P. 1
Laporan Keuangan 2010 APLN Agung Podomoro Land. Audited.

Laporan Keuangan 2010 APLN Agung Podomoro Land. Audited.

|Views: 491|Likes:
Dipublikasikan oleh properwealth
Laporan Keuangan 2010 Agung Podomoro Land. APLN Audited.
Laporan Keuangan 2010 Agung Podomoro Land. APLN Audited.

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: properwealth on Feb 25, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/31/2014

pdf

text

original

Anda dapat memperoleh laporan keuangan ini lewat www.scribd.com/properwealth secara gratis.

Laporan keuangan ini adalah laporan keuangan yang telah dipublikasikan oleh perusahaan yang bersangkutan sesuai dengan tanggal penerbitan, surat pernyataan direksi, laporan auditor dan keterangan terkait lainnya. Meskipun kami adalah pihak yang menginformasikan laporan keuangan ini kepada Anda, kami tidak terlibat dalam penyusunan laporan keuangan ini. Kami juga tidak terlibat dalam penyusunan keterangan yang terkait laporan keuangan ini seperti surat pernyataan direksi dan laporan auditor. Segala macam informasi dan atau tutorial apapun yang kami muat dalam www.ekonomidankeuangan.com juga tidak ada kaitan apapun dengan penyusunan laporan keuangan ini dan keterangan terkaitnya. Pernyataan kami di halaman awal ini juga merupakan bagian yang terpisah dari laporan keuangan. Dengan demikian, kami terbebaskan dari segala macam tanggung jawab terkait penggunaan laporan keuangan ini.

www.scribd.com/properwealth www.ekonomidankeuangan.com

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d.h/formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN/AND ITS SUBSIDIARIES
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI/ CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010 DAN 2009/ FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2010 AND 2009 DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN/ AND INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN DAFTAR ISI Halaman/ Page SURAT PERNYATAAN DIREKSI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 serta untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal tersebut Neraca Konsolidasi Laporan Laba Rugi Konsolidasi Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi Laporan Arus Kas Konsolidasi Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasi 3 5 6 7 9 1

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES TABLE OF CONTENTS

DIRECTORS’ STATEMENT LETTER INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT FINANCIAL STATEMENTS - As of December 31, 2010 and 2009 and for the years then ended

Consolidated Balance Sheets Consolidated Statements of Income Consolidated Statements of Changes in Equity Consolidated Statements of Cash Flows Notes to Consolidated Financial Statements

PT. AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009

PT. AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED BALANCE SHEETS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 2009 (Disajikan kembaliCatatan 3/ As restated Note 3) Rp ASSETS 1.869.837.911.826 9.396.194.636 416.239.349.169 2f,2i,4 2f,5 2f,6 2f 2e,7,31 2l,2p,8 2u,9 2k 388.519.496.182 2.939.598.178 157.569.014.275 Cash and cash equivalents Time deposits Trade accounts receivable from third parties Others accounts receivable Related parties Third parties Real estate assets Prepaid taxes Prepaid expenses Advances Investment in associates Investment property - net of accumulated depreciation of Rp 44,593,381,554 in 2010 Property and equipment - net of accumulated depreciation of Rp 9,671,549,365 in 2010 and Rp 5,737,210,323 in 2009 Deferred charges - net of accumulated amortization of Rp 33,879,123,188 in 2010 and Rp 31,212,319,305 in 2009 Restricted cash in banks Others TOTAL ASSETS

2010 Rp ASET Kas dan setara kas Deposito berjangka Piutang usaha kepada pihak ketiga Piutang lain-lain Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga Aset real estat Pajak dibayar dimuka Biaya dibayar dimuka Uang muka Investasi saham pada perusahaan asosiasi Properti investasi - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 44.593.381.554 tahun 2010 Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 9.671.549.365 tahun 2010 dan Rp 5.737.210.323 tahun 2009 Biaya yang ditangguhkan - setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar Rp 33.879.123.188 tahun 2010 dan Rp 31.212.319.305 tahun 2009 Rekening bank yang dibatasi penggunaannya Lain-lain JUMLAH ASET

Catatan/ Notes

1.108.757.681 16.576.633.500 2.239.695.832.246 140.495.505.074 2.532.800.335 79.647.014.936 170.221.638.562

29.689.693.778 35.416.932.364 1.865.448.395.886 114.920.639.359 4.836.383.685 20.959.336.799 670.176.265

2j,10

1.917.739.133.901

2m,2p,11

-

681.208.501.647

2n,2p,12

1.752.056.811.382

18.537.227.039 850.892.743 532.274.762 7.564.619.668.057

2o,13 2f,14

13.678.204.698 81.354.244 14.112.490.734 4.400.898.527.829

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidatedfinancial statements.

-3-

PT. AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Lanjutan)

PT. AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED BALANCE SHEETS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 (Continued) 2009 (Disajikan kembali Catatan 3/ As restated Note 3) Rp LIABILITIES AND EQUITY LIABILITIES Trade accounts payable to third parties Other accounts payable Related parties Third parties Taxes payable Accrued expenses Bank loans Advances from customers and unearned revenues Liabilities of purchase of property and equipment Tenants' security deposits Post-employment benefits obligation Total Liabilities MINORITY INTEREST IN NET ASSETS OF SUBSIDIARIES EQUITY Capital stock - Rp 100 par value per share in 2010 and Rp 1,000 par value per share in 2009 Authorized - 57,400,000,000 shares in 2010 and 331,000,000 shares in 2009 Subscribed and fully paid-up 20,500,000,000 shares in 2010 and 150,000,000 shares in 2009 Additional pain-in capital Advance for capital stock subscriptions Equity in subsidiaries resulting from restatement of financial statements Differences in value of restructuring transaction among entities under common control Unappropriated retained earnings Total Equity TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

2010 Rp KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN Hutang usaha kepada pihak ketiga Hutang lain-lain Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga Hutang pajak Biaya yang masih harus dibayar Hutang bank Uang muka penjualan dan pendapatan diterima dimuka Hutang pembelian aset tetap Uang jaminan penyewa Kewajiban imbalan pasca kerja Jumlah Kewajiban HAK MINORITAS ATAS ASET BERSIH ANAK PERUSAHAAN EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham tahun 2010 dan Rp 1.000 per saham tahun 2009 Modal dasar - 57.400.000.000 saham tahun 2010 dan 331.000.000 saham tahun 2009 Modal ditempatkan dan disetor penuh - 20.500.000.000 saham tahun 2010 dan 150.000.000 saham tahun 2009 Tambahan modal disetor Uang muka setoran modal Ekuitas anak perusahaan yang berasal dari penyajian kembali laporan keuangan Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS

Catatan/ Notes

219.229.577.078

2g,15 2g 2e,7,31 2u,16 2g 2g,17 2t,18 2g 2g 2h,2q,19

162.935.600.013

21.208.708.840 4.566.213.558 79.147.444.475 29.086.725.043 1.944.336.108.792 1.104.449.983.856 1.340.566.350 11.488.520.210 14.862.322.042 3.429.716.170.244

5.813.470.022 6.715.254.658 67.617.129.164 24.345.481.697 1.674.191.117.221 1.049.995.961.562 463.389.600 7.595.489.970 7.667.092.202 3.007.339.986.109

283.759.157.470

2b,2c,20

108.987.043.870

2.050.000.000.000 1.572.526.043.451 -

21 2s,22 23

150.000.000.000 692.001.699.614

-

3

407.910.552.654

(51.824.106.454) 280.442.403.346 3.851.144.340.343 7.564.619.668.057

2r,30

34.659.245.582 1.284.571.497.850 4.400.898.527.829

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidatedfinancial statements.

-4-

PT. AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 2009 (Disajikan kembali Catatan 3/ As restated Note 3) Rp 855.952.717.759

PT. AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF INCOME FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2010 AND 2009

2010 Rp PENJUALAN DAN PENDAPATAN USAHA BEBAN POKOK PENJUALAN DAN BEBAN LANGSUNG LABA KOTOR BEBAN USAHA Penjualan Umum dan administrasi Jumlah Beban Usaha LABA USAHA PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN BERSIH Penghasilan bunga Penghasilan pembatalan penjualan, denda dan ganti nama Denda keterlambatan serah terima kepada pelanggan Beban bunga dan administrasi Lain-lain - bersih Penghasilan Lain-lain - Bersih BAGIAN LABA (RUGI) BERSIH PERUSAHAAN ASOSIASI LABA SEBELUM PAJAK BEBAN PAJAK - BERSIH LABA SEBELUM HAK MINORITAS ATAS RUGI (LABA) BERSIH ANAK PERUSAHAAN HAK MINORITAS ATAS RUGI (LABA) BERSIH ANAK PERUSAHAAN LABA BERSIH LABA BERSIH PER SAHAM DASAR 1.938.719.002.217

Catatan / Notes

2t,24

SALES AND REVENUES COST OF SALES AND DIRECT COSTS GROSS PROFIT OPERATING EXPENSES Selling General and administrative Total Operating Expenses INCOME FROM OPERATIONS OTHER INCOME (CHARGES) NET Interest income Income from cancelled sales, fines and change of titles Fine from late handover to customer Interest expense and financial charges Others - net Other Income - Net EQUITY IN NET INCOME (LOSS) OF ASSOCIATES INCOME BEFORE TAX TAX EXPENSE - NET INCOME BEFORE MINORITY INTEREST IN NET LOSS (INCOME) OF SUBSIDIARIES MINORITY INTEREST IN NET LOSS (INCOME) OF SUBSIDIARIES NET INCOME BASIC EARNINGS PER SHARE

1.327.166.246.382 611.552.755.835

2t,25

568.019.316.298 287.933.401.461

2t,26 118.443.345.216 199.725.774.782 318.169.119.998 293.383.635.837 138.743.287.013 124.440.228.745 263.183.515.758 24.749.885.703

38.008.489.525 12.084.965.691 (1.957.282.315) (13.024.550.396) 6.840.467.899 41.952.090.404

2t 27

40.092.395.369 5.230.509.435 (966.701.843) (447.469.000) 1.632.096.992 45.540.830.953

47.922.568.390 383.258.294.631 100.675.781.750

2j,10

(9.358.635) 70.281.358.021

2u,28

42.449.379.288

282.582.512.881

27.831.978.733

(40.697.938.067) 241.884.574.814 20

2b,2c,20

7.285.144.094 35.117.122.827

2v,29

4

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidatedfinancial statements.

-5-

PT. AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali/ Difference in value of restructuring transaction among entities under common control Rp -

PT. AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2010 AND 2009

Catatan/ Notes

Modal disetor/ Paid-up capital Rp 150.000.000.000

Tambahan modal disetor/ Additional paid-in capital Rp -

Uang muka setoran modal/ Advance for future stock subscriptions Rp 260.500.000.000 431.501.699.614 -

Ekuitas anak perusahaan yang berasal dari penyajian kembali laporan keuangan/ Equity in subsidiaries resulting from restatement of financial statements Rp 180.114.344.138 -

Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya/ Unappropriated retained earnings Rp 1.020.410.761 35.117.122.827

Jumlah ekuitas/ Total equity Rp 591.634.754.899 431.501.699.614 35.117.122.827 Balance as of January 1, 2009 Advance for capital stock subscriptions Net income for the year

Saldo per 1 Januari 2009 Uang muka setoran modal Laba bersih tahun berjalan Ekuitas anak perusahaan yang berasal dari penyajian kembali laporan keuangan Saldo per 31 Desember 2009 Setoran modal saham Laba bersih tahun berjalan Ekuitas anak perusahaan yang berasal dari penyajian kembali laporan keuangan Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali Saldo per 31 Desember 2010 21,22,23 23

-

3

150.000.000.000 1.900.000.000.000 -

1.572.526.043.451 -

692.001.699.614 (692.001.699.614) -

227.796.208.516 407.910.552.654 -

-

(1.478.288.006) 34.659.245.582 241.884.574.814

226.317.920.510 1.284.571.497.850 2.780.524.343.837 241.884.574.814

Equity in subsidiaries resulting from restatement of financial statements Balance as of December 31, 2009 Paid-up capital Net income for the year

3

-

-

-

(407.910.552.654)

-

-

(407.910.552.654)

Equity in subsidiaries resulting from restatement of financial statements Difference in value of restructuring transaction among entities under common control Balance as of December 31, 2010

2r,30

2.050.000.000.000

1.572.526.043.451

-

-

(51.824.106.454) (51.824.106.454)

3.898.582.950 280.442.403.346

(47.925.523.504) 3.851.144.340.343

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.

-6-

PT. AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010 DAN 2009

PT. AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2010 AND 2009 2009 (Disajikan kembali Catatan 3/ As restated - Note 3 ) Rp CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Cash receipts from customers Cash paid to employees Cash paid to suppliers, and other operating expenses Cash used in operations Interest and financial charges paid Income taxes paid Net Cash Used in Operating Activities CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES Sale of shares of subsidiary Interest received Received in other account receivables from related parties Increase in other account receivables from related parties Proceed from sale of investment in shares of associate company Withdrawal of time deposits Placement of time deposits Deferred charges paid Placement of investment in shares of stock of associated company Acquisitions of property and equipment Acquisition of subsidiaries company Proceed from sale of property and equipment Net Cash Used in Investing Activities CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES Additional in capital contribution Payment of stock issuance cost Proceeds from bank loans Payment from bank loans Additional capital contribution and advance for capital stock subscription of subsidiaries from other shareholders Payment of liabilities of purchases of property and equipment Received of other account payable to related parties Payment of other account payable to related parties Repayment of subsidiaries's advance for capital stock subscription of other shareholders Addition in advance for future stock subscriptions Net Cash Provided by Financing Activities NET INCREASE IN CASH AND CASH EQUIVALENTS Effect of foreign exchange rate changes Restricted cash in banks CASH AND CASH EQUIVALENTS AT BEGINNING OF YEAR CASH AND CASH EQUIVALENTS AT END OF YEAR

2010 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan Pembayaran kas kepada karyawan Pembayaran kas kepada pemasok, dan untuk beban operasional lainnya Kas digunakan untuk operasi Pembayaran beban bunga dan keuangan Pembayaran pajak penghasilan Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penjualan saham anak perusahaan Penerimaan bunga Penerimaan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pemberian piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa Penjualan investasi saham pada perusahaan asosiasi Pencairan deposito berjangka Penempatan deposito berjangka Pembayaran biaya yang ditangguhkan Penempatan investasi saham pada perusahaan asosiasi Perolehan aset tetap Perolehan anak perusahaan Hasil penjualan aset tetap Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan setoran modal Pembayaran biaya emisi saham Penerimaan hutang bank Pelunasan hutang bank Penerimaan setoran modal dan uang muka setoran modal anak perusahaan dari pemegang saham lainnya Pembayaran hutang pembelian aset tetap Penerimaan hutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pembayaran hutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pengembalian uang muka setoran modal anak perusahaan kepada pemegang saham lainnya Penambahan uang muka setoran modal Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS Pengaruh perubahan kurs mata uang asing Penambahan rekening bank yang dibatasi penggunaannya KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN

1.862.492.919.396 (130.391.003.166) (2.253.788.216.784) (521.686.300.554) (248.385.872.125) (108.611.538.933) (878.683.711.612)

1.109.925.672.223 (52.301.072.000) (1.409.873.615.374) (352.249.015.151) (180.705.146.727) (28.225.423.866) (561.179.585.744)

43.840.169.322 29.223.805.720 29.802.294.065 (1.221.357.968) 682.000.000 658.717.826 (7.115.314.284) (17.211.614.053) (122.299.070.172) (277.539.198.159) (168.683.749.958) (489.863.317.661)

25.976.041.941 (7.218.467.000) 7.981.710.000 (1.495.902.850) (8.891.632.580) (445.637.259.867) 11.603.750 (429.273.906.606)

2.847.398.300.386 (66.873.956.549) 754.958.108.792 (484.813.117.221)

632.761.299.595

44.100.000.000 (355.269.600) 21.842.514.068 (37.237.752.886)

(23.054.633) 5.813.469.261 (24.085.985)

(225.797.973.750) 2.853.220.853.240 1.484.673.823.967 (2.585.869.824) (769.538.499) 388.519.496.182 1.869.837.911.826

402.562.120.175 1.041.089.748.413 50.636.256.063 (2.532.299.000) (70.156.930) 340.485.696.049 388.519.496.182

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.

-7-

PT. AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 (Lanjutan)

PT. AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS FOR THE YEARS ENDED DECEMBER 31, 2010 AND 2009 (Continued) 2009 (Disajikan kembali Catatan 3/ As restated - Note 3) Rp SUPPLEMENTAL DISCLOSURE Noncash activities: Addition in investment properties from construction in progress Additional capital stock subscription from advance for capital stock subscription Addition in property and equipment : Acquisition of subsidiaries Capitalization of borrowing costs Reclassification from real estate assets Account payable to third parties Liabitilities for purchases of property and equipment Other accounts payable to third parties Addition in real estate assets through capitalization of borrowing cost Addition in advance for future stock subscription through acccounts payable to related party Increase in deferred charges through account payable

2010 Rp PENGUNGKAPAN TAMBAHAN Aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas: Penambahan properti investasi dari aset dalam penyelesaian Penambahan modal disetor melalui uang muka setoran modal Penambahan aset tetap melalui : Akuisisi anak perusahaan Kapitalisasi biaya pinjaman Reklasifikasi dari aset real estate Hutang usaha kepada pihak ketiga Hutang pembelian aset tetap Hutang lain-lain kepada pihak ketiga Penambahan aset real estat melalui kapitalisasi biaya pinjaman Penambahan uang muka setoran modal melalui hutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa Penambahan biaya ditangguhkan melalui hutang usaha

1.962.332.515.455 692.001.699.614 354.638.297.720 128.558.895.366 126.361.202.767 7.088.504.400 1.232.446.350 106.464.374.171

79.423.070.116 463.389.000 25.000.000 110.169.580.312

-

28.939.579.439 223.200.000

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi.

See accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements.

-8-

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED

1.

UMUM a. Pendirian dan Informasi Umum PT Agung Podomoro Land (d/h PT. Tiara Metropolitan Jaya) (“Perusahaan”) didirikan dengan akta No. 29 tanggal 30 Juli 2004 dari Sri Laksmi Damayanti, S.H., notaris pengganti dari Siti Pertiwi Henny Singgih, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-21538 HT.01.01.TH.2004 tanggal 26 Agustus 2004, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 91 tanggal 12 Nopember 2004, Tambahan No. 11289. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta notaris No. 1 tanggal 2 Agustus 2010 dari Yulia, S.H., notaris di Jakarta, tentang perubahan nama Perusahaan, perubahan status Perusahaan yang semula non publik menjadi publik dan untuk disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan pasar modal. Akta ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. AHU-39219.AH.01.02 tanggal 9 Agustus 2010. Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi usaha dalam bidang real estat, termasuk pembebasan tanah, pengembang, dan penjualan tanah, baik tanah untuk perumahan, maupun tanah untuk industri, serta penjualan tanah berikut bangunannya. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2004. Pada saat ini kegiatan usaha yang dijalankan Perusahaan meliputi pembebasan tanah, pengembang real estat, persewaan dan penjualan tanah berikut bangunannya atas apartemen, pusat perbelanjaan dan perkantoran dengan proyek Mediterania Garden Residence 2, Central Park, Royal Mediterania Garden, Garden Shopping Arcade dan Gading Nias. serta melakukan investasi pada anak perusahaan dan perusahaan asosiasi.

1.

GENERAL a. Establishment and General Information PT. Agung Podomoro Land (formerly PT. Tiara Metropolitan Jaya) (the ”Company”) was established based on notarial deed No. 29 dated July 30, 2004, of Sri Laksmi Damayanti, S.H., replacement of Siti Pertiwi Henny Singgih, S.H., notary in Jakarta. The deed of establishment was approved by the Minister of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia through Decision Letter No. C-21538 HT.01.01.TH.2004 dated August 26, 2004 and was published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 91 dated November 12, 2004, Supplement No. 11289. The Company’s articles of association have been amended several times, most recently by notarial deed No. 1 dated August 2, 2010 of Yulia, S.H., notary in Jakarta, regarding the change of company name, change of status of non-public company become public and to conform with capital market regulation. The amendment was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia through Decision Letter No. AHU-39219.AH.01.02 dated August 9, 2010.

In accordance with article 3 of the Company’s articles of association, the scope of its activities is to engage mainly in real estate business, including land acquisition, development, and sale of land, either land for housing, or land for industries, and sale of land along with the building. The Company started its commercial operations in 2004 with projects namely Mediterania Garden Residence 2, Central Park, Royal Mediterania Garden, Garden Shopping Arcade and Gading Nias. Currently, the Company’s main business activities include land acquisition, real estate development, rental and sale of land and building including apartments, malls and offices, and investing in subsidiaries and associates.

-9-

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan kantor pusat beralamat di Jalan Letjen S. Parman Kav. 28, Jakarta Barat. Jumlah karyawan tetap Perusahaan sebanyak 687 dan 811 karyawan masing-masing pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha (grup) Agung Podomoro. Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut:

The Company is domiciled in Jakarta with its office located at Jl. Letjen S. Parman Kav. 28, Jakarta Barat. The Company had average total number of 687 and 811 employees on December 31, 2010 and 2009, respectively. The Company is part of Agung Podomoro group.

The Company’s management as of December 31, 2010 and 2009 consists of the following:

31 Desember 2010 Komisaris Utama Komisaris Independen Komisaris Direktur Utama Wakil Direktur Utama Cosmas Batubara Bacelius Ruru Wibowo Ngaserin Trihatma Kusuma Haliman Ariesman Widjaja Indra Wijaya Handaka Santosa Cesar M. De La Cruz H. Noer Indradjaja Bambang Setiobudi Madja Miarni Ang Paul Christian Ariyanto

31 Desember 2009 Maria Kartika Chandra Veriyanto Setiady Trihatma Kusuma Haliman Ariesman Widjaja H. Noer Indradjaja President Commissioner Independent Commissioner Commissioner President Director Vice President Directors

Direktur

Directors

Komite Audit Ketua Anggota Bacelius Ruru Indaryono Djajarizki -

Audit Committee Chairman Members

Gaji dan tunjangan dewan komisaris dan direksi perusahaan adalah sebagai berikut:

The detail of total salaries and allowance of the Company’s board of commisioners and directors are as follows:

2010 Rp Dewan komisaris Dewan direksi Jumlah 2.965.717.500 11.633.494.500 14.599.212.000

2009 Rp 494.000.000 919.900.000 1.413.900.000 Board of Commissioners Board of Directors Total

- 10 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

b. Anak Perusahaan Perusahaan memiliki langsung lebih dari 50% saham anak perusahaan berikut:

b. Consolidated Subsidiaries The Company has direct ownership interest of more than 50%, in the following subsidiaries:
Persentase Pemilikan 31 Desember 2010/ Percentage of Ownership December 31, 2010 Jumlah aset sebelum eliminasi 31 Desember 2010/ Total assets before elimination, December 31, 2010 Rp 426.115.376.468

Anak Perusahaan/ Subsidiaries

Jenis Proyek/ Project Type

Domisili/ Domicile

Tahun Operasi Komersial/ Start of Commercial Operations

Nama Proyek/ Project Name

PT Brilliant Sakti Persada (BSP)

Pusat Perbelanjaan, dan Hotel/ Shopping Center, and Hotel Pusat Perbelanjaan, dan Apartemen / Shopping Center and Apartment Pusat Perbelanjaan, Apartemen dan Perkantoran/ Shopping Center, Apartment and Offices Apartemen/ Apartment Apartemen, Perumahan dan Rumah Toko/Apartment, Housing and Shop Houses Apartemen dan Perumahan/ Apartment and Housing

Bandung

58,80%

2009

Festival CityLink

PT Kencana Unggul Sukses (KUS)

Jakarta

99,82%

2009

Green Bay

682.833.887.036

PT Arah Sejahtera Abadi (ASA)

Jakarta

60,00%

2005

Kuningan City

778.404.483.463

PT Intersatria Budi Karya Pratama (IBKP) PT Buana Surya Makmur (BSM)

Jakarta Jakarta

80,00% 99,90%

2006 2010

The Lavande Green Lake

162.224.255.292 312.790.641.961

PT Kharisma Bhakti Sejahtera (KBS)

Jakarta

70,00%

2010

Green Permata

173.677.533.675

Pada bulan Pebruari dan Maret 2010, Perusahaan mengakuisisi 70% saham BSP melalui pembelian 10.500 saham BSP milik PT Bina Mitra Satria Raya, pihak ketiga. Pada bulan Juni 2010, BSP meningkatkan modal ditempatkan dan Perusahaan melakukan penyetoran atas 136.500 saham baru. Pada bulan Juni 2010, Perusahaan juga menjual 36.750 saham BSP kepada PT Lusli Kreasi Investama, pihak ketiga, sehingga kepemilikan Perusahaan menjadi 52,5%. Pada bulan Agustus 2010, Perusahaan membeli 13.312 lembar saham BSP dari PT Lusli Kreasi Investama, pihak ketiga dengan harga beli Rp 15.879.924.525 sehingga kepemilikan Perusahaan menjadi 58,8%. Pada bulan April 2010, Perusahaan mengakuisisi 99,82% saham KUS melalui penyetoran 2.180.000 saham baru. Pada bulan Mei 2010, Perusahaan mengakuisisi 60% saham ASA melalui pembelian 60.000 saham ASA milik PT Indofica, pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 31) dan penyetoran 120.000 saham baru.

In February and March 2010, the Company acquired 70% ownership in BSP through the purchase of 10,500 BSP shares from PT Bina Mitra Satria Raya, third party. In June 2010, BSP increased its subscribed and paid-up capital and the Company paid for the 136,500 new shares. In June 2010, the Company also sold its 36,750 BSP shares to PT Lusli Kreasi Investama, third party, which brings the Company’s ownership to 52.5%. In August 2010, the Company purchase 13,312 shares of BSP from PT Lusli Kreasi Investama, third party with a purchase price of Rp 15,879,924,525 which brings the Company’s ownership to 58.8%. In April 2010, the Company acquired 99.82% ownership in KUS through the subscription of 2,180,000 new shares issued by KUS. In May 2010, the Company acquired 60% of ASA’s shares through the purchase of 60,000 ASA’s shares from PT Indofica, a related party (Note 31) and subscription of 120,000 new shares.

- 11 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Pada bulan Juni 2010, Perusahaan mengakuisisi 80% saham IBKP melalui pembelian dari PT Indofica, pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 31), dan PT Lusli Kreasi Investama, pihak ketiga, masing-masing sebanyak 525.262 dan 14.690 saham. Akuisisi KUS, ASA dan IBKP dicatat dengan metode penyatuan kepemilikan karena dilakukan antara entitas sepengendali dalam rangka restrukturisasi usaha (Catatan 3).

In June 2010, the Company acquired 80% ownership in IBKP through the purchase from PT Indofica, a related party (Note 31), and PT Lusli Kreasi Investama, third party, consisting of 525,262 and 14,690 shares, respectively.

The acquisition of KUS, ASA and IBKP was accounted for using the pooling of interest method because it constituted a restructuring transaction among entities under common control (Note 3). In November 2010, the Company acquired 99.90% ownership in BSM through the purchase of 999 shares owned by Mr. Tjen Hian Tjin and Nn. Vera Apandi, third parties (Note 30).

Pada bulan Nopember 2010, Perusahaan mengakuisisi 99,90% kepemilikan saham BSM melalui pembelian 999 saham milik Tn. Tjen Hian Tjin dan Nn. Vera Apandi, pihak ketiga (Catatan 30). Pada bulan Desember 2010, Perusahaan mendirikan anak perusahaan KBS dengan kepemilikan saham 70%. c. Penawaran Umum Saham Perusahaan Pada tanggal 1 Nopember 2010, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) dengan suratnya No. S-9845/BL/2010 untuk melakukan penawaran umum perdana 6.150.000.000 saham Perusahaan kepada masyarakat. Pada tanggal 11 Nopember 2010, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Pada tanggal 11 Nopember 2010, 14.350.000.000 saham Perusahaan milik pemegang saham pendiri telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia. Pada tanggal 31 Desember 2010, seluruh saham Perusahaan sebanyak 20.500.000.000 saham telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia.

In December 2010, the Company established subsidiary company KBS with 70% ownership in shares of KBS. c. Public Offering of Shares of the Company On November 1, 2010, the Company obtained the notice of effectivity from the Chairman of the Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (Bapepam - LK) in his letter No. S-9845/BL/2010 for its public offering of 6,150,000,000 shares. On November 11, 2010, these shares were listed on the Indonesia Stock Exchange.

On November 11, 2010, 14,350,000,000 shares owned by the founding stockholders were listed in the Indonesia Stock Exchange.

As of December 31, 2010, all of the Company’s outstanding shares totalling to 20,500,000,000 shares are listed on the Indonesia Stock Exchange.

2.

KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Penyajian Laporan Keuangan Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

2.

SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES a. Financial Statement Presentation The consolidated financial statements have been prepared using accounting principles and reporting practices generally accepted in Indonesia. Such consolidated financial statements are not intended to present the financial position, results of operations and cash flows in accordance with accounting principles and reporting practices generally accepted in other countries and jurisdictions.

- 12 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasi, kecuali laporan arus kas, adalah dasar akrual. Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah mata uang Rupiah (Rp), dan laporan keuangan konsolidasi disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. b. Prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan entitas yang dikendalikan oleh Perusahaan. Pengendalian dianggap ada apabila Perusahaan mempunyai hak untuk mengatur dan menentukan kebijakan keuangan dan operasional entitas tersebut sehingga memperoleh manfaat dari aktivitasnya. Pengendalian juga dianggap ada apabila perusahaan memiliki baik secara langsung atau tidak langsung melalui anak perusahaan lebih dari 50% hak suara. Hak minoritas terdiri dari jumlah kepemilikan pada tanggal terjadinya penggabungan usaha (Catatan 2c) dan bagian minoritas dari perubahan ekuitas sejak tanggal dimulainya penggabungan usaha. Kerugian yang menjadi bagian minoritas melebihi hak minoritas dialokasikan kepada bagian induk perusahaan.

The consolidated financial statements, except for the statements of cash flows, are prepared under the accrual basis of accounting. The reporting currency used in the preparation of the consolidated financial statements is the Indonesian Rupiah, while the measurement basis is the historical cost, except for certain accounts which are measured on the bases described in the related accounting policies.

The consolidated statements of cash flows are prepared using the direct method with classifications of cash flows into operating, investing and financing activities. b. Principles of Consolidation The consolidated financial statements incorporate the financial statements of the Company and entities controlled by the Company. Control is achieved where the Company has the power to govern the financial and operating policies of the investee entity so as to obtain benefits from its activities. Control is presumed to exist when the Company owns directly or indirectly through subsidiaries, more than 50% of the voting rights.

The minority interest consists of the amount of those interest at the date of original business combination (Note 2c) and minority’s share of movements in equity since the date of the business combination. Any losses applicable to the minority interest in excess of the minority interest are allocated against the interests of the parent. The results of subsidiaries acquired or disposed of during the year, except for the acquisition constituted restructuring transaction among entities under common control, are included in the consolidated statements of income from the effective date of acquisition or up to the effective date of disposal, as appropriate. The result of the subsidiaries which are acquired under restructuring transaction among entities under common control are included in the consolidated statement of income since the the beginning of the period to reflects the acquisition as if all of the subsidiaries were acquired since the beginning of the period (pooling of interest method). Where necessary, adjustments are made to the financial statements of the subsidiaries to bring the accounting policies used in line with those used by the Company.

Hasil dari anak perusahaan yang diakuisisi atau dijual selama tahun berjalan dari tanggal efektif akuisisi atau sampai dengan tanggal efektif penjualan termasuk dalam laporan laba rugi konsolidasi, kecuali akuisisi yang dilakukan dalam rangka transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali. Hasil anak perusahaan yang diakuisisi dalam rangka restrukturisasi antara entitas sepengendali termasuk dalam laporan laba rugi konsolidasi dari awal tahun penyajian untuk mencerminkan akuisisi tersebut seolah-seolah anak perusahaan telah dimiliki sejak awal tahun penyajian (metode penyatuan kepemilikan). Penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan anak perusahaan agar kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh Perusahaan.

- 13 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Seluruh transaksi antar perusahaan, saldo, penghasilan dan beban dieliminasi pada saat konsolidasi. c. Penggabungan Usaha Akuisisi anak perusahaan dari pihak ketiga dicatat dengan menggunakan metode pembelian (purchase method). Biaya penggabungan usaha adalah keseluruhan nilai wajar (pada tanggal pertukaran) dari aset yang diperoleh, kewajiban yang terjadi atau yang ditanggung dan instrumen ekuitas yang diterbitkan sebagai penggantian atas pengendalian yang diperoleh ditambah biayabiaya lain yang secara langsung dapat diatribusikan pada penggabungan usaha tersebut. Pada saat akuisisi, aset dan kewajiban anak perusahaan diukur sebesar nilai wajarnya pada tanggal akuisisi. Selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aset dan kewajiban yang dapat diidentifikasi diakui sebagai goodwill. Jika biaya perolehan lebih rendah dari bagian Perusahaan atas nilai wajar aset dan kewajiban yang dapat diidentifikasi yang diakui pada tanggal akuisisi (diskon atas akuisisi), maka nilai wajar aset non-moneter yang diakuisisi harus diturunkan secara proporsional, sampai seluruh selisih tersebut tereliminasi. Akuisisi dalam rangka transaksi restrukturisasi antara entitas sepengendali dibukukan dengan cara yang sama dengan metode penyatuan kepemilikan. Hak pemegang saham minoritas dinyatakan sebesar bagian minoritas dari biaya perolehan historis aset bersih. d. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing Pembukuan Perusahaan dan anak perusahaan diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan.

All intra-group transactions, balances, income and expenses are eliminated on consolidation.

c. Business Combinations Acquisitions of subsidiaries and businesses are accounted for using the purchase method. The cost of the business combination is the aggregate of the fair value (at the date of exchange) of assets given, liabilities incurred or assumed, and equity instruments issued in exchange for control of the acquires, plus any costs directly attributable to the business combination.

On acquisition, the assets and liabilities of a subsidiary are measured at their fair values at the date of acquisition. Any excess of the cost of acquisition over the fair values of the identifiable net assets acquired is recognized as goodwill. When the cost of acquisition is less than the interest in the fair values of the identifiable assets and liabilities acquired as at the date of acquisition (i.e. discount on acquisition), the fair values of the acquired non-monetary assets are reduced proportionately until all the excess is eliminated.

Acquisitions relating to restructuring transaction among entities under common control is accounted for in the same way as the pooling of interests method. The interest of the minority shareholders is stated at the minority’s proportion of the historical cost of the net assets. d. Foreign Currency Transactions and Balances

The books of accounts of the Company and subsidiaries are maintained in Indonesian Rupiah. Transactions during the year involving foreign currencies are recorded at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At balance sheet date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to reflect the rates of exchange prevailing at that date. The resulting gains or losses are credited or charged to current operations.

- 14 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

e.

Transaksi Hubungan Istimewa Pihak-pihak yang istimewa adalah: 1) mempunyai hubungan

e. Transactions with Related Parties Related parties consist of the following: 1) companies that directly, or indirectly through one or more intermediaries, control, or are controlled by, or are under common control with, the Company (including holding companies, subsidiaries and fellow subsidiaries); associated companies; individuals owning, directly or indirectly, an interest in the voting power of the Company that gives them significant influence over the Company, and close members of the family of any such individuals (close members of the family are those who can influence or can be influenced by such individuals in their transactions with the Company);

perusahaan baik langsung maupun melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan Perusahaan (termasuk holding companies, subsidiaries dan fellow subsidiaries); perusahaan asosiasi; perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, suatu kepentingan hak suara di Perusahaan yang berpengaruh secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan Perusahaan); karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan kegiatan Perusahaan, yang meliputi anggota dewan komisaris, direksi dan manajer dari Perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut; dan perusahaan di mana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam butir (3) atau (4), atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaan-perusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang saham utama dari Perusahaan dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan Perusahaan.

2) 3)

2) 3)

4)

4)

key management personnel who have the authority and responsibility for planning, directing and controlling the Company’s activities, including commissioners, directors and managers of the Company and close members of their families; and

5)

5)

companies in which a substantial interest in the voting power is owned, directly or indirectly, by any person described in (3) or (4) or over which such a person is able to exercise significant influence. This includes companies owned by commissioners, directors or major stockholders of the Company and companies which have a common key member of management as the Company.

Semua transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan tingkat bunga atau harga, persyaratan dan kondisi yang sama sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasi. f. Aset Keuangan Seluruh aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal diperdagangkan dimana pembelian dan penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset keuangan dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh kebiasaan pasar yang berlaku, dan awalnya diukur sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi, kecuali untuk aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, yang awalnya diukur sebesar nilai wajar. - 15 f.

All transactions with related parties, whether or not made at similar terms and conditions as those done with third parties, are disclosed in the consolidated financial statements.

Financial Assets All financial assets are recognised and derecognised on trade date where the purchase or sale of a financial asset is under a contract whose terms require delivery of the financial asset within the time frame established by the market concerned, and are initially measured at fair value plus transaction costs, except for those financial assets classified as at fair value through profit or loss, which are initially measured at fair value.

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Selain kas dan setara kas, aset keuangan Perusahaan dan anak perusahaan diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang. Pinjaman yang diberikan dan piutang Piutang pelanggan dan piutang lain-lain dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif diklasifikasi sebagai “pinjaman yang diberikan dan piutang”, yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penurunan nilai. Bunga diakui dengan menggunakan metode suku bunga efektif, kecuali piutang jangka pendek dimana pengakuan bunga tidak material. Metode suku bunga efektif Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat pengakuan awal. Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan. Penurunan nilai aset keuangan Aset keuangan dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap tanggal neraca. Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif, sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal. Bukti obyektif sebagai berikut:   penurunan nilai termasuk

Other than cash and cash equivalent, the Company and its subsidiary’s financial assets are classified as loans and receivables. Loans and receivables Receivable from customers and other receivables that have fixed or determinable payments that are not quoted in an active market are classified as “loans and receivables”. Loans and receivables are measured at amortised cost using the effective interest method less impairment. Interest is recognised by applying the effective interest rate method, except for short-term receivables when the recognition of interest would be immaterial. Effective interest method The effective interest method is a method of calculating the amortised cost of a financial instrument and of allocating interest income over the relevant period. The effective interest rate is the rate that exactly discounts estimated future cash receipts (including all fees and points paid or received that form an integral part of the effective interest rate, transaction costs and other premiums or discounts) through the expected life of the financial instrument, or, where appropriate, a shorter period to the net carrying amount on initial recognition.

Income is recognized on an effective interest basis for financial instrument. Impairment of financial assets Financial assets are assessed for indicators of impairment at each balance sheet date. Financial assets are impaired where there is objective evidence that, as a result of one or more events that occurred after the initial recognition of the financial asset, the estimated future cash flows of the investment have been impacted. Objective include:   evidence of impairment could

kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; atau pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga; atau terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan.

significant financial difficulty of the issuer or counterparty; or default or delinquency in interest principal payments; or or

it becoming probable that the borrower will enter bankruptcy or financial reorganisation.

- 16 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Pinjaman yang diberikan dan piutang yang dinilai tidak akan diturunkan secara individual tetapi penurunan secara kolektif. Bukti objektif dari penurunan nilai portofolio piutang dapat termasuk pengalaman Perusahaan dan anak perusahaan atas tertagihnya piutang di masa lalu, peningkatan keterlambatan penerimaan pembayaran piutang dari rata-rata periode kredit, dan juga pengamatan atas perubahan kondisi ekonomi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan default atas piutang. Jumlah kerugian penurunan nilai merupakan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa datang yang didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan. Nilai tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai secara langsung atas aset keuangan, kecuali piutang yang nilai tercatatnya dikurangi melalui penggunaan akun penyisihan piutang. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapuskan melalui akun penyisihan piutang. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan terhadap akun penyisihan. Perubahan nilai tercatat akun penyisihan piutang diakui dalam laporan laba rugi. Penghentian pengakuan aset keuangan Perusahaan dan anak perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset berakhir, atau Perusahaan dan anak perusahaan mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika Perusahaan dan anak perusahaan tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Perusahaan dan anak perusahaan mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan kewajiban terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Perusahaan dan anak perusahaan memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Perusahaan dan anak perusahaan masih mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima. g. Kewajiban Keuangan dan Instrumen Ekuitas Klasifikasi sebagai kewajiban atau ekuitas Kewajiban keuangan dan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Perusahaan dan anak perusahaan diklasifikasi sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi kewajiban keuangan dan instrumen ekuitas. g.

Loans and receivables that are assessed not to be impaired individually are, in addition, assessed for impairment on a collective basis. Objective evidence of impairment for a portfolio of receivables could include the Company and its subsidiary past experience of collecting payments, an increase in the number of delayed payments in the portfolio past the average credit period, as well as observable changes in national or local economic conditions that correlate with default on receivables. The amount of the impairment is the difference between the asset’s carrying amount and the present value of estimated future cash flows, discounted at the financial asset’s original effective interest rate. The carrying amount of the financial asset is reduced by the impairment loss directly for all financial assets with the exception of receivables, where the carrying amount is reduced through the use of an allowance account. When a receivable is considered uncollectible, it is written off against the allowance account. Subsequent recoveries of amounts previously written off are credited against the allowance account. Changes in the carrying amount of the allowance account are recognized in statements of income. Derecognition of financial assets The Company and its subsidiaries derecognize a financial asset only when the contractual rights to the cash flows from the asset expire, or when it transfers the financial asset and substantially all the risks and rewards of ownership of the asset to another entity. If the Company and its subsidiaries neither transfer nor retains substantially all the risks and rewards of ownership and continues to control the transferred asset, the Company and its subsidiaries recognize its retained interest in the asset and an associated liability for amounts it may have to pay. If the Company and its subsidiaries retain substantially all the risks and rewards of ownership of a transferred financial asset, the Company and its subsidiaries continue to recognize the financial asset and also recognizes a collateralized borrowing for the proceeds received.

Financial Liabilities and Equity Instruments Classification as debt or equity Financial liabilities and equity instruments issued by the Company and its subsidiaries are classified according to the substance of the contractual arrangements entered into and the definitions of a financial liability and an equity instrument.

- 17 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Instrumen ekuitas Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset Perusahaan dan anak perusahaan setelah dikurangi dengan seluruh kewajibannya. Instrumen ekuitas dicatat sebesar hasil penerimaan bersih setelah dikurangi biaya penerbitan langsung. Kewajiban keuangan Hutang usaha dan hutang lain-lain, serta pinjaman lainnya pada awalnya diukur pada nilai wajar, setelah dikurangi biaya transaksi, dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dengan beban bunga diakui berdasarkan metode suku bunga efektif. Selisih antara hasil emisi (setelah dikurangi biaya transaksi) dan penyelesaian atau pelunasan pinjaman diakui selama jangka waktu pinjaman. Penghentian pengakuan kewajiban keuangan Perusahaan dan anak perusahaan menghentikan pengakuan kewajiban keuangan, jika dan hanya jika, kewajiban Perusahaan dan anak perusahaan telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa. h. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan konsolidasi sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi. i. Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya. j. Investasi Pada Perusahaan Asosiasi Perusahaan asosiasi adalah suatu perusahaan dimana induk perusahaan mempunyai pengaruh yang signifikan, namun tidak mempunyai pengendalian atau pengendalian bersama, melalui partisipasi dalam pengambilan keputusan atas kebijakan finansial dan operasional investee. - 18 j. i. h.

Equity instruments An equity instrument is any contract that evidences a residual interest in the assets of the Company after deducting all of its liabilities. Equity instruments are recorded at the proceeds received, net of direct issue costs.

Financial liabilities Trade and other payables, bank and other borrowings are initially measured at fair value, net of transaction costs, and are subsequently measured at amortised cost, using the effective interest rate method, with interest expense recognised on an effective yield basis.

Any difference between the proceeds (net of transaction costs) and the settlement or redemption of borrowings is recognized over the term of the borrowings. Derecognition of financial liabilities The Company and its subsidiaries derecognise financial liabilities when, and only when, the Company’s and its subsidiaries’ obligations are discharged, cancelled or they expire. Use of Estimates The preparation of consolidated financial statements in conformity with accounting principles generally accepted in Indonesia requires management to make estimates and assumptions that affect the reported amounts of assets and liabilities and disclosure of contingent assets and liabilities at the date of the consolidated financial statements and the reported amounts of revenues and expenses during the reporting period. Actual results could be different from those estimates. Cash and Cash Equivalents Cash and cash equivalents consist of cash on hand and in banks and all unrestricted investments with maturities of three months or less from the date of placement. Investments in Associates An associate is an entity over which the Company is in a position to exercise significant influence, but not control or joint control, through participation in the financial and operating policy decisions of the investee.

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Penghasilan, aset dan kewajiban dari perusahaan asosiasi digabungkan dalam laporan keuangan konsolidasi dan dicatat dengan mengunakan metode ekuitas. Investasi pada perusahaan asosiasi dicatat di neraca sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan dalam bagian kepemilikan Perusahaan atas aset bersih perusahaan asosiasi yang terjadi setelah perolehan, dikurangi dengan penurunan nilai yang ditentukan untuk setiap investasi secara individu. Bagian Perusahaan atas kerugian perusahaan asosiasi yang melebihi nilai tercatat dari investasi tidak diakui kecuali jika Perusahaan mempunyai kewajiban atau melakukan pembayaran kewajiban perusahaan asosiasi yang dijaminnya, dalam hal demikian, tambahan kerugian diakui sebesar kewajiban atau pembayaran tersebut. k. Biaya Dibayar Dimuka Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus. l. Aset Real Estat Aset real estat terdiri dari bangunan apartemen yang siap dijual, tanah belum dikembangkan, tanah yang sedang dikembangkan dan bangunan yang sedang dikonstruksi, dinyatakan sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Tanah belum dikembangkan merupakan tanah mentah yang belum dikembangkan dan dinyatakan sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi bersih mana yang lebih rendah. Biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan meliputi biaya pra-perolehan dan perolehan tanah. Biaya perolehan akan dipindahkan ke tanah yang sedang dikembangkan pada saat pengembangan tanah akan dimulai atau dipindahkan ke bangunan yang sedang dikonstruksi pada saat tanah tersebut siap dibangun. Biaya perolehan tanah yang sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan ditambah dengan biaya pengembangan langsung dan tidak langsung yang dapat diatribusikan pada aset pengembangan real estat serta biaya pinjaman. Tanah yang sedang dikembangkan akan dipindahkan ke bangunan yang sedang dikonstruksi pada saat tanah tersebut selesai dikembangkan. l. k.

The results and assets and liabilities of associates are incorporated in these consolidated financial statements using the equity method of accounting. Investments in associates are carried in the consolidated balance sheet at cost as adjusted by postacquisition changes in the Company’s share of the net assets of the associate, less any impairment in the value of the individual investments. Losses of the associates in excess of the Company’s interest in those associates are not recognized except if the Company has incurred obligations or made payments on behalf of the associates to satisfy obligations of the associates that the Company has guaranteed, in which case, additional losses are recognized to the extent of such obligations or payments.

Prepaid Expenses Prepaid expenses are amortized over their beneficial periods using the straight-line method. Real Estate Assets Real estate assets consisting of apartment units ready for sale, land not yet developed, land under development and buildings under construction, are stated at cost or net realizable value, whichever is lower.

Land not yet developed consists of land that has not been developed yet and is stated at cost or net realizable value, whichever is lower. The cost of land not yet developed consists of pre-development costs and cost of the land. The cost of the land not yet developed is transferred to the land under development account when the development of the land has started or is transferred to the buildings under construction account when the land is ready for development.

The cost of land under development consists of cost of land not yet developed, direct and indirect costs related to the development of real estate assets and borrowing costs. The cost of land under development is transferred to the buildings under construction account when the development is completed.

- 19 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Biaya perolehan bangunan yang sedang dikonstruksi meliputi biaya perolehan tanah yang telah selesai dikembangkan ditambah dengan biaya konstruksi, biaya lainnya yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real estat dan biaya pinjaman, serta dipindahkan ke bangunan yang siap dijual pada saat selesai dibangun dan siap dijual. Biaya aktivitas pengembangan real estat yang dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat adalah:  Biaya praperolehan tanah;  Biaya perolehan tanah;  Biaya yang secara langsung berhubungan dengan proyek;  Biaya yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real estat; dan  Biaya pinjaman. Biaya pinjaman yang secara langsung dapat diatribusikan dengan kegiatan pengembangan dikapitalisasi ke proyek pengembangan. Kapitalisasi dihentikan pada saat proyek pengembangan tersebut ditangguhkan/ditunda pelaksanaannya atau secara substansial siap untuk digunakan sesuai tujuannya.

The cost of building under construction consists of the cost of developed land, construction costs, other costs related to the development of real estate and borrowing costs, and is transferred to the building when it is completed and ready for sale.

The real estate development costs which are capitalized to the real estate development project are:  Land preacquisition costs  Land acquisition cost  Project direct costs   Costs that are attributable to real estate development activities; and Borrowing costs

Borrowing costs directly attributable to development activities are capitalized to development projects. Capitalization of borrowing costs is discontinued when active development is interrupted or when substantially all the activities necessary to prepare the qualifying asset for its intended use or sale are completed. Costs which are allocated to project costs are:   Preacquisition costs of land which is not successfully acquired Excess of costs over anticipated proceeds on the sale or transfer of commercialized public utilities, in connection with the sale of units

Biaya yang dialokasikan sebagai beban proyek adalah:  Biaya praperolehan tanah atas tanah yang tidak berhasil diperoleh.  Kelebihan biaya dari hasil yang diperoleh atas pembangunan sarana umum yang dikomersialkan, yang dijual atau dialihkan, sehubungan dengan penjualan unit. Perusahaan dan anak perusahaan tetap melakukan akumulasi biaya ke proyek pengembangan walaupun realisasi pendapatan pada masa depan lebih rendah dari nilai tercatat proyek, atas perbedaan yang terjadi Perusahaan dan anak perusahaan melakukan penyisihan secara periodik. Jumlah penyisihan tersebut akan mengurangi nilai tercatat proyek dan dibebankan ke laba rugi berjalan. Biaya yang telah dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat dialokasikan ke setiap unit real estat dengan metode identifikasi khusus. Pengkajian atas estimasi dan alokasi biaya dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan sampai proyek selesai secara substansial, jika terjadi perubahan mendasar Perusahaan dan anak perusahaan akan melakukan revisi dan realokasi biaya.

The Company and its subsidiaries accumulate the costs of project development although the realization of projected revenue is lower than the capitalized project costs, however, the Company and its subsidiaries recognize provisions periodically for the difference that may arise. The provision is accounted for as a reduction in capitalized project costs and is charged to expense as incurred. Costs capitalized to real estate project development are allocated to each real estate unit using the specific identification method.

Estimates and cost allocation are reviewed at the end of each financial reporting period until the project is substantially completed. If there are fundamental changes on the basis of current estimates, the Company and its subsidiaries will revise and reallocate the cost.

- 20 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Beban yang diakui pada saat terjadinya adalah biaya yang tidak berhubungan dengan proyek real estat. m. Properti Investasi Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya) yang dikuasai untuk kepentingan disewakan untuk memperoleh pendapatan sewa jangka panjang dan/atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya. Perusahaan dan anak perusahaan mengukur properti investasi setelah pengakuan awal dengan menggunakan metode biaya. Properti investasi diukur sebesar biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan. Properti investasi kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis dari properti investasi sebagai berikut: Tahun / Years Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. n. Aset Tetap - Pemilikan Langsung Aset tetap yang dimiliki untuk digunakan dalam penyediaan jasa atau untuk tujuan administratif dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap seperti berikut: Tahun / Years Peralatan kantor Kendaraan Perlengkapan proyek Tanah dinyatakan berdasarkan perolehan dan tidak disusutkan. biaya 4–8 4–8 4–8 n. 30 8 m.

Expenses which are not related to the development of real estate are recognized when incurred. Investment Properties Investment properties are properties (land or a building – or part of a building – or both) owned and held to earn rentals or for capital appreciation or both. The Company and its subsidiaries measure its investment property subsequent to initial recognition using the cost model.

Investment properties are measured at cost less accumulated depreciation.

Investment properties except land, are depreciated using the straight-line method based on the estimated useful lives of the assets as follows:

Buildings and infrastructures Machinery and equipment Land is stated at cost and is not depreciated.

Property and Equipment - Direct Acquisitions Property and equipment held for use in supply of services or for administrative purposes and equipment are stated at cost less accumulated depreciation. Depreciation is computed using the straight-line method based on the estimated useful lives of the assets as follows:

Office equipment Vehicles Project equipment Land is stated at cost and is not depreciated.

- 21 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan direview setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya. Biaya-biaya lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk menambah, mengganti atau memperbaiki aset tetap dicatat sebagai biaya perolehan aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aset tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi konsolidasi pada tahun yang bersangkutan. Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari hutang yang digunakan untuk pembangunan aset tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan atau properti investasi pada saat selesai dan siap digunakan. o. Biaya yang Ditangguhkan Biaya yang terjadi sehubungan dengan pembangunan kantor pemasaran, ruang pamer dan kantor operasional ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus dengan masa manfaat 2 – 4 tahun. p. Penurunan Nilai Aset Non Keuangan Pada tanggal neraca, Perusahaan dan anak perusahaan menelaah nilai tercatat aset nonkeuangan untuk menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali atas suatu aset individu, Perusahaan dan anak perusahaan mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari unit penghasil kas atas aset. p. o.

The estimated useful lives, residual values and depreciation method are reviewed at each year end, with the effect of any changes in estimate accounted for on a prospective basis. The cost of maintenance and repairs is charged to operations as incurred. Other costs incurred subsequently to add to, replace part of, or service an item of property and equipment, are recognized as an asset if, and only if it is probable that future economic benefits associated with the item will flow to the entity and the cost of the item can be measured reliably. When assets are retired or otherwise disposed of, their carrying values and the related accumulated depreciation and any impairment loss are removed from the accounts and any resulting gain or loss is reflected in the current operations.

Construction in progress is stated at cost which includes borrowing costs during construction on debts incurred to finance the construction. Construction in progress is transferred to the respective property and equipment account or investment property when completed and ready for use.

Deferred Charges Expenses related to constructions of show unit, marketing office and operational office are deferred and amortized using the straight-line method with estimated useful lives of 2 – 4 years. Impairment of Non-Financial Asset At balance sheet dates, the company and its subsidiaries review the carrying amount of nonfinancial assets to determine whether there is any indication that those assets have suffered an impairment loss. If any such indication exists, the recoverable amount of the asset is estimated in order to determine the extent of the impairment loss (if any). Where it is not possible to estimate the recoverable amount of an individual asset, the Company and its subsidiaries estimate the recoverable amount of the cash generating unit to which the asset belongs.

- 22 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Perkiraan jumlah yang dapat diperoleh kembali adalah nilai tertinggi antara harga jual neto atau nilai pakai. Jika jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset non-keuangan (unit penghasil kas) kurang dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas) dikurangi menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali dan rugi penurunan nilai diakui langsung ke laba rugi. q. Imbalan Pasca Kerja Perusahaan dan anak perusahaan menghitung dan mencatat imbalan pasca kerja untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Tidak ada pendanaan yang disisihkan oleh Perusahaan sehubungan dengan imbalan pasca kerja ini. Perhitungan imbalan pasca kerja menggunakan metode Projected Unit Credit. Akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui yang melebihi 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti diakui dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja yang diprakirakan dari para pekerja dalam program tersebut. Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut menjadi hak atau vested, dan sebaliknya akan diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imbalan tersebut menjadi vested. Jumlah yang diakui sebagai kewajiban untuk imbalan pasca kerja di neraca merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti disesuaikan dengan keuntungan dan kerugian aktuarial yang belum diakui dan biaya jasa lalu yang belum diakui. r. Selisih Nilai Transaksi Entitas Sepengendali Restrukturisasi r. q.

Estimated recoverable amount is the higher of net selling price or value in use. If the recoverable amount of a non-financial asset (cash generating unit) is less than its carrying amount, the carrying amount of the asset (cash generating unit) is reduced to its recoverable amount and an impairment loss is recognized immediately against earnings.

Post-employment Benefits The Company and its subsidiaries calculate and record defined post-employment benefits to employees in accordance with Labor Law No. 13/2003. No funding has been made to this defined benefit plan.

The cost of providing post-employment benefits is determined using the Projected Unit Credit Method. The accumulated unrecognized actuarial gains and losses that exceed 10% of the present value of defined benefit obligations are recognized on a straight-line basis over the expected average remaining working lives of the participating employees. Past service cost is recognized immediately to the extent that the benefits are already vested, and otherwise is amortized on a straight-line basis over the average period until the benefits become vested. The post-employment benefit obligation recognized in the balance sheet represents the present value of the defined benefit obligation, as adjusted for unrecognized actuarial gains or losses and unrecognized past service cost.

Difference in Value Transactions among Common Control

of Restructuring Entities under

Selisih antara harga pengalihan yang timbul dari pengalihan aset, hutang, saham atau bentuk instrumen kepemilikan lainnya dengan nilai buku transaksi dalam rangka restrukturisasi antara entitas sepengendali diakui sebagai “Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali” dan disajikan sebagai unsur ekuitas. s. Biaya Emisi Saham Biaya emisi saham disajikan sebagai bagian tambahan modal disetor dan tidak diamortisasi. s.

The difference between the transfer price and book value of assets, liabilities, shares or other forms of ownership instruments in a restructuring transaction between entities under common control is recorded as “Difference in value of restructuring transactions between entities under common control” and presented as part of equity. Issuance Costs of Shares Share issuance costs are deducted from additional paid-in capital and are not amortized.

- 23 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

t.

Pengakuan Pendapatan dan Beban Penjualan (i) Pendapatan dari penjualan apartemen, perkantoran dan bangunan sejenisnya, yang pembangunannya dilaksanakan lebih dari satu tahun diakui dengan menggunakan metode persentase penyelesaian (percentage of completion method), apabila seluruh syarat berikut terpenuhi:  proses konstruksi telah melampaui tahap awal, yaitu pondasi bangunan telah selesai terpenuhi;

t.

Revenue and Expense Recognition Sales (i) Revenues from sale of apartments, office buildings and buildings alike, which are constructed for more than one year are recognized using the percentage of completion method, when all of the following criteria are met:

the construction process has surpassed the initial phase, which is the foundation of the building has been completed; total payments by the buyer equal or exceed 20% of the agreed sales price and no refund could be made by the buyer; and

jumlah pembayaran oleh pembeli telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati dan jumlah tersebut tidak dapat diminta kembali oleh pembeli; dan jumlah pendapatan penjualan dan biaya unit bangunan dapat diestimasi dengan andal.

total revenues from sales and costs can be reasonably estimated.

(ii) Pendapatan dari penjualan toko dan bangunan sejenis lainnya beserta tanah kavlingnya diakui dengan metode akrual penuh (full accrual method) apabila seluruh kriteria berikut ini terpenuhi:    proses penjualan telah selesai; harga jual akan tertagih; tagihan penjual tidak akan bersifat subordinasi di masa yang akan datang terhadap pinjaman lain yang akan diperoleh pembeli; dan penjual telah mengalihkan risiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli melalui suatu transaksi yang secara substansi adalah penjualan dan penjual tidak lagi berkewajiban atau terlibat secara signifikan dengan unit bangunan tersebut.

(ii) Revenues from sale of shops and other buildings of the same type, including the land, shall be recognized using the full accrual method, if all the following criteria are satisfied:    the sale process is completed; the selling price is collectible; the receivable will not be subordinated to other loans, which will be obtained by the buyer; and

the seller has transferred the risks and benefits of the ownership of the building units to the buyer through a transaction which in substance is a sale and the seller has no obligation or is not significantly involved with the building unit.

Apabila persyaratan tersebut di atas tidak dapat dipenuhi, maka seluruh uang yang diterima dari pembeli diperlakukan sebagai uang muka dan dicatat dengan metode deposit sampai seluruh persyaratan tersebut dipenuhi.

If any of the above criteria are not met, the transactions are accounted for using the deposit method and all payments received from the customers are recorded as advances from customer.

- 24 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Pendapatan Sewa Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa sewa. Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui dengan dasar garis lurus selama masa sewa. Uang muka sewa yang diterima dari penyewa dicatat ke dalam akun pendapatan yang diterima dimuka dan akan diakui sebagai pendapatan secara berkala sesuai dengan kontrak sewa yang berlaku. Beban Biaya yang berhubungan dengan pendapatan yang menggunakan metode persentase penyelesaian diakui sesuai dengan tingkat persentase penyelesaian dari unit bangunan pada setiap akhir periode. Beban, kecuali yang berhubungan dengan pendapatan yang menggunakan metode persentase penyelesaian, diakui sesuai dengan masa manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (accrual basis).

Rental Income Rental income from operating leases is recognized on a straight-line basis over the term of the relevant lease. Initial direct costs incurred in negotiating and arranging an operating lease are added to the carrying amount of the leased asset and recognized on a straight-line basis over the lease term. Rental income received in advance are recorded as “Unearned Revenue” and recognized as income regularly over the rental periods.

Expenses Expenses in relation with revenues which are recognized using the percentage of completion method are recognized in accordance with the percentage of completion on each unit every end of year. Expenses, except for those in relation with revenues which are recognized using the percentage of completion method, are recognized when incurred and over the periods of benefit (accrual basis).

u.

Pajak Penghasilan Pajak Penghasilan Final Penghasilan yang telah dikenakan pajak penghasilan final, beban pajaknya diakui proporsional dengan jumlah pendapatan menurut akuntansi yang diakui pada periode berjalan. Selisih antara jumlah pajak penghasilan final yang terhutang dengan jumlah yang dibebankan sebagai pajak kini pada perhitungan laba rugi, diakui sebagai pajak dibayar dimuka atau hutang pajak. Perbedaan nilai tercatat aset dan kewajiban yang berhubungan dengan pajak penghasilan final dengan dasar pengenaan pajaknya tidak diakui sebagai aset atau kewajiban pajak tangguhan. Pajak Penghasilan Tidak Final Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

u.

Income Tax Final Income Tax Final income tax expense is recognized proportionally with the accounting income recognized during the year. The difference between the final income tax paid and the final tax expense in the statement of income is recognized as prepaid tax or tax payable. If the income is subject to final income tax, no deferred tax asset or liability is recognized on the difference between the financial statement carrying amounts of assets and liabilities and their respective tax bases.

Non-Final Income Tax Current tax expense is determined based on the taxable income for the year computed using prevailing tax rates.

- 25 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan kewajiban kecuali perbedaan yang berhubungan dengan pajak penghasilan final. Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal neraca. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan langsung ke ekuitas.

Deferred tax assets and liabilities are recognized for the future tax consequences attributable to the differences between the financial statement carrying amounts of assets and liabilities and their respective tax bases, except those differences that are subject to final tax. Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences and deferred tax assets are recognized for deductible temporary differences to the extent that it is probable that taxable income will be available in future periods against which the deductible temporary differences can be utilized. Deferred tax is calculated at the tax rates that have been enacted or substantively enacted at the balance sheet date. Deferred tax is charged or credited in the statement of income, except when it relates to items charged or credited directly to equity, in which case, the deferred tax is also charged or credited directly to equity. Deferred tax assets and liabilities are offset in the balance sheet in the same manner the current tax assets and liabilities are presented.

Aset dan kewajiban pajak tangguhan disajikan di neraca atas dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aset dan kewajiban pajak kini. v. Laba Per Saham Dasar Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang dari saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan. w. Informasi Segmen Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasi. Bentuk primer pelaporan segmen adalah segmen usaha sedangkan segmen sekunder adalah segmen geografis. w. v.

Earnings per Share Basic earnings per share is computed by dividing net income by the weighted average number of shares outstanding during the year.

Segment Information Segment information is prepared using the accounting principles adopted for preparing and presenting the consolidated financial statements. The Company’s primary reporting segment information is based on business segment, while its secondary reporting segment information is based on geographical segment. A business segment is a distinguishable component of an enterprise that is engaged in producing an individual product or service or a group of related products or services and that is subject to risks and returns that are different from those of other segments.

Segmen usaha adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa (baik produk atau jasa individual maupun kelompok produk atau jasa terkait) dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain.

- 26 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Segmen geografis adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada lingkungan (wilayah) ekonomi lain Aset dan kewajiban yang digunakan bersama dalam satu segmen atau lebih dialokasikan kepada setiap segmen jika, dan hanya jika, pendapatan dan beban, yang terkait dengan aset tersebut juga dialokasikan kepada segmen-segmen tersebut.

A geographical segment is a distinguishable component of an enterprise that is engaged in providing products or services within a particular economic environment and that is subject to risks and returns that are different from those of components operating in other economic environments.

Assets and liabilities that relate jointly to two or more segments are allocated to those segments, if and only if, the related revenues and expenses are allocated to those segments and the relative autonomy of those segments.

3.

PERBANDINGAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2009 Pada tahun 2010, Perusahaan melakukan transaksi akuisisi atas saham perusahaan (Catatan 30) sebagai berikut:    PT Arah Sejahtera Abadi (ASA) PT Kencana Unggul Sukses (KUS) PT Intersatria Budi Karya Pratama (IBKP)

3.

COMPARATIVE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS FOR THE YEAR ENDED DECEMBER 31, 2009 In 2010, the Company acquired shares of the following companies (Note 30):

  

PT Arah Sejahtera Abadi (ASA) PT Kencana Unggul Sukses (KUS) PT Intersatria Budi Karya Pratama (IBKP)

Akuisisi tersebut di atas dilakukan antara entitas sepengendali dalam rangka restrukturisasi usaha sehingga diperlakukan dengan cara yang sama dengan metode penyatuan kepemilikan. Laporan keuangan konsolidasi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2009 telah digabung dan disajikan kembali untuk mencerminkan akuisisi tersebut seolah-olah seluruh anak perusahaan di atas telah dimiliki oleh Perusahaan sejak 1 Januari 2009. Untuk tujuan penyajian, ekuitas anak perusahaan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2009 disajikan dalam akun ”Ekuitas anak perusahaan yang berasal dari penyajian kembali laporan keuangan” dalam neraca. Perusahaan juga melakukan reklasifikasi akun dalam laporan keuangan konsolidasi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2009 agar penyajiannya sesuai dengan penyajian laporan keuangan konsolidasi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2010.

These acquisitions constituted restructuring transaction among entities under common control and are accounted for using the pooling of interest method. The consolidated financial statements for the year ended December 31, 2009 have been combined or restated as if all of the subsidiaries above were acquired since January 1, 2009. For presentation purposes, the equity in the subsidiaries for the year ended December 31, 2009 was presented in the consolidated balance sheet as “Equity in subsidiaries resulting from restatement of financial statements”.

The Company also reclassified accounts in the consolidated financial statements for the year ended December 31, 2009 to conform with the presentation of the consolidated financial statements for the year ended December 31, 2010.

- 27 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Ikhtisar ringkas neraca dan laporan laba rugi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2009 sebelum dan sesudah pengaruh dari penggabungan adalah sebagai berikut:
2009 Perusahaan/The Company Sebelum Sesudah reklasifikasi/ reklasifikasi/ Before After reclassification reclassification Rp'000 Rp'000 Neraca Konsolidasi Aset Kas dan setara kas Deposito berjangka Piutang usaha kepada pihak ketiga Piutang lain-lain Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Pihak ketiga Aset real estat Investasi saham pada perusahaan asosiasi Aset tetap - bersih Biaya yang ditangguhkan - bersih Lain-lain Kewajiban Hutang usaha kepada pihak ketiga Hutang lain-lain Hutang pajak Biaya yang masih harus di bayar Hutang bank Uang muka penjualan dan pendapatan diterima dimuka Hutang pembelian aset tetap Uang jaminan penyewa Kewajiban imbalan pasca kerja Hak minoritas atas aset bersih anak perusahaan Ekuitas Modal saham Uang muka setoran modal Ekuitas anak perusahaan yang berasal dari penyajian kembali laporan keuangan Saldo laba (defisit) Laporan Laba Rugi Konsolidasi Penjualan dan pendapatan usaha Beban pokok penjualan dan beban langsung Beban usaha Penghasilan lain-lain - bersih Bagian rugi bersih perusahaan asosiasi Beban pajak - bersih Hak minoritas atas rugi bersih anak perusahaan Laba (rugi) bersih Laba bersih per saham dasar (dalam Rupiah penuh)

The condensed balance sheets and statements of income for the year ended December 31, 2009 before and after the effect of the combination are as follows:

Anak perusahaan/ Subsidiaries Rp'000

Penyesuaian/ Adjustments Rp'000

Setelah disajikan kembali/ As restated Rp'000 Consolidated Balance Sheet Assets Cash and cash equivalents Time deposits Trade accounts receivable to third parties Other account receivable Related parties Third parties Real estate assets Investment in associates Property and equipment - net Deferred charges - net Others Liabilities Trade accounts payable to third parties Other accounts payable Taxes payable Accrued expenses Bank loans Advances from customers and unearned revenues Liabilities for purchase of property and equipment Tenants' security deposits Post-employment benefits obligation Minority interest in net assets of subsidiaries Equity Capital stock Advances for capital stock subscriptions Equity in subsidiaries resulting from restatement of financial statements Retained earnings (Deficit) Consolidated Income Statements Sales and revenues Cost of sales and direct costs Operating expenses Other income - net Equity in net loss of associates Tax expense - net Minority interest in net loss of subsidiaries Net income (loss) Basic earnings per share (in full Rupiah amounts)

280.086.813 122.377.308

280.086.813 122.377.308

108.432.683 2.939.598 35.191.706

-

388.519.496 2.939.598 157.569.014

53.286.791 16.013.121 1.085.609.420 670.176 1.543.451.526 10.252.749 127.383.620

34.082.480 35.217.432 1.085.609.420 670.176 1.543.451.526 10.252.749 127.383.620

107.213 199.501 779.838.976 208.605.286 3.425.456 27.526.585

(4.500.000) -

29.689.693 35.416.933 1.865.448.396 670.176 1.752.056.812 13.678.205 154.910.205

81.340.758 5.456.838 46.095.230 21.892.932 1.566.313.117 627.607.310 225.525 7.595.490 5.943.379

81.340.758 5.456.838 46.095.230 21.892.932 1.566.313.117 627.607.310 225.525 7.595.490 5.943.379

81.594.842 11.571.887 21.521.899 2.452.550 107.878.000 422.388.652 237.864 1.723.713

(4.500.000) -

162.935.600 12.528.725 67.617.129 24.345.482 1.674.191.117 1.049.995.962 463.389 7.595.490 7.667.092

-

-

-

108.987.044

108.987.044

150.000.000 692.001.700

150.000.000 692.001.700

102.400.000 461.911.974

(102.400.000) (461.911.974)

150.000.000 692.001.700

34.659.245

34.659.245

(47.414.377)

407.910.553 47.414.377

407.910.553 34.659.245

678.030.492 (451.042.044) (200.331.054) 38.230.234 (9.359) (31.239.434) 33.638.835 4

678.030.492 (451.042.044) (200.331.054) 38.230.234 (9.359) (31.239.434) 33.638.835 4

177.922.226 (116.977.272) (62.852.462) 7.310.597 (11.209.945) (5.806.856)

7.285.144 -

855.952.718 (568.019.316) (263.183.516) 45.540.831 (9.359) (42.449.379) 7.285.144 35.117.123 4

- 28 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

4.

KAS DAN SETARA KAS

4.

CASH AND CASH EQUIVALENTS

2010 Rp Kas Bank Rupiah Bank Internasional Indonesia Bank Central Asia Bank Negara Indonesia Bank Pan Indonesia Bank Permata Bank CIMB Niaga Bank JP. Morgan, Chase Bank,N.A Bank DKI Bank Artha Graha Lain - lain Dollar Amerika Serikat Bank Pan Indonesia Bank Internasional Indonesia Bank JP. Morgan, Chase Bank,N.A Lain-lain Deposito berjangka Rupiah Bank Mandiri Bank Internasional Indonesia Bank Negara Indonesia Bank CIMB Niaga Bank Permata Bank Central Asia Bank Mega Bank Pan Indonesia Bank Tabungan Negara Dollar Amerika Serikat Bank Pan Indonesia Bank Mandiri Bank Internasional Indonesia Bank Permata Jumlah Tingkat bunga deposito berjangka per tahun Rupiah Dollar Amerika Serikat 1.732.500.000

2009 (Disajikan kembali - Catatan 3/ As restated Note 3) Rp 1.478.000.000 Cash on hand Cash in banks Rupiah Bank Internasional Indonesia Bank Central Asia Bank Negara Indonesia Bank Pan Indonesia Bank Permata Bank CIMB Niaga Bank JP. Morgan, Chase Bank,N.A Bank DKI Bank Artha Graha Others U.S. Dollar Bank Pan Indonesia Bank Internasional Indonesia Bank JP. Morgan, Chase Bank,N.A Others Time deposits Rupiah Bank Mandiri Bank Internasional Indonesia Bank Negara Indonesia Bank CIMB Niaga Bank Permata Bank Central Asia Bank Mega Bank Pan Indonesia Bank Tabungan Negara U.S. Dollar Bank Pan Indonesia Bank Mandiri Bank Internasional Indonesia Bank Permata Total Interest rate per annum on time deposits Rupiah U.S. Dollar

45.708.852.998 32.947.447.274 10.767.556.908 10.141.676.428 2.597.622.989 2.232.059.680 1.625.763.112 581.033.519 93.355.865 22.734.517.715 3.958.543.078 1.582.905.290 8.913.318

28.563.802.632 65.562.747.035 3.020.269.931 5.214.190.315 1.880.898.104 40.812.140.464 3.773.484.439 99.547.472 2.049.055.535 95.746.050

576.163.500.000 387.550.000.000 304.156.000.000 105.050.000.000 78.560.000.000 73.034.122.708 33.000.000.000 11.250.000.000 10.800.000.000 98.828.580.381 26.973.000.000 25.936.900.627 1.823.059.936 1.869.837.911.826

150.780.181.007 57.189.124.715 4.500.000.000 17.805.928.681 5.694.379.802 388.519.496.182

5,75% - 7,00% 0,50% - 2,50%

6,00% - 14,00% 0,50% - 6,00%

Seluruh saldo bank dan deposito ditempatkan pada pihak ketiga.

berjangka

All cash in banks and time deposits are placed with third parties.

- 29 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

5.

DEPOSITO BERJANGKA

5.

TIME DEPOSITS

2010 Rp Deposito berjangka pada pihak ketiga - Rupiah Bank Central Asia Bank CIMB Niaga Bank Permata Bank Internasional Indonesia Jumlah Tingkat bunga deposito berjangka per tahun

2009 (Disajikan kembali - Catatan 3/ As restated Note 3) Rp Time deposits with third parties - Rupiah Bank Central Asia Bank CIMB Niaga Bank Permata Bank Internasional Indonesia Total Interest rates time deposits per annum

5.134.752.909 2.214.756.974 1.586.064.722 460.620.031 9.396.194.636

1.415.007.727 1.378.290.363 146.300.088 2.939.598.178

5,5% - 6%

5,25% - 6,25%

Deposito berjangka merupakan deposito yang dijaminkan dalam rangka penyediaan fasilitas kredit kepada pembeli oleh Bank yang bersangkutan (Catatan 33a).

The time deposits represent guarantee deposits relating to the credit facilities provided by the banks to customers (Note 33a).

6.

PIUTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA

6.

TRADE ACCOUNTS RECEIVABLE FROM THIRD PARTIES

2010 Rp Penjualan Apartemen Perkantoran Rumah toko Sewa Jumlah

2009 (Disajikan kembali - Catatan 3/ As restated Note 3) Rp Sales Apartments Offices Shophouses Rental Total

320.785.098.784 92.634.727.483 1.827.409.729 992.113.173 416.239.349.169

157.569.014.275 157.569.014.275

- 30 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Piutang usaha berdasarkan umur piutang adalah sebagai berikut:

Trade accounts receivable based on age category are as follows:

2010 Rp Belum jatuh tempo Jatuh tempo 1 - 30 hari 31 - 60 hari 61 - 90 hari 91 - 120 hari Jumlah 404.375.600.437 9.534.159.248 1.858.199.467 471.390.017 416.239.349.169

2009 (Disajikan kembali - Catatan 3/ As restated Note 3) Rp 152.880.415.828 4.081.039.289 467.319.374 140.239.784 157.569.014.275 Not yet due Past due 1 - 30 days 31 - 60 days 61 - 90 days 91 - 120 days Total

Akun ini merupakan piutang usaha atas penjualan apartemen, perkantoran dan toko yang berasal dari selisih kurang uang yang diterima dengan pengakuan pendapatan berdasarkan persentase penyelesaian proyek dan atas sewa area pusat perbelanjaan. Seluruh piutang usaha digunakan sebagai jaminan hutang bank (Catatan 17). Manajemen berpendapat seluruh piutang tersebut dapat ditagih, sehingga tidak diadakan penyisihan piutang ragu-ragu. 7. PIUTANG DAN HUTANG KEPADA PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA Piutang 7.

This account represents trade accounts receivable from sale of apartments, offices and shops which are derived from the excess of revenue recognized based on percentage of completion over the advances received from customer and from rental of mall area. All trade accounts receivable are used as collateral for the credit facilities of bank loans (Note 17). Management believes that all trade accounts receivable are collectible, hence, no allowance for doubtful accounts was provided. ACCOUNTS RECEIVABLE FROM AND PAYABLE TO RELATED PARTIES Accounts Receivable
2009 (Disajikan kembali - Catatan 3/ As restated Note 3) Rp 28.963.694.317 725.999.461 29.689.693.778 PT Tiara Metropolitan Indah (TMI) Others Total

2010 Rp PT Tiara Metropolitan Indah (TMI) Lain-lain Jumlah 1.108.757.681 1.108.757.681

Piutang kepada TMI merupakan pemberian pinjaman dan biaya-biaya yang dibayarkan terlebih dahulu oleh Perusahaan. Pada bulan April 2010, seluruh piutang dari TMI telah diterima pelunasannya. Piutang lainnya terutama merupakan pengeluaran project holding milik grup Agung Podomoro yang dibayarkan terlebih dahulu oleh Perusahaan. Piutang tersebut di atas diberikan tanpa bunga dan jaminan dan akan diselesaikan dalam jangka waktu satu tahun. - 31 -

The accounts receivable from TMI represent loans and advance payments of expenses made by the Company. In April 2010, accounts receivable from TMI have been fully settled. Other accounts receivable from related parties mainly represent advance payments made by the Company for project holding expenses owned by Agung Podomoro group. These accounts receivable are not subject to interest, have no collateral and will be settled in one year.

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Hutang

Accounts Payable

2010 Rp PT Indofica PT Centra Prima Kelola (CPK) PT Manggala Gelora Perkasa Jumlah 14.899.455.228 5.905.112.099 404.141.513 21.208.708.840

2009 (Disajikan kembali - Catatan 3/ As restated Note 3) Rp 3.889.483.823 1.923.986.199 5.813.470.022 PT Indofica PT Centra Prima Kelola (CPK) PT Manggala Gelora Perkasa Total

Hutang kepada CPK merupakan penerimaan terlebih dahulu pembayaran jasa pengelolaan dari para penyewa Mal Central Park oleh Perusahaan (Catatan 33b). Hutang lainnya merupakan pembayaran terlebih dahulu atas biaya-biaya Perusahaan dan anak perusahaan dan penerimaan pinjaman oleh Perusahaan dan anak perusahaan. Seluruh hutang tersebut dilakukan tanpa dikenakan bunga dan jaminan dan akan diselesaikan dalam jangka waktu satu tahun. 8. ASET REAL ESTAT 8.

Accounts payable to CPK represents advances received by the Company for the service charges of the tenants of Central Park Mall (Note 33b). Other accounts payable represent advance payment of expenses for the Company and its subsidiaries and loans received by the Company and its subsidiaries. These accounts payable which are not subject to interest unsecured and will be settled in one year.

REAL ESTATE ASSETS
2009 (Disajikan kembali - Catatan 3/ As restated Note 3) Rp 516.748.392.312 196.645.134.152 430.532.241.651 141.701.101.502 74.883.386.096 52.378.933.035 274.423.348.291 178.135.858.847 1.865.448.395.886 Apartments ready for sale The Lavande Buildings under construction Green Bay Central Park Royal Mediterania Garden Kuningan City Gading Nias The Lavande Garden Shopping Arcade Land under development Land not yet developed Total

2010 Rp Apartemen siap dijual The Lavande Bangunan dalam penyelesaian Green Bay Central Park Royal Mediterania Garden Kuningan City Gading Nias The Lavande Garden Shopping Arcade Tanah yang sedang dikembangkan Tanah belum dikembangkan Jumlah 93.427.741.815 592.329.198.530 488.687.848.598 183.515.060.082 178.910.087.559 113.777.636.933 284.821.972.979 304.226.285.750 2.239.695.832.246

Apartemen Siap Dijual Apartemen siap dijual merupakan sisa unit apartemen The Lavande pada tanggal 31 Desember 2010 yang sudah selesai pembangunannya, yang merupakan reklasifikasi dari bangunan dalam penyelesaian.

Apartment Ready For Sale Apartments ready for sale represent the remaining units of The Lavande Apartment as of December 31, 2010 in which the construction had been finished and are reclassified from building under construction.

- 32 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Beban pokok atas penjualan tahun 2010 adalah sebesar Rp 19.594.049.190. Bangunan Dalam Penyelesaian Mutasi bangunan dalam penyelesaian adalah sebagai berikut:

Cost of goods sold for sales in 2010 is amounted to Rp 19,594,049,190. Building Under Construction Movements of building under construction are as follows:
2009 (Disajikan kembali - Catatan 3/ As restated Note 3) Rp 672.582.420.483 Beginning balance Additions Construction development Capitalization of borrowing costs Reclassification from land under development Total Deductions

2010 Rp Saldo awal Penambahan Pembangunan konstruksi Kapitalisasi biaya pinjaman Reklasifikasi dari tanah yang sedang dikembangkan Jumlah Pengurangan Pembebanan ke beban pokok penjualan Reklasifikasi ke apartemen siap dijual Reklasifikasi ke aset tetap Jumlah Saldo akhir 1.412.889.188.748

1.102.793.287.454 103.062.024.170 427.012.670.800 1.632.867.982.424

1.198.156.504.251 110.169.580.312 1.308.326.084.563

1.249.111.394.971 113.064.741.732 126.361.202.767 1.488.537.339.470 1.557.219.831.702

568.019.316.298 568.019.316.298 1.412.889.188.748

Charged to cost of sales Reclassification to apartments ready for sale Reclassification to property and equipment Total Ending balance

Persentase penyelesaian adalah sebagai berikut:

masing-masing

proyek

The details of the percentage of completion for each project are as follows:

2010 Green Bay Central Park Royal Mediterania Garden Kuningan City Gading Nias The Lavande 4,06% 51,10% - 99,98% 87% 52,71% 99% 100%

2009 33% -98% 35% 77% 94% Green Bay Central Park Royal Mediterania Garden Kuningan City Gading Nias The Lavande

Bangunan dalam penyelesaian merupakan biaya perolehan bangunan apartemen dan perkantoran yang masih dalam proses konstruksi setelah dikurangi dengan pengakuan beban pokok penjualan berdasarkan persentase penyelesaian proyek. Manajemen berpendapat tidak terdapat hambatan dalam penyelesaian proyek.

Buildings under construction consists of acquisition cost of apartments and offices under construction, net of cost of sales recognized based on the project’s percentage of completion. Management believes that there are no constraints in the completion of the projects.

- 33 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Pada tahun 2010, manajemen Perusahaan dan anak Perusahaan mengubah strategi usaha untuk Hotel Pullman Jakarta Central Park dan sebagian perkantoran Kuningan City yang semula diperuntukan untuk dijual, menjadi untuk disewakan. Biaya perolehan tanah dan bangunan dalam penyelesaian Hotel Pullman Jakarta Central Park masing-masing sebesar Rp 31.429.387.805 dan Rp 43.838.680.520 serta sebagian biaya perolehan tanah dan bangunan dalam penyelesaian sebagian kantor Kuningan City masing-masing sebesar Rp 17.142.477.305 dan Rp 33.950.657.137 direklasifikasi menjadi aset tetap (Catatan 12). Tanah Yang Sedang Dikembangkan Mutasi tanah yang sedang dikembangkan adalah sebagai berikut:

In 2010, the Company’s and its subsidiaries management changed its business strategy for Pullman Jakarta Central Park Hotel and some part of area ofice Kuningan City, from sale to rental. The acquisition cost of land and building under construction for Pullman Jakarta Central Park Hotel amounted to Rp 31,429,387,805 and Rp 43,838,680,520 also the acquisition cost of land and building under construction for some part of Kuningan City office amounted to Rp 17,142,477,305 and Rp 33,950,657,137, respectively, and were reclassified to property and equipment (Note 12).

Land Under Development Movements of land under development are as follows:

2010 Rp Saldo awal Penambahan Pembelian tanah Pengembangan tanah Kapitalisasi biaya pinjaman Pengurangan Reklasifikasi ke bangunan dalam penyelesaian Saldo akhir 274.423.348.291

2009 (Disajikan kembali - Catatan 3/ As restated Note 3) Rp Beginning balance Addition Land purchased Land development Capitalization of borrowing cost Deductions Reclassification to building under construction Ending balance

272.531.305.500 161.477.639.987 3.402.350.001

258.228.742.115 16.194.606.176 -

427.012.670.800 284.821.972.979

274.423.348.291

Pada tanggal 31 Desember 2010, tanah yang sedang dikembangkan merupakan tanah milik BSM yang sedang dikembangkan untuk pembangunan kawasan Green Lake dengan proyek apartemen, perumahan dan rumah toko yang terdiri dari: a. Tanah seluas 5.643 m sesuai Hak Guna Bangunan (HGB) No. 9366/Sunter Agung dan No. 9378/Sunter Agung yang berlokasi di Jalan Agung Timur/(Danau Sunter Selatan), Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kedua bidang tanah tersebut diperoleh BSM, sesuai dengan Akta Jual Beli No. 159/2010 dan No. 161/2010, keduanya tanggal 2 Desember 2010 yang dibuat dihadapan Lieyono, S.H., Pejabat Pembuat Akta Tanah di Jakarta Utara.
2

As of December 31, 2010, land under development represents land owned by BSM under development for the Green Lake apartment, housing and shophouses which consists of:
2

a.

Land measuring 5,643 m in accordance with Hak Guna Bangunan (HGB) No. 9366/Sunter Agung and No. 9378/ Sunter Agung located at Jl. Agung Timur/(Danau Sunter Selatan), Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Two field of land are acquired by BSM in accordance with the Deed of Sale and Purchase No. 159/2010 and No. 161/2010, both dated December 2, 2010, prepared by Lieyono, S.H., Land Deed Maker in Jakarta Utara.

- 34 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

b.

Tanah seluas 4.992 m sesuai HGB No. 9379/Sunter Agung yang berlokasi di Jalan Agung Timur/(Danau Sunter Selatan), Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tanah tersebut di atas diperoleh BSM sesuai dengan Akta Jual Beli No. 160/2010 tanggal 2 Desember 2010 yang dibuat dihadapan Lieyono, S.H., Pejabat Pembuat Akta Tanah di Jakarta Utara.

2

b.

Land measuring 4,992 m in accordance with HGB No. 9379/Sunter Agung located at Jl. Agung Timur/(Danau Sunter Selatan), Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. The land acquired by BSM in accordance with the Deed of sale and Purchase No. 160/2010 dated December 2, 2010 of Lieyono, S.H., Land Deed Maker in North Jakarta.

2

c.

Tanah seluas 29.519 M2 sesuai HGB No. 6880/Sunter Agung, No. 6881/Sunter Agung, No. 6882/Sunter Agung, No. 7945/Sunter Agung, No. 7946/Sunter Agung, No. 7947/Sunter Agung, No. 7948/ Sunter Agung dan tanah negara bekas HGB No. 1460/Sunter. Keseluruhan tanah tersebut diperoleh BSM, sesuai dengan Akta Jual Beli No. 152/2010, No. 153/2010, No. 154/2010, No. 155/2010, No. 156/2010, No. 157/2010, No. 158/210 dan Akta Pelepasan Hak Atas Tanah No. 1 dan No. 2 yang semuanya tertanggal 2 Desember 2010 yang dibuat dihadapan Lieyono, SH., Pejabat Pembuat Akta Tanah di Jakarta Utara.

c.

Land measuring 29,519 m 2 in accordance with HGB No. 6880/Sunter Agung, No. 6881/Sunter Agung, No. 6882/Sunter Agung, No. 7945/Sunter Agung and No. 7946/Sunter Agung, No. 7947/Sunter Agung, No. 7948/ Sunter Agung and tanah negara bekas HGB No. 1460/Sunter. All land are acqured by BSM, in accordance with the Deed of Sale and Purchase No. 152/2010, No. 153/2010, No. 154/2010, No. 155/2010, No. 156/2010, No. 157/2010, No. 158/210 and Deed of Release of Land Rights No. 1 and No. 2, all dated December 2, 2010 of Lieyono, SH., Land Deed Maker in Jakarta Utara.

Pada tanggal 31 Desember 2009, tanah yang sedang dikembangkan merupakan tanah milik KUS yang sedang dikembangkan untuk pembangunan kawasan Green Bay dengan proyek apartemen, perkantoran dan pusat perbelanjaan yang terdiri dari: a. Tanah seluas 83.320 m 2 sesuai Hak Guna Bangunan (HGB) No. 9998, 9999, 10000 dan 10001 yang berlokasi di Jalan Karang Ayu Blok B.1 Utara, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Kotamadya Jakarta Utara. Tanah seluas 12.000 m 2 yang berlokasi di Jalan Karang Ayu, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Kotamadya Jakarta Utara, sesuai Akta Pengikatan Pelepasan Hak atas Tanah No. 10 tanggal 11 Desember 2009 dari Notaris Saniwati Suganda, S.H. Pada tanggal 31 Desember 2010, HGB atas tanah tersebut masih dalam proses sertifikasi.

As of December 31, 2009, land under development represents land owned by KUS under development for the Green Bay apartment, office and shopping center which consists of: a. Land measuring 83,320 m 2 in accordance with HGB No. 9998, 9999, 10000 and 10001, located at Jl. Karang Ayu Blok B.1 Utara, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Kotamadya Jakarta Utara. Land measuring 12,000 m 2, located at Jl. Karang Ayu, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Kotamadya Jakarta Utara, in accordance with the Deed of Discharge of Rights over Land No. 10, dated December 11, 2009 of notary Saniwati Suganda, S.H. As of December 31, 2010, the HGB relating to the land is still on the certification process.

b.

b.

Pada tahun 2010, seluruh tanah yang sedang dikembangkan KUS telah direklasifikasi ke bangunan dalam penyelesaian. Tanah Yang Belum Dikembangkan Pada tanggal 31 Desember 2010, tanah yang belum dikembangkan merupakan tanah milik KBS seluas 2 76.210 m sebesar Rp 110.039.712.000 sesuai dengan HGB No. 72 /ULUJAMI yang terletak di Kelurahan Ulujami, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

In 2010, all land under development by KUS has been reclassified to building under construction. Land Not Yet Developed As of December 31, 2010, undeveloped land represent land owned by KBS measuring 76,210 m 2 amounting to Rp 110,039,712,000 in accordance with HGB No. 72/ULUJAMI located in Kelurahan Ulujami, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

- 35 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Tanah tersebut di peroleh oleh KBS sesuai dengan Akta Jual Beli No. 37 tanggal 15 Desember 2010 yang dibuat dihadapan H. Yunardi. SH, Pejabat Pembuat Akta Tanah di Jakarta. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2010, KBS melakukan 2 pembebasan tanah seluas 100.533 m dimana seluas 2 24.323 m belum dibaliknamakan atas nama KBS dan dicatat sebagai uang muka. Tanah belum dikembangkan milik Perusahaan seluas 2 2 32.064 m dan 31.073 m sebesar Rp 194.186.573.750 dan Rp 178.135.858.847 masing-masing pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, terletak di Jl. Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat. Pembayaran kepada kontraktor yang nilainya melebihi 10% dari jumlah pembayaran konstruksi dan pengembangan lahan aset real estat berasal dari:

The land is obtained in accordance with the deed of sale No. 37 dated December 15, 2010 prepared by H. Yunardi, SH, Land Deed Maker in Jakarta. As of December 31, 2010 KBS acquired land measuring 100,533 m 2, where an area of 24,323 m 2 has not been rename on behalf of KBS and was recorded as part of advances. Land not yet developed which are owned by the 2 2 Company, measuring 32,064 m and 31,073 m in value Rp 194,186,573,750 and Rp 178,135,858,847 as of December 31, 2010 and 2009, respectively, are located at Jl. Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat. Payments to contractors with more than 10% of the total construction and land development costs of real estate assets are as follows:

2010 Rp PT Total Bangun Persada PT Jakarta Cakratunggal Steel PT Pembangunan Perumahan Jumlah 207.140.843.647 151.137.810.731 119.872.678.431 478.151.332.809

2009 (Disajikan kembali - Catatan 3/ As restated Note 3) Rp 157.721.250.893 108.417.757.989 265.463.733.665 531.602.742.547 PT Total Bangun Persada PT Jakarta Cakratunggal Steel PT Pembangunan Perumahan Total

Hak legal atas tanah aset real estat berupa HGB atas nama Perusahaan dan anak perusahaan berjangka waktu 20 - 30 tahun yang akan jatuh tempo pada tahun 2013 - 2040. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dalam perpanjangan dan proses sertifikasi hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai. Akumulasi biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke aset real estat sampai dengan 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing adalah sebesar Rp 343.533.701.273 dan Rp 237.069.327.102. Tingkat kapitalisasi biaya pinjaman sampai dengan 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing adalah 55% dan 58%. Aset real estat, aset tetap (bangunan dalam penyelesaian) dan properti investasi diasuransikan kepada pihak ketiga yaitu: PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, PT Asuransi Sinarmas, PT Asuransi Indrapura dan PT Chartis Insurance Indonesia, dengan jenis pertanggungan Contractors All Risk Insurance dengan nilai pertanggungan Rp 6.327.382.945.455 dan Rp 5.550.839.538.257 masing-masing pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.

The legal right to the land in the form of HGB under the name of the Company and its subsididaries has a period of 20 – 30 years until 2013 - 2040. Management believes that there will be no difficulty in the extension of the landrights since all the land were acquired legally and supported by sufficient evidence of ownership. Accumulated borrowing costs capitalized to real estate assets amounted to Rp 343,533,701,273 and Rp 237,069,327,102, as of December 31, 2010 and 2009, respectively. Borrowing costs capitalization rates as of December 31, 2010 and 2009 are 55% and 58%, respectively. Real estate assets, property and equipment (construction in progress) and investment properties were insured with third parties, namely: PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, PT Asuransi Sinarmas, PT Asuransi Indrapura and PT Chartis Insurance Indonesia, in the form of Contractors All Risk Insurance for Rp 6,327,382,945,455 and Rp 5,550,839,538,257 as of December 31, 2010 and 2009, respectively. Management believes that the insurance coverage is adequate to cover possible losses on the assets insured.

- 36 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Berdasarkan penelaahan terhadap aset real estat pada akhir periode, manajemen berkeyakinan bahwa tidak perlu dilakukan penurunan nilai aset real estat. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, aset real estat masing-masing sebesar Rp 1.650.647.573.517 dan Rp 1.687.312.537.039, digunakan sebagai jaminan hutang bank (Catatan 17 dan 33i).

Based on the review of real estate assets at the end of the period, management believes that there is no decline in the value of real estate assets. As of December 31, 2010 and 2009, real estate assets amounted to Rp 1,650,647,573,517 and Rp 1,687,312,537,039, respectively, are used as collateral for bank loans (Notes 17 and 33i).

9.

PAJAK DIBAYAR DIMUKA

9.

PREPAID TAXES

2010 Rp Pajak penghasilan final (Catatan 28) Pajak pertambahan nilai - bersih Jumlah 61.415.199.665 79.080.305.409 140.495.505.074

2009 (Disajikan kembali - Catatan 3/ As restated Note 3) Rp 51.332.942.378 63.587.696.981 114.920.639.359 Final income taxes (Note 28) Value added tax - net Total

10. INVESTASI ASOSIASI

SAHAM

PADA

PERUSAHAAN

10.

INVESTMENT IN ASSOCIATES

Rincian investasi pada perusahaan asosiasi yang dicatat dengan metode ekuitas adalah sebagai berikut:

Details of investment in associates accounted for under the equity method are as follows:

2010 Rp PT Manggala Gelora Perkasa (MGP) PT Citra Gemilang Nusantara (CGN) PT Tiara Metropolitan Indah (TMI) Jumlah 105.961.933.218 64.259.705.344 170.221.638.562

2009 Rp 670.176.265 670.176.265 PT Manggala Gelora Perkasa (MGP) PT Citra Gemilang Nusantara (CGN) PT Tiara Metropolitan Indah (TMI) Total

Mutasi investasi pada perusahaan asosiasi adalah sebagai berikut:

Movement of investment in associates are as follows:

2010 Rp PT Manggala Gelora Perkasa Saldo awal Perubahan tahun berjalan Penambahan investasi Bagian laba bersih Saldo akhir
<

2009 Rp PT Manggala Gelora Perkasa

76.409.257.672 29.552.675.546 105.961.933.218

-

Beginning balance Changes during the current year Additional investment Equity in net income Ending balance

- 37 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

2010 Rp PT Citra Gemilang Nusantara Saldo awal Perubahan tahun berjalan Penambahan investasi Bagian laba bersih Saldo akhir PT Tiara Metropolitan Indah Saldo awal Perubahan tahun berjalan Bagian rugi bersih Pelepasan investasi Saldo akhir 670.176.265 (670.176.265) 45.889.812.500 18.369.892.844 64.259.705.344

2009 Rp PT Citra Gemilang Nusantara Beginning balance Changes during the current year Additional investment Equity in net income Ending balance PT Tiara Metropolitan Indah 679.534.900 (9.358.635) 670.176.265 Beginning balance Changes during the current year Equity in net loss Disposal of investments Ending balance

Pada tanggal 8 April 2010, Perusahaan membeli investasi saham MGP sebesar 25,5% dari PT Sunter Agung, pihak yang mempunyai hubungan istimewa, dengan harga perolehan Rp 76.409.257.672. MGP berkedudukan di Jakarta dengan proyek Mal Senayan City. Pada tanggal 7 April 2010, Perusahaan membeli investasi saham CGN sebesar 35% dari PT Indofica, pihak yang mempunyai hubungan istimewa, dengan harga perolehan Rp 45.889.812.500. CGN berkedudukan di Jakarta dengan proyek Lindeteves Trade Center. Pada tanggal 25 September 2008, Perusahaan menempatkan 45,47% persentase kepemilikan investasi saham TMI, berkedudukan di Jakarta. Pada tanggal 9 April 2010, Perusahaan menjual seluruh kepemilikan investasi tersebut kepada PT Almira Eka Sakti, pihak ketiga, dengan harga jual Rp 682.000.000. Atas penjualan ini, Perusahaan mencatat keuntungan sebesar Rp 11.823.735.

On April 8, 2010, the Company acquired 25.5% ownership in MGP, domiciled in Jakarta with Senayan City project, through the purchase of shares owned by PT Sunter Agung, a related party, with an acquisition cost of Rp 76,409,257,672.

On April 7, 2010, the Company acquired 35% ownership in CGN, through the purchase of shares owned by PT Indofica, a related party, with an acquisition cost of Rp 45,889,812,500. CGN is domiciled in Jakarta with Lindeteves Trade Center as its project. On September 25, 2008, the Company purchased shares of stock of TMI, domiciled in Jakarta which represents 45.47% ownership. On April 9, 2010, the Company sold all the shares to PT Almira Eka Sakti, third party, with a selling price of Rp 682,000,000. The Company recognized gain amounting Rp 11,823,735 from this transaction.

- 38 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

11. PROPERTI INVESTASI
1 Januari/ January 1, 2010 Rp Biaya perolehan: Tanah Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Jumlah Akumulasi penyusutan: Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan Jumlah Jumlah Tercatat Penambahan/ Additions Rp -

11. INVESTMENT PROPERTY
Pengurangan/ Deductions Rp Reklasifikasi/ Reclassification Rp 380.725.025.536 1.464.942.304.916 116.665.185.003 1.962.332.515.455 31 Desember/ December 31, 2010 Rp 380.725.025.536 1.464.942.304.916 116.665.185.003 1.962.332.515.455 Cost: Land Building and infrastructures Machinery and equipment Total Accumulated depreciation: Building and infrastructures Machinery and equipment

-

38.390.610.129 6.202.771.425 44.593.381.554

-

-

38.390.610.129 6.202.771.425 44.593.381.554 1.917.739.133.901

Net Book Value

Merupakan Mal Central Park, sebagian Hotel Pullman Jakarta Central Park dan sebagian Mal Festival CityLink yang direklasifikasi dari aset tetap pada tahun 2010 (Catatan 12).

This account represents the cost of Central Park Mall, part of Pullman Jakarta Central Park Hotel and part of Festival CityLink Mall area that were reclassified from property and equipment in 2010 (Note 12). Rent income recognized from investment property amounted to Rp 102,680,852,915 in 2010. Depreciation expense amounting to Rp 44,593,381,554 in 2010 was recorded as part of direct costs (Note 25). Investment properties were insured along with real estate assets and property and equipment (Notes 8 and 12). The legal right over the land in the form of HGB under the name of the Company and its subsidiaries has a period of 20 years until 2013 - 2031. Management believes that there will be no difficulty in the extension of the landrights since all the land were acquired legally and supported by sufficient evidence of ownership.

Pendapatan sewa dari properti investasi adalah sebesar Rp 102.680.852.915 untuk tahun 2010. Beban penyusutan sebesar Rp 44.593.381.554 pada tahun 2010 disajikan sebagai beban langsung (Catatan 25). Properti investasi diasuransikan bersama dengan aset real estat dan aset tetap (Catatan 8 dan 12).

Hak legal atas tanah properti investasi berupa HGB atas nama Perusahaan dan anak perusahaan berjangka waktu 20 tahun yang akan jatuh tempo pada tahun 2013 - 2031. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dalam perpanjangan dan proses sertifikasi hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai. Nilai wajar properti investasi Mal Central Park dan sebagian Hotel Pullman Jakarta Central Park dan Mal Festival CityLink pada tanggal 31 Desember 2010 masing-masing sebesar Rp 3.823.564.000.000, Rp 115.300.000.000 dan Rp 195.936.000.000. Penilaian dilakukan oleh KJPP Hendra Gunawan dan Rekan, penilai independen, berdasarkan metode biaya dan pendapatan. Mal Central Park digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (Catatan 17).

The fair value of investment properties of Central Park Mall and part of Pullman Jakarta Central Park Hotel and Festival CityLink Mall area as of December 31, 2010 amounted to Rp 3,823,564,000,000, Rp 115,300,000,000 and Rp 195,936,000,000. The assessment was conducted by KJPP Hendra Gunawan and Rekan, an independent appraiser based on cost and income. Central Park Mall is used as collateral for bank loans (Note 17).

- 39 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

12. ASET TETAP
1 Januari 2010/ January 1, 2010 Rp Biaya perolehan: Pemilikan langsung: Tanah Peralatan kantor Kendaraan Perlengkapan proyek Aset dalam penyelesaian Jumlah Akumulasi penyusutan: Kendaraan Peralatan kantor Perlengkapan proyek Jumlah Jumlah Tercatat Penambahan/ Additions Rp

12.
Pengurangan/ Deductions Rp

PROPERTY AND EQUIPMENT
Reklasifikasi/ Reclassification Rp 31 Desember 2010/ December 31, 2010 Rp Cost: Direct acquisition Land Office equipment Vehicles Project equipment Construction in progress Total Accumulated depreciation: Vehicles Office equipment Project equipment Total Net Book Value

440.517.322.307 9.714.313.729 3.771.862.668 49.128.900 1.303.741.394.101 1.757.794.021.705 1.757.351.346 3.957.947.320 21.911.657 5.737.210.323 1.752.056.811.382

65.918.179.534 10.332.900.590 1.849.838.381 127.120.000 690.829.303.490 769.057.341.995 653.893.040 3.267.787.106 12.658.896 3.934.339.042

-

(363.582.548.231) (1.472.388.764.457) (1.835.971.312.688) -

142.852.953.610 20.047.214.319 5.621.701.049 176.248.900 522.181.933.134 690.880.051.012 2.411.244.386 7.225.734.426 34.570.553 9.671.549.365 681.208.501.647

1 Januari 2009/ January 1, 2009 Rp Biaya perolehan: Pemilikan langsung: Tanah Peralatan kantor Kendaraan Perlengkapan proyek Aset dalam penyelesaian Jumlah Akumulasi penyusutan: Kendaraan Peralatan kantor Perlengkapan proyek Jumlah Jumlah Tercatat

Disajikan kembali - Catatan 3/As restated - Note 3 Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Additions Deductions Reclassification Rp Rp Rp

31 Desember 2009/ December 31, 2009 Rp Cost: Direct acquisition Land Office equipment Vehicles Project equipment Construction in progress Total

439.626.328.007 6.089.955.370 2.530.189.376 38.139.400 783.977.840.569 1.232.262.452.722

890.994.300 3.641.508.359 1.241.673.292 10.989.500 519.763.553.532 525.548.718.983

17.150.000 17.150.000

-

440.517.322.307 9.714.313.729 3.771.862.668 49.128.900 1.303.741.394.101 1.757.794.021.705

963.317.608 1.981.221.358 11.132.657 2.955.671.623 1.229.306.781.099

794.033.738 1.985.571.587 10.779.000 2.790.384.325

8.845.625 8.845.625

-

1.757.351.346 3.957.947.320 21.911.657 5.737.210.323

Accumulated depreciation: Vehicles Office equipment Project equipment Total Net Book Value

1.752.056.811.382

Beban penyusutan dialokasikan antara lain:

Depreciation expense was allocated as follows:

2010 Rp Beban usaha Penjualan Umum dan administrasi Jumlah 10.535.004 3.923.804.038 3.934.339.042

2009 (Disajikan kembali - Catatan 3/ As restated Note 3) Rp 11.910.004 2.778.474.321 2.790.384.325 Operating expenses Selling General and administrative Total

- 40 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Tanah dan aset dalam penyelesaian terdiri dari Mal Central Park, Hotel Pullman Jakarta Central Park, Mal Festival CityLink, Hotel Harris dan Mal Kuningan City. Pada tahun 2010, Mal Central Park dan sebagian dari Hotel Pullman Jakarta Central Park dan Mal Festival CityLink telah selesai pembangunannya sehingga harga perolehan sebesar Rp 1.962.332.515.455 direklasifikasi ke properti investasi (Catatan 11). Hotel Pullman Jakarta Central Park, Mal Festival CityLink dan Mal Kuningan City diperkirakan akan selesai pada tahun 2011. Dalam penambahan aset tetap tahun 2010 termasuk aset tetap BSP dan BSM dengan biaya perolehan dan akumulasi penyusutan masing-masing sebesar Rp 354.638.297.720 dan Rp 52.059.438 yang diakuisisi pada tahun 2010 (Catatan 30). Akumulasi biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke aset tetap sampai dengan 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing adalah sebesar Rp 252.400.918.759 dan Rp 123.842.023.393. Tingkat kapitalisasi biaya pinjaman sampai dengan 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing adalah 40% dan 32%. Hak legal atas tanah berupa HGB atas nama Perusahaan dan anak perusahaan berjangka waktu 20 tahun yang akan jatuh tempo pada tahun 2013 2031. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dalam perpanjangan dan proses sertifikasi hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai. Berdasarkan penelaahan terhadap aset tetap pada akhir periode, manajemen berkeyakinan bahwa tidak perlu dilakukan penurunan nilai aset tetap. Aset dalam penyelesaian milik Perusahaan dan ASA diasuransikan bersama dengan aset real estat (Catatan 8). Kendaraan dan aset dalam penyelesaian milik BSP telah diasuransikan kepada pihak ketiga yaitu: PT Asuransi Buana Independent, PT Asuransi Jaya Proteksi, PT Jamindo General Insurance, PT Asuransi Himalaya Pelindung, PT Asuransi Rama Satria dan PT Maskapai Asuransi Sonwelis, terhadap risiko kecelakaan, pencurian dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 605.483.555.200 dan Rp 2.147.700.000 masingmasing pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, tanah dan aset dalam penyelesaian digunakan sebagai jaminan hutang bank (Catatan 17).

Land and construction in progress consists of Central Park Mall, Pullman Jakarta, Central Park Hotel, Festival CityLink Mall, Harris Hotel and Kuningan City Mall. In 2010, Central Park Mall and some part of area Pullman Jakarta Central Park Hotel and Festival CityLink Mall were completed at a cost of Rp 1,962,332,515,455 and was reclassified as investment property (Note 11). The construction of Pullman Jakarta Central Park Hotel, Festival CityLink Mall and Kuningan City Mall are expected to be completed in 2011. Additions to property and equipment in 2010 include the cost and accumulated depreciation of property and equipment of BSP and BSM amounting to Rp 354,638,297,720 and Rp 52,059,438, respectively, which was acquired in 2010 (Note 30). Accumulated borrowing costs capitalized to property and equipment as of December 31, 2010 and 2009 amounted to Rp 252,400,918,759 and Rp 123,842,023,393, respectively. Borrowing costs capitalization rates as of December 31, 2010 and 2009 are 40% and 32%, respectively. The legal right to the land in the form of HGB under the name of the Company and its subsidiaries has a period of 20 years until 2013 - 2031. Management believes that there will be no difficulty in the extension of the landrights since all the land were acquired legally and supported by sufficient evidence of ownership.

Based on the review of property and equipment at the end of the period, management believes that there is no decline in the value of property and equipment. Construction in progress owned by the Company and ASA were insured along with real estate assets (Note 8). Vehicles and construction in progress owned by BSP were insured to third parties, namely: PT Asuransi Buana Independent, PT Asuransi Jaya Proteksi, PT Jamindo General Insurance, PT Asuransi Himalaya Pelindung, PT Asuransi Rama Satria and PT Maskapai Asuransi Sonwelis, against accident, theft and other risks for Rp 605,483,555,200 and Rp 2,147,700,000 as of December 31, 2010 and 2009, , respectively. Management believes that the insurance coverage is adequate to cover possible losses on the assets insured.

As of December 31, 2010 and 2009 land and construction in progress are used as collaterals for bank loans (Note 17).

- 41 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

13. BIAYA YANG DITANGGUHKAN Merupakan biaya pembangunan kantor pemasaran dan ruang pamer untuk proyek Royal Mediterania Garden, Central Park, Gading Nias, The Lavande dan Kuningan City, dengan rincian sebagai berikut:

13.

DEFERRED CHARGES This represents costs related to the construction of marketing offices and show units for Royal Mediterania Garden, Central Park, Gading Nias, The Lavande and Kuningan City, with details as follows:

2010 Rp Biaya perolehan Akumulasi amortisasi Jumlah tercatat 52.416.350.227 (33.879.123.188) 18.537.227.039

2009 (Disajikan kembali - Catatan 3/ As restated Note 3) Rp 44.890.524.003 (31.212.319.305) 13.678.204.698 Cost Accumulated amortization Total

Pada tahun 2010, bangunan lama kantor pemasaran dan ruang pamer Kuningan City telah dirobohkan, sehingga biaya perolehan dan akumulasi amortisasi sebesar Rp 9.685.787.829 telah dihapuskan. Beban amortisasi sebesar Rp 12.352.591.712 dan Rp 22.760.859.796 masing-masing pada tahun 2010 dan 2009, dialokasikan sebagai bagian dari beban usaha - penjualan (Catatan 26).

In 2010, old building of marketing offices and show unit of Kuningan City has been destroyed, therefor cost and accumulated amortization amounted to Rp 9,685,787,829 has been written-off. Amortization expense amounting to Rp 12,352,591,712 in 2010 and Rp 22,760,859,796 in 2009, was allocated as part of operating expenses – selling (Note 26).

14. REKENING BANK PENGGUNAANNYA

YANG

DIBATASI

14.

RESTRICTED CASH IN BANKS

2010 Rp Bank Permata Bank Tabungan Negara Bank Pan Indonesia Bank CIMB Niaga Jumlah 424.317.892 322.315.003 60.026.463 44.233.385 850.892.743

2009 (Disajikan kembali - Catatan 3/ As restated Note 3) Rp 59.740.091 21.614.153 81.354.244 Bank Permata Bank Tabungan Negara Bank Pan Indonesia Bank CIMB Niaga Total

Seluruh rekening bank yang dibatasi penggunaannya merupakan rekening dalam mata uang Rupiah yang dibatasi penggunaannya oleh masing-masing bank (Catatan 17).

All restricted cash in banks are bank accounts denominated in Rupiah, which are restricted by each bank (Note 17).

- 42 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

15. HUTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA

15.

TRADE ACCOUNTS PAYABLE TO THIRD PARTIES

2010 Rp Berdasarkan Pemasok PT Total Bangun Persada PT Pulau Intan Baja Perkasa Konstruksi PT Nusa Raya Cipta PT Pagar Batu Lestari PT Jagat Baja PT Jakarta Propertindo PT Jaya Kencana PT Holcim Beton PT Sumber Jayatama Nusantara PT Berkat Manunggal Energi PT Interdesign PT Adhi Karya Tbk PT Soeti Concretindo Wahana PT Jakarta Cakratunggal Steel Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 5.000.000.000) Jumlah 20.985.610.068 16.354.498.201 13.463.307.655 12.368.993.663 11.614.133.594 9.990.000.000 7.941.217.985 7.776.575.000 7.215.719.695 7.088.504.400 6.516.758.275 5.843.708.152 5.332.697.315 4.344.261.875 82.393.591.200 219.229.577.078

2009 (Disajikan kembali Catatan 3/ As restated Note 3) Rp 38.876.949.183 3.579.982.535 10.571.531.553 32.325.000.000 10.058.803.616 3.703.724.500 472.225.965 5.544.063.833 19.652.186.920 38.151.131.908 162.935.600.013 By Supplier PT Total Bangun Persada PT Pulau Intan Baja Perkasa Konstruksi PT Nusa Raya Cipta PT Pagar Batu Lestari PT Jagat Baja PT Jakarta Propertindo PT Jaya Kencana PT Holcim Beton PT Sumber Jayatama Nusantara PT Berkat Manunggal Energi PT Interdesign PT Adhi Karya Tbk PT Soeti Concretindo Wahana PT Jakarta Cakratunggal Steel Others (below Rp 5,000,000,000 each) Total

Seluruh hutang usaha merupakan hutang dalam mata uang Rupiah kepada kontraktor dengan jangka waktu kredit 30 sampai 60 hari dan tanpa jaminan. Tidak terdapat hutang usaha yang sudah jatuh tempo yang sampai sekarang belum dibayar oleh Perusahaan. 16. HUTANG PAJAK 16.

All trade accounts payable to third parties, are in Rupiah currency have credit terms of 30 to 60 days and are not secured. There were no accounts payable which are due and which remains unpaid.

TAXES PAYABLE

2010 Rp Pajak penghasilan final Pengalihan hak atas tanah dan/ atau bangunan (Catatan 28) Persewaan tanah & bangunan (Catatan 28) Jasa konstruksi Pajak pertambahan nilai - bersih Pajak penghasilan Pasal 21 Pasal 23 Pasal 26 Jumlah

2009 (Disajikan kembali Catatan 3/ As restated Note 3) Rp Final income tax Transfer of land rights and/or buildings (Note 28) Building & land rent (Note 28) Construction services Value added tax - net Income taxes Article 21 Article 23 Article 26 Total

43.069.306.640 17.191.167.794 6.436.574.283 6.817.931.258 5.142.669.947 435.246.140 54.548.413 79.147.444.475

58.113.974.330 3.465.815.741 4.601.625.423 839.502.140 596.211.530 67.617.129.164

- 43 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 243/PMK.03/2008 tentang pelaksanaan pembayaran pajak penghasilan atas pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan, seluruh penghasilan yang berasal dari pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan dikenakan pajak penghasilan final. Peraturan ini berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2009. 17. HUTANG BANK 17.

Based on the Regulation of the Minister of Finance No. 243/PMK.03/2008 regarding the implementation of income tax payments for the transfer of rights over land and/or buildings, all income derived from the transfer of rights over land and/or building is subject to final tax. This regulation is effective since January 1, 2009.

BANK LOANS

2010 Rp Hutang sindikasi Bank Negara Indonesia Bank Pan Indonesia Bank Permata Bank Tabungan Negara Bank CIMB Niaga Bank Artha Graha Jumlah Tingkat bunga per tahun 1.095.500.000.000 350.000.000.000 278.750.396.000 88.292.856.396 88.292.856.396 43.500.000.000 1.944.336.108.792 11 % - 15,5%

2009 (Disajikan kembali Catatan 3/ As restated Note 3) Rp 1.100.000.000.000 208.378.000.000 176.000.000.000 57.500.000.000 132.313.117.221 1.674.191.117.221 11,75% - 18,50% Syndicated loan Bank Negara Indonesia Bank Pan Indonesia Bank Permata Bank Tabungan Negara Bank CIMB Niaga Bank Artha Graha Total Interest rate per annum

Jadwal pembayaran kembali hutang bank adalah sebagai berikut:
2010 Rp Dalam Dalam Dalam Dalam Dalam satu tahun tahun ke-2 tahun ke-3 tahun ke-4 tahun ke-5 138.750.000.000 538.750.000.000 649.295.000.000 592.085.712.792 25.455.396.000 1.944.336.108.792

The loan repayment schedule is as follows:
2009 Rp 286.313.117.221 199.750.000.000 304.128.000.000 355.000.000.000 529.000.000.000 1.674.191.117.221 One year 2nd year 3rd year 4th year 5th year Total

Jumlah

Hutang Sindikasi Perusahaan Pada bulan Juli 2009, Perusahaan memperoleh hutang sindikasi berupa pinjaman berjangka dari Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Internasional Indonesia (BII) dan Bank CIMB Niaga (CIMB), dimana hutang kepada BII dan CIMB merupakan pengalihan perpanjangan perjanjian yang diperoleh Perusahaan pada periode sebelumnya. Maksimum pinjaman adalah sebesar Rp 1.100.000.000.000, dengan bagian BNI sebesar Rp 500.000.000.000 dan BII dan CIMB masing-masing sebesar Rp 300.000.000.000.

Syndicated Loan The Company In July 2009, the Company obtained syndicated loans which is a term-loan from Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Internasional Indonesia (BII) and Bank CIMB Niaga (CIMB), wherein the loans from BII and CIMB constitute transfer of extended agreement obtained by the Company in prior periods. The total maximum credit amounted to Rp 1,100,000,000,000, with BNI portion amounting to Rp 500,000,000,000, and BII and CIMB portions amounting to Rp 300,000,000,000 each.

- 44 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Tingkat bunga sebesar 13% per tahun (floating) dan akan direview setiap saat untuk disesuaikan dengan tingkat bunga masing-masing bank kreditur. Pinjaman ini berjangka waktu 75 bulan sampai dengan bulan Juli 2014 termasuk 21 bulan masa tenggang (grace period) dimana setelah masa tenggang harus dikembalikan dengan cicilan bulanan. Perjanjian pinjaman juga mencakup persyaratan tertentu untuk tidak melakukan hal-hal berikut tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak bank, antara lain membatasi hak Perusahaan untuk mengadakan merger, akuisisi, konsolidasi, menjual, mengalihkan, menyewakan atau melepaskan harta kekayaan Perusahaan kecuali untuk transaksitransaksi yang umum, mengubah anggaran dasar dan susunan direksi dan komisaris serta pemegang saham; mendapat pinjaman uang atau kredit dari pihak lain; memberikan pinjaman kepada pihak lain, termasuk tetapi tidak terbatas pada direksi, komisaris, pemegang saham, anak perusahaan dan/atau perusahaan afiliasinya; melakukan pembagian dividen; mengadakan penyertaan investasi pada perusahaan lain; serta mengharuskan Perusahaan mempertahankan rasio keuangan tertentu yaitu: Current Ratio minimal 1, Debt Equity Ratio maksimal 2,7, Debt Service Coverage minimal 100%, Leverage Ratio maksimal 3 dan Gearing Ratio maksimal 2,5. Pada tanggal 31 Desember 2010, Perusahaan telah memenuhi rasio-rasio keuangan tersebut. Pada bulan Maret dan Juni 2010, Perusahaan telah memperoleh persetujuan dari para kreditur pinjaman sindikasi untuk melakukan beberapa hal tersebut diatas yang dibatasi oleh para kreditur. Pinjaman tersebut dijamin dengan jaminan paripasu sebagai berikut:  Tanah dan bangunan untuk proyek Central Park, dengan beberapa sertifikat HGB atas nama Perusahaan yang seluruhnya seluas 2 101.577 m ; Gadai saham atas seluruh saham Perusahaan; Fidusia atas tagihan seluruh piutang usaha dari pendapatan proyek Central Park; Pengalihan hak atau kewajiban atas jaminan pelaksanaan dari kontraktor utama proyek Central Park; Pengalihan hak tagih atas tagihan klaim asuransi; Fidusia atas tagihan dari seluruh hak sewa yang berkaitan dengan proyek Central Park; dan Jaminan pribadi (personal guarantee) dari Trihatma Kusuma Haliman (Catatan 31).

The loan bears 13% floating interest rate per annum and will be reviewed at any time to adjust with the interest rate of each bank. The loan has a term of 75 months until July 2014, including 21 months grace period and payable on a monthly basis.

The loan agreement also contains certain covenants, wherein written approval should be obtained from the bank before executing certain matters which include among others: limit the Company to enter into merger, acquisition, consolidation, sale, transfer, rent or divesting the Company’s property except for general transactions; changes in the articles of association, change in the composition of the boards of directors and commissioners, and shareholders; incur additional indebtedness from counterparties; lend money to counterparties, including but not limited to directors, commissioners, shareholders, subsidiaries and/or its affiliates; declare dividends; and also require the Company to maintain financial ratios, among others, minimum Current Ratio of 1, maximum Debt to Equity Ratio of 2.7, minimum Debt Service Coverage of 100%, maximum Leverage Ratio of 3 and maximum Gearing Ratio of 2.5. As of December 31, 2010, the Company has complied with these financial ratios.

In March and June 2010, the Company obtained an approval from syndicated loan creditors to execute certain matters which was restricted as described above. The loan is secured by pari passu collateral as follows:  Land and buildings of Central Park project, with HGB’s all under the name of the Company with 2 total area 101,577 m ;  Mortgage on all of the Company's outstanding shares;  Fiduciary securities over all of the trade accounts receivable from the revenue of Central Park project;  Transfer of rights or obligations of implemented guarantees from the main contractors of Central Park project;  Transfer of rights over insurance claim;  Fiduciary over the Company’s claims from rental rights in relation to Central Park project; and  Personal guarantee from Haliman (Note 31). Trihatma Kusuma

 

 

- 45 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Saldo terhutang untuk fasilitas ini adalah sebesar:

The details of the outstanding balance of the facility are as follows:

2010 Rp BNI BII CIMB Jumlah
Bank Negara Indonesia (BNI) Pada bulan Januari 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja jangka panjang dengan maksimum pinjaman sebesar Rp 350.000.000.000, dengan jangka waktu 42 bulan sampai dengan bulan Juni 2013 termasuk 7 triwulan masa tenggang (grace period) dimana setelah masa tenggang harus dikembalikan dengan cicilan triwulanan dan tingkat bunga sebesar 12,5% per tahun (floating). Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan tanah dan bangunan untuk proyek Royal Mediterania Garden dengan beberapa sertifikat atas nama Perusahaan yang seluruhnya seluas 14.084 m 2 dan piutang penjualan Royal Mediterania Garden. Perjanjian pinjaman juga mencakup persyaratan tertentu untuk tidak melakukan hal-hal berikut tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak bank, antara lain membatasi hak Perusahaan untuk mengubah anggaran dasar dan susunan direksi dan komisaris serta pemegang saham; mendapat pinjaman uang atau kredit dari pihak lain; mengikatkan diri sebagai penjamin terhadap pihak lain; memberikan pinjaman kepada pihak lain; mengubah kegiatan usaha, bentuk atau status hukum perusahaan dan atau membuka usaha baru selain usaha yang telah ada; membubarkan perusahaan atau mengajukan pailit;melakukan pembagian dividen tunai, dividen saham dan atau dividen bonus; melakukan penyertaan investasi pada perusahaan lain; melakukan merger, akuisisi, konsolidasi, menjual, mengalihkan, menghibahkan, menyewakan atau melepaskan hak atas harta kekayaan kecuali untuk transaksi kegiatan usaha.

2009 Rp 500.000.000.000 300.000.000.000 300.000.000.000 1.100.000.000.000 BNI BII CIMB Total

498.500.000.000 298.500.000.000 298.500.000.000 1.095.500.000.000

Bank Negara Indonesia (BNI) In January 2010, the Company obtained long-term working capital credit facility with a maximum credit limit of Rp 350,000,000,000. The loan has a term of 42 months until June 2013, including 7 quarters of grace period, payable on a quarterly basis and bears 12.5% floating interest rate per annum.

The facilities are secured by land and building under the Royal Mediterania Garden project with several HGB, under the name of the Company, with total area 14,084 m 2 and accounts receivable from Royal Mediterania Garden. The loan agreement also contains certain covenants, wherein written approval should be obtained from the bank before executing certain matters which include among others: limit the Company’s right to make changes in the articles of association and the composition of the board of directors and commissioners, and shareholders; incur additional indebtedness from other parties; act as the guarantor for other parties; give loan to any party; change its business activities, legal status of the Company and/or open a new business other than the existing business, liquidate the Company or propose bankruptcy; distribute cash dividend; stock dividends and/or bonus dividends; invest in another company; merger, acquisition, consolidation, sale, transfer, donate, rent or dispose the rights of its property except for business transactions.

- 46 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Pada bulan Juni 2010, Perusahaan mengajukan permohonan kepada BNI untuk memperoleh persetujuan dalam rangka melakukan beberapa hal tersebut di atas yang dibatasi oleh Bank. Pada bulan Agustus 2010, Perusahaan telah menerima surat persetujuan dari BNI sehubungan dengan rencana melakukan Penawaran Umum Saham (IPO), peningkatan modal dasar, penerimaan pinjaman dan akuisisi anak perusahaan. BNI juga melakukan pencabutan atas ketentuan dalam perjanjian kredit untuk dapat melakukan pembagian dividen dan melakukan pengalihan saham Perusahaan baik antara pemegang saham maupun kepada pihak lain. Bank Pan Indonesia (Bank Panin) Hutang kepada Bank Panin merupakan fasilitas pinjaman yang diperoleh Perusahaan dan anak perusahaan dengan perincian sebagai berikut:

In June 2010, the Company requested an approval from BNI in relation with the certain covenants above. In August 2010 the Company has obtained approval from BNI in connection with the planned Initial Public Offering (IPO), increase its authorized capital stock, obtain loans and acquire subsidiaries. BNI also waived certain covenants in the loan agreement, among others, to pay dividends and to transfer its shares either among the existing shareholders or to another party.

Bank Pan Indonesia (Bank Panin) Loans from Bank Panin represent loan facilities obtained by the Company and its subsidiaries, with details as follows:
2009 (Disajikan kembali Catatan 3/ As restated Note 3) Rp Subsidiaries - Long - term loan BSP ASA The Company Long-term loan Total

2010 Rp Anak perusahaan - Kredit jangka panjang BSP ASA Perusahaan Kredit jangka panjang Jumlah

165.455.396.000 113.295.000.000 278.750.396.000

50.378.000.000 158.000.000.000 208.378.000.000

BSP Pada bulan April 2010, BSP memperoleh fasilitas kredit pinjaman jangka panjang dari Bank Panin dengan jumlah maksimum sebesar Rp 300.000.000.000 yang digunakan untuk pelunasan hutang kepada pemegang saham dan pembiayaan proyek Mal Festival CityLink. Jangka waktu pinjaman 84 bulan sampai dengan bulan Pebruari 2017 termasuk 24 bulan masa tenggang (grace period) dimana setelah masa tenggang harus dikembalikan dengan cicilan bulanan dan tingkat bunga 13% per tahun (floating). Sehubungan dengan fasilitas pinjaman tersebut, BSP membuka rekening escrow di Bank Panin yang hanya digunakan untuk menerima dan membayar pinjaman. Pada tanggal neraca, rekening escrow ini disajikan sebagai rekening bank yang dibatasi penggunaannya (Catatan 14).

BSP In April 2010, BSP obtained long-term working capital credit facility from Bank Panin with a maximum credit limit of Rp 300,000,000,000, which is used for the settlement of the loan from shareholders and for the financing of Festival CityLink Mall. The loan has a term of 84 months until February 2017, including 24 months grace period, payable on a monthly basis and bears 13% floating interest rate per annum.

In connection with this facility, BSP opened an escrow account in Bank Panin which is used for the receipts and repayments of the loan. At balance sheet dates, the escrow account is presented as part of restricted cash in bank (Note 14).

- 47 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:  Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) atas tanah dan bangunan untuk proyek Mal Festival CityLink, milik BSP dengan SHGB seluas 2 30.173 m .  Fidusia piutang atas sewa pusat perbelanjaan.   Fidusia mesin dan peralatan pusat perbelanjaan. Jaminan perusahaan (corporate guarantee) dari para pemegang saham BSP hingga jumlah penanggungan maksimum proporsional dengan persentase kepemilikan masing-masing saham dalam BSP.

The facilities are secured by:  The Provision of Mortgage Deed (APHT) on land and building for Festival CityLink Mall project, under the name of BSP, with HGB measuring 2 30,173 m .  Fiduciary securities over the accounts receivable from shopping center.  Fiduciary securities over the machine and shopping center equipment.  Corporate guarantee from the BSP’s shareholders with maximum coverage proportional with percentage of their ownership in BSP. ASA In October 2009, ASA obtained a long-term working capital facility from Bank Panin with a maximum credit limit of Rp 380,000,000,000. The loan has a term of 72 months until September 2015, including 24 months grace period and payable on a monthly basis. The loan bears 13.5% floating interest rate per annum.

ASA Pada bulan Oktober 2009, ASA memperoleh fasilitas kredit modal kerja jangka panjang dari Bank Panin dengan jumlah maksimum pinjaman sebesar Rp 380.000.000.000. Jangka waktu pinjaman 72 bulan sampai dengan bulan September 2015 termasuk 24 bulan masa tenggang (grace period) dimana setelah masa tenggang harus dikembalikan dengan cicilan bulanan. Tingkat bunga untuk fasilitas kredit tersebut adalah 13,5% per tahun (floating). Pada tanggal 19 April 2010, ASA memperoleh tambahan atas fasilitas kredit modal kerja berupa pinjaman jangka panjang sebesar maksimum Rp 200.000.000.000 dengan tingkat bunga adalah 13% per tahun (floating). Sehubungan dengan fasilitas pinjaman tersebut, ASA membuka rekening escrow di Bank Panin yang hanya digunakan untuk menerima dan membayar pinjaman. Pada tanggal neraca, rekening escrow ini disajikan sebagai rekening bank yang dibatasi penggunaannya (Catatan 14). Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:  Tanah HGB seluas 25.325 m 2 terletak di Jalan Prof. Dr. Satrio Kav. 18, Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Propinsi DKI Jakarta berdasarkan dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 363/Karet Kuningan terdaftar atas nama ASA.  Tanah Hak Milik seluas 2.168 m 2 terletak di Jalan Pedurenan Mesjid III No.9, Rt. 003, Rw. 04, Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Propinsi DKI Jakarta berdasarkan dengan Sertifikat Hak Milik No. 3 "WAKAF"/Karet Kuningan terdaftar atas nama Yayasan Darul Uluum Al-Islamiyah dengan kesepakatan berdasarkan Akta Kesepakatan Tukar Menukar No. 1 tanggal 2 Desember 2007 dari Muhammad Hanafi, S.H., notaris di Jakarta, antara Yayasan Darul Uluum Al-Islamiyah dengan ASA, serta Addendum II Kesepakatan Tukar Menukar No. 14 tanggal 17 Pebruari 2009 dari Muhammad Hanafi, S.H., notaris di Jakarta.

On April 19, 2010, ASA obtained an additional longterm working capital facility amounting to Rp 200,000,000,000 with 13% floating interest rate per annum. In connection with these facilities, ASA opened an escrow account in Bank Panin which is used for the receipts and repayments of the loan. At balance sheet dates, the escrow account is presented as part of restricted cash in bank (Note 14). The facilities are secured by:  Land with HGB Certificate measuring 25,325 m 2, located at Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 18, Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Propinsi DKI Jakarta based on HGB No. 363/Karet Kuningan, registered under the name of ASA.  Land with Right to Own Certificate (HM) 2 measuring 2,168 m , located at Jl. Pedurenan Mesjid III No. 9, RT. 003, RW. 04, Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Propinsi DKI Jakarta based on HM No. 3 ”WAKAF” / Karet Kuningan registered on behalf of Yayasan Darul Uluum Al-Islamiyah with agreement based on Exchange Agreement Deed No. 1 dated December 2, 2007 of Muhammad Hanafi, S.H., notary in Jakarta, between Yayasan Darul Uluum Al-Islamiyah and ASA, and Amendment II on Exchange Agreement Deed No. 14 dated February 17, 2009 of Muhammad Hanafi, S.H., notary in Jakarta.

- 48 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

 

Fidusia piutang atas sewa pusat perbelanjaan. Jaminan pribadi (personal guarantee) Trihatma Kusuma Haliman (Catatan 31).

 

Fiduciary security over the accounts receivable from the shopping center. Personal guarantee from Trihatma Kusuma Haliman (Note 31).

Perusahaan Pada bulan Nopember 2006, Perusahaan memperoleh pinjaman jangka panjang dengan maksimum pinjaman sebesar Rp 200.000.000.000. Jangka waktu pinjaman 48 bulan sampai dengan bulan Nopember 2010 termasuk 12 bulan masa tenggang (grace period) dimana setelah masa tenggang harus dikembalikan dengan cicilan bulanan. Tingkat bunga per tahun sebesar tingkat bunga SBI 3 bulanan + 5,5%. Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:  Tanah dan bangunan atas nama Perusahaan, seluas +/- 4.445 m 2, di kelurahan Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.  Tanah dan bangunan milik PT Sunter Agung (Catatan 31), PT Propertis Investindo Bhaktitama (Catatan 31), PT Bangun Mandiri Pesona (Catatan 31) dan PT Mandara Permai dengan jumlah luas +/- 28.621 m 2, di Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, dan Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Piutang penjualan Apartemen Mediterania Garden Residence 2 Tanjung Duren, Jakarta Barat. Tagihan klaim asuransi proyek Mediterania Garden Residence 2. Jaminan pribadi (personal guarantee) dari Trihatma Kusuma Haliman (Catatan 31). Piutang penjualan Garden Shopping Arcade.

The Company In November 2006, the Company obtained long-term loan facility with a maximum credit limit of Rp 200,000,000,000. The loan has a term of 48 months until November 2010, including 12 months grace period and payable on a monthly basis. The interest rate per annum is 3-months SBI + 5.5%.

   

The facilities are secured by:  Land and buildings under the name of the Company, which measures +/- 4,445 m 2, located at Kelurahan Tanjung Duren, Grogol Petamburan, West Jakarta.  Land and buildings owned by PT Sunter Agung (Note 31), PT Propertis Investindo Bhaktitama (Note 31), PT Bangun Mandiri Pesona (Note 31) and PT Mandara Permai, measuring +/- 28,621 m 2, located at Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, and Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, North Jakarta.  Trade accounts receivable from the sale of Apartment Mediterania Garden Residence 2 in Tanjung Duren, West Jakarta.  Insurance claims of Mediterania Garden Residence 2.  Personal guarantee from Trihatma Kusuma Haliman (Note 31).  Trade accounts receivable from the sale of Garden Shopping Arcade. In November 2010, the Company has paid this loan. All of the loan agreements with Bank Panin also contain certain covenants, wherein written approval should be obtained from the bank before executing certain matters which include among others: limit companies to enter into merger, acquisition, consolidation, sale, transfer, rent or divesting companies property except for general transactions; changes in the articles of association, change a the composition of the boards of directors, commissioners, and shareholders; incur additional indebtedness from counterparties; lend money to counterparties, including but not limited to directors, commissioners, shareholders, subsidiaries and/or its affiliates; declare dividends; and also investment to other parties.

Pada bulan Nopember 2010, Perusahaan telah melunasi hutang ini. Seluruh perjanjian pinjaman dengan Bank Panin di atas, juga mencakup persyaratan tertentu untuk tidak melakukan hal-hal berikut tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak bank, antara lain membatasi hak perusahaan untuk mengadakan merger, akuisisi, konsolidasi, menjual, mengalihkan, menyewakan atau melepaskan harta kekayaan perusahaan kecuali untuk transaksi-transaksi yang umum, mengubah anggaran dasar dan susunan direksi dan komisaris serta pemegang saham; mendapat pinjaman uang atau kredit dari pihak lain; memberikan pinjaman kepada pihak lain, termasuk tetapi tidak terbatas pada direksi, komisaris, pemegang saham, anak perusahaan dan/atau perusahaan afiliasinya; melakukan pembagian dividen; serta mengadakan penyertaan investasi pada perusahaan lain.

- 49 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Berdasarkan Surat Bank Panin No. 0657/CIB/EXT/10 tanggal 11 Juni 2010, Perusahaan telah memperoleh persetujuan dari Bank Panin sehubungan dengan rencana melakukan Penawaran Umum Saham (IPO), mengubah status Perusahaan menjadi perusahaan terbuka, dapat melakukan pembayaran dividen dengan ketentuan bahwa seluruh persyaratan fasilitas kredit dipenuhi dan dapat melakukan perubahan struktur modal, pemegang saham dan pengurus. Berdasarkan Surat Bank Panin No. 0743/CIB/EXT/10 tanggal 30 Juni 2010, Perusahaan telah memperoleh persetujuan dari Bank Panin sehubungan dengan peningkatan modal dasar dan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan. Bank Permata Hutang kepada Bank Permata merupakan fasilitas pinjaman yang diperoleh Perusahaan dan KUS dengan saldo terhutang sebagai berikut:

Based on the letter from Bank Panin No. 0657/CIB/EXT/10 dated June 11, 2010, the Company has obtained approval from Bank Panin that the planned Initial Public Offering (IPO), changes in the Company’s status from private limited to public company, dividend payments, provided that the credit facility terms are fulfilled and changes in capital structure, shareholders and management, can be executed.

Based on the letter from Bank Panin No. 0743/CIB/EXT/10 dated June 30, 2010, the Company has obtained approval from Bank Panin in relation with the increase in subscribed capital stock and paid-up capital of the Company. Bank Permata Loans from Bank Permata represent loan facilities obtained by the Company and KUS, with details as follows:
2009 (Disajikan kembali Catatan 3/ As restated Note 3) Rp 176.000.000.000 176.000.000.000 KUS The Company Total

2010 Rp KUS Perusahaan Jumlah 88.292.856.396 88.292.856.396

KUS Pada bulan April 2010, KUS memperoleh fasilitas kredit pinjaman tetap angsuran dengan maksimum pinjaman sebesar Rp 200.000.000.000 jangka waktu pinjaman adalah selama 60 bulan sampai dengan bulan Maret 2015 termasuk 18 bulan masa tenggang (grace period) dimana setelah masa tenggang harus dikembalikan dengan cicilan bulanan. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 12% (floating) per tahun dan akan dibayar secara bulanan. Pinjaman tersebut dijamin dengan jaminan paripasu dengan hutang KUS pada Bank Tabungan Negara, antara lain:  Tanah atas nama KUS dengan beberapa SHGB 2 seluas 48.468 m , di Pluit Utara, Penjaringan, Jakarta Utara, berikut bangunan yang ada dan yang kelak ada, dengan nilai Hak Tanggungan untuk jaminan adalah sebesar Rp 500.000.000.000.   Fidusia piutang KUS senilai Rp 250.000.000.000. Jaminan pribadi dari Trihatma Kusuma Haliman senilai Rp 200.000.000.000 (Catatan 31).

KUS In April 2010, KUS obtained long-term working capital credit facility with a maximum credit limit of Rp 200,000,000,000 and has a term of 60 months until March 2015, including 18 months grace period, payable on a monthly basis.

The loan bears 12% floating interest rate per annum and payable on a monthly basis. The facility is secured by collateral pari passu with KUS’s loan on Bank Tabungan Negara:  Land under the name of KUS with several HGB 2 Certificate measuring 48,468 m , located at Pluit Utara, Penjaringan, Jakarta Utara, including the existing building and future buildings with security right of Rp 500,000,000,000; Fiduciary over KUS’s receivable amounting to Rp 250,000,000,000; Personal guarantee from Trihatma Kusuma Haliman amounting to Rp 200,000,000,000 (Note 31);

 

- 50 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Perjanjian subordinasi dari Perusahaan, PT Cahaya Utama Sejahtera dan PT Lautan Kencana Makmur sebagai penjamin.

Subordination agreement between the Company, PT Cahaya Utama Sejahtera and PT Lautan Kencana Makmur as the guarantor.

Sehubungan dengan fasilitas pinjaman tersebut, KUS disyaratkan membuka rekening escrow di Bank Permata yang hanya digunakan untuk membayar hutang bank. Pada tanggal neraca, rekening escrow ini disajikan sebagai rekening bank yang dibatasi penggunaannya (Catatan 14). Perjanjian pinjaman juga mencakup persyaratan tertentu untuk tidak melakukan hal-hal berikut tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak bank, antara lain membatasi hak KUS untuk mengubah struktur pemegang saham; melakukan merger, akuisisi, perubahan usaha, penjualan aset secara signifikan dan investasi pengeluaran modal dalam jumlah material; menjaminkan segala kewajiban dari perusahaan afiliasi, pemegang saham dan atau perusahaan terkait; mendapat tambahan pinjaman dari pihak lain; serta wajib menjaga beberapa rasio keuangan tertentu antara lain Leverage Ratio maksimal 2,5, Debt Service Coverage Ratio maksimal 1,25 dan Loan to Value maksimal 65%. Pada tanggal 31 Desember 2010, KUS telah memenuhi rasio-rasio keuangan tersebut. Pada bulan Juni 2010, KUS telah memperoleh persetujuan dari Bank Permata untuk melakukan beberapa hal tersebut di atas yang dibatasi oleh Bank. Perusahaan Pada bulan Desember 2008, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman jangka panjang sebesar Rp 200.000.000.000 dari Bank Permata dengan jangka waktu 40 bulan sampai dengan bulan Oktober 2011 termasuk 12 bulan masa tenggang (grace period) dimana setelah masa tenggang harus dikembalikan dengan cicilan bulanan dan tingkat bunga 11,5% per tahun. Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:  Jaminan pribadi (personal guarantee) dari Trihatma Kusuma Haliman sebesar Rp 241.600.000.000 (Catatan 31);  Tanah dan bangunan untuk proyek Gading Nias Residences dengan beberapa HGB atas nama 2 Perusahaan seluas 26.960 m ;  Tanah milik Perusahaan dengan HGB No. 9603 2 seluas 7.815 m ; dan  Piutang penjualan Gading Nias Residences sebesar Rp 200.000.000.000. Perjanjian pinjaman juga mencakup persyaratan tertentu untuk tidak melakukan hal-hal berikut tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak bank, antara lain membatasi hak untuk menjaminkan harta kekayaan; serta mendapat fasilitas dari institusi keuangan lain untuk pembiayaan proyek Gading Nias. Pada bulan Desember 2010, Perusahaan telah melunasi seluruh hutang ini. - 51 -

In connection with the facility, KUS is required to open an escrow account with Bank Permata which is used for the repayments of the loan. At balance sheet dates, the escrow account is presented as part of restricted cash in bank (Note 14). The loan agreement also contains certain covenants, wherein written approval should be obtained from the bank before executing certain matters which include among others: limit KUS to make changes to the composition of shareholders; merger, acquisition, scope of business, sell its property significantly and investment in capital expenditures in material amount; as the guarantor of the loan of affiliates, shareholders, and/or related parties; obtain additional loan from other parties and also require KUS to maintain certain financial ratios, among others, maximum Leverage Ratio of 2.5, maximum Debt Service Coverage Ratio of 1.25 and maximum Loan to Value of 65%. As of December 31, 2010, KUS has complied with these financial ratios. In June 2010, KUS obtained an approval from Bank Permata in relation with the certain covenants above.

The Company In December 2008, the Company obtained long-term working capital credit facility with a maximum credit limit of Rp 200,000,000,000, a term of 40 months until October 2011, including 12 months grace period, payable on a monthly basis and bears 11.5% floating interest rate per annum.

All facilities are secured by:  Personal guarantee from Trihatma Kusuma Haliman amounting to Rp 241,600,000,000 (Note 31);  Land and buildings of Gading Nias Residences with several HGB under the name of the 2 Company, with total area 26,960 m ;  Land owned by the Company with HGB No. 9603 2 measuring 7,815 m ; and  Receivable from the sale of Gading Nias Residences of Rp 200,000,000,000. The loan agreement also contains certain covenants, wherein written approval should be obtained from the bank before executing certain matters which include among others: guarantee its assets; and obtain new facility from other financial institution to finance the Gading Nias project. In December 2010, the Company repaid all of this loan.

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Bank Tabungan Negara (BTN) Pada bulan April 2010, KUS memperoleh fasilitas kredit pinjaman tetap angsuran dengan maksimum pinjaman sebesar Rp 200.000.000.000 dari BTN dengan jangka waktu pinjaman selama 60 bulan sampai dengan bulan Maret 2015 termasuk 18 bulan masa tenggang (grace period) dimana setelah masa tenggang harus dikembalikan dengan cicilan bulanan. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 12,5% (floating) per tahun dan akan dibayar secara bulanan. Pinjaman tersebut dijamin dengan jaminan paripasu dengan hutang KUS pada Bank Permata. Sehubungan dengan fasilitas pinjaman tersebut, KUS disyaratkan membuka rekening escrow di BTN yang hanya digunakan untuk membayar hutang bank. Pada tanggal neraca, rekening escrow ini disajikan sebagai rekening bank yang dibatasi penggunaannya (Catatan 14). Perjanjian pinjaman juga mencakup persyaratan tertentu untuk tidak melakukan hal-hal berikut tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak bank, antara lain membatasi hak KUS untuk mengubah anggaran dasar dan pengurus; melakukan merger atau akuisisi; mendapat tambahan pinjaman dari pihak lain kecuali pinjaman dari pemegang saham dan transaksi dagang normal; melunasi hutang kepada pemegang saham; membubarkan perusahaan dan meminta dinyatakan pailit; serta menyewakan perusahaan, memindahtangankan dalam bentuk, nama, atau maksud apapun kepada pihak ketiga. Bank CIMB Niaga IBKP Pada bulan April 2008, IBKP memperoleh fasilitas kredit pinjaman tetap angsuran dengan maksimum pinjaman Rp 60.000.000.000 dan jangka waktu pinjaman selama 42 bulan sampai dengan bulan Oktober 2011 termasuk 15 bulan masa tenggang (grace period) dimana setelah masa tenggang harus dikembalikan dengan cicilan bulanan. Pinjaman ini dikenakan bunga sebesar 11,75% (floating) per tahun dan akan dibayar secara bulanan. Pinjaman tersebut dijamin dengan:  Tanah milik IBKP dengan beberapa sertifikat 2 HGB seluas 9.053 m . Nilai Hak Tanggungan untuk jaminan adalah sebesar Rp 75.000.000.000.  Jaminan pribadi dari Trihatma Kusuma Haliman (Catatan 31) sebesar 80% dan Budi Yanto Lusli sebesar 20% dari jumlah hutang bank.

Bank Tabungan Negara (BTN) In April 2010, KUS obtained fixed-term credit facility from BTN amounting to Rp 200,000,000,000, with a term of 60 months until March 2015, including 18 months grace period and payable on monthly basis.

The loan bears 12.5% floating interest rate per annum and will be paid on a monthly basis. The facility is secured by collateral pari passu with KUS’s loan from Bank Permata. In connection with the facility, KUS is required to open an escrow account in BTN which is used for the repayments of the loan. At balance sheet dates, the escrow account is presented as part of restricted cash in bank (Note 14). The loan agreement also contains certain covenants, wherein written approval should be obtained from the bank before executing certain things which include among others: limit KUS to make changes in the articles of association and composition of management; merger or acquisition; incur additional indebtedness from counterparties except for the loan from shareholder or normal business transaction; settle its shareholders’ loan; liquidate the company and propose bankruptcy; rent out the company, transfer in form, name, or for other purposes to other third parties. Bank CIMB Niaga IBKP In April 2008, IBKP obtained fixed-term credit facility amounting to Rp 60,000,000,000, with a term of 42 months until October 2011, including 15 months grace period, payable on a monthly basis.

The loan bears 11.75% floating interest rate per annum and payable on a monthly basis. The facility is secured by:  Land under the name of IBKP with several HGB 2 with total area 9,053 m , with security right of Rp 75,000,000,000;  Personal guarantee from Trihatma Kusuma Haliman (Note 31) and Budi Yanto Lusli, with percentage of sharing of 80% and 20% from outstanding loan, respectively.

- 52 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Sehubungan dengan fasilitas pinjaman tersebut, IBKP disyaratkan membuka rekening escrow di CIMB yang hanya digunakan untuk membayar hutang bank. Pada tanggal neraca, rekening escrow ini disajikan sebagai rekening bank yang dibatasi penggunaannya (Catatan 14). Perjanjian pinjaman juga mencakup persyaratan tertentu untuk tidak melakukan hal-hal berikut tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak bank, antara lain membatasi hak IBKP untuk mengubah struktur pemegang saham; melakukan merger, akuisisi, perubahan usaha, penjualan aset secara signifikan dan investasi pengeluaran modal dalam jumlah material; menjaminkan segala kewajiban dari perusahaan afiliasi, pemegang saham dan atau perusahaan terkait; mendapat tambahan pinjaman dari pihak lain; serta wajib menjaga rasio keuangan Gearing Ratio maksimal 3,5. Pada tanggal 31 Desember 2010, IBKP memenuhi rasio keuangan tersebut. Bank Artha Graha (BAG) Perusahaan Pada bulan Agustus 2008, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman jangka panjang dari BAG dengan jumlah sebesar Rp 130.000.000.000, berjangka waktu 48 bulan sampai dengan bulan Agustus 2012 termasuk 12 bulan masa tenggang (grace period) dimana setelah masa tenggang harus dikembalikan dengan cicilan bulanan dan tingkat bunga 18,5% per tahun. Perjanjian pinjaman juga mencakup persyaratan tertentu untuk tidak melakukan hal-hal berikut tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak bank, antara lain membatasi hak Perusahaan untuk mengubah anggaran dasar dan susunan direksi dan komisaris serta pemegang saham; mendapat kredit dari atau meminjamkan uang kepada pihak lain; mengadakan perjanjian bantuan teknik atau manajemen dengan pihak ketiga; mengeluarkan saham-saham baru; serta membayar hutangnya kepada para pemegang saham dan/atau pihak yang mempunyai hubungan istimewa dalam bentuk apapun juga yang sekarang telah ada maupun yang akan timbul di kemudian hari. Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:  Tanah untuk proyek Royal Mediterania Garden Residence, dengan beberapa HGB dengan total luas 16.215 m 2 atas nama Perusahaan;  Jaminan fidusia atas tagihan yang ada maupun yang akan dimiliki oleh Perusahaan sehubungan dengan penjualan unit-unit Royal Mediterania Garden Residence;  Jaminan perusahaan (corporate guarantee) yang diberikan oleh PT Jaya Lestari Persada dan PT Indofica (Catatan 31); dan  Jaminan pribadi (personal guarantee) dari Trihatma Kusuma Haliman (Catatan 31).

In connection with the facility, IBKP is required to open an escrow account in CIMB which is used for the repayments of the loan. At balance sheet dates, the escrow account is presented as part of restricted cash in bank (Note 14). The loan agreement also contains certain covenants, wherein written approval should be obtained from the bank before executing certain things which include among others: limit IBKP to make changes to the composition of shareholders; merger, acquisition, scope of business, sell significant properties and invest in material capital expenditures; as the guarantor of the loan of affiliated, shareholders, and/or related parties; obtain additional loan from other parties and maintain a maximum Gearing Ratio of 3.5. As of December 31, 2010, IBKP has complied with this financial ratio.

Bank Artha Graha (BAG) The Company In August 2008, the Company obtained long-term loan facility from BAG with a maximum credit limit of Rp 130,000,000,000, has a term of 48-months until August 2012, including 12 months grace period, payable on a monthly basis and bears interest rate of 18.5% per annum.

The loan agreement also contains certain covenants, wherein approval should be obtained from the bank before executing certain things which include among others: to make changes in the articles of association, change the composition of the board of directors, commissioners and shareholders; incur additional indebtedness from or lend to counterparties; entered into a management services or technical services agreement with third parties; issue new shares; and to pay its debts to the shareholders and / or related parties in any form that is existing or that will arise in the future.

This facility is secured by: - Land for Royal Mediterania Garden Residences project, with with HGB under the name of the Company with total area 16,215 m 2; - Fiduciary guarantee over the Company’s existing trade receivable or future receivables owned by the Company, related to the sale of units of Royal Mediterania Garden Residence; - Corporate guarantee from PT Jaya Lestari Persada and PT Indofica (Note 31); and Personal guarantee from Haliman (Note 31). Trihatma Kusuma

- 53 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Pada tahun 2010, Perusahaan telah melunasi hutang tersebut. Hutang bank diatas memiliki tingkat bunga mengambang sehingga Perusahaan dan anak perusahaan terekspos terhadap risiko suku bunga atas arus kas (cash flow interest rate risk).

In 2010, the Company has fully paid the loan.

The bank loans above are arranged at floating interest rate, thus exposing the Company and its subsidiaries to cash flow interest rate risk.

18. UANG MUKA PENJUALAN DAN PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA

18.

ADVANCES FROM CUSTOMERS AND UNEARNED REVENUES

2010 Rp Uang muka Penjualan Titipan pelanggan Pendapatan diterima dimuka Penjualan Sewa Jumlah

2009 Rp Advances from customers Sales Customer deposit Unearned revenues Sales Rent Total

459.259.418.801 15.344.458.936 548.265.957.536 81.580.148.583 1.104.449.983.856

545.879.285.748 7.444.697.865 333.424.077.949 163.247.900.000 1.049.995.961.562

Pada tanggal 31 Desember 2010, uang muka penjualan sebesar Rp 43.750.000.000 merupakan uang muka penjualan tanah belum dikembangkan milik Perusahaan kepada PT Sunter Agung, pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 31 dan 33g), yang belum memenuhi kriteria pengakuan pendapatan. Uang muka penjualan lainnya merupakan uang muka penjualan unit apartemen dan rumah toko yang belum memenuhi kriteria pengakuan pendapatan. Uang muka titipan pelanggan merupakan penerimaan dari calon pembeli yang masih dapat dibatalkan sewaktu-waktu. Pendapatan diterima dimuka dari penjualan merupakan selisih lebih antara uang yang diterima dengan pengakuan pendapatan berdasarkan persentase penyelesaian proyek. Pendapatan diterima dimuka dari sewa merupakan uang muka sewa yang diterima dari penyewa.

As of December 31, 2010, advances from customers amounting to Rp 43,750,000,000 represent advances for the sale of land not yet developed owned by the Company to PT Sunter Agung, a related party (Notes 31 and 33g), which has not met the criteria for revenue recognition. Other advances from customers represent sale of apartment units and shop which have not met the criteria for revenue recognition.

Customer deposits represent advances received from potential buyers that can still be cancelled at any time. Unearned revenues – sales represent excess cash received from the income recognized based on the project’s percentage of completion.

Unearned revenues – rent represent advance rent received from the tenants.

19. KEWAJIBAN IMBALAN PASCA KERJA Perusahaan dan anak perusahaan menghitung dan membukukan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pasca kerja tersebut adalah 687 karyawan pada tahun 2010 dan 811 karyawan pada tahun 2009.

19.

POST-EMPLOYMENT BENEFITS OBLIGATION The Company calculates post-employment benefits for its qualified employees based on Labor Law No. 13/2003. The number of employees entitled to such benefits is 687 and 811 employees in 2010 and 2009, respectively.

- 54 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Beban imbalan pasca kerja yang diakui di laporan laba rugi adalah:

Amounts recognized in income in respect of these post-employment benefits are as follows:

2010 Rp Biaya jasa kini Biaya bunga Biaya jasa lalu Biaya pesangon pemutusan kerja Kerugian (keuntungan) aktuarial bersih Jumlah 4.179.494.308 752.065.953 2.983.506.004 7.095.998 (51.580.577) 7.870.581.686

2009 (Disajikan kembali - Catatan 3/ As restated Note 3) Rp 1.830.386.559 330.337.645 234.057.027 28.252.897 2.423.034.128 Current service cost Interest cost Past service cost Termination of severence costs Net actuarial loss (gain) Total

Kewajiban imbalan pasca kerja di neraca adalah sebagai berikut:

The amounts included in the balance sheets arising from Company’s obligation in respect of these postemployment benefits are as follows:

2010 Rp Nilai kini kewajiban imbalan pasti Biaya jasa lalu yang belum diakui Kerugian (keuntungan) aktuarial yang belum diakui Kewajiban bersih 17.955.802.920 (109.639.098) (2.983.841.780) 14.862.322.042

2009 (Disajikan kembali - Catatan 3/ As restated Note 3) Rp 7.182.591.101 (138.233.888) 622.734.989 7.667.092.202 Present value of unfunded obligations Unrecognized past service costs Unrecognized actuarial losses (gain) Net liability

Mutasi kewajiban bersih di neraca adalah sebagai berikut:

Movements in the net liability recognized in the balance sheets are as follows:

2010 Rp Saldo awal tahun Beban tahun berjalan (Catatan 26) Pembayaran manfaat Saldo akhir tahun 7.667.092.202 7.870.581.686 (675.351.846) 14.862.322.042

2009 (Disajikan kembali - Catatan 3/ As restated Note 3) Rp 5.244.058.074 2.423.034.128 7.667.092.202 Beginning of the year Amount charged to operations (Note 26) Benefit payment End of the year

- 55 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Perhitungan imbalan pasca kerja dihitung oleh aktuaris independen PT Ricky Leonard Jasatama dan PT Bumi Dharma Aktuaria. Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuarial adalah sebagai berikut:

The cost of providing post-employment benefits is calculated by independent actuaries PT Ricky Leonard Jasatama and PT Bumi Dharma Aktuaria. The actuarial valuation was carried out using the following key assumptions:

2010 Tingkat diskonto per tahun Tingkat kenaikan gaji per tahun Tingkat pensiun normal Tingkat kematian 9,5% - 10% 5% - 10 % 55 tahun/years Indonesia Mortality Table 2

2009 11% 5% - 10% 55 tahun/years Indonesia Mortality Table 2 Discount rate per annum Salary increment rate per annum Normal retirement rate Mortality rate

20. HAK MINORITAS

20.

MINORITY INTEREST

2010 Rp a. Hak minoritas atas aset bersih anak perusahaan PT Arah Sejahtera Abadi PT Brilliant Sakti Persada PT Kharisma Bhakti Sejahtera PT Intersatria Budi Karya Pratama PT Kencana Unggul Sukses PT Buana Surya Makmur Jumlah b. Hak minoritas atas rugi (laba) bersih anak perusahaan PT Arah Sejahtera Abadi PT Brilliant Sakti Persada PT Kharisma Bhakti Sejahtera PT Intersatria Budi Karya Pratama PT Kencana Unggul Sukses PT Buana Surya Makmur Jumlah

2009 Rp a. Minority interest in net assets of subsidiaries PT Arah Sejahtera Abadi PT Brilliant Sakti Persada PT Kharisma Bhakti Sejahtera PT Intersatria Budi Karya Pratama PT Kencana Unggul Sukses PT Buana Surya Makmur Total b. Minority interest in net loss (income) of subsidiaries PT Arah Sejahtera Abadi PT Brilliant Sakti Persada PT Kharisma Bhakti Sejahtera PT Intersatria Budi Karya Pratama PT Kencana Unggul Sukses PT Buana Surya Makmur Total

141.096.659.128 82.568.752.233 44.122.270.943 15.376.952.131 331.154.034 263.369.001 283.759.157.470

93.447.975.955 15.145.325.013 393.742.902 108.987.043.870

(50.776.720.534) 3.663.404.547 (22.270.943) (1.903.678.313) 62.629.341 8.278.697.835 (40.697.938.067)

15.134.964.054 (7.856.036.585) 6.216.625 7.285.144.094

- 56 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

21. MODAL SAHAM

21.

CAPITAL STOCK

Nama Pemegang Saham

Jumlah Saham/ Number of Shares

2010 Persentase Pemilikan/ Percentage of Ownership % 47,29 14,68 5,07 3,03 0,07 29,86 100,00

Jumlah Modal Disetor/ Total Paid-up Capital Rp 969.378.000.000 301.000.000.000 104.000.000.000 62.069.350.000 1.500.450.000 612.052.200.000 2.050.000.000.000

Name of Stockholders

PT Indofica PT Jaya Lestari Persada PT Simfoni Gema Lestari Trihatma Kusuma Haliman Dewan direksi dan komisaris Masyarakat umum (masing-masing dibawah 5%) Jumlah

9.693.780.000 3.010.000.000 1.040.000.000 620.693.500 15.004.500 6.120.522.000 20.500.000.000

PT Indofica PT Jaya Lestari Persada PT Simfoni Gema Lestari Trihatma Kusuma Haliman Board of directors and commissioners Public (each below 5%) Total

Nama Pemegang Saham

Jumlah Saham/ Number of Shares

2009 Persentase Pemilikan/ Percentage of Ownership % 80,00 19,99 0,01 100,00

Jumlah Modal Disetor/ Total Paid-up Capital Rp 120.000.000.000 29.999.000.000 1.000.000 150.000.000.000

Name of Stockholders

PT Jaya Lestari Persada PT Indofica Trihatma Kusuma Haliman Jumlah

120.000.000 29.999.000 1.000 150.000.000

PT Jaya Lestari Persada PT Indofica Trihatma Kusuma Haliman Total

Berdasarkan Akta No. 65 tanggal 22 Juni 2010 dari Yulia S. H., notaris di Jakarta, pemegang saham setuju untuk meningkatkan modal dasar Perusahaan dari Rp 331.000.000.000 menjadi Rp 5.740.000.000.000 dan modal ditempatkan dari Rp 150.000.000.000 menjadi Rp 1.435.000.000.000 dengan nilai nominal Rp 1.000 per lembar saham, yang setorannya berasal dari uang muka setoran modal sebesar Rp 692.001.699.614 (Catatan 23) dan setoran tunai sebesar Rp 592.998.300.386. Akta ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. AHU-32229.AH.01.02.Tahun 2010 tanggal 25 Juni 2010.

Based on notarial deed No. 65 dated June 22, 2010 of Yulia S. H., notary in Jakarta, the stockholders of the Company approved the increase in capital stock from Rp 331,000,000,000 to Rp 5,740,000,000,000 and subscribed and paid-up capital from Rp 150,000,000,000 to Rp 1,435,000,000,000 with Rp 1,000 par value per share, through advances for capital stock subscription amounting to Rp 692,001,699,614 (Note 23) and cash amounting to Rp 592,998,300,386. The deed was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia through Decision Letter No. AHU-32229.AH.01.02.Tahun 2010 dated June 25, 2010.

- 57 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Berdasarkan Akta No. 79 tanggal 25 Juni 2010 dari Yulia S. H., notaris di Jakarta, pemegang saham setuju untuk mengubah nilai nominal saham Perusahaan dari Rp 1.000 menjadi Rp 100 per lembar saham. Akta ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. AHU-AH.01.10-15994 tanggal 28 Juni 2010. Berdasarkan Akta No. 1 tanggal 2 Agustus 2010 dari Yulia, S.H., notaris di Jakarta, para pemegang saham setuju untuk mencatat seluruh saham di Bursa Efek Indonesia, dimana dalam penawaran tersebut Perusahaan dapat mencatat maksimal sebesar 49% dari modal ditempatkan dan disetor. Program Pemberian Opsi Pembelian Saham Kepada Manajemen dan Karyawan Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 24 September 2010, Pemegang Saham menyetujui rencana Program Pemberian Opsi Pembelian Saham kepada Manajemen dan Karyawan (Management & Employee Stock Option Plan/ MESOP). Manajemen dan karyawan yang berhak untuk mengikuti program MESOP terdiri dari:  Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan dan anak perusahaan yang menjabat 14 hari sebelum tanggal pendistribusian hak opsi setiap tahapnya, kecuali Komisaris Independen dan anggota Komite Audit;  Karyawan Perusahaan dan anak perusahaan dengan jabatan supervisor atau lebih tinggi. Pelaksanaan program MESOP akan dilakukan dengan menerbitkan hak opsi dalam 2 (dua) tahap dengan rincian sebagai berikut:  Tahap Pertama Jumlah hak opsi yang akan diterbitkan sebesar maksimum 50% (lima puluh puluh persen) dari jumlah saham dalam program MESOP, dan akan diberikan kepada peserta program MESOP bersamaan dengan tanggal pencatatan saham Perusahaan di PT Bursa Efek Indonesia.  Tahap Kedua Jumlah hak opsi yang akan diterbitkan sebesar maksimum 50% (lima puluh persen) dari jumlah saham dalam program MESOP, dan akan diberikan kepada peserta program MESOP pada ulang tahun pertama pencatatan saham Perusahaan.

Based on notarial deed No. 79 dated June 25, 2010 of Yulia S. H., notary in Jakarta, the stockholders of the Company approved the change in par value of the Company’s share from Rp 1,000 to Rp 100 per share. The deed was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia through Decision Letter No. AHU-AH.01.10-15994 dated June 28, 2010. Based on notarial deed No. 1 dated August 2, 2010 of Yulia, S.H., notary in Jakarta, the stockholders of the Company approved to record all shares on the Indonesia Stock Exchange, where in the offering, the Company record a maximum of 49% of the issued and paid in capital. Plan For Management and Employee Stock Option (MESOP) Based on Extraordinary Stockholders General Meeting (RUPSLB) dated September 24, 2010, the shareholders approved the plan for Management & Employee Stock Option Plan (MESOP). Management and employees who are eligible to join MESOP program are as follows:

 Directors and Commissioners of the Company and its subsidiaries who served for 14 days before the date of option distribution in every stage, except for Independent Commissioner and Audit Committee Member.  Employees of the Company and its subsidiaries in supervisory level and higher. MESOP program implementation will be done by issuing option rights in two (2) stages, with the details as follows:  Stage 1 The number of option rights to be issued is at a maximum of 50% (fifty percent) of the total shares in MESOP program and will be given to the MESOP program participants along with a record date of its shares in the Indonesia Stock Exchange.  Stage 2 The number of option rights to be issued is at a maximum of 50% (fifty percent) of the total shares in MESOP program and will be given to MESOP program participants on the first anniversary of registration of its shares.

- 58 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Periode Pelaksanaan Hak Opsi akan ditetapkan di kemudian hari, sebanyak-banyaknya 2 (dua) periode pelaksanaan setiap tahunnya dan Harga Pelaksanaan akan ditetapkan dengan mengacu pada ketentuan yang termaktub dalam butir V.2.2 Peraturan I-A Lampiran I Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. Kep 305/BJ/07-2004 tertanggal 19 Juli 2004 yaitu sekurang-kurangnya 90,0% dari harga rata-rata penutupan saham Perusahaan Tercatat yang bersangkutan selama kurun waktu 25 (dua puluh lima) Hari Bursa berturut turut di Pasar Reguler sebelum Periode Pelaksanaan. Pelaksanaan Program MESOP akan dilakukan sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang akan ditetapkan oleh Direksi Perusahaan dengan memperhatikan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan keputusan Direksi No. 824/SKAPL/X/2010/ tanggal 26 Oktober 2010 periode pelaksanaan MESOP ditetapkan dua kali dalam setahun setelah masa tunggu pelaksanaan opsi (vested period). Sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasi belum terdapat pengumuman dan realisasi atas program MESOP.

The implementation of the Option Period will be determined at a later date and at least two (2) implementation periods for each year and the execution price will be determined by reference to the provisions contained in Article V.2.2 Regulation I-A Attachment I Decision of the Directors of PT Bursa Efek Jakarta No. Kep 305/BJ/07-2004 dated July 19, 2004, which is at least 90.0% of the average closing price of the Listed Company’s shares for the period of 25 Exchange Days in Regular Market before the start of the Option Period. The MESOP program will be carried out according to the terms and conditions applied by the Company’s Directors according to the prevailing laws.

Based on Directors’ decree No. 824/SK-APL/X/2010/ dated October 26, 2010 MESOP implementation period was specified twice in a year after the vesting period. Up to the date of consolidated financial statement, there has been no announcement and the realization of the MESOP program.

22. TAMBAHAN MODAL DISETOR

22.

ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL

2010 Rp Tambahan modal disetor dari PT Simfoni Gema Lestari Tambahan modal disetor dari penawaran umum saham Perusahaan kepada masyarakat sebesar 6.150.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham yang ditawarkan Rp 365 per saham Jumlah Dikurangi dengan biaya emisi saham Saldo tambahan modal disetor 9.650.000.000 Additional paid-in capital of PT Simfoni Gema Lestari Additional paid-in capital of initial public offering of Rp 6,150,000,000 shares with par value of Rp 100 per share at Rp 365 per shares Total Less of stock issuance cost Balance of additional paid-in capital

1.629.750.000.000 1.639.400.000.000 (66.873.956.549) 1.572.526.043.451

23. UANG MUKA SETORAN MODAL

23.

ADVANCE FOR CAPITAL STOCK SUBSCRIPTIONS

2009 Rp PT Indofica PT Jaya Lestari Persada Trihatma Kusuma Haliman Jumlah 450.380.649.614 181.000.000.000 60.621.050.000 692.001.699.614 PT Indofica PT Jaya Lestari Persada Trihatma Kusuma Haliman Total

- 59 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

24. PENJUALAN DAN PENDAPATAN USAHA

24.

SALES AND REVENUES

2010 Rp Penjualan: Apartemen Perkantoran Rumah toko Jumlah Pendapatan: Sewa Utilitas Jumlah Jumlah 1.468.080.658.668 295.392.576.247 71.594.180.372 1.835.067.415.287

2009 Rp 855.952.717.759 855.952.717.759 Sales: Apartments Offices Shophouses Total Revenues: Rent Utilities Total Total

103.509.188.930 142.398.000 103.651.586.930 1.938.719.002.217

855.952.717.759

Tidak terdapat penjualan dan pendapatan usaha dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Tidak terdapat penjualan dan pendapatan usaha dari satu pelanggan yang melebihi 10% dari jumlah penjualan dan pendapatan usaha.

There were no sales and revenues from related parties. There were no sales and revenues exceeding 10% of the total sales which were earned from a single customer.

25. BEBAN POKOK LANGSUNG

PENJUALAN

DAN

BEBAN

25.

COST OF SALES AND DIRECT COSTS

2010 Rp Beban pokok penjualan (Catatan 8): Apartemen Perkantoran Rumah toko Jumlah Beban langsung: Penyusutan (Catatan 11) Listrik, air dan gas Keamanan Lainnya Jumlah Jumlah

2009 Rp Cost of sales (Note 8): Apartments Offices Shophouses Total Direct costs: Depreciation (Note 11) Electricity, water and gas Security Others Total Total

1.030.730.053.925 182.961.352.348 55.014.037.888 1.268.705.444.161

568.019.316.298 568.019.316.298

44.593.381.554 10.825.257.714 128.779.116 2.913.383.837 58.460.802.221 1.327.166.246.382

568.019.316.298

- 60 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

26. BEBAN USAHA Penjualan

26.

OPERATING EXPENSES Selling

2010 Rp Pameran dan launching Iklan dan brosur Penyusutan dan amortisasi Promosi Komisi Kantor pemasaran Lain-lain Jumlah
Umum dan Administrasi

2009 Rp 67.402.863.798 20.717.495.325 22.772.769.800 17.181.089.958 5.732.768.861 3.775.373.834 1.160.925.437 138.743.287.013 Exhibition and launching Advertising and brochures Depreciation and amortization Promotion Commission Marketing office Others Total

60.474.711.961 27.094.058.746 12.363.126.716 9.649.962.920 5.308.999.411 622.272.875 2.930.212.587 118.443.345.216

General and Administrative

2010 Rp Gaji dan tunjangan Pajak dan perizinan Jasa profesional Imbalan pasca kerja (Catatan 19) Keperluan kantor Jasa manajemen Administrasi kredit dan bank Penyusutan Listrik, air dan gas Pemeliharaan Alat tulis dan perlengkapan kantor Asuransi Telepon dan telex Keamanan dan kebersihan Sewa peralatan operasional Lain-lain Jumlah 129.605.970.036 12.691.734.786 7.986.869.225 7.870.581.686 5.011.782.291 4.709.545.034 4.774.176.159 3.923.804.038 2.856.371.143 2.410.923.673 1.969.977.429 1.827.194.899 1.788.751.171 1.609.530.750 1.187.008.633 9.501.553.829 199.725.774.782

2009 Rp 53.199.710.513 2.326.471.764 4.289.905.676 2.423.034.128 10.112.412.186 2.355.000.000 23.822.176.952 2.778.474.321 8.222.870.476 1.959.718.300 1.307.575.699 959.243.657 1.378.990.224 1.227.108.455 91.316.915 7.986.219.479 124.440.228.745 Salaries and allowances Licenses and fees Professional fees Post-employment benefits (Note 19) Office expenses Management fee Bank and credit administration Depreciation Electricity, water and gas Maintenance Office supplies Insurance Telephone and telefax Security and cleaning Equipment rental operation Others Total

- 61 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

27. PENGHASILAN BUNGA

27.

INTEREST INCOME

2010 Rp Bunga Jasa giro Jumlah 33.942.318.951 4.066.170.574 38.008.489.525

2009 Rp 37.212.619.078 2.879.776.291 40.092.395.369 Interest Current account Total

28. PAJAK PENGHASILAN Beban pajak Perusahaan dan anak perusahaan terdiri dari:

28.

INCOME TAX The tax expense of the Company and its subsidiaries consists of the following:

2010 Rp Beban pajak kini Pajak penghasilan final Perusahaan Anak perusahaan Jumlah beban pajak kini Beban pajak tangguhan Anak perusahaan Jumlah beban pajak
Pajak Kini Pajak Penghasilan Final Pajak penghasilan final sehubungan dengan penjualan apartemen dan toko adalah sebagai berikut:

2009 Rp Current tax Final income tax The Company Subsidiaries Total current tax Deferred tax expense Subsidiaries Total tax expense

69.088.982.889 31.586.798.861 100.675.781.750

31.239.434.480 8.896.111.307 40.135.545.787

100.675.781.750

2.313.833.501 42.449.379.288
Current Tax

Final Income Tax Final income tax in connection with sale of apartments and shops are as follows:

2010 Rp Beban pajak final yang berasal dari: Pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan Penyewaan dan jasa pengelolaan Pajak penghasilan final

2009 Rp Final income tax from: Transfer of rights over land and/or buildings Rental and service charge Final income tax

90.393.456.658 10.282.325.092 100.675.781.750

40.135.545.787 40.135.545.787

- 62 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Perincian hutang pajak penghasilan final adalah sebagai berikut:
2010 Rp Saldo awal tahun Pajak penghasilan final atas pendapatan usaha tahun berjalan Mutasi bersih pajak dibayar dimuka atas pendapatan diterima dimuka Pajak penghasilan final yang telah dipotong pihak ketiga atau disetor Perusahaan tahun berjalan Saldo akhir tahun (Catatan 16) 58.113.974.330 100.675.781.750 10.082.257.287

The details of final income tax payable are as follows:
2009 Rp 40.135.545.787 45.453.562.189 Beginning balance Final income tax on revenues in current year Net movement in the prepaid tax of unearned revenues Final income tax deducted by third party or paid by the Company in the current year Ending balance (Note 16)

(108.611.538.933) 60.260.474.434

(27.475.133.646) 58.113.974.330

Seluruh pendapatan sejak tahun 2009 dikenakan pajak penghasilan final.

All revenues are subjected to final income tax since 2009.

29. LABA PER SAHAM
2010 Rp Laba Laba bersih Jumlah Saham Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa untuk perhitungan laba bersih per saham dasar: Jumlah awal periode dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham Tambahan saham beredar berasal dari: (Catatan 21) Uang muka setoran modal dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham Setoran tunai dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham Penawaran umum perdana saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham Tambahan saham beredar berasal dari pemecahan menjadi Rp 100 per saham pada tanggal 25 Juni 2010 (Catatan 21) Jumlah rata-rata tertimbang saham untuk tujuan perhitungan laba per saham dasar 241.884.574.814 Lembar

29. BASIC EARNINGS PER SHARE
2009 Rp Income 35.117.122.827 Lembar Net income Number of shares Weighted average number of ordinary shares for computation of basic earnings per share Beginning number with par value of Rp 1,000 per share Additional shares issued from: (Note 21) Advance for stock subscription with per value of Rp 1,000 per share Paid in cash with per value of Rp 1,000 per share Public offering of shares with per value of Rp 100 per share Additional shares issued from stock split to Rp 100 per share on June 25, 2010 (Note 21) Weighted average number of ordinary shares for computation of basic earnings per share

150.000.000

150.000.000

692.001.700 592.998.300

692.001.700 -

859.315.068

-

10.104.350.524

7.578.015.300

12.398.665.592

8.420.017.000

Jumlah rata-rata tertimbang saham yang digunakan untuk menghitung laba bersih per saham dasar telah disesuaikan untuk mencerminkan pengaruh dari pemecahan saham dan uang muka setoran modal. Pada tanggal neraca, Perusahaan tidak memiliki efek - 63 -

The weighted average number of ordinary shares used to compute basic earnings per share has been adjusted to reflect the effect of stock split and advances for capital stock subscription. At balance sheet date, the Company does not have

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

yang berpotensi saham biasa yang dilutif. 30. AKUISISI ANAK PERUSAHAAN a. Pada bulan Pebruari dan Maret 2010, Perusahaan mengakuisisi 70% saham BSP melalui pembelian 10.500 lembar saham BSP milik PT Bina Mitra Satria Raya, pihak ketiga. Perusahaan mengakui/mencatat aset dan kewajiban BSP dengan menggunakan nilai wajar aset bersih pada tanggal 31 Maret 2010 dengan rincian sebagai berikut:

potentially dilutive shares. 30. ACQUISITION OF SUBSIDIARIES a. In February and March 2010, the Company acquired 70% ownership in BSP through the purchase of 10,500 shares of BSP owned by PT Bina Mitra Satria Raya, third party. The Company recognized the assets and liabilities of BSP at fair values of the net assets on March 31, 2010, with details as follows:

Nilai wajar/ Fair value Rp Aset Kas dan setara kas Aset tetap Aset lain-lain Jumlah Kewajiban Hutang bank Kewajiban lain-lain Jumlah Aset bersih Nilai wajar aset bersih yang diperoleh Selisih nilai wajar aset bersih yang diperoleh atas biaya perolehan yang dialokasikan secara proporsional terhadap nilai wajar aset non-moneter yang diakuisisi Jumlah biaya perolehan
Biaya perolehan dibayar dengan arus kas keluar bersih pada saat akuisisi sebesar Rp 38.951.894.354 setelah dikurangi kas dan setara kas yang diperoleh sebesar Rp 275.685.646. Pada bulan Juni 2010, BSP meningkatkan modal ditempatkan dan Perusahaan melakukan penyetoran Rp 136.500.000.000 atas 136.500 lembar saham baru. Pada bulan Juni 2010, Perusahaan menjual 36.750 lembar saham BSP kepada PT Lusli Kreasi Investama, pihak ketiga, dengan harga penjualan Rp 43.840.169.322, sehingga kepemilikan Perusahaan menjadi 52,5%. Atas penjualan ini, Perusahaan mencatat keuntungan bersih sebesar Rp 872.846.555 yang dicatat sebagai bagian dari pendapatan lain-lain. Pada bulan Agustus 2010, Perusahaan membeli 13.312 lembar saham BSP dari PT Lusli Kreasi Investama, pihak ketiga dengan harga beli Rp 15.879.924.525 sehingga kepemilikan Perusahaan menjadi 58,8%. - 64 -

275.685.646 488.740.700.000 16.099.074.954 505.115.460.600 292.511.897.310 177.938.325 292.689.835.635 212.425.624.965 148.697.937.476

Assets Cash and cash equivalents Property and equipment Other assets Total Liabilities Bank loan Other liabilities Total Net assets Fair value of net assets acquired Excess of fair values of net assets acquired over acquisition cost which was allocated to non-monetary assets Total acquisition cost

(109.470.357.476) 39.227.580.000

The acquisition cost was paid in cash and the net cash out flow on the acquisition amounted to Rp 38,951,894,354, after deducting cash and cash equivalent acquired of Rp 275,685,646. In June 2010, BSP increased its paid-up capital and the Company paid Rp 136,500,000,000 for the 136,500 new shares. In June 2010, the Company sold 36,750 shares of BSP to PT Lusli Kreasi Investama, a third party, with a selling price of Rp 43,840,169,322, which brings the Company’s ownership to 52.5%. The Company recognized net gain on this transaction amounting to Rp 872,846,555, which is recorded as part of other income.

In August 2010, the Company purchase 13,312 shares of BSP from PT Lusli Kreasi Investama, third party with a purchase price of Rp 15,879,924,525 which brings the Company’s ownership to 58.8%.

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

BSP memberikan kontribusi rugi bersih sebesar Rp 584.557.233 untuk periode 1 April 2010 sampai dengan 31 Desember 2010 yang termasuk dalam laporan laba rugi konsolidasi. b. Pada bulan April 2010, Perusahaan mengakuisisi 99,82% saham KUS, yang berada dibawah pengendalian yang sama dengan Perusahaan, melalui penyetoran 2.180.000 lembar saham baru dengan harga perolehan sebesar Rp 218.000.000.000. Nilai buku KUS pada tanggal akuisisi sebesar Rp 210.233.781.471. Selisih antara aset bersih yang diakuisisi berdasarkan nilai buku dengan biaya perolehan sebesar Rp 7.766.218.529 dicatat sebagai selisih transaksi restrukturisasi entitas sepengendali dalam akun ekuitas. Harga perolehan dibayar dengan arus kas keluar bersih pada saat akuisisi sebesar Rp 190.263.329.477 setelah dikurangi kas yang diperoleh sebesar Rp 27.736.670.523. c. Pada bulan Mei 2010, Perusahaan mengakuisisi 60% saham ASA dengan nilai perolehan sebesar Rp 180.000.000.000, dari PT Indofica (Indofica), pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan berada dibawah pengendalian yang sama dengan Perusahaan. Nilai buku ASA pada tanggal akuisisi sebesar Rp 129.325.808.453. Selisih antara aset bersih yang diakuisisi berdasarkan nilai buku dengan biaya perolehan sebesar Rp 50.674.191.547 dicatat sebagai selisih transaksi restrukturisasi entitas sepengendali dalam akun ekuitas. Harga perolehan dibayar dengan arus kas keluar bersih pada saat akuisisi sebesar Rp 72.008.457.249 setelah dikurangi kas yang diperoleh sebesar Rp 107.991.542.751. d. Pada bulan Juni 2010, Perusahaan mengakuisisi 80% saham IBKP melalui pembelian dengan rincian sebagai berikut: 1. 77,8% saham IBKP yang dimiliki oleh Indofica, pihak yang mempunyai hubungan istimewa. 2,2% saham IBKP yang dimiliki oleh PT Lusli Kreasi Investama (LKI), pihak ketiga. d. c. b.

BSP contributed a net loss of Rp 584,557,233 for the period from April 1, 2010 to December 31, 2010 that is recorded as part of the consolidated statements of income. In April 2010, the Company acquired 99.82% ownership in KUS, an entity under common control, through the subscription of 2,180,000 new shares with an acquisition cost of Rp 218,000,000,000. KUS’s book value on acquisiton date amounted to Rp 210,233,781,471. The difference of Rp 7,766,218,529 between the fair value of the acquired net assets and the acquisition cost is recorded in equity as difference in value of restructuring transaction among entities under common control. The acquisition cost was paid in cash and the net cash out flow on acquisition amounted to Rp 190,263,329,477 after deducting cash acquired of Rp 27,736,670,523. In May 2010, the Company acquired 60% ownership in ASA, with an acquisition cost of Rp 180,000,000,000, from PT Indofica (Indofica), a related party and an entity under common control. ASA’s book value on acquisition date amounted to Rp 129,325,808,453. The difference of Rp 50,674,191,547 between the fair value of the acquired net assets and the acquisition cost is recorded in equity as difference in value of restructuring transaction among entities under common control.

The acquisition cost was paid in cash and the net cash out flow on acquisition amounted to Rp 72,008,457.249, after deducting cash acquired of Rp 107,991,542,751. In June 2010, the Company acquired 80% ownership in IBKP through the purchase of shares, with details as follows: 1. 77.8% shares of IBKP owned by Indofica, a related party.

2.

2.

2.2% shares of IBKP owned by PT Lusli Kreasi Investama (LKI), a third party.

Perusahaan mengakui/mencatat aset dan kewajiban IBKP yang diperoleh dari Indofica yang merupakan pihak dibawah pengendalian yang sama dengan Perusahaan, sebesar nilai buku, sedangkan yang dibeli melalui LKI diakui/dicatat sebesar nilai wajar.

The Company recorded IBKP’s assets and liabilities obtained from Indofica, which is an entity under common control, at book value, while the one acquired from LKI was recorded at fair value.

- 65 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Aset dan kewajiban IBKP pada tanggal 31 Mei 2010 adalah sebagai berikut:

IBKP’s assets and liabilities as at May 31, 2010 are as follows:

Nilai buku sebelum diakuisisi/ Book value before acquisition Rp Aset Kas dan setara kas Aset real estat Aset tetap Aset lain-lain Jumlah Kewajiban Hutang bank Kewajiban lain-lain Jumlah Aset bersih
Perusahaan mengakui/mencatat kewajiban IBKP sebagai berikut:

Nilai wajar/ Fair value Rp 35.128.309.119 194.700.000.000 277.358.456 35.730.601.156 265.836.268.731 53.000.000.000 48.753.395.697 101.753.395.697 164.082.873.034 Assets Cash and cash equivalents Real estate assets Property and equipment Other assets Total Liabilities Bank loan Other liabilities Total Net assets

35.128.309.119 107.435.194.735 277.358.456 35.730.601.156 178.571.463.466 53.000.000.000 48.753.395.697 101.753.395.697 76.818.067.769
aset dan

The Company recorded IBKP’s assets and liabilities as follows:

Nilai wajar/ Fair value Rp Pemilikan melalui pembelian saham milik pihak sepengendali sebesar 77,8% Aset bersih yang diakuisisi (berdasarkan nilai buku) Pemilikan melalui pembelian saham milik pihak ketiga sebesar 2,2% Aset bersih yang diakuisisi (berdasarkan nilai wajar) Selisih nilai wajar aset bersih yang diperoleh atas biaya perolehan yang dialokasikan secara proporsional terhadap nilai wajar aset non-moneter yang diakuisisi Selisih transaksi restrukturisasi entitas sepengendali pada saat akuisisi Jumlah biaya perolehan Ownership through the acquisition of 77.8% of shares owned by entity under common control Net assets acquired (at book value) Ownership through the acquisition of 2.2% of shares owned by third party Net assets acquired (at fair value) Excess of fair values of net assets acquired over acquisition cost which was allocated to non-monetary assets Difference in value of restructuring transaction among entities under common control at acquisition date Acquisition cost

59.782.403.020

3.571.490.040

(1.942.389.438)

(6.616.303.622) 54.795.200.000

Biaya perolehan dibayar dengan arus kas keluar bersih pada saat akuisisi sebesar Rp 19.666.890.881 setelah dikurangi kas dan setara kas yang diperoleh sebesar Rp 35.128.309.119.

The acquisition cost was paid in cash and the net cash out flow on acquisition amounted to Rp 19,666,890,881, after deducting cash and cash equivalent acquired of Rp 35,128,309,119.

- 66 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

e.

Pada bulan Nopember 2010, Perusahaan mengakuisisi 99,90% saham BSM melalui pembelian 415.584 lembar saham BSM milik pihak ketiga. Perusahaan mengakui/mencatat aset dan kewajiban BSM dengan menggunakan nilai wajar aset bersih pada tanggal 30 Nopember 2010 dengan rincian sebagai berikut:

e.

In November 2010, the Company acquired 99,90% ownership in BSM through the purchase of 415,584 shares of from third party. The Company recognized the assets and liabilities of BSM at fair values of the net assets on November 30, 2010, with details as follows:

Nilai wajar/ Fair value Rp Aset Kas dan setara kas Aset real estat Aset tetap Aset lain-lain Jumlah Kewajiban Kewajiban lain-lain Aset bersih Nilai wajar aset bersih yang diperoleh Selisih nilai wajar aset bersih yang diperoleh atas biaya perolehan yang dialokasikan secara proporsional terhadap nilai wajar aset non-moneter yang diakuisisi Jumlah biaya perolehan
Biaya perolehan dibayar dengan arus kas keluar bersih pada saat akuisisi sebesar Rp 22.176.582.949 setelah dikurangi kas dan setara kas yang diperoleh sebesar Rp 19.572.820.356. 31. SIFAT DAN TRANSAKSI HUBUNGAN ISTIMEWA Sifat Hubungan Istimewa a. PT Jaya Lestari Persada, PT Indofica dan Trihatma Kusuma Haliman merupakan pemegang saham Perusahaan. PT Tiara Metropolitan Indah dan PT Manggala Gelora Perkasa merupakan perusahaan asosiasi. Perusahaan yang sebagian pemegang saham, pengurus dan manajemennya sama dengan Perusahaan:       PT Sunter Agung PT Pluit Propertindo PT Central Prima Kelola PT Cahaya Utama Sejahtera PT Lautan Kencana Makmur PT Bangun Mandiri Pesona - 67       31.

19.572.820.356 286.937.598.727 706.214.362 1.416.865.035 308.633.498.480 262.505.658.916 46.127.839.564 46.081.711.724

Assets Cash and cash equivalents Real estate asset Property and equipment Other assets Total Liabilities Other liabilities Net assets Fair value of net assets acquired Excess of fair values of net assets acquired over acquisition cost which was allocated to non-monetary assets Total acquisition cost

(4.332.308.419) 41.749.403.305

The acquisition cost was paid in cash and the net cash flow on acquisition amounted to Rp 22,176,582,949, after deduction cash and cash equivalent acquired of Rp 19,572,820,356.

NATURE OF RELATIONSHIP TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES Nature of Relationship a.

AND

PT Jaya Lestari Persada, PT Indofica and Trihatma Kusuma Haliman are the stockholders of the Company. PT Tiara Metropolitan Indah and PT Manggala Gelora Perkasa are associated companies. Companies who has partly the same stockholders and management as the company:

b.

b.

c.

c.

PT Pradani Sukses Abadi PT Propertis Investindo Bhaktitama PT Bangun Mitra Mandiri PT Cahaya Mitra Sejahtera PT Prima Buana Internusa PT Dian Ikrar Persada

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Transaksi-transaksi Hubungan Istimewa a. ASA dan IBKP mengadakan perjanjian jasa konsultasi manajemen dengan PT Indofica seperti dijelaskan pada Catatan 33d. b. ASA mengadakan perjanjian jasa konsultasi manajemen dengan PT Pluit Propertindo seperti dijelaskan pada Catatan 33c. c. BSP mengadakan perjanjian jasa konsultasi manajemen dengan PT Pradani Sukses Abadi, PT Bangun Mitra Mandiri dan PT Cahaya Mitra Sejahtera seperti dijelaskan pada Catatan 33d. d. Trihatma Kusuma Haliman, PT Cahaya Utama Sejahtera, PT Bangun Mandiri Pesona, PT Lautan Kencana Makmur, PT Jaya Lestari Persada dan PT Indofica memberikan jaminan pribadi (personal guarantee) dan jaminan perusahaan (corporate guarantee) atas hutang bank yang diterima Perusahaan dan anak perusahaan (Catatan 17). e. Perusahaan mengadakan perjanjian pengelolaan Mal Central Park dengan PT Central Prima Kelola (Catatan 33b). f. Perusahaan mengadakan pengikatan jual beli aset real estat dengan PT Sunter Agung (Catatan 33g).

Transactions with Related Parties a. ASA and IBKP entered into a management services agreement with PT Indofica as described in Note 33d. ASA entered into a management services agreement with PT Pluit Propertindo as described in Note 33c. BSP entered into a management services agreement with PT Pradani Sukses Abadi, PT Bangun Mitra Mandiri and PT Cahaya Mitra Sejahtera as described in Note 33d. Trihatma Kusuma Haliman, PT Cahaya Utama Sejahtera, PT Bangun Mandiri Pesona, PT Lautan Kencana Makmur, PT Jaya Lestari Persada and PT Indofica provide personal guarantee and corporate guarantee for the credit facilities of bank loans received by the Company and its subsidiaries (Note 17).

b.

c.

d.

e.

The Company entered into Central Park Mall building management agreement with PT Central Prima Kelola (Note 33b). The Company entered into a real estate sale and purchase agreement with PT Sunter Agung (Note 33g). The Company entered into agreement for the rights to use the brand names and icon with Trihatma Kusuma Haliman as described in Note 33h. The Company guaranteed a part of real estate assets for bank loan received by PT Sunter Agung as described in Note 33i.

f.

g. Perusahaan mengadakan perjanjian pinjam pakai merek dan ciptaan dengan Trihatma Kusuma Haliman seperti dijelaskan pada Catatan 33h.

g.

h. Perusahaan menjaminkan sebagian aset real estat atas hutang bank yang diterima oleh PT Sunter Agung seperti yang dijelaskan pada Catatan 33i. i. Perusahaan dan anak perusahaan juga melakukan perjanjian dengan PT Prima Buana Internusa dan PT Dian Ikrar Persada atas jasa manajemen, jasa pengelolaan apartemen dan perkantoran serta jasa penyediaan dan pengelolaan informasi, telekomunikasi dan multimedia seperti yang dijelaskan pada Catatan 33j. Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai transaksi diluar usaha dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa seperti yang diungkapkan dalam Catatan 7.

h.

i.

The Company and its subsidiaries also entered into agreements with PT Prima Buana Internusa and PT Dian Ikrar Persada for management services, apartments and office management services, information provider and management services, telecommunications and multimedia as described in Note 33j.

j.

j.

The Company and its subsidiaries entered into nontrade transactions with related parties as described in Note 7.

Manajemen berpendapat bahwa seluruh transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa dilakukan dengan tingkat harga dan syarat-syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga.

Management believes that all transaction with related parties, were made at similar interest rates, prices, terms and conditions as those made with third parties.

- 68 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Saldo aset, kewajiban dan beban yang timbul atas transaksi tersebut diatas adalah sebagai berikut:

The balance of assets, liabilities and expenses arising from the above transactions are as follows:

2010

2009

Piutang lain-lain (Rp) Persentase terhadap jumlah aset Hutang lain-lain (Rp) Persentase terhadap jumlah kewajiban Beban jasa manajemen (Rp) Persentase terhadap jumlah beban usaha

1.108.757.681 0,01% 21.208.708.840 0,62% 4.709.545.034 1,48%

29.689.693.778 0,67% 5.813.470.022 0,19% 2.355.000.000 0,89%

Other accounts receivable (Rp) Percentage to total assets Other accounts payable (Rp) Percentage to total liabilities Management services expense (Rp) Percentage to total operating expense

32. INFORMASI SEGMEN Segmen Usaha Perusahaan dan anak perusahaan kegiatan usaha sebagai berikut: I. Penjualan - Apartemen - Perkantoran - Rumah toko Pendapatan Sewa - Hotel dan pusat perbelanjaan melakukan

32.

SEGMENT INFORMATION Business Segment The Company and its subsidiaries are presently engaged in the following businesses: I. Sales - Apartments - Offices - Shophouses Rental income - Hotel and Shopping centers

II.

II.

- 69 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha:
2010

The following are segment information based on business segment:
Pendapatan Sewa Hotel dan Pusat Perbelanjaan/ Rental income

Penjualan/Sales Apartemen/ Apartments Rp'000 LAPORAN LABA RUGI PENJUALAN DAN PENDAPATAN USAHA BEBAN POKOK PENJUALAN DAN BEBAN LANGSUNG LABA KOTOR BEBAN USAHA YANG TIDAK DAPAT DIALOKASIKAN HASIL SEGMEN PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN - BERSIH YANG TIDAK DAPAT DIALOKASIKAN Penghasilan bunga Penghasilan pembatalan penjualan, denda dan ganti nama Denda keterlambatan serah terima kepada pelanggan Beban bunga dan administrasi Lain-lain - bersih Penghasilan lain-lain - Bersih Bagian laba bersih perusahaan asosiasi Laba sebelum pajak Beban pajak Laba sebelum hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan Hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan Laba bersih NERACA Aset segmen Aset yang tidak dapat dialokasikan Jumlah aset konsolidasi Kewajiban segmen Kewajiban yang tidak dapat dialokasikan Jumlah kewajiban konsolidasi INFORMASI LAINNYA Pengeluaran modal Pengeluaran modal yang tidak dapat dialokasikan Penyusutan 3.247.178 796.973.136 14.060.076 4.975.300 1.807.642.342 92.634.727 1.827.410 1.030.858.833 437.221.826 182.961.352 112.431.224 55.014.038 16.580.142 1.468.080.659 295.392.576 71.594.180 Perkantoran/ Offices Rp'000 Rumah toko/ Shophouses Rp'000

Hotel and Shopping center Rp'000 103.651.587 Jumlah/ Total Rp'000 1.938.719.002 Eliminasi/ Elimination Rp'000 Konsolidasi/ Consolidated Rp'000 STATEMENT OF INCOME 1.938.719.002 SALES AND REVENUES COST OF SALES AND DIRECT 58.332.023 45.319.564 1.327.166.246 611.552.756 321.579.528 289.973.228 (3.410.408) (3.410.408) 1.327.166.246 611.552.756 318.169.120 293.383.636 COST GROSS PROFIT UNALOCATED OPERATING EXPENSES SEGMENT RESULTS UNALLOCATED OTHER INCOME (CHARGES) - NET 38.008.490 12.084.966 (1.957.282) (13.024.550) 10.250.876 45.362.499 (3.410.408) (3.410.408) 38.008.490 12.084.966 (1.957.282) (13.024.550) 6.840.468 41.952.090 47.922.568 383.258.295 (100.675.782) Interest income Income from cancelled sales, fines and change of titles Fine from late handover to customer Interest expense and financial charges Others - net Other income - net Equity in net income of associates Income before tax Tax expense Income before minority interest in net 282.582.513 (40.697.938) 241.884.575 income of subsidiaries Minority interest in net income of subsidiaries Net income BALANCE SHEET 2.278.072.416 4.180.176.896 32.559.625 4.212.736.521 3.351.883.148 7.564.619.668 240.996.247 1.057.004.759 1.057.004.759 2.372.711.411 3.429.716.170 Segment assets Unallocated assets Consolidated total assets Segment liabilities Unallocated liabilities Consolidated total liabilities OTHER INFORMATION 666.685.698 669.932.876 669.932.876 99.124.466 3.934.339 Capital expenditure Unallocated capital expenditure Depreciation

- 70 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)
2009

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Apartemen/ Apartments Rp'000 LAPORAN LABA RUGI PENJUALAN DAN PENDAPATAN USAHA BEBAN POKOK PENJUALAN DAN BEBAN LANGSUNG LABA KOTOR BEBAN USAHA YANG TIDAK DAPAT DIALOKASIKAN HASIL SEGMEN PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN - BERSIH YANG TIDAK DAPAT DIALOKASIKAN Penghasilan bunga Penghasilan pembatalan penjualan, denda dan ganti nama Denda keterlambatan serah terima kepada pelanggan Beban bunga dan administrasi Lain-lain - bersih Penghasilan lain-lain - Bersih Bagian rugi bersih perusahaan asosiasi Laba sebelum pajak Beban pajak Laba sebelum hak minoritas atas rugi bersih anak perusahaan Hak minoritas atas rugi bersih anak perusahaan Laba bersih NERACA Aset segmen Aset yang tidak dapat dialokasikan Jumlah aset konsolidasi Kewajiban segmen Kewajiban yang tidak dapat dialokasikan Jumlah kewajiban konsolidasi INFORMASI LAINNYA Pengeluaran modal Pengeluaran modal yang tidak dapat dialokasikan Penyusutan 855.952.718

Penjualan/Sales Perkantoran/ Offices Rp'000 -

Rumah toko/ Shophouses Rp'000 -

Pendapatan Sewa Hotel dan Pusat Perbelanjaan/ Rental income Hotel and Shopping center Rp'000 -

Konsolidasi/ Consolidated Rp'000 855.952.718

STATEMENT OF INCOME SALES AND REVENUES COST OF SALES AND DIRECT COST GROSS PROFIT UNALOCATED OPERATING EXPENSES SEGMENT RESULTS UNALLOCATED OTHER INCOME (CHARGES) - NET Interest income Income from cancelled sales, fines and change of titles Fine from late handover to customer Interest expense and financial charges Others - net Other income - net Equity in net loss of associates Income before tax Tax expense Income before minority interest in net loss of subsidiaries Minority interest in net loss of subsidiaries Net income BALANCE SHEET Segment assets Unallocated assets Consolidated total assets Segment liabilities Unallocated liabilities Consolidated total liabilities OTHER INFORMATION Capital expenditure Unallocated capital expenditure Depreciation

568.019.316 287.933.401

-

-

-

568.019.316 287.933.401 263.183.516 24.749.886

40.092.395 5.230.509 (966.702) (447.469) 1.632.097 45.540.831 (9.359) 70.281.358 (42.449.379)

27.831.979 7.285.144 35.117.123

3.767.632.114 633.266.414 4.400.898.528 1.049.995.962 1.957.344.024 3.007.339.986

45.319

-

-

520.654.548

520.699.867 4.848.852 2.790.384

Segmen Geografis Seluruh unit usaha Perusahaan dan anak perusahaan terletak di Jakarta, kecuali BSP yang terletak di Bandung, Jawa Barat, dimana sampai dengan tanggal 31 Desember 2010, BSP mencatat pendapatan sebesar Rp 2.109.338.592.

Geographical Segment All of the Company and subsidiaries’ business are located in Jakarta, except for BSP which is located in Bandung, Jawa Barat, wherein until December 31, 2010, BSP recognized revenues amounting to Rp 2,109,338,592.

- 71 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

33. IKATAN a. Perusahaan dan anak perusahaan mengadakan perjanjian dengan beberapa bank dalam rangka penyedian fasilitas kredit kepada pembeli untuk pemilikan rumah toko, rumah kantor, apartemen dan perkantoran milik Perusahaan dan anak Perusahaan sebagai berikut: 1. Pada tahun 2005, Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan Bank Permata dan Bank CIMB Niaga di mana bank-bank tersebut akan menyediakan fasilitas kredit kepada pembeli untuk pemilikan rumah toko, rumah kantor, Apartemen Mediterania Garden Residence 2, Apartemen Royal Mediterania Garden dan Garden Shopping Arcade. Pada tahun 2008, Perusahaan mengadakan perjanjian kerja sama dengan Bank DKI dan BTN untuk menyediakan fasilitas kredit kepada pembeli untuk pemilikan Apartemen Gading Nias. Pada tanggal 20 September 2007, Perusahaan dan beberapa perusahaan lainnya dalam Grup Agung Podomoro, termasuk IBKP melakukan perjanjian kerjasama dengan Bank Internasional Indonesia. Besarnya alokasi dana kerjasama dalam bentuk fasilitas kredit yang diberikan Bank kepada calon pembeli unit yang dibangun oleh pengembang adalah sebesar Rp 100.000.000.000. Atas pemberian Fasilitas Kredit Kepemilikan Apartemen (KPA) oleh Bank maka IBKP menjaminkan deposito berjangka dalam mata uang Rupiah dan dicatat dalam deposito berjangka(Catatan 5). ASA mengadakan perjanjian kerjasama pemberian fasilitas Kredit Kepemilikan Apartemen (KPA) dengan Bank Rakyat Indonesia, Bank Permata, Bank CIMB Niaga,Bank Internasional Indonesia dan Bank Victoria International. Pada tahun 2007-2008, IBKP mengadakan perjanjian kerjasama dengan Bank Permata dan Bank CIMB Niaga (d/h Bank Lippo) di mana bankbank tersebut akan menyediakan fasilitas kredit kepada pembeli untuk pemilikan Apartemen The Lavande. Atas pemberian Fasilitas Kredit Kepemilikan Apartemen (KPA) oleh Bank maka IBKP menjaminkan deposito berjangka dalam mata uang Rupiah dan dicatat dalam deposito berjangka (Catatan 5).

33.

COMMITMENTS a. The Company and its subsidiaries entered into agreements with several banks, wherein such banks will provide credit facilities to the buyers of shophouse, offices houses, apartments and offices of the Company and its subsidiaries as follows: 1. In 2005, the Company entered into an agreement with Bank Permata and Bank CIMB Niaga, wherein such banks will provide credit facilities to the buyers of shophouses, office houses, Mediterania Garden Residence 2, Royal Mediterania Garden and Garden Shopping Arcade.

2.

2.

In 2008, the Company entered into agreements with Bank DKI and BTN to provide credit facilities to the buyers of Gading Nias Apartment.

3.

3.

On September 20, 2007, the Company and several other companies in the Agung Podomoro Group, including IBKP, entered into agreements with Bank Internasional Indonesia. The allocated funds in the form of credit facilities provided by the Bank to prospective buyers of unit to be constructed amounted to Rp 100,000,000,000. For this facilitiy provided by the bank, IBKP pledged its time deposits denominated in Rupiah as collateral and recorded as part of time deposits (Note 5).

4.

4.

ASA entered into agreements on granting Credit Facility for apartment ownership (KPA) with Bank Rakyat Indonesia, Bank Permata, Bank CIMB Niaga, Bank Internasional Indonesia and Bank Victoria International. In 2007-2008, IBKP entered into an agreement with Bank Permata and Bank CIMB Niaga (formerly Bank Lippo) wherein the banks will provide credit facilities to the buyer for the ownership of The Lavende Apartments. For this facilitiy provided by the bank, IBKP pledged its time deposit denominated in Rupiah as collateral and recorded as part of time deposits (Note 5).

5.

5.

- 72 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Dalam perjanjian kerjasama tersebut di atas antara lain diatur Perusahaan dan anak perusahaan akan bertanggung jawab sepenuhnya dan mengikat diri sebagai penjamin atas pembayaran seluruh jumlah uang yang terhutang dari pembeli kepada Bank baik merupakan hutang pokok, bunga dan biaya-biaya lainnya yang timbul berdasarkan perjanjian kredit yang dibuat oleh dan antara Pembeli/Debitur dengan Bank (buy back guarantee) apabila pembeli/debitur belum menandatangani Akta Jual Beli (AJB), Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT), dan pembeli telah melalaikan kewajibannya membayar angsuran sebanyak/selama beberapa bulan angsuran (tiga sampai empat bulan yang di tetapkan dalam masing-masing perjanjian) berturut-turut kepada Bank. Penjaminan tersebut diberikan selama Akta Jual Beli antara Perusahaan atau anak perusahaan dengan pembeli belum ditandatangani. Jaminan ini dengan cara bagaimanapun juga tidak dapat ditarik atau dicabut kembali selama AJB terhadap sertifikat hak atas per unit dan APHT belum ditandatangani, serta belum diserahkan dan diterima oleh Bank. b. Berdasarkan perjanjian tanggal 1 Maret 2010 antara Perusahaan dan PT Central Prima Kelola (CPK), pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 31), Perusahaan telah menunjuk CPK sebagai pengelola Mal Central Park, dimana Perusahaan memberikan wewenang kepada CPK untuk mengambil alih jasa pengelolaan Mal Central Park, jasa pemasangan iklan dan jasa pengelolaan lahan parkir. Perjanjian ini berjangka waktu 5 tahun dan akan ditinjau kembali setelah jangka waktu 3 tahun. Pada 7 Januari 2009, ASA mengadakan perjanjian jasa konsultasi manajemen dengan PT Pluit Propertindo, pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 31), untuk memberi jasa konsultasi manajemen. Perjanjian ini berakhir pada 30 September 2009. Pada tanggal 1 Maret 2010, perjanjian ini diperpanjang sampai dengan 28 Pebruari 2011. Jasa konsultasi manajemen sebesar Rp 104.489.792 dan Rp 289.482.703 masingmasing untuk tahun 2010 dan 2009 dicatat sebagai bagian dari pendapatan lain-lain. Pada tanggal neraca, saldo yang masih belum diterima dicatat sebagai piutang lain-lain kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa. b.

In the agreements between the Company and its subsidiaries will be fully responsible and act as guarantor for the payment of all amounts due from the buyer to the Bank both debt interest, principal and other costs incurred in the loan agreements made by and between Buyer / Debtor with the Bank (buy back guarantee) if the buyer / debtor has not signed Deed of Sale and Purchase (AJB), Certificate of Unit Rights and Deed of Mortgage Agreement (APHT), and buyers had neglected its obligation to pay the installment / installments over several months three to four months (which is set in each agreement) in succession to the Bank. Guarantee given for the Deed of Sale and Purchase between the Company or its subsidiaries with the buyer has not been signed. This guarantee is a way somehow can not be withdrawn or revoked during AJB on the upper right certificate per unit and APHT has not been signed, and have not been submitted and accepted by the bank.

Based on agreement dated March 1, 2010 between the Company and PT Central Prima Management (CPK), a related party (Note 31), the Company appointed CPK for the management of Central Park Mall, wherein the Company gives CPK the authority to takeover the management services of Central Park Mall, advertising of other products and parkir management. This agreement is valid for 5 years from the date of the agreement, with terms and conditions subject to review after 3 years.

c.

c.

On January 7, 2009, ASA entered into a management consulting services agreement with PT Pluit Propertindo, a related party (Note 31), to provide management consulting services. By mutual consent, the agreement is terminated on September 30, 2009. On March 1, 2010, this agreement was extended until February 28, 2011.

Management consulting services amounted to Rp 104,489,792 and Rp 289,482,703, respectively for 2010 and 2009 were recorded as part of other income. At balance sheet date, the amount not yet received is recorded as part of other receivables from related parties.

- 73 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

d.

Perjanjian jasa manajemen 1. ASA dan IBKP mengadakan perjanjian jasa konsultasi manajemen dengan PT Indofica, pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 31), untuk memperoleh jasa konsultasi manajemen. Perjanjian ini berlaku dari tahun 2009 dan akan berakhir pada bulan September dan Desember 2010. Pada tanggal 21 September 2010, para pihak telah sepakat tidak memperpanjang jangka waktu perjanjian dan selanjutnya ASA dan IBKP akan mengadakan perjanjian dengan Perusahaan sehubungan dengan penyediaan jasa konsultasi manajemen. BSP mengadakan perjanjian jasa manajemen dengan PT Pradani Sukses Abadi, PT Bangun Mitra Mandiri, PT Cahaya Mitra Sejahtera, yang merupakan pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 31), yang berlaku sejak tahun 2010 sampai bulan Januari 2011. Selain itu, BSP juga mengadakan perjanjian jasa manajemen dengan PT Kencana Graha Mandiri, PT Greenwood Sejahtera dan PT Kencana Graha Cemerlang, yang merupakan pihak ketiga, yang berlaku sejak bulan Oktober 2009 sampai Januari 2010. Seluruh perjanjian ini tidak diperpanjang lagi.

d.

Management Service Agreement 1. ASA and IBKP entered into a management consulting services agreement with PT Indofica, a related party (Note 31), for management consulting services. These agreements started in 2009 and will expire in September and December 2010. On September 21, 2010, the parties agreed not to extend the agreement and subsequently ASA and IBKP will have an agreement with the Company in connection with the management consulting services.

2.

2.

BSP entered into a management services agreement with PT Pradani Sukses Abadi, PT Bangun Mitra Mandiri, PT Cahaya Mitra Sejahtera, which are related parties (Note 31), which started in 2010 and will end in January 2011. BSP also entered into a management services agreement with PT Kencana Graha Mandiri, PT Greenwood and PT Kencana Graha Sejahtera Cemerlang, third parties, which started in October 2009 until January 2010. All agreements are not extended.

Beban jasa konsultasi manajemen masingmasing sebesar Rp 4.709.545.034 dan Rp 2.355.000.000 untuk tahun 2010 dan 2009 dan dicatat sebagai bagian dari beban umum dan administrasi (Catatan 26). Pada tanggal neraca, saldo yang masih terhutang disajikan sebagai bagian dari biaya yang masih harus dibayar. e. Pada 11 Desember 2009, KUS melakukan pengikatan perjanjian dengan PT Jakarta Propertindo untuk pemanfaatan tanah seluas 2 28.000 m di Jalan Karang Ayu, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Kotamadya Jakarta Utara. Atas pemanfaatan tanah tersebut, KUS akan membayar sebesar Rp 21.700.000.000 yang jadwal pembayarannya akan diatur kemudian. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, KUS telah membayar uang muka sebesar Rp 1.000.000.000. e.

Management consulting fees amounting to Rp 4,709,545,034 and Rp 2,355,000,000 in 2010 and 2009 were recorded as part of general and administrative expenses (Note 26). At the balance sheet date, the amount not yet paid is recorded as part of accrued expenses.

On December 11, 2009, KUS entered into cordage agreement with PT Jakarta Propertindo 2 in order to use the land measuring 28,000 m located at Jalan Karang Ayu, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Kotamadya Jakarta Utara. In relation with the utilization of the land, KUS has to pay Rp 21,700,000,000 in which the repayment schedule will still be arranged. As of December 31, 2010 and 2009, KUS has made downpayment amounting to Rp Rp 1,000,000,000.

- 74 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

f.

Perusahaan dan anak perusahaan mengadakan perjanjian pembangunan proyek Central Park, Mediterania Garden Residence 2, Royal Mediterania Garden, Garden Shooping Arcade, Gading Nias, The Lavande, Green Bay dan Kuningan City, dengan beberapa kontraktor utama antara lain: PT Total Bangun Persada, PT Pembangunan Perumahan, PT Nusa Raya Cipta, KSO Nindya Karya – PT Pulau Intan, PT Pulau Intan Baja Perkasa Konstruksi, PT Saeti Concretindo Wahana dan PT Adhi Karya Tbk. Pada 21 Juni 2010, Perusahaan mengadakan pengikatan jual beli dengan PT Sunter Agung, pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 31), dimana Perusahaan menjual tanah belum dikembangkan sejumlah 19.797 m2 dengan harga jual Rp 105.000.000.000. Atas penjualan ini, Perusahaan telah menerima uang muka sebesar Rp 43.750.000.000 (Catatan 18). Perusahaan mengadakan Perjanjian Pinjam Pakai Merek dan Perjanjian Pinjam Pakai Ciptaan dengan Trihatma Kusuma Haliman, pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 31), sebagai pemilik merek dan ciptaan dimana Perusahaan berhak menggunakan merek “Mediterania” dan “Central Park” sejak tahun 2004, “Back To The City” dan “Podomoro City” sejak tahun 2007 serta ciptaan seni logo Agung Podomoro Group sejak tahun 2004, secara non-ekslusif dalam menjalankan usahanya. Perjanjian ini berlaku selama 5 tahun sejak tanggal penandatanganan masing-masing perjanjian dan diperpanjang secara otomatis untuk jangka waktu yang sama. Perusahaan menjaminkan 2 (dua) bidang tanah atas nama Perusahaan seluas 12.508 m 2 dengan HGB No. 3/Tanjung Duren Selatan dan HGB No. 2954/Tanjung Duren Selatan atas hutang bank yang diterima oleh PT Sunter Agung, pihak yang mempunyai hubungan istimewa (Catatan 31), dari Bank Mutiara. Perusahaan juga menjaminkan tanah atas nama Perusahaan seluas 827 m 2 dengan HGB No. 3093/Tanjung Duren atas hutang bank yang diterima oleh PT Karya Serasi dari Bank Sinarmas. Pada bulan Oktober 2010, jaminan ini telah dibatalkan. Perusahaan dan anak perusahaan juga mempunyai ikatan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut:  Pada 29 Mei 2009 dan telah diubah dengan adendum tanggal 1 Desember 2009, Perusahaan mengadakan Perjanjian Kerja Jasa Pengelolaan Estate Podomoro City dengan PT Prima Buana Internusa (PBI), di mana Perusahaan menunjuk PBI dan PBI menerima penunjukan dari Perusahaan untuk pengelolaan Estate Podomoro City. Perjanjian ini berlaku sejak 1 Juli 2009 sampai dengan 30 Juni 2012.

f.

The Company and its subsidiaries entered into a construction agreement for Central Park, Mediterania Garden Residence 2, Royal Mediterania Garden, Garden Shopping Arcade, Gading Nias, The Lavende, Green Bay and Kuningan City projects, with the several main contractors which includes: PT Total Bangun Persada, PT Pembangunan Perumahan, PT Nusa Raya Cipta, KSO Nindya Karya – PT Pulau Intan, PT Pulau Intan Baja Perkasa Konstruksi, PT Saeti Concretindo Wahana and PT Adhi Karya Tbk. On June 21, 2010, the Company entered into a sale and purchases agreement with PT Sunter Agung, a related party (Note 31), wherein the Company sold an undeveloped land which measures 19,797 m 2 with a selling price of Rp 105,000,000,000. On this sale transaction, the Company has received an advance payment amounting to Rp 43,750,000,000 (Note 18). The Company entered into “Right to Use Trademark Agreement” and “Right to Use Patent Agreement” with Trihatma Haliman Kusuma, a related party (Note 31), as owner of the brand names and icon wherein the Company has the rights to use the brand names "Mediterania" and "Central Park" since 2004, "Back To The City "and" Podomoro City "since 2007 and the icon of Agung Podomoro Group since 2004, not exclusively for its business. These agreements are valid for 5 years from the date of each agreement and can be extended automatically for the same period.

g.

g.

h.

h.

i.

i.

The Company pledged 2 parcels of land under the name of the Company with an area of 12,508 m2 with HGB No. 3 / Tanjung Duren Selatan and HGB No. 2954 / Tanjung Duren Selatan, for the bank loan received by PT Sunter Agung, a related party (Note 31) from Bank Mutiara. The Company also pledged the land under the name of the Company which measures 827 m 2 with HGB No. 3093 / Tanjung Duren, for the bank loan received by PT Karya Serasi from Bank Sinarmas. In October 2010, the pledge has been revoked. The Company and its subsidiaries also have a relationship with a related party as follows:  On May 29, 2009 as amended on December 1, 2009, the Company entered into an Estate Podomoro City Management Agreement with PT Prima Buana Internusa (PBI), wherein the Company appointed PBI to manage the Estate Podomoro City. This agreement is valid from July 1, 2009 to June 30, 2012.

j.

j.

- 75 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Pada tanggal 3 Agustus 2008, IBKP mengadakan perjanjian dengan PT Prima Buana Internusa (PBI) untuk jasa manajemen terkait dengan The Lavande. Perjanjian ini berlaku dari 1 September 2009 sampai dengan 31 Agustus 2011. Pada tanggal 22 Juni 2009, Perusahaan mengadakan Perjanjian Kerja Jasa Pengelolaan Apartemen Gading Nias Residences dengan PT Prima Buana Internusa (PBI), dimana PBI ditunjuk oleh Perusahaan untuk mengelola apartemen Gading Nias Residences sejak 1 Agustus 2009 sampai dengan 31 Juli 2012 dengan biaya sebesar Rp70.000.000 per bulan. Pada tanggal 26 Mei 2010, Perusahaan (qq. Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Sementara Central Park Office Tower (PPRSS CPOT)) mengadakan Perjanjian Kerja Jasa Pengelolaan Central Park Office Tower dengan PT Prima Buana Internusa (PBI), dimana PBI ditunjuk oleh Perusahaan untuk mengelola Central Park Office Tower sejak 1 Juni 2010 sampai dengan 31 Mei 2013 dengan biaya sebesar Rp 60.000.000 per bulan. Perusahaan (qq. Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Sementara Apartemen Mediterania Garden Residences 2 (PPRS Sementara MGR 2) mengadakan Perjanjian Jasa Pengelolaan Apartemen Mediterania Garden Residences 2 dengan PT Prima Buana Internusa (PBI) dimana Perusahaan menunjuk PBI untuk mengelola apartemen Mediterania Garden Residences 2 sejak 1 Juni 2010 sampai dengan 31 Mei 2013. Pada 4 Januari 2010, Perusahaan mengadakan Perjanjian Penyediaan dan Pengelolaan Jasa Informasi Telekomunikasi dan Multimedia di Rusunami Gading Nias Residences, dengan PT Dian Ikrar Perkasa (DIP), dimana Perusahaan menunjuk DIP untuk mengembangkan,mengelola dan merawat sistem telekomunikasi Perusahaan selama 10 tahun sejak tanggal 1 Oktober 2009 sampai dengan tanggal 30 September 2019.

On August 3, 2008, IBKP entered into an agreement with PT Prima Buana Internusa (PBI) for management services related to The Lavende. This agreement is valid from September 1, 2009 until August 31, 2011.

On June 22, 2009, the Company entered into an Gading Nias Residences Apartments Management Agreement with PT Prima Buana Internusa (PBI), wherein the Company appointed PBI to manage the Gading Nias Residences apartments since August 1, 2009 until December July 31, 2012 at a cost Rp 70,000,000 per month. On May 26, 2010, the Company (on behalf of Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Sementara Central Park Office Tower (PPRSS CPOT)) entered into Central Park Office Tower Management with PT Prima Buana Internusa (PBI), wherein the Company appointed PBI to managed Central Park Office Tower with management fee of Rp 60,000,000 per month. This agreement is valid from June 1, 2010 to May 31, 2013. Company (on behalf of Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Sementara Apartemen Mediterania Garden Residence 2 (PPRS Sementara MGR 2) Apartment Management Services Agreement Mediterania Garden Residences 2 with PT Prima Buana Internusa (PBI) wherein the Company appointed to manage the Mediterania Garden Residences apartments PBI 2 since June 1, 2010 to May 31, 2013. On January 4, 2010, the Company entered into an Information Telecommunication and Multimedia Providers and Service Agreements in Rusunami Gading Nias Residences with PT Dian Ikrar Perkasa (DIP), wherein the Company appointed DIP to develop, manage and maintain the Company’s telecommunication system. This agreement is valid for 10 years from October 1, 2009 to September 30, 2019.

- 76 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Pada 7 Mei 2009, Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Dian Ikrar Perkasa ("DIP") yang meliputi instalasi dan pemeliharaan jaringan televisi kabel dan internet broadband (termasuk peralatan) dan penyediaan konten televisi untuk apartemen di Mediterania Garden Residences 2. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu 5 tahun terhitung sejak 1 Desember 2009 dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama para pihak. Pada 28 Mei 2010, Perusahaan mengadakan perjanjian lebih lanjut dengan DIP, dimana sesuai dengan perjanjian tersebut DIP merupakan pihak berwenang untuk bertindak atas nama Perusahaan untuk mengadakan perjanjian dengan penyedia layanan untuk memenuhi persyaratan pemilik dan/atau penyewa terkait dengan layanan telekomunikasi dan multimedia di dalam superblok Central Park. Perjanjian ini berlaku sampai 1 Mei 2018. k.

On May 7, 2009, the Company entered into an agreement with PT Dian Ikrar Perkasa ("DIP") related to installation and maintenance of cable television networks and internet broadband (including equipment) and television content providers for the Mediterania Garden Residences 2 apartments. This agreement is valid 5 years from December 1, 2009 and can be extended by mutual consent of both parties. On May 28, 2010, the Company entered into an agreement with DIP, where in DIP has the authority to act on behalf of the Company and to enter into an agreement with the service provider to meet requirements of the owners or tenant related to the telecommunication and multimedia services in Central Park Superblok. This agreement is valid until May 1, 2018.

k.

Berdasarkan Akta Kesepakatan Tukar Menukar No. 1 tanggal 2 Desember 2007, yang dibuat dihadapan Wahyu Iman Sidharta, S.H., sebagai pengganti dari Muhammad Hanafi, S.H., Notaris di Jakarta, sebagaimana telah diubah berturutturut dengan Akta Addendum Kesepakatan Tukar Menukar No. 14 tanggal 12 Juni 2008 dan Akta Addendum II Kesepakatan Tukar Menukar No. 14 tanggal 17 Pebruari 2009, keduanya dibuat dihadapan Muhammad Hanafi, S.H., Notaris di Jakarta, yang ditandatangani oleh Yayasan Daarul Uluum Al Islamiyah (“Yayasan”) dan ASA, Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan tukar menukar tanah dan bangunan. Yayasan memiliki sebidang tanah wakaf seluas 2 2.375 m dan akan melepaskan haknya atas tanah dan bangunan di atas tanah wakaf tersebut dan sebagai gantinya ASA akan melepaskan haknya atas tanah dan bangunan 2 seluas 2.982 m yang akan dibangun sekolah yang pembangunan dan pembiayaannya dilakukan seluruhnya oleh ASA dan akan diselesaikan oleh ASA dalam jangka waktu 8 bulan terhitung sejak 1 Januari 2008. ASA setuju untuk mengurus sertipikat tanah yang diserahkan sebagai penganti ke atas nama Yayasan.

Based on Exchange Agreement Deed No. 1 dated December 2, 2007 of Wahyu Iman Sidharta, S.H., as replacement for Muhammad Hanafi, S.H., notary in Jakarta, as amended by Exchange Agreement Amendment No. 14 dated June 12, 2008 and Exchange Agreement Amendment II No. 14 dated February 17, 2009, of Muhammad Hanafi, S.H., notary in Jakarta, signed by Yayasan Daarul Uluum Al Islamiyah (Yayasan) and ASA, the parties agreed to exchange land and building. Yayasan owned a piece of land measuring 2,375 m2 and will release its right on such land and building and in exchange ASA will release its right on the land and building measuring 2,982 m2 where a school building will be built and funded by ASA which will be completed by ASA within 8 months from January 1, 2008. ASA agreed to handle the land certification process which given as a replacement into the name of Yayasan.

- 77 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

l.

Berdasarkan perjanjian antara Perusahaan dengan PT AAPC Indonesia (“Operator”) tanggal 1 September 2010, Perusahaan menunjuk Operator untuk dan atas nama Perusahaan bertindak, menjalankan dan mengoperasikan Hotel “Pullman Jakarta Central Park” milik Perusahaan.

l.

Based on the agreement between the Company and PT AAPC Indonesia ("Operator") dated September 1, 2010, the Company appointed operator for and on behalf of the Company act, operate and manage on behalf of the Company "Pullman Jakarta Central Park", a Hotel owned by the Company.

m. Pada tanggal 30 Juli 2010, BSP dan Harris International Hotels Corporation (Harris) menandatangani Technical Assistant Agreement dan Trademade & Trademark License Agreement sehubungan penyertaan bantuan teknis dan konsultasi profesional (arsitektur, konsultasi permesinan dan desain perkantoran), serta bermaksud meminta persetujuan Harris untuk menggunakan nama dan merek Harris yang terkait dengan hotel milik BSP.Perjanjian Technical Assistant Agreement berlaku sampai tanggal pembukaan (soft opening) dan Trademade & Trademake License Agreement berlaku untuk jangka waktu 5 tahun. n. Pada 30 Juli 2010, BSP dan PT Tauzin International Management menandatangani Hotel Management Consulting Agreement sehubungan dengan jasa konsultasi manajemen dengan hotel yang akan dibangun BSP. Berdasarkan “Confirmation and Restatement of Pledge of Shares Agreement”, tanggal 21 September 2010 antara Perusahaan dan Standard Chartered Bank (SCB), Perusahaan memberikan persetujuan atas penggadaian seluruh saham milik Perusahaan di PT Manggala Gelora Perkasa (MGP) kepada SCB sehubungan dengan hutang MGP di SCB.

m. On July 30, 2010, BSP and Harris International Hotels Corporation (Harris) entered into Technical Assistance Agreement and Trademade & Trademark Licensed Agreement related to technical services and professional consultation (architecture, engineering consultation and office design) and a plan to request for approval to use the name and trademark of Harris related to the hotel owned by BSP. The Technical Assistance Agreemment is valid until soft opening date and the Trademade & Trademark License Agreement is valid for 5 years.

n.

On July 30, 2010, BSP and PT Tauzin International Management Consulting entered into a Hotel Management Consulting Agreement in connection with the management consultation services for the hotel which will be built by BSP. Based on the "Confirmation and Restatement of the Pledge of Shares Agreement", dated September 21, 2010 between the Company and Standard Chartered Bank (SCB), the Company approve to pledge all of its shares in PT Manggala Gelora Perkasa (MGP) to SCB in relation with MGP’s loans to SCB.

o.

o.

34. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL a. Tujuan dan keuangan kebijakan manajemen risiko

34.

FINANCIAL INSTRUMENTS, FINANCIAL RISK AND CAPITAL RISK MANAGEMENT a. Financial risk management objectives and policies The Company and its subsidiaries’s overall financial risk management and policies seek to ensure that adequate financial resources are available for operation and development of their business, while managing their exposure to foreign exchange risk, interest rate risk, credit and liquidity risks. The Company and its subsidiaries operate within defined guidelines that are approved by the Board of Director.

Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Perusahaan dan anak perusahaan adalah untuk memastikan bahwa sumber daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta untuk mengelola risiko mata uang asing, tingkat bunga, kredit dan risiko likuiditas. Perusahaan dan anak perusahaan beroperasi dengan pedoman yang telah ditentukan oleh Dewan Direksi.

- 78 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

i.

Manajemen risiko mata uang asing Perusahaan dan anak perusahaan terekspos terhadap pengaruh fluktuasi nilai tukar mata uang asing terutama dikarenakan transaksi yang didenominasi dalam mata uang asing seperti pembelian barang impor dan pinjaman yang didenominasi dalam mata uang asing. Perusahaan dan anak perusahaan mengelola eksposur terhadap mata uang asing dengan mencocokkan, sebisa mungkin, penerimaan dan pembayaran dalam masing-masing individu mata uang. Jumlah eksposure mata uang asing bersih Perusahaan dan anak perusahaan pada tanggal neraca diungkapkan dalam Catatan 35.

i.

Foreign currency risk management The Company and its subsidiaries are exposed to the effect of foreign currency exchange rate fluctuation mainly because of foreign currency denominated transactions such as purchases of goods and borrowings denominated in foreign currency. The Company and its subsidiaries manage the foreign currency exposure by matching, as far as possible, receipts and payments in each individual currency. The Company and its subsidiaries’s foreign currency exposure as of balance sheet date are disclosed in Note 35.

ii.

Manajemen risiko tingkat bunga Perusahaan dan anak perusahaan terekspos terhadap risiko tingkat suku bunga karena pendanaan Perusahaan dan anak perusahaan memiliki tingkat suku bunga mengambang. Pinjaman Perusahaan dan anak perusahaan terekspos terhadap risiko suku bunga atas nilai wajar dan risiko suku bunga atas arus kas diungkapkan dalam Catatan 17. Untuk mengelola risiko tingkat bunga, Perusahaan dan anak perusahaan memiliki kebijakan dalam memperoleh pembiayaan yang akan memberikan campuran yang sesuai tingkat suku bunga mengambang dan tingkat bunga tetap. Untuk kewajiban suku bunga mengambang, analisa sensitivitas di susun dengan asumsi jumlah kewajiban yang beredar pada tanggal neraca adalah beredar sepanjang tahun. Perubahan dari 100 basis poin suku bunga pada tanggal pelaporan akan meningkatkan (menurunkan) laba Perusahaan dan anak perusahaan tahun 2010 sebesar Rp 19.443.361.088. Analisa ini mengasumsikan bahwa semua variable lain, khususnya kurs mata uang asing tetap konstan. Perubahan ini terutama disebabkan ekposur Perusahaan dan anak perusahaan terhadap suku bunga pinjaman variabelnya yang meningkat.

ii.

Interest rate risk management The Company and its subsidiaries are exposed to interest rate risk because the Company and its subsidiaries borrow funds at floating interest rate. The Company and its subsidiaries borrowings that are exposed to fair value interest rate risk and cash flow interest rate risk are diclosed in Note 17. To manage the interest rate risk, the Company and its subsidiaries have a policy of obtaining financing that would provide an appropriate mix of floating and fix interest rate.

For floating rate liabilities, the sensitivity analysis is prepared assuming the amount of liability outstanding at the balance sheet date was outstanding for the whole year. A change of 100 basis points in interest rates at the reporting dates would have increased (decrease) profit of the Company and its subsidiaries in 2010 by Rp 19,443,361,088. This analysis assumes that all other variables, in particular foreign currency rates, remain constant. The movement is mainly attributable to the Company and its subsidiaries’ exposure to interest rates on its variable rate borrowings.

- 79 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

iii.

Manajemen risiko kredit Risiko kredit mengacu pada risiko rekanan gagal dalam memenuhi kewajiban kontraktualnya yang mengakibatkan kerugian bagi Perusahaan dan anak perusahaan. Risiko kredit Perusahaan dan anak perusahaan terutama melekat pada rekening bank, deposito berjangka, piutang usaha dan lain-lain. Perusahaan dan anak perusahaan menempatkan saldo bank dan deposito berjangka pada institusi keuangan yang layak serta terpercaya. Perusahaan dan anak perusahaan meminimalisasi risiko kredit atas piutang usaha yang timbul dari pembeli properti dengan mengenakan denda atas keterlambatan pembayaran, pembatalan penjualan dengan denda pembatalan dan apabila penjualan belum dilunasi tidak dilakukan serah terima unit yang dijual sehingga dapat dilakukan penjualan kembali properti dengan dikenakan klaim atas kerugian yang timbul dari penjualan kembali tersebut. Untuk risiko kredit yang timbul dari penyewa properti investasi dilakukan dengan cara meminta penyewa untuk memberikan deposit dalam bentuk tunai atau bank garansi untuk sewa selama 3 bulan, serta membayar uang muka sewa sebelum masa sewa berlaku. Perusahaan dan anak perusahaan memiliki kebijakan untuk memperoleh pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dengan meminimalkan kerugian yang terjadi karena eksposur risiko kredit. Karena itu, Perusahaan dan anak perusahaan memiliki kebijakan untuk memastikan bertransaksi dengan pelanggan yang memiliki sejarah dan reputasi kredit yang baik. Manajemen melakukan pengawasan secara terus menerus untuk mengurangi eksposur risiko kredit. Piutang usaha atas penjualan apartemen Perusahaan dan anak perusahaan pada tanggal neraca sebagian besar merupakan selisih pengakuan pendapatan berdasarkan persentase penyelesaian proyek setelah dikurangi dengan bagian yang telah dibayar oleh pembeli sehingga pembayarannya belum jatuh tempo. Nilai tercatat aset keuangan pada laporan keuangan konsolidasi setelah dikurangi dengan penyisihan untuk kerugian mencerminkan eksposur Perusahaan dan anak perusahaan terhadap risiko kredit.

iii.

Credit risk management Credit risk refers to the risk that a counterparty will default on its contractual obligation resulting in a loss to the Company and its subsidiaries. The credit risk of the Company and its subsidiaries is primarily attributed to its cash in banks, time deposits, trade and other receivables. The Company and its subsidiaries place their bank balances and time deposits to the credit worthy financial institutions. The Company and its subsidiaries minimize their credit risk on trade receivables from property buyers by imposing penalties on late payments and fines on cancellation of sale and no handovers of units if receivable is not yet fully paid in order for the Company to resale such units. Credit risk exposure on trade receivables from tenants is minimize by requiring the tenants to pay rent in advance prior to the effectivity of the lease term and lease deposit, for three months in the form of cash or bank guarantee.

The Company and its subsidiaries have established policies to obtain sustainable revenue growth by minimizing losses due to credit risk exposure. Accordingly, the Company and its subsidiaries have established a policy to ensure that transactions are made with customers who have good credit reputation. Management conducts ongoing supervision to reduce credit risk exposure at balance sheet date. Accounts receivable from sale of apartments of the Company and its subsidiaries mainly represent the difference between the revenue recognized based on the projects percentage of completion and the amounts billed to buyer, hence, not yet due.

The carrying amount of financial assets recorded in the consolidated financial statements, net of any allowance for losses represents the exposure to credit risk of the Company and its subsidiaries.

- 80 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

iv.

Manajemen risiko likuiditas Tanggung jawab utama manajemen risiko likuiditas terletak pada dewan direksi, yang telah membangun kerangka manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk persyaratan manajemen likuiditas dan pendanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang Perusahaan dan anak perusahaan. Perusahaan dan anak perusahaan mengelola risiko likuiditas dengan menjaga kecukupan simpanan, fasilitas bank dan fasilitas simpan pinjam dengan terus menerus memonitor perkiraan dan arus kas aktual dan mencocokkan profil jatuh tempo aset dan kewajiban keuangan. Perusahaan dan anak perusahaan memelihara kecukupan dana untuk membiayai kebutuhan modal kerja yang berkelangsungan.

iv.

Liquidity risk management Ultimate responsibility for liquidity risk management rests with the board of directors, which has built an appropriate liquidity risk management framework for the management of the short, medium and longterm funding and liquidity management requirements of the Company and its subsidiaries. The Company and its subsidiaries manage liquidity risk by maintaining adequate reserves, banking facilities and reserve borrowing facilities by continuously monitoring forecast and actual cash flows and matching the maturity profiles of financial assets and liabilities. The Company and its subsidiaries maintain sufficient funds to finance its ongoing working capital requirements.

b. Nilai wajar instrumen keuangan Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat aset dan kewajiban keuangan yang dicatat sebesar biaya perolehan diamortisasi dalam laporan keuangan konsolidasi mendekati nilai wajarnya karena jatuh tempo dalam jangka pendek atau menggunakan tingkat suku bunga pasar. 35. ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM MATA UANG ASING Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai aset moneter kas dan setara kas dalam mata uang asing masing-masing sebesar Rp 181.846.420.345 (setara dengan USD 20.225.383) dan Rp 25.645.110.068 (setara dengan USD 2.728.203). Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, kurs konversi yang digunakan Perusahaan serta kurs yang berlaku masing-masing adalah Rp 8.991 dan Rp 9.400 per 1 USD. 36. TUNTUTAN HUKUM a. Perusahaan memiliki kasus hukum dengan para ahli waris Abdul Kadir Salim (Penggugat) yang mengajukan gugatan kepada Perusahaan dan terdaftar dalam register perkara Perdata No. 427/Pdt.G/2009/PN.JKT.Bar., tanggal 20 Agustus 2009 pada Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Perkara ini adalah gugatan perbuatan melawan hukum dengan tuntutan dari Penggugat adalah ganti rugi sebesar Rp 2.500.000.000 dan menyerahkan tanah 2 seluas 15.460 m kepada Penggugat yang terletak di JI. Tanjung Palapa, Tanjung Duren, Jakarta Barat. 36. 35.

b. Fair value of financial instruments Management considers that the carrying amounts of financial assets and financial liabilities recorded at amortized cost in the consolidated financial statements approximate their fair values either because of their short-term maturities or they carry market rates of interest.

MONETARY ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES As of December 31, 2010 and 2009, the Company and its subsidiaries’ monetary assets cash and cash equivalent in foreign currencies amounting to Rp 181,846,420,345 (equivalent to USD 20,225,383) and Rp 25,645,110,068 (equivalent to USD 2,728,203), respectively. The conversion rates used on December 31, 2010 and 2009 were Rp 8,991 and Rp 9,400 per USD 1, respectively.

LITIGATIONS a. The Company has a legal case with the heirs of Abdul Kadir Salim (Plaintiff) who filed a lawsuit against the Company, which is registered as Civil Case No. 427/Pdt.G/2009/PN.JKT.Bar., dated August 20, 2009, at the West Jakarta District Court. This case is a charge for the tort of law, with claims from plaintiff of Rp 2,500,000,000 and transfer of land area measuring 15,460 m 2 to the Plaintiff, which is located at JI. Tanjung Palapa, Tanjung Duren, West Jakarta.

- 81 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Pada tanggal 17 Maret 2010, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat memutuskan untuk menolak gugatan dari penggugat dan tanah yang diklaim penggugat dinyatakan tidak beralasan dan tidak berdasar hukum. Majelis Hakim juga memutuskan bahwa tanah seluas 15.460 m 2 adalah sah secara hukum milik Perusahaan. Atas putusan tersebut, pada tanggal 31 Maret 2010, penggugat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi. Sampai dengan tanggal laporan keuangan, permohonan banding tersebut masih dalam proses. b. Berdasarkan Perkara No. 320/Pdt.G/2010/PN. Jkt.Ut tanggal 30 September 2010 di Pengadilan Negeri Jakarta Utara antara Drs. Hamonangan Sinaga (Penggugat) dan Perusahaan (Tergugat) dengan pokok gugatan antara lain:  Menyatakan sah dan berharga sita jaminan atas 1 unit Apartemen Blok Crysant unit J/01/JL; Menyatakan bahwa Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan segala akibat hukumnya terhadap hal milik Penggugat yang membatalkan secara sepihak pemesanan unit J/01/JL Apartemen Gading Nias Residences; dan Menghukum Tergugat untuk mengembalikan kepada Penggugat 1 unit Apartemen pada blok Crysant unit J/01/JL Apartemen Gading Nias Residences atau setidak-tidaknya mengembalikan semua pembayaran yang telah dilakukan Penggugat kepada Tergugat beserta seluruh kerugian yang dialami Penggugat baik kerugian materiil maupun immateriil yang jumlahnya sebesar Rp 1.149.670.000. b.

On March 17, 2010, the Judge Committee of West Jakarta District Court decided to deny the plaintiff’s demand and declared that the plaintiff doesn’t have the legal rights over the land. The Judge Committee also decided that the land with an area of 15,640 m2 is legally owned by the Company.

On this verdict, on March 31, 2010, the Plaintiff filed an appeal to the High Court. As of the date of financial statement, such plantiff is still in process.

Based on Case No. 320/Pdt.G/2010/PN.Jkt.Ut dated September 30, 2010, in North Jakarta District Court between Drs. Hamonangan Sinaga (Plaintiff) and the Company (Defendant), with claims as follows:  State the legality of the repossession of 1 unit Apartment Block Crysant Unit J/01/J;

State that the Defendant has executed legal violations on the property of the Plaintiff to solely cancel the purchase of unit J/01/JL Gading Nias Residences Apartment; and

Determine that the Defendant must return to the Plantiff 1 apartment unit Block Crysant Unit J/01/JL Gading Nias Residences Apartment or at the minimum, to return all of the payments that the Plaintiff has made including all of the material and immaterial losses amounting to Rp 1,149,670,000.

Sampai dengan tanggal laporan keuangan, gugatan tersebut masih dalam proses. c. Berdasarkan perkara No. 1048/Pdt.G/2010/PN. JKT.BAR tanggal 23 Desember 2010 di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Lim Soejono (Penggugat) mengajukan gugatan kepada Perusahaan (Tergugat), dengan tuntutan dari Penggugat antara lain meletakkan sita jaminan atas sebidang tanah Verponding Indonesia No. 164/15.I.A atas nama alm. Winarsa. Sampai dengan tanggal laporan keuangan, gugatan tersebut masih dalam proses. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak ada kewajiban kontinjensi yang material yang mungkin timbul atas perkara-perkara tersebut diatas. c.

As of the date of financial statement, such claims is still in process. Based on case No. 1048/Pdt.G/2010/PN.JKT.BAR dated December 23, 2010 in West Jakarta District Court between Lim Soejono (Plaintiff”) and the Company (“Defendant”). This case is a charge for the fort of low, with claim from plaintiff placed on a parcel of land confiscation Verponding Indonesia No. 164/15.I.A on behalf of alm. Winarsa. As of the date of financial statement, such claims is still in process. Management believes that there are no material contingent liabilities that might arise from the cases mentioned above.

- 82 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

37. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU DAN REVISI (PSAK) DAN INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK) a. Standar yang berlaku efektif pada tahun berjalan Pada tahun berjalan, Perusahaan dan anak perusahaan menerapkan PSAK revisi berikut ini yang berlaku efektif untuk laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2010:  PSAK 26 (revisi 2008), Biaya Pinjaman  PSAK 50 (revisi 2006), Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan  PSAK 55 (revisi 2006), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran Menurut PSAK 26 (revisi 2008), biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi, atau pembuatan aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya diakui sebagai beban. Penerapan standar ini tidak berpengaruh terhadap jumlah periode lalu dan sekarang, tetapi mempengaruhi jumlah biaya pinjaman masa mendatang. Penerapan PSAK 50 (revisi 2006) menghasilkan pengungkapan instrumen keuangan yang lebih luas termasuk beberapa pengungkapan kualitatif yang berkaitan dengan tujuan manajemen risiko keuangan. PSAK 55 (revisi 2006) memberikan panduan pada pengakuan dan pengukuran instrumen keuangan dan kontrak untuk membeli item nonkeuangan. Antara lain, penerapan standar ini memerlukan penggunaan metode suku bunga efektif ketika aset atau kewajiban diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Selain itu, PSAK ini juga mengubah cara Perusahaan dan anak perusahaan dalam mengukur penurunan nilai aset keuangan tergantung pada klasifikasi instrumen keuangan. Karena PSAK ini diterapkan secara prospektif, penerapan awal tidak memiliki pengaruh atas jumlah yang dilaporkan di tahun 2009.

37.

ADOPTION OF NEW AND REVISED STATEMENTS OF FINANCIAL ACCOUNTING STANDARDS (“PSAK”) AND INTERPRETATION OF PSAK (“ISAK”) a. Standards effective in the current period

In the current year, the Company and its subsidiaries adopted the following revised PSAKs which are effective for financial statements beginning on or after January 1, 2010:   PSAK 26 (revised 2008), Borrowing Cost PSAK 50 (revised 2006), Financial Instruments: Presentation and Dislcosures PSAK 55 (revised 2006), Financial Instruments: Recognition and Measurements

PSAK 26 (revised 2008) requires borrowing costs that are directly attributable to the acquisition, construction, or production of qualifying asset to be capitalized as part of the cost of the asset. Other borrowing costs are recognized as expense. The application of this standard has had no impact on the prior and current year amounts, but may affect the accounting for future borrowing costs. The application of PSAK 50 (revised 2006) resulted in expanded disclosure on financial instruments, including some qualitative disclosures relating to financial risks and management objectives. PSAK 55 (revised 2006) provides guidance on the recognition and measurement of financial instruments and some contracts to buy nonfinancial items. Among other things, the application of this standard requires the use of effective interest rate method when an asset or liability is measured at amortized cost. Additionally, this PSAK also changes the way the Company and its subsidiary measures the impairment loss of financial assets depending on the classification of the financial instrument. Because this PSAK is applied prospectively, the initial adoption has had no impact on amounts reported for 2009.

- 83 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

b.

Standar dan interpretasi telah diterbitkan tapi belum diterapkan i. Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011:     PSAK 1 (revisi 2009), Penyajian Laporan Keuangan PSAK 2 (revisi 2009), Laporan Arus Kas PSAK 3 (revisi 2010), Laporan Keuangan Interim PSAK 4 (revisi 2009), Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri PSAK 5 (revisi 2009), Segmen Operasi PSAK 7 (revisi 2010), Pengungkapan pihak-pihak berelasi PSAK 8 (revisi 2010), Peristiwa Setelah Periode Pelaporan PSAK 12 (revisi 2009), Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama PSAK 15 (revisi 2009), Investasi pada Entitas Asosiasi PSAK 19 (revisi 2010), Aset Tak Berwujud PSAK 22 (revisi 2010), Kombinasi Bisnis PSAK 23 (revisi 2010), Pendapatan PSAK 25 (revisi 2009), Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan PSAK 48 (revisi 2009), Penurunan Nilai Aset PSAK 57 (revisi 2009), Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi PSAK 58 (revisi 2009), Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan ISAK 7 (revisi 2009), Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus ISAK 9, Perubahan atas Liabilitas Aktivitas Purnaoperasi, Restorasi, dan Liabilitas Serupa ISAK 10, Program Loyalitas Pelanggan ISAK 11, Distribusi Aset Nonkas Kepada Pemilik ISAK 12, Pengendalian Bersama Entitas: Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer ISAK 14, Aset Tak Berwujud – Biaya Situs Web ISAK 17, Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai

b.

Standards and Interpretations in issue not yet adopted i. Effective for periods beginning on or after January 1, 2011:     PSAK 1 (revised 2009), Presentation of Financial Statements PSAK 2 (revised 2009), Statement of Cash Flows PSAK 3 (revised 2010), Interim Financial Reporting PSAK 4 (revised 2009), Consolidated and Separate Financial Statements PSAK 5 (revised 2009), Operating Segments PSAK 7 (revised 2010), Related Party Disclosures PSAK 8 (revised 2010), Events after the Reporting Period PSAK 12 (revised 2009), Interest in Joint Ventures PSAK 15 (revised 2009), Investments in Associates PSAK 19 (revised 2010), Intangible Assets PSAK 22 (revised 2010), Business Combinations PSAK 23 (revised 2010), Revenue PSAK 25 (revised 2009), Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors PSAK 48 (revised 2009), Impairment of Assets PSAK 57 (revised 2009), Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Assets PSAK 58 (revised 2009), Non-current Assets Held for Sale and Discontinued Operations ISAK 7 (revised 2009), Consolidation – Special Purpose Entities ISAK 9, Changes in Existing Decommissioning, Restoration and Similar Liabilities ISAK 10, Customer Loyalty Programmes ISAK 11, Distribution of Non-cash Assets to Owners ISAK 12, Jointly Controlled Entities Non-monetary Contributions by Venturers ISAK 14, Intangible Assets – Web Site Cost ISAK 17, Interim Financial Reporting and Impairment

        

        

 

 

 

 

    

    

- 84 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

ii.

Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2012:          PSAK 10 (revisi 2010), Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing PSAK 18 (revisi 2010), Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya PSAK 24 (revisi 2010), Imbalan Kerja PSAK 34 (revisi 2010), Kontrak Konstruksi PSAK 46 (revisi 2010), Pajak Penghasilan PSAK 50 (revisi 2010), Instrumen Keuangan: Penyajian PSAK 53 (revisi 2010), Pembayaran Berbasis Saham PSAK 60, Instrumen Keuangan: Pengungkapan PSAK 61, Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah ISAK 13, Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri ISAK 15, Batas Aset Manfaat Pasti, Persyaratan Minimum dan Interaksinya ISAK 18, Bantuan Pemerintah – Tidak Ada Relasi Spesifik dengan Aktivitas Operasi ISAK 20, Pajak Penghasilan – Perubahan dalam status Pajak Entitas atau Para Pemegang Sahamnya.

ii.

Effective for periods beginning on or after January 1, 2012:          PSAK 10 (revised 2010), The Effects of Changes in Foreign Exchange Rates PSAK 18 (revised 2010), Accounting and Reporting by Retirement Benefit Plans PSAK 24 (revised 2010), Employee Benefits PSAK 34 (revised 2010), Construction Contracts PSAK 46 (revised 2010), Income Taxes PSAK 50 (revised 2010), Financial Instruments: Presentation PSAK 53 (revised 2010), Share-based Payments PSAK 60, Financial Instruments: Disclosures PSAK 61, Accounting for Government Grants and Disclosure of Government Assistance ISAK 13, Hedges of Net Investments in Foreign Operations ISAK 15, The Limit on a Defined Benefit Asset, Minimum Funding Requirements and their Interaction ISAK 18, Government Assistance – No Specific Relation to Operating Activities ISAK 20, Income Taxes – Change in Tax Status of an Entity or its Shareholders

 

 

Standar dan interpretasi baru/revisi ini merupakan hasil konvergensi Standar Pelaporan Keuangan Internasional (International Financial Reporting Standards). Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasi, manajemen sedang mengevaluasi dampak dari standar dan interpretasi terhadap laporan keuangan konsolidasi, dan dapat diketahui bahwa di antara PSAK-PSAK yang akan berlaku pada tahun 2011, PSAK 1, Penyajian Laporan Keuangan, akan memberikan beberapa perubahan signifikan dalam penyajian laporan keuangan. PSAK 1 mensyaratkan entitas, antara lain:  Untuk menyajikan dalam laporan perubahan ekuitas, seluruh perubahan pemilik dalam ekuitas. Semua perubahan non-pemilik dalam ekuitas (contohnya pendapatan komprehensif) diminta untuk disajikan dalam satu laporan pendapatan komprehensif atau dalam dua laporan terpisah (laporan laba rugi dan laporan pendapatan komprehensif).

These new/revised standards and interpretations resulted from convergence to International Financial Reporting Standards.

As of the issuance date of the consolidated financial statements, management is evaluating the effect of these standards and interpretations on the consolidated financial statements, and could foresee that among those PSAKs that will take effect in 2011, PSAK 1, Presentation of Financial Statements, will bring some significant changes in the financial statement presentation. PSAK 1 requires an entity, among other things:  To present, in a statement of changes in equity, all owner changes in equity. All non-owner changes in equity (i.e. comprehensive income) are required to be presented in one statement of comprehensive income or in two statements (a separate income statement and a statement of comprehensive income).

- 85 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

Untuk menyajikan laporan posisi keuangan pada permulaan dari periode komparatif terawal dalam suatu laporan keuangan lengkap apabila entitas menerapkan kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali retrospektif sesuai dengan PSAK 25. Untuk menyajikan kepentingan non pengendali sebagai bagian dari ekuitas (sebelumnya disebut hak minoritas).

To present a statement of financial position as at the beginning of the earliest comparative period in a complete set of financial statements when an entity applies an accounting policy retrospectively or makes a retrospective restatement in accordance with PSAK 25. To present as part of equity the noncontrolling interest (previously called minority interest).

38. KEJADIAN SETELAH TANGGAL NERACA a. Berdasarkan akta No. 32 tanggal 17 Januari 2011 dari Yulia,S.H., notaris di Jakarta, Perusahaan dan KUS, anak perusahaan mendirikan PT Central Pesona Palace (CPP) dengan modal ditempatkan dan disetor masing-masing sebesar Rp 499.900.000 dan Rp 100.000.

38.

SUBSEQUENT EVENTS a. Based on deed No. 32 dated January 17, 2011, from Yulia,S.H., notary in Jakarta, the Company and KUS, subsidiary company, establishe subsidiary company PT. Central Pesona Palace (CPP) with subscribed and paid-up capital respectively amounting to Rp 499,900,000 and Rp 100,000. Based on deed No. 48 dated January 27, 2011 from Yulia,S.H. notary in Jakarta, the Company established subsidiary company PT Central Indah Palace (CIP) with subscribed and paid-up capital amounting to Rp 375,000,000 equivalent with 75% ownership in shares of CIP. Based on deed No. 30 dated February 8, 2011, from Yulia,S.H. notary in Jakarta, the company acquired 90% shares PT Pesona Gerbang Karawang (PGK) through purchase of 360,000 shared PGK owned by third parties amounting to Rp 360,000,000 Based on deed No. 6 dated February 2, 2011, from Yulia, S.H., notary in Jakarta, KBS increased it authorized capital from Rp 2,000,000,000 to Rp 150,000,000,000 and increase the issued of Rp 1,000,000,000 and Rp 150,000,000,000 with the Company’s ownership amounting to Rp 105,000,000,000 equivalent with 70% ownership in shares of KBS. In January 2011, The Company paid the bank loan ampunting to Rp 489,500,000,000 which consist of Bank Negara Indonesia amounting to Rp 119,000,000,000 and syndicated loan ampunting to Rp 370,500,000,000.

b. Berdasarkan akta No. 48 tanggal 27 Januari 2011 dari Yulia,S.H. notaris di Jakarta, Perusahaan mendirikan anak perusahaan PT Central Indah Palace (CIP) dengan modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp 375.000.000 atau setara dengan 75% kepemilikan saham CIP.

b.

c.

Berdasarkan akta No. 30 tanggal 8 Pebruari 2011, dari Yulia,S.H. notaris di Jakarta, Perusahaan mengakuisisi 90% saham PT Pesona Gerbang Karawang (PGK) melalui pembelian 360.000 saham milik pihak ketiga dengan harga Rp 360.000.000.

c.

d. Berdasarkan akta No. 6 tanggal 2 Pebruari 2011, dari Yulia, S.H., notaris di Jakarta, KBS meningkatkan modal dasar dari Rp 2.000.000.000 menjadi Rp 150.000.000.000 dan peningkatan modal ditempatkan dari Rp 1.000.000.000 menjadi Rp 150.000.000.000 dengan kepemilikan Perusahaan sebesar Rp 105.000.000.000 atau setara dengan 70% kepemilikan atas KBS. e. Pada bulan Januari 2011, Perusahaan melakukan pembayaran hutang bank sebesar Rp 489.500.000.000 yang terdiri dari pembayaran atas Bank Negara Indonesia sebesar Rp 119.000.000.000 dan hutang sindikasi sebesar Rp 370.500.000.000.

d.

e.

- 86 -

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (d/h PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2010 DAN 2009 SERTA UNTUK TAHUNTAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (Lanjutan)

PT AGUNG PODOMORO LAND Tbk (formerly PT. TIARA METROPOLITAN JAYA) AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS DECEMBER 31, 2010 AND 2009 AND FOR THE YEARS THEN ENDED (Continued)

39. PERSETUJUAN KONSOLIDASI

ATAS

LAPORAN

KEUANGAN

39.

APPROVAL OF STATEMENTS

CONSOLIDATED

FINANCIAL

Laporan keuangan konsolidasi dari halaman 2 sampai dengan 87 telah disetujui oleh Direksi untuk diterbitkan pada tanggal 17 Maret 2011.

The consoludated financial statements on pages 2 to 87 were approved and authorized for issue by the Company’s Directors on March 17, 2011.

- 87 -

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->