P. 1
Survey CRC pada Layanan IMB di BPPT Kt.Bdg dan Dana Hibah Pendidikan Disdik Kt.Bdg

Survey CRC pada Layanan IMB di BPPT Kt.Bdg dan Dana Hibah Pendidikan Disdik Kt.Bdg

|Views: 1,864|Likes:
Dipublikasikan oleh Muhammad Taufik Rahmat
Pelaksanaan Survey CRC di Dinas Pendidikan Kota Bandung, difokuskan pada layanan program Bantuan Siswa Miskin (BSM)/BAWAKU Sekolah, sebagaimana terlampir dalam Matriks Rencana Aksi Daerah Pemberantasan Korupsi (RAD PK) Kota Bandung. Sedangkan Survey CRC di BPPT Kota Bandung difokuskan pada layanan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Dan hasilnya meeeeengggggggEEEzuuuTTTkan, masih banyak pungli, percaloan dan ketidaktepatsasaran
Pelaksanaan Survey CRC di Dinas Pendidikan Kota Bandung, difokuskan pada layanan program Bantuan Siswa Miskin (BSM)/BAWAKU Sekolah, sebagaimana terlampir dalam Matriks Rencana Aksi Daerah Pemberantasan Korupsi (RAD PK) Kota Bandung. Sedangkan Survey CRC di BPPT Kota Bandung difokuskan pada layanan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Dan hasilnya meeeeengggggggEEEzuuuTTTkan, masih banyak pungli, percaloan dan ketidaktepatsasaran

More info:

Published by: Muhammad Taufik Rahmat on Jan 31, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF or read online from Scribd
See more
See less

07/09/2013

pdf

Sections

2.1.1 Sejarah Pembentukan

Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat, khususnya

dalam urusan perijinan, maka pada Tahun 2002, Pemerintah Kota Bandung

mengambil suatu kebijakan untuk membentuk Unit Pelayanan Satu Atap (Yantap)

yang didasarkan pada Peraturan Daerah Kota Bandung No. 2 Tahun 2002. Unit ini

dibentuk untuk menciptakan keseragaman pola dan langkah penyelenggaraan dan

pelayanan aparatur pemerintah daerah Kota Bandung kepada masyarakat dalam hal

proses pemberian perizinan maupun non perizinan.6

Namun dalam perjalanannya, perkembangan dan keefektifan Unit Pelayanan

Satu Atap (Yantap) masih dirasakan belum maksimal, guna memenuhi kebutuhan

warga/masyarakat Kota Bandung. Oleh karena itu pada Tahun 2007, dibentuklah

lembaga baru dengan nama Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan

Terpadu (BPMPPT) yang merupakan penggabungan dari dua unit kerja, yaitu: Kantor

Penanaman Modal Daerah (KPMD) dan Unit Pelayanan Satu Atap (Yantap). Badan

baru tersebut terbentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandung No. 12 Tahun

2007 tentang Pembentukan dan Susunan Lembaga Teknis Daerah.7

Sesuai ketentuan dalam Peraturan Daerah Kota Bandung No. 12 Tahun 2007,

maka Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT)

mempunyai tugas pokok, yaitu: menyusun dan melaksanakan kebijakan daerah di

bidang penanaman modal dan pelayanan perizinan terpadu. Sedangkan fungsi dari

badan ini adalah:

1) Merumuskan kebijakan teknis bidang pelayanan penanaman modal

dan pelayanan perizinan terpadu

2) Pembinaan dan pelaksanaan pengelolaan penanaman modal dan

pelayanan perizinan terpadu yang meliputi penanaman modal,

perizinan usaha, perizinan non usaha serta data dan sistem informasi

6

Hal. 1, Buku Selayang Pandang Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Pada Badan Penanaman Modal dan

Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Bandung

7

Hal. 3, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota

Bandung Tahun 2010

Pemantauan Pelayanan Publik Di Kota Bandung Dalam Rangka Pencegahan Korupsi

Lewat Metode Survey Citizen Report Card

3) Melaksanakan pelayanan teknis administratif badan

4) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan

fungsi dan tugasnya8

Kemudian di Tahun 2009, berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandung No.

12 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Bandung No. 12

Tahun 2007 tentang Perubahan dan Susunan Organisasi Lembaga Teknis Daerah,

khususnya terkait dengan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang

pelayanan perizinan terpadu, maka Badan Penanaman Modal dan Pelayanan

Perizinan Terpadu (BPMPPT) mengalami penyempurnaan menjadi Badan Pelayanan

Perizinan Terpadu (BPPT). Harapannya dengan adanya penyempurnaan tersebut

dapat melayani kepentingan masyarakat dalam mengurus perizinan dengan lebih

baik yang didasarkan pada prinsip-prinsip pelayanan publik, yaitu: kesederhanaan,

kejelasan, kepastian waktu, akurasi, keamanan, tanggung jawab, kelengkapan

sarana dan prasarana, kemudahan akses, kedisiplinan, kesopanan dan keramahan

serta kenyamanan sehingga dapat mempercepat terwujudnya visi Kota Bandung.

2.1.2 Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Kelembagaan

Sesuai dengan Perda Kota Bandung No. 12 Tahun 2009, tugas pokok dari

Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) adalah: melaksanakan koordinasi dan

menyelenggarakan pelayanan administrasi di bidang perijinan secara terpadu

dengan prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi, simplifikasi, keamanan dan

kepastian.

Sedangkan fungsi dari BPPT adalah:

1) Pelaksanaan penyusunan program

2) Penyelenggaraan pelayanan adminsitrasi perijinan

3) Pelaksanaan koordinasi proses pelayanan perijinan

4) Pelaksanaan administrasi pelayanan perijinan

5) Pemantauan dan evaluasi proses pemberian pelayanan perijinan

6) Pelaksanaan pelayanan teknis administratif Badan

7) Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan

tugas pokok dan fungsinya

8

Hal. 3 dan 4, Buku Selayang Pandang Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Pada Badan Penanaman Modal

dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Bandung

Pemantauan Pelayanan Publik Di Kota Bandung Dalam Rangka Pencegahan Korupsi

Lewat Metode Survey Citizen Report Card

Gambar. 2.1. Struktur Organisasi Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Sesuai

Dengan Perda Kota Bandung No. 12 Tahun 2009

Adapun penjelasan tugas pokok dan fungsi dari masing-masing jabatan atau

posisi yang ada pada struktur oraganisasi dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu,

adalah sebagai berikut:

1. Kepala Badan

Tugas pokok dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu, adalah

melaksanakan sebagian kewenangan daerah di bidang pelayanan perizinan.

Oleh karena itu, untuk melaksanakan tugas pokok dari Badan, maka fungsi

dari Kepala Badan adalah:

a) Perumusan kebijakan teknis di bidang pelayanan perizinan

terpadu

b) Perencanaan, penyusunan, pengkoordinasian, pelaksanaan

dan penyelenggaraan program dan kegiatan pelayanan dan

pendaftaran perizinan

c) Pelaksanaan pelayanan teknis dan ketatausahaan badan

d) Pembinaan dalam upaya peningkatan kinerja sumber daya

manusia di lingkungan BPPT9

2. Kepala Bagian Tata Usaha

Tugas pokok dari Kepala Bagian Tata Usaha, adalah: melaksanakan

sebagian tugas Badan Pelayanan Perizinan Terpadu di bidang

ketatausahaan. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, maka Bagian Tata

Usaha memiliki fungsi sebagai berikut:

a) Pengkoordinasian tugas-tugas pelayanan admnistrasi tiap-tiap

bidang beserta seluruh komponen yang ada di lingkungan

Badan

9

Hal. 5, Dokumen Rencana Kerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bandung Tahun 2011

Kepala Badan

Kelompok

Jabatan

Fungsional

Bidang

Perijinan I

Bidang Perijinan

II

Bidang Perijinan

III

Bidang Perijinan

IV

Tim Teknis

Tim Teknis

Tim Teknis

Tim Teknis

Bagian Tata

Usaha

Sub Bag Umum

dan

Kepegawaian

Sub Bag

Keuangan dan

Program

Sub Bag

Informasi dan

Pelayanan

Pengaduan

Pemantauan Pelayanan Publik Di Kota Bandung Dalam Rangka Pencegahan Korupsi

Lewat Metode Survey Citizen Report Card

b) Melaksanakan dan menyusun rencana pengelolaan

ketatausahaan Badan

c) Melaksanakan ketatausahaan Badan yang meliputi

Administrasi Umum, Administrasi Kepegawaian, Administrasi

Keuangan dan Penyusunan Program

d) Menyusun laporan pertanggungjawaban (akuntabilitas)

penyelenggaraan kegiatan Badan secara berkala

e) Melaksanakan monitoring dan evaluasi dari laporan kegiatan

ketatausahaan Badan

3. Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

Tugas pokok dari Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian adalah:

melaksanakan sebagian tugas ketatausahaan di bidang admnistrasi umum

dan kepegawaian. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, maka Sub

Bagian Umum dan Kepegawaian memiliki fungsi sebagai berikut:

a) Melaksanakan dan menyusun rencana pengelolaan

administrasi umum dan kepegawaian

b) Melaksanakan pengelolaan administrasi umum yang meliputi

kegiatan surat menyurat, pengagendaan dan penggandaan

naskah dinas, kearsipan, kerumahtanggaan, kehumasan dan

adminstrasi perjalanan dinas

c) Melaksanakan pengelolaan administrasi perlengkapan yang

meliputi: inventarisasi, pengadaan, pemeliharaan dan

pengaturan penggunaan perlengkapan dinas

d) Melaksanakan pengelolaan administrasi kepegawaian yang

meliputi penyiapan bahan penyusunan rencana kebutuhan,

mutasi, disiplin, pengembangan pegawai dan kesejahteraan

pegawai

e) Melaksanakan evaluasi dan pelaporan kegiatan Sub Bagian

Umum dan Kepegawaian10

4. Kepala Sub Bagian Keuangan dan Program

Tugas pokok Sub Bagian Keuangan dan Program adalah:

melaksanakan sebagian tugas ketatausahaan di bidang administrasi

keuangan dan penyusunan program. Untuk melaksanakan tugas pokok

tersebut, maka Sub Bagian Keuangan dan Program mempunyai fungsi sebagai

berikut:

a) Melaksanakan dan menyusun rencana pengelolaan

administrasi keuangan dan program

b) Melaksanakan adminsitrasi keuangan yang meliputi penyiapan

bahan penyusunan anggaran belanja langsung dan tidak

langsung, perbendaharaan dan pembukuan, penerimaan dan

pengeluaran anggaran, belanja langsung dan tidak langsung

c) Mengelola administrasi rencana dan program yang meliputi

pengumpulan dan penyiapan bahan program serta

perencanaan dan pengkajian program untuk kegiatan badan

10

Hal. 6, Dokumen Rencana Kerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bandung Tahun 2011

Pemantauan Pelayanan Publik Di Kota Bandung Dalam Rangka Pencegahan Korupsi

Lewat Metode Survey Citizen Report Card

d) Melakukan evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan kegiatan

Sub Bagian Keuangan dan Program

5. Kepala Sub Bagian Informasi dan Pengaduan

Tugas pokok Sub Bagian Informasi dan Pengaduan adalah:

melaksanakan sebagian tugas ketatausahaan di bidang pengelolaan data

dan informasi. Sedangkan fungsi dari Sub Bagian Pelayanan Informasi dan

Pengaduan, adalah:

a) Pengumpulan dan penganalisaan data di bidang pelayanan

informasi dan pengaduan sebagai bahan perumusan kebijakan

b) Menyiapkan bahan petunjuk teknis di Pelayanan Informasi dan

Pengaduan

c) Melaksanakan pengolahan bidang pelayanan informasi dan

pengaduan, yang meliputi: penyiapan bahan pelayanan

informasi, pelatihan pelayanan perizinan terpadu, pemberian

pelayanan informasi melalui media cetak, elektronik, website

dan pemberian pelayanan pengaduan public

d) Melakukan evaluasi dan pelaoran penyelenggaraan kegiatan

Sub Bagian Pelayanan Informasi dan Pengaduan11

6. Kepala Bidang I (Urusan Perdagangan, Industri, Kebudayaan dan Pariwisata)

Tugas pokok dari Bidang I adalah: melaksanakan sebagian tugas BPPT

di bidang pelayanan dan pendaftaran perizinan perdagangan, industry,

kebudayaan dan pariwisata. Adapun fungsi dari Bidang I adalah:

a) Merencanakan dan menyusun program di bidang perizinan

perdagangan, industry, kebudayaan dan pariwisata

b) Melaksanakan dan menyusun Petunjuk Teknis bidang perizinan

perdagangan, industry, kebudayaan dan pariwisata

c) Mengkoordinasi penyelenggaraan tugas-tugas di bidang

perizinan perdagangan, industri, kebudayaan dan pariwisata

d) Melakukan monitoring dan evaluasi penyelenggaran kegiatan

bidang perizinan perdagangan, industri, kebudayaan dan

pariwisata

7. Kepala Bidang II (Urusan Sub Bidang Bina Marga, Sumber Daya Air dan

Lingkungan Hidup)

Tugas pokok dari Bidang II adalah: melaksanakan sebagian tugas

BPPT dalam pelayanan, pendaftaran, pengolahan dan penerbitan perizinan

bidang Bina Marga, Sumber Daya Air dan Lingkungan Hidup.12

Sedangkan

fungsi dari Bidang II, adalah:

a) Merencanakan dan menyusun program di bidang perizinan

bidang bina marga, sumber daya air dan lingkungan hidup

b) Menyusun petunjuk tenis bidang perizinan bidang bina marga,

sumber daya air dan lingkungan hidup

c) Pengkoordinasian penyelenggaraan tugas-tugas di bidang

perizinan bidang bina marga, sumber daya air dan lingkungan

hidup

11

Hal. 7, Dokumen Rencana Kerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bandung Tahun 2011

12

Hal. 8, Dokumen Rencana Kerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bandung Tahun 2011

Pemantauan Pelayanan Publik Di Kota Bandung Dalam Rangka Pencegahan Korupsi

Lewat Metode Survey Citizen Report Card

d) Melakukan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan

bidang perizinan bidang bina marga, sumber daya air dan

lingkungan hidup

8. Kepala Bidang III (Urusan Penataan Ruang, Sub Bidang Bangunan, Sub Bidang

Konstruksi dan Urusan Pertanahan)

Tugas pokok dari Bidang III adalah: melaksanakan sebagian tugas

BPPT dalam pelayanan, pendaftaran serta pengolahan dan penerbitan

perizinan bidang penataan ruang, pekerjaan umum sub bidang bangunan,

sub bidang konstruksi dan pertanahan. Untuk melaksanakan tugas pokok

tersebut.

Bidang III mempunyai fungsi adalah sebagai berikut:

a) Merencanakan dan menyusun program di bidang penataan

ruang, pekerjaan umum sub bidang bangunan, sub bidang

konstruksi dan pertanahan

b) Menyusun petunjuk teknis bidang penataan ruang, pekerjaan

umum sub bidang bangunan, sub bidang konstruksi dan

pertanahan

c) Pengkoordinasian penyelenggaraan tugas-tugas di bidang

penataan ruang, pekerjaan umum sub bidang bangunan, sub

bidang konstruksi dan pertanahan

d) Melakukan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan

bidang penataan ruang, pekerjaan umum sub bidang

bangunan, sub bidang konstruksi dan pertanahan13

9. Kepala Bidang IV (Urusan Perhubungan, Komunikasi dan Informatika)

Tugas pokok dari Bidang IV adalah: melaksanakan sebagian tugas

BPPT di bidang pelayanan perizinan perhubungan, komunikasi dan

informasi. Adapun fungsi dari Bidang IV, dalam melaksanakan tugas pokok

tersebut, adalah:

a) Merencanakan dan menyusun program di bidang pelayanan

perizinan perhubungan, komunikasi dan informasi

b) Menyusun petunjuk teknis bidang pelayanan perizinan

perhubungan, komunikasi dan informasi

c) Melakukan pengkoordinasian penyelenggaraan tugas-tugas di

pelayanan perizinan perhubungan, komunikasi dan informasi

d) Melakukan monitoring dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan

pelayanan perizinan perhubungan, komunikasi dan informasi14

Ruang lingkup dari pelayanan perizinan yang disediakan oleh Badan

Pelayanan Perizinan Terpadu ini adalah:

1) Pemberian perizinan baru

2) Perubahan perizinan

3) Perpanjangan/herregistrasi/daftar ulang perizinan

4) Pemberian salinan perizinan

5) Pembatalan perizinan

6) Penolakan perizinan

7) Legalisasi perizinan

13

Hal. 9, Dokumen Rencana Kerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bandung Tahun 2011

14

Hal. 10, Dokumen Rencana Kerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bandung Tahun 2011

Pemantauan Pelayanan Publik Di Kota Bandung Dalam Rangka Pencegahan Korupsi

Lewat Metode Survey Citizen Report Card

Sedangkan jenis perizinan yang dilayani oleh Badan Pelayanan Perizinan

Terpadu (BPPT), adalah: perizinan dalam pemanfaatan tata ruang, kebinamargaan,

pengairan dan lingkungan hidup dan perizinan usaha. Perizinan dalam pemanfaatan

tata ruang terdiri dari:

1) Izin Lokasi

2) Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT)

3) Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Perizinan dalam pemanfaatan tata ruang terdiri dari:

1) Izin Lokasi

2) Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT)

3) Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Perizinan kebinamargaan, pengairan dan lingkungan hidup terdiri dari:

1) Izin Pemancangan Tiang Pancang Reklame, Jembatan Penyeberangan

Orang (JPO) dan sejenisnya

2) Izin Pembuatan Jalan Masuk Pekarangan

3) Izin Pembuatan Jalan Masuk Di Dalam Kompleks Perumahan,

Pertokoan dan Sejenisnya

4) Izin Penutupan/Penggunaan Trotoar, Berm dan Saluran

5) Izin Pematangan Lahan/Tanah

6) Izin Pengelolaan Air Bawah Tanah

7) Izin Penggalian Ruang Milik Jalan (RUMIJA)

8) Izin Pengambilan Air Permukaan

9) Izin Pembuangan Air Buangan ke Sumber Air

10) Izin Perubahan Alur, Bentuk, Dimensi dan Kemirinagn Dasar

Saluran/Sungai

11) Izin Perubahan atau Pembuatan Bangunan dan Jaringan Pengairan

serta Perkuatan Tanggul yang Dibangun Oleh Masyarakat

12) Izin Pembangunan Lintasan yang berada Di Bawah/Diatasnya

13) Izin Pemanfaatan Bangunan Pengairan dan Lahan Pada Daerah

Sempadan dan Saluran/Sungai

14) Izin Pemanfaatan Lahan Mata Air dan Lahan Pengairan Lainnya

Sedangkan perizinan usaha yang dilayani oleh BPPT teridiri dari:

1) Izin Undang-undang Gangguan (HO)/Izin Tempat Usaha

2) Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

3) Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

4) Tanda Daftar Gudang (TDG)

5) Tanda Daftar Industri (TDI)

6) Izin Usaha Industri (IUI)

7) Izin Usaha Kepariwisataan (IUK)

8) Izin Trayek

9) Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK)

10) Izin Pengelolaan Tempat Parkir

11) Izin Jasa Titipan

Pemantauan Pelayanan Publik Di Kota Bandung Dalam Rangka Pencegahan Korupsi

Lewat Metode Survey Citizen Report Card

12) Izin Penyelenggaraan Reklame

13) Izin Angkutan Barang

Ada pun prosedur atau tahapan pelayanan perizinan pada Badan Pelayanan

Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bandung, adalah:

1. Pendaftaran

1) Pemohon mendapatkan informasi dari petugas pelayanan tentang izin

yang dimohon

2) Pemohon mengisi formulir permohonan yang telah disediakan dan

melengkapi persyaratan yang ditetapkan

3) Petugas di loket pelayanan melakukan pemeriksaan berkas

permohonan dan kelengkapan persyaratan perizinan

4) Berkas permohonan tidak lengkap, maka berkas dikembalikan kepada

pemohon untuk dilengkapi sesuai ketentuan yang berlaku

2. Pengolahan

1) Petugas pelayanan dan pendaftaran melakukan pendataan dan

mencetak tanda terima permohonan

2) Berkas permohonan diteruskan kepada petugas pengolahan dan

penerbitan oleh petugas pendaftaran

3) Petugas pengolahan dan penerbitan berwenang menentukan proses

berkas perizinan yang memerlukan kajian teknis atau dapat

dilanjutkan tanpa melalui kajian teknis

3. Pengkajian Berkas

A. Dalam hal berkas permohonan perizinan melakukan kajian dari Tim

Teknis, ditempuh langkah-langkah operasional sebagai berikut:

1) Petugas pengolahan dan penerbitan menyampaikan

permintaan tertulis kepada Tim Teknis untuk melakukan

pemeriksaan teknis

2) Petugas administrasi Tim Teknis melakukan penjadwalan dan

perencanaan untuk melakukan pemeriksaan lapangan

3) Tim Teknis melakukan pemeriksaan lapangan dan/atau

pembahasan yang dilanjutkan dengan pembuatan berita acara

pemeriksaan

4) Hasil pemeriksaan teknis yang dilakukan oleh Tim Teknis

dituangkan dalam berita acara pemeriksaan dan

direkomendasikan

B. Jika hasil rekomendasi Tim Teknis menyatakan bahwa perizinan

ditolak atau ditangguhkan prosesnya karena memerlukan

penyesuaian persyaratan teknis, maka:

1) Petugas administrasi Tim Teknis menyampaikan kepada

petugas pengolahan dan penerbitan bahwa perizinan yang

domohonkan, ditolak atau ditangguhkan

2) Petugas pengolahan dan penerbitan membuat surat penolakan

atau menangguhkan proses perizinan dan diteruskan kepada

Sekretariat Badan untuk dilakukan penomoran dan

pengarsipan

Pemantauan Pelayanan Publik Di Kota Bandung Dalam Rangka Pencegahan Korupsi

Lewat Metode Survey Citizen Report Card

3) Sekretariat Badan meneruskan surat penolakan atau

penangguhan proses perizinan kepada petugas pengambilan

berkas untuk disampaikan kepada pemohon

4. Penerbitan Izin

1) Dalam hal rekomendasi Tim Teknis menyatakan bahwa perizinan

disetujui, maka permohonan dilanjutkan kepada petugas penerbitan

dokumen perizinan

2) Petugas pengolahan dan penerbitan perizinan mencetak naskah

perizinan SKRD dan/atau SKP Daerah untuk ditandatangani oleh

Kepala Badan

3) Atas perizinan yang disetujui, petugas pengolahan dan penerbitan

perizinan menginformasikan kepada pemohon bahwa perizinan telah

selesai beserta ketetapan retribusi dan/atau pajak yang harus

dibayarkan

4) Setiap dokumen perizinan yang dikeluarkan dibuat dalam 4 rangkap,

terdiri dari lembar asli untuk diserahkan kepada pemohon, lembar

kedua sebagai arsip Badan, lembar ketiga diserahkan kepada SKPD

terkait, dan lembar keempat untuk kepentingan lainnya

5) Perizinan yang telah ditandatangani oleh Kepala Badan disampaikan

kepada petugas Sekretariat Badan untuk dilakukan

pengadministrasian dan pengarsipan

6) Petugas Sekretariat Badan menyampaikan dokumen perizinan kepada

petugas penyerahan dokumen

7) Untuk perizinan yang terbebani retribusi atau pajak, pemohon

mengambil SKRD dan/atau SKP Daerah dari petugas penyerahan

dokumen dan melakukan pembayaran di Bank dan menyampaikan

bukti pembayaran retribusi dan/atau pajak kepada petugas

penyerahan dokumen

8) Petugas penyerahan dokumen menyampaikan dokumen perizinan

kepada pemohon setelah pemohon menandatangani penerimaan

dokumen

5. Pembayaran Retribusi dan Pajak

1) Setiap permohonan atas satu izin tertentu dan/atau beberapa izin

secara paralel, pemohon wajib membayar retribusi atau pajak

dan/atau retribusi dan pajak yang dikenakan sesuai ketentuan yang

berlaku, dengan membayar ke kas daerah melalui bank yang ditunjuk

2) Besarnya jasa retribusi atau pajak dan/atau retribusi dan pajak yang

harus dibayar pemohon sesuai dengan yang tercantum dalam SKRD

atau SKP daerah dan/atau SKRD dan SKP daerah yang diterbitkan oleh

Badan dalam rangkap 4 (empat) sebagai bukti pembayaran

3) Diterbitkannya Surat Tanda Setoran/STS Retribusi atau pajak dan/atau

retribusi dan pajak yang telah disetor ke kas daerah

Wewenang atau tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan

kelapangan atas izin yang diajukan oleh seorang warga/masyarakat Kota Bandung

selaku pemohon suatu layanan perizinan ada pada Tim Teknis, yang mana Tim Teknis

ini terdiri dari pejabat struktural SKPD terkait yang mempunyai kompetensi dan

Pemantauan Pelayanan Publik Di Kota Bandung Dalam Rangka Pencegahan Korupsi

Lewat Metode Survey Citizen Report Card

kemampuan sesuai dengan bidang tugasnya (Dinas Cipta Karya dan Dinas Bina

Marga Kota Bandung)

Bagi masyarat atau warga Kota Bandung yang ingin melakukan pengaduan

terhadap proses penyelenggaraan perizinan, dapat melalui loket pengaduan, baik

secara lisan, tulisan dan media lain yang disediakan BPPT di loket. Badan Pelayanan

Perijinan Terpadu Kota Bandung, akan menindaklanjuti pengaduan tersebut

selambat-lambatnya 3 hari kerja sejak pengaduan diterima.

Selain itu Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Kota Bandung juga

menyediakan papan informasi yang berisikan rincian biaya, persyaratan dan

prosedur yang harus ditempuh warga dalam mengurus perizinan di ruang tunggu

Badan. Informasi biaya pengurusan izin, menjelaskan juga nilai atau nominal yang

harus dibayarkan oleh warga ketika mengurus izin dan tata cara perhitungan dari

biaya yang dikenakan. Untuk informasi persyaratan dan prosedur, selain disediakan

di ruang tunggu, dapat juga di lihat di website BPPT, yaitu: www.boss.go.id,

Di ruang tunggu Badan, selain disediakan papan informasi, juga disediakan

komputer touch screen. Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Bandung juga

dilengakapi dengan mobile service, yang berfungsi untuk melakukan sosialisasi

keliling terhadap jenis-jenis layanan dan prosedur pengurusan layanan perizinan

yang disediakan

Guna melakukan evaluasi dan control terhadap Pelayanan Perizinan Terpadu

Satu Pintu (PPTSP) yang di selenggarakan BPPT Kota Bandung, maka pihak Badan

menyediakan akses bagi pemohon untuk memantau proses perizinan melalui

website di: www.boss.go.id atau melalui sms gateway.

Selain itu secara berkala BPPT Kota Bandung juga melakukan survey kepuasan

pelanggan secara langsung lewat penyebaran angket/kuestioner, internet maupun

sms gateway.

Mengenai retribusi izin mendirikan bangunan sendiri di Kota Bandung, diatur

oleh Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung No. 24 Tahun 1998

tentang Retribusi Izin Mendirikan Bangunan yang disempurnakan lagi melalui

Peraturan Walikota Bandung No. 550 Tahun 2008 tentang Prosedur

Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PPTSP). Dalam Perwal

Bandung No. 550 Tahun 2008, pasal 1 ayat 27, dijelaskan yang dimaksud dengan izin

mendirikan bangunan yang selanjutnya disingkat IMB adalah izin yang diterbitkan

untuk kegiatan mendirikan bangunan. Sasaran/objek dari IMB adalah: Setiap

orang/badan hukum yang mendirikan bangunan dan atau bangun bangunan. Yang

termasuk jenis bangun bangunan dari layanan ijin mendirikan bangunan, adalah:15

y Pagar

y Menara

y Bangunan

y Bangunan Reklame

y SPBU

y Kolam Renang

y Lapangan Olahraga Terbuka

y Instalasi Pengolahan Air

15

Hal. 30, Lampiran Peraturan Walikota Bandung No. 550 Tahun 2008 tentang Prosedur Penyelenggaraan

Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PPTSP)

Pemantauan Pelayanan Publik Di Kota Bandung Dalam Rangka Pencegahan Korupsi

Lewat Metode Survey Citizen Report Card

y Perkerasan Halaman

y Turap (tembok penahan tanah)

y Sumur

y Instalasi/Utilitas

y Jembatan

y Reservoar

Sedangkan untuk masa berlaku dari izin mendirikan bangunan (IMB), adalah:

selama bangunan berdiri dan tidak mengalami perubahan. Adapun persyaratan

yang harus dipenuhi ketika akan mengurus izin mendirikan bangunan (IMB), adalah:16

1. Untuk Bangunan Rumah Tinggal

a. Mengisi dan menandatangani formulir permohonan

b. Photocopy bukti kepemilikan tanah

c. Salinan akta pendirian untuk pemohon Berbadan Hukum

d. Surat pernyataan/perjanjian penggunaan tanah bagi pemohon yang

menggunakan tanah bukan miliknya

e. Surat kuasa pengurusan apabila dikuasakan

f. Izin Peruntukkan Penggunaan Tanah (IPPT)

g. Gambar rencana teknis bangunan skala 1 : 100 (4 rangkap)

h. Gambar dan perhitungan konstruksi beton/baja apabila bertingkat (2

rangkap)

i. Gambar instalasi listrik, air minum, air kotor, dan sebagainya

j. Photo copy KTP pemohon izin

k. Bukti pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) terakhir

2. Untuk Bangunan Bukan Rumah Tinggal

a. Mengisi dan menandatangani formulir permohonan

b. Photo copy bukti pemilikan tanah

c. Salinan akta pendirian untuk pemohon Berbadan Hukum

d. Surat pernyataan/perjanjian penggunaan tanah bagi pemohon yang

menggunakan tanah bukan miliknya

e. Surat kuasa pengurusan apabila dikuasakan

f. Izin Peruntukkan Penggunaan Tanah (IPPT)

g. Gambar rencana teknis bangunan skala 1 : 100 (4 rangkap)

h. Gambar dan perhitungan konstruksi beton/baja apabila bertingkat (2

rangkap)

i. Gambar instalasi listrik, air minum, air kotor dan sebagainya

j. Hasil penelitian tanah untuk bangunan besar dan atau bertingkat 3 atau

lebih dan/atau terletak di daerah yang struktur rawan bertingkat (3

rangkap)

k. Photocopy KTP pemohon

l. Bukti pelunasan pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) terakhir

Untuk jangka waktu penyelesaian pengurusan izin mendirikan bangunan,

sampai dengan izin terbit atau dikeluarkan, adalah sebagai berikut:

1) Bangunan Rumah Tinggal

16

Hal. 30, Lampiran Peraturan Walikota Bandung No. 550 Tahun 2008 tentang Prosedur Penyelenggaraan

Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PPTSP)

Pemantauan Pelayanan Publik Di Kota Bandung Dalam Rangka Pencegahan Korupsi

Lewat Metode Survey Citizen Report Card

y Bangunan sampai 2 lantai, selama 19 hari

y Bangunan yang memerlukan penelitian rencana arsitektur

secara khusus, selama 30 hari

y Bangunan lebih dari 2 lantai, selama 30 hari

2) Bangunan Bukan Rumah Tinggal

y Bangunan sampai dengan 2 lantai, selama 19 hari

y Bangunan dengan bentang atau lebar sampai dengan 18

meter, selama 19 hari

3) Bangunan Bertingkat 2 Lantai Yang Dibebaskan Dari Perhitungan

Konstruksi, selama 36 hari

4) Bangunan Bertingkat atau Tidak Bertingkat Yang Memerlukan

Rencana Konstruksi, selama 36 hari

5) Bangunan Yang Memerlukan Perlengkapan, selama 42 hari

6) Bangunan Bertingkat Diatas 3 Lantai, selama 50 hari

7) Bangunan Khusus/Tertentu, selama 60 hari17

Berikut ini adalah perhitungan besaran tarif retribusi bangunan yang

dikenakan, meliputi:

1) Bangunan satu (1) lantai

: Luas x Tarif Dasar x 1%

a. Perbaikan bangunan

: Luas x Tarif Dasar x 0,5%

b. Pembongkaran bangunan : Luas x Tarif Ongkos

2) Bangunan vertical (> 5M) dan dianggap dua (2) lantai, dengan

koefisien lantai:

a. Basement

: 1,200

b. Lantai Dasar

: 1,000

c. Lantai II

: 0,090

d. Lantai III

: 1,120

e. Lantai IV

: 1,135

f. Lantai V

: 1,162

g. Lantai VI

: 1,197

h. Lantai VII

: 1,236

i. Lantai VIII

: 1,265

j. Selanjutnya ditambah 0,03 untuk setiap kenaikan satu (1) lantai

17

Hal. 31, Lampiran Peraturan Walikota Bandung No. 550 Tahun 2008 tentang Prosedur Penyelenggaraan

Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PPTSP)

Pemantauan Pelayanan Publik Di Kota Bandung Dalam Rangka Pencegahan Korupsi

Lewat Metode Survey Citizen Report Card

Pemantauan Pelayanan Publik Di Kota Bandung Dalam Rangka Pencegahan Korupsi

Lewat Metode Survey Citizen Report Card

Pemantauan Pelayanan Publik Di Kota Bandung Dalam Rangka Pencegahan Korupsi

Lewat Metode Survey Citizen Report Card

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->