Anda di halaman 1dari 5

KISI KISI SOAL UAS I ( 24 28 JANUARI 2012 )

1. Hubungan antara geopolitik dengan geostrategi Indonesia !


Paham geopolitik Indonesia terumuskan ke dalam konsepsi Wawasan
Nusantara. Bagi bangsa Indonesia, geopolitik merupakan pandangan baru
dalam mempertimbangkan faktor- faktor geogrfis wilayah negara untuk
mencapai tujuan nasionalnya. Untuk Indonesia, geopolitik adalah kebijakan
dalam rangka mencapai tujuan nasional dengan memanfaatkan keuntungan
letak georafis negara berdasarkan pengetahuan ilmiah tentang kondisi
geogarfis tersebut.
Berdasarkan fakta geografis dan sejarah, wilayah Indonesia beserta apa yang
ada di dalamnya dipandang sebagai satu kesatuan. Pandanga atau wawasan
nasional Indonesia ini dinamakan Wawasan Nusantara sebagai konsepsi
geopolitik bangsa Indonesia.
KETAHANAN NASIONAL SEBAGAI GEOSTRATEGI INDONESIA
Ketahanan nasional adalah konsepsi politik kenegaraan RI. Ketahanan
nasional merupakan landasan konsepsional bagi pembangunan nasional di
Indonesia. Sebagai konsepsi politik, ketahanan nasioanl terdapat dalam GBHN
seperti halnya Wawasan Nusantara.
2. Bentuk implementasi dari geostrategi Indonesia !
Dalam bentuk bela negara.
yaitu segala upaya untuk mempertahankan NKRI dengan cara meningkatkan
kesadaran berbangsa dan bernegara, menanamkan kecintaan terhadap tanah
air serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara.
Membela negara adalah hak dan kewajiban setiap warga negara. Tercantum
dalam Pasal 27 ayat 3 UUD 1945 Perubahan Kedua yang berbunyi Setiap
warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara .
3. Arti Wanus, unsur wanus dan hubungan wanus dengan tannas !
Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia
mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis
dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan
wilayah dalam peneylenggraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara untuk mencapai tujuan nasional.
Unsur Dasar Wawasan Nusantara
a. Wadah ( Contour )
Wadah kehidupan bermasyrakat, berbangsa, bernegara meliputi
seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sifat serbanusantara dengan
kekayaan alam dan penduduk serta aneka ragam budaya. Wadah kehidupan
bermasyarakat adalah berbagai kelembagaan dalam wujud infrastruktur
politik.
b. Isi ( Content )

Adalah aspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita cita


serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945.
c.Tata Laku ( Conduct )
Tata laku batiniah adalah sikap, jiwa, dan semangat setiap warga
negara untuk mendukung konsepsi Wawasan Nusantara. Tata laku lahiriah
adalah perilaku atau tindakan setiap warga negara untuk
mengimplementasikan terwujudnya konsepsi Wawasan Nusantara.
Hubungan wanus & tannas
Mengajarkan perlunya kesatuan system politik, ekonomi sosbud dan tannas.
Negara menguasai segala aspek kehidupan bermasayrakat termasuk hak dan
kewenangan tannas, menggambarkan adanya keterpaduan unsur wanus dan
tanna.
4. Bagaimana cara kita menjaga dan melestarikan nilai nilai yang terkandung
dalam pancasila dan UUD 1945 ?
5. Landasan yuridis pembukaan UUD 1945 !
Sidang I PPKI pada 18 Agustus 1945 menghasilkan 3 keputusan penting :
a.Mengesahkan Rancangan Pembukaan Hukum Dasar Negara dan Hukum Dasar
sebagai UUD NKRI.
b.Memilih Ir. Soekarna dan Drs. Mohammad Hatta sebagai Presiden dan Wakil
Presiden.
c. Membentuk sebuah Komite Nasional Indonesia Pusat ( KNIP ) untuk membantu
presiden.
Penetapan UUD 1945 sebagai konstitusi negara Indonesia oleh PPKI terjadi
dalam 2 tahap :
1) Pengesahan Pembukaan UUD Negara Indonesia yang terdiri dari 4 alinea.
2) Pengesahan Batang Tubuh UUD Negara Indonesia yang terdiri dari 16 bab, 37
pasal, 4 pasal Aturan Peralihan, dan 2 ayat aturan tambahan.
6. Jelaskan tentang 7 kunci pokok system pemerintahan penyelenggaraan negara
RI !

1. Indonesia adalah negara yang berdasar atas hukum


Negara Indonesia berdasar atas hukum, tidak berdasarkan atas kekuasaan belaka. Negara
hukum adalah negara dimana kekuasaan penguasa negara tidak didasarkan atas kekuasaan
semata-mata, melainkan didasarkan atas hukum dan dibatasi oleh hukum (Joeniarto, 1968: 14).
2. Sistem Konstitusional

Pemerintahan berdasar atas sistem konstitusi (hukum dasar) tidak bersifat absolutisme
(kekuasaan yang tidak terbatas). Sistem ini mempertegas bahwa pengendalian pemerintahan atau
penyelenggaraan negara dibatasi oleh ketentuan-ketentuan konstitusi (hukum dasar) atau
ketentuan-ketentuan lain yang merupakan produk konsitusional dan bukan kekuasaan yang tidak
terbatas.
3. Kekuasaan negara yang tertinggi di tangan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)
Kedaulatan rakyat dipegang oleh suatu badan, bernama Majelis Permusyawaratan Rakyat,
sebagai penjelma seluruh rakyat Indonesia. Majelis ini menetapkan undang-undang dasar dan
menetapkan garis-garis besar haluan negara.
4. Presiden ialah penyelenggara pemerintah negara yang tertinggi di bawah majelis.
Di bawah majelis permusyawaratan rakyat, presiden ialah penyelenggara pemerintah negara
yang tertinggi. Dalam menjalankan pemerintahan negara, kekuasaan dan tanggung jawab adalah
ditangan presiden (concertation of power and responsibility upon the president).
Kunci keempat ini menegakan bahwa sistem penyelenggaraan pemerintah adalah sistem
pemerintahan presidential. Dengan demikian, berdasarkan atas asas ketiga dan keempat ini, maka
presiden memiliki dua fungsi/kedudukan, yaitu:
1. Presiden sebagai mandataris MPR, karena presiden memegang tanggung jawab atas
jalannya pemerintahan yang dipercayakan kepadanya dan mempertanggungjawabkannya
kepada MPR, bukan kepada badan lain.
2. Presiden sebagai penyelenggara pemerintahan negara tertinggi, karena presiden dalam
menjalankan pemerintahan negara, kekuasaan dan tanggung jawab ada ditangannya.
5. Presiden tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
Meskipun presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR, tidak berarti bahwa presiden dapat
membubarkan DPR.Sebaliknya DPR pun tidak dapat menjatuhkan presiden. Kunci kelima ini
menegaskan bahwa penanggunjawaban presiden bukan kepada DPR

6. Menteri negara ialah pembantu presiden, menteri negara tidak bertanggung jawab
kepada dewan perwakilan rakyat.
Presiden mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri negara. Menteri-menteri itu tidak
bertanggung jawab kepada DPR, akan tetapi bertanggung jawab kepada presiden. Kedudukannya
tidak tergantung dari DPR, akan tetapi tergantung pada Dewan Perwakilan Rakyat, melainkan
tergantung pada presiden, yaitu menteri diangkat dan diberhentikan oleh presiden. Jadi
pengangkatan dan pemberhentian menteri-menteri menjadi wewenang penuh presiden, dan oleh
karenanya menteri-menteri bertanggungjawab kepada presiden, tidak kepada DPR.
Kunci keenam ini menegaskan mengenai pertanggungjawaban dari menteri-menteri hanya
pada presiden.
7. Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas
Meskipun kepala negara tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan Rakyat, ia
bukan diktator, artinya kekuasaan tidak terbatas. Presiden bertanggung jawab kepada Majelis
Permusyawaratan Rakyat, kecuali itu presiden harus memperhatikan sungguh-sungguh suara
Dewan Perwakilan Rakyat.

Menurut asas ini kekuasaan kepala negara itu ada batasnya. Pembatasan kekuasaan kepala
negara ini adalah :
1. Konstitusi (asas kedua), artinya tidak boleh menyimpang dari UUD 1945
2. Pengawasan atas penyelenggaraan pemerintah dari DPR, yaitu harus memperhatikan
sungguh-sungguh suara DPR
3. Peranan menteri-menteri sebagai pembantu presiden yang juga mempunyai wewenang
dalam menjalankan kekuasaan pemerintah.

Dengan demikian kemungkinan kemerosotan kekuasaan pemerintahan ditangan presiden


(kepala negara) ke arah kekuasaan mutlak (absolutisme) dapat dicegah. Jadi kepala negara
(presiden) bukan seorang diktator.
Kunci ketujuh ini menegaskan bahwa kekuasaan Presiden selaku Kepala Negara dibatasi.
Maksud dari kunci ketujuh ini ialah, Ia dibatasi oleh: (1) Kewenangan MPR, (2) Peraturan
perundang-undangan (Tap MPR dan UU), (3) Kedudukan DPR yang kuat, dan (4) Pengaruh para
Menteri. Kedudukan DPR itu kuat, karena ia: (1) semua anggotanya adalah juga anggota MPR,
(2) setiap UU harus disetujui oleh DPR, (3) APBN harus disetujui oleh DPR, (4) setiap
perjanjian dengan Luar Negeri harus diratifikasi oleh DPR, (5) setiap pemberian amnesti dan
abolisi, pengangkatan dan penerimaan duta, pernyataan perang, dan beberapa hal yang lainnya
harus disetujui oleh DPR.

7. Maksud dari pancasila sebagai dasar negara !


Pancasila sebagai dasar negara berarti nilai nilai pancasila menjadi pedoman
normatif bagi penyelenggaraan bernegara.Yang artinya seluruh pelaksanaan
dan penyelenggaraan pemerintahan Negara termasuk peraturan perundang
undangan merupakan cerminan dari nilai nilai pancasila.
Jadi pancasila sebagai dasar negara mengandung makna bahwa
pancasila harus kita letakkan dalam keutuhan dengan Pembukaan UUD 1945,
dieksplorasikan pada dimensi dimensi yang melekat padanya, yaitu :1).
Dimensi realitasnya, 2). Dimensi idealisnya, 3). Dimensi fleksibilitasnya.