Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN FISIKA

PERCOBAAN MELDE

Oleh:

1. Albert Millardo (XIIE/1)


2. Alvian Reza (XIIE/4)
3. Asaf Zebulon (XIIE/7)
4. Jimmy Prasetya (XIIE/19)
5. Samuel Indro (XIIE/28)

SMA KANISIUS

JAKARTA

2008
Judul Percobaan : PERCOBAAN MELDE
Tanggal Praktikum : Selasa, 09 September 2008
Nama Siswa (XIIE) : 1. Albert Millardo – 2 4. Jimmy Prasetya – 19
2. Alvian Reza – 4 5. Samuel Indro – 28
3. Asaf Zebulon – 7
I. Tujuan
- Menyelidiki dan menentukan hubungan faktor – faktor yang mempengaruhi kecepatan
gelombang pada tali.
- Membandingkan hasil kecepatan gelombang secara teori dan secara hukum Melde.
II. Alat & Bahan
- Sebuah Amplifier untuk menguatkan daya yang dihasilkan.
- Sebuah Audio Frequency Generator (AFG) untuk menghasilkan gelombang pada tali.
- Sebuah Vibrator/Penggetar untuk menggetarkan tali.
- Sebuah Katrol untuk mengaitkan tali.
- Sebuah Papan Seluncur sebagai tempat alat – alat diletakkan.
- Beberapa Beban yang berbeda massanya untuk dikaitkan pada tali.
- Penggeser untuk menggeser – geser alat – alat pada papan seluncur.
- Seutas Tali yang digunakan untuk dilihat gelombangnya.
III. Dasar Teori
Gelombang adalah getaran yang merambat. Di dalam perambatannya tidak diikuti oleh
berpindahnya partikel-partikel perantaranya. Pada hakekatnya gelombang merupakan rambatan
energi (energi getaran).
Periode gelombang (T) adalah waktu yang diperlukan oleh gelombang untuk menempuh
satu panjang gelombang penuh. Panjang gelombang (λ) adalah jarak yang ditempuh dalam
waktu satu periode. Frekuensi gelombang adalah banyaknya gelombang yang terjadi tiap satuan
waktu. Cepat rambat gelombang (v) adalah jarak yang ditempuh gelombang tiap satuan waktu.
Jadi dapat dirumuskan bahwa:

Dimana:
v = laju rambat gelombang [m/s]
λ = panjang gelombang [m]
f = frekuensi [Hz]
Bila seutas tali dengan tegangan tertentu digetarkan secara terus menerus maka akan
terlihat. Suatu bentuk gelombang yang arah getarnya tegak lurus dengan arah rambat
gelombang, gelombang ini dinamakan gelombang transversal.
Jika kedua ujungnya tertutup, gelombang pada tali itu akan terpantul-pantul dan dapat
menghasilkan gelombang stasioner yang tampak berupa simpul dan perut.
Sesuai dengan Percobaan Melde, maka Melde merumuskan bahwa:

dimana :
v = laju perambatan gelombang tali [m/s]
F = tegangan tali [N]
µ = rapat massa linier tali (massa tali/panjang tali) [kg/m]
IV. Langkah Kerja
Percobaan I
1. Mengukur panjang dan massa tali.
2. Mencatat frekuensi yang dipakai.
3. Mengatur penggeser sehingga terjadi gelombang pada tali.
4. Mengukur panjang gelombang yang terjadi dan mencatat massa beban yang
dipakai.
5. Mengulangi langkah 3 – 4 dengan mengganti massa beban yang dipakai.
Percobaan II
1. Mengukur massa beban dan massa tali.
2. Mencatat frekuensi yang dipakai.
3. Mengatur penggeser sehingga terjadi gelombang pada tali.
4. Mengukur panjang gelombang yang terjadi.
5. Mengulangi langkah 3 – 4 dengan panjang tali yang berbeda
V. Data Pengamatan
F = Gaya Ketegangan tali = 8,45.10-3N
Percobaan I
No m beban (kg) λ (m) f (Hz) l tali(m) m tali(kg) µ (kg/m) vteo(m/s) vMelde(m/s)
1 0,03 0,28 14
2 0,23 0,72 36
3 0,28 0,82 50 1,34 8,45.10-4 6,31.10-4 41 3,66
4 0,32 0,88 44
5 0,335 0,94 47
Percobaan II
No l tali(m) λ (m) m tali(kg) f (Hz) m beban(kg) µ (kg/m) vteo(m/s) vMelde(m/s)
1 1,3 0,94 6,5.10-4 47 3,61
2 1,34 0,94 6,31.10-4 47 3,66
-4 -4
3 1,4 0,94 8,45.10 50 0.355 6,04.10 47 3,74
4 1,5 0,94 5,63.10-4 47 3,87
5 1,6 0,91 5,28.10-4 45,5 4
Dari kedua percobaan itu:
Rata – rata vteo = 41,55 m/s
Rata – rata vMelde = 3,76 m/s
Kesalahan Relatif = {(vteo – vMelde) : vteo} X 100%
= {(41,55 – 3,76) : 41,55} X 100%
= 90,95%
VI. Analisis Data
Dari tabel data di atas, pada percobaan I, kita dapat melihat bahwa setiap kali massa
beban ditambah, maka panjang gelombangnya pun bertambah. Hal ini membuktikan bahwa
semakin berat beban yang dipakai, maka semakin panjang pula gelombang yang terbentuk. Bila
panjang gelombangnya semakin besar, maka akan menyebabkan cepat rambat gelombangnya
bertambah (secara teori).
Sedangkan pada percobaan II, kita dapat melihat bahwa semakin panjang tali yang
digunakan, maka panjang gelombang yang akan terbentuk akan semakin pendek. Semakin
pendeknya panjang gelombang yang terbentuk akan menyebabkan cepat rambat gelombangnya
semakin lambat (secara teori), sedangkan bila dihitung dari rumus Melde semakin pendek
panjang gelombang yang terbentuk, maka cepat rambat gelombang akan semakin cepat.
Bila dilihat dari percobaan I dan II, perbandingan hasil perhitungan cepat rambat rata -
rata secara teori dan secara hukum Melde, terdapat perbedaan yang cukup signifikan. Oleh
karenanya, kesalahan relatif yang dihasilkan pun cukup besar, yaitu 90,95%. Perbedaan yang
signifikan ini dapat disebabkan oleh beberapa hal.
Hal yang pertama adalah perhitungan cepat rambat secara teorinya kurang tepat, dimana
dalam perhitungan ini frekuensi yang dipakai adalah frekuensi yang langsung dari PLN (50Hz)
tanpa memperhitungkan berapa sebenarnya besar frekuensi yang tercipta.
Hal lain yang mungkin menyebabkan adanya perbedaan yang cukup besar itu adalah
ketidaktelitian kami dalam mengukur panjang gelombang yang terbentuk. Karena gelombang
yang terbentuk pada tali terus bergetar, maka kami mengalami kesulitan untuk mengukur
panjang gelombang secara tepat. Selain itu, jika ada sedikit saja sentuhan atau getaran yang
mengenai papan seluncur atau meja akan mengakibatkan getaran bergoyang dan gelombang
yang terbentuk akan hilang sesaat.
VII. Kesimpulan
Dari percobaan ini dapat disimpulkan:
- Secara teori, cepat rambat suatu gelombang akan berbanding lurus dengan panjang
gelombang (λ) dan juga berbanding lurus dengan frekuensi(f). Jadi dapat dirumuskan
bahwa besarnya cepat rambat gelombang secara teori adalah:

- Secara Hukum Melde, cepat rambat suatu gelombang akan berbanding lurus dengan akar
dari gaya yang bekerja (F) dan berbanding terbalik dengan akar dari rapat massa linier
tali(µ ), dimana µ itu sendiri adalah massa tali dibagi dengan panjang tali. Sehingga
cepat rambat suatu gelombang juga berbanding lurus dengan akar dari panjang tali. Jadi
dapat dirumuskan bahwa besarnya cepat rambat gelombang menurut Melde adalah:

- Dari hasil perbandingan antara cepat rambat secara teori dan secara hukum Melde
didapatlan besar kesalahan relatif sebesar 90,95%.
VIII. Saran
Dalam percobaan ini, kami menyarankan:
- Dalam melakukan pengukuran panjang gelombang yang tepat, harus dilakukan dengan
keadaan yang tenang sehingga gelombang yang terbentuk tidak hilang sesaat.
- Untuk mendapatkan hasil perbandingan cepat rambat secara teori dan secara hukum
Melde yang lebih tepat, sebaiknya frekuensi yang dihasilkan diukur terlebih dahulu.
- Untuk mendapatkan data yang lebih tepat sebaiknya, pengukuran dilakukan lebih dari
satu orang untuk memastikan hasil pengukuran.
IX. Daftar Pustaka
fisikasmk2kendal.blogspot.com/2008/03/getaran-gelombang-dan-bunyi.html
geocities.com/dmipa/dictate/melde.PDF
id.wikipedia.org/wiki/Amplifier
X. Lampiran
1. Data Sementara.