Anda di halaman 1dari 69

Transaksi Money Market

Pendahuluan
Tujuan pembelajaran yang akan dicapai dimana Peserta ajar dapat mengetahui tentang : Tujuan aktivitas transaksi money market Pengertian secara umum aktivitas money market Karateristik aktivitas money market Instrumen dan risiko-risiko yang terkait Peranan Bank Indonesia dalam aktivitas money market

Pendahuluan
Cakupan Bahasan - Terminologi - Unsur-unsur money market - Pengertian umum money market - Mekanisme Transaksi - Strategi Transaksi - Transaksi dengan Bank Indonesia

Pengertian Umum Definisi


 Money market.
- Adalah suatu tempat (abstrak) dimana pemilik dana (lender) dan peminjam dana (borrower) bertemu/berhubungan melalui sarana komunikasi baik secara langsung maupun melalui perantara (broker atau pialang pasar uang) untuk melakukan transaksi placement-borrowing. - Atas transaksi tersebut lender memperoleh pendapatan dari pihak borrower berupa bunga. - Transaksi Money Market dapat berupa placement-borrowing call money secara langsung maupun melalui jual beli debt instrument jangka pendek kurang dari 1 (satu) tahun.

Pengertian Umum Definisi


 Transaksi Money Market.
- Adalah suatu transaksi placement-borrowing antara pihak yang membutuhkan dana dan pihak yang memiliki dana dengan persyaratan yang ditetapkan pada saat transaksi dilakukan (deal date). - Transaksi Money Market harus memenuhi persyaratan/unsurunsur sebagai berikut :
    Nama Counterpart Jumlah dana dan jenis mata uang yang ditransaksikan. Suku bunga. Jangka Waktu yakni periode antara tanggal penyerahan (value date) sampai dengan tanggal pengembalian (maturity date).  Instruksi pembayaran/penyerahan.

Unsur Pasar Uang


 Unsur pasar uang. Tempat p abstrak Peserta pasar Dana (mata uang) atau instrumen yang ditransaksikan Harga p Tingkat bunga Jangka Waktu p dibawah satu tahun

Unsur Pasar Uang Tempat


1. Tempat
Transaksi money market dilaksanakan secara over the counter (otc) melalui dealing room suatu bank dengan sarana komunikasi a.l. :  Reuters Monitor Dealing System (RMDS)  Telepon - facsimile  Telex  LHBU

Unsur Pasar Uang Peserta Pasar

2. Peserta Pasar
 Peserta Langsung Adalah para pelaku pasar yang secara langsung melakukan transaksi satu sama lain dengan penyelesaian transaksi melalui sistim kliring, yakni : - Bank Sentral (BI) - Bank Komersiil

Unsur Pasar Uang Peserta Pasar


 Peserta Tidak Langsung Adalah pemilik dana dalam jumlah besar yang karena tindakannya dapat mempengaruhi aktivitas pasar uang antar bank, yakni : - Individual - Perusahaan - Lembaga Pemerintah / Swasta - Lembaga Keuangan Bukan Bank
- Pialang (Broker)

Unsur Pasar Uang Mata Uang


3. Dana (Mata Uang) Yang Ditransaksikan
 Dapat berupa berbagai mata uang dunia yang ditransaksikan oleh lender dan borrower.  Umumnya bank yang mempunyai nostro account atas mata uang tersebut di bank korespondent.  Mata uang tersebut antara lain : IDR, USD, JPY, EUR, GBP, DLL.  Nostro account adalah : rekening valuta asing yang di buka di bank korespondent  Vostro account adalah : rekening valuta asing bank koresponden yang dibuka di BNI

Unsur Pasar Uang

4. Harga
Adalah tingkat bunga yang disepakati oleh kedua beleh pihak untuk periode tertentu yang dinyatakan dalam persen secara tahunan ( % p.a ) Quotation BID RATE OFFER RATE

Harga yang ditawarkan oleh Borrower Harga yang diminta oleh Lender

quoting + -

bid

spread

offer

asking

Unsur Pasar Uang Jangka Waktu

5. Jangka Waktu
Adalah periode pinjaman yang dihitung sejak tanggal penyerahan dana sampai dengan tanggal jatuh temponya. Misalnya : O/N Overnight (sehari) 1 WK 1 Minggu 1 MO 1 Bulan 1 YR 1 Tahun

Pengertian Umum Definisi


 Jenis transaksi Money Market - Transaksi Money Market Rupiah - Transaksi Money Market Valuta Asing.  Tanggal Transaksi, Tanggal Penyerahan dan Tanggal Jatuh Tempo - Value Today/TOD (same day/cash settlement) Adalah penyerahan dana pada hari yang sama dengan tanggal transaksi. - Value Tomorrow/TOM Adalah penyerahan dana satu hari kerja setelah tanggal transaksi.

Pendahuluan
Tujuan Transaksi Money Market
1. Banking Pengelolaan likiditas yang optimal. Excess: Mengoptimalkan kelebihan dana bank dengan return bunga yang maksimal dan tetap memperhatikan resiko yang ada. Shortage: Menutupi kekurangan likiditas bank dengan biaya bunga yang paling minimal. 2. Trading Memperoleh pendapatan dari net interest income dalam aktivitas trading. Net interest income adalah selisih antara pendapatan bunga dan dan biaya bunga yang bernilai positif

Terminologi
Contract Date atau Negotiation Date atau Trade Date Adalah tanggal saat transaksi money market dilaksanakan. Value Date atau Settlement Date/Delivery Date Adalah tanggal dimana penyerahan dana dilaksanakan. Value Today Adalah transaksi yang penyerahannya sama dengan tanggal transaksi (same day/cash settlement). Value Tom Adalah transaksi dengan penyerahan pada hari kerja berikutnya (satu hari kerja setelah tanggal transaksi). Value Spot Transaksi valuta Spot adalah transaksi dengan penyerahan dua hari kerja berikutnya setelah tanggal transaksi. Maturity Date Adalah tanggal jatuh tempo suatu transaksi atau berakhirnya kontrak.

Terminologi
Tenor atau Jangka Waktu Adalah jangka waktu lamanya suatu dana yang dipinjam atau dipinjamkan dalam transaksi money market (mulai val date s/d mat date). Lending/Placement Adalah penempatan sejumlah dana untuk jangka waktu tertentu dimana lender menerima kompensasi berupa pendapatan bunga dari borrower. Borrowing Adalah peminjaman sejumlah dana untuk jangka waktu tertentu dimana borrower harus membayar biaya bunga kepada lender. Deal Done Adalah terjadinya kontrak transaksi. Spread Adalah selisih harga antara sisi bid dan sisi offer yang diberikan oleh quoting bank.

Terminologi
Counterpart Pihak-pihak yang eligible untuk melakukan transaksi Gaps Adalah perbedaan tenor antara tenor lending dan tenor borrowing. Overborrowed (Long). Adalah kelebihan meminjam. Overlent (Short) Adalah kelebihan menempatkan/memberi pinjaman. Broker Suatu pihak atau perantara yang mempertemukan permintaan dan penawaran pasar antara peserta pasar tersebut. Dalam hal ini broker bertindak atas nama prinsipalnya, jadi tidak melakukan transaksi pinjam atau meminjamkan dana atas account mereka sendiri. Money market Line Maksimal plafon/limit penempatan dana Bank pada bank conterparty yang dilihat dari tingkat resiko bank yang bersangkutan. Money market line bersifat uncomitted

Terminologi
Discount Rate Adalah tingkat bunga yang pembayarannya dilaksanakaan dimuka atau pada tanggal valuta Promissory Note Adalah surat sanggup bayar yang diterbitkan oleh borrower, dimana borrower menyatakan kesanggupan membayar kewajiban-kewajibannya kepada pihak lender. Cash Flow Adalah catatan mengenai jumlah tagihan yang akan masuk/diterima (inflow) dan kewajiban yang akan dibayar (outflow) pada saat tertentu. SBI Surat hutang jangka pendek yang diterbitkan oleh Bank Indonesia dalam rangka pelaksanaan kebijakan pengendalian moneter. Lelang SBI Adalah penjualan SBI yang dilakukan oleh Bank Indonesia yang didasarkan atas kuantitas dan suku bunga tertentu yang ditargetkan.

Terminologi
Stop Out Rate (SOR) Adalah tingkat diskonto yang dihasilkan dari lelang dalam rangka mencapai target jumlah SBI yang akan dijual oleh Bank Indonesia. Pasar Perdana (Primary Market) SBI Adalah kegiatan perdagangan SBI yang pertama kali diterbitkan oleh Bank Indonesia. Pasar Sekunder (Secondary Market) SBI Adalah kegiatan perdagangan SBI di luar pasar perdana. BI-SSSS (Bank Indonesia Scriptless Securities Settlement System) Adalah sarana transaksi dengan Bank Indonesia termasuk penatausahaannya dan penatausahaan Surat Berharga secara elektronik dan terhubung langsung antara Peserta, penyelenggara dan Sistem BI-RTGS.

Terminologi
Broker atau Pialang Perusahaan yang mempunyai izin usaha sebagai perantara transaksi di pasar uang dengan cara mempertemukan pihak yang kekurangan dana dengan yang kelebihan dana (money market), dan berhak mendapatkan fee/komisi atas jasa yang dilakukannya. Giro Wajib Minimum (GWM) Adalah simpanan minimum yang harus dipelihara oleh bank umum baik dalam Rupiah maupun valuta asing. Saldo Giro Negatif (overdraft) Adalah saldo giro rekening Rupiah Bank Umum pada kantor Bank Indonesia yang menunjukkan angka negatif. Jakarta Inter Bank Offered Rate (JIBOR) Adalah suku bunga antar bank untuk berbagai jangka waktu yang ditawarkan oleh bank-bank tertentu di Jakarta.

Terminologi
Pasar Uang Antar Bank Adalah kegiatan placement-borrowing antara 1 (satu) Bank dengan Bank lainnya. Suku Bunga PUAB Adalah suku bunga yang terjadi di PUAB pada 1 (satu) hari kerja sebelum hari penarikan kredit atau transaksi penjualan SBI secara Repo atau Outright, yang tercatat pada Pusat Informasi Pasar Uang. Transaksi Outright Adalah transaksi jual beli SBI atas dasar sisa jangka waktu SBI yang bersangkutan (tidak ada kewajiban bagi penjual untuk membeli kembali sebelum jatuh waktu). Transaksi Repo Adalah transaksi jual beli SBI yang belum jatuh tempo dengan perjanjian bahwa penjual wajib membeli kembali SBI yang bersangkutan sesuai dengan jangka waktu yang telah diperjanjikan.

Pengertian Umum Instrumen


 Instrumen dalam transaksi Money Market
- Money Market Rupiah
      Call Money Sertifikat Bank Indonesia (SBI) Auction atau Outright Reverse Repo Term Deposit Depo dan Lending Facility (Fasilitas Bank Indonesia) Repo ke Bank Indonesia

- Money Market Valuta Asing


 Call money  Treasury Bills  Short Term Debt Instrument lainnya.

Pengertian Umum :

 Peserta Money Market/Pasar Uang


Bank Komersial Bank Sentral Lembaga Keuangan Bukan Bank Perusahaan atau individual Pemilik dana dalam jumlah besar

 Fungsi dan aktivitas Money Market bagi peserta/ participants


Bank Sentral Bank Sentral melakukan transaksi money market tidak untuk mencari keuntungan (non profit oriented) melainkan tujuan utamanya adalah untuk menjaga stabilitas nilai rupiah dengan cara menjaga pergerakan tingkat suku bunga pasar dan menjaga jumlah uang beredar. Jadi bagi Bank Sentral, menggunakan transaksi money market sebagai alat untuk melakukan kebijakan moneter

Pengertian Umum Peserta


Bank Komersial Bank komersial yang dapat melakukan transaksi Money Market adalah bank devisa dan non devisa dengan tujuan :  Untuk memelihara giro wajib minimum (GWM) dan untuk pengaturan kebutuhan likiditas secara harian.  Sarana untuk memanfaatkan excess fund agar dapat memperoleh return yang terbaik dan dalam hal kekurangan dana dipergunakan untuk mencukupinya dengan biaya sekecil mungkin.  Untuk memperoleh keuntungan melalui trading baik arbitrage maupun gapping.

Pengertian Umum Definisi


Lembaga Keuangan Bukan Bank Pada dasarnya perusahaan finance bertindak hampir sama dengan bank-bank komersial terutama bila dilihat bahwa perusahaan finance tersebut selain untuk memelihara likuiditas juga berusaha menginvestasikan dana pada tingkat return yang tinggi. Perusahaan atau pemilik dana dalam jumlah besar Umumnya perusahaan maupun individual ini melakukan transaksi money market dengan tujuan untuk memperoleh pendapatan yang maksimal atas dana yang dimiliki. Para pemilik dana ini sering melakukan pengalihan atas penempatan dananya dari satu jenis produk money market ke jenis yang lain maupun dari satu mata uang ke mata uang yang lain. Tindakan tersebut secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap pasar terutama bila menyangkut jumlah uang yang besar.

Pengertian Umum Keuntungan/Kerugian


 Keuntungan/kerugian dalam transaksi trading Money Market
- Interest Rate gain, yaitu keuntungan yang diperoleh dari selisih rate penempatan dan rate pinjaman. - Interest Rate loss, yaitu kerugian yang ditimbulkan dari selisih rate penempatan dan rate pinjaman.

Pengertian Umum Arbitrage dan Gapping

Arbitrage dan Gapping  Arbitrage Adalah strategi trading dengan melakukan placement dan borrowing dengan jumlah dan jangka waktu yang sama.  Gapping / Mismatch Adalah strategi trading dengan placement dan borrowing dengan adanya pembedaan jangka waktu antara jangka waktu placement dan dan jangka waktu borrowing. Strategi Gapping Bila interest rate cenderung akan NAIK :  Borrow dengan jangka waktu panjang (LONG TERM)  Lend dengan jangka waktu pendek (SHORT TERM) Bila interest rate cenderung akan TURUN :  Borrow dengan jangka waktu pendek (SHORT TERM)  Lend dengan jangka waktu panjang (LONG TERM)

Pengertian Umum RisikoRisiko-risiko Terkait


Risiko-risiko yang terkait dalam transaksi money market

Credit Risk Risiko yang terkait dengan repayment atas dana yang ditransaksikan

Liquidity Risk Risiko yang terkait dengan ekses likiditas sehubungan dengan transaksi yang dilaksankan

Market Risk Risiko yang berhubungan dengan volatilitas harga di pasar (interest/exchange rate)

Operational Risk Risiko yang terkait dengan kegiatan operasional dalam aktivitas transaksi (settlement, IT support, legal dll)

County Risk Risiko yang timbul karena perubahan kondisi suatu negara (politik, stabilitas ekonomi dll)

Settlement (Penyelesaian) Pengertian


 Adalah tata cara penyerahan dan pengembalian dana yang ditransaksikan :
- Mata Uang Rupiah (IDR) - Mata Uang non Rupiah (Valas)

Settlement (Penyelesaian) Mata Uang Rupiah


Mata Uang Rupiah (IDR)
 Lender
Melakukan pengiriman dana kepada borrower melalui real time gross settlement system (BI-RTGS), dimana cut of time nya pukul 18.00 WIB. Sistem ini berlaku sejak thn 2001 dan merupakan perkembangan dalam sistem pembayaran non-tunai di indonesia. Seluruh bank di indonesia diwajibkan menjadi peserta dalam RTGS.

 Borrower
Menyerahkan promes (promissory notes) atau surat sanggup kepada lender.

Settlement (Penyelesaian) Mata Uang non Rupiah


Mata uang non rupiah (valas)
 Penyerahan dana valas dilakukan dengan cara mengkredit rekening borrower pada agent banknya di luar negeri. Pembayaran dana valas ini biasanya dilakukan melalui SWIFT atau telex.
SWIFT : Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunications. SWIFT memiliki fasilitas : Telekomunikasi keuangan dan Pembakuan format pesan

 Dalam money market valas tidak diperlukan adanya promissory note seperti dalam mata uang rupiah.  Keabsahan transaksi money market valuta asing adalah atas dasar deal conversation antar dealer dan konfirmasi tertulis yang dibuat oleh kedua belah pihak melalui back office settlementnya.

Settlement (Penyelesaian) Perhitungan Bunga


 Perhitungan bunga

Simple Interest
I = P x r x ( t / 360 )

I = Interest Amount P = Principal r = Rate (Interest Rate) t = Tenor (Jangka Waktu)

Case Study

Call Money Antar Bank Rupiah


Hari Senin 09 Juli 2010 Bank Mandiri mengetahui bahwa pada esok hari Bank Mandiri memerlukan Rupiah untuk covering dana penarikan nasabah , sehingga posisinya Short IDR 20 bio pada hari yang bersangkutan. Untuk menutupi kekurangan tersebut Bank Mandiri akan melakukan borrowing ke Bank BNI sebesar IDR 20 bio valuta Tom dengan jangka waktu O/N (overnight). Rate yang disepakati kedua bank adalah 7.50% pa. Berapa jumlah IDR yang harus dibayarkan oleh Bank Mandiri kepada Bank BNI pada hari Rabu 11 Juli 2010 atau pada saat maturity?

Simple Interest
I = P x r x ( t / 360 )
I = 20,000,000,000 x 0.075 x ( 1 / 360 )

I = 4,166,666.67 P + I = 20,004,166,666.67 Tanggal 11 Juli 2010 : Bank Mandiri melakukan pembayaran sebesar IDR.20,004,166,666.67 kepada Bank BNI Transaction Date / Deal Date : 09 Juli 2010 Valuta Date : 10 Juli 2010 Maturity Date : 11 Juli 2010

Case Study
Call Money Antar Bank Rupiah
Hari Senin 12 Juli 2004 Bank Merdeka memerlukan Rupiah karena adanya penarikan mendadak dari nasabah cabang, sehingga posisinya Short IDR 20 bio. Dealer Bk.Merdeka menitipkan harga (Bid) di Broker Laba dengan rate 7.05% pa. Di lain pihak Bank Nuansa yang memiliki kelebihan dana juga menitipkan harga offer-nya di Broker Laba dengan rate 7.10% pa. Sehingga harga IDR Depo O/N yang ada di Broker Laba adalah 7.05%-7.10%. Apabila akhirnya harga yang disepakati antara kedua pihak adalah 7.08% pa, berikan ilustrasi cash flownya. Broker fee yang dikenakan oleh Broker Laba adalah 1/16% pa.

Call Money Antar Bank Rupiah


DIRECT DEALING TRANSACTION
BORROW IDR 20 BIO RATE 7.50% TRANSAKSI LEWAT RMDS PLACE IDR 20 BIO RATE 7.50%

BANK MERDEKA

BANK NUANSA POSISI : LONG IDR

POSISI : SHORT IDR 20 BIO

SETTLEMENT : BI - RTGS

Call Money Antar Bank Rupiah


DEALING TRANSACTION THROUGH BROKER
SETTLEMENT : BI - RTGS

BANK MERDEKA POSISI : SHORT IDR 20 BIO BID 7.05% 7.05%7.10% BROKERAGE DONE 7.08%
CFM.BORROWING

BANK NUANSA POSISI : LONG IDR OFFER 7.10%

CFM.LENDING

Simple Interest
I = P x r x ( t / 360 )
I I P+I = 20,000,000,000 x 0.0708 x ( 1 / 360 ) = 3,933,333.33 = 20,003,933,333.33

Tanggal 13 Juli 2004 : Bank Merdeka melakukan pembayaran sebesar IDR.20,003,933,333.33 kepada Bank Nuansa.

Broker fee 1/16% pa yang dibayar oleh Bank Merdeka dan Bank Nuansa masingmasing sebesar = IDR 34,722.22 Fee dibayarkan setiap akhir bulan.

Case Study
Call Money Antar Bank Valas
Hari Senin 12 Juli 2004 Bank Merdeka memiliki saldo Long USD 40 mio. Untuk lebih mengoptimalkan penempatan dana supaya tidak idle, maka Dealer Bank Merdeka menempatkan dana tersebut ke Bank Kaze yang berada di Singapore dengan jangka waktu O/N. Rate yang diberikan oleh Bank Kaze adalah 1.26% pa. Apabila Bank Merdeka melakukan penempatan O/N USD 40 mio ke Bank Kaze, berapakah bunga yang akan diterima dari Bank Kaze pada saat jatuh tempo 13 Juli 2004?

Call Money Antar Bank Valas


DIRECT DEALING TRANSACTION
PLACE USD 40 MIO RATE 1.26%pa TRANSAKSI LEWAT RMDS BORROW USD 40 MIO RATE 1.26%pa

BANK MERDEKA JAKARTA

POSISI : LONG USD 40 MIO

BANK KAZE S PORE POSISI : SHORT USD

SETTLEMENT : SWIFT

Simple Interest
I = P x r x ( t / 360 )
I I P+I = 40,000,000 x 0.0126 x ( 1 / 360 ) = 1,400 = 40,001,400

Tanggal 13 Juli 2004 : Bank Merdeka melakukan pembayaran sebesar USD 40,001,400 kepada Bank Kaze Singapore. Transaction Date / Deal Date : 12 Juli 2004 Maturity Date / Settlement Date / Delivery Date : 13 Juli 2004

Operasi Moneter merupakan implementasi dari kebijakan moneter oleh Bank Indonesia dalam rangka pengendalian moneter melalui Operasi Pasar Terbuka dan Standing Facilities. Operasi Pasar Terbuka yang selanjutnya disebut OPT merupakan kegiatan transaksi di pasar uang yang dilakukan oleh Bank Indonesia dengan Bank dan/atau pihak lain dalam rangka Operasi Moneter, sementara Standing Facilities merupakan kegiatan peminjaman dana (lending facility) dari Bank Indonesia kepada Bank dan/atau pihak lain dan penempatan dana (deposit facility) oleh Bank dan/atau pihak lain di Bank Indonesia dalam rangka Operasi Moneter.

Operasi Pasar Terbuka (OPT) terdiri dari 2 jenis, yaitu: 1. OPT Kontraksi OPT kontraksi dilakukan jika BI merasa Likiditas berlebih. Salah satu indikatornya adalah suku bunga PUAB yang turun tajam. Instrumen yang digunakan dalam OPT kontraksi ini adalah (i) Lelang SBI, (ii) Term Deposit, (iii) SUN outright jual, (iv) reverse repo SUN serta (v) sterilisasi valas dengan menjual USD/IDR ataupun melakukan swap jual USD/IDR. Sebagai counterpart Bank Indonesia dalam kegiatan OPT kontraksi adalah Bank/pihak lain yang mengalami kelebihan likuiditas. 2. OPT Ekspansi OPT ekspansi dilakukan apabila dari perkiraan perhitungan likuditas maupun dari indikator suku bunga di PUAB, pasar uang diperkiraan mengalami kekurangan likuiditas. Salah satu indikatornya adalah suku bunga PUAB yang naik tajam. Instrumen yang digunakan dalam OPT ekspansi ini adalah (i) Repo, (ii) SUN outright beli serta (iii) sterilisasi valas dengan membeli USD/IDR ataupun melakukan swap beli USD/IDR. Sebagai counterpart Bank Indonesia dalam kegiatan OPT ekspansi adalah Bank/pihak lain yang mengalami kekurangan likuiditas.

Depo Facility dan Lending Facility O/N


Depo Facility O/N (Fasilitas Simpanan Bank Indonesia dalam rupiah)
Adalah Fasilitas yang diberikan Bank Indonesia kepada Bank untuk menempatkan kelebihan dananya. Pada saat ini transaksi Depo Facility O/N hanya dilakukan untuk jangka waktu O/N dan Bank Indonesia tidak membatasi jumlah amount yang akan ditempatkan oleh perbankan. Rate Depo Facility O/N sebesar BI Rate minus 1.00%

Lending Facility O/N (Fasilitas Pinjaman Bank Indonesia dalam rupiah)


Adalah Fasilitas yang diberikan Bank Indonesia kepada Bank untuk menutupi kekurangan likiditasnya. Pada saat ini transaksi Lending Facility O/N hanya dilakukan untuk jangka waktu O/N dan Bank Indonesia tidak membatasi jumlah amount yang akan dipinjam oleh perbankan. Rate Lending Facility O/N sebesar BI Rate plus 1.00%

Term Deposit (TD) : Operasi Pasar Terbuka (OPT) Adalah aktivitas Bank Indonesia melalui intervensi di PUAB dalam rangka pengendalian likiditas pasar dan stabilitas interest rate. Sedangkan Term Deposit bagi Bank atau bagi peserta pasar uang adalah alternatif instrumen penempatan dana dengan relatif resiko yang lebih kecil dari interbank. Bersifat lelang dan selalu disertai dengan target indikatif yang akan diserap Bank Indonesia sebagai target operasi moneternya Tenor lebih dari 1 hari (tergantung kebutuhan operasi moneter Indonesia)

Repo dan Reverse Repo adalah transaksi dengan Bank Indonesia (placement / borrowing) dengan underlying surat berharga. Repo dilakukan ketika bank mengalami shortage dan reverse repo dilakukan ketika bank mengalami excess. Tenor lebih dari 1 hari (tergantung kebutuhan operasi moneter Bank Indonesia) Transkasi bersifat lelang dan instrument ini juga merupakan operasi pasar terbuka sehinga selalu terdapat target yang diingikan oleh Bank Indonesia.

Transaksi Depo Facility


Hari Senin 09 Juli 2004 Bank Merdeka memiliki saldo Long IDR 35 bio, dan bermaksud untuk menempatkan dana tersebut ke Depo Facility O/N Melalui S4, Dealer Bank Merdeka melakukan order penempatan Depo Facility O/N di rate 7%pa untuk IDR 35bio. Berapakah dana rekening Bank Merdeka yang di debet oleh BI atas order Depo Facility tersebut ? Dan berapa Rupiah rekening Bank Merdeka akan di kredit oleh BI pada tanggal 10Juli 2004 ?

Proceeds of Depo Facility


Rate 7%pa : IDR 35 bio P = (35bio x 360)/ (360 + (0.07 x 1) = 34,993,195,767.49 12 Juli 2004, rekening Bank Merdeka di debet BI sebesar IDR 34,993,195,767.49 13 Juli 2004, rekening Bank Merdeka di kredit BI sebesar IDR 35,000,000,000,-

Sertifikat Bank Indonesia


 Sertifikat Bank Indonesia
SBI adalah surat berharga atas unjuk dalam rupiah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia sebagai pengakuan hutang berjangka pendek dengan sistem diskonto

 Lelang SBI
- Pengertian : penjualan SBI yang dilakukan Bank Indonesia yang didasarkan atas target kuantitas dalam rangka pelaksanaan kebijakan pengendalian moneter - Waktu Pelaksanaan : setiap bulan pada hari Rabu minggu kedua atau hari berikutnya apabila hari Rabu adalah hari libur. - Penyelesaian transaksi pembelian SBI melalui lelang mingguan ini dilakukan pada satu hari setelah pengumuman hasil lelang (one day settlement).

Sertifikat Bank Indonesia


Notes : (Kebijakan saat ini) - Hanya bank yang diperbolehkan membeli SBI Lelang - Variable rate bidding

Sertifikat Bank Indonesia


 Jangka waktu
- Ditentukan sesuai dengan kebutuhan dalam rangka pengendalian moneter yaitu 1, 3, dan 6 bulan, sedangkan SBI 9 bulan akan aktif pada minggu kedua Agustus 2010 dan SBI12 bulan akan aktif - Jumlah hari dihitung dari tanggal penyelesaian transaksi sampai dengan tanggal jatuh tempo

 Denominasi
Kelipatan 1 milyar rupiah

 Suku Bunga
Nasabah bisa mengajukan penawaran besarnya bunga yang diajukan untuk ikut lelang, dengan kelipatan kenaikan bunga adalah 1 basis poin

Sertifikat Bank Indonesia


 Pasar SBI
- Pasar Primer (Primary Market) Pembelian SBI yang langsung dilakukan oleh Bank ke Bank Indonesia, dilakukan melalui mekanisme Lelang - Pasar sekunder (Secondary Market) Jual beli SBI yang terjadi diantara para partisipan antara lain Perbankan, investor (perusahaan maupun individu), dilakukan melalui Transaksi SBI outright

SBI Outright dan SBI Repo SBI Outright


 SBI Outright dan SBI Repo
- Transaksi outright : Transaksi jual beli SBI atas dasar sisa jangka waktu SBI yang bersangkutan, dengan kondisi sbb :
 SBI diperdagangkan sampai dengan jatuh temponya, dimana sisa hari SBI sama dengan jangka waktu transaksi.  Tidak ada kewajiban bagi penjual untuk membeli kembali sebelum jatuh tempo karena kepemilikan SBI tersebut telah beralih kepada pembeli/lender (outright)  Pihak yang menerima pembayaran dari BI sebesar nilai nominal pada saat SBI tersebut jatuh tempo adalah Pembeli/lender

SBI Outright dan SBI Repo SBI Repo


- Transaksi Repo : Transaksi jual beli SBI dengan perjanjian bahwa penjual wajib membeli kembali SBI yang bersangkutan sesuai dengan jatuh tempo atas dasar sisa jangka waktu SBI yang bersangkutan. - Notes : (kondisi saat ini) -Transaksi Repo hanya dilakukan antara Bank dan BI cover likiditas -Repo rate sebesar BI Rate + 1% -!00% dari total Outstanding SBI diperkenankan untuk direpokan

SBI Outright dan SBI Repo Perhitungan Bunga


 Perhitungan bunga SBI
True Discount (Discounted Yield) :
Perhitungan bunga diterima / dibayar dimuka pada saat settlement date. Jadi, pada saat jatuh tempo pembeli SBI akan menerima jumlah face value atau nominalnya saja.

Rumus :
P N r T

P=

( N x 360 ) (360 + (r x t))

= Proceed (nilai tunai) = Nilai Nominal = Tingkat suku bunga = Jangka waktu

SBI Outright dan SBI Repo Perhitungan Bunga


 Contoh
- Pasar Primer / Auction
Pada tanggal 01 Maret 2006 Nasabah A membeli SBI 28 hari (jatuh tempo tanggal 29 Maret 2006) sebesar Rp 1 milyar dengan tingkat diskonto 12.75 %, maka jumlah yang harus dibayarkan atau nilai tunainya adalah : 1.000.000.000 x 360 360 + (12.75% x 28)

- Pasar Sekunder / Transaksi Outright


Setelah menahan SBI tersebut diatas selama 3 minggu, maka pada tanggal 22 Maret 2006 Nasabah menjual SBI nya nominal Rp 1 milyar secara outright 7 hari kepada BNI dengan tingkat diskonto 11.50%, maka jumlah yang harus dibayar BNI kepada Nasabah sbb : 1.000.000.000 x 360 360 + (11.50% x 7) Tanggal 29 Maret 2006 Bank BNI akan menerima sebesar Rp 1 milyar dari Bank Indonesia.

SBI Outright dan SBI Repo Perhitungan Bunga


 Contoh
- Transaksi Repo
Setelah menahan SBI yang dibelinya selama 7 hari, maka pada tanggal 08 Maret 2006 Nasabah menjual SBI nya nominal Rp 1 milyar secara repo 14 hari kepada BNI dengan tingkat diskonto 12%, maka jumlah yang harus dibayar BNI kepada Nasabah adalah sbb. : 1.000.000.000 x 360 360 + (12% x 14) Tanggal 29 Maret 2006 yang akan menerima sebesar Rp 1 milyar dari Bank Indonesia adalah tetap Nasabah A

Transaksi SBI Auct / Term Deposit / Depo Facility


DIRECT DEALING
ORDER MELALUI S4

BANK MERDEKA

BANK INDONESIA

PENGUMUMAN HASIL MELALUI S4 SBI Auct, Term Deposit dan Depo Facility O/N Terserap oleh Bank Indonesia

Transaksi SBI Auct / Term Deposit


INDIRECT / DEALING THROUGH BROKER

BANK MERDEKA

BANK INDONESIA

ORDER
CFM.HASIL

BROKERAGE CFM.HASIL

Contoh : 9 Juli 2010 BI (SBI Auction) untuk jangka waktu 28 hari. Total target IDR 3 Triliun. Bank BNI mengikuti lelang SBI 28 hari sebesar IDR 1.5 Triliun @6.30%pa. Bank Mandiri mengikuti lelang SBI 28 hari sebesar IDR 1 Triliun @6.35%pa. Bank BRI mengikuti lelang SBI 28 hari sebesar IDR 1 Triliun @6.37%pa. Bank mana yang akan mendapatkan hasil lelang, dan berapa jumlah rupiah yang akan terdebet oleh Bank Indonesia bagi Bank yang berhasil memenangkan lelang SBI tersebut?

Transaksi SBI (SBI O/R)


SECONDARY MARKET : DIRECT DEALING
SERAHKAN SBI (JUAL SBI) SERAHKAN DANA (BELI SBI) BANK MERDEKA BANK NUANSA

SETTLEMENT : BI - RTGS

Transaksi SBI (SBI O/R)


SECONDARY MARKET : THROUGH BROKER
SETTLEMENT : BI - RTGS

BANK MERDEKA POSISI : INGIN BELI SBI O/R BID

BANK NUANSA POSISI : INGIN JUAL SBI O/R OFFER BROKERAGE DONE

CFM.BUY SBI O/R

CFM.SELL SBI O/R

Dalam rangka menyempurnakan operasi moneter, Bank Indonesia akan memperpanjang profil jatuh waktu Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Perubahan tersebut akan dilakukan melalui perubahan pelaksanaan lelang SBI dari mingguan menjadi bulanan, dan melakukan penyerapan ekses likuiditas rupiah dengan lebih mengutamakan kepada SBI 3 bulan dan SBI 6 bulan. Pelaksanaan lelang dari mingguan menjadi bulanan diharapkan dapat mendorong bank mengelola likuiditasnya dalam rentang waktu yang lebih panjang. Adapun penyerapan ekses likuiditas yang mengutamakan SBI 3 dan 6 bulan diharapkan dapat mendorong berkembangnya transaksi di pasar uang dan pelaksanaan operasi moneter yang lebih efektif.

Implementasi penyempurnaan operasi moneter direncanakan mulai Juni 2010, dengan masa transisi selama 3 (tiga) bulan mulai 10 Maret 2010. Pada masa transisi, BI akan mengatur tenor penyerapan likuiditas sehingga jatuh waktunya dapat disesuaikan pada minggu kedua setiap bulannya. Pada masa transisi tersebut lelang SBI dapat memiliki tenor di luar kebiasaan dan target indikatif yang lebih besar dari biasanya. Secara bertahap lelang SBI yang masih dilaksanakan mingguan akan menjadi dwi-mingguan dan kemudian bulanan. Sejak masa transisi, upaya penyerapan ekses likuiditas sudah mulai diarahkan ke SBI 3 dan 6 bulan. Untuk memudahkan pelaku pasar uang dalam mengelola likuiditasnya di masa transisi, BI akan menetapkan kalender lelang SBI. Dalam rangka menjaga kecukupan likuiditas agar stabilitas suku bunga tetap terjaga, BI akan tetap mengoptimalkan penggunaan instrumen operasi moneter lainnya, seperti FASBI, Repo O/N, dan Fine Tune Operasi (Fine Tune Kontraksi maupun Ekspansi). Dengan demikian, tidak ada perubahan struktur instrumen operasi moneter yang ada saat ini. Sementara itu, pelaksanaan lelang SBI Syariah (SBIS) mengikuti jadwal lelang dan tenor SBI terpendek.

I/B C/F B/B C/L EXE C/F AUTHORITY T/B


I/B : CALL MONEY SBI O/R REPO REVERSE REPO BI : STANDING FACILITIES (Depo and Lending facility) OPT (SBI Auct, Term Deposit, dan Repo)

OPTIMALISASI

GWM BI

ARBITRAGE

I/B BI NIM

GAPPING

I/B BI

OPEN VAR BUDGET LOSS GWM

Copyright MM 2010

No.

Excess Placement Buy SBI Outright Buy SBI Aut Reverse Repo Depo Facility Term Deposit

Shortage Borrowing Sell SBI Outright Repo Lending Facility