Anda di halaman 1dari 61

Fauzan A Mahanani, S.

Pd

1. Hukum Ohm 2. Komponen Pasif


* Resistor, Kapasitor, Transformator

3. Komponen Aktif
* Dioda, Transistor, FET, UJT, Tiristor dan Triak

4. Pembentukan Gelombang
* Bentuk gelombang, Rangkaian RC, Jaringan differensiasi dan integrasi, Multivibrator

5. Penguat / Amplifier

Fauzan A Mahanani, S.Pd

Hukum ohm memberikan keterangan mengenai hubungan antara arus, tegangan dan Resistansi / tahanan.

Tegangan Arus = Resistansi

V I= R

Arus listrik : gerakan muatan-muatan listrik yang diarahkan (ampere) Tegangan : selisih tekanan listrik yang menimbulkan arus antar kedua titik itu dalam rangkaian tertutup (volt) Resistansi : sifat suatu penghantar yang bekerja melawan arus listrik (Ohm)

Fauzan A Mahanani, S.Pd

1. Resistor
Resistor di bagi dua kategori : 1. Resistor Linier 2. Resistor non-linier 1. Resistor Linier * Resistor Tetap * Resistor Variabel

Simbol untuk resistor linier tetap

Simbol untuk resistor linier variabel

Unit satuan dari resistor / tahanan adalah ohm atau ;


Fauzan A Mahanani, S.Pd

Tanda warna Pada resistor berdaya rendah ukuran ditunjukkan oleh kode warna yang terdapat pada badan resistor. Contoh :
Coklat
Warna Hitam Coklat Merah Jingga Kuning Hijau Biru Ungu Abu-abu Putih Emas Perak Polos Ukuran 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Toleransi 1% 2%

Abu-abu Merah Emas

Jawab :
Coklat Abu-abu
5% 10% 20%

1 8 00 s5%

Merah Emas

Resistor : 1800 ohm atau 1K8


Fauzan A Mahanani, S.Pd

Banyak Resistor yang pada masa mendatang akan diberi sandi menurut BS 1852 (Colour Code) harga dan toleransi resistor akan dicapkan pada badannya sebagai pengganti cincin-cincin berwarna yang sudah dikenal sekarang ini. Di belakang sandi harga akan ditambahkan huruf untuk menunjukkan toleransinya:

F = s 1% G = s 2% J = s 5%

K = s 10%

M = s20%

Contoh sandi resistansi menurut BS 1852: Penandaan Resistansi R33M 0,33; s20% 4k7F 4700; s1% 6M8M 6,8M ; s20% 22KK 22K ; s10%

Fauzan A Mahanani, S.Pd

0,5% E192 100 101 102 104 105 106 107 109 110 111 113 114 115 117 118 120 121 123 124 126 127 129 130 132 133 135

1% 2% 5% 10% 20% 50% E96 E48 E24 E12 E6 E3 100 100 100 100 100 100 102 105 105 107 110 110 110 113 115 115 118 120 120 121 121 124 127 127 130 133 133 130

0,5% E192 137 138 140 142 143 145 147 149 150 152 154 156 158 160 162 164 165 167 169 172 174 176 178 180 182 184

1% 2% 5% 10% 20% 50% E96 E48 E24 E12 E6 E3 137 140 140 143 147 147 150 154 154 158 160 162 162 165 169 169 174 178 178 180 180 182 150 150 150

Fauzan A Mahanani, S.Pd

0,5% E192 187 189 191 193 196 198 200 203 205 208 210 213 215 218 221 223 226 229 232 234 237 240 243 246 249

1% 2% 5% 10% 20% 50% E96 E48 E24 E12 E6 E3 187 187 191 196 196 200 205 205 210 215 215 220 220 221 226 226 232 237 237 240 243 249 249 220 220 200

0,5% E192 252 255 258 261 264 267 271 274 277 280 284 287 291 294 298 301 305 309 312 316 320 324 328

1% 2% 5% 10% 20% 50% E96 E48 E24 E12 E6 E3 255 261 261 267 270 270 274 274 280 287 287 294 300 301 301 309 316 316 324 330 330 330

Fauzan A Mahanani, S.Pd

0,5% E192 332 336 340 344 348 352 357 361 365 370 374 379 383 388 392 397 402 407 412 417 422 427 432

1% 2% 5% 10% 20% 50% E96 E48 E24 E12 E6 E3 332 332 340 348 348 357 360 365 365 374 383 383 390 390 392 402 402 412 422 422 430 432

0,5% E192 437 442 448 453 459 464 470 475 481 487 493 499 511 517 523 530 536 542 549 556 562 569 576 583 590

1% 2% 5% 10% 20% 50% E96 E48 E24 E12 E6 E3 442 442 453 464 464 470 470 470 470 475 487 487 499 511 511 523 536 536 549 560 560 562 562 576 590 590

Fauzan A Mahanani, S.Pd

0,5% E192 597 604 612 619 626 634 642 649 657 665 673 681 690 698 706 715 723 732 741 750 759 768 777 787

1% 2% 5% 10% 20% 50% E96 E48 E24 E12 E6 E3 604 619 619 620 634 649 649 665 680 680 681 681 698 715 715 732 750 750 750 768 787 787 680

0,5% 1% 2% 5% 10% 20% 50% E192 E96 E48 E24 E12 E6 E3 796 806 806 816 820 820 825 825 825 835 845 845 856 866 866 866 876 887 887 898 909 909 909 910 920 931 931 942 953 953 953 965 976 976 988

Fauzan A Mahanani, S.Pd

Resistor Tidak Tetap (Variable Resistor)


Contoh resistor tidak tetap ialah potensiometer dan trimer potensiometer. Yang harus diperhatikan adalah dalam pemasangan kaki-kaki potensiometer tidak boleh terbalik. Bila terbalik pemasangannya, maka putaran potensiometer ke arah maksimal akan menghasilkan nilai ohm minimal.

Kegunaan Resistor
1. Membagi tegangan 2. Melawan tegangan 3. Mengatur volume suara (volume control) 4. Mengatur nada rendah (bass control) 5. Mengatur nada tingi (treble control) 6. Mengatur keseimbangan (balance control)

Fauzan A Mahanani, S.Pd

RESISTOR
PEMBAGI ARUS DAN TEGANGAN

Rangkaian Seri
1. V = V1 + V2 + V3 + . + Vn 2. I1 = I2 = I3 = = In 3. Rt = R1 + R2 + R3 + .. + Rn

I + V -

V1 R1 R2 V2

I=

V R1 + R2

V = V1 + V2 R2 V .V . R2 = R1 + R2 R1 + R2 R1 R1 + R2 .V

V2 = R2 . I =

V1 = R1 . I =
Fauzan A Mahanani, S.Pd

Rangkaian Parallel
1. V = V1 = V2 = V3 = . = Vn 2. I = I1 + I2 I3 + + In 3. 1 Rt = 1 R1 + 1 R2 ++ 1 Rn V , I2 = R2 R1 R1 + R2 R2 R1 + R2 .I .I , I = I1 + I2

I + V I1 R1 I2 R2

V I1 = R1 I2 =

I1 =
Fauzan A Mahanani, S.Pd

Contoh:
Hitung harga Rtot, I, dan V dari setiap harga R pada rangkaian di bawah ini !

Jawab:
1k 10 Volt 10k Rtot = (R10k//R10k) + R1k = 6 Kohm (R10k//R10k) 10V = 8,33V VR10K = (R10k//R10k) + R1k (R1k) 10V VR1K = = 1,67V (R10k//R10k) + R1k

10k

Latihan : Tentukan harga Rtot, I, dan V dari setiap harga R pada rangkaian di bawah ini ! 10k 20 Volt 10k 1k 5k

Fauzan A Mahanani, S.Pd

Resistor variabel
Contoh resistor tidak tetap ialah potensiometer dan trimer potensiometer. Yang harus diperhatikan adalah dalam pemasangan kaki-kaki potensiometer tidak boleh terbalik. Bila terbalik pemasangannya, maka putaran potensiometer ke arah maksimal akan menghasilkan nilai ohm minimal.

2. Resistor non-linier
A. Foto resistor Bila terkena sinar Bila terkena sinar B. Termistor Termistor dibagi dalam dua jenis : 1. Positif temperature coefisient (p.t.c) 2. Negative temperature coefisient (n.t.c) R kecil (s ratusan ohm) R besar (s jutaan ohm)

-t
Simbol termistor

+t

Fauzan A Mahanani, S.Pd

Menentukan Kaki-kaki Potensiometer


Potensiometer memiliki 3 kaki pokok, dan biasanya ada yang ditambah 2 kaki. Untuk memudahkan dalam membedakan kaki-kaki tersebut ditandai dengan angka 1, 2, 3 atau a, b, c pada simbolnya.

Cara menentukan kaki nomor 1, 2 dan 3 adalah sebagai berikut:


Pegang atau tempatkan potensiometer sedemikian rupa sehingga terlihat bahwa kaki-kaki potensiometer berada di bagian atas dan as berada lebih jauh dari mata anda. Perhatikanlah bahwa kaki yang paling kiri adalah kaki a (1), kaki tengah adalah kaki b (2) dan kaki paling kanan adalah kaki c (3). Sesuaikan dengan simbolnya. Umumnya kaki a adalah ground, sedang kaki b dan c tinggal menyesuaikan.

Fauzan A Mahanani, S.Pd

Mengukur dan memeriksa Potensiometer


a. Pada pengukuran kaki a dengan kaki c, jarum bergerak menunjukkan nilai ohm sesuai yang tertulis pada badan potensiometer, berarti potensiometer benar nilai ohmnya. b. Pada pengukuran kaki a dengan kaki b sambil as potensiometer diputar, jarum bergerak sesuai dengan putaran asnya tanpa tersendat-sendat berarti potensiometer baik. c. Pada pengukuran seperti point b, jarum bergerak tersendat-sendat, berarti potensiometer kotor lapisan arangnya. d. Jika kita lakukan pengukuran ternyata jarum bergerak penuh (tidak menunjukkan nilai ohm sesuai yang tertulis pada badan potensiometer), berarti potensiometer short. e. Jika ternyata jarum tidak bergerak, berarti potensiometer putus/rusak.

Fauzan A Mahanani, S.Pd

C. Resistor yang bergantung pada Tegangan / VDR Tegangan naik Tegangan turun
Simbol VDR

R berkurang R membesar

Kerusakan yang sering terjadi pada resistor


1. Nilai ohm resistor berubah 2. Lapisan arang pada potensiometer atau trimer potensiometer aus/kotor. Cara mengatasinya adalah dengan menyemprotkan Contact Cleaner. atau dengan memindahklan jalur kontak peser potensiometer.

Fauzan A Mahanani, S.Pd

2. Kapasitor
Kapasitor sering disebut juga sebagai kondensator yang merupakan alat penyimpan muatan listrik. Kemampuan kapasitor dalam menyimpan muatan disebut kapasitansi (C). Dan memiliki satuan Farad (F)

Muatan kapasitor Reaktansi kapasitif

q = C. V
XC= 1

q = i dt
= 1

2Tf C

[C

(ohm)

Pada dasarnya kapasitor dibuat (dibentuk) dari 2 buah plat penghantar yang terisolator (terpisah) satu sama lain. Isolator atau pemisahnya disebut dielektrika. Dan berdasarkan macam-macam dielektrikanya, maka kapasitor dapat dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya: a. Kondensator keramik Sifat Kondensator b. Kondensator elektrolit 1. Sebagai coupling, menahan arus DC dan c. kondensator mika meneruskan arus AC. d. Kondensator mylar 2. Sebagai filter, menyimpan arus DC dan setelah e. Kondensator polyster penuh akan dikeluarkan. f. Kondensator udara
Fauzan A Mahanani, S.Pd

Kapasitor terbagi dalam dua kelompok :


1. Non-Polar Tidak mempunyai kutub, kapasitansinya dibawah 1 QF, terbuat dari kertas lilin, polythene, polyster dan lain-lain.

(a)

(b)

Simbol kapasitor non-elektrolit yang tetap (a) dan yang variabel (b)

Salah satu contoh kapasitor non-elektrolit adalah kapasitor keramik. Kapasitor ini memiliki kapasitansi di bawah 1 mikro farad. Dua kakinya tidak memiliki kutub positip dan negatip, sehingga pemasangannya tidak perlu khawatir untuk terbalik. Kapasitor ini biasanya digunakan pada rangkaian penguat frekuensi menengah.

Bentuk Fisik kondensator keramik

Fauzan A Mahanani, S.Pd

2. Polar

Mempunyai terminal positif dan negatif, kapasitansinya u 1 QF, terbuat dari aluminium, tantalum.

+ -

Simbol kapasitor elektrolit

Elektrolit Condensator (Elco) bahan dielektrikanya terbuat dari garam alumunium. Kondensator ini memiliki kapasitansi yang cukup besar, di atas 1 mikro farad. Elco memiliki 2 buah kaki yang berkutub positip dan negatip, sehingga pemasangannya tidak boleh terbalik. Elco biasanya digunakan pada rangkaian penguat frekuensi rendah, sebagai filter arus DC dalam catu daya. Pada badan elco tertulis nilai kapasitansi dan tanda kutub positip dan negatipnya.

Kerusakan yang sering terjadi:


1. Kondensator mika, keramik, kertas, dan variabel terhubung antar kakikakinya. Kondensator ini tidak dapat digunakan lagi, kecuali kondensator variabel logam. Bentuk fisik Elco 2. Elco sering kering, bocor atau meledak karena pemasangan polaritas yang keliru, atau melampaui batas tegangan kerja kondensator. 3. Kapasitas kondensator sering berubah dan kaki-kakinya sering putus.
Fauzan A Mahanani, S.Pd

Hubungan Seri pada Kapasitor C1 Hubungan Paralel pada Kapasitor C1 Ctot = C1 + C2 C2


1 Ctot

1 C1

1 C2

Guna Kondensator

C2

1. Bersama kumparan membangkitkan frekuensi tertentu. 2. Mengkopel (Coupling) rangkaian yang satu dengan rangkaian berikutnya. 3. Sebagai Feedback, mengembalikan hasil penguatan dari transistor supaya mendapatkan penguatan yang lebih besar (umpan balik). 4. Sebagai by pass (simpangan), menyimpangkan arus AC ke chasis/ ground untuk mendapatkan nada rendah (bass) pada penguat suara. 5. Sebagai filter, untuk menyaring arus AC yang masih masuk melalui dioda, agar dapat dikembalikan atau disearahkan lagi.
Fauzan A Mahanani, S.Pd

Mengisi dan Mengosongkan Kapasitor S S

C
Vs
VC Vs 0,63 Vs
t VC ! VS 1 - e RC

C i
VC Vs

VC ! VS .e
0,37 Vs

t RC

t (detik)

t (detik)

RC

(a)

RC

(b)

Rangkaian dan grafik pengisian (a) dan pengosongan (b)


Fauzan A Mahanani, S.Pd

Kapasitas Kondensator
Kapasitas kondensator diukur dalam satuan farad. Ukuran farad dalam praktek terlalu besar sehingga biasanya dinyatakan dalam ukuran yang lebih kecil, yaitu mikro farad (QF atau Mfd), piko farad (pF), nano farad (nF), dan kilo farad (kF) perhatikan persamaan di bawah ini: 1 farad = 1.000.000 Mfd 1 Mfd = 1.000.000 pF = 1.000 kF 1 kF = 1.000 pF = 1 nF 1 kpF = 1.000 pF = 0,001 QF = .001 QF 10 kpF = 10.000 pF = 0,01 QF =.01 QF 100 kpF = 100.000 pF =0,1 QF = .1 QF dan seterusnya.

Memeriksa Kapasitor Mika/Keramik


a. Hubungkan ohm meter dengan kondensator. b. Bila jarum bergerak, berarti kondensator baik. c. Bila jarum bergerak ke kanan, berarti kondensator terhubung antar kaki-kakinya. d. Bila jarum tidak bergerak, berarti kondensator putus/rusak.
Fauzan A Mahanani, S.Pd

Cara membaca nilai kapasitor: a. Kode Angka.


Tertulis 103, berarti nilai kapasitansinya = 10.000 pF = 10kF Tertulis 102, berarti nilai kapasitansinya = 1000 pF = 1 kF Jadi angka terakhir merupakan banyaknya nol.

b. Kode Warna
Hampir sama dengan pada resistor, bedanya warna pertama dan kedua merupakan bilangan, warna ketiga merupakan banyaknya nol, warna keempat merupakan toleransi, dan warna kelima merupakan tegangan kerja maksimal. Warna pertama adalah warna yang paling jauh dari kaki kondensator.
Warna
Hitam Coklat Merah Jingga Kuning Hijau Biru Ungu Abu-abu Putih

1
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Arti warna ke: 2 3* 4


0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 00 000 000 0 000 00 20% 10%

* : warna ke-3 merupakan banyaknya nol

5
100V 250V 400V 630V -

Contoh:
warna kondensator: Merah, Merah, Hijau, Putih, merah Jadi Kapasitansinya = 2 2 000 00 pF = 2,2 Mfd, toleransi 10% dan V max = 250 Volt

Fauzan A Mahanani, S.Pd

3. Transformator (Trafo)
A. Trafo Step Up yaitu: komponen elektronika yang berfungsi menaikkan tegangan listrik. Komponen ini terdiri dari 2 buah gulungan/kumparan, yaitu primer dan sekunder yang terbuat dari kawat nikelin (kawat berisolasi). Kumparan sekunder biasanya lebih banyak dibandingkan dengan kumparan primer. Tapi kumparan Primer biasanya lebih besar daripada kumparan sekunder. B. Trafo Step Down yaitu: komponen elektronika yang berfungsi untuk menurunkan tegangan listrik. Komponen ini terdiri dari 2 buah kumparan (primer dan sekunder) nikelin. Kumparan primer biasanya lebih banyak dan lebih kecil dibandingkan dengan kumparan sekunder. C. Trafo Adaptor Untuk membuat adaptor biasanya dapat kita gunakan trafo adaptor (Step Up maupun Step Down). Gulungan primer dihubungkan ke sumber tegangan (PLN), sedangkan gulungan sekunder akan menghasilkan tegangan DC yang besarnya tergantung dari jumlah gulungan atau lilitan pada sekundernya
Fauzan A Mahanani, S.Pd

D. Trafo Output (OT) komponen ini juga terbuat dari 2 buah kumparan, yaitu primer dan sekunder. Trafo OT biasanya digunakan pada rangkaian radio penerima bagian akhir. Fungsinya untuk menyesuaikan nilai impedansi yang diperlukan oleh loudspeaker dengan nilai impedansi yang dibutuhkan oleh trafo. E. Trafo Input (IT) Bentuk trafo IT sama dengan bentuk trafo OT. Pada rangkaian penguat push pull, IT digunakan untuk pembalik fasa, dengan demikian kedua transistor pada bagian penguat akhir bekerja saling bergantian, dengan keadaan fasa yang besarnya sama. F. Spoel Oscilator dan MF Bentuk fisiknya kecil, terdiri dari kumparan primer dan sekunder dengan dilengkapi batang ferit kecil yang dapat diputar. Batang ferit ini berguna untuk pengetriman. Spoel Oscilator digunakan pada rangkaian penerima radio transistor sebagai bagian dari pembangkit frekwensi tinggi. Trafo MF bentuknya menyerupai Spoel Oscilator. Bedanya terletak pada jumlah lilitan dan warna besi feritnya. MF warna kuning, putih & hijau, sedang Spoel Oscilator berwarna merah. MF disebut juga IF, digunakan pada radio penerima transistor.
Fauzan A Mahanani, S.Pd

Kerusakan Transformator
1. Putus gulungan primernya. 2. Putus gulungan sekundernya 3. Terhubung (menyambung) antar bagian primer dengan bagian sekunder. 4. Bagian primer atau bagian sekunder menyambung (berhubungan) dengan inti besinya. 5. Kerusakan material berupa putusnya cabang/tap tegangan.

Kegunaan Transformator
1. IT berguna untuk menyesuaikan impedansi masukan dan impedansi keluaran dari rangkaian modulator. Juga berfungsi membelah fasa sinyal AC dan mengeluarkan sinyal informasi (suara). 2. OT pada dasarnya memiliki kegunaan yang sama dengan IT, yaitu menyesuaikan impedansi masukan dengan impedansi keluaran pada rangkaian modulator. 3. Trafo adaptor berguna untuk menurunkan tegangan listrik dari tegangan jala-jala (PLN) menjadi tegangan 3 V, 12 V, 30 V atau lainnya tanpa adanya hubungan kawat.

Fauzan A Mahanani, S.Pd

Memeriksa Transformator
a. Sebelum memeriksa, lepaskan dahulu trafo dari tegangan sumber PLN. b. Periksa dahulu kumparan primernya (yang terhubung ke sumber PLN). Jika jarum bergerak ke kanan, berarti kumparan primernya masih baik. c. Periksa kumparan sekundernya. Jika jarum bergerak ke kanan, berarti masih baik. d. Periksa apakah terjadi hubung singkat antara bagian primer dan sekundernya. Bila trafo tersebut baik, maka jarum tidak akan bergerak/menyimpang ke kanan. e. Periksa apakah terjadi hubungan antara kumparan primer/sekunder dengan inti besinya. Bila trafo tersebut bagus , maka jarum tidak akan bergerak/menyimpang ke kanan. Trafo yang telah aus/terbakar isolasi kawat emailnya tidak baik digunakan. Walaupun jika diperiksa tidak terjadi kesalahan. Sebaiknya trafo seperti ini diganti dengan yang baik saja. Kejadian ini sering terjadi pada trafo adaptor dan trafo output/OT.

Fauzan A Mahanani, S.Pd

Relay Hal penting yang harus diperhatikan terhadap Relay adalah tentang posisi kaki-kakinya pada saat Relay bekerja maupun pada saat tidak bekerja. Contoh: Perhatikan gambar di samping ini!
= Posisi relai diberi arus listrik = Posisi relai tanpa diberi arus listrik Untuk mengoperasikan relai ke posisi diberi arus listrik, diperlukan sebuah saklar yang menghubungkan arus listrik dengan kaki relai AB 16 14 13 11 A 9 15 6 12 B 10 8 7 5

Bila Relay diberi arus listrik, maka: - kaki nomor 6 berhubungan dengan kaki nomor 13 - kaki nomor 9 berhubungan dengan kaki nomor 16 - kaki nomor 12 berhubungan dengan kaki nomor 7 12V - kaki nomor 15 berhubungan dengan kaki nomor 10 Bila Relay tidak diberi arus listrik, maka: - kaki nomor 6 berhubungan dengan kaki nomor 11 - kaki nomor 9 berhubungan dengan kaki nomor 14 - kaki nomor 12 berhubungan dengan kaki nomor 5 - kaki nomor 15 berhubungan dengan kaki nomor 8 Relay di atas memiliki 4 buah sakelar, dimana kaki nomor 6, nomor 9, nomor 12, dan nomor 15 sebagai induknya.
Fauzan A Mahanani, S.Pd

Memeriksa Relai
Memeriksa baik buruknya relai akan lebih cepat apabila sebelumnya kita telah mengetahui susunan kaki-kaki sakelarnya. Pemeriksaan relai dilakukan 2 kali, yaitu disaat relai tidak diberi arus listrik dan disaat reali dialiri arus listrik. Berikut ini contoh pemeriksaan relai merek Omron 12 Volt DC. 1. Taruh saklar pemilih pada posisi ohm x1. 2. Secara bergantian periksalah hubungan kaki-kaki: - nomor 9 dengan 14 dan 16 - nomor 15 dengan 8 dan 10 - nomor 6 dengan 11 dan 13 - nomor 12 dengan 5 dan 7 - nomor A dengan B 3. Perhatikan hasil pemeriksaan di atas! A. Tanpa diberi arus, harus saling berhubungan antara kaki-kaki nomor: - 9 dengan 14, 15 dengan 8, 6 dengan 11, 12 dengan 5. B. Jika diberi arus, harus saling berhubungan antara kaki-kaki nomor: - 9 dengan 16, 15 dengan 10, 6 dengan 13, 12 dengan 7. C. Kaki A dan B harus berhubungan baik pada saat diberi arus maupun tidak.

Fauzan A Mahanani, S.Pd

Relay adalah salah satu komponen yang termasuk dalam saklar. Hanya bedanya, relay ini bekerja secara otomatis, yaitu memanfaatkan azas kemagnitan yang terkena aliran listrik. Biasanya relay dibungkus dengan sebuah muka berbentuk kubus yang tembus pandang. Dan pada umumnya relay banyak dipakai dalam rangkaian untuk menjalankan motor, untuk TX 80 meter band dan rangkaian lainnya.

Kristal (X-tal) Kristal atau biasa ditulis X-tal, adalah suatu komponen yang bentuknya pipih dan mempunyai dua buah kakipenghubung. Fungsinya untuk membangkitkan frekwensi dengan bilangan yang stabil (tetap). Kristal ini banyak digunakan pada peralatan elektronika, seperti: radio pemancar, tranciver, walky talky, radio citizen band, 80 meter band, dan radio 2 band. Kristal yang sering kita jumpai di pasaran memiliki frekwensi berkisar sebesar 27, 125 MHz.

Fauzan A Mahanani, S.Pd

1. Dioda
Anoda Katoda

Simbol untuk dioda

Karakteristik Operasi Dioda


1. Tegangan maksimum terbalik / bias mundur (VRRM) Yaitu jika ia dibias secara terbalik, maka hanya ada sedikit kebocoran arus yang dapat mengalir (beberapa nano untuk silikon dan sampai 50 QA untuk germanium) Bila tekanan terlampau besar, ia akan berhenti bekerja. 2. Tegangan tetap minimum dalam arah biasa / bias maju (VF) Untuk silikon VF } 0,7 Volt dan untuk germanium VF } 0,3 Volt

Fauzan A Mahanani, S.Pd

Dioda dibedakan menjadi beberapa jenis dengan karakternya, yaitu: a. Germanium - bentuk fisiknya kecil - digunakan untuk rangkaian elektronika yang power outputnya besar. - tahan terhadap tegangan tinggi yang maksimum 500 volt. - tahan terhadap arus besar maksimum 10 ampere - tegangan hilang sekitar 0,7 volt saja b. Silikon - bentuk fisiknya kecil - sering digunakan pada adaptor sebagai perata arus atau sebagai saklar elektronik - tahan terhadap arus besar sekitar maksimum 150 ampere - tahan terhadap tegangan tinggi maksimum 1000 volt c. Selenium - bentuk fisiknya besar - digunakan sebagai penyearah arus pada sepeda motor yang menggunakan accu - tegangan hilang 1 volt - hanya tahan terhadap tegangan menengah maksimum 30 V, dan arus maksimum 0,5 ampere
Fauzan A Mahanani, S.Pd

d. Zener Dioda ini mempunyai karakteristik normal, yaitu dilalui oleh arus seperti dioda biasa bila dibias maju. Bila dibias mundur / terbalik akan bekerja dengan cara yang sama , tetapi turun secara drastis (jatuh dengan mendadak) pada saat tegangan zener tercapai. Karakteristik lainnya adalah: - Bentuk fisiknya kecil - sering digunakan pada rangkaian catu daya, stabilisator tegangan dan sebagainya. - tahan terhadap tegangan maksimum 0,7 sampai 11 volt - hanya tahan terhadap arus yang kecil, maksimum 1 mA sampai 50 mA. - tegangan yang hilang pada suatu penghantar hampir tidak ada.
Anoda Katoda

Simbol untuk dioda

Ukuran dioda zener

3,3; 4,7; 5,1; 6,2; 6,8; 9,1; 10; 11; 12; 13; 15 sampai 200 Volt

Fauzan A Mahanani, S.Pd

e. LED (Light Emitting Diode) - bentuknya beraneka ragam, dari kecil sampai besar - hanya tahan terhadap tegangan panjar maju 1,5V sampai 2 Volt

Simbol untuk LED

Kerusakan umum yang sering terjadi pada dioda ialah:


1. Putus antara anoda dan katodanya. 2. Terhubung antara kaki anoda dan katodanya 3. Bocor antara anoda dan katodanya.

Fauzan A Mahanani, S.Pd

2. Transistor
Kolektor Basis Emitor Basis Emitor Kolektor

(a)

(b)

Simbol untuk transistor (a) NPN (b) PNP

Karakterisitk operasi Transistor VCBO = Tegangan basis kolektor maksimum VEBO = Tegangan emitor basis maksimum VCEO VCEO = Tegangan kolektor emitor maksimum

VCBO VEBO

Fauzan A Mahanani, S.Pd

Transistor sebagai saklar


VCC IB RB RL

Jika IB = 0 maka IC menjadi arus bocoran yang rendah, oleh karena itu : VCE } VCC Jika IB kecil maka IC = hFE IB dan tegangan yang melalui RL : VR = IC RL dan

Output VCE

VCE = VCC - IC RL Jika IB naik / membesar maka IC naik hingga mencapai ICRL } VCC , yaitu ketika IC tidak dapat naik lagi, meski IB tetap naik. Pada titik ini transistor disebut berkeadaan jenuh (saturasi) dan tegangan VCE } 0,2 Volt.

Fauzan A Mahanani, S.Pd

Transistor Medan Listrik / Field Effect Transistor (FET)


FET bekerja / tergantung pada medan listrik yang dihasilkan lewat aplikasi suatu tegangan input ke terminal gerbang. Medan ini akan mengontrol lebar saluran tempat terjadinya konduksi antara jalur pembuangan dan sumber. Tipe-tipe FET : 1. FET sambungan (junction FET = JFET ) 2. FET logam-oksida-semikonduktor (MOSFET) 3. FET daya seperti misalnya VMOS
D G S G S D B G S D B G S D

(a)

(b)

(c)

(d)

Simbol JFET (a); MOSFET pengurangan (b); MOSFET pertambahan (c); VMOS (d)
Fauzan A Mahanani, S.Pd

FET sebagai saklar

D Vs 0V S S D G G Vout

Vs

+1 V -10 V

Vout

Rangkaian FET sebagai saklar


Fauzan A Mahanani, S.Pd

Guna Transistor
1. Sebagai penyearah 2. Sebagai pemantap tegangan (voltage stabilizer) 3. Sebagai Osilator 4. Sebagai penguat depan (pre Amplifier) 5. Sebagai penyangga (buffer) 6. Sebagai penggerak (driver) 7. Sebagai penguat daya (power amplifier) 8. dsb

Kerusakan Transistor
1. Bocor antara elektroda-elektrodanya. 2. Terhubung (menyambung) antar elektroda-elektrodanya. 3. Putus antara elektroda-elektrodanya. 4. Kerusakan material berupa putusnya elektroda emitor, basis atau kolektornya.

Fauzan A Mahanani, S.Pd

Thyristor dan Triac


Tiristor (penyearah terkendali silikon / SCR) dan Triac adalah piranti semikonduktor yang banyak dipakai dalam rangkaian pengendalian daya. Peredup lampu Pengendali kecepatan motor Pengendali suhu
Anoda Katoda Gate

(a)
Simbol tiristor (a) dan Triac (b)

(b)

Tiristor akan bekerja apabila suatu arus tertentu melewati gerbang (G). Begitu berada pada keadaan bekerja sendiri/terkancing, arus gerbang dapat dihentikan/disingkirkan.

Fauzan A Mahanani, S.Pd

Mengukur DC Volt
+
; D C V DC Amp A C V +

a. Perkirakan seberapa besar DC volt yang akan anda ukur. Misalnya jika 10 volt, maka pemilih saklar harus menunjuk angka lebih besar (50 VDC). b. Tempelkan pencolok merah pada kutub positip, dan pencolok hitam pada kutub negatip. c. Perhatikan pada angka berapa jarum berhenti, itulah besarnya tegangan yang terukur.

Mengukur Ampere meter DC


a. Terlebih dulu perkirakan seberapa besar ampere yang diukur, baru kemudian saklar pemilih di posisikan pada angka yang lebih besar. b. Tempelkan pencolok merah pada kutub positip lampu, dan pencolok hitam tempelkan pada kutub negatip baterai. c. selanjutnya amatilah jarum yang bergerak di papan skala, anda akan mengetahui seberapa besar arus yang ada.
Fauzan A Mahanani, S.Pd +
; D C V DC Amp A C V +

Menguji Resistor (R) a. Tempatkan saklar pemilih pada posisi (range) ohm meter. b. Tempelkan masing-masing pencolok pada kaki resistor. Saat pengukuran jangan sampai kedua tangan menyentuh kaki resistor (boleh menyentuh salah satu saja). c. Perhatikan jarum pada papan skala. Jika bergerak berarti resistor baik, jika diam berarti resistor putus. Menguji Kondensator Elco a. Tempatkan saklar pemilih pada posisi (range) ohm meter. b. Tempelkan pencolok warna merah pada kaki positip Elco, dan warna hitam pada kaki negatip Elco. c. Jika jarum bergerak ke kanan, kemudian kembali ke kiri berarti elco baik. d. Jika jarum bergerak ke kanan kemudian kembali ke kiri namun tidak penuh, berarti kondensator elco agak rusak. e. Jika jarum bergerak ke kanan kemudian tidak kembali ke kiri (berhenti), maka kondensator bocor. f. Jika jarum tidak bergerak sama sekali, berarti kondensator elco putus.

; D C V DC Amp A C V +

; D C V DC Amp A C V +

Fauzan A Mahanani, S.Pd

Menguji Dioda
a. Tempatkan saklar pemilih pada posisi (range) ohm meter. b. Tempelkan pencolok merah (+) pada kutub katoda, dan pencolok hitam (-) pada kutub anoda. c. Jika jarum bergerak berarti dioda bagus dan jika jarum diam maka dioda putus. d. Lalu balikkan, pencolok (+) mendapat Anoda dan pencolok (-) mendapat katoda. e. Jika jarum diam, berarti dioda baik dan jika jarum bergerak berarti dioda rusak.
; D C V DC Amp A C V +

Dioda mendapat tegangan maju

; D C V DC Amp A C V +

Dioda mendapat tegangan balik

Fauzan A Mahanani, S.Pd

Menguji transistor PNP


a. Pastikan kaki kolektor, emitor dan basisnya (anda harus mengetahui secara pasti). b. Tempatkan saklar pemilih pada posisi (range) ohm meter. c. Pencolok merah (+) ditempatkan pada kaki Basis (B), dan pencolok hitam (-) ditempelkan pada kaki Emittor (E). Jika jarum bergerak maka pindahkan pencolok hitam pada Kolektor (C). Jika pada pengukuran pertama dan kedua jarum bergerak, berarti transistor dalam keadaan baik, sedangkan jika pada salah satu atau kedua pengukuran jarum tidak bergerak, berarti transistor rusak.

; D C V A + C V

DC Amp

Menguji transistor NPN


a. Pastikan kaki kolektor, emitor dan basisnya (anda harus mengetahui secara pasti). b. Tempatkan saklar pemilih pada posisi (range) ohm meter. c. Pencolok merah (+) ditempatkan pada kaki C, dan pencolok hitam (-) ditempatkan pada kaki B. Jika jarum bergerak berarti antara C dan B baik. Kemudian pindahkan pencolok hitam pada kaki E, jika jarum bergerak berarti antara E dan B baik. d. Jika dari salah satu atau kedua pengukuran tersebut jarum tidak bergerak berarti transistor putus.

; D C V A + C DC AmpV

Fauzan A Mahanani, S.Pd

Pengolahan Sinyal
Beberapa bentuk gelombang yang sering digunakan :

(a)

(b)

(c)

(d)

(e)

Bentuk gelombang (a) Sinusoidal; (b) pulsa; (c) segitiga; (d) gigi gergaji; (d) siku-siku

Fauzan A Mahanani, S.Pd

Generasi bentuk gelombang 1. Gelombang sinusoidal 2. Gelombang siku-siku / kotak Biasanya dihasilkan oleh rangkaian LC atau RC yang disambungkan ke sebuah penguat (Osilator) Dihasilkan oleh osilator multivibrator yang memakai prinsip rileksasi pengisian dan pengosongan rangkaian RC. Biasanya dihasilkan dari gelombang siku-siku atau sinusoidal.

3. Gelombang lainnya

Jaringan Diferensiasi dan Integrasi


Diferensiasi Ukuran kecepatan perubahan bentuk gelombang yang di berikan Ukuran luas daerah di bawah gelombang yang diberikan

Integrasi

Fauzan A Mahanani, S.Pd

C
Gelombang input Gelombang input

Output

Output

(a)
Rangkaian (a) diferensiasi; (b) integrasi

(b)

Fauzan A Mahanani, S.Pd

Penguat / Amplifier
Penguat dibagi dalam beberapa kelas : 1. Kelas A 2. Kelas AB 3. Kelas B 4. Kelas C Arus mengalir dalam beban selama seluruh periode siklus sinyal input. Arus mengalir dalam beban selama lebih dari setengah siklus, tetapi kurang dari siklus sinyal input yang penuh. Arus mengalir dalam beban selama setengah siklus sinyal input Arus mengalir dalam beban selama kurang dari setengah siklus sinyal input

Penguatan tegangan yang teratur dan tidak teratur serta amplifier a.f (frekuensi audio) berdaya rendah biasanya bekerja dalam kelas A, sedangkan penguat berdaya a.f bekerja dalam kelas B. Amplifier r.f (radio frequency / frekuensi radio) dan osilator biasanya beroperasi dalam kelas C.

Fauzan A Mahanani, S.Pd

Penyesuaian sinyal / pencocokan impedansi


Dapat terjadi bahwa sistem penguat yang ada tidak dapat bekerja sesuai dengan fungsinya, hal ini terjadi karena adanya impedansi dari sumber dan penguat itu sendiri. Masalah-masalah itu dapat diatasi dengan penyesuaian sinyal (signal conditioning) : 1. Mencocokkan sumber berimpedansi tinggi dan bertegangan tingkat rendah ke pre-amplifier; 2. Mencocokkan beban berimpedansi rendah, misalnya loudspeaker atau relay, ke sebuah penguat untuk menghasilkan daya maksimum dalam beban.

Konfigurasi dasar penguat


Konfigurasi dasar penguat dibagi dalam tiga, yaitu : 1. Basis biasa (Common Basis) 2. Emitter biasa (Common Emitor) 3. Kolektor biasa (Common Colektor)

Fauzan A Mahanani, S.Pd

1. Basis biasa Arus yang dapat dicapai, hFB } 0,99 Tegangan yang dapat dicapai = 50 Impedansi input, Zin = 50 ohm Impedansi output, Zout = 250 Kohm Daya yang dapat dicapai } 50
VCC R1 RL

Sinyal input

CC

Output

R2

CB

Rangkaian Basis biasa


Fauzan A Mahanani, S.Pd

2. Emitter biasa Arus yang dapat dicapai, hFE } 200 Tegangan yang dapat dicapai = 50 Impedansi input, Zin = 1 Kohm Impedansi output, Zout = 50 Kohm Daya yang dapat dicapai } 2500
VCC R1 RL

Output Sinyal input


CC R2 RE CE

Rangkaian Emitter biasa


Fauzan A Mahanani, S.Pd

3. Kolektor biasa Arus yang dapat dicapai, hFE } 200 Tegangan yang dapat dicapai = 1 Impedansi input, Zin = 100 Kohm Impedansi output, Zout = 1 Kohm Daya yang dapat dicapai } 50
VCC R1

Sinyal input

CC R2

Output
RL

Rangkaian Kolektor biasa


Fauzan A Mahanani, S.Pd

Pasangan Darlington
Penguat ini menghasilkan impedansi input yang tinggi (biasanya 1 Mohm) dan mengha silkan pencapaian arus yang sangat tinggi (biasanya beberapa ribu). Arus yang dicapai kira-kira sama dengan hFE1 x hFE2 .
VCC RB RL

Sinyal input

Output

Rangkaian Kolektor biasa


Fauzan A Mahanani, S.Pd

Umpan Balik dalam Penguat


Ada dua jenis umpan balik : 1. Umpan Baik positif 2. Umpan Baik nagatif Sejalan dengan sinyal yang asli, digunakan untuk memproduksi osilator. Berlawanan dengan sinyal yang asli, yang biasanya mengurangi hasil yang dicapai, tetapi memperbaiki kestabilan hasil yang dicapai.

Kemampuan penguatan putaran terbuka :

A= A=

Vout Vin Vout Vin

Kemampuan penguatan putaran tertutup (dengan umpan balik) :

A = A + FA

Fauzan A Mahanani, S.Pd

Karakteristik umpan balik Umpan balik negatif


Ac = A A + FA Ac =

Umpan balik positif


A A - FA 1 w

Jika AF >> 1 maka Ac $ 1/ AF Efek utama : Penguatan dikurangi dan dimantapkan. Tanggapan frekuensi ditingkatkan dengan lebar jalur lebih besar. Desah dan cacat (yang dibangkitkan internal) dikurangi. Metode penerapan umpan balik dapat memodifikasi impedansi masukan dan keluaran.

Jika AF maka Ac Efek utama :

Penguatan ditingkatkan dengan pengurangan kemantapan. Jika AF 1 mungkin ada osilasi yang terjadi pada satu frekuensi tertentu.

Fauzan A Mahanani, S.Pd

VCC R1 R3 C2 R6 R8 C4

P
R10

Output

Sinyal input

C1 R2 C3 R4 R7 R9 C5

Q
R5

Rangkaian Penguat dengan umpan balik negatif

Fauzan A Mahanani, S.Pd

Penguat Daya

Zout
Penguat daya

Zbeban M
Beban (motor,speaker,dsb)

Daya maksimum ditransfer dari sebuah sumber ke beban ketika

Zout = Zbeban
Derajat pencocokan impedansi dapat dilakukan dengan memakai transformator. Perbandingan transformasi n diperoleh dari :

n=

Zout / Zbeban

Fauzan A Mahanani, S.Pd

VCC R1 Beban 8 ohm

Sinyal input

CC R2 RE

Penguat daya dengan pencocokan transformator

Kalau dibutuhkan daya dalam jumlah lebih banyak dapat digunakan amplifier daya dorong tarik kelas B (push pull).

Fauzan A Mahanani, S.Pd

VCC R1 R1 C2

Sinyal input

C1 R2 R4

Penguat daya dengan dorong tarik kelas B

Fauzan A Mahanani, S.Pd