Anda di halaman 1dari 1

SIKAP MENTAL PASIEN DALAM PERAWATAN PROSTHODONTIC Hal yang menentukan keberhasilan perawatan prosthodontik 1.

Kemampuan dokter gigi dalam berkomunikasi dengan pasien 2. Pemilihan cara pendekatan yang tepat Hubungan dokter gigi dengan pasien amatalah oenting. Berhasil tidaknyanya suatu perawatan bukan hanya dari gigi tiruan yang baik tetapi juga dari motivasi pasien yang harus ditumbuhkan oleh dokter gigi sejak pasien mau memakai gigi tiruan. Komunikasi yang baik antara dokter gigi dan pasien dikarenakan pemilihan pendekatan yang tepat. Sehingga dokter gigi perlu mengatahui macam-macam sikap mental pasien prostodontik terhadap perawatan maupun pemakaian gigi tiruan. Klasifikasi sikap mental pasien berdasarkanpandagan terhadap perawatan dan gigi tiruan (HOUSE, 1937) 1. Tipe Filosofikal a. Orang yang belum pernah memakai gigi tiruan tiruan tetapi sadar akan keperluannya memakai gigi tiruan. Sikap mental yang seimbang. Pasien sangat percaya kepada dokter giginya, hal ini hatus dapat dimanfaatkan. Pasien senantiasa diikuti terus dengan penyuluhan agar motivasi yang baik tetap terjaga. b. Orang yang pernah memakai gigi tiruan dengan memuaskan dan perlu dibuatkan gigi tiruan lagi karena hal lain. Pasien sudah mengerti keterbatasan dan kesulitan dalam pemakaiannya. 2. Tipe banyak tuntutan (exacting type) a. Orang yang sangat khawatir akan berubahnya penampilan bila hrus memakai gigi tiruan. Jika ingin dibuatkan, pasien mengharapkan gigi tiruan yang persis seperti gigi aslinya. b. Orang yang sudah pernah memakai gigi tiruan namun tidak pernah puas baik dalam penampilan maupun pemakaiannya. Pasien tidak mudah percaya kepada dokter giginya. Terkadang pasien menginginkan jaminan tetulis, jadi ketika gigi tiruan yang diharapkan pasien tidak terpenuhi, maka akan diminta ongkos ganti. 3. Tipe Histeris ( selalu cemas) a. Orang yang kesehatan umum dan mulut buruk. Takut terhadap perawatan gigi. Terjadang menolak pencabutan gigi. Pasien ini yakin bahwa pemakaian gigi tiruan akan gagal. b. Orang yang sudah pernah mencoba memakai gigi tiruan namun selalu tidak puas karena dihantui oleh perasaan bahwa penampilannya telah berubah. Selalu ingin menuntut jaminan bahwa gigi tiruan yang dibuat harus sama dengan gigi aslinya. 4. Tipe Acuh ( Indifferent type) a. Orang yang tidak peduli akan penampilannya dna tidak peduli akan makanan yang dimakan. Tidak merasakan perlu pemasangan gigi tiruan. Biasanya dating karena dorongan dari orang lain, atau keluarganya. Dokter gigi harus hati-hati dalam mengambil langkah, karena biasanya perawatan pada pasien ini gagal sehingga motivasi hatus terus ditumbuhkan dari awal perawatan.