Anda di halaman 1dari 4

Identifikasi alat-alat dasar

Alat Ukur:

1. Pengukuran massa

• Neraca elektronik (100-200gr)

Dengan tingkat ketelitian ± 0,01 - ± 1 mg.

• Neraca lengan tunggal (analog)

Kapasitas: 311 g, pan tunggal bahan stainless steel, ketelitian


10 mg.

2. Pengukuran Volume

1) Gelas beker

Berupa gelas tinggi yang berdiameter besar dengan skala


sepanjang dindingnya yang terbuat dari kaca borosilikat yang
tahan terhadap panas hingga suhu 200 0C. Ukurannya ada yang
50 ml, 100 ml, dan 2L.

Fungsinya:

- Untuk mengukur volume larutan yang tidak memerlukan


tingkat ketelitian yang tinggi

Fungi lain:
- Sebagai wadah dalam menampung zat kimia

- Media dalam pemanasan cairan

2) Gelas ukur

Berupa gelas tinggi dengan skala di sepanjang dindingnya


dengan ukuran mulai dari 10 ml-2L, yang terbuat dari kaca atau
plastic yang tidak tahan panas.

Fungsinya untuk mengukur volume larutan yang tidak


memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi dalam jumlah
tertentu.

3) Labu takar (labu volumetrik)

Digunakan dalam pengukuran volume yang akurat (tepat).


Kesalahan 0,03-0,2 dari volume sebenarnya. Biasanya, apabila
larutan sudah sampai batas (tanda yang tertera dalam labu)
maka volume sama dengan yang tertera di situ.

4) Pipet volumetri
Bahan : gelas borosilikat, berskala tunggal, kelas A, kapasitas: 25
cm3. Jenis: amber.
Kegunaan
Untuk mengukur volume larutan dengan tingkat ketelitian yang
akurat (tepat).

5) Pipet tetes

Bahan:Gelas. Panjang: 150 mm dengan karet kualitas baik.


Berupa pipa kecil dengan ujung bawahnya meruncing yang ujung
atasnya ditutupi karet (siller).
Kegunaan
Untuk meneteskan larutan dengan skala tetesan kecil.

3. Pengukuran suhu

• termometer

Jangkauan pengukuran -10 oC - 110 oC.


Kegunaan
Untuk mengukur suhu larutan