Anda di halaman 1dari 9

1

EKSPLORASI KEANEKARAGAMAN JENIS PALEM (Arecaceae)


di KAWASAN HUTAN PENELITIAN UNIVERSITAS BORNEO
TARAKAN

Endik Deni Nugroho1, Nova Toding Bua, Hermansyah, Indah Pakundari,


Istiqomah

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan, Jl. Amal
Lama Tarakan, Tarakan Timur, Kaltim

Abstrak : Hutan yang berada di kawasan hutan penelitian Universitas


Borneo Tarakan juga dihuni oleh beranekaragaman jenis tumbuhan Palem
(Arecaceae). Sampai saat ini informasi mengenai tumbuhan palem di hutan
penelitian Universitas Borneo masih belum tercatat baik dalam pengidentifikasian
jenis-jenis palem itu sendiri. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terhadap
eksplorasi tumbuhan palem yang terdapat di hutan Tarakan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis palem yang terdapat pada
Kawasan Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan. Desain penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif (survei), maka teknik
pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu
: Untuk menentukan wilayah pengambilan sampel, menggunakan teknik
Purposive Sampling dan untuk mengambil sampel spesies palem (Arecaceae),
menggunakan teknik random kuadrat sampling. Hasil penelitian diperoleh jenis-
jenis Palem (Arecaceae) yang didapatkan pada beberapa kuadrat lokasi penelitian
sebanyak 8 spesies dan 6 genus yang di kelompokkan dalam 1 divisi, 1 kelas,1
ordo dan 1 famili. Indeks keanekaragaman (H) Palem tertinggi sebesar 1,395 pada
stasiun I pada kuadrat 1 dan terendah pada stasiun I sebesar 0,349 pada kuadrat 2.
Jadi hasil analisis indeks keanekaragaman jenis palem pada Kawasan Hutan
Penelitian Universitas Borneo Tarakan di kedua stasiun penelitian tersebut
menunjukkan kategori keanekaragaman sedang. Jadi hasil analisis indeks
keanekaragaman jenis palem palem yang paling banyak ditemukan adalah dari
genus Daemonorops, ini disebabkan kondisi lingkungan sesuai dengan
kehidupannya.

Kata Kunci : Eksplorasi, keanekaragaman, jenis palem

1 wonwondyend@rocketmail.com
2

Abstrac : Forest residing in research forest area of Universitas Borneo Tarakan


also dwelt by beranekaragaman plant type Palem ( Arecaceae). Till now
information about palm plant in research forest of Borneo University still have
not been noted is good in identification of itself palm types. Therefore need to be
done research to exploration of palm plant which there is in forest Tarakan. This
research aim to know palm species diversity found on research forest of Borneo
University Tarakan. Research desain applied in this research is descriptive (
survey), hence retrieval technique of data applied in this research consisted of two
phases : To determine sampling region, applies technique Purposive Sampling and
take palm species sample ( Arecaceae), applies technique random sampling
square. Result of research is obtained by types Palem (Arecaceae) what got at
some location squares of research counted 8 species and 6 gender which in
grouping in 1 division, 1 kelas,1 order and 1 set of relatives. Diversity index ( H)
Highest palm 1,395 at station I at square 1 and low at station I 0,349 at square 2.
So result of palm type diversity index analysis at Kawasan Hutan Penelitian
Universitas Borneo Tarakan in both the research stations shows medium variety
category. So result of palm palm type diversity index analysis which at most
found is from gender Daemonorops, this caused condition of area of as according
to its life.

Keyword : Exploration, variety, palm type

PENDAHULUAN

Hutan Kalimantan Timur merupakan salah satu hutan hujan tropis yang
terbesar didunia yang berfungsi sebagai paru-paru dunia yang dapat mengurangi
emisi gas rumah kaca melalui Clean Development Mechanism (CDM) dan
penyuplai oksigen," juga memiliki hutan konservasi seluas 1.789.679 hektar yang
terdiri dari taman nasional, cagar alam , taman wisata alam dan taman hutan raya.
Hutan konservasi tersebut merupakan salah satu tempat habitat dari tanaman
palem (Arecaceae) dan kini hutan tersebut sudah mulai berkurang akibat aktivitas
tebang liar yang sering terjadi, kegiatan yang berkaitan dengan pembukaan lahan
pertanian dan juga aktivitas pertambangan batubara (http://www2.kompas.com).
Palmae atau Arecaceae termasuk famili yang terbesar keanekaragamannya
di dalam kelasMonokotil. Anggota famili ini secara alami tumbuh dihutan mulai
dari dataran rendah hingga dataran tinggi dan sangat beragam ditinjau dari habit,
ukuran serta morfologinya. Ada jenis-jenis Palmae yang berupa semak, pohon,
ataupun liana. Tumbuhan ini juga mempunyai daun yang bervariasi; ada
yangmempunyai pertulangan menyirip dan ada yang menjari. Palmae mudah
dikenali dari susunan daun yang umumnya roset batang dan mempunyai
3

perbungaan berupa tongkol yang dilindungi oleh daun pelindung besar yang
disebut spatha (Whitmore, 1973; Tjitrosoepomo, 1993).
Hutan penelitian Universitas Borneo Tarakan memiliki beberapa fungsi
yang berhubungan dengan bidang pendidikan dan penelitian yaitu sebagai
laboratorium alam dan tempat penelitian serta pelestarian plasma nulfah,
merupakan kawasan yang pemanfaatannya perlu dioptimalisasikan oleh maha
siswa Universitas Borneo khususnya dan masyarakat luas pada umumnya, agar
tercapai fungsi dari hutan tersebut.
Hutan yang berada di kawasan hutan penelitian Universitas Borneo
Tarakan juga dihuni oleh beranekaragaman jenis tumbuhan Palem (Arecaceae).
Sampai saat ini informasi mengenai tumbuhan palem di hutan penelitian
Universitas Borneo masih belum tercatat baik dalam pengidentifikasian jenis-jenis
palem itu sendiri. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terhadap tumbuhan
palem yang terdapat di hutan Tarakan. Berdasarkan latar belakang maka
dilakukan eksplorasi penelitian keanekaragaman Jenis Palem (Arecaceae) di
Kawasan Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui keanekaragaman jenis palem yang terdapat pada kawasan
Kawasan Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini berguna
sebagai informasi tentang keberadaan keanekaragaman palem dan penelitian-
penelitian selanjutnya di Pulau Tarakan

METODE

Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian akan dilaksanakan selama 2 (Dua) bulan yaitu pada bulan


February sampai dengan bulan Maret 2009. Lokasi Penelitian ini dilakukan di
Kawasan Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan

Alat dan Bahan Penelitian

Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain: Thermometer


batang, Higrometer tanah, pH meter tanah, Meteran gulung, Kamera digital, Alat
pemotong, Kompas, GPS. Serta bahan-bahan seperti Tali rafia dan Karung

Teknik pengambilan data

Sesuai dengan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini


adalah metode deskriptif (survai), maka teknik pengambilan data yang digunakan
dalam penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu :
4

a. Untuk menentukan wilayah pengambilan sampel, menggunakan teknik


Purposive Sampling yaitu Pengambilan sampel berdasarkan atas ciri-ciri yang
bersangkutan dengan sifat-sifat populasi (Shukla dan Chandel di dalam
Suhartini, 2003).
b. Untuk mengambil sampel spesies palem (Arecaceae), menggunakan teknik
random kuadrat sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dengan metode
kuadrat (10 x 10) m sebanyak 10 kuadrat dengan arah T – B (2 x), dan kuadrat
(10 x 10) m sebanyak 10 kuadrat dengan arah U – S (2 x ) (Melati Ferianti
Fachrul, 2007). Jadi bisa dikatakan dalam penelitian ini, terdiri dari 2 kuadran
yang masing-masing stasion terdiri dari memiliki 2 kuadat atau ulangan dan
10 plot dalam setiap kuadrat atau ulangan.
Gambar kuadrat penelitian ;

B 10 100 m
S U

9
10 9 2 1 10 m

100 m

2 10 m

1 10 m

T
10 m
Gambar 1. Gambar Kuadrat Sampling. (Melati Ferianti Fachrul, 2007).

Analisis Data

Penelitian ini menggunakan analisis statistik, yaitu statistik deskriptif


Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mengungkap permasalahan
mendeskripsikan indeks keanekaragaman dan karakteristik populasi yaitu
dominansi Jenis palem Kawasan Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan.
5

Untuk keanekaragaman dianalisis dengan menggunakan rumus-rumus


sebagai berikut:
1) Keanekaragaman Gastropoda menggunakan rumus indeks keanekaragaman
Shannon- Wiener, sebagai berikut.
n
2) H = -  Pi ln Pi dimana Pi  i
N
( Ludwig and Reynolds, 1988)
Keterangan:
H : Indeks keanekaraman Shannon
ni : Jumlah individu semua jenis ke-i
N : Jumlah total semua jenis dalam komunitas
Pi : Kelimpahan relatif
 : Jumlah spesies individu

3) Dominansi

Dominansi menunjukkan jumlah individu spesies tertentu yang


selalu hadir pada plot pengamatan dalam luasan tertentu. Dihitung dengan
menggunakan rumus sebagai berikut:

Dominansi absolut (DA) =

Dominansi suatu jenis individu


Dominansi relatif = 100%
Jumlah total individu yang ditemukan

(Krebs, 1989)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Jumlah dan jenis Palem (Arecaceae) yang Didapat Pada Setiap kuadran

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh jenisjenis Palem (Arecaceae) yang


didapatkan pada beberapa kuadrat lokasi penelitian seperti Tabel 1. Pada Tabel
tersebut dapat dilihat jenis Palem yang didapatkan sebanyak 8 spesies dan 6
genus yang di kelompokkan dalam 1 divisi, 1 kelas,1 ordo dan 1 famili. palem
yang paling banyak ditemukan adalah dari genus Daemonorops, ini disebabkan
kondisi lingkungan sesuai dengan kehidupannya.
6

Tabel 1. Jenis-jenis Palem (Arecaceae) pada setiap kuadran

Divisi kelas Ordo famili Genus Spesies

Magnoliophyta Liliopsida Arecales Arecaceae Daemonorops Daemonorops angustifolia


Magnoliophyta Liliopsida Arecales Arecaceae Daemonorops Daemonorops longipes
Magnoliophyta Liliopsida Arecales Arecaceae Daemonorops Daemonorops histrix
Magnoliophyta Liliopsida Arecales Arecaceae Iguanura Iguanura spectabilis
Magnoliophyta Liliopsida Arecales Arecaceae Salacca Salacca affinis
Magnoliophyta Liliopsida Arecales Arecaceae Oncosperma Ocosperm tigillarium
Magnoliophyta Liliopsida Arecales Arecaceae Livistona Livistona rotundifolia
Magnoliophyta Liliopsida Arecales Arecaceae Licuala Licuala spinosa

Indeks keanekaragaman jenis Palem (Arecaceae)

Dari Tabel 2 Indeks keanekaragaman jenis Palem (Arecaceae) pada


Stasion 1 di kawasan hutan penelitian Universitas Borneo Tarakan pada setiap
plot mempunyai nilai yang berbeda-beda. Rerata indeks keanekaragaman jenis
Palem (Arecaceae) pada stasion 1 di kawasan hutan penelitian Universitas
Borneo Tarakan adalah sebesar 5,024. Indeks keanekaragaman tertinggi jenis jenis
jenis Palem (Arecaceae) pada stasion 1 di kawasan hutan penelitian Universitas
Borneo Tarakan terdapat pada Kuadrat 1 plot 1 dengan nilai sebesar 1,395,
sedangkan indeks keanekaragaman terendah terdapat pada kuadrat 1 plot 3 dengan
nilai sebesar 0,305.

Tabel 2. Nilai Keanekaragaman (H')

Plot Total
Stasion Kuadrat
H'
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Stasion 1 1 1,395 0,917 0,305 1,044 1,369 0,824 0,898 0,500 0,000 0,000 7,252
2 0,633 0,000 0,530 0,000 0,000 0,000 0,687 0,000 0,598 0,349 2,797

Stasion 2 1 0,689 0,000 0,562 0,000 0,000 0,000 0,000 0,598 0,000 0,000 1,850
2 0,000 0,683 0,673 0,000 1,040 1,513 0,000 0,000 0,562 0,000 4,471
7

Rerata indeks keanekaragaman jenis Palem (Arecaceae) pada Stasion 2


di kawasan hutan penelitian Universitas Borneo Tarakan adalah sebesar 3,160.
Indeks keanekaragaman tertinggi terdapat pada kuadrat 2 plot 6 sebesar 1,513, dan
sedangkan indeks keanekaragaman terendah terdapat pada kuadrat 1 plot 3 dan
kuadrat 2, plot 9 dengan nilai sebesar 0,562.
Total indeks keanekaragaman (H) pada 2 stasion berkisar 1,849-7,525.
Indeks keanekaragaman (H) Palem tertinggi sebesar 1,395 pada stasiun I pada
kuadrat 1 dan terendah pada stasiun I sebesar 0,349 pada kuadrat 2. Jadi hasil
analisis indeks keanekaragaman jenis palem pada Kawasan Hutan Penelitian
Universitas Borneo Tarakan di kedua stasiun penelitian tersebut menunjukkan
kategori keanekaragaman sedang sedang.. Menurut Restu (dalam Rahma, 2006)
ada 3 kategori tingkat keanekaragaman, yaitu jika indeks Shannon (H’) lebih
besar atau sama dengan 4,00 maka keanekaragaman tinggi, sedangkan jika indeks
Shannon (H’) 1,00-3,00 maka keanekaragaman sedang, dan jika indeks
keanekaragaman (H’) lebih kecil dari 1,00 maka keanekaragaman tergolong
rendah. Menurut Rahma (2006) indeks keanekaragaman yang termasuk kategori
sedang, menunjukkan bahwa produktivitasnya cukup tinggi, kondisi ekosistem
seimbang, dan tekanan ekologi sedang. Hal ini dijelaskan juga oleh Odum (dalam
Dharmawan, 2005) menyatakan bahwa keanekaragaman identik dengan
kestabilan suatu ekosistem, yaitu jika keanekaragaman suatu ekosistem relatif
tinggi maka kondisi ekosistem tersebut cenderung stabil. Pada kasus lingkungan
ekosistem yang tercemar, keanekaragaman jenis cenderung rendah.

Dominansi dan Dominansi Relatif

Pada bagian ini, akan dideskripsikan jenis- jenis palem yang memiliki
dominansi, dominansi relatif tertinggi dan dominansi, dominansi relatif terendah.
Dominansi tertinggi jenis palem pada stasion 1 Kawasan Hutan
Penelitian Universitas Borneo Tarakan adalah Calamus angustifolia dengan nilai
4,837 individu per m2 dan dominansi terendah jenis Palem adalah Iquanura
spectabilis dengan nilai 0,003 individu per m2. Sebaliknya, dominansi relatif
tertinggi jenis palem adalah Calamus angustifolia dengan nilai sebesar 535,38%
individu per m2 dan dominansi relatif terendah jenis Palem adalah Iquanura
spectabilis dengan nilai 0,426% individu per m2.
Dominansi tertinggi jenis palem pada stasion 2 Kawasan Hutan Penelitian
Universitas Borneo Tarakan adalah Calamus angustifolia dengan nilai 3,125
individu per m2 dan dominansi terendah jenis Palem adalah Daemonorops histrix
dengan nilai 0,063 individu per m2. Sebaliknya, dominansi relatif tertinggi jenis
Palem adalah Calamus angustifolia dengan nilai 343,557% individu per m2 dan
dominansi relatif terendah adalah Daemonorops histrix dengan nilai 10% individu
per m2.
Jadi pada jenis palem yang paling mendominasi Kawasan Hutan
Penelitian Universitas Borneo Tarakan adalah Calamus angustifolia,spesies ini
berkembang dihabitatnya dengan baik hal ini disebabkan faktor fisik kimia
lingkungan yang mendukung. Menurut Alexander (2002), suatu habitat dikatakan
cocok dan sesuai bagi perkembangan suatu organisme, apabila nilai kepadatan
8

relatif lebih besar dari 10%. Senada dengan Leksono (dalam Rumahlatu, 2007)
bahwa semakin stabil dan sesuai iklim dengan kebutuhan organisme menyebabkan
semakin padat spesies yang ada pada komunitas tersebut.

KESIMPULAN

Hasil penelitian diperoleh jenisjenis Palem (Arecaceae) yang


didapatkan pada beberapa kuadrat lokasi penelitian. Yaitu sebanyak 8 spesies dan
6 genus yang di kelompokkan dalam 1 divisi, 1 kelas,1 ordo dan 1 famili. Total
indeks keanekaragaman (H) pada 2 stasion berkisar 1,849-7,525. Indeks
keanekaragaman (H) Palem tertinggi sebesar 1,395 pada stasiun I pada kuadrat 1
dan terendah pada stasiun I sebesar 0,349 pada kuadrat 2. Jadi hasil analisis indeks
keanekaragaman jenis palem pada Kawasan Hutan Penelitian Universitas Borneo
Tarakan di kedua stasiun penelitian tersebut menunjukkan kategori
keanekaragaman sedang sedang. Dan jenis palem yang paling mendominasi
Kawasan Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan adalah Calamus
angustifolia,spesies ini berkembang dihabitatnya dengan baik hal ini disebabkan
faktor fisik kimia lingkungan yang mendukung.

DAFTAR PUSTAKA

Abi Wisam. (2007). Budi Daya Tanaman Palem. CV. Ghyyas Putra. Semarang.
Gembong Tjitrosoepomo. 2001. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta. Gadjah Mada
University Press.
Hartono Sudarnadi. (1996). Tumbuhan monokotil. Penebar swadaya. Jakarta.
Hatta Sunanto. (1993). Aren Budi Daya Dan Multigunanya. Kanisius.
Yogyakarta.
http://www2.kompas.com/teknologi/news/0603/29/133652.htm diakses tanggal
29 Desember 2008.
Januminro. CFM. (2000). Rotan Indonesia. Kanisius. Yogyakarta.
Krebs, C.J. 1989. Ecology of Experimental Analysis of Distribution and
Abudance. Second edition. New York: Harper and Row Publishers.
Ludwig, J.A & Reynolds, J.F. 1988. Statistical Ecology: A Primer on Methods
and Computing. Canada: Wiley-Interscience Publishers.
Melati Ferianti Fachrul. (2007). Metode Sampling Bioekologi. PT. Bumi Aksana.
Jakarta.
Moh.Nazia. (2005). Metode Penelitian. Gualia Indonesi. Bogor – Selatan
Odum,E.P.1996. Dasar-Dasar Ekologi. Jogyakarta: Universitas gadjah Mada.
Plantamor. 2009 a. Calamus angustifolia (on-line) Available with updates at
http://www.plantamor.com/index.php?plant=787, di akses tanggal 25 juni 2009
9

Plantamor. 2009 b. Daemonorops histrix (on-line) Available with updates at


http://www.plantamor.com/index.php?plant=787, di akses tanggal 25 juni 2009).
Plantamor. 2009 c. Daemonorops longipes (on-line) Available with updates at
http://www.plantamor.com/index.php?plant=787, di akses tanggal 25 juni 2009).
Plantamor. 2009 d. Livistona rotundifolia (on-line) Available with updates at
http://www.plantamor.com/index.php?plant=787, di akses tanggal 25 juni 2009.
Plantamor. 2009 e. Salacca afinis (on-line) Available with updates at
http://www.plantamor.com/index.php?plant=787, di akses tanggal 25 juni 2009).
Setijati Sastrapradja, dkk. 1978. Palem Indonesia. Lembaga Biologi Nasional –
LIPI
Suhartini. 2003. Study Identipikasi Tumbuhan Paku-Pakuan (Pteridophyta) di
Lokasi Hutan Penelitian Universitas Mulawarman Di Lempake Kota Samarinda.
Universitas Mulawarman
Wikipedia. 2009. Nibung (on-line) Available with updates at
http://id.wikipedia.org/wiki/Nibung, di akses tanggal 25 juni 2009.