Anda di halaman 1dari 16

METROLOGI INDUSTRI

Alat Ukur Kedataran, Kelurusan ,dan Kerataan

OLEH KELOMPOK 4 Bayu Wiguna Fakhru Rozi.Z Mustafa Habli Okazar Zoro Zulfikar

JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS RIAU 2011

Alat Ukur Kedataran, Kelurusan ,dan Kerataan

Page 2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah swt , yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Metrologi Industri mengenai Alat Ukur Kedataran, Kelurusan ,dan Kerataan . Makalah ini berguna untuk melengkapi tugas Metrologi Industri. Makalah ini dapat juga digunakan sebagai referensi bagi para pembaca untuk memahami dan mempelajari tentang Alat Ukur Kedataran, Kelurusan ,Dan Kerataan. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini, sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktu yang telah ditentukan. Penulis menyadari bahwa makalah ini memiliki banyak kekurangan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk kesempurnaan makalah ini kedepannya. Akhir kata Wassalamualaikum Wr. Wb.

Pekanbaru, 26 Oktober 2011

Penulis

Alat Ukur Kedataran, Kelurusan ,dan Kerataan

Page i

DAFTAR ISI

Alat Ukur Kedataran, Kelurusan ,dan Kerataan

Page ii

DAFTAR GAMBAR

Alat Ukur Kedataran, Kelurusan ,dan Kerataan

Page iii

A. PENDAHULUAN

Kedataran adalah datar air atau horizontal, gaya tarik bumi (grafitasi) dianggap tegak lurus terhadap bidang yang datar air. Suatu bidang yang datar air adalah bidang yang ideal, sehingga dipakai sebagai bidang referensi dalam hampir semua pekerjaan teknik, misalnya dalam pembuatan gedung pencakar langit, jembatan, bendungan dan rumah tinggal, dalam bidang pemasangan peralatan dan mesin , sampai bidang pengukuran; ilmu ukur tanah (land topography) dan metrologi industri (surface olate thopography). Barangkali hampir semua orang teknik mengenal alat ukur kedataran yang umum disebut dengan Waterpas. Waterpas (Belanda), digunakan istilah pendatar sebetulnya merupakan alat ukur sudut, namun karena sudut yang di ukur relatif kecil dan karenabidang pemakaiannya bukan untuk mengukur sudut, maka pendatar akan diulas sebagai sub bab mengenai alat ukur kelurusan dan kerataan.

Pengukuran kelurusan dimaksud untuk mengukur sampai sejauh mana suatu garis atau permukaan menyimpang dari kondisi ideal yaitu garis atau permukaan yang lurus. Kelurusan ini amat penting bagi komponen-komponen mesin perkakas yang bergerak relatif terhadap yang lain sehingga benda kerja yang dibuat diharapkan mempunyai garis atau bidang yang lurus. Demikian pula halnya untuk menjamin sifat ketertukaran dan fungsional produk, kelurusan sering dicantumkan sebagai suatu harga toleransi kelurusan yaitusuatu daerah (imajiner) yang dirancang di dalam bagian permukaan produk yang harus terletak. Sebagaimana dengan kedataran, pemeriksaan kelurusan, seperti yang akan dibahas, memakai alat ukur sudutyaitu pendatar atau autokolimator.

Alat Ukur Kedataran, Kelurusan ,dan Kerataan

Page 1

Kerataan suatu bidang dapat ditentukan berdasarkan analisis data kelurusan beberapa garis yang membentuk pola tertentu . pola atau susunan garis-garis yang paling sederhana untuk menentukan kerataan suatu bidang adalah pola Union Jack. Dalam hal ini hanya diperlukan data kelurusan delapan (8) buah garis yang secara sistematik dilakukan penyesuaian referensi sehingga didapat suatu bidang rferensi umum. Berdasarkan referensi umum tersebut ketinggian titik-titik dapat dianalisis lebih lanjut untuk menentukan kualitas (toleransi) kerataan bidang yang diperiksa.

B. MACAM ALAT UKUR


1. PENDATAR (SPIRIT74 LEVEL, WATERPAS) Suatu permukaan atau bidang dinyatakan datar apabila perubahan jarak tegak lurus dari titik-titik itu terhadap sebuah bidang geometrik yang sejajar permukaannya, mempunyai harga di bawah suatu harga tertentu. Bidang geometrik dapat diwakilkan oleh sebuah plat rata (surface plate) atau oleh sekumpulan garis-garis lurus yang dapat diperoleh dengan pertolongan suatu pelurus (straight edge), pendatar atau sinar cahaya yang dipindah-pindahkan. Metode untuk mengukurnya dapat dilaksanakan dengan menggunakan alat ukur pendatar, beberapa diantaranya yaitu Autokolimator dan Waterpass. a. Autokolimator (autocollimator).

Gambar Alat autocollimator

Alat Ukur Kedataran, Kelurusan ,dan Kerataan

Page 2

Autocollimator adalah instrumen optik untuk pengukuran non-kontak pada sudut. Mereka biasanya digunakan untuk menyelaraskan komponen dan mengukur defleksi dalam sistem optik atau mekanis. Sebuah Autocollimator bekerja dengan memproyeksikan gambar ke cermin target, dan mengukur defleksi gambar kembali terhadap skala, baik secara visual atau dengan sarana detektor elektronik. Sebuah autocollimator visual dapat mengukur sudut sekecil 0,5 detik busur, sementara autocollimator elektronik bisa sampai 100 kali lebih akurat. Autocollimator visual sering digunakan untuk berbaris laser yang berakhir batang dan memeriksa paralelisme wajah jendela optik dan potongan. Autocollimators elektronik dan digital yang digunakan sebagai standar pengukuran sudut, untuk memantau gerakan sudut selama jangka waktu dan untuk memeriksa pengulangan posisi sudut dalam sistem mekanis. Autocollimators servo merupakan autocollimators elektronik khusus yang digunakan servo-feedback loops berkecepatan tinggi untuk aplikasi platform yang stabil.

Prinsip operasi

autocollimator Proyek seberkas cahaya collimated. Reflektor eksternal mencerminkan seluruh atau sebagian dari balok kembali ke instrumen mana balok difokuskan dan dideteksi oleh sebuah photodetektor. autocollimator mengukur deviasi antara balok balok yang dipancarkan dan dipantulkan. Karena autocollimator menggunakan cahaya untuk mengukur sudut, itu tidak pernah datang ke dalam kontak dengan permukaan uji. Jenis-jenis Autocollimator 1. Digital Autocollimators

Alat Ukur Kedataran, Kelurusan ,dan Kerataan

Page 3

autocollimators digital menggunakan photodetektor elektronik untuk mendeteksi sinar tercermin. Radian autocollimators Mikro mengambil keuntungan dari teknologi pendeteksi terbaru termasuk photodetectors berbasis silikon canggih dan berbasis detektor germanium. Detektor mengirimkan sinyal ke Micro-Radian pengendali digital yang mendigitalkan dan proses sinyal dengan menggunakan DSP elektronik berbasis proprietary. pengolahan akan membuat sudut keluaran dikalibrasi yang dapat dilacak ke AS Institut Nasional Standar dan Teknologi. Data sudut diambil dengan menggunakan layar LCD touchscreen, antarmuka RS-232, atau keluaran analog yang semuanya dibangun ke controller. autocollimators digital cocok untuk aplikasi termasuk kalibrasi meja putar, standar pemeriksaan sudut, terpencil atau sudut pemantauan jangka panjang, pengukuran kerataan atau kelurusan, dan untuk memberikan umpan balik yang dikuasai sudut pada sistem servo

Gambar Digital Autocollimator Diagram 2. Visual Autocollimators autocollimators Visual mengandalkan mata operator untuk bertindak sebagai photodetektor tersebut. Radian visual autocollimators-Micro proyek gambar lubang jarum. Operator pandangan gambar lubang jarum tercermin melalui sebuah lensa mata. Karena mata manusia bertindak sebagai photodetektor, resolusi akan bervariasi antar operator. Biasanya, orang bisa menyelesaikan 3 sampai 5-detik busur. Karena mata manusia mampu membedakan gambar secara bersamaan, autocollimators visual yang cocok untuk mengukur permukaan secara bersamaan. Hal ini membuat mereka instrumen keselarasan ideal dalam Alat Ukur Kedataran, Kelurusan ,dan Kerataan Page 4

aplikasi seperti menyelaraskan batang berakhir laser atau memeriksa paralelisme antara optik. autocollimators visual juga dapat dilengkapi dengan reticle lensa mata untuk membantu dalam berbaris optik tes untuk referensi master. Semua Radian visual autocollimators-Mikro yang difokuskan pada tak terhingga untuk digunakan sesuai pada jarak kerja.

Contoh Aplikasi Visual Autocollimator: 1. Pengukuran non-paralelisme di windows, batang laser berakhir, dan potongan

optik oleh wajah refleksi metode-dua.

2. Pengukuran kuadrat dari sisi luar dengan berbagi aperture.

3.

Sudut perbandingan dengan berbagi aperture.

Alat Ukur Kedataran, Kelurusan ,dan Kerataan

Page 5

4.

Memeriksa prisma sudut yang tepat untuk dan piramida kesalahan sudut.

Khusus Autocollimators Laser Autocollimators Micro-Radian adalah satu-satunya perusahaan yang memproduksi autocollimators dengan sumber sinar laser. Radian laser autocollimators-Mikro telah dipancarkan sinar sekecil 1,0 mm. Instrumen ini khusus dirancang untuk mengukur bagian tes kecil termasuk komponen silikon, cermin miniatur dan lensa, dan komponen serat optik. Mereka juga ideal saat pengukuran kebisingan sangat rendah yang diinginkan.

Sistem servo yang dikontrol Radian autocollimators Mikro yang tersedia dalam sebuah "Servo" versi analog cocok untuk menyediakan pemantauan sudut dalam OEM Komentar servodan-feedforward sistem servo. Biasanya, servo-versi T40 kepala optik dipilih karena ukurannya yang ringkas ringan dan bidang luas pandang. Data rates sampai 2 kHz yang tersedia.

Alat Ukur Kedataran, Kelurusan ,dan Kerataan

Page 6

Waterpass Waterpass adalah alat mengukur beda ketinggian dari satu titik acuan ke acuan berikutnya. Waterpass ini dilengkapi dengan kaca dan gelembung kecil di dalamnya. Untuk mengecek apakah waterpass telah terpasang dengan benar, perhatikan gelembung di dalam kaca berbentuk bulat. Apabila gelembung tepat berada di tengah, berarti waterpass telah terpasang dengan benar. Pada waterpass, terdapat lensa untuk melihat sasaran bidik. Dalam lensa, terdapat tanda panah menyerupai ordinat (koordinat kartesius). Angka pada sasaran bidik akan terbaca dengan melakukan pengaturan fokus lensa. Selisih ketinggian diperoleh dengan cara mengurangi nilai pengukuran sasaran bidik kiri dengan kanan. Waterpass memiliki nivo sebagai penyama ketinggian, lensa objektif, lensa okuler, dan penangkap cahaya. Dengan waterpass ini kita dapat menentukan berapa banya tanah yang dibutuhkan untuk meratakan suatu lokasi. Alat ini bersifat sangat sensitif terhadap cahaya, sehingga memerlukan payung untuk menutupi cahaya matahari. Cara kerja: Yang diamati dilapangan adalah pembacaan:

bentang tengah (BT), bentang bawah (BB) bentang atas (BA) sudut horizontal kasar

Angka angka pada BT, BB, BA dapat kita baca pada rambu yang ditegakan pada strat pot (patok kayu yang diberi paku payung) melalui water pass yang telah distel. 1. pasang la trifood statif(kaki 3) setinggi dada juru ukur, dan pasang water pass pada kaki 3 2. atur lah alat ukur sehingga nivo kontak tepat ditengah, dengan menggunakan 3 buah skrup penyetel 3. Intip lensa okuler, fokuskan pada tiang (objek) yang akan diukur. 4. Catat ketinggian tiang. 5. Ulangi langkah yang sama pada tempat yang akan dicari selisih ketinggiannya. Setelah melakukan pengukuran di lapangan,maka kita dapat membuat tabel hasil pengukuran dan mendapatkan gambar hasil kontur tanahnya. Page 7

Alat Ukur Kedataran, Kelurusan ,dan Kerataan

Adapun yang perlu diperhatikan dalam pengukuran ini adalah:


a. Usahakan jarak antara titik dengan alat sama. b. Seksi dibagi dalam jumlah yang genap. c. Baca rambu belakang, baru kemudian dibaca rambu muka. d. Diukur pulang pergi dalam waktu satu hari. e. Jumlah jarak muka=jumlah jarak belakang. f. Jarak alat ke rambu maksimum 75 m. g. saat terbaik pengukuran pagi jam 06.00 - 11.00 siang jam 15.00 - 18.00

Dalam pembuatan jalan maupun pembangunan diperlukan suatu pengukuran beda tinggi agar dapat diketahui perbedaan tinggi yang ada dipermukaan tanah.

Kesalahan dalam pengukuran Waterpass


Dalam setiap pengukuran tidaklah lepas dari adanya kesalahan pembacaan angka, sehingga diperlukan adanya koreksi antara hasil yang didapat di lapangan dengan hasil dari perhitungan. Kesalahan Dalam Pengukuran: Dalam melakukan pengukuran kemungkinan terjadi kesalahan pastilah ada dimana sumber kesalahan atau permasalahan tersebut, antara lain : a. Kesalahan yang bersumber dari pengukur Kurangnya ketelitian mata dalam pembacaan alat waterpass, yaitu pembacaan benang atas, benang bawah, dan benang tengah. Adanya emosi dari pengukur akibat rasa lapar,cuaca yang panas,dan penyebab emosi yang lainnya sehingga tergesa-gesa dalam melakukan pengukuran dan akhirnya terjadi kesalahan mencatat. b. Kesalahan yang bersumber dari alat Pita ukur yang sering dipakai mempunyai tendensi panjangnya akan berubah, apalagi jika menariknya terlalu kuat. Sehingga panjang pita ukur tidak betul atau tidak memenuhi standar lagi. Patahnya pita ukur akibat terlalu kencangnya menarik pita ukur, sehingga panjang pita ukur bergeser (berkurang) c. Kesalahan yang bersumber dari alam. Adanya angin yang membuat rambu ukur terkena hembusan angin, sehingga tidak dapat berdiri dengan tegak. Angin yang merupakan faktor alam, membuat pita ukur menjadi susah diluruskan, sehingga jarak yang didapatkan menjadi lebih panjang daripada jarak sebenarnya.

Alat Ukur Kedataran, Kelurusan ,dan Kerataan

Page 8

2. PENGUKURAN KELURUSAN Kelurusan suatu permukaan dapat diperiksa dengan beberapa cara. Dua cara yang paling mudah untuk memeriksa kelurusan adalah dengan memakai pendatar yang cermat (0.02 mm/m atau 0.01 mm/m) atau dengan autokolimator (kecermatan sampai 0.1 detik). Memang kedua alat tersebut alat ukur sudut, dengan demikian pemeriksaan kelurusan permukaan dilakukan secara berurutan untuk sepanjang garis pengukuran dengan memperhatikan perubahan sudut yang kecil akibat dari ketidaklurusan permukaan yang dirasakan oleh alat ukur tersebut. a) Persiapan pengukuran kelurusan b) Pelaksanaan pengukuran c) Analisis hasil pengukuran 3. PENGUKURAN KELURUSAN DENGAN METODE STRAIGHT EDGE Selain dengan pendatar atau autokolimator, Straight Edge (batang bersisi lurus) dapat digunakan untuk mengukur kelurusan garis/permukaan. Batang lurus tersebut ditumpu secara simetrik diatas permukaan yang terkecil (s = 0,554 l ) Sebagai tumpuan digunakan dua blok ukur dengan ukuran nominal yang sama. Pada setiap lokasi tertentu (diberi tanda setiap jarak yang sama) dilakukan pengukuran celah antar batang lurus dengan permukaan bidang yang diukur kelurusannya. Dalam hal ini dapat digunakan komparator unuk diameter lubang( ukuran sensor disesuaikan dengan ukuran nominal blok ukur penumpu) atau deng metode penyisipan blok ukur. 4. ANALISIS KERATAAN Suatu bidang rata teoritik dapat dibuat dengan menggeserkan suatu garis lurus diatas dua buah garis lain yang sejajar (dua garis tepi). Garis lurus tersebut dinamakan sebagai garis pembentuk(generator line). Jadi, pada suatu bidang rata

Alat Ukur Kedataran, Kelurusan ,dan Kerataan

Page 9

dapat diimajinasikan garis-garis pembentuk yang sejajar yang tidak berhingga banyaknya. Apabila kedua garis tepi, di atas mana garis pembentuk tersebut digeserkan, ternyata tidak sejajar (namun proyeksi salah satu garis pada bidang garis lain membentuk dua garis yang sejajar), yang akan terbentuk bukanlah bidang yang rata, melainkan bidang terpuntir (twisted plane). Jika garis-garis pembentuk ini diletakkan pada bidang yang terpuntir, proyeksi garis-garis tersebut pada bidang rata ideal masih tetap sejajar. Bila garis-garis pembentuk dengan posisi menyilang tegak lurus terhadap garis-garis pembentuk semula, garis-garis pembentuk yang lama dan yang baru akan saling berpotongan tegak lurus meskioun bidangnya tidak merupakan bidang rata.

a) Metoda Union Jack b) Kualitas kerataan (toleransi kerataan) dan topograpi bidang ukur

Alat Ukur Kedataran, Kelurusan ,dan Kerataan

Page 10

Alat Ukur Kedataran, Kelurusan ,dan Kerataan

Page 11