Anda di halaman 1dari 5

1. Nama Ligan a.

Ligan netral Ligan netral diberi nama seperti nama senyawanya kecuali beberapa ligan seperti NH3, H2S, H2Te dan CO.
Singkatan atau Nama Senyawa Asetonitril Etilenadiamena Piridina 2,2-bipiridina 1,10-fenantrolina Trifenilfosfina Trifenilarsina Trifenilstibina Trisikloheksilfosfina Ammonia Hydrogen sulfide Hydrogen telurida Karbon monoksida Nama Ligan asetonitril etilenadiamena piridina 2,2-bipiridina 1,10-fenantrolina trifenilfosfina trifenilarsina trifenilstibina trisikloheksilfosfina amina sulfan telan karbonil Rumus Kimia MeCN en py bpy phen PPh3 AsPh3 SbPh3 Pcy3 NH3 H2S H2Te CO

Struktur dari beberapa ligan diatas adalah seperti dibawah ini:

Jika

E = P namanya adalah trifenilfosfina E = As namanya adalah trifenilarsina E = Sb namanya adalah trifenilstibina

b. Ligan bermuatan negatif i. Anion yang namanya berakhiran dengan da, sebagai ligan akhiran da diganti dengan do seperti dibawah. Rumus Kimia NH2NH2N3Nama ion amida imida azida Nama Ligan amido imido azido

Kecuali untuk ligan-ligan berikut: Rumus kimia FClBrIO2HNama ion flourida klorida bromida iodida oksida hidrida Nama ligan flouro kloro bromo iodo okso Hidro (hidrido)

ii. Anion yang namanya berakhiran dengan it atau at sebagai ligan pada akhiran tersebut ditambah dengan akhiran o, dan atom donor yang berikatan dengan atom atau ion pusat dituliskan dibagian depan seperti contoh-contoh berikut.

Rumus kimia ONONO2ONO2OSO2OSO32SCN NCS-

Nama ion Nitrit Nitrit Nitrat Sulfit Sulfat Tiosianat Isotiosianat

Nama ligan Nitrito Nitro Nitrato Sulfito Sulfato Tiosianato Isotiosianato

2. Bila didalam senyawa kompleks terdapat lebih dari satu macam ligan, urutan penyebutan nama ligan adalah secara alfabetik terlepas dari jumlah dan muatan ligan yang ada. Pada aturan lama (sebelum tahun 1971) ligan negatif disebut lebih dahulu secara alfabetik kemudian diikuti dengan ligan yang netral yang disebut secara alfabetik pula. Jumlah ligan yang ada dinyatakan dengan awalan di, tri, tetra dan seterusnya. Apabila awalanawalan tersebut telah digunakan untuk menyebut jumlah substituen yang ada pada ligan maka jumlah ligan yang ada dinyatakan dengan awalan bis, tris, tetrakis dan seterusnya. Ligan yang terdiri dari dua atau lebih atom ditulis didalam tanda kurung. 3. Nama senyawa kompleks netral dinyatakan dengan satu kata sedangkan nama senyawa kompleks ionik dinyatakan dengan dua kata dimana nama kation disebut lebih dulu. 4. Pada senyawa kompleks ditunjukan: a. Bilangan oksidasi dari ion pusat dengan angka romawi (angka stock).

b. Muatan dari ion kompleks dengan angka arab ditambah tanda (+) untuk ion positif dan tanda (-) untuk ion negatif (angka Ewens-Bassett). 5. Nama ion atau senyawa kompleks yang berisomer ditambah dengan awalan yang menyatakan isomer yang ada seperti awalan cis-, trans-, fac-, mer-, dan lain-lain. Aturan 1 sampai 5 dapat digunakan untuk memberi nama ion atau senyawa kompleks yang terdiri atas satu atom atau ion pusat dan beberapa ligan monodentat. 6. Nama ion kompleks positif diakhiri dengan nama logam beserta bilangan oksidasinya atau muatan ion kompleks Beberapa contoh senyawa kompleks dan namanya diberikan dibawah ini. Kompleks Netral: [AgCl(PPh3)3] cis - [Pt(NH3)2Cl2] fac- [Ru(H2O)3Cl3] [BaI2(py)6] = klorotris(trifenilfosfina)perak(I) = cis-diaminadikloroplatina(II) = fac-triakuatriklororutenium(III) = diiodoheksapiridinabarium(II)

[Ni(CO)4] [Co(NH3)3(NO2)3] Catatan: 1.

= tetrakarbonilnikel = triaminatrinitrokobalt(III)

Tatanama senyawa kompleks dimana logam yang ada tingkat oksidasinya ditunjukkan dengan angka Romawi dikenal sebagai tatanama sistematik.

2.

Untuk senyawa kompleks netral sebaiknya penamaan dengan menggunakan angka Romawi dan tidak menggunakan angka arab.

3. Bilangan oksidasi nol dari atom pusat boleh tidak dituliskan seperti bilangan oksidasi Ni dalam [Ni(CO)4].

Kompleks Ionik: K3[ Fe(CN)6 ] = kalium heksasianoferat(III) atau Kalium heksasianoferat(3-) K4[ Fe(CN)6 ] = kalium heksasianoferat(II) atau kalium heksasianoferat(4-) [V(CO)5]3= ion pentakarbonilvanadat(-III) atau ion pentakarbonilvanadat(3-) [Fe(CO)4]2= ion tetrakarbonilferat(-II) atau ion tetrakarbonilferat(2-) trans [Co(NH3)4Br2]Br = trans-tetraminadibromokobalt(III) bromida atau trans-tetraminadibromokobalt(1+) bromida [Cu(NH3)4]SO4 = tetraaminatembaga(2+) sulfat atau

tetraaminatembaga(II) sulfat [Cu(NH3)4][PtCl4] = tetraaminatembaga(II) tetrakloroplatina(II) atau tetraaminatembaga(2+) tetrakloroplatina(2-) [Mg(MeCN)6[MgBr4] = heksaasetonitrilmagnesium(II)tetrabromomagnesat(II) atau heksaasetonitrilmagnesium(2+)tetrabromomagnesat(2-)

Untuk senyawa-senyawa kompleks yang lebih rumit ditambahkan aturan 7 sampai 12.

7. Nama ligan yang membentuk jembatan antara dua atom atau ion pusat diberi awalan atau 2-; awalan 3- ditambahkan pada nama ligan bila ia membentuk jembatan antara tiga atom atau ion pusat. Ligan yang membentuk jembatan dapat disebut lebih dulu. Contah: [(NH3)5Cr-OH-Cr(NH3)5]Cl5