Anda di halaman 1dari 3

1.

MULTIKULTURALISME PENGERTIAN: Secara etimologis(bahasa) multikulturalisme terdiri dari kata multi yang berarti plural, kultural yang berati kebudayaan dan isme yang berarti aliran atau kepercayaan. Jadi multikulturalisme secara sederhana adalah paham atau aliran tentang budaya yang plural. Dalam pengertian yang lebih mendalam istilah multikulturalisme bukan hanya sekedar pengakuan terhadap budaya (kultur) yang beragam melainkan pengakuan yang memiliki implikasiimplikasi politis, sosial, ekonomi dan lainnya. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia multikulturalisme adalah gejala pada seseorang atau suatu masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu kebudayaan. Multikulturalisme pada dasarnya adalah pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan terhadap realitas keagamaan, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat juga dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik (Azyumardi Azra, 2007). dan kebudayaan suku bangsa, multikulturalisme dikembangkan dari konsep pluralisme budaya dengan menekankan pada kesederajatan kebudayaan yang ada dalam sebuah masyarakat (Suparlan, 2005:98). Multikulturalisme ini mengusung semangat untuk hidup berdampingan secara damai (peaceful coexistence) dalam perbedaan kultur yang ada baik secara individual maupun secara kelompok dan masyarakat (Azra, 2006:154, Suparlan 2005). Individu dalam hal ini dilihat sebagai refleksi dari kesatuan sosial dan budaya di mana mereka menjadi bagian darinya.

Konsep multikulturalisme: 2. MASYARAKAT MULTIKULTURAL: Masyarakat multikultural merupakan masyarakat dengan tingkat keanekaragaman yang sangat kompleks. (Linton, 1996)Bila kita mengenal

masyarakat sebagai sekelompok manusia yang telah cukup lamahidup dan bekerja sama sehingga mereka mampu mampu mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu maka konsep masyarakat tersebut jika digabungkan dengan multikurtural memiliki makna yang sangat luas dan diperlukan pemahaman yang mendalam multikultural itu. MULTIKULTURAL: 3. MASYARAKAT MAJEMUK: Pengertian: Menurut J.S Furnivall(1967), masyarakat majemuk merupakan masyarakat yang tersiri atas dua atau lebih komunitas yang secara kultural dan ekonomi terpisah-pisah, serta memiliki strukturkelembagaan yang yang berbeda-beda satu sama lainnya. Sedangkan menurut Nasikum(2004) Masyarakat majemuk merupakan suatu masyarakat yang menganut berbagai sistem nilai yang dianut oleh berbagai kesatuan sosial yang menjadi bagianbagiannya adalah sedemikian rupa sehingga para anggota masyarakat kurang memiliki loyalilitas terhadap masyarakat sebagai suatu keseluruhan, homogenitas kebudayaan atau bahkan kurang memiliki dasar-dasar untuk memahami satu sama lain. Dari beberapa pengertian tersebut dapat dipahami bahwa konsep masyarakat majemuksangat berbeda dengan konsep masyarakat multikultural. Dalam masyarakat mejemuk masyarakatnya tidak memiliki kesepakatan untuk melebur atau berintegrasi, masyarakat majemuk cenderung terkotak-kotas secara kelompok(komunitas), sehingga dalam masyarakat majemuk memiliki cirri dengan sering adanya konflik dengan komunitas atau kelompok lain. Contoh masyarakat dengan konsep masyarakat majemuk: untuk dapat mengerti apa sebenarnya masyarakat

Konsep masyarakat mejemuk pernah digunakan di Indonesia pada masa penjajahan Belanda. Pada masa tersebut pemerintah kolonial sengaja membentuk masyarakat menjadi terkotak-kotak ke dalam komunitaskomunitas, komunitas komunitas tersebut antara lain: 1. Komunitas kulit putih, merupakan kelompok dengan strata sosial paling tinggi komunitas ini berfungsi sebagai pengumpul pajak, menjalankan roda pemerintahan, serta membuat kebijakan ekonomi. 2. Komunitas cina(tionghowa), merupakan tangan panjang pemerintah kolonial sebagai cukong-cukong perdagagan. Komunitas ini di beri wewenang secara bersama-sama dengan pemerintah penjajah dalam pengaturan perekonomian walaupun kebijakan tetap di tangan pemerintah penjajah. 3. Komunitas timur asing yakni, para pedagang dari kawasan timur tengah, mereka oleh pemerintah penjajah dijadikan warga kelas dua. 4. Pribumi, adalah penduduk asli Indonesia mereka merupakan warga tenaganya diperas sebagai tenaga buruh ataupun budak. Komunitas-komunitas tersebut oleh pemerintah kolonial sengaja dikotakkotak secara terpisah sehingga tidak terjadi pembauran di antara mereka.