Anda di halaman 1dari 24

Elemen Laporan Keuangan

PENGANTAR

Laporan keuangan merupakan output dan hasil akhir dr proses akuntansi. Laporan
keuangan inilah yang menjadi bahan informasi bagi para pemakainya sebagai salah satu bahan
informasi bagi pemakainya sebagai salah satu bahan dalam proses pengambilan keputusan. Di
samping sebagai informasi, laporan keuangan juga sebagai pertanggung jawaban atau
accountability. Sekaligus menggambarkan indicator kesuksesan suatu perusahaan dalam
mencapai tujuannya.

ELEMEN LAPORAN KEUANGAN

Ada tiga hal penting yang harus diingat dalam mempertimbangkan apakah suatu transaksi
dapat dianggap sebagai elemen laporan keuangan atau tidak, yaitu

1. Konsep income dalam istilah tadi harus dianggap lebih luas daripada istilah income
menurut akintansi secara tradisional
2. Pengertian asset, liabilities, equity menyangkut pada jumlah kekayaan, klaim terhadap
sumber-sumber tadi pada suatu waktu tertentu. Sedangkan pengertian revenues,
expense, gains dan losses menyangkut pengaruh transaksi, kejadian selama periode
tertentu (dari satu tanggal ke tanggal lain).
3. Nilai asset, liabilities, equity dianggap berubah akibat pengaruh revenue, expense,
gain, loss.

Dalam Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) No. 6 elemen akuntansi itu
adalah :

• Asset
• Liabilities

24
Elemen Laporan Keuangan

• Owners’ Equity
• Revenues
• Gain
• Expenses
• Losses.

Dalam mengkaji elemen akuntansi dan hubungan laporan laba rugi dengan neraca dikenal
dua pendekatan, yaitu

1. Articulated Approach, kedua laporan dianggap memiliki hubungan matematis, laba


rugi hanya merupakan perubahan modal pada periode itu dengan asumsi tidak ada
transaksi modal dan penyesuaian modal.
2. Non-Articulated Approach, kedua laporan tersebut tidak memiliki hubungan, minimal
tidak otomatis dan masing-masing berdiri sendiri antara satu sama lain
Dalam pendekatan articulated dikenal dua konsep, yaitu

1. Revenue – Expense Approach, menganggap bahwa laporan utama adalah laporan laba
rugi.
2. Asset Liability Approach, menganggap bahwa langkah pertama bukan mengukur laba,
tetapi mengukur harta dan kewajiban

PENJELASAN ELEMEN LAPORAN KEUANGAN

• ASET

Aset atau aktiva adalah sumber ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat usaha di
kemudian hari. Aset dimasukkan dalam neraca dengan saldo normal debit. Aset atau aktiva
dipahami sebagai harta total. Namun biasanya untuk keperluan analisis dirinci menjadi beberapa
kategori, seperti:

24
Elemen Laporan Keuangan

1. Aset lancar
2. Investasi jangka panjang
3. Aset tetap
4. Aset tidak berwujud
5. Aset pajak tangguhan
6. Aset lain

Daftar aset atau aktiva di dalam neraca disusun menurut tingkat likuiditasnya, mulai dari yang
paling likuid hingga yang tidak likuid.

Penggunaan

Bagi manajemen, di dalam membaca neraca, nilai aset perlu dicermati karena menjadi dasar
pengukuran prestasi keuangan perusahaan. Ukuran ini menjadi pembanding prestasi sesuatu
perusahaan dengan prestasi perusahaan yang lain dalam hal yang sama, apakah lebih baik atau
tidak, sehingga dapat menjadi dasar keputusan manajemen untuk mempertahankan atau
meningkatkannya.

Efisiensi penggunaan aset

Salah satu ukuran yang menyangkut aset atau aktiva adalah angka rasio penjualan/total aset,
yang dinyatakan sebagai persentase. Asumsinya, semakin besar penjualan yang diwujudkan,
semakin efisien penggunaan aset seluruhnya. Angka penjualan diambil dari laporan laba-rugi,
sedang angka total aset berasal dari neraca. Dalam hal ini rasio dari tahun terakhir dibandingkan
dengan tahun-tahun sebelumnya.

Optimalisasi laba

Ukuran yang lain menyangkut profitabilitas, yaitu angka laba harta atau laba investasi, yang
berasal dari perbandingan angka laba (dipetik dari laporan laba rugi) dan total harta atau total
aset, yang nilainya sama dengan istilah total investasi (dipetik dari neraca).

1.Aset lancar

24
Elemen Laporan Keuangan

Aset lancar (Inggris: current asset) dalam akuntansi adalah jenis aset yang dapat digunakan
dalam jangka waktu dekat, biasanya satu tahun. Contoh aset lancar antara lain adalah kas,
piutang, investasi jangka pendek, persediaan, dan beban dibayar di muka. Pada suatu neraca, aset
biasanya dikelompokkan menjadi aset lancar dan aset tidak lancar.

Komponen aset lancar di dalam neraca disusun menurut tingkat likuiditasnya, mulai dari yang
paling likuid hingga yang tidak likuid.

Ada tiga indikasi umum bagi manajemen mengenai efisiensi dan profitabilitas dalam
penggunaan aset atau aktiva lancar.

1. Perputaran harta lancar, yaitu angka yang diperoleh dari jumlah harga pokok penjualan
dan biaya operasi (keduanya dipetik dari laporan laba rugi) dibagi angka rata-rata aset
lancar pada permulaan operasi (dipetik dari neraca tahun lalu) dan aset lancar pada akhir
operasi (dipetik dari neraca terakhir). Angka ini dinyatakan dalam kali.
2. Rasio laba dibanding perputaran harta lancar. Ini mengukur besarnya laba dalam sekian
kali perputaran dalam satu masa operasi. Dinyatakan dalam persen.
3. Tingkat laba per perputaran. Angka persentase yang diperoleh dari angka rasio laba
dibanding perputaran harta lancar dibagi perputaran harta lancar. Nilai no.2 dibagi nilai
no. 1 di atas

2.Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang adalah investasi dimana dana yang dimasukkan akan diputar dan baru
dapat dicairkan setelah jangka waktu minimal 1 tahun.

Ada banyak bentuk investasi jangka panjang. Berikut ini adalah beberapa contoh diantaranya:

• Properti.

Properti merupakan salah satu investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan. Harga
properti akan terus merangkak naik dari tahun ke tahun. Bagi yang memiliki dana yang cukup
besar, investasi ini patut menjadi pilihan.

24
Elemen Laporan Keuangan

Berbagai macam properti bisa Anda lirik, mulai dari tanah, rumah, ruko dan lain-lain. Yang
paling penting di dalam mengambil investasi jangka panjang ini adalah kejelian dalam melihat
kondisi masa depan dari daerah tempat properti tersebut berada.

• Emas dan logam mulia.

Selain properti, investasi jangka panjang yang juga bisa diambil adalah membeli dan menyimpan
emas dan berbagai logam mulia. Harga emas dan logam mulia ini juga akan cenderung terus naik
karena sifatnya yang berupa bahan tambang yang terbatas.

Kondisi ekonomi dunia yang sering tidak stabil juga merupakan salah satu pemicu naiknya harga
emas dan logam mulia. Oleh karena itu membeli dan menyimpan emas serta logam mulia untuk
jangka panjang bisa menjadi alternatif yang bisa dipilih.

• Saham.

Saham juga merupakan salah satu investasi jangka panjang. Walau demikian, ada pula yang
memperdagangkan saham dalam jangka pendek.

Untuk menyimpan saham dalam jangka panjang, Anda harus jeli melihat kondisi perusahaan
yang sahamnya akan dibeli. Membeli saham-saham yang kondisi usahanya cukup stabil
merupakan salah satu cara investasi jangka panjang yang bisa Anda pilih,

• Reksadana.

Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk
berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli
unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam
portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya. Tak
berbeda jauh dengan saham, reksadana juga merupakan investasi jangka panjang yang

24
Elemen Laporan Keuangan

melibatkan pasar modal. Bedanya, di reksadana, ada banyak pilihan kombinasi jenis investasi
yang bisa Anda pilih.

Tujuan Investasi jangka panjang

Suatu perusahaan melakukan investasi jangka panjang tentunya


didasarkan pada tujuan tertentu yang kemungkinan berbeda dengan perusahaan lain.
Secara umum tujuan investasi memang mencari untung, tetapi bagi perusahaan tertentu
kemungkinan ada tujuan utama yang lain selain untuk mencari untung. Dari tulisan para
ahli, diperoleh informasi bahwa pada umumnya tujuan investasi adalah sebagai berikut:

1. Untuk memperoleh pendapatan yang tetap dalam setiap periode, antara lain seperti
bunga, royalti, deviden, atau uang sewa dan lain-lainnya
2. Untuk membentuk suatu dana khusus, misalnya dana untuk kepentingan ekspansi,
kepentingan sosial.
3. Untuk mengontrol atau mengendalikan perusahaan lain, melalui pemilikan sebagian
ekuitas perusahaan.
4. Untuk menjamin tersedianya bahan baku dan mendapatkan pasar untuk produk yang
dihasilkan.
5. Untuk mengurangi persaingan di antara perusahaan-perusahaan yang sejenis
6. Untuk menjaga hubungan antar perusahaan.

3.ASET TETAP

Aset tetap dalam akuntansi adalah aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi
atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan
administratif; dan diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode.

Jenis aset tidak lancar ini biasanya dibeli untuk digunakan untuk operasi dan tidak dimaksudkan
untuk dijual kembali. Contoh aset tetap antara lain adalah properti, bangunan, pabrik, alat-alat
produksi, mesin, kendaraan bermotor, furnitur, perlengkapan kantor, komputer, dan lain-lain.

24
Elemen Laporan Keuangan

Penyusutan nilai

Kecuali tanah, semua bentuk aset tetap dikenai penyusutan atau depresiasi. Artinya nilai aktiva
tetap selain tanah, misalnya mobil, berkurang seiring dengan realisasi masa umur
pemanfaatannya, sampai ketika masa guna itu habis, nilai aktiva mobil yang bersangkutan adalah
nol. Ada beberapa metode penetapan nilai penyusutan, tetapi yang paling lazim digunakan
adalah metode garis lurus (straight-line method).Beberapa usaha pertambangan di Indonesia
berdasarkan peraturan kontrak karya diharuskan menerapkan metode yang lain.

Penggunaan

Bagi manajemen perhatian pada pos aset tetap dalam neraca adalah terutama karena pengadaan
bentuk-bentuk aset tetap benar-benar menyerap dana perusahaan dalam jumlah yang relatif besar
ke dalam ikatan jangka panjang. Jumlah aktiva tetap yang terlalu besar dan tidak produktif dapat
mengurangi efisiensi dan profitabilitas.

4.ASET TAK BERWUJUD

Aset takberwujud (Inggris: intangible asset) adalah aset nonmoneter teridentifikasi tanpa wujud
fisik. Yaitu hak-hak istimewa, atau posisi yang menguntungkan guna menghasilkan pendapatan.
Jenis utama aset tidak berwujud adalah hak cipta, hak eksplorasi dan eksploatasi, paten, merek
dagang, rahasia dagang, dan goodwill.

Aset jenis ini mempunyai umur lebih dari satu tahun (aset tidak lancar) dan dapat diamortisasi
selama periode pemanfaatannya, yang biasanya tidak lebih dari 40 tahun.

5.ASET PAJAK TANGGUHAN

Perbedaan temporer perlakuan akuntansi pada perusahaan dan perpajakan menimbulkan


perbedaan temporer yang bisa berbentuk penambahan laba fiskal atau sebaliknya. Penambahan
atau pengurangan laba berpengaruh pada besar pajak. Jumlah pajak penghasilan yang terpulihkan
(recoverable) pada periode mendatang inilah yang disebut aset pajak tangguhan (deferred tax
assets).

24
Elemen Laporan Keuangan

Dengan kata lain, aktiva pajak tangguhan berasal dari selisih temporer yang boleh dikurangkan
dan kompensasi dari koreksi negatif yang menyebabkan penurunan jumlah laba sehingga
berakibat turunnya jumlah pajak.

6.ASET LAIN

Asset lain adalah suatu asset yang mana menempatkan pos-pos yang tidak dapat secara layak
digolongkan dalam aktiva tetap, dan juga tidak dapat digolongkan dalam aktiva lancar,
investasi/penyertaan maupun aktiva tak berwujud, seperti: aktiva tetap yang tidak digunakan,
piutang kepada pemegang saham, beban yang ditangguhkan dan aktiva lancar lainnya.Oleh
karena itu, disajikan dalam kelompok aset lain-lain.

• KEWAJIBAN (LIABILITIES)

Utang adalah: Pengorbanan manfat ekonomis yang akan timbul di masa yang akan
dating, yang disebabkan oleh kewajiban-kewajiban di saat sekarang dari suatu badan usaha yang
akan dipenuhi dengan mentransfer aktiva atau memberikan jasa kepada badan usaha lain di masa
yang akan datang sebagai akibat dari transaksi-transaksi masa lalu.

Kewajiban terbagi atas 3 yaitu :

1. Kewajiban Lancar/ Kewajiban Jangka Pendek


2. Kewajiban Jangka Panjang
3. Kewajiban-Kewajiban Lain

1.Kewajiban Lancar (Current Liabilities)

Kewajiban Lancar/ Kewajiban Jangka Pendek adalah: kewajiban yang pelunasannya


dilakukan dalam waktu yang paling lama satu periode akuntansi yang akan datang.

Menurut PSAK NO.1 suatu kewajiban diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek
jika:

24
Elemen Laporan Keuangan

1. Diperkirakan akan diselesaikan dalam jangka waktu siklus normal operasi perusahaan
2. Jatuh tempo dalam jangka waktu 12 bulan dari tanggal neraca.

Elemen-Elemen Kewajiban Lancar

• Utang Dagang
 Utang dagang adalah kewajiban yang timbul sebagai akibat dari perolehan
barang dan jasa yang digunakan untuk opersai perusahaan.

• Utang Wesel
 Utang wesel mirip dengan utang dagang namun mempunyai jangka waktu
yang lebih lama.

• Utang Dividen
 Utang dividen diakui pada saat pembagian dividen diumumkan oleh
perusahaan. Utang dividen diakui sebesar jumlah dividen yang
diumumkan.

• Pendapatan Diterima Di Muka


 Pendapatan diterima di muka adalah penerimaan kas dan setara kas
dimana perusahaan belum memberikan manfaat ekonomis kepada pihak
lain.
• Beban yang masih Harus Dibayar
 Adalah beban yang sudah jatuh tempo atau telah diterima manfaatnya
tetapi belum dibayar perusahaan. Bagian beban yang telah diakui sampai
tanggal neraca namun jumlah beban secara keseluruhan belum jatuh
tempo diakui sebagai beban yang masih harus dibayar.

24
Elemen Laporan Keuangan

Contoh: utang beban gaji, utang beban bunga,dan lain-lain.

• Utang Pajak
 Utang pajak adalah pajak yang terutang oleh perusahaan tetapi belum
disetorkan ke kas Negara.

2.Kewajiban Jangka Panjang

Kewajiban jangka panjang adalah: kewajiban yang pelunasannya melebihi satu periode
akuntansi dan tidak menggunakan sumber-sumber yang digolongkan dalam aktiva lancar.

Elemen-Elemen Kewajiban Jangka Panjang

• Utang Obligasi
• Utang Wesel Jangka Panjang
• Utang Jangka Panjang Lainnya
3.Kewajiban Lain

Kewajiban Lain merupakan kewajiban yang bukan termasuk kewajiban jangka pendek
dan kewajiban jangka panjang seperti kewajiban pajak tangguhan dan kewajiban kontinjen.

• Kewajiban Pajak Tangguhan


 Seperti halnya aktiva lainnya dimana terdapat aktiva pajak tangguhan
maka pada sisi kewajiban dapat muncul kewajiban pajak tangguhan.

• Kewajiban kontinjen

24
Elemen Laporan Keuangan

 Kewajiban kontinjen merupakan kegiatan masa lalu mungkin


menghasilkan suatu kemungkinan kewajiban di masa mendatang,
meskipun kewajiban tersebut tidak ada secara nyata pada saat tanggal
neraca.
Contohnya: Asuransi Sendiri, dan Garansi Pinjaman.

• Ekuitas

Kepentingan residu dalam aktiva sebuah entitas, setelah dikurangi dengan kewajibannya. Dalam
sebuah entitas bisnis, ekuitas merupakan kepentingan kepemilikan. Ekuitas pemegang saham
diklasifikasikan menjadi dua komponen penting yaitu modal setoran dan laba ditahan.

MODAL SAHAM/
MODAL
MODAL SETORAN YURIDIS

MODAL PEMEGANG PREMIUM MODAL SAHAM/


SAHAM AGIO MODAL SAHAM
LABA DITAHAN /
MODAL OPERASI

Modal pemegang saham: Seluruh hak pemegang saham atas aktiva perusahaan

Modal setoran : Modal pemegang saham yang berasal dari setoran pemegang saham

Modal operasi=laba ditahan : Modal pemegang saham yang berasal dari operasi perusahaan

Modal saham : kumpulan setoran dari pemilik PT (pemegang saham).


Agio Saham : selisih lebih setoran pemegang saham diatas nilai nominalnya dalam hal saham
dikeluarkan dengan nilai nominal.

• PERUBAHAN MODAL SETORAN :

24
Elemen Laporan Keuangan

1. KENAIKAN modal setoran , disebabkan oleh :


a. pemesanan pembelian saham (capital stock subscriptions)
b. obligasi berhak tukar (convertible bonds) : dapat ditukar dgn saham biasa atas inisyatif
pemegang obligasi
c. Saham prioritas berhak tukar (convertible prefered stock)
d. Deviden saham dan pemecaham saham (stock deviden & stock splits)
e. Hak beli saham (stock rights) : Hak untuk membeli saham pada penerbitan saham baru
kepada pemegang saham lama
f. opsi saham (stock options) : kontrak yang memberi hak kepada karyawan perusahaan
untuk membeli saham perusahaan dalam jangka waktu tertentu dengan harga tertentu
g. Kupon saham (stock warrants) : Penjualan hak beli saham kepada non pemegang
saham,dapat dilakukan dengan menggunakan kupon saham.

2. PENURUNAN modal setoran, disebabkan oleh :


a. pembayaran deviden likuidasi
b. TREASURY STOCK (penarikan kembali sementara saham yang beredar oleh
perusahaan)
Konsep saham treasury :

- Konsep SATU TRANSAKSI : Pembelian saham treasury dan penjualan kembali


dianggap satu transaksi.
- Konsep DUA TRANSAKSI : Perolehan kembali saham treasury dianggap likuidasi
modal pemegang saham, penjualan kembali saham treasury dianggap penerbitasn saham
baru.

Perubahan laba ditahan disebabkan oleh :

1. Penyesuaian periode lalu (prior-period adjustments/catch up adjustment)

24
Elemen Laporan Keuangan

Perlakuan jumlah rupiah yang mempengaruhi operasi periode masa lalu (yang diketahui pada
periode sekarang) sebagai penyesuai laba ditahan awal periode sekarang.

2. Koreksi kesalahan dalam laporan keuangan periode


3. Pengaruh perubahan akuntansi (accounting changes)
Ada 3 macam :

a. perubahan prinsip / metode akuntansi


b. Perubahan taksiran akuntansi, misal : taksiran umur fasilitas fisik
c. Perubahan kesatuan / subyek pelaporan : perubahan lingkup kesatuan usaha yang
dilaporkan dalam laporan keuangan
4. Kuasai Reorganisasi
Mekanisme untuk menghilangkan defisit dan menjadikan perusahaan seakan-akan baru
berdiri dengan modal yuridis baru

Jenis-jenis saham
1. ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim, saham dapat dibedakan
menjadi :
a. saham biasa ( common stock ), yaitu saham yang menempatkan pemiliknya paling
yunior terhadap pembagian dividen dan hak atas harta kekayaan perusahaan
apabila perusahaan tersebut dilikuidasi.
b. Saham preferen ( preferred stock ), lebih senior dibanding dengan saham biasa.
2. Saham dilihat dari cara peralihannya terbagi dalam :
a. Saham atas unjuk ( bearer stock ), artinya pada saham tersebut tidak tertulis nama
pemiliknya, agar mudah dipindahtangankan dari satu investor ke investor lainnya.
b. Saham atas nama ( registered stock ), merupakan saham yang tertulis dengan jelas
siapa nama pemiliknya, sehingga cara peralihannya harus melalui prosedur
tertentu.

3. Saham ditinjau dari kinerja perdagangan :

24
Elemen Laporan Keuangan

a. Blue- chip stock, yaitu saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi
tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan
konsisten dalam membayar dividen.
b. Income stock,yaitu saham dari suatu Emiten yang memiliki kemampuan
membayar dividen lebih tinggidari rata-rata dividen tahun sebelumnya.
c. Growth stock ( well known ), yaitu saham-saham dari Emiten yang
memilikimpertumbuhan pendapatan tinggi, sebagai leader di industri sejenisyang
mempunyai reputasi tinggi.
Growth stock ( lesser known ), yaitu saham-saham dari emiten yang tidak sabagai
leader namunmemiliki ciri growth stock.
d. Speculative stock, yaitu saham suatu perusahaan yang tidak bisa secara konsisten
memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun, akan tetapi mempunyai
kemungkinan penghasilan yang tinggi di masa mendatang, meskipun belum pasti.
e. Counter cyclical stocks, yaitu saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi
ekonomi makro maupunsituasi bisnis secara umum. Contohnya : pada saat resesi
ekonomi, harga saham ini tetap tinggi.

Keuntungan Membeli Saham


1. Dividen ( orientasi jangka panjang ), yaitu pembagian keuntungan yang dihasilkan
perusahaan. Dividen diberikan setelah mrndapat persetujuan dari pemegang saham dalam
RUPS.
2. Capital gain ( orientasi jangka pendek ), merupakan selisih antara harga beli dan harga
jual. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar
sekunder.
3. Saham bonus ( jika ada ), yaitu saham yang dibagikan perusahaan kepada para pemegang
saham yang diambil dari agio saham. Agio saham adalah selisih antara harga jual
terhadap harga nominal saham pada saat perusahaan melakukan Penawaran Umum di
Pasar Perdana.

24
Elemen Laporan Keuangan

Resiko Investasi Pada Saham


1. Tidak mendapatkan dividen
2. Perusahaan tidak dapat membagikan dividen jika perusahaan tersebut mengalami
kerugian.
3. Capital loss
Adakalanya pemodal harus menjual saham dengan harga jual lenih rendah dari pada
harga beli. Selisih tersebut disebut capital loss.
4. Perusahaan bangkrut atau dilikuidasi
5. Jika suatu perusahaan bangkrut maka secara otomatis saham perusahaan tersebut akan
dikeluarkan dari Bursa atau di Delist.
6. Saham di delist dari Bursa ( delisting )
7. Saham yang telah di delist hanya bisa diperdagangkan di luar Bursa dengan konsekuensi
tidak terdapat patokan harga yang jelas dan jika terjualbiasanya dengan harga yang jauh
lebih rendah dari harga sebelumnya.
8. Saham disuspend, yaitu diberhentikan perdaganganyya oleh Otoritas Bursa Efek.

Dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang
dimiliki. Pembagian ini akan mengurangi laba ditahan dan kas yang tersedia bagi perusahaan,
tapi distribusi keuntungan kepada para pemilik memang adalah tujuan utama suatu bisnis.

Dividen dapat dibagi menjadi 4 jenis:

1. Dividen tunai; metode paling umum untuk pembagian keuntungan. Dibayarkan dalam
bentuk tunai dan dikenai pajak pada tahun pengeluarannya.
2. Dividen saham; cukup umum dilakukan dan dibayarkan dalam bentuk saham tambahan,
biasanya dihitung berdasarkan proporsi terhadap jumlah saham yang dimiliki.
Contohnya, setiap 100 saham yang dimiliki, dibagikan 5 saham tambahan. Metode ini
mirip dengan stock split karena dilakukan dengan cara menambah jumlah saham sambil
mengurangi nilai tiap saham sehingga tidak mengubah kapitalisasi pasar.
3. Dividen properti; dibayarkan dalam bentuk aset. Pembagian dividen dengan cara ini
jarang dilakukan.

24
Elemen Laporan Keuangan

4. Dividen interim; dibagikan sebelum tahun buku Perseroan berakhir.

• Investasi oleh Pemilik

Kenaikan aktiva bersih sebuah perusahaan yang ditimbulkan oleh transfer sesuatu yang bernilai
dari entitas lain kepada perusahaan tersebut untuk mendapatkan atau menaikkan kepentingan
kepemilikan. Aktiva adalah bentuk yang paling umum diterima sebagai investasi oleh pemilik,
tetapi investasi ini bisa juga meliputi jasa atau kepuasan atau konversi kewajiban perusahaan.

• Distribusi kepada Pemilik

Penurunan aktva bersih sebuah perusahaan yang diakibatkan oleh pemindahan aktiva,
penyediaan jasa, atau penciptaan kewajiban oleh perusahaan kepada pemilik. Distribusi kepada
pemilik akan menurunkan kepentingan kepemilikan dalam perusahaan.

• Laba Komprehensif

Perubahan ekuitas (aktiva bersih) sebuah entitas selama suatu periode yang diakibatkan oleh
transaksi dan kejadian lain yang bersumber dari pemilik. Hal ini termasuk semua prubahan
ekuitas selama suatu periode kecuali perubahan yang diakibatkan oleh investasi pemilik dan
didistrinusi kepada pemilik.

Laba komprehensif (comprehensive income) meliputi semua perubahan ekuitas selama satu
periode kecuali perubahan akibat investasi oleh pemilik dan distribusi kepada pemilik. Karena
itu, laba komprehensif meliputi semua pendapatan, dan keuntungan, beban dan kerugian, yang
dilaporkan dalam laba bersih, dan selain itu juga mencakup keuntungan dan kerugian yang tidak
dimasukan dalam laba bersih tetapi mempengaruhi ekuitas pemegang saham. Pos-pos yang
melewati laporan laba-rugi disebut sebagai laba komprehensif lainnya (other comprehensive
income).

24
Elemen Laporan Keuangan

FASB memutuskan bahwa komponen laba komprehensif lainnya harus disajikan dengan salah
satu dari tiga cara berikut

a. Laporan laba-rugi kedua. Pelaporan laba komprehensif dalam laporan


terpisah mengindikasikan bahwa keuntungan dan kerugian yang diidentifikasi sebagai
laba komprehensif lainnya memiliki status yang sama dengan keuntungan dan kerugian
tradisional. Di samping itu, hubungan antara laporan laba-rugi tradisional dengan laporan
laba-rugi komprehensif terlihat jelas karena laba bersih merupakan titik awal dalam
laporan laba-rugi komprehensif.
b. Laporan laba-rugi dan laba komprehensif gabungan. Pendekatan kedua
untuk melaporkan laba komprehensif lainnya adalah membuat laporan gabungan laba
komprehensif (combined statement of comprehensive income). Komprehensif ditunjukan
sebagai total akhir. Laporan gabungan ini memiliki keunggulan karena tidak perlu
membuat laporan keuangan baru. Akan tetapi, menyembunyikan laba bersih sebagai
subtotal dalam laporan merupakan salah satu kelemahannya.
c. Bagian dari laporan ekuitas pemegang saham. Pendekatan ketiga adalah
melaporkan pos-pos laba komprehensif lainnya dalam laporan ekuitas pemegang saham
(statement of stockholders’ equity). Laporan ini melaporkan perubahan dalam setiap akun
ekuitas pemegang saham dan total sekuitas pemegang saham selama tahun berjalan.
Laporan ekuitas pemegang saham biasanya disajikan dalam format berkolom untuk setiap
akun dan total ekuitas pemegang saham.

Sebagian besar perusahaan menggunakan pendekatan laporan ekuitas pemegang saham untuk
menyajikan informasi yang berhubungan dengan komponen laba komprehensif lainnya. Banyak
perusahaan telah membuat laporan ekuitas pemegang saham, mereka menambahkan kolom-
kolom baru untuk menampilkan informasi yang berkaitan dengan laba komprehensif tanpa biaya.

24
Elemen Laporan Keuangan

Perbandingan laporan laba rugi konservatif dengan laba rugi komprehensif :

1. Laba komprehensif lebih menyeluruh. Laba komprehensif mencakup perubahan ekuitas


pemilik dalam jangka waktu yang ditetapkan lebih lengkap dari pada hanya menambahkan
investasi dari pemilik dan didistribusikan kepada pemilik. Ini terdiri dari dua bagian,
lababersih, laba dari laba tradisional yang terlihat, dan laba komprehensif lainnya yang tidak
termasuk laba komprehensif tradisional.

2. Dasar perspektif dari laba komprehensif adalah aset dan kewajiban bukan pendapatan dan
biaya, laba komprehensifmengaplikasikan perpektif aset-liabilitis untuk mengakui laba,
dibandingkan dengan perpektif pendapatan dan biaya yang diaplikasikan di laba tradisional.

3. Aspek pengukuran tidak sebatas hanya biaya historis saja, namun harga pasar juga dapat
digunakan sebagai optional

• PENDAPATAN ( REVENUE )

FASB SFAC No.6 memberikan pemahaman pendapatan adalah Revenues are inflow or other
enhancemant of assets of an entity or settlements of it’s liability (or combination of both) from
delivery or producing goods, rendering, services, or other activities that constitute the entity’s on
going major or central operations.

Definisi di atas, menekankan pengertian pendapatan pada arus masuk penambahan lain atas
aktiva suatu entitas atau penyelesaian kewajiban-kewajibannya atau kombinasi keduanya yang
berasal dari penyerahan atau produksi barang, pemberian jasa atau kegiatan-kegiatan lain yang
merupakan operasi inti.

24
Elemen Laporan Keuangan

Menurut PSAK, pendapatan adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi
dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang
mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.
Unsur penghasilan dikelompokkan menjadi 3 golongan yaitu :

1. Pendapatan dari kegiatan utama perusahaan ( Operating Income )


Kegiatan utama perusahaan dagang adalah membeli dan menjual barang dagangan,
berarti pendapatan utama perusahaan dagang adalah hasil penjualan barang
dagangan,maka pendapatan disebut PENJUALAN ( SALES ).
Kegiatan utama perusahaan jasa adalan menjual jasa yang menjadi bidang usaha
perusahaan, berarti pendapatan utama perusahaan jasa penerimaan hasil penjualan jasa,
maka pendapatan disebut PENDAPATAN JASA.

2. Pendapatan dari luar usaha / bukan kegiatan utama ( Non Operating Income )
Pendapatan ini bersifat sampingan, terjadi sewaktu –waktu dan tidak berhubungan
dengan kegiatan utama perusahaan. Contoh pendapatan bunga, pendapatan dividen, jasa
giro, laba penjualan aktiva tetap, keuntungan nilai tukar uang, hadiah, dan sebagainya

3. Pos atau untung luar biasa


Untung non operasi yang sifatnya luar biasa baik kejadiannya maupun jumlahnya
biasanya dipisahkan dan disebut dengan pos luar biasa. Contoh perusahaan mendapatkan
ganti rugi yang cukup besar karena menang dalam perkara pengadilan dalam kasus
pelanggaran hak paten.

• BEBAN ( EXPENSES )

Menurut PSAK, beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode
akuntansi dalam bentuk arus kas keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya
kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian
kepada penanam modal.

24
Elemen Laporan Keuangan

FASB menerbitkan SFAC no.6 yang mendefinisikan beban adalah arus keluar atau
penggunaan aset lainnya ATAU timbulnya kewajiban (ATAU kombinasi keduanya)
selama satu periode mulai dari penyerahan atau produksi barang, pemberian jasa atau
aktifitas lain yang merupakan operasi utama perusahaan.
Unsur beban dikelompokkan menjadi 2 bagian yaitu :

1) Beban usaha atau operasi ( Operating Expenses )


Bagi perusahaan dagang yang dimaksud adalah biaya yang dikeluarkan untuk
membeli barang dagangan ( harga pokok ) dan biaya-biaya yang dikeluarkan
berhubungan dengan kegiatan pemasaran dan kegiatan administrasi. Beban
penjualan adalah beban yang terjadi untuk kepentingan penjualan produk utama.
Beban penjualan ada yang bersifat tetap, tetapi ada juga yang bersifat variable.
Contoh dari beban penjualan tetap adalah beban depresiasi alat penjualan, beban
gaji pegawai tetap bagian penjualan, dll. Beban penjualan variable adalah
dipengaruhi oleh besar-kecilnya kegiatan penjualan. Contoh dari beban penjalan
variable adalah komisi penjualan, beban penghapusan piutang, dan beban pernik
penjualan.
Beban administrasi dan umum adalah beban yang umumnya terjadi pada bagian
personalian, bagian keuangan, dan bagian umum, seperti : beban gaji pimpinan
dan staf, beban depresiasi peralatan kantor, beban pernik kantor, beban
pemeliharaan kantor, dan beban umum lainnya. Beban administrasi dan umum
biasanya bersifat tetap.
Bagi perusahan jasa, yang dimaksud adalah biaya-biaya yang dikeluarkan
berhubungan dengan kegiatan usaha dalam memberikan jasa.

2) Beban diluar usaha ( Other Expenses )


Biaya-biaya yang terjadi yang tidak berhubungan dengan kegiatan usaha
perusahaan, seperti biaya bunga, denda, rugi penjualan aktiva tetap dan
sebagainya.

24
Elemen Laporan Keuangan

Pengakuan BEBAN : beban diakui dalam laporan laba rugi kalau penurunan
manfaat ekonomi masa depan yang berkaitan dengan penurunan aktiva atau
peningkatan kewajiban telah terjadi dan dapat diukur dengan andal.

• KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN

Keuntungan (gains) adalah pertambahan equitas atau harta bersih yang timbul dari transaksi yang
tidak biasa terjadi pada suatu entitas. Keuntungan timbul dari transaksi atau peristiwa ekonomi
yang tidak berakibat terhadap pendapatan pendapatan atau investasi pemilik

Kerugian (losses) adalah penurunan ekuitas atau harta bersih yang timbul dari transaksi yang
tidak biasa terjadi dari satu entitas. Kerugian timbul dari transaksi dan peristiwa ekonomi yang
tidak berakibat pada beban atau pendistibusian pada pemilik ekuitas

Ada beberapa perbedaan penting antara pendapatan dan keuntungan dan antara beban
dan kerugian, yaitu :

• Pertama, pendapatan dan beban berhubungan dangan aktivitas utama suatu perusahaan,
sementara keuntungan dan kerugian berhubungan dengan aktivitas yang tidak biasa
terjadi. Konsekwensinya, pendapatan dan beban memberikan perbedaan sinyal arus kas
dari yang diberikan oleh keuntungan dan kerugian. Untuk mengilustrasikannya,
disebabkan pendapatan terus berlangsung sehubungan dengan aktivitas operasi
perusahaan, para pengguna daftar keuangan akan mengakses dan meramal arus kas yang
berhubungan dengan pendapatan dan membuat peramalan pedapatan di masa datang
secara berbeda dengan arus kas sehubungan dengan keuntungan.

• Kedua, pendapatan dan beban menghasilkan arus masuk dan keluar kotor (gross),
sementara keuntungan dan kerugian menghasilakan arus masuk dan keluar bersih (net).
Contoh, pendapatan dari penjualan adalah satu item pendapatan utama dari satu
perusahaan dagang dan menghasilkan arus masuk kotor sumber-sumber yang berakibat
dari aktivitas penjualan. Sebaliknya, satu keuntungan atas penjualan bangunan, peralatan
milik perusahaan berbeda antar nilai buku aktiva tetap dengan kas atau sumber-sumber
yang dari penjualan itu.

24
Elemen Laporan Keuangan

Keuntungan Keuntungan dan kerugian tersebut ditunjukkan secara terpisah dalam perhitungan
laba-rugi disertai pengungkapan mengenai sifat dan jumlahnya. Dengan demikian perlu batasan
atau definisi mengenai transaksi apa saja yang dapat digolongkan yang sifatnya luar biasa.
Keuntungan dan kerugian terbagi atas biasa (ordinary) dan luar biasa (extraordinary). Yang
dimaksud dengan keuntungan dan kerugian luar biasa adalah pos yang memenuhi kedua kriteria
sebagai berikut:

• Bersifat tidak normal (tidak biasa)

Kejadian atau transaksi yang bersangkutan memilih tingkat abnormalitas yang tinggi dan tidak
berhubungan dengan aktifitas perusahaan sehari-hari.

• Tidak Sering Terjadi

Kejadian atau transaksi yang bersangkutan tidak dihubungkan akan terulang lagi di masa yang
akan datang.

Jadi yang dalam menerapkan kedua kriteria tersebut, harus dipertimbangkan faktor lingkungan
dari perusahaan yang bersangkutan, faktor geografis perusahaan, dan faktor lainnya seperti
politis dan lain sebagainya. Pengakuan pendapatan yang bersifat luar biasa ini akan mengacu
kepada prinsio Akuntansi Indonesia. Kejadian yang selalu menjadi pertimbangan adalah
perubahan kurs valuta asing terhadap mata uang Rupiah. Kenaikan atau penurunan selisih kurs
valuta asing tidak dapat dijadikan sebangai keuntungan atau kerugian luar biasa. Akan tetapi,
apabila terjadi selisih kurs yang naik secara tiba-tiba, atau naik dengan jumlah yang cukup besar
seperti adanya devaluasi Rupiah terhadap valuta asing, maka kejadian ini dapat digolongkan
kedalam pos luar biasa (extraordinary item). Keuntungan yang timbul dari kenaikan selisih kurs
akibat dari devaluasi merupakan keuntungan atau pendapatan yang timbul dari transaksi yang
luar biasa. Disebut luar biasa karena peristiwa devaluasi bukan merupakan yang biasa. Akan
tetapi, bila kenaikan atau penurunan yang sagat tajam terjadi di negeri America selatan, yang
terkenal dengan seringa adanya devaluasi dan tingkat inflasi yang hipper tinggi, maka peristiwa
ini tidak dapat dianggap sebagai peristiwa luar biasa. Sama halnya dengan keuntungan luar
biasa,. Biaya luar biasa kejadiannya tidak normal dan tidak sering terjadi atau tidak terulang lagi
di masa yang akan datang. Peristiwa seperti gempa bumi dan apabila merugikan bank dapat
digolongkan sebagai kerugian atau pos luar biasa. Tetapi apabila di satu Negara, seperti Jepang
misalnya, peristiwa ini sangat sering terjadi. Dengan demikian kerugian akibat ini tidak biasa
digolongkan sebagai peristiwa luar biasa.

Pos luar biasa dalam laporan laba rugi disajikan setelah laba yang berasal dari kegiatan normal
perusahaan. Hakikat dari pos luar biasa dan pertimbangan yang mendasari pengelompokan
kejadian atau transaksi tersebut sebagai pos luar biasa harus diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan. Dengan demikian, pengguna laporan keuangan tetap dapat melakukan

24
Elemen Laporan Keuangan

evaluasi mengenai kinerja perusahaan yang berasal dari kegiatan normal selama periode tersebut
sekaligus juga melihat pengaruh dari pos luar biasa terhadap perhitungan laba rugi perusahaan
untuk periode yang bersangkutan.

Ilustrasi penyajian Pos Luar Biasa dalam laporan laba rugi perusahan sebagai berikut :

PT ABC - Laporan Laba Rugi

PENDAPATAN USAHA Xxxxxxxx


BEBAN POKOK PENJUALAN (xxxxxxx)
LABA KOTOR Xxxxxxx
BEBAN USAHA (xxxxxxx)
LABA USAHA Xxxxxxx
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Xxxxxxx
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN Xxxxxxx
BEBAN (PENGHASILAN) PAJAK
PENGHASILAN
Periode Berjalan xxxxxxx
Tangguhan xxxxxxx
LABA DARI AKTIVITAS NORMAL xxxxxxx
POS LUAR BIASA xxxxxxx
LABA BERSIH xxxxxxx

24
Elemen Laporan Keuangan

24