Anda di halaman 1dari 5

1.

CONTOH APLIKASI RANCANGAN BUJUR SANGKAR YOUDEN


Peneliti ingin mempelajari 5 level penerangan pada perakitan barang-barang industri. Karena
waktu diperkirakan menjadi faktor pada percobaan, maka peneliti memutuskan untuk meneliti 5
blok, dimana setiap blok adalah hari dalam minggu. Namun, departemen yang melaksanakan
percobaan juga memiliki 4 pos pekerjaan dan pos-pos ini merupakan sumber variasi. Peneliti
memutuskan untuk menggunakan bujur sangkar youden dengan 5 baris (hari atau blok), 4 kolom
(pos pekerjaan) dan 5 perlakuan (level penerangan).. Hasil percobaan disajikan dalam data
sebagai berikut:
Hari
(blok)
Pos pekerjaan
1 2 3 4
1 A = 3 B = 1 C = -2 D = 0
2 B = 0 C = 0 D = -1 E = 7
3 C = -1 D = 0 E = 5 A = 3
4 D = -1 E = 6 A = 4 B = 0
5 E = 5 A = 2 B = 1 C = -1
A. Penyelesaian dengan cara manual :
Dari data , diperoleh,
N = 20 ; b = a = 5 ; k = r = 4
=
( )
=
( )
= 3
Hipotesis
: = = = = 0 (Tidak ada pengaruh level penerangaan terhadap hasil
perakitan barang-barang industri)
: 0, untuk paling sedikit sebuah i (Ada pengaruh level penerangaan terhadap hasil
perakitan barang-barang industri)
Taraf Signifikan () = 5% = 0.05
Daerah kritis ditolak jika >
( ; ; )
= F(0,05 ; 4 ; 8) = 3,84
Statistik uji
=
( )
Perhitungan
Hari
(blok)
Pos pekerjaan
Y
i..
1 2 3 4
1 A = 3 B = 1 C = -2 D = 0 2
2 B = 0 C = 0 D = -1 E = 7 6
3 C = -1 D = 0 E = 5 A = 3 7
4 D = -1 E = 6 A = 4 B = 0 9
5 E = 5 A = 2 B = 1 C = -1 7
y..
k
6 9 7 9 y = 31
=

= (3 + 1 + (2) + + (1) )
= 183 48,05
= 134,95
Untuk menghitung
( )
1. Buat tabel untuk perlakuan sebagai berikut:
Blok A B C D E
1 3 1 -2 0 -
2 - 0 0 -1 7
3 3 - -1 0 5
4 4 0 - -1 6
5 2 1 -1 - 5
y
.j.
12 2 -4 -2 23
2. Jumlah perlakuan ke-j (yang diperbaiki) ialah:
=
. .


dimana
= 1 jika perlakuan j ada dalam blok i
= 0 jika tidak
Untuk j = 1 ( perlakuan A )
= 12
1
4
(2 + 7 +9 + 7) =
23
4
= 5,75
Untuk j = 2 ( perlakuan B )
= 2
1
4
(2 + 6 + 9 + 7) =
16
4
= 4
Untuk j = 3 ( perlakuan C )
= 4
1
4
(2 + 6 + 7 + 7) =
38
4
= 9,5
Untuk j = 4 ( perlakuan D )
= 2
1
4
(2 +6 + 7 + 9) =
32
4
= 8
Untuk j = 5 ( perlakuan E )
= 23
1
4
(6 + 7 + 9 + 7) =
63
4
= 15,75
= 5,75 + (4) + (9,5) + (8) + 15,75 = 0
3.
( )
=

.
=
( , ) ( ) ( , ) ( ) ( , )
( )( )
= 120,37
=

..
=
= 54,75 48,05
= 6,7
=
..


=
= 49,4 48,05
= 1,35
=
( )

= 134,95 - 120,37 6,7 1,35
= 6,53
Tabel Anova
Sumber Variansi db JK RK F
0
Perlakuan ( diperbaiki )
Blok
Posisi
Sesatan
4
4
3
8
120,37
6,7
1,35
6,53
30,09
1,675
0,45
0,82
36,69
Total 19 134,95
Kesimpulan
Karena F= 36,69 > F 8 ; 4 ; 05 , 0 = 3,84 , maka H
0
ditolak yang artinya level penerangaan
mempengaruhi hasil perakitan barang-barang industri.
Karena level penerangan mempengaruhi hasil perakitan barang-barang industri, maka dicari
level penerangan mana yang memberikan hasil perakitan yang paling baik. Yaitu dengan
menggunakan Uji Duncan.
1. Rata-rata perlakuan diurutkan dari kecil ke besar
=
=
.( , )
.
= 1,53 =
.( )
.
= 1,07 =
.( , )
.
= 2,53
=
.( )
.
= 2,13 =
.( , )
.
= 4,2
Kemudian rata-rata tersebut diurutkan dari kecil ke besar, urutannya adalah

-2,53 -2,13 - 1,07 1,53 4,2
2. Menghitung sesatan standar
a
RKS k
S

=
( , )
( )( )
= 0,47
3. Menacari nilai r
(,p,f),
p = 2,3, ...., a
f adalah derajat bebas sesatan
r
(0.05;2;8)
= 3,26
r
(0.05;3;8)
= 3,39
r
(0.05;4;8)
= 3,47
r
(0.05;5;8)
= 3,52
4. Mencari nilai Rp = r
(,p,f) .
. yi
S

2
R (3,26)(0,47) = 1,53

3
R (3,39)(0,47) = 1,59

4
R (3,47)(0,47) = 1,63

5
R (3,52)( 0,47) = 1,65
5. Membandingkan selisih rata-rata perlakuan dengan Rp
dibandingkan dengan Ra
= 6,73>
5
R ( berbeda )
= 6,33>
4
R ( berbeda )
= 5,27>
3
R ( berbeda )
=2,67 >
2
R ( berbeda)
=4,06 >
4
R ( berbeda )
= 3,66>
3
R ( berbeda )
=2,6 >
2
R ( berbeda )
=1,46 <
3
R ( sama )
= 1,06 <
2
R ( sama )
=0,4 <
2
R ( sama )
6. Kesimpulan :

Level penerangan C, B dan D memiliki pengaruh yang sama terhadap hasil perakitan
barang-barang industri.