Anda di halaman 1dari 127
“t Book” BUKU PEDOMAN KEPRAMUKAAN TINGKAT PENGGALANG Oleh : Sangga X’s Ambalan Gajah Mada Gudep
“t Book” BUKU PEDOMAN KEPRAMUKAAN TINGKAT PENGGALANG Oleh : Sangga X’s Ambalan Gajah Mada Gudep
“t Book”
BUKU PEDOMAN KEPRAMUKAAN
TINGKAT PENGGALANG
Oleh :
Sangga X’s Ambalan Gajah Mada
Gudep 01. 145 – 146 SMK Negeri 1 Kediri

I.

PENDAHULUAN

Seiring bergulirnya waktu, kepramukaan terus tergilas arus

modernisasi dan sendi pembangunnya makin tersingkir oleh derasnya asas

liberal yang cenderung mengikis budaya bangsa. Bersama itu makin

berkurangnya antusias masyarakat terhadap pramuka khususnya generasi

bangsa. Sehingga nila – nilai yang tertanam dalam pramuka yang perannya

cukup besar dalam nasionalisme menyempit. Padahal generasi muda adalah

tulang punggung bangsa.

Hal yang menjadi penyebab terjadinya penurunan itu adalah

globalisasi informasi yang didukung oleh perkembangan IPTEK yang tinggi

sementara Gerakan Pramuka dalam penyelenggaraan kegiatannya belum

dapat dinamis dengan cepat. Tidak hanya itu, pandangan menyimpang

tentang pramuka sendiri turut berkembang di kalangan masyarakat awam.

Untuk mengatasi krisis ini hendaknya kita sebagai aktivis pramuka

memberikan penyuluhan dan mulai menggerakkan kembali oganisasi

kepanduan ini. Akan tetapi yang menjadi kendala adalah kurangnya

pedoman dan panduan dalam penyelenggaraannya sehingga kegiatan

terkesan monoton. Apabila dasar atau acuan untuk membuat kegiatan sudah

jelas maka tinggal mengembangkan ke arah yang lebih baik agar animo

masyrakat mulai terbangun dan membiak seperti sedia kala.

Sebelum lebih jauh kita berbicara kegiatan dalam Gerakan

Pramuka alangkah baiknya kita terlebih dahulu tahu seluk beluk pramuka

agar dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dapat berjalan lancar dan

menimbulkan ketertarikan kita terhadap Gerakan Pramuka.

BB

U U K K U U

B

U

K U

PP

E E D D O O M

P

E

D O M A N

M A A N N

J J

U U A A N N O O O O S S P P O O L L

J

J J

A N J O O S P O L

U

! ! ! !

! !

! !

!

PP

E E N N G G G G A A L L A A N N G G

P

E

N G G A L A N G

:: : XX’ X

BB

Y Y

B

Y

S S

S

MM 778

AAG

GGM

A

88

7

1

Bab II MODUL MATERI PENGANTAR B B U U K K U U B U
Bab II MODUL MATERI PENGANTAR B B U U K K U U B U

Bab II MODUL MATERI PENGANTAR

BB

U U K K U U

B

U

K U

PP

E E D D O O M

P

E

D O M A N

M A A N N

J J

U U A A N N O O O O S S P P O O L L

J

J J

A N J O O S P O L

U

! !

!

! ! ! !

! !

PP

E E N N G G G G A A L L A A N N G G

P

E

N G G A L A N G

:: : XX’ X

BB

Y Y

B

Y

S S

S

MM 778

AAG

GGM

A

88

7

2

“t Book” BUKU PEDOMAN KEPRAMUKAAN TINGKAT PENGGALANG Oleh : Sangga X’s Ambalan Gajah Mada Gudep
“t Book” BUKU PEDOMAN KEPRAMUKAAN TINGKAT PENGGALANG Oleh : Sangga X’s Ambalan Gajah Mada Gudep
“t Book”
BUKU PEDOMAN KEPRAMUKAAN
TINGKAT PENGGALANG
Oleh :
Sangga X’s Ambalan Gajah Mada
Gudep 01. 145 – 146 SMK Negeri 1 Kediri

II. MODUL MATERI PENGANTAR

4.1 Sejarah Singkat Kepanduan Dunia

Baden Powell

Pada hakekatnya kepramukaan atau kepanduan dunia tidak

lepas dari peran seorang tokoh yang lahir pada tanggal 22 februari 1857.

beliau adalah Robert Stephenson Smyth yang kemudian dikenal dengan

gelar Lord Baden Powell of Giwell sebagai bapak pandu sedunia.

Lord Baden Powell of Giwe ll sebagai bapak pandu sedunia. Jika lebih jauh kita tahu riwa

Jika lebih jauh kita tahu riwayatnya, Baden Powell adalah anak

dari seorang Profesor Geometry di Universitas Oxford, Baden Powel nama

ayahnya. Kehidupan Bapak Pandu itu diwarnai berbagai kisah dan

pengalaman, mulai dari kisah kecilnya yang ditinggal oleh ayahnya hingga

berhasil sampai saat ini.

Pengalaman – pengalaman semasa hidupnya ditulis dalam

buku yang berjudul “AIDS TO SCOUTING” yang isinya adalah :

BB

U U K K U U

B

U

K U

PP

E E D D O O M

P

E

D O M A N

M A A N N

J J

U U A A N N O O O O S S P P O O L L

J

J J

A N J O O S P O L

U

!

! !

! ! ! !

! !

PP

E E N N G G G G A A L L A A N N G G

P

E

N G G A L A N G

:: : XX’ X

BB

Y Y

B

Y

S S

S

MM 778

AAG

GGM

A

88

7

3

1. Ditinggal oleh Bapaknya sejak ke cil dan mendapatkan pembinaan dan didikan watak dari Ibunya.

1. Ditinggal oleh Bapaknya sejak kecil dan mendapatkan pembinaan dan

didikan watak dari Ibunya.

2. Beliau tumbuh dengan kemandirian dan berbagai keahlian di bidang

pelayaran, berenang, berkemah, olah raga dan lain sebagainya. Ini ia

peroleh dari kakak – kakaknya.

3. karena karakternya yang lucu, cerdas , suka bergembira dan menaruh

perhatian besar pada bidang seni seperti sandiwara, mengarang dan

menggambar Baden Powell disukai oleh banyak temannya.

4. Pengalaman di India sebagai pembantu Letnan pada resimen Kavaleri

13 yang berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang hingga ditemukan

5.

di puncak gunung. Serta keberhasilannya melatih panca indera kepada

Kimball- O’Hara.

Di Afrika Selatan tepatnya di Kota mafeking Baden Powell

terkepungoleh bangsa Boer selama 127 hari dengan keadaan kurang

makanan.

6. Dan mengalahkan kerajaan Zulu Afrika dan mengambil kalung manik

– manikl Raja Dini zulu.

Dari isi buku itu, sebenarnya ditujukan kepada tentara muda

Inggris yang melakukan penyelidikan. Dan karena cerita yang dibukukan

itu, Mr. William Smyth yang merupakan pimpinan Boys Brigade di

Inggris meminta kesediaan Baden Powell untuk melatih para tentaranya.

Pelatihan itu dilakukan dalam perkemahan di Pulau Brownsea pada

tanggal 25 Juli 1907 dengan peserta 21 pemuda dari berbagai pelosok

Inggris.

Karena usia yang kian bertambah, baden powell mengundurkan

diri pada tahun 1910 dengan menyandang pangkat terakhir sebagai

Letnan Jenderal. Beliau mendapat title Lord dari Raja George tahun

1929.

Kehidupannya bahagia dengan menikahi seorang wanita

bernama Olave St Clair Soames tahun 1912 dan dianugerahi tiga orang

anak. Lord baden Powell menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal

8 Januari 1941 di kota Nyeri , Kenya.

Kepramukaan Dunia

Awal dari kepramukaan yang dirintis oleh Baden Powell (BP)

adalah dengan dirintisnya latihan kepramukaan awal tahun 1908 dengan

sebuah buku yang menceritakan pengalamannya. Buku itu berjudul

BB

U U K K U U

B

U

K U

PP

E E D D O O M

P

E

D O M A N

M A A N N

J J

U U A A N N O O O O S S P P O O L L

J

J J

A N J O O S P O L

U

! ! ! !

! !

! !

!

PP

E E N N G G G G A A L L A A N N G G

P

E

N G G A L A N G

:: : XX’ X

BB

Y Y

B

Y

S S

S

MM 778

AAG

GGM

A

88

7

4

“Scouting For Boys” yang tersebar dengan cepat ke seluruh negeri Inggirs dan sekitarnya. Ini lah

“Scouting For Boys” yang tersebar dengan cepat ke seluruh negeri

Inggirs dan sekitarnya. Ini lah yang menyadi akar dari pramuka. Mulai

saat itu bayak berdiri Boys Scout yang beranggotakan pramuka laki – laki.

Kemudian disusul oleh organisasi kepramukaan putrid yang

berjuluk “Girls Guides” yang dibantu oleh Agnes dan diteruskan oleh

Mrs. Baden Powell. Agnes adalah adik perempuan BP.

Pramuka golongan siaga muncul tahun 1916 dengan istiklah

CUB [anak serigala] dengan buku The Jungle Book yang mengisahkan

seorang anak yang didik dalam rimba oleh induk serigala [MOWGLI].

Buku itu dikarang oleh Rudyard Kiping.

Baru di tahun 1918 BP membentuk pramuka golongan penegak

yang berusia lebih dari 17 tahun. Buku yang diterbitkan adalah

‘Rovering to Succes” [Mengembara Menuju Bahagia] yang berisi

petunjuk bagi para pramuka penegak. Tersirat bahwa seorang pemuda

harus dapat melewati lima karang kehidupan, yaitu :

Karang Perjudian,

Karang Wanita,

Karang Miras dan Rokok, Karang Ego dan Munafik,

Karang tak berTuhan

Untuk pertama kalinya digelar Jambore Sedunia di arena

Olympia London. Dalam acara tersebut Baden Powell mengundang 27

negara dan tepat dihari itu Baden Powell diangkat sebagi Bapak Pandu

Dunia. [“Chief Scout Of The World”]

Petunjuk tentang pelaksanaan kursus pembina Pramuka mulai

di luncurkan pada tahun 1914 dan terlaksana mulai 1919. tempat yang

digunakan sebagai sarana pendidikan Pembina Pramuka kala itu adalah

GILWEL PARK yang terletak di Chingford sebagai tanah pemberian

sahabap Baden Powell yaitu W.F de Bois Mac Leren.

Untuk memperlancar kegiatan maka dibentuk Dewan

Internasional dengan sembilan anggota dan Biro Sekretariatnya di

London tahun 1920. Dan Biro Kepramukaan Putera Sedunia [Putera]

dipindahkan dari London ke Ottawa, Kanada tahun 1958. Pergantian

tidak berhenti di sini, pada tanggal 1 Mei 1968 Biro tersebut dipindah ke

Geneva, Swiss.

BB

U U K K U U

B

U

K U

PP

E E D D O O M

P

E

D O M A N

M A A N N

J J

U U A A N N O O O O S S P P O O L L

J

J J

A N J O O S P O L

U

! ! ! !

! !

! !

!

PP

E E N N G G G G A A L L A A N N G G

P

E

N G G A L A N G

:: : XX’ X

BB

Y Y

B

Y

S S

S

MM 778

AAG

GGM

A

88

7

5

Sejak tahun 1920 sampai 1965dipegang secara berturut oleh Hubert Martin [Inggris], Kolonel JS Wilson [Inggris]

Sejak tahun 1920 sampai 1965dipegang secara berturut oleh

Hubert Martin [Inggris], Kolonel JS Wilson [Inggris] dan Mayjen DC Spry

[Kanada] dan diganti oleh RT Lund. Tanggal 1 Mei 1968 dipegang oleh

D.R Laszio Nagy sebagai sekjen.

Biro Kepramukaan sedunia (Putera) hanya mempunyai 40

orang tenaga staf yang berada di Geneva dan di lima kantor kawasan.

Antara lain, Costa Rica, Mesir, Filipina, Swiss dan Nigeria.

Sedangkan untuk Biro Kepramukaan sedunia Putri berada di

London dan lima kawasan, yaitu eropa, Asia Pasifik, Arab, Afrika dan

Amerika.

Singkat tentang Baden Powell.

Lahir

: 22 Februari 1857 [ hari kepanduan dunia]

Wafat

: 8 Januari 1941 di Kenya.

Ayah

: Domine H. G. Baden Powell

Ibu

: W. T Smyth

Istri

: Olave St Clair Soames

BB

U U K K U U

B

U

K U

PP

E E D D O O M

P

E

D O M A N

M A A N N

J J

U U A A N N O O O O S S P P O O L L

J

J J

A N J O O S P O L

U

! ! ! !

! !

!

! !

PP

E E N N G G G G A A L L A A N N G G

P

E

N G G A L A N G

:: : XX’ X

BB

Y Y

B

Y

S S

S

MM 778

AAG

GGM

A

88

7

6

4.2 Sejarah Singkat Gerakan Pramuka

4.2 Sejarah Singkat Gerakan Pramuka Sebagai inspirasi dari berdirinya organisasi kepanduan di Indonesia adalah meletusnya

Sebagai inspirasi dari berdirinya organisasi kepanduan di

Indonesia adalah meletusnya gagasan Baden Powell dengan membentuk

sebuah pendidikan Kepramukaan di Inggris dengan riwayat sebagaimana

dijelaskan pada bab sebelumnya.

Sebenarnya pembawa pramuka ke Indonesia adalah bangsa

Belanda. Belanda yang telah mengenel kegiatan itu telah menerapkannya

ke negaranya sendiri dan seluruh negara jajahannya termasuk Indonesia.

Maka terbentuklah organisasi bentukan Belanda yang bernama Nederlad

Indische Padvinders Vereeniging [NIPV] = persatuan Pandu – pandu

Hindia Belanda.

Gagasan – gagasan tersebut kemudian diambil alih oleh para

tokoh pergerakan nasinal, dan dibentuklah geraklan yang bersifat

kepanduan diantaranya JPO, JJP, NATIPIJ, Hisbul Wathan dan lainnya.

Gerakan kepanduan makin terasa mantap sejak divetuskannya

ikrar sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Karena Belanda

takut akan keberadaanya, maka dikeluarkan pelarangan terhadap segala

bentuk organisasi kepanduan di luar NIPV untuk menggunakan istilah

Padvinder dan Padvindery. Maka KH Agus Salim dengan inisiatifnya

menggunakan istilah Pandu dan Kepanduan untuk menggantikan istilah

asing padvinder dan padvindery itu.

Rasa nasionalisme yang terus menguat menimbulkan

perkembangan pergerakankepanduan berkembang pesat. Dari situ terus

bermunculan berbagai oraganisai hingga pada masa proklamasi tercatat

ada 100 organisasi lebih. Mulai dari PETA, Hisbul Wathan, pandu Islam

Indonesia, Pandu Kristen dan lainnya.

Menjelang tahun1961 kepanduan Indonesia mulai mengalami

kelemahan di berbagai factor. Keadaan yang bergantung pada

ketradisionalan dan belum sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan

masyarakat membuat lemah organisasi yang banyak itu dihimpun dalam

tiga organisasi besar, yaitu IPINDO, POPPINDO dan PKPI. Dan ketiga

federasi tersebut digabunglagi dalam PERKINDO

Namun lebih lanjut gerakan kepanduan yang ada disinyalir

telah dimanfaatkan oleh pihak komunis sebagai Gerakan Pioner Muda

seperti di negara – negara Komunis.

BB

U U K K U U

B

U

K U

PP

E E D D O O M

P

E

D O M A N

M A A N N

J J

U U A A N N O O O O S S P P O O L L

J

J J

A N J O O S P O L

U

! ! ! !

! !

! !

!

PP

E E N N G G G G A A L L A A N N G G

P

E

N G G A L A N G

:: : XX’ X

BB

Y Y

B

Y

S S

S

MM 778

AAG

GGM

A

88

7

7

Akan tetapi kekuatan Pancasila dalam PERKINDO menentang hal ini, dan bnerkat jasa Perdana Menteri, Ir

Akan tetapi kekuatan Pancasila dalam PERKINDO menentang

hal ini, dan bnerkat jasa Perdana Menteri, Ir Juanda perjuangan

PERKINDO membuahkan hasil dengan dikeluarkannya Keputusan

Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961 tentang Gerakan

pramuka, yang pada tanggal 20 Mei 1961 ditandatangani oleh Ir.l Juanda

sebagi pejabat presiden RI karena Presiden Soekarno sedang berkkunjung

di Jepang.

Dan dengan Kepres tersebut dinyatakan bahwa sebagi satu-

satunya badan di wiliyah Republik Indonesia yang diperbiolehkan

menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi anak – anak dan

pemuda – pemuda Indonesia ; organisasi lain yang menyerupai, yang

sama, dan yang sama sifatnya dengan Gerkan Pramuka dilarang

keberadaanya. [Namun sampai saat ini hanya satu yang masih ada yaitu

Gerakan Hizbul Wathan oleh Muhammadiyah].

Semenjak itu Gerakan Pramuka mengalami perkembangan

yang sangat pesat mulai 70 – 80 % dan menyentuh lapisan masyarakat di

tingkat kampung dan desa – desa. Karena perhatian yang diberikan oleh

masyarakat sangat besar maka didirikan Satuan Karya seperti SAKA

Taruna bumi yang dibentuk guna memberikan manfaat langsung bagi

pembangunan bangsa.

Gerakan Pramuka di Indonesia yang tumbuh bagai jamur di

musim hujan mendapatkan perhatian dari Badan Internasinal PBB,

seperti FAO, UNICEF, UNESCO, ILO dan Scout World Bureau.

Tokoh, tanggal dan kejadian penting

:

1. Bapak Pandu Indonesia

: Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

: K.H Agus Salim

2. Bapak Pramuka Indonesia

3. Hari peringatan Pramuka Nasional pada tanggal 14 Agustus, sejak

didirikan

tunas kelapa.

tahun

1961

dan

berlambang

bayangan

[silhoute]

BB

U U K K U U

B

U

K U

PP

E E D D O O M

P

E

D O M A N

M A A N N

J J

U U A A N N O O O O S S P P O O L L

J

J J

A N J O O S P O L

U

! ! ! !

! !

! !

!

PP

E E N N G G G G A A L L A A N N G G

P

E

N G G A L A N G

:: : XX’ X

BB

Y Y

B

Y

S S

S

MM 778

AAG

GGM

A

88

7

8

4.3 Pengertian, sifat dan fungsi

4.3 Pengertian, sifat dan fungsi Agar tidak terjadi tumpang tindih terhadap penggunaan kata atau istilah Gerkan

Agar tidak terjadi tumpang tindih terhadap penggunaan kata

atau istilah Gerkan Pramuka, Kepramukaan dan Pramuka

alangkah baiknya kita ketahui apa pengertian dari masing – masing

istilah tersebut.

Gerakan Pramuka, adalah nama organisasi pendidikan luar sekolah

yang menggunakan Prinsip Dasar Metodik Pendidikan

Kepramukaan [PDMPK]

Kepramukaan, merupakan nama kegiatan anggota Gerkan Pramuka.

Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan

sekolah dan keluarga dalam bentuk menarik, nmenyenangkan,

sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka

dengan Prinsip Dasar Metodik Pendidikan Pramuka yang sasaran

akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur.

Pramuka, yaitu anggota Gerakan Pramuka yang terdiri dari anggota

muda peserta didik [SGTD] dan anggota dewasa Pembina

Pramuka, Pelatih [Pembina Pramuka, Pembina Profesional,

Pamong SAKA, Pimpinan SAKA, Andalan dan anggota MABI].

Sifat

: berdasarkan revolusi kepramukaan sedunia pada tahun 1984 di

Kopenhagen, denmark ada tiga sifat atau ciri yang terbagi dalam

sifat Nasional, Internasinal dan Universal.

Sifat Nasional : bahwa suatu organisasi yang menyelenggarakan

pendidikan keprramukaan di suatu negara haruslah

menyesuaikan pendidikan yaitu dengan keadaan kebutuhan dan

kepentingan bangsa dan negara.

Sifat Internasional : bahwa organisasi kepramukaan dimanapun

haruslah membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan

persahabatan antara sesama Pramuka dan sesama manusia tanpa

membedakan agama atau kepercayaan, golongan, suku ras atau

hal lain.

BB

U U K K U U

B

U

K U

PP

E E D D O O M

P

E

D O M A N

M A A N N

J J

U U A A N N O O O O S S P P O O L L

J

J J

A N J O O S P O L

U

!

! !

! !

! ! ! !

PP

E E N N G G G G A A L L A A N N G G

P

E

N G G A L A N G

:: : XX’ X

BB

Y Y

B

Y

S S

S

MM 778

AAG

GGM

A

88

7

9

Sifat Universal : bahwa kepramukaan dapat dipergunakan dimana saja untuk mendidik anak – anak dari

Sifat Universal : bahwa kepramukaan dapat dipergunakan

dimana saja untuk mendidik anak – anak dari bangsa apa saja

yang dalam pelaksananya selalu mempergunakan PDMPK.

Fungsi :

1. sebagai kegiatan yuang menarik bagi anak – anak.

2. sebagai pengabdian bagi orang dewasa.

3. alat bagi masyarkat dan organisasi.

Motto : “Satyaku kudharmakan, dharmaku kubaktikan.”

BB

U U K K U U

B

U

K U

PP

E E D D O O M

P

E

D O M A N

M A A N N

J J

U U A A N N O O O O S S P P O O L L

J

J J

A N J O O S P O L

U

!

! !

! ! ! !

! !

PP

E E N N G G G G A A L L A A N N G G

P

E

N G G A L A N G

:: : XX’ X

BB

Y Y

B

Y

S S

S

MM 778

AAG

GGM

A

88

7

10

4.4 Prinsip Dasar Metodik Pendidikan Kepramukaan Prinsip Dasar Kepramukaan adalah asas yangmendasari kegiatan kepramukaan

4.4 Prinsip Dasar Metodik Pendidikan Kepramukaan

Prinsip Dasar Kepramukaan adalah asas yangmendasari

kegiatan kepramukaan dalam upaya membina watak peserta didik.

Prinsip dan metode merupakan cirri khas yang membedakan

kepramukaan dengan pendidikan lainnya.

Prinsip Dasar Kepramukaan adalah :

a. Iman dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

b. Peduli terhadap bangsa, negara, sesama manusia dan alam serta

isinya.

c. Peduli terhadap diri sendiri.

d. Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka.

Prinsip Dasar Metodik Pendidikan Kepramukaan digunakan

dalam pendidikan digunakan untuk membedakan dengan organisasi lain.

PDMPK dibedakan menjadi dua, yaitu :

1.) Internasional, yang terdiri dari delapan macam :

a. Kewajiban terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

b. Setia pada negara

c. Persahabatan dan persaudaraan sedunia

d. Menolong sesama hidup

e. Kesukarelaan

f. Tidak berpolitik

g. Metode latihan yang unik bagi anak

h. Setia pada dharma pramuka

2.) Nasional, yang terdiri dari sembilan macam :

a. Prinsip Kesukarelaan

b. Prinsip Kode kehormatan dalam bentuk janji dan ketentuan moral

c. Sistem beregu

d. Prinsip Satuan Terpisah

e. Prinsip Tanda Kecakapan

f. Kegiatan menarik mengandung pendidikan

g. Penyesuaian terhadap perkembangan jasmani dan rohani

h. Bertahan Hidup

i. Swadaya

BB

U U K K U U

B

U

K U

PP

E E D D O O M

P

E

D O M A N

M A A N N

J J

U U A A N N O O O O S S P P O O L L

J

J J

A N J O O S P O L

U

! ! ! !

! !

! !

!

PP

E E N N G G G G A A L L A A N N G G

P

E

N G G A L A N G

:: : XX’ X

BB

Y Y

B

Y

S S

S

MM 778

AAG

GGM

A

88

7

11

4.5 Metode Kepramukaan

4.5 Metode Kepramukaan Adalah suatu sisitem yang terd iri dari delapan unsure yang merupakan subsistem terpadu

Adalah suatu sisitem yang terdiri dari delapan unsure yang

merupakan subsistem terpadu dan terkait yang tiap unsurnya mempunyai

fungsi pendidikan yang spesifik dan saling memperkuat serta menunjang

tercapainya tujuan pendidikan Gerkan Pramuka. Unsur tersebut meliputi:

a. PengamalanKode Kehormatan Gerkan Pramuka.

b. Belajar sambil melakukan.

c. Sistem berkelompok.

d. Kegiatan menantang mengandung Pendidikan.

e. Kegiatan di alam terbuka.

f. SistemTanda Kecakapan.

g. Sistem satuan terpisah.

h. Sistem Among.

Sistem berkelompok atau tim sebagai salah satu unsure metode

kepramukaan merupakan cara memberdayakan kecenderungan alamiah

kaum muda untuk berkelompok dan menciptakan suasana lingkungan

yang disenanginya.

Dalam kepramukaan peserta didik yang sebaya dikelompokkan

dalam satuan kecil (barung , regu, sangga) yang beroperasi sebagai satu

tim. Dalam tim didakan pembagian tugas demi kelangsungan hidup dan

keberhasilan misi tim. Masing – masing tim memilih secara demokratis

pemimpin timnya. Pembina sebagi pendukung, motivator, konsultan dan

konselor.

<gambar>

BB

U U K K U U

B

U

K U

PP

E E D D O O M

P

E

D O M A N

M A A N N

J J

U U A A N N O O O O S S P P O O L L

J

J J

A N J O O S P O L

U

! ! ! !

! !

!

! !

PP

E E N N G G G G A A L L A A N N G G

P

E

N G G A L A N G

:: : XX’ X

BB

Y Y

B

Y

S S

S

MM 778

AAG

GGM

A

88

7

12