Anda di halaman 1dari 10

ARTIKEL ILMU PENGETAHUAN ALAM

TATA SURYA
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Fisika
Guru Pembimbing : Dra. Erma Mufidah

Disusun Oleh :
Nama : Putri Sari Cahyaningrum
No. Absen : 25
Kelas : 9F (Sembilan F )

SMP NEGERI 1 WURYANTORO


KABUPATEN WONOGIRI
TAHUN PELAJARAN 2014/ 2015

SISTEM TATA SURYA


Tata surya adalah susunan benda-benda langit yang terdiri atas matahari
sebagai pusatnya dan planet-planet meteroid, komet, serta asteroid yang
mengelilingi matahari, dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objekobjek tersebut adalah

delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit

berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi,
dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.

Gambar 1. Susunan tata surya


Matahari
Matahari merupakan pusat tata surya yang berupa bola gas yang bercahaya.
matahari merupakan salah satu bintang yang menghiasi galaksi bima sakti. Suhu
permukaan matahari 6.000 derajat celcius yang dipancarkan keluar angkasa hingga
sampai ke permukaan bumi, sedangkan suhu inti sebesar 15- 20 juta derajat celsius.
Susunan Lapisan Matahari:
1. Lapisan Inti Matahari
Inti matahari adalah tempat berlangsungnya reaksi fusi hidrogen menjadi inti
helium dan menghasilkan reaksi yang sngat besar. Suhu inti matahari mencapai
15 juta kelvin.
2. Lapisan Fotosfera pada Matahari
Lapisan Fotosfera adalah bagian permukaan matahari yang dapat kalian lihat
sehari-hari, atau disebut juga lapisan cahaya. Suhu di bagian dalam fotosfera
kira-kira 6000 kelvin.
3. Lapisan Kromosfera pada Matahari

Lapisan kromosfera dapat terlihat saat terjadi gerhana matahari. Kromosfera


tersusun dr lapisan hidrogen. Suhu lapisan kromosfera di dekat korona
mencapai 10.000 kelvin, sedangkan di lapisan luarnya kurang lebih 4000 kelvin
4. Lapisan Korona pada Matahari
Lapisan Korona ini dapat dilihat pada saat terjadi gerhana matahari berupa
lingkaran putih yang mengelilingi matahari. Lapisan korona mengandung gas
yang sangat tipis bersuhu 1 juta kelvin. Korona berwarna abu-abu akibat
tumbukan ion-ion pada suhu yang sangat tinggi.

Gambar 2. Susunan Lapisan Matahari


Planet
Planet adalah bintang berpindah atau pengembara dan letak planet berubah
ubah, karena planet bergerak mengedari matahari. Planet tidak dapat memancarkan
cahaya seperti matahari dan bintang. Cahaya yang dipancarkan planet berasal dari
cahaya matahari yang dipantulkannya, sehingga pada malam hari planet dapat
dilihat dengan mata telanjang karena tampak terang seperti bintang. Setiap planet
mempunyai lintasan orbitnya sendiri-sendiri. Lintasan orbit planet hampir berbentuk
lingkaran. Pada awal abad ke-17 Johanes Kepler (1571-1630) membuktikan bahwa
lintasan orbit planet-planet berbentuk elips (lonjong) dan matahari berada di salah
satu titik fokus elips.
Dalam tata surya terdiri dari delapan pelanet antara lain :
1. Merkurius
Planet merkurius adalah planet yang terdekat dengan matahari. Merkurius
merupakan planet terkecil kedua. Tetapi pada selang waktu tertentu merupakan
salah satu planet tercerah. Namun, pada umumnya merkurius tidak mudah dilihat
dengan mata telanjang.Bahkan pada saat bintang-bintang yang lain sangat cerah

pun, planet merkurius ini tidak dapat terlihat dengan jelas. Satu hal yang perlu
diingat, merkurius hanya tampak dilangit selama waktu pagi dan malam hari.
Disamping itu, Merkurius seringkali terlihat kabur, hal ini dikarenakan oleh kabut
dekat horizon.
Ukuran Merkurius
Merkurius bentuknya hampir bulat sempurna. Planet ini memiliki diameter 4.862
km. Kerapatannya yaitu jumlah rata-rata massa yang dikandungnya persatuan
volume, sangat mirip dengan kerapatan Bumi. Kerapatan Bumi adalah 5,52 g/cm ,
sedangkan kerapatan Merkurius 5,44 g/cm.
Jarak Merkurius Terhadap Matahari
Jarak rata-rata Merkurius dari Matahari sekitar 58.000.000 km. namun, orbit
yang diikuti Merkurius berbentuk seperti sebuah elips yang memanjang. Sehingga,
kadang-kadang planet ini lebih dekat dengan matahari dan pada saat-saat lain lebih
jauh dengan Matahari. Jadi, pada saat tertentu jarak Merkurius ke Matahari bisa
mencapai dua pertiganya dibandingkan dengan pada saat yang lainnya.
Merkurius bergerak di sekeliling matahari selam hampir 88 hari. Hal ini berarti
satu tahun di Bumi (365 hari) sama dengan lebih dari 4 tahun di Merkurius.
Kecepatan Merkurius bergerak dalam lintasan orbitnya bervariasi sesuai dengan
jaraknya dari matahari. Pada saat Merkurius berada di titik terjauh dari Matahari,
kecepatannya 37 km/s. namun, pada saat merkurius berada di titik terdekat dengan
Matahari, kecepatannya bertambah menjadi 56 km/s.
Ciri-Ciri Planet Merkurius
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Terdekat dengan matahari (58 x 106km)


Perrmukaannya mirip dengan bulan
Mengelilingi matahari 88 hari sekali (revolusinya)
Satu kali berputar rotasinya 59 hari
Massanya 0,52 kali massa bumi dan diameternya 4867 km
Permukaannya berkepundan akibat tumbukan meteor dan atmosfernya tipis
dan tidak memiliki satelit

Gambar 3. Planet Merkurius


2. Planet Venus
Venus adalah planet terdekat kedua dari Matahari setelah Merkurius. Planet ini
mengorbit Matahari selama 224,7 hari Bumi. Venus tidak memiliki satelit alami dan
dinamai dari dewi cinta dan kecantikan dalam mitologi Romawi. Setelah Bulan,
planet ini merupakan objek alami tercerah di langit malam, dengan magnitudo
tampak Sebesar 4,6 yang cukup cerah untuk menghasilkan bayangan. Venus
merupakan planet inferior dengan sudut elongasi yang mencapai 47,8. Kecerahan
maksimal planet ini dapat dilihat segera sebelum matahari terbit atau setelah
matahari terbenam, sehingga disebut Bintang Fajar atau Bintang Senja.
Venus adalah planet kebumian dan kadang-kadang disebut planet saudara
Bumi karena ukuran, gravitasi, dan komposisi yang mirip (Venus merupakan planet
terdekat dari Bumi dan planet yang ukurannya paling mendekati Bumi). Namun,
dalam hal lain planet ini sangat berbeda dari Bumi. Planet ini memiliki atmosfer
terpadat di antara empat planet kebumian yang terdiri dari 96% karbon dioksida.
Tekanan atmosfer permukaan Venus 92 kali lebih besar daripada Bumi. Dengan
rata-rata suhu permukaan sebesar 735 K (462 C; 863 F), Venus merupakan planet
terpanas di Tata Surya. Planet ini tidak memiliki siklus karbon yang memerangkap
karbon dalam batuan dan kenampakan permukaan, dan juga tidak memiliki
kehidupan organik yang dapat menyerap karbon dalam bentuk biomassa. Venus
diselimuti oleh lapisan buram yang terdiri dari awan asam sulfat yang sangat
reflektif, sehingga permukaannya tidak dapat dilihat dari luar angkasa. Venus
mungkin pernah memiliki samudra, namun samudra tersebut menguap karena
peningkatan suhu yang disebabkan oleh efek rumah kaca berketerusan Sebagian

besar air mungkin telah terfotodisosiasi, dan angin matahari telah membuat hidrogen
bebas mengalami pelepasan ke luar angkasa sebagai akibat dari ketiadaan medan
magnet internal di Venus. Permukaan Venus sendiri bergurun, kering, dan diselingi
oleh batuan yang diperbarui secara periodik oleh aktivitas vulkanik.

Gambar 4. Planet Venus


3. Bumi
Bisa dibilang Bumi merupakan planet yang paling berbeda dengan yang lain.
Karena di planet ini terdapat kehidupan. Suhu dan tekanan di permukaan bumi
memungkinkan air berada dalam wujud padat, cair, maupun gas. Bumi berdiameter
sekitar 12.700 km. Jarak Bumi dengan Matahari sekitar 150 juta km (1,0 SA). Bentuk
Bumi bulat agak lonjong (ellipsoid). Pada arah kutubnya terjadi pemampatan dan
agak menggelembung di sekitar khatulistiwa. Bentuk seperti ini pun terlihat pada
planet Yupiter dan Saturnus. Jadi bentuk ini bukan merupakan suatu kebetulan,
bentuk seperti ini diakibatkan oleh rotasi Bumi.

Gambar 5. Planet Bumi


4. Mars
Mars adalah planet keempat dari Matahari. Mars memiliki diameter sekitar
6.800 km. Jaraknya dari Matahari sekitar 228 juta km (1,6 SA). Berevolusi selama

687 hari dan berotasi selama 24 jam 37. Mars memiliki dua satelit, yaitu Phobos dan
Deimos. Satelit tersebut diduga dulunya adalah asteroid yang terjebak dalam
gravitasi Mars. Mars juga di sebut planet merah karena tampak berwarna merah
menyala dari Bumi.

Gambar 6. Planet Mars


5. Yupiter
Yupiter adalah planet terbesar di galaksi kita, diameternya sekitar 142.860 km,
volumenya sekitar 1.300 kali Bumi. Meskipun jauh dari Bumi, tapi Yupiter

lebih

mudah dilihat, karena Jupiter memantulkan 70 % cahaya Matahari yang diterimanya.


Yupiter berotasi selama 9 jam 5 dan berevolusi selama 11,9 tahun. Jaraknya dari
Matahari sekitar 778 juta km (5,2 SA).

Gambar 7. Planet Jupiter


6. Saturnus
Saturnus merupakan benda langit yang sangat mempesona karena cincincincinnya. Saturnus berjarak 1.428 juta km (10 SA) dari Matahari. Berotasi selama
10 jam 14 dan berevolusi selama 29,5 tahun. Saturnus memiliki diameter sekitar
120.000 km, jadi Saturnus merupakan planet terbesar kedua setelah Yupiter.

Gambar 8. Planet Saturnus


7. Uranus
Uranus berotasi pada sumbu yang sebidang dengan bidang edarnya
mengelilingi Matahari. Hal ini berbeda dengan planet-planet lain. Uranus berotasi
selama 10 jam 49 dan berevolusi selama 84 tahun. Jaraknya dari Matahari sekitar
19,6 juta km (2.896 SA). Uranus bediameter sekitar 50.100 km.

Gambar 9. Planet Uranus


8. Neptunus
Neptunus merupakan planet terakhir dalam galaksi kita. Jaraknya dengan
Matahari yaitu 4.495 juta km (38,8 SA). Neptunus berotasi selama 15 jam 48 dan
berevolusi selama 165 tahun. Diameter Neptunus hampir empat kali diameter Bumi,
yaitu sekitar 48.600 km. Bentuk planet ini mirip dengan Bulan dengan permukaan
terdapat lapisan tipis silikat. Komposisi penyusun planet ini adalah besi dan unsur
berat lainnya. Planet Neptunus memiliki 8 buah satelit, di antaranya Triton, Proteus,
Nereid dan Larissa.

Gambar 10. Planet Neptunus


Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan
Gerhana bulan terjadi karena sinar matahari yang menuju bulan terhalang bumi.
Karena sinar matahari mengarah ke bumi, di belakang bumi terbentuklah bayangan,
yaitu bayangan gelap total (umbra) dan bayangan redup (penumbra). Gerhana bulan
total terjadi jika bulan berada pada daerah umbra. Jika bulan berada di daerah
penumbra, gerhana yang terjadi adalah gerhana bulan sebagian atau gerhana
parisal. Gerhana bulan terjadi pada waktu malam hari. Proses terjadinya gerhana
bulan dapat dilihat pada gambar berikut. Jika kita lihat gambar di bawah, gerhana
bulan terjadi jika posisi Matahari - Bumi - Bulan berada dalam satu garis.

Gambar 11. Terjadinya Gerhana Bulan


Gerhana matahari terjadi jika bulan melintas di antara Bumi dan Matahari. Bumi
yang berada di daerah umbra akan mengalami gerhana matahari total, sedangkan

bumi yang berada di daerah penumbra akan mengalami gerhana matahari sebagian
(parsial). Gerhana matahari terjadi pada waktu siang hari. Proses terjadinya gerhana
matahari dapat dilihat pada gambar berikut. Kita lihat bahwa posisi Matahari - Bulan
- Bumi berada pada satu garis lurus.

Gambar 12. Terjadinya Gerhana Matahari

Sumber pustaka :
http://regiaza.pun.bz/files/sistem-tata-surya-1.pdf
http://www.kampus-info.com/2012/05/proses-terjadinya-gerhana-matahari-dan.html
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/lain-lain/ikhlasul-ardi-nugroho-mpd/Sistem
%20Tata%20Surya%20ver_Akhir_hasil%20proses%20editing.pdf
http://softilmu.blogspot.com/2013/07/pengertian-dan-teori-tata-surya.html