Anda di halaman 1dari 11

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tanaman serai termasuk dalam golongan rumput dengan nama latin
Cymbopogon ciatrus. Tanaman serai merupakan tanaman herbal menahun dengan
tinggi tanaman sekitar 50-100 cm. Tanaman serai merupakan tanaman yang dapat
tumbuh di dareah tropis maupun di daerah yang lembab (Imamsyah, 2003).
Berdasarkan hasil penelitian (Ketaren, 1989) tanaman serai memiliki kandungan
senyawa-senyawa kimia alami yaitu: sitronela, garaniol, sitronelol, garaniol asetat,
sitronelil asetat dan L-Limonen.
Menurut Richad dan Davis (dalam Soegijanto, 2006) tanaman serai biasanya
digunakan sebagai bumbu dapur yaitu digunakan sebagai penyedap pada makanan.
Selain digunakan sebagai bumbu dapur tanaman serai juga memiliki manfaat lain
yaitu digunakan sebagai pembunuh nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti).
Beberapa kandungan senyawa-senyawa kimia dalam tanaman serai yang dapat
membunuh nyamuk demam berdarah yaitu : sitronela, garaniol, dan sitronelol.
Senyawa-senyawa kimia yang terkandung dalam tanaman serai yang dapat
membunuh nyamuk demam berdarah yaitu sitronela mempunyai sifat racun
(desiscant). Menurut cara kerjanya, racun ini merupakan kontak yang dapat
memberikan kematian karena kehilangan cairan secara terus-menerus sehingga tubuh
nyamuk kekurangan cairan. Garaniol memiliki sifat racun saraf yang dapat
melumpuhkan saraf-saraf dari nyamuk demam berdarah. Sitronelol memberikan
racun pada pernafasan nyamuk demam berdarah sehingga nyamuk akan mengalami
gagal pernafasan dan nyamuk demam berdarah akan mati (Mutchler, 1991).
Nyamuk demam berdarah hidup digenangan air dan ditempat yang kumuh.
Selain itu, nyamuk demam berdarah juga hidup dalam ruangan yang lembab dan
gelap. Tempat-tempat tersebut menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk demam
berdarah. Nyamuk demam berdarah dapat dibunuh dengan menggunakan insektisida
alami.
2

Insektisida alami merupakan insektisida yang bahan aktifnya berasal dari
tumbuhan. Insektisida alami tidak meninggalkan residu pada lingkungan sehingga
tidak menyebabkan racun pada lingkungan (Kardinan, 2008). Insektisida alami
bersifat ramah lingkungan sehingga aman untuk digunakan dalam jangka waktu yang
panjang. Salah satu bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai insektisida alami adalah
ekstrak serai (Ketaren, 1989).

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang diangkat
adalah bagaimana senyawa yang terkandung dalam ekstrak serai yaitu garaniol dan
sitronela dapat membunuh nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti).

1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu untuk menjelaskan mengenai
mekanisme sitronela, garaniol, dan sitronelol yang terkandung dalam ekstrak serai
sebagai pembunuh nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti).

1.4 Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini yaitu:
1.4.1 Memberikan informasi tanaman serai dapat digunakan sebagai pembunuh
nyamuk demam berdarah.
1.4.2 Memberikan informasi ekstrak serai dapat digunakan sebagai pengganti
insektisida buatan.






3

BAB II
TINJAUAN PUSATAKA

2. 1 Tanaman Serai
Serai adalah tanaman tahunan termasuk suku Graminiae, batangnya kaku dan
pendek, bentuk daunnya seperti pipa yang meruncing ke ujung, menghasilkan minyak
atsiri. Klasifikasi serai adalah
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Bangsa : Poales
Suku : Graminae
Marga : Andrpogon
Jenis : Cimbopogon ciatrus (Imansyah, 2003)
Serai merupakan tumbuhan herbal menahun dan merupakan jenis rumput-
rumputan dengan tinggi tanaman sekitar 50-100 cm. Tulang daun sejajar, permukaan
atas dan bawah berambut serta berwarna hijau. Batang tidak berkayu, dan berwarna
putih (Imansyah, 2003). Serai dapat tumbuh di segala kondisi tanah karena tanaman
serai mampu beradaptasi secara baik dengan lingkungan hidupnya. Peremajaan perlu
dilakukan setelah tanaman berumur 45 tahun karena produktivitasnya mulai
menurun setelah tanaman berumur lebih dari lima tahun (Kardinan, 2008).

2.1.1 Kandungan Tanaman Serai
Menurut Ketaren (1989), tanaman serai memiliki beberapa kandungan
senyawa kimia dapat dilihat pada Tabel 1.
Komposisi komponen kimia ekstrak serai ditunjukkan oleh Tabel 1. berikut ini:



4

Tabel 1. Komponen Ekstrak Serai
No Komponen Ekstrak Serai Kadar %
1 Sitronela 32-45
2 Garaniol 12-18
3 Sitronelol 12-15
4 Garaniol Asetat 3-8
5 Sitronelil Asetat 2-4
6 L-Limonen 2-5
7
Elemol dan Seskuiterpen
lain
2-5
8 Elemen dan Kadinen 2-5
Sumber : Ketaren (1986)
Ekstrak serai dapat diperoleh melalui proses ekstraksi. Ekstraksi dilakukan
yaitu ektrasi padat cair dengan menggunakan pelarut air. Proses ekstraksi daun dan
batang serai yaitu:
a. Daun dan batang tanaman serai dihaluskan sebanyak 20 gram.
b. 20 gram daun dan batang serai yang telah dihaluskan dilarutkan dengan air
sebanyak 350 mL dan didiamkan selama 25 menit.
c. Campuran yang telah didiamkan kemudian disaring dengan menggunakan
kertas saring atau kain putih bersih.
d. Setelah disaring diperoleh ekstrak serai (Wahyuni, 2005).
Dalam proses ekstraksi, tanaman serai menggunakan pelarut air karena air
bersifat polar sehingga dapat mengangkat kandungan-kandungan yang terdapat dalam
tanaman serai dengan maksimal, sehingga akan mendapatkan ekstrak serai yang lebih
murni.
Menurut (Kardinan, 2008), kandungan sitronela dalam ekstrak serai 44.59%.
Adapun menurut Wahyuni (2005), esktrak serai memiliki kandungan sitronela 39.9%,
kandungan geraniol 33.7% dan kandungan sitronelol 15,7%.
Senyawa yang terpenting dalam ekstrak serai adalah sitronela, geraniol, dan
sitronelol. Sitronela memiliki sifat racun kontak pada nyamuk. Racun kontak dapat
5

memberikan kematian pada nyamuk karena nyamuk kehilangan cairan secara terus
menerus yang mengakibatkan nyamuk akan kekurangan cairan (Abdilah, 2004).
Sitronela adalah senyawa berbentuk cairan yang tak berwarna dan berbau wangi
seperti Mellisa officinalis. Sitronela memiliki gugus aldehida dan ikatan etilenik yang
reaktif. Oleh sebab itu, sitronela mudah sekali teroksidasi karena pengaruh sinar
matahari dan udara menjadi ikatan kompleks, keton, asam metiladipik, isopulegol,
dan menthon (Guenther, dalam Ketaren et al., 1986). Struktur sitronela ditunjukan
oleh Gambar 1.

Gambar 1. Struktur sitonela (Ketaren, 1989)
Garaniol memiliki sifat menghambat sistem saraf yang memberikan kematian
pada nyamuk. Enzim asetilkolinesterase yang terdapat dalam sistem syaraf nyamuk
akan diserang dan asam amino serin yang terdapat pusat asteratik enzim
asetilkolinesterase dinonaktifkan sehingga nyamuk akan kejang (Abdilah, 2004).
Geraniol adalah senyawa alkohol yang tidak berwarna (kuning pucat), seperti
minyak, bersifat larut dalam alkohol dan eter tetapi sedikit larut dalam air. Geraniol
adalah senyawa reaktif karena memiliki dua ikatan etilenik. Garaniol adalah senyawa
berbentuk cairan seperti minyak, tidak berwarna dan harum mawar, mudah larut
dalam alkohol dan eter tapi sedikit larut dalam air. (Ketaren, 1989). Struktur garaniol
ditunjukan oleh Gambar 2.

6


Gambar 2. Struktur Garaniol (Ketaren,1989)
Sitronelol memberikan racun pernafasan pada nyamuk yang akan menyebabkan
nyamuk susah bernafas dan akan mengalami gagal pernafasan dan nyamuk akan mati.
Sitronelol memiliki gugus hidroksil dan merupakan senyawa yang relatif lebih stabil
daripada geraniol (Guenther, dalam Ketaren et al., 1986). Struktur sitronelol
ditunjukan oleh Gambar 3.

Gambar 3. Struktur Sitronelol
Ketaren (1986) menyatakan bahwa sitronela (C
10
H
16
O) memiliki gugus
aldehida dan ikatanetilenik yang reaktif, geraniol (C
10
H
18
O) memiliki dua ikatan
etilenik, dan sitronelol (C
10
H
20
O) memiliki gugus hidroksil. Hasil penelitian
(Guenther, dalam Ketaren et al., 1986) menunjukkan ekstrak serai dengan konsetrasi
25,63% dapat membunuh 90% nyamuk dari 25 ekor nyamuk demam berdarah
(Aedes aegypti) yang diujinya. Selain itu, hasil penelitian World Health Organization
(WHO, 2006) menunjukkan bahwa ekstrak serai dapat membunuh delapan dari 10
nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti) selama pengamatan 30 menit. Ini dilakukan
dengan cara menyemprotkan 10% ekstrak serai yang dicampurkan dalam air.
Kardinan (2008) menyatakan bahwa pada konsentrasi ekstrak serai 0.25% cukup
7

untuk membunuh larva nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti) dan dapat
mencegah nyamuk bertelur.

2.2 Nyamuk Demam Berdarah (Aedes aegypti)
Nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti) nyamuk yang hidup di tempat yang
gelap, lembab, dan tersembunyi di dalam rumah, termasuk di kamar tidur, lemari,
kamar mandi, kamar kecil maupun di dapur (WHO, 2006). Nyamuk demam berdarah
sangat mudah berkembangbiak di tempat-tempat tersebut dan digenangan air seperti
di kaleng bekas yang digenangi air hujan, pecahan botol dan pecahan gelas yang
digenangi air, vas bunga, bak penampungan air, bak mandi, gentong air.
Perkembangbiakan nyamuk demam berdarah dapat ditanggualangi dengan
cara yaitu:
a. Menguras tempat-tempat penampungan air dengan menyikat dinding bagian
dalam dan dibilas paling sedikit seminggu sekali
b. Menutup rapat tempat penampungan air sedemikian rupa sehingga tidak dapat
diterobos oleh nyamuk dewasa
c. Menanam/menimbun dalam tanah barang-barang bekas atau sampah yang
dapat menampung air hujan
Selain dengan penanggulangan tersebut, nyamuk demam berdarah masih
menjadi masalah maka nyamuk tersebut dapat diberantas dengan menggunakan
insektisida alami yang ramah lingkungan yaitu dengan menggunakan ekstrak serai.

2.3 Insektisida Alami
Insektisida merupakan bahan-bahan kimia yang bersifat racun untuk
membunuh serangga. Insektisida alami merupakan insektisida yang bahan-bahan
kimianya berasal dari tumbuhan dan hewan yang berkhasiat mengendalikan serangan
serangga (Kardinan, 2000). Beberapa contoh tumbuhan yang dapat digunakan sebagai
insektisida alami yaitu : serai, bunga lavender, daun intaran, cengkih dan masih
banyak tumbuhan yang dapat digunakan sebagai insektisida alami.
8

Insektisida buatan merupakan insektisida yang terbuat dari bahan-bahan
kimia buatan yang bersifat racun yang dapat mengendalikan serangan serangga
termasuk nyamuk demam berdarah. Contoh insetisida buatan yaitu : karbamat,
parmethtin, Aluminium Fosfit, Magnesium Fosfit, Kalsium Sianida, dan Hidrogen Sianida.
Insektisida alami memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan insektisida
buatan yaitu insektisida memiliki sifat ramah dengan lingkungan karena sifat yang
dimiliki oleh senyawa-senyawa kimia yang terkandung dalam insektisida alami
merupakan senyawa yang mudah terurai di alam sehingga tidak dikhawatirkan
akan menimbulkan bahaya residu yang berancun yang akan membahayakan
lingkungan termasuk akan menimbulkan banyak penyakit pada manusia.

















9

BAB III
PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian Ketaren (1989), ekstrak serai memiliki beberapa
kandungan senyawa kimia yaitu sitronela, garaniol, sitronelol, garaniol asetat,
sitronelil asetat, dan L-Limonen. Diantara beberapa kandungan tersebut terdapat
kandungan senyawa kimia yang dapat membunuh nyamuk demam berdarah yaitu
sitronela, garaniol dan sitronelol.
Sitronela memberikan racun kontak pada nyamuk demam berdarah. Racun
kontak dapat memberikan kematian pada nyamuk demam berdarah karena nyamuk
demam berdarah kehilangan cairan secara terus menerus yang mengakibatkan
nyamuk demam berdarah akan kekurangan cairan. Sitronela yang terdapat pada
ekstrak serai yang disemprotkan pada nyamuk demam berdarah. Jika terkena pada
bagian kulit nyamuk akan meresap kedalam tubuh nyamuk mengakibatkan
kehilangan cairan secara terus menerus pada nyamuk demam berdarah, sehingga
nyamuk akan kehabisan cairan di dalam tubuhnya atau nyamuk akan mengalami
dehidrasi. Karena nyamuk telah kehabisan cairan di dalam tubuhnya maka nyamuk
akan lemas dan nyamuk akan mati (Abdilah, 2004).
Garaniol memiliki sifat menghambat sistem saraf. Terhambatnya sistem saraf
akan memberikan kematian pada nyamuk demam berdarah. Enzim asetilkolinesterase
yang terdapat dalam sistem syaraf nyamuk demam berdarah akan diserang dan asam
amino serin yang terdapat pusat asteratik enzim asetilkolinesterase dinonaktifkan
sehingga akan kejang. Garaniol yang terkandung dalam ekstrak serai disemprotkan
pada nyamuk demam berdarah dan terkena pada tubuh nyamuk sehingga akan
menyerap sampai pada sistem syaraf. Garaniol menyerang enzim asetilkolinesterase
yang terdapat dalam sistem syaraf nyamuk demam berdarah dengan melakukan
fosforilasi atau menonaktifkan asam amino serin yang terdapat pusat asteratik enzim
asetilkolinesterase. Sehingga terjadi penimbunan asetilkolin yang menyebabkan
keracunan pada system syaraf nyamuk demam berdarah sehingga nyamuk akan
kejang, lumpuh dan nyamuk demam berdarah akan mati (Abdilah, 2004).
10

Sitronelol memiliki sifat memberikan racun pernafasan. Keracunan pada sistem
pernafasan akan memberikan kematian pada nyamuk demam berdarah dengan
menghambat sistem pernafasan dari nyamuk demam berdarah sehingga akan
mengalami gagal bernafas dan mengalami kelayuan pada saraf motorik. Sitronelol
yang terdapat dalam ekstrak serai yang disemprotkan pada nyamuk demam berdarah
dan terkena dalam tubuh nyamuk demam berdarah termasuk ke dalam mulut yang
merupakan sistem pernafasan pada nyamuk demam berdarah. Sehingga nyamuk
demam berdarah akan gagal bernafas yang akan mengakibatkan kelayuan pada sayaf
motorik nyamuk dan kerusakan pada sistem pernafasan maka nyamuk demam
berdarah akan mati (Mutchler, 1991).
Ketiga senyawa tersebut bekerja sinergis untuk membunuh nyamuk demam
berdarah. Mekanisme sitronela yang memberikan racun kontak, garaniol yang
mengganggu sistem saraf dan sitronelol yang memberikan racun pada sistem
pernafasan, mekanisme sitronela, garaniol dan sitronelol terjasi secara bersamaan.
Setelah ekstrak serai disemprotkan pada nyamuk demam berdarah maka sitronela
akan memberikan racun kontak sehingga nyamuk akan kehilangan cairan pada
tubuhnya, garaniol akan menyerang sistem saraf segingga nyamuk akan mengalami
kejang dan kelauan saraf motorik, dan sitronelol akan menyerang sistem pernafasan
pada nyamuk demam berdarah sehingga nyamuk demam berdarah akan mati
(Mutchler, 1991).








11

BAB IV
PENUTUP
4.1 Simpulan
Berdasarkan pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak serai
dapat digunakan sebagai pembunuh nyamuk demam berdarah, karena ekstrak serai
memiliki kandungan sitronela, garaniol, dan sitronelol. Efek dari sitronela
memberikan racun kontak yang menyebabkan nyamuk demam berdarah kekurangan
cairan. Efek dari garaniol dapat menghambat sistem saraf yang menyebabkan nyamuk
demam berdarah akan kejang. Efek sitronelol memberikan racun pernafasan yang
mengakibatkan nyamuk megalami gagal bernafas sehingga nyamuk demam berdarah
akan mati. Ketiga senyawa kimia tersebut tidak meninggalkan residu pada lingkungan
sehingga ramah bagi lingkungan.

4.2 Saran
Saran yang dapat penulis berikan berkaitan dengan makalah ini adalah:
4.2.1 Perlu diadakan sosialisasi agar ekstrak serai dapat digunakan sebagai
pembunuh nyamuk demam berdarah yang ramah lingkungan.
4.2.2 Ekstrak serai dapat digunakan sebagai pengganti insektisida buatan