
e. Evaluasi
4. BAB IV Pembahasan
a. Pengkajian
b. Diagnosa
c. Intervensi
d. Implementasi
e. Evaluasi
5. BAB V Kesimpulan
a. Kesimpulan
b. Saran