Anda di halaman 1dari 34

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Konsep Dasar Filsafat 1. Pengertian filsafat


Filsafat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia, karena memiliki makna yang sangat berarti dalam menopang dinamika perkembangan hidup umat manusia di dunia. Adapun makna filsafat secara harfiyah diartikan sebagai cinta kebijakan yang asal katanya dari filo (cinta) dan sofi (bijak). Namun secara bahasa filsafat bermakna suatu pencarian pengetahuan secara metodis, sistemati, dan koheren tentang seluruh kenyataan untuk menemukan kebenaran yang hakiki. Jadi filsafat itu ilmu yang tanpa batas dan tidak menyelidiki salah satu segi dari kenyataan saja melainkan apasaja yang menarik perhatian manusia mengenai jagat raya ini. Maka dari itu, orang yang berpikir menggunakan filsafat, dia akan memiliki tiga cirri dalam pemikiran nya yang cendrung akan lebih bersifat, sebagai berikut: (1) menyeluruh, (2) mendasar, dan (3) spekulatif. Manfaat filsafat ilmu bagi kehidupan manusia adalah membangun sikap untuk tidak sombong, takabur, dan selalu rendah hati serta menyadari akan segala keterbatasan dan kekurangan sebagai manusia yang serba lemah ini. Sementara perbedaannya adalah sebagai berikut: a. Agama kenjadi pedoman hidup manusia yang bersifat absolute atau permanen karena Firman Allah dalam AL-Quran menjelaskan bahwa sesungguhnya kebenaran hakiki adalah milik Allah (alhaqu mirrabikum). b. Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan metodis, sistematis dan koheren tentang suatu bidang tertentu dari kenyataan. c. Filsafat adalah pengetahuan metodis, sistematis, dan koheren tentang seluruh kenyataan. Jadi , filsafat member landasan filosofik untuk minimal memahami berbagai konsep dan teori sesuatu disiplin ilmu sampai membekalkan kemampuan untuk membangun teori ilmiah. 2. Ciri-ciri Nalar dalam Filsafat Penalaran dimaknai sebagai siatu proses berpikir dalam menarik sesuatu kesimpulan yang berupa pengetahuan. Ciri-ciri penalaran menurut Jujun (1999:43) ada dua macam, yaitu: a. Adanya suatu pola berpikir yang secara luas dapat disebut logika. b. Memiliki sifat analitik artinya suatu kegiatan berpikir yang menyandarkan diri kepada suatu analisis dan kerangka berpikir yang dipergunakan untuk analisis tersebut adalah logika penalaran yang bersangkutan. c. Berdasarkan ciri tersebut dapat dikatakan bahwa tidak semua kegiatan berpikir bersifat logis dan analitis. Disini kita dapat membedakan antara berpikir menurut penalaran dan berpikir yang bukan berdasarkan penalaran. Jadi nolmal sains lebih mengacu kepada sains sebagai proses. Dari rumusan inilah biasanya muncul anomaly yang menjadi asumsi yang mendasari kekokohan dari suatu teori sebelum lahirnya paradigm yang baru dan diterima oleh masyarakat sains dan umum. Lahirnya paradigma yang baru ini tidak lepas dari anatomi otak manusia yang memiliki 100 1.

miliar sel aktif yang masing-masing memiliki hingga 20.000 koneksi (dendrit) pada setiap sel. Dengan menggunakan otak secara bersama-sama, kita dapat menyimpan, mengingat, dan mengambil informasi. Dengan keterampilan intelektual dan berpikir yang mirip dengan computer canggih, manusia mampu mengembangkan dan melakukan revolusi sains sekalipun.

3. Revolusi Sains (Ilmu)


Revolusi artinya proses menjebol tatanan lama sampai ke akar-akarnya, kemudian menggantinya dengan tatanan baru. Menurut Thomas Khun (1989:100) revolusi sains dianggap sebagai episode perkembangan non kumulatif yang didalamnya paradigm yang lama diganti seluruhnya atau sebagian oleh paradigm baru yang bertentangan. Adapun karakteristik atau sifat-sifat revolusi sains adalah bersifat sirkularitas, status persuasif, pemunculan gejala baru, dan perkembangan komulatif. Sifat dari revolusi sains ini dapat menyempurnakan sains yang telah ada, mengganti, atau bahkan menentang sains yang lama. Jika paradigm-paradigma berubah, maka dunia sendiri berubah bersamanya. Masyarakat sains melihat perbedaan-perbedaan besar antara sains dan aplikasi sains (teknologi). Karena itu lahirnya paradigma baru disebabkan karena menggugurkan paradigm lama.

4. Ciri-ciri paradigma
Paradigma bermakna suatu pola atau pedoman dalam berpikir yang bercirikan adanya identifikasi untuk menghasilkan interpretasi atau rasionalisasi. (Thomas Khun, 1989:47). Dalam pengembangan sains paradigm berfungsi sebagai pertimbangan yang bersifat spesifik dan konvensional yang didasarkan pada doktrinasi. Penelitian sains didasarkan atas kesepakatan tentang suatu paradigm tertentu yang bersifat konvensional serta didukung oleh otoritas dan mekanisme control sosial.

5. Peran Kreativitas dalam Revolusi Ilmu


Dalam perkembangan ilmu dewasa ini tidak selalu mengandalkan pada rasio ataupun fakta empiric saja, tetapi merupakan suatu petualangan yang tak pernah habis yang selalu berdiri diambang ketidakpastian (uncertainty) menjadi bagian dari perkembangan ilmu Sedangkan kreativitas merupakan potensi yang dimiliki setiap manusia dan bukan sesuatu yang diterima dari luar diri individu. Kreativitas dikategorikan sebagai salah Satu kemampuan menciptakan produk baru dan hasil ciptaannya itu tidak perlu seluruhnya baru, mungkin saja gabungan dan unsur-unsurnya sudah ada sebelumnya. Ada empat kondisa kreativitas sebagai berikut: a. Intuisi artinya kondisi kesadaran yang dipindah dari ketidak sadaran. b. Berpikir artinya kondisi berpikir, rasional dan terukur. c. Perasaan artinya kondisi perasaan, dampak emosional yang menuntut kesadaran diri atau aktualisasi diri. d. Pengalaman artinya kondisi mencipta, produk baru yang diperoleh dari orang lain seperti tuntutan berupa skill dan tinggi dalam penginderaan.

1.

Proses kreativitas merupakan perwujudan dari jenis berpikir yang kreatif, divergen dan imajinatif, dibedakan dari berpikir konvergen, dan logis analitis. Semua ini telah dilukiskannya sebagai proses berpikir yang bisosiatif. Dengan berbekal kreativitas, pembaharuan dan perubahan dalam segala bidang akan terjadi, demikian pula evolusi ilmu. Jadi, kreativitas merupakan bekal yang sangat mendasar dalam menciptakan suatu inovasi dan perubahan dalam segala wahana kehidupan umat manusia. Dalam hal ini Thomas Khun (1989) membentuk suatu teori yang dikenal dengan siklus paradigm seperti yang Nampak pada gambar berikut ini.

PARADIGMA 1

NORMAL SAINS

ANOMALI

PARADIGMA dan seterusnya

REVOLUSI SAINS

KRISIS

Gambar 1 Siklus Paradigma Ilmu

6. Keterkaitan Ilmu dan Teknologi


Kaitan ilmu dan teknologi adalah bahwa ilmu menjadi pangkal tolak baru bagi teori sedangkan teknologi menjadi bentuk aplikasi bari ilmu. Wujud dari keterkaitan antara ilmu dan teknologi ini telah melahirkan teori relativitas, baik teori relativitas umum maupun teori relativitas khusus. Dari kedua teori ini adalah memiliki sifat revolusioner dan pembahasan saling mendukung satu sama lain. Tidaklah heran apabila teori ini sangat dimanfaatkan oleh para ahli fisika, biokimia, astronimi, gbologi, molokuler, dan metalurgi. Alam yang bersifat hayati secara spontan mengalami perubahan rutin dalam siklus kehidupan seperti keadaan udara, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia, sementara yang bersifat non hayati perubahannya tidak rutin dan bentuk gejolak alamiah.

1.

Oleh karena itu, para ilmuwan dalam menjalankan tugasnya harus mempunyai tanggung jawab religi, moral, dan sosial. Masalah tanggung jawab ini tidak lepas dari perkembangan ilmu itu sendiri. Banyak temuan sebagai bukti meningkatnya peradaban umat manusia. Agama, moral, dan sosial harus menjadi filter dalam melakukan berbagai tindakan keilmuannya. Manusia haruslah bertanggung jawab terhadap apa yang diperbuatnya.

B. Cabang Filsafat
Bemerapa cabang atau kajian yang tertuang didalam telaahan filsafat yang menjadi fondasi dalam menetapkan sebuah keilmuan dalam bidang tertentu. Cabang tersebut meliputi tugas unsur utama, yaitu: ontology, epistimologi, dan aksiologi. Secara garis besar dapat diartikan sebagai berikut:

1. ONTOLOGI

4. AKSIOLOGI

FILSAFAT

2. EPISTIMOLOGI Gambar 2: Cabang filsafat

3. LOGIKA

Keempat cabang ilmu tersebut satusama lain berdiri sendiri namun saling member dukungan dalam merumuskan dasar keilmuan. Untuk tujuan kesemua cabang tersebut ada tiga cabang filsafat yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Ontologi (mempersoalkan tentang realita)


Obyek telaah ontology adalah yang ada atau apa yang ingin kita ketahui. Ontologi membahas tentang yang ada, yang tidak terkait oleh suatu perwujudan tertentu. Obyek formal ontology adalah hakekat seluruh realitas. Kaitan ontologi dengan metafisika yang membicarakan

1.

hal yang baib (tidak nampak) sebagai pengkajian hal-hal yang berada diluar jangkauan pengalaman manusia contoh, apa yang terjadi setelah mati. Kaitan ontologi dengan asumsi yang membicarakan hal-hal yang sudah dianggap pasti kebenarannya separti kita mengasumsikan hokum yang mengatur berbagai kejadian. Sesuatu yang ada itu telah diasumsikan sebagai aturan main atau pola kejadian yang diikuti oleh semua orang dimana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Dalam pandangan ontologi terhadap peluang ini nampak adanya pemberian kepercayaan akan terjadinya sesuatu dengan mengestimasi munyculnya hal-hal yang tidak sesuai. Oleh karena itu maka ditetapkan tiga asumsi pokok mengenai obyek empiris dalam pandangan ontologi sebagai berikut: a. Menganggap obyek-obyek tertentu mempunyai keserupaan satusama lain, umpamanya dalam hal bentuk , struktur, sifat dan sebagainya. Berdasarkan ini maka kita dapat mengelompokkan beberapa obyek yang serupa kedalam satu golongan. b. Menganggap suatu benda tidak mengalami perubahan jangka waktu pertentu. Kegiatan ini jelas tidak akan dapat dilakukan mana kala obyeknya berubah-ubah. c. Menganggap tiap gejala bukan merupakan suatu kejadian yang bersifat kebetulan. Contoh, bahwa sate yang dibakar akan mengeluarkan wangi yang merangang itu bukan kebetulan tapi sudah menjadi pola. Contoh lain mengenai kajian ontologi mengenai perlunya manajemen perilaku bagi guru pendidikan jasmani yaitu: 1) Seringkali para guru kelas dan tata usaha sekolah menganggap pendidikan jasmani sebagai mata pelajaran yang kurang penting. 2) Pelajaran pendidikan jasmani seringkali dilakukan di tempat terbuka dan sering melibatkan jumlah siswa yang lebih banyak dari pada pelajaran lain di dalam kelas. 3) Banyak siswa yang memiliki keterampilan motorik dan kebugaran jasmani yang rendah atau kurang memadai untuk bias terlibat secara penuh dan aktif dalam permainan tradisional maupun kegiatan olahraga. 4) Banyak siswa dalam aktivitas olahraga di sekolah tidak termotivasi untuk beraktivitas secara signifikan. Berdasarkan paparan di atas dapat diambil kesimpulan mengenai kajian yang berkaitan dengan ontologi, yaitu keingin tahuan ilmuwan akan berbagai hal tidak boleh menyalahi dan menyimpang dari etika moral yang berlaku di masyarakat.

2. Epistimologi (perolehan pengetahuan)


Epistimologi membahas secara mendalam mengenai proses yang terlihat dalam usaha kita untuk memperoleh pengetahuan.Yang terkait dengan epistimologi antara lain logika, filsafat bahasa, analisis wacana, dan matematika. Ditinjau dari pengetahuan ini, ilmu lebih bersifat merupakan kegiatan daripada sekedar produk yang siap dikonsumsikan. Metode keilmuan sebagai suatu perkawinan antara rasionalisme dan empirisme. Hakekat keilmuan lebih banyak ditentukan oleh cara berpikir yang dilakukan menurut persyaratan keilmuan atau ilmu. Ilmu, pada dasarnya merupakan kumpulan pengetahuan yangbersifat menjelaskan berbagai gejala alam yang memungkinkan manusia melakukan

1.

serangkaian tindakan untuk menguasai gejala tersebut berdasarkan penjelasan yang ada. Secara garis besar ada empat jenis pola penjelasan mengenai ilmu, yaitu: a. Deduktif menjelaskan cara berpikir deduktif (top down) dalam menjelaskan suatu gejala dengan menarik kesimpulan secara logis dari premis-premis yang telah diterapkan sebelumnya. b. Probabilistik menjelaskan secara induktif (bottom up) dari sejumlah kasus yang dengan bersifat peluang seperti kemungkinan atau hamper. c. Fungsional atau teleologis merupakan penjelasan yang meletakkan sebuah unsure dalam kaitannya dengan system secara keseluruhan yang dianggap terlalu mudah untuk menyebabkan dia beralih kepada filsafat dan matematika. d. Genetik merupakan penjelasan atas dasar turunan. Kesimpulannya, epistimologi memberikan implikasi pada standar rasional tentang hal yang diyakini. Contoh kajian epistimologi dalam penelitian mengenai strategi manajemen prilaku positif ini belum pernah dilakukan dalam pembelajaran pendidikan jasmani di Indonesia. Secara epistimologi penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan maksud agar tergali secara lebih komprehensif mengenai efektifitas strategi ini dalam proses belajar mengajar.

3. Aksiologi (system nilai)


Tidak dapat disangkal lagi bahwa ilmu telah banyak mengubah dunia dalam memberantas penyakit, kelaparan, kemiskinan, dan berbagai wajah kehidupan yang duka. Ilmu itu bersifat netral, ilmu tidak mengenal sifat baik atau buruk, dan sipemilik pengetahuan itulah yang harus mempunyai sikap. Kekuasaan ilmu yang besar mengharuskan seorang ilmuan mempunyai landasan moral yang kuat. Jadi tidak cukup hanya mendidik ilmuan yang berotak besar tetapi merekapun harus berjiwa besar. Hasil temuan ilmiah dan rekayasa para ilmuan ini harus dapat dipertanggungjawabkan secara sosial dan keilmuan, maka hasil ini baru dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Contoh, rekayasa genetic dengan diketemukan DNA sebagai konstitusi genetik makhluk hidup, member dampak pada martabat manusia. Bukan direkayasa dengan teknologi. Contoh kajian aksiologi dalam penelitian dapat memberikan manfaat bagi yang bersifat praktis maupun manfaat teoritis yaitu: a. Manfaat praktis yaitu bagi individu (guru, siswa, dan kepala sekolah) dan lembaga (sekolah, BPG, UPI, dan sebagainya). b. Manfaat teoritis yaitu bagi pengembangan ilmu dengan lahirnya temuan beru dalam hal strategi memberikan hukuman, strategi penguatan positif, dan strategi pemberian tanggung jawab.

1.

C. Sarana Berpikir Ilmiah


1. Perbedaan Manusia dan Binatang Perbedaan utama manusia dan binatang terletak pada kemampuannya untuk mengambil jalan melingkar dalam mencapai tujuannya. Kemampuan mengambil jalan ini sering disebut dengan berpikir. Tanpa menguasai hal ini, maka kegiatan ilmiah yang baik tak dapat dilakukan. Ada tiga sarana berpikir ilmiah yaitu bahasa, matematika, dan statistika. a. Bahasa adalah alat yang digunakan manusia untuk berkomunikasi secara verbal dan mengenali lambing. Dengan adanga bahasa maka manusia hidup dalam dunia nyata dan simbolik. b. Matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin disampaikan. Lambang-lambang matematika bersifat artifisial yang baru mempunyai arti setelah sebuah makna diberikan kepadanya. Matematika ini dapat digunakan sebagai sarana berpikir deduktif. c. Statistika adalah bahasa yang memberikan makna kuantitatif dengan tingkat ketelitian yang lebih tinggi. Statistika ini dapat digunakan sebagai sarana berpikir induktif. 2. Keterkaitan antara Ilmu dengan Kebudayaan dan Bahasa Ilmu dapat diartikan sebagai semua pengetahuan yang terhimpun lewat metode keilmuan. Kebudayaan dimaknai sebagai keseluruhan yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hokum, adat serta kemampuan dan kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Ilmu bagi manusia member manfaat besar bagi kemaslahatan hidup. Karena manusia memiliki kemampuan seperti perasaan, pikiran, pengalaman, pancaindra, dan intuisi mampu menangkap alam kehidupannya dan mengabstraksikan tangkapan tersebut dalam dirinya dalam berbagai bentuk ketahuan seperti kebiasaan, akal sehat, seni, sejarah, dan filsafat.

D. Nisbah Ilmu Pendidikan dengan Ilmu lain


Pada dasarnya tinjauan filsafat pendidikan memfokuskan pada hakekat kehidupan yang baik yang menjadi tujuan pendidikan, hakekat masyarakat sehubungan dengan aktivitas pendidikan sebagai proses sosial, hakekat manusia yang melakukan interaksi edukatf yaitu pendidikan dan peserta didik, dan hakekat proses pendidikan khususnya kegiatan pembelajaran. Adapun hubungan ilmu pendidikan dengan ilmu lainnya sekarang ini telah menghasilkan perpaduan. (1) lahirnya ilmu-ilmu terapan dalam pendidikan, seperti hubungan antara pendidikan dengan sosiologi (ilmu sosial) melahirkan sosiologi pendidikan, hubungan antara pendidikan dengan natural seciences (biologi, kimia, dan fisika) dan hubungan antara pendidikan dengan ilmu humaniora yang melahirkan olahraga pendidikan, rekreasi pendidikan, dan sebagainya. Bahkan sekarang telah muncul ekonomi pendidikan. (2) Lahir pendidikan disiplin ilmu yang mencakup kajian dan penyelenggaraan pendidikan disiplin ilmu dalam gugusan ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial dan ilmu humaniora. Jadi, nisbah ilmu pendidikan dan ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, dan ilmu humaniora telah menimbulkan berbagai ilmu pengetahuan yang berkembang dewasa ini 1.

dan mungkin akan lebih berkembang lagi pada masa-masa mendatang. Untuk itu pengembangan ilmu pengetahuan pada era globalisasi akan semakin semarak dan lebih aplikable dangan kebutuhan masyarakat. Contoh, di Indonesia yang menyangkut implementasi pendidikan telah digariskan dalam bentuk Undang-undang NO.2 tahun 1989.Hadirnya Undang-undang ini telah memberikan sedikit pencerahan dalam hal pelaksanaan proses pendidikan yang lebih sistematik. Persoalan yang harus ditangani saat ini adalah pembuatan platform pendidikan yang harus dibangun di atas nilai-nilai

budaya bangsa Indonesia.Karena disadari benar bahwa pendidikan harus dijadikan tulang punggung pembangunan. Untuk mewujudkan masyarakat sejahtera diperlukan kebijakan yang mendasar yakni penyediaan proses pendidikan dan memadai bagi seluruh warga. Pendidikan mampu melahirkan generasi penerus yang berkepribadian dan memiliki budaya luhur sebagai implikasi dari transformasi kebudayaan di sekolah maupun di luar sekolah. Konflik terang-terangan dalam dunia pendidikan telah muncul dalam bangunan yang sebenarnya. Didalamnya, konflik telah muncul antara kebutuhan sosial dan apayang oleh perancang arsitektur dipertimbangkan diperlukan. Jadi, tantangan utama dalam pendidikan adalah perencanaan bersama untuk membangun sebuah koalisi kerja efektif dari berbagai kelompok perencana yang memiliki kemampuan pada bidang khusus. Dengan pendidikan yang mantap akan mampu membangun sector-sektor lain yang lebih solid bagi kemaslahatan umat manusia di dunia. Konsep pendidikan harus mempertimbangkan keseluruhan spektrum pendidikan, dari mulai nilai yang ada pada masyarakat hingga peserta didik dalam menggunakan keterampilan dan pengetahuan yang diperolehnya. Agar benar-benar efektif, system pendidikan harus dipertimbangkan sebagai proses inklusif. Dengan kelebihan dan peluang yang dimiliki dalam menetapkan prioritas-prioritas pendidikan, maka diharapkan dapat berimplikasi terhadap kebijakan yang akan digulirkan untuk meraih keberhasilan dalam mencapai sarana penyediaan lembaga pendidikan. Setiap kegiatan pendidikan harus selalu dirancang secara komprehensif dengan menetapkan bagian prioritas utama yang ingin dicapai oleh obyek sasaran atau stakeholders Dengan demikian dapat membangun cara baru menuju era baru.

1.

BAB 2 KAJIAN FILSAFAT MENGENAI PENDIDIKAN JASMANI


A. Hakekat Pendidikan Jasmani
Pendidikan jasmani merupakan pendidikan yang dilakukan melalui aktivitas fisik sebagai media utama untuk mencapai tujuan. Pendidikan jasmani di sekolah akan memuat cabang-cabang olahraga dengan tujuan untuk mengenali potensi jiwa. Pendidikan jasmani merupakan upaya agar dapat mengaktualisasikan seluruh potensi aktivitasnya sebagai manusia berupa sikap, tindakan dan karya yang diberi bentuk, isi dan arah menuju kebulatan pribadi sesuai cita-cita kemanusiaan. Dalam hal ini Supandi (1990:29) mengemukakan bahwa pendidikan jasmani adalah suatu aktivitas yang menggunakan fisik atau tubuh sebagai alat untuk mencapai tujuan melalui aktivitas-aktuvitas jasmani. Aktivitas jasmani dalam pengertian ini dipaparkan sebagai kegiatan pelaku gerak untuk meningkatkan keterampilan motorik dan nilai-nilai fungsional yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan sosial. Pendidikan jasmani telah menjadi bagian dari proses dari pendidikan secara keseluruhan dengan maksud untuk mengubah perilaku peserta didik. Selain mengubah perilaku pengguna, olahraga melalui aktivitas jasmani senantiasa mengupayakan untuk mencapai tujuan pendidikan itu sendiri. Maksudnya adalah olahraga merupakan bagian dari pendidikan secara umum yang tentunya dapat memberikan kontribusi, terutama melalui pengalaman-pengalaman gerak agar secara menyeluruh pengguna dapat tumbuh dan berkembang. Dalam hal ini Supandi (1990:29) mengemukakan pendidikan jasmani adalah suatu pendidikan yang menggunakan fisik atau tubuh sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan melalui aktivitas-aktivitas jasmani. Aktivitas jasmani dalam pengertian ini dipaparkan sebagai kegiatan siswa untuk meningkatkan keterampilan motorik dan nilai-nilai fungsional yang mencakup aspek kognitif, afektip, dan sosial. Melalui kegiatan jasmani diharapkan peserta didik akan tumbuh dan berkembang secara sehat, dan segar jasmaninya, serta dapat berkembang kepribadiannya agar lebih harmonis dalam menjalankan kehidupan sekarang maupun yang akan dating. Mengutamakan kepentingan peserta didik menjadi skala prioritas dalam pendidikan jasmani, hal ini penting untuk melibatkan peserta didik secara aktif. Oleh karena itu, maka komponen pembukaan ini seharusnya singkat dan padat. Bahkan menurut Sukma dinata (1998) menjelaskan bahwa dalam kurikulum 1994 lebih memberikan kebebasan pada guru untuk mengembangkan bahan sendiri. Sehingga guru akan secara spesifik menentukan materi yang sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik pada jenjang berbeda. Karena pendidikan jasmani memiliki kompleksitas dalam hal nilai-nilai yang terkandung didalamnya, maka dalam pencapaiannyapun harus ditelaah secara menyeluruh sebelum menetapkan materi pembelajaran pendidikan jasmani pada setiap jenjangnya. Menurut Tamura dan Amung (2003:10) menjelaskan, Pendidikan jasmani merupakan mata pelajaran yang sifatnya wajib diajarkan di sekolah karena memiliki nilai-nilai positif yang tercakup didalamnya.

1.

B. Konsep Pengembangan Pendidikan Jasmani


Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar pendidikan jasmani keempat factor ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain, yaitu; tujuan, materi, metoda, dan evaluasi. Diantara beberapa factor penting untuk mencapai pengajaran pendidikan jasmani yang berhasil adalah perumusan tujuan. Oleh karenaitu, guru pendidikan jasmani harus memperhatikan pendidikan setiap siswa. Sebenarnya pendidikan jasmani itu memiliki kekayaan yang sangat besar dalam pembelajaran sebagai mana Lutan (1997:7) memaparkan yang diikuti dari Rijlembaga pendidikan sebagai berikut. tujuan pendidikan jasmani, yaitu: (a)pembentukan gerak, (b) pembentukan prestasi, (c) pembentukan social, dan (d) pertumbuhan. Rumusan ini sudah digariskan didalam kurikulum pendidikan keolahragaan dan GBHN, yaitu: Terciptanya pertumbuhan perkembangan jasmani khususnya tinggi badan dan berat badan secara harmonis. Terbentuknya sikap dan prilaku disiplin, kejujuran, kerjasama, mengikuti peraturan dan ketentuan yang berlaku. Menyenangi aktivitas jasmani yang dapat dipakai untuk mengisi waktu luang serta kebiasaan hidup sehat. Mempunyai kemampuan untuk menjelaskan tentang tentang manfaat pendidikan jasmani, keterampilan gerak yang benar dan efisien. Meningkatkan kesegaran jasmani dan kesehatan, serta daya tahan tubuh terhadap penyakit. Dengan demikian, tujuan dari pendidikan jasmani adalah untuk mengembangkan kondisi fisik, mental, social, moral, spiritual, dan intelekyual supaya pengguna lebih mandiri yang sesuai dengan keadaan dirinya.

1. Landasan Pendidikan Jasmani


Pendidikan jasmani memiliki peranan penting dalam mengembangkan sumberdaya manusia. Pada tataran individu, pendidikan jasmani dapat mengembangkan pola hidup sehat, mengurangi tekanan atau stress, meningkatkan kinerja, meningkatkan daya saing, dan membentuk sikap dan prilaku yang prososial. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia merupakan upaya panjang yang menuntut ketekunan dan kesadaran semua pihak. Secara filosofis kegiatan jasmani sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program pendidikan secara keseluruhan. Maksudnya, kegiatan jasmani dapat dilihat sebagai sebuah lingkungan sosial yang sangat luaarbiasa sebab kegiatan olahraga memiliki beberapa krakteristik yang berguna yang dapat digunakan sebagai instumen pendidikan. Paparan tersebut memberi informasi bahwa kegiatan olahraga dapat dijadikan salah satu pendekatan dalam pengajaran pendidikan jasmani di sekolah. Kerjasama dalam kegiatan jasmani sebagai sebuah metode dalam belajar prilaku sosial dan mencari teman. Prilaku prososial dapat dipelajari melalui latihan dalam situasi dengan rancangan khusus untuk tujuan tertentu dan hubungan interaktif yang konkret merupakan prekondisi dalam belajar keterampilan social, seperti member dukungan psikologis, member perhatian pada orang lain, member pertimbangan pada orang lain, memberi pertolongan yang konkret secara lisan dan perbuatan, member saran dan koreksian. 1.

Dalam mewujudkan sikap kerjasama ini perlu sikap saling memberi dan menerima satu sama lain. Kerjasama juga memerlukan sikap saling memberi dan menerima bantuan, member saran dan umpan balik. Tanpa membedakan hak, status social, atau derajat dimasyarakat olahraga tetap dan akan tetap menjadi milik semua lapisan.

2. Tingkat Kejujuran melalui Pendidikan Jasmani


Tingkat kejujuran seseorang dalam kegiatan jasmani sangat ditentukan oleh motivasinya. Adapun motivasi yang paling tinggi pengaruhnya terhadap prilaku jujur adalah motivasi intrinsik daripada daripada motivasi ekstrinsik. Ini secara khusus menerapkan dua dimensi yaitu empati sebagai alasan kejujuran dan kejujuran menjadi hokum sistem social yang berupa nilai-nilai dan norma. Jadi, kesimpulannya adalah bahwa kejujuran menjadi instrument untuk mengurangi bahaya terjadinya cedera sangatlah kuat, namun dimensi kejujuran merupakan instrument untuk meraih tujuan performa menjadi agak lemah.

3. Pendidikan Jasmani dan Nilai Norma


Ide ini muncul karena ada isu mengenai pendidikan moral, agresi dan ide mengenai sportivitas dalam kegiatan jasmani. Isu ini cukup menarik dengan mengaitkannya dengan bentuk kekerasan dalam bentuk olahraga. Apabila memperhatikan filosofi yang terkandung dalam bidang olahraga nilai dan norma sangat kentah didalamnya. Berdasarkan hasil penelitian Peiser (1995:251) menjelaskan bahwa Physical education teachers are faced with the problem of having to discence themselves from particularti populer sport during their lessons. Maksudnya, pendidik diharapkan dengan persoalan cabang olahraga yang tidak mengenal jarak antara pelakunya apabila mereka ingin mencegah terjadinya kekerasan dalam olahraga selama kegiatan itu dilakukan. Sulit untuk menjeneralisasi mengenai semua program olahraga. Program-program tersebut berbeda dari yang satu dengan yang lainnya. Namun, olahraga tidak mempunyai tempat di sekolah atau sekolah dasar melainkan olahraga menjadi bagian yang legitimasi dari program pendidikan dan diterima menjadi salah satu tujuan pendidikan. Hingga saat ini tidak ada bukti yang konsisten bahwa olahraga di sekolah berdampak negative bagi para pelaku dan penikmat olahraga. Olahraga dapat menggairahkan dan orang yang tergabung dengan tim sekolah kadang-kadang memerlukan bimbingan untuk tetap berada pada program-program yang telah ditentukan agar seimbang antara waktu sekolah, latihan, dan istirahat. Selain guru, orang tua juga harus peka terhadap tujuan pendidikan anak-anaknya. Aktivitas sekolah dapat digunakan untuk wahana pengalaman, tetapi olahraga memberi siswa aktivitas sosial yang unik yang dapat menjadikan sekolah sebagai tempat yang menarik. Program olahraga antar sekolah sering menjembatani kesenjangan antara sekolah dan masyarakat di sekitar sekolah. Banyak sekolah yang dapat memanfaatkan olahraga tim sebagai kendaraan untuk membuat masyarakat mendukung program pendidikan, tetapi tujuan ini sangat jarang dicapai. Program antar sekolah tidak akan pernah sempurna. Maksudnya bahwa relevansi pendidikan dengan program tersebut tergantung pada hasil evaluasi.

1.

C. Esensi Pembelajaran Pendidikan Jasmani


Proses belajar mengajar (PBM) merupakan interaksi berkelanjutan antara perilaku guru dan perilaku peserta didik (Mosston dan Asworth, 1994). Salah satu prinsip penting dalam pendidikan jasmani adalah partisipasi peserta didik secara penuh dan merata. Persiapan peserta didik untuk mendapatkan pengalaman belajar adalah berupa pengantar yang merujuk pada komponen antisipasi. Dalam mempersiapkan peserta didik guru menyampaikan apa yang akan dipelajari dan hubungannya dengan pelajaran sebelumnya dan aktivitas saat ini atau yang akan datang. Hal ini penting sebagai tujuan untuk selalu melibatkan peserta didik agar secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Memodifikasi sarana merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan guru pendidikan jasmani, agar siswa dapat mengikuti pelajaran dengan senang. Lutan (1988) menyatakan, modifikasi dalam mata pelajaran pendidikan jasmani diperlukan, dengan tujuan agar; (1) siswa memperoleh kepuasan dalam mengikuti pelajaran,(2) meningkatkan kemunginan keberhasilan dalam berpartisipasi, dan (3) siswa dapat melakukan pola gerak secara benar. Keterbatasan fasilitas pembelajaran penjas yang ada di sekolah menjadi kendala serius dalam pelaksanaan pembelajaran penjas. Modifikasi digunakan sebagai salah satu alternative pendekatan dalam pembelajaran pendidikan jasmani dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Dalam PBM akan terjadi suatu transfer dari guru kepada peserta didik atau sebaliknya. Ada tiga aspek yang terkait dengan transfer belajar, yaitu; a. Peranan transfer dalam kondisi belajar skill seperti mempertimbangkan drill dalam sepak bola atau memperhatikan hasil latihan melakukan tembakan bebas pada saat bertanding. b. Transfer ini dapat diestimasi peningkatan atau penurunan keterampilan sebagai hasil dari latihan atau pengalaman. c. Transfer sebagai sebuah criteria untuk belajar seperti tes retensi. Dikalangan ahli psikologi terdapat keragaman dalam cara menjelaskan dan mendefinisikan tentang belajar (learning). Yakni bahwa belajar itu selalu menunjukan kepada suatu proses perubahan prilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktek atau pengalaman tertentu. Kesiapan belajar merupakan kondisi yang harus mendapat perhatian pertama sebelum kegiatan belajar. Untuk mengetahui kesiapan peserta didik sebelum PBM itu dimulai, maka guru terlebih dahulu harus melakukan langkah-langkah seperti memberikan perhatian, memberikan motivasi, dan memeriksa perkembangan kesiapan. Perhatian ini sangat perlu manakala peserta didik akan melakukan sejenis pengamatan. Guru harus melakukan berbagai cara agar peserta dapat memberikan perhatiannya saat proses belajar dan mengajar tengah berlangsung. Sehingga merangsang peserta didik untuk mencari tahu. Motivasi merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran di sekolah. Tanpa motivasi sukar bagi peserta didik untuk berkembang dalam belajarnya. Guru sangat berperan dalam menumbuh kembangkan motivasi pada peserta didik. Motivasi terbagi kedalam dua bagian, yaitu; motivasi intrinsic dan motivasi ekstrinsik. Peserta didik harus diberikan penghargaan berupa pujian, angka yang baik, rasa keberhasilan, dan sebagainya sehingga peserta didik lebih tertarik oleh pelajaran. Apabila terus menerus muncul pada diri peserta didik, maka ia akan sanggup unyuk belajar sepanjang hidupnya.

1.

Dapat atau tidaknya peserta didik terlibat dalam proses belajar akan sangat ditentukan oleh kersiapannya untuk belajar. Perbedaan dalam perkembangan kesiapan peserta didik di sekolah disebabkan oleh perbedaan dalam kemampuan intelektual dan keterampilan motorik yang telah dipelajari sebelumnya. Oleh karena itu, guru harur mempertimbangkan secara sungguh-sungguh ketika hal pokok tersebut sebagai upaya meningkatkan mutu hasil belajar peserta didik.

BAB 3 KAJIAN FILSAFAT PENDIDIKAN KESEHATAN


Materi pendidikan kesehatan (health education) dan pendidikan keterampilan hidup sehat (life scills education) menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Sekolah dasar merupakan peranata sosial yang paling rendah dalam jenjang pendidikan formal. Keberadaannya perlu lebih dioptimumkan khususnya dalam membentuk watak anak bangsa yang sehat jasmani, rohani, sosial, spiritual, dan emosional. Pembelajaran kesehatan di sekolah terpadu dengan kegiatan pendidikan jasmani. Hal ini sangat beralasan, karena pendidikan jasmani tidak akan pernah lepas dari tujuannya yang hakiki yaitu menciptakan anak bangsanyua yang bugar. Pembelajaran pendidikan kesehatan di sekolah akan lebih banyak menyoroti aspek penerapan dari berbagai komponen kesehatan. Secara umum, peserta didik tingkat SD hingga SLTA memiliki kemampuan dalam mengembangkan kebiasaan diri untuk berprilaku sehat. Materi yang dapat dikembangkan meliputi konsep pendidikan kesehatan dan keterampilan hidup sehat, masalah kesehatan dan berbagai usaha pemecahannya melalui proses pembelajaran, perubahan prilaku untuk membudidayakan hidup sehat di sekolah maupun di luar sekolah. Tujuan yang dapat ditentukan dalam pembelajaran pendidikan kesehatan dan keterampilan hidup sehat di sekolah sebagai berikut: a. Tujuan umum 1) Pendidikan kesehatan di sekolah diharapkan mampu memberikan pemahaman dan meningkatkan kesadaran peserta didik akan pentingnya kesehatan. 2) Pendidikan keterampilan hidup sehat di sekolah diharapkan mampu menumbuhkan sikap dan terampil dalam melaksanakan hidup sehat baik fisik, mental, sosial, emosional, maupun spiritual. b. Tujuan khusus 1) Pendidikan kesehatan a. Peserta didik diharapkan dapat menjelaskan konsep hidup sehat b. Peserta didik mampu mengidentifikasi persoalan yang berhubungan dengan kesehatan yang ada di lingkungan dirinya dan sekitarnya. c. Peserta didik dapat memecahkan berbagai masalah kesehatan sesuai dengan keadaan lingkungan mereka berada. 2) Pendidikan keterampilan hidup sehat 1.

a. Peserta didik dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan cara hidup sehat b. Peserta didik dapat mengembangkan pengetahuan kesehatan c. Peserta didik memiliki rasa tanggung jawab kesehatan pribadi, lingkungan, dan masyarakat.

A. Konsep Hidup Sehat


Sehat merupakan tunggul dari arti sebuah kehidupan. Setiap insane menghendaki untuk bias hidup panjang dalam keadaan sehat. Orang yang sehat berarti orang yang memiliki segalanya seperti sebuah pepatah mengatakan, he who has health, has hope, and he who has hope, has every thing. Pepatah ini memberimakna bahwa sehat atau hidup sehat itu merupakan hal yang lebih banyak manfaatnya daripada memiliki hal lain. Kesehatan merupakan hal yang tidak terhingga harganya. Apa saja, dimana saja, dan kapan saja asal sehat tentu akan dapat dicapai. Pada dasarnya persoalan kesehatan lebih condong pada masalah perilaku manusia termasuk sikap dan kebiasaan sehari-hari. Terutama pada bagian hal yang mempengaruhinya. Misalnya, kebiasaan makan dan minum, istirahat, bekerja, bergaul, dsb.

1. Sehat dilihat dari segi proses


Sehat dari segi proses merupakan keadaan kualitas hidup yang berlangsung secara terus-menerus dan berkelanjutan selama hidup dalam lingkungannya yang bersifat ekologi. Proses ekologi meliputi semua aspek kehidupan manusia seperti aspek keadaan lingkungan fisik (tataruang, udara, dan air), emosi spiritual, sosial dan budaya. Hal ini sangat dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain: a. Sehat bersifat individu, setiap orang lahir dengan ciri dan keadaan khusus dirinya yang berasal dari keturunannya dan sangat beraneka ragam keadaannya. b. Sehat bersifat mudah berubah, tergantung pada hail interaksi dirinya dengan berbagai factor lain dan pengalaman dalam lingkungannya. c. Sehat tergantung pada keadaan perwujudan diri sendiri dalam membuat keputusan untuk mempertahankan status kesehatannya. d. Sehat member arti bagi kehidupan diri seseorang secara efektif, sehingga ia dapat hidup lebih efisien. Dengan demikian sehat merupakan fenomena yang rumpil meliputi unsure fisiologi, sosiologi, dan spiritual. Hubungan yang seimbang antara aspek-aspek tersebut senantiasa harus dipertahankan selama hidup dengan berbagai cara yang bermanfaat bagi dirinya. Untuk lebih memahami akan kesetalian antara keempat unsur tersebut, dapat anda lihat pada gambar 1 di bawah ini.

PSIKOLOGI Kebutuhan fisik dan 1.

SOSIOLOGI Manusia dan

Kebutuha emosi

lingkungan

SPIRITUAL Nilai dan norma

FISIOLOGI Susunan dan fungsi Organism; Baik atau sakit

Gambar 3 Model Konsep Hidup Sehat dari Segi Proses

2. Sehat dilihat dari Segi Tujuan


Berdasarkan pada tujuan, semua orang ingin sehat secara optimum. Ini berarti ia ingin mencapai status kesehatan pada tingkat sehat paripurna atau optimal well being. Kesehatan optimum dapat dicapai dengan cara bertahap seperti yang terlihat pada gambar 2 berikut ini. Optimal well being Sehat status Sehat rata-rata Sedikit sakit Sakit parah Mati 1.

Gambar 4 Tingkat Keadaan Kesehatan Seseorang Pola hidup ini umumnya meliputi beberapa aspek kehidupan yang berkembang sesuai dengan pertumbuhan jasmani dan rohaninya sejak usia muda sampai selama hidupnya. Keadaan tingkat pendidikan adalah pada system nilai dari masing-masing individu.

B. Kebugaran Jasmani Kaitannya dengan Kesehatan


Komponen-komponen kebugaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan diperlukan oleh anak usia sekolah dasaruntuk mempertahankan kesehatan, mengatasi stress lingkungan, dan melakukan aktivitas sehari-hari terutama untuk kegiatan belajar dan bermain. 1. Daya tahan tubuh dan paru (general endurance). Kita mengenal dua istilah daya tahan yaitu (cardio respiratory) dan daya tahan khusus (muscle endurance) yaitu yang relative lama. Daya tahan umum adalah kondisi tubuh yang mampu untuk bekerja dengan waktu yang lama tanpa tanpa mengalami kelelahan yang berlebiah setelah menyelesaikan pekerjaan tersebut. Latihan untuk meningkatkan daya tahan otot adalah, lompat kodok, jingkat dan hop. Latihan untuk meningkatkan daya tahan umum adalah fartlek, interval training dan interval running. Daya tahan jantung dan paru bagi masyarakat, terutama ditujukan untuk mempertahankan kemampuan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari seperti untuk bermain dan juga belajar. 2. Kekuatan otot (strength) factor yang sangat penting guna meningkatkan latihan kondisi fisik. Harsono, (1988) menjelaskan bahwa strength adalah kemampuan otot untuk membangkitkan tegangan terhadap sesuatu tahanan. Latihan untuk meningkatkan kekuatan adalah dengan latihan kontraksi isometik dan isotonic. Pada usia ini, latihan untuk meningkatkan kekuatan harus bersifat menyeluruh serta melibatkan alat grak pasif maupun aktif. 3. Daya tahan otot adalah kepasitas otot untuk melakukan kontraksi secara terus menerus pada tingkat intensitas sub maksimal. Daya tahan otot diperlukan untuk mempertahankan kegiatan yang sifatnya didomonasi oleh penggunaan otot atau kelompok otot. Seperti halnya pada komponen lain, daya tahan otot hanya diperlukan sebatas kebutuhan dalam melakukan aktivitas otot. 4. Fleksibilitas (kelentukan). Pengukuran fleksibilitas dalam latihan flexion (dimana sudut sikut semakin dekat dengan bahu), dan latihan extension (ketika sudut siku semakin jauh dengan badan itulah yang mempunyai fleksibilitas baik). (Berry L. Johonson, 1969). Bentukbentuk tes dalam fleksibilitas adalah:sit and reach teast, bridge up, shulder elevation, average ankle flexibility, front split, side split, dan trunk extension. Aspek yang diukur dalam fleksibiltes adalah pangkal paha, persedian panggul, otot hamstring, tulang belakang, kemampuan persendian bahu, persendian pergelangan kaki. Kemampuan yang cepat dan lincah dalam mengubah arah memerlukan kelentukan tubuh atau bagian tubuh yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Melakukan perubahan kecepatan dalam arah gerahan,dapat mengakibatkan regangan, otot yang terlalu kuat sehingga memungkinkan terjadinya cedera 1.

otot (muscle suprain) apabila kelentukan yang dimiliki rendah. Bagai manapun juga latihan untuk meningkatkan kelentukan tidak boleh berlebihan, karena dapat berpengaruh tidak baik dan bahkan merusak sikap tubuh itu sendiri. 5. Komposisi tubuh adalah susunan tubuh yang digambarkan sebagai dua komponen yaitu lemak dan masa tanpa lemak. Komposisi tubuh ini meliputi dua hal, yaitu indeks masa tubuh (IMT) dan persentase lemak tubuh. a. Indeks masa tubuh (IMT) adalah berat badan dalam kilogram dibagi dengan tinggi badan kuadrat dalam meter. IMT merupakan cara untuk menggambarkan berat badan dalam hubungannya dengan tinggi badan. Pengukuran tinggi badan dengan posisi berdiri tegak dilakukan pada masyarakat dengan postur tubuh normal. b. Persentase Lemak Tubuh yaitu perbandingan antara berat lemak tubuh dan berat badan yang diperoleh melalui rumus tertentu berdasarkan pengukuran ketebalan lemak dengan menggunakan alat skinfold caliper.

C. Latihan Jasmani dan Keterampilan


Latihan jasmani yang dilakukan seseorang dengan tujuan untuk membina dan mempertahankan status kesehatannya. Latihan jasmani ini disebut Olahraga. Latihan ini meliputi semua bagian gerak dalam tubuh, mulai gerak yang berhubungan dengan otot, persendian tulang, dan saraf. Komponen latihan jasmani yang dapat ditingkatkan kemampuannya dan mendukung terhadap kualitas kesehatan individu adalah sebagai berikut: 1. Kecepatan (speed) merupakan kemampuan berpindah dari satu tempat ketempat lain dalam waktu paling singkat. Harsono (1988) menjelaskan bahwa kecepatan adalah kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan yang sejenis secara berturut-turut dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. 2. Kecepatan reaksi (reaction time) adalah waktu yang dibutuhkan antara mulai adanya rangsang sampai terjadinya respon/gerakan. Reaksi akan menjadi demikian penting apabila dikaitkan dengan model-model permainan yang dilakukan anak. Oleh sebab itu, selain dari kelincahan dan koordinasi, komponen ini harus terus dilatihkan dan dikembangkan. 3. Power adalah gabungan antara kekuatan dan kecepatan atau pengerahan gaya ototmaksimum dangan kecepatan maksimum. Power merupakan perpaduan atau gabungan dari factor strength speed, (Harsono 1988). Tes yang umum digunakan dalam power adalah vertival jump, stending broad jump, two-ha nd medicine ball put, dan fertical arm full test. Masyarakat membutuhkan komponen tersebut untuk menunjukan kemampuannya kepada anak lainnya. 4. Kelincahan (Agility) adalah kemampuan untuk mengubah arah atau posisi tubuh dengan cepat dilakukan bersama-sama dengan gerakan lainnya. Kelincahan bagi anak menjadi ciri khas yang sesuai dengan kodratnya. Kelincahan dapat diprioritaskan dalam latihan bagi masyarakat untuk melatih kebugaran jasmaninya. 5. Keseimbangan (balance) merupakan kemampuan mempertahankan sikap dan posisi tubuh secara tepat pada saat berdiri atau pada saat melakukan gerakan. Kemampuan untuk mempertahankan ini dipengaruhi oleh factor visual, vestibular, dan propriosepsif. 6. Koordinasi (coordination) adalah kemampuan untuk melakukan gerak dengan cepat dan efisien. Kemampuan kordinatif menjadi dasar yang baik bagi kemampuan belajar yang

1.

bersifat sensorimotorik. Bermain pada masyarakat merupakan kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dan melalui bermain ini pula kemampuan koordinasi dapat ditingkatkan. 7. Ketepatan (Accuaracy) sebagai keterampilan motorik merupakan komponen kebugaran jasmani yang diperlukan dalam kegiatan sehari-hari masyarakat. Sejauh gerakan yang dilakukan masih dalam batas koordinasi relative sederhana, maka latihan ketepatan dapat diberikan kepada masyarakat.

D. Jenis Kegiatan Olahraga bagi Kesehatan


Jenis kegiatan olahraga sangat banyak jumlahnya, tidak terbatas dan tergantung pada semua kegiatan yang dilakukan selama hidup. Gerakan utama dalam kegiatan olahraga tersebut ditujukan pada latihan fungsi organ tubuh bagian dalam dan bagian luar agar tubuh memiliki daya tahan, lincah, dan kuat. Bentuk latihannya bias aerob atau anaerob 1. Latihan aerob: Lari, jogging, jalan kaki, gerak jalan, cross country, berenang, bersepeda, dsb. Latihan ini biasanya dilakukan dalam waktu lebih dari 2 menit. 2. Latihan anaerob: Latihan beban, kelentukan, kecepatan, kelincahan, dsb. Latihan ini biasanya dilakukan dalam waktu singkat antaea 0-2 menit. Kesimpulan yang dapat diambil dari paparan pada pembahasa adalah sebagai berikut: Perubahan perilaku yang menjadi sasaran utama perlunya pendidikan kesehatan dan keterampilan hidup sehat di sekolah. Dalam menentukan ruang lingkup (scope) pembelajaran hendaknya tidak terlalu mengungkapkan konsep yang terlalu melebar, namun lebih banyak ditekankan pada penerapan. Jumlah pertemuan sebaiknya lebih banyak agar prinsip pengulangan dapat membentuk prilaku hidup sehat pada anak didik. Berikan penilaian yang sesuai dengan masa pertumbuhan dan perkembangan anak didik. Materi yang perlu disajikan tidak hanya pendidikan kesehatan namun yang lebih penting adalah keterampilan hidup sehat.

E. Landasan Filosofis Sehat dan Bugar


Sehat dan bugar merupakan kebutuhan dasar bagi manusia. Untuk meraihnya diperlukan aktivitas fisik yang menyenangkan dan dalam jangka waktu panjang. Disekolah program itu sudah tersusun secara cermat dalam bentuk kurikulum pendidikan jasmani. Peluang dan kendala dalam implementasikurikulum seringkali guru hadapi terutama dalam hal kemampuan individu siswa, fasilitas yang tersedia dan aktivitas, serta budaya. Pedoman menuju sehat dan bugar dapat juga dijadikan sebuah model kurikulum. Peserta didik mampu menginterpensikan sekor-sekor dan menggunakan hasil tes itu untuk mengembangkan program kebugaran jasmani. Parameter menjadi hal penting dalam menentukan tingkat bugar dan sehat anak didik. Ada tiga parameter yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat bugar dan sehat, yaitu: (1) Parameter kebugaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan sebagai berikut: daya tahan kardiorespiratori, kekuatan otot, daya tahan otot, kelentukan, dan komposisi tibuh. (2) 1.

Parameter kebugaran jasmani yang berhubungan dengan motorik adalah: keseimbangan, daya ledak (power), kecepatan, kelincahan, kecepatan reaksi, dan ketepatan, dan (3) Parameter kebugaran jasmani yang berhubungan dengan sehat paripurna (Wellness). Artinya rangkaian dari fungsi kesehatan

BAB 4 KAJIAN FILSAFAT PENDIDIKAN REKREASI


Ada banyak konsep filosofis yang berpengaruh terhadap pengalaman dan waktu luang, rekreasi dan bermain. Istilah waktu luang telah dikonseptualisasikan dalam tiga kontek dasar: waktu, aktivitas atau keadaan pikiran. Secara bersamaan konseptualisasi rekreasi pun sering bervariasi. Waktu luang memberikan satu kesempatan/peluang bagi keduanya, reaksi dan bermain. Pendapat Richard Kraus bahwa, rekreasi sebagai aktivitas melanjutkan pendidikan waktu luang, agama, kegiatan sosial melayani masyarakat.,, Waktu luang tidak selalu dikaitkan dengan rekreasi. Contoh, kita membicarakan tentang berjalan tergesa-gesa disekitar rumah atau kita mengejar bis dengan tergesa-gesa, hal ini mungkin rekreasi, tetapi bukan waktu luang. Banyak aktivitas bermain yang tidak menunjukan sebagai bentuk prilaku waktu luang seperti kompetisi, eksplorasi, sindiran atau berpura-pura. Kraus menyarankan bahwa rekreasi dilihat sebagai bentuk aktivitas manusia dan pengalaman, walaupun tampak seperti bermain. Rekreasi pada umumnya dianggap sebagai yang dicapai dan aktivitas yang kontruktif sementara bermain mencakup ruang lingkup yang luas dari berbagai kemungkinan, dari kreativitas yang tinggi dan prilaku peningkatan diri kearah aktivitas negative dan merugikan diri.

A. Konsep Waktu Luang


Ada banyak ponsep waktu luang (waktu senggang) yang berhasil dalam sebuah masyarakat modern. Sedangkan fenomena dari waktu senggang ini terus berlanjut kearah perubahan tiada henti, penjelasan dan konsep oleh sebagian besar teoritis yang mengakibatkan banyak konsistensi dan penggunaan komponen yang sama. Uraian mengenai waktu luang secara umum dapat dibagi menjadi empat kategori, yaitu: 1. Waktu senggang sebagai wewenang tertinggi terhadap keterlibatan budaya dan intelektual yang tinggi; sebuah pernyataan pikiran atau tibuh. 2. Waktu senggang sebagai aktivitas, biasanya dikualifikasikan sebagai aktivitas non kerja. 3. Waktu senggang sebagai waktu bebas, waktu untuk memilih dengan bebas menentukan sesuatu, waktu untuk memilih. Kata waktu luang berubah menjadi ungkapan bebas dan keduanya itu kini hamper dapat berubah satu sama lain.

1.

4. Waktu luang dari sudut pandang seseorang holistis, yang menyatukan tiga pandangan lainnya dan memasukan aspek aktivitas, sikap dan keadaan. Hal itu tampak tidak hanya sekedar aktivitas tetapi meliputi juga waktu dan sikap terhadap aktivitas non kerja tertentu. Pandangan holistic melibatkan studi dari semua aspek dari pengalaman seseorang sebagai mana beragamnya orang-orang. Christopher Edginton, David Camton dan Carole Hanson menjelaskan bahwa: Mengkonsep kebutuhan individu dengan cara mempertimbangkan semua aspek, seorang ahli dapat lebih mengerti dan menemukan kebutuhan individu. Dengan demikian hal ini menjadi sangat sulit untuk mengklasifikasikan waktu senggang semata-mata sebagai waktu yang dilewatkan dalam pencarian dari nilai social konstruktif yang diinginkan. Mungkin akan lebih realitas untuk menyatakan bahwa waktu senggang merupakan seluruh waktu luang dan menjadi dasar kebebasan untuk memilih.

B. Pandangan Klasik Mengenai Waktu Luang


sebagai kondisi aktivitas yang dibentuk untuk kepentingannya. Berlawanan dengan bekerja atau tindakan yang syarat dengan tujuan, waktu luang meliputi pencarian seni, debat politis, diskusi filosofis dan pembelajaran pada umumnya. Bangsa Athena berpendapat bahwa waktu senggang sebagai nilai hidup yang paling tinggi dan bekerja sebagai nilai yang paling randah. Waktu senggang merupakan pernyataan yang ideal dari kebebasan dan kesempatan untuk pencerahan spiritual dan intelektual. Betapa berartinya pandangan klasik mengenai waktu senggang saat ini. Dalam masyarakat modern, waktu luang tidak dapat dijadikan sebagai perlakuan khusus yang disediakan untuk kaum minoritas. Keberadaannya berdampingan dengan aktivitas bekerja yang dihormati di masyarakat kita juga mempunyai hubungan yang sangat berarti dengan bekerja. Karena bekerja menjadi bagian yang tidak terpisahkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Waktu luang bagi masyarakat modern menjadi satu kebutuhan pokok, karena memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kebahagiaan hidup yang menjadi tujuan hakiki dalam hidup manusia.

C. Waktu Luang dan Bekerja


Waktu senggang secara awam tampak sebagai waktu luang dari pekerjaan. Menurut etika antara waktu senggang dan rekreasi dapat dibenarkan hanya jika mereka berfungsi membantu memulihkan seseorang untuk kembali bekerja. Jika dapat diterima, seseorang mungkin kemudian bertanya, siapa yang tidak bekerja? Jawabann Jawabannya menyangkut beberapa golongan orang yang sangat kaya, anak muda, pensiunan, pengangguran, narapidana, orang sakit dan cacat jasmani. . Aktivitas dimana terdapat satu tingkatan bahwa tujuan dianggap sebagai semi waktu senggang. Ada beberapa pihak yang menggunakan kata waktu luang yang tidak jelas dengan menyokong keberhasilan bekerja, seperti membaca buku dan artikel, menghadiri sekolah malam dan bergabung dalam klub demi nilainya dalam pembuatan kotak bisnis ataupun promo penjualan. Sebastian de Grazia menunjukan bahwa tidak ada dari aktivitas semi waktu luang ini yang harus dianggap sebagai kesenangan hakiki. Semua pandangan yang lebih dari pandangan de Grazia menyatakan bahwa, banyak bentuk dari aktivitas semacam ini seperti pergi ke 1.

Mesjid, Greja, bercinta, membaca Koran, kunjungan relasi mungkin dapat diterangkan bahwa keduanya sebagai pengguna waktu luang dan sebagai aktivitas waktu senggang.

D. Apakah itu Rekreasi?


Tidak seorangpun yang dapat memberi label rekreasi pada pengalaman atau aktivitas yang ia alami. Raynal Carlson, Janet Macklean dan James Peterson menjelaskan bahwa Rekreasi bagi sebagian individu kurang memuaskan di hari yang berbeda, dengan individu yang berbeda pula atau bahkan dalam keadaan yang berbeda. Secara awam rekreasi dipandang sebagai salah satu aktivitas yang dilakukan saat waktu luan, terutama untuk rekreasi dan perbaharuan diri untuk pekerjaan selanjutnya. Tentu saja rekreasi adalah pekerjaan hidup. Rekreasi adalah beberapa pengalaman waktu senggang yang dapat dinikmati dimana partisipannya secara sukarela telibat dalam menerima keputusan sesaat. Beberapa pengarang menyarankan agar kami tidak selalu berpikir bahwarekreasi adalah aktivitas. Rekreasi adalah respon terhadap pengalaman estetik, prestasi. Tidak bergantung kepada aktivitas, waktu senggang ataupun penerimaan social.

1. Definisi Rekreasi
Istilah rekreasi berasal dari bahasa latin rekreatio yang berarti menyegarkan kembali atau memulihkan kembali. Rekreasi merupakan aktivitas yang bermanfaat dimana partisipan secara sukarela terlibat didalamnya dan mendapatkan kesenangan juga kepuasan. Definisi modern tentang rekreasi termasuk dalam salahsatu dari ketiga kategori: a. Suatu aktivitas dilakukan dibawah kondisi tertentu atau dengan motivasi tertentu. b. Suatu proses atau pernyataan menjadi sesuatu yang terjadi dalam diri manusia sementara terlibat dalam berbagai aktivitas tertentu dengan setumpuk harapan yang ada. c. Suatu instuisi social, bagian dari ilmu pengetahuan atau bidang professional. Kini, rekreasi memberikan banyak peluang bagi orang-orang dalam industry rekreasi. Dengan demikian rekreasi menjadi bagian lebih dari sekedar konsep atau bentuk aktivitas. Jadi, rekreasi merupakan sebuah istilah yang lebih popular daripada waktu luang. Adapun pandangan kontemporer (saat ini) Rekreasi itu merupakan aktivitas pengisian waktu luang yang dilakukan secara individu atau klompok tanpa paksaan dengan melibatkan unsur fisik, fisikis, emosional, dan social yang mengandung sifat sebagai pemulihan kembali keadaan yang ditimbulkan akibat aktivitas rutin.

1) Teori relaksasi Bermain dapat menimbulkan rasa gembira. Bermain dapat dilakukan pada waktu luang. Bermain dapat memberikan kepuasan. Bermain dapat menghilangkan ketegangan (stress) 2) Teori rekreasi Bermain sebagai penyegaran dari rasa penat. Bermain sebagai upaya untuk mengembalikan daya cipta. 1.

Bermain sebagai perubahan alamiah dari aktivitas kerja. 3) Teori Ekspresi Diri Bermain menjadi alat pendorong untuk maju. Bermain menjadi media exspresi diri.

2. Kerakteristik Rekreasi
Apa yang manusia lakukan selama waktuluangnya telah berubah selama bertaun-taun. Di Indonesia maksud dan tujuan orang berekreasi masih belum memiliki bentuk yang permanen. Karena kegiatan rekreasi sangat dipengaruhi oleh kemajuan ekonomi suatu bangsa. Menurut para pakar kerekreasian kerakteristik rekreasi terdiri dari Sembilan unsur sebagai berikut: a. Melibatkan aktivitas Rekreasi memiliki ragam aktivitas. Bermain tenis, sepak bola, jogging merupakan contoh aktivitas rekreasi secara fisik. b. Tidak Memiliki Bentuk yang Permanen Sulitnya menentukan bentuk rekreasi yang permanen ini dikarnakan setiap individu memiliki keinginan yang berbeda. c. Dilakukan pada Waktu Luang Setiap orang dapat dengan bebasnya melakukan sesuatu yang diingininya. d. Sukarela Rekreasi dapat dilakukan secara bebas dari hal-hal yang memaksa. Namun kebebasan memilih aktivitas yang disukai harus lebih diprioritaskan. e. Adanya Motivasi Rekreasi dilakukan karena terdorong oleh motif. Motif ini memiliki bentuk dan macam aktivitas yang diinginkan. Motiasi itu bisa bersifat internal atau eksternal. f. Dilakukan Secara Sungguh-Sungguh Rekreasi yang dilakukanan harus memiliki tujuan. Sehingga saat melakukannya diperlukan kesungguhan dari pelakunya. Jadi, kesungguhan yang menjadi ciri khas itu pula yang bias mendatangkan kepuasan. g. Fleksibel Dapat di artikan tidak terikat sesuatu. Tidak di batasi oleh tempat atau macam kegiatannya. h. Universal Bahwa rekreasi dapat dilakukan oleh siapa saja mulai dari level anak, remaja , orang tua dan wanitaa. i. Memberi manfaat positif Adanya tujuan dalam kegiatan rekreasi dan dapat mendatangkan manfaat positif bagi pelakunya.

E. Nilai nilai Rekreasi


Dalam Rekreasi dapat digali berbagai potensi yang dapat memberi nilai- nilai positif bagi pembentukan personality individu antara lain : a. Fisik, aktivitas ini berpotensi memberikan kontribusi berupa nilai- nilai positif seperti pertumbuhan fisik, kesegaran jasmani, rehabilitasi, pengembangan skill, rileksasi, koordinasi dan mengurangi ketegangan. 1.

b. Psikis, potensi ini cenderung dilakukan secara personal seperti mendengarkan musik. Hasil yang diperoleh biasanya dalam bentuk keriangan, kenikmatan, kesenangan, kegembiraan, kepuasan dan kebahagiaan. c. Emosional, emosi merupakan penggerak munculnya ketidak seimbangan pada manusia. Untuk mengendalikannya dapat melakukan rekreasi. d. Sosial, banyak potensi yang dapat dikembangkan dalam aspek social seperti keakraban, kesetiakawanan, kebersamaan, komunikasi, persahabatan, dan memberikan perhatian kepada sesama. e. Intelektual, peluang untuk memperluas pengetahuan dan skill dalam rekreasi sangat tidak terbatas. f. Spiritual, jarang diperhatikan dalam aspek spiritual. Adapun aktivitas yang sering individu atau kelompok lakukan berupa ziarah, mendaki gunung, dan sebagainya.

F. Hubungan Rekreasi dan bidang lainnya


1. Pendidikan, Tujuan rekreasi dan pendidikan adalah sama,tujuan penelitian ilmiah ini adalah untuk mengembangkan progam rekreasi berdasarkan pada kebutuhan dan minat yang diidentifikasi. 2. Pekerjaan, pandangan umum adalah bahwa aktifitas bukan rekreasi jika lingkungannya menghasilkan uang dan prestise. Rekreasi dan bekerja, bersama-sama menciptakan kesempurnaan. 3. Pendidikan jasmani, Rekreasi dan pendidikan jasmani saling melengkapi, tetapi tidak serupa. 4. Kelompok kerja, Kelompok kerja dan rekreasi tidak sama. Bagaimanapun, partisipasi dalam aktivitas rekreasi kelompok mungkin menjadi satu metode dalam pencapaian tujuan yang diinginkan. 5. Pendidikan dewasa, Tujuan, organisasi dan metode dari profesi pendidikan dewasa sebenarnya lebih mirip dengan rekreasi.

G. Hakekat Bermain
Istilah bermain pada umumnya dianggap sebagai aktivitas yang dilakukan dengan waktu senggang untuk tujuan kesenangan, kepuasan dan rekreasi diri. 1. Unsur bermain dalam Budaya, Bermain dianggap sebagai pengaruh penting masyarakat dalam kehidupan sosialnya. 2. Bermain dan Rekreasi, Banyak teori yang diuji dalam bermain dan rekreasi a. Teori klasik merupakan pengetahuan terbaik dari teori bermain dalam bentuk pengenalan. b. Teori surplus energy menurut teori ini bermain merupakan ekspresi dari jiwa binatang individu dianggap dengan berotot, tidak bias tenang. c. Teori insting, bermain disebabkan oleh insting untuk memancarkan tindakan lucu. Menurut teori insting bermain dapat menyiapkan seseorang untuk hidup dewasa. d. Teori Rekapitulasi, bermain disebabkan oleh pemain yang merekapitulasi sejarah perkembangan species selama perkembangannya. e. Teori Relaksasi, berdasarkan teori ini bermain melepaskan stress dan ketegangan seseorang. 1.

3. Teori baru tenteng bermain Banyak penjelasan tambahan dari bermain ini yang diperkenalkan setelah pergantian abad. Adapun teori-teorinya antara lain : a. Teori kompensasi. Teori ini dikritik karena tampak seperti mengabaikan permainan anak- anak pra sekolah lagi pula berasumsi bahwa kerja adalah merusakan. b. Teori Kataris. ( Kelegaan emosional setelah mengalami ketegangan ) teori ini menyarankan bahwa bermain disebabkan sebagian oleh kebutuhan untuk mengekspresikan emosi yang kacau dalam satu cara aman dengan mentransfer mereka kearah kegiatan yang bersangsi social. c. Teori Generalisasi. Menurut teori ini bermain di sebabkan karena pemain menggunakan pengalaman yang menghargai kerjanya. d. Teori Psikoalitik. Bermain disebabkan sebagian pemain yang mengulangi suatu format suka bermain beberapa pengalaman tak menyenangkan. e. Teori Developmentalis. Bermain diakibatkan oleh cara dimana pemikiran seorang anak berkembang. f. Teori pembelajaran. Bermain disebabkan karena proses normal yang menghasilkan pembelajaran. g. Teori Rekreasi. Ditinjau dari perubahan alamiah bermain merupaka aktivitas yang menyegarkan, mengisi dan menyimpan kembali energy. h. Teori Ekspresi diri. Bermain sebagai hasil pengendalian ekspresi diri. Manusia dianggap sebagai seorang yang aktif, makhluk yang dinamis, dengan satu kebutuhan untuk menemukan penyaluran untuk energinya, untuk menggunakan kemampuannya dan untuk mengekspresikan kepribadiannya. i. Teori familiaritas. Setiap individu cenderung untuk memilih penyaluran kesenangan kepada suatu hal yang bersifat familiar terhadap mereka, sama sekali tidak beresiko dan lebih memberi kesempatan untuk sukses. j. Teori keseimbangan. Keseimbangan dapat berupa fisik, psikologis atau social. k. Teori bermain. Ada dua teori bermain modern : kompetensi bermain dan adanya permainan. l. Teori pencarian gerak. Bermain merupakan suatu tingkatan perilaku yang difokuskan dengan meningkatkan perilaku makhluk hidup. m. Teori motivasi kompetensi. Bermain disebabkan karena adanya kebutuhan untuk menghasilkan pengaruh dalam lingkungan.

Soal Bab 4
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Sebutkan pengertian tentang teori relaksasi ? Sebutkan lima unsur kerakteristik rekreasi ? Potensi positive apa yang dapat digali lewat rekreasi ? Apa hubungan rekreasi dengan bidang lainnya ? Sebutkan tiga jenis teori bermain yang baru ? Apa pendapat Richard Kraus tentang rekreasi ? Sebutkan salah satu uraian mengenai waktu luang secara umum ? Apa pendapat bangsa Athena terhadap waktu senggang ? 1.

9. Apa yang dimaksud dengan rekreasi ? 10. Sebutkan salah satu kategori definisi modern tentang rekreasi?

JAWABAN
1. Bermain dapat menimbulkan rasa gembira, dapat dilakukan pada waktu luang, dan dapat menghilangkan ketegangan (stress) 2. (a)melibatkan aktivitas (b)tidak memiliki bentuk yang permanen (c)dilakukan pada waktuluang (d)sukarela (e)adanya motivasi 3. emosional, emosi merupakan penggerak munculnya ketidak seimbangan pada manusia. Untuk mengendalikannya dapat melakukan rekreasi 4. kelompok kerja, kelompok kerja dengan rekreasi tidaksama. Bagaimanapun partisipasi dalam aktivitas rekreasi kelompok mungkin menjadi satu metode dalam pencapaian tujuan yang diinginkan 5. (a)teori kompensasi (b)teori kataris (c)teori generalisasi 6. Rekreasi sebagai aktifitas melanjutkan pendidikan waktuluang, agama, kegiatan social melayani masyarakat 7. Waktu senggang sebagai wewenang tertinggi terhadap keterlibatan budaya dan intelektual yang tingi; sebuah pernyataan pikiran atau tubuh 8. Bahwa waktu senggang sebagai nilai hidup yang paling tinggi dan bekerja sebagai nilai yang paling rendah 9. Rekreasi adalah beberapa pengalaman waktu senggang yang dapat dinikmati dimana partisipannya secara sukarela terlibat dalam menerima keputusan sesaat 10. Suatu aktivitas yang dilakukan dibawah kondisi tertentu atau dengan motivasi tertentu

BAB 5 IMPLIKASI FILSAFAT DALAM PENDIDIKAN JASMANI, KESEHATAN DAN REKRESI


Ada empat aliran filsafat yang dapat di jadikan landasan dalam keilmuan pendidikan jasmani, kesehatan dan rekreasi, yaitu : 1.

A.

Aliran Naturalis
1. Ontologi Bahwa dalam pendidikan jasmani, kesehatan dan rekreasi menurut faham naturalis memberikan implikasi terhadap pembentukan kualitas hidup secara individu secara alami. Hal ini dapat dikaji dari beberapa pendekatan sebagai berikut : a. Pendekatan metafisika dimana segala sesuatu yang berada diluar jangkauan pikiran manusia. b. Asumsi dimana manusia memberikan perkiraan mengenai kegiatan pendidikan jasmani, kesehatan dan rekreasi macam apa yang sudah diketahuinya berdasarkan pengujian. c. Peluang dimana memberikan kemungkinan akan sesuatu untuk terjadi. 2. Epistimologi Terdapat dua tujuan yang ingin diraih oleh paham naturalis, yaitu a. Tujuan jangka panjang adalah untuk memperoleh pengalaman yang sebanyakbanyaknya dan untuk mendapatkan kejelasan diri. b. Tujuan jangka pendek adalah kembali kea lam dimana manusia menyukai pemandangan yang indah. 3. Aksiologi Menurut paham naturalis pendidikan jasmani, kesehatan dan rekreasi ini diharapkan dapat menangani berbagai persoalan hidup manusia seperti menghilangkan stress, mencari pengalaman baru, bisnis, adaptasi, dan pemenuhan kebutuhan.

B.

Aliran Eksperimentalis
1. Ontologi Menurut cabang ontologi, aliran eksperimentalis sering dikatakan bahwa aliran ini tidak tertarik dengan kajian dunia secara umum. 2. Epistimologi Para ahli filsafat eksperimentalis menjelaskan bahwa fungsi pikiran (mind) adalah untuk memberikan manusia lebih fleksibeldalam mengadaptasi dirinyaterhadap dunianya. 3. Aksiologi Menurut paham eksperimentalis pendidikan jasmani, kesehatan dan rekreasi ini diharapkan dapat menjadi program yang mampu mendukung terwujudnya system nilai yang menjadi kepemilikan bagi setiap individu manusia.

D. Aliran Realis
1. Ontologi Menurut aliran realis bahwa dunia hanya apa yang Nampak atau terlihat oleh kasat mata dan dunia berada dengan sendirinya. 2. Epistimologi 1.

Ada dua kajian epistimologi mengenai realis, yaitu : bagaimana pengetahuan diperlukan oleh manusia dan tujuan dari ilmu pengetahuan adalah membangun kesadaran akan tujuan sebagai sebuah realita. Kesimpulan dari aliran realis adalah untuk mengetahui segala sesuatu. 3. Aksiologi Pendidikan jasmani, kesehatan dan rekreasi adalah bahwa manusia mengembangkan kebiasaan dan keterampilan akan melibatkan ilmu pengetahuan, dengan menggunakan ilmu pengetahuan tersebut secara praktis akan dapat memenuhi segala persoalan kehidupannya dan dengan mewujudkan kepuasan hidupnya.

E. Aliran Idealis
1. Ontologi Menurut para ahli filsafat idealis bahwa manusia tidak hanya sekedar jiwa dan raga tetapi juga kehidupan secara sosila. An juga mewujudkan eksistansi diri dengan melakukan berbagai aktivitas jasmani, rohani dan social secara utuh yang memberikan implikasi positif dalam mendorong individu untuk mewujudkan tujuannya dalam kehidupan. 2. Epistimologi Paradigma aliran idealis melihat bagaimana kegiatan pendidikan jasmani, kesehatan dan rekreasi didasarkan pada ideology suatu bangsa atau berdasarkan norma-norma agama yang menjadi keyakinannya. 3. Aksiologi Aliran idealis menyimpulkan bahwa pendidikan jasmani, kesehatan dan rekreasi merupakan aktivitas untuk membantu individu dalam mengembangkan kehidupan yang lebih baik.

A. Soal Bab 1
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pembahasan apa yang ada dalam epistimologi ? Sebutkan salah satu sarana berfikir ilmiah manusia? Jelaskan ? Apa yang dimaksud dengan Ilmu dan Kebudayaan ? Untuk mewujudkan masyarakat sejahtera diperlukan kebijakan yang mendasar yaitu ? Apa tantangan yang paling utama dalam pendidikan ? Apa makna filsafat secara harfiyah ? Apa manfaat filsafat ilmu bagi kehidupan ? Apa yang dimaksud dengan revolusi sains (ilmu) dalam filsafat ? Ada berapa cabang filsafat yang menjadi fondasi dalam menetapkan sebuah keilmuan?apa saja? 10. Sebutkan salasatu asumsi pokok mengenai objek empiris dalam pandangan ontology ?

1.

1. 2.

3.

4.

5. 6. 7. 8. 9. 10.

JAWABAN Epistimologi membahas secara mendalam mengenai proses yang terlihat dalam usaha kita untuk memperoleh pengetahuan Bahasa; bahasa adalah alat yang digunakan manusia untuk ber komunikasi secara verbal dan mengenai lambing. Dengan adanya bahasa maka manusia hidup dalam dunianyata dan simbolik Ilmu dapat diartikan sebagai semua pengetahuan yang terhimpun lewat metode keilmuan. Kebudayaan dimaknai sebagai keseluruhan yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat serta kemampuan dan kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat Penyediaan proses pendidikan yang memadai bagi seluruh warga. Pendidikan mampu melahirkan generasi penerus yang berkepribadian dan memiliki budaya luhur sebagai implikasi dari transformasi kebudayaan di sekolah maupun di luar sekolah Yaitu perencanaan bersama untuk membangun sebuah koalisi kerja efektif dari berbagai kelompok perencana yang memiliki kemampuan pada bidang khusus Cinta kebijakan Membangun sikap untuk tidak sombong, takabur, dan selalu rendah hati serta menyadari akan segala keterbatasan dan kekurangan sebagai manusia lemah Adalah proses menjebol tatanan lama sampai keakar-akarnya, kemudian mengganti dengan tatananbaru Cabang filsafat ada 4 yaitu; ontology, epistimologi ,logika, danaksiologi. Menganggap objek-objek tertentu mempunyai keserupaan satu sama lain, umpamanya dalam hal bentuk, struktur, sifat, dan sebagainya

B. Soal Bab 2
1. Apa yang harus dilakukan guru pendidikan jasmani agar siswa dapat mengikuti dengan senang? 2. Apa yang menyebabkan terhambatnya proses mengajar pendidikan penjas di sekolah? 3. Apa yang harus di lakukan oleh guru agar peserta didik focus saat proses belajar mengajar berlangsung ? 4. Didalam proses belajar mengajar motivasi terbagi berapa bagian ?apasaja ? 5. Apa yang dimaksud dengan aktivitas jasmani? 6. Apa tujuan pendidikan jasmani ? 7. Mengapa kegiatan jasmani dapat dilihat sebagai sebuah lingkungan social yang sangat luar biasa ? 8. Apa pendapat Mosston dan Asworth 1994 tentang proses belajar mengajar ? 9. Apa manfaat program olahraga antar sekolah ? 10. Apa ma nfaat pendidikan jasmani pada tataran individu ?

1.

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

JAWABAN Guru harus pintar-pintar memodifikasi mata pelajarannya supaya proses belajar bisa lebih menyenangkan Fasilitas pembelajaran penjas yang ada di sekolah menjadi kendala serius dalam pelaksanaan pembelajaran penjas Disamping harus selalum emperhatikan perkembangan peserta didik, guru juga harus selalu memotivasi peserta didik karena hal ini sangat penting dalam proses pembelajaran Motivasi terbagi dua bagian yaitu: motivasi intrinsic dan motivasi ektrinsik Kegiatan pelaku gerak untuk meningkatkan keterampilan motoric dan nilai-nilai fungsional yang mencakup aspek kognitif, afektif dan social Membentuk gerak, pembentukan prestasi, pembentukan social, dan pertumbuhan Sebab kegiatan olah raga mempunyai beberapa krakteristik yang berguna yang dapat digunakan sebagai instrument pendidikan Salah satu prinsip penting dalam pendidikan jasmani adalah partisi pasi peserta didik secara penuh dan merata program olahraga antar sekolah sering menjembatani kesenjangan antara sekolah dan masyarakat di sekitar sekolah pendidikan jasmani dapat mengembangkan pola hidup sehat, mengurangi tekanan atau stress, meningkatkan kinerja, meningkatkan daya saing dan membentuk sikap dan prilaku yang pro social

Soal Bab 3
1. 2. 3. 4. 5. 6. Apa yang di sebut dengan ketepatan ? Jenis olah raga apasaja yang termasuk latihan aerob ? Sebutkan contoh-contoh parameter kebugaran jasmani yang berhubungan dengan motoric ? Jenis olahraga apasaja yang termasuk latihan anaerob ? Materi apa yang dapat dikembangkan terhadap siswa SD, hingga SLTA secara umum ? Sebutkan salah satu tujuan yang dapat ditentukan dalam pembelajaran pendidikan kesehatan dan keterampilan di sakolah?jelaskan ! 7. Faktor apakah yang mempengaruhi proses ekologi yang meliputi semua aspek kehidupan manusia ? 8. Sebutkan komponen-komponen kebugaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan ? Apa yang dimaksud dengan komposisi tubuh ? 9. Sebutkan salah satu komponen latihan jasmani yang dapat ditingkatkan kemampuannya ?jelaskan..! 10. Sebutkan salah satu komponen latihan jasmani yang dapat ditingkatkan kemampuannya ?jelaskan..!

1.

JAWABAN 1. Yaitu keterampilan motoric yang merupakan komponen kesehatan jasmani yang diperlukan dalam kegiatan sehari-hari masyarakat 2. Yaitu lari, jogging, jalan kaki, gerakjalan, cross country, berenang, bersepeda, dsb 3. Keseimbangan, daya ledak (power), kecepatan, kelincahan, kecepatan reaksi dan ketepatan 4. Latihan beban, kelentukan, kecepatan dan kelincahan 5. Yaitu keterampilan hidup sehat, masalah kesehatan dan berbagai usaha pencegahannya melalui proses pembelajaran, perubahan perilaku untuk membudidayakan hidup sehat di sekolah maupun di luar sekolah 6. Tujuan umum; yaitu pendidikan keterampilan hidup sehat diharapkan mampu menumbuhkan sikap dan terampil dalam melaksanakan hidup sehat baik fisik, mental, social, emosional, dan spiritual 7. Faktor sehat yang bersifat individu, setiap orang lahir dengan ciri dan keadaan khusus dirinya yang berasal dari keturunannya, dan sangat beranekaragam keperluannya 8. Yaitu dayatahan tubuh dan paru (general endurance) dan daya tahan khusus (muscle endurance) 9. Adalah susunan tubuh yang digambarkan sebagai dua komponen yaitu lemak dan masa tanpa lemak 10. Kecepatan (speed), merupakan kemampuan berpindah dari satu tempat ketempat lain dalam waktu paling singkat

Soal Bab 4
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Sebutkan pengertian tentang teori relaksasi ? Sebutkan lima unsur kerakteristik rekreasi ? Potensi positive apa yang dapat digali lewat rekreasi ? Apa hubungan rekreasi dengan bidang lainnya ? Sebutkan tiga jenis teori bermain yang baru ? Apa pendapat Richard Kraus tentang rekreasi ? Sebutkan salah satu uraian mengenai waktu luang secara umum ? Apa pendapat bangsa Athena terhadap waktu senggang ? Apa yang dimaksud dengan rekreasi ? Sebutkan salah satu kategori definisi modern tentang rekreasi?

JAWABAN
11. Bermain dapat menimbulkan rasa gembira, dapat dilakukan pada waktu luang, dan dapat menghilangkan ketegangan (stress) 12. (a)melibatkan aktivitas (b)tidak memiliki bentuk yang permanen (c)dilakukan pada waktuluang (d)sukarela (e)adanya motivasi 13. emosional, emosi merupakan penggerak munculnya ketidak seimbangan pada manusia. Untuk mengendalikannya dapat melakukan rekreasi 14. kelompok kerja, kelompok kerja dengan rekreasi tidaksama. Bagaimanapun partisipasi dalam aktivitas rekreasi kelompok mungkin menjadi satu metode dalam pencapaian tujuan yang diinginkan 15. (a)teori kompensasi (b)teori kataris (c)teori generalisasi

1.

16. Rekreasi sebagai aktifitas melanjutkan pendidikan waktuluang, agama, kegiatan social melayani masyarakat 17. Waktu senggang sebagai wewenang tertinggi terhadap keterlibatan budaya dan intelektual yang tingi; sebuah pernyataan pikiran atau tubuh 18. Bahwa waktu senggang sebagai nilai hidup yang paling tinggi dan bekerja sebagai nilai yang paling rendah 19. Rekreasi adalah beberapa pengalaman waktu senggang yang dapat dinikmati dimana partisipannya secara sukarela terlibat dalam menerima keputusan sesaat 20. Suatu aktivitas yang dilakukan dibawah kondisi tertentu atau dengan motivasi tertentu

Soal Bab 5
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Sebutkan salah satu tujuan yang ingin diraih oleh faham naturalis ? Apa pendapat cabang ontologi tentang aliran eksperimentalis ? Apa keterlibatan pendidikan jasmani terhadap ilmu pengetahuan ? Apa maksud tujuan jangka pendek ? Apa kesimpulan pendidikan jasmani, kesehatan, dan rekreasi menurut aliran idealis ? Ada berapa aliran filsafat yang dapat dijadikan landasan keilmuan pendidikan jasmani, kesehatan, dan rekreasi ? Apa tujuan aksiologi dalam pendidikan jasmani, kesehatan, danrekreasi ? Jelaskan dua kajian epistimologi tentang realis ? Apa penjelasan ahli filsafat eksperimentalis mengenai fungsi fikiran (mind) ? Apa pendapat aliran realis tentang dunia nyata ?

JAWABAN
1. tujuan jangka panjang, adalah untuk memperoleh pengalaman sebanyak-banyaknya dan untuk mendapatkan kejelasan diri 2. sering dikatakan bahwa aliran eksperimentalis tidak tertarik dengan kajian dunia secara umum 3. dengan menggunakan ilmu pengetahuan secara praktis akan dapat memenuhi secara persoalan dirinya dengan mewujudkan kepuasan hidupnya 4. adalah kembali ke Alam dimana manusia menyukai pemandangan yang indah 5. merupakan aktivitas untuk membantu individu dalam mengembangkan kehidupan yang lebih baik 6. ada 4 yaitu; aliran naturalis, eksperimentalis, realis, dan idealis. 7. diharapkan dapat menangani persoalan hidup manusia seperti menghilangkan stress atau mencari pengalaman baru 8. yaitu, bagai mana pengetahuan diperlukan oleh manusia dan tujuan dari ilmu pengetahuan adalah membangun kesadaran akan tujuan sebagai sebuah realita 9. adalah untuk memberikan manusia lebih fleksibel dalam menghadapi dirinya terhadap dunianya 10. Dunia hanyalah apa yang Nampak atau terlihat oleh kasat mata dan Dunia berada dengan sendirinya

1.

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat allah SWT bahwa penulis telah menyelesaikan tugas penyusunan rangkuman modul yang ber judul pilsafat dasar pendidikan jasmani. Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan dan dorongan teman-teman sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi bias teratasi. Oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada : 1. Bapak pembimbing yang telah memberikan tugas, petunjuk kepada penulis sehingga penulis ter motivasi untuk dapat menyelesaikan tugas ini. 2. teman-teman yang telah turut membantu, mendukung, dan mengatasi berbagai kesulitan sehingga tugas ini bisa di selesaikan. Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbang pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai,amiin.

1.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.... DAFTAR ISI.

i ii

BAB1 PENDAHULUAN.... 1 A. B. C. D. Konsep Dasar Filsafat... Cabang Filsafat.. Sarana Berfikir Ilmiah...... Nusbah Ilmu Pendidikan dan Ilmu Lain.... 1 4 7 7 9

BAB2 KAJIAN FILSAFAT MENGENAI PENDIDIKAN JASMANI..

A. Hakekat Pendidikan Jasmani..... 9 B. Konsep Pengembangan Pendidikan Jasmani... 10 C. Esensi Pembelajaran Pendidikan Jasmani... 12 BAB3 KAJIAN FILSAFAT PENDIDIKAN KESEHATAN..... A. B. C. D. E. Konsep Hidup Sehat... Kebugaran Jasmani Kaitannya dengan Kesehatan.. Latihan Jasmani dan Keterampilan.. Jenis Kegiatan Olahraga bagi kesehatan.... Landasan Filosofis Sehat dan Bugar 14 15 17 18 19 20 21 21 22 22 23 25 25 25 28 28

BAB4 KEGIATAN FILSAFAT PENDIDIKAN REKREASI. A. B. C. D. E. F. G. Konsep Waktu Luang Pandangan Klasik Mengenai Waktu Luang. Waktu Luang dan Bekerja. Apakah itu Rekreasi ................................................................................................................................. Nilai-Nilai rekreasi. Hubungan Rekreasi dengan bidang lainnya.. Hakekat bermanin.

BAB5 IMPLIKASI FILSAFAT DALAM PENDIDIKAN...................................................................... JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI.... A. B. C. D.

Aliran Naturalis... 28 Aliran eksperimen talis 28 Aliran Realis 29 Aliran Idealis.. 29

1.

1.