Anda di halaman 1dari 3

SOP

Panduan Standar Operasional Prosedur Penatalaksanaan


Penyakit Infeksi Saluran Kencing
No. ICDX
: N.39.0
Ditetapkan Oleh Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten
No. Dokumen : 445/
/12-LU/2015
Lampung Utara
No.Revisi
: Tanggal Terbit :
Desember 2015
Halaman
: 1/3

Dinas Kesehatan
Kabupaten
Lampung Utara

1. Pengertian

2. Tujuan

Prasetyo Heri H. SKM,M.Kes.


NIP. 19650430 198903 1 006

Infeksi saluran kemih merupakan salah satu masalah kesehatan akut yang
sering terjadi pada perempuan. Masalah infeksi saluran kemih tersering
adalah sistitis akut, sistitis kronik, dan uretritis. Sebagai tambahan,
pielonefritis diklasifikasikan sebagai kasus komplikasi.
Diagnosis dan penatalaksanaan sesuai tanda dan gejala dan mencegah
komplikasi.

3. Kebijakan

1. Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Nomor 440/3605/12-LU/2015 tentang


Tim Penyusun Standar Prosedur Operasional Administrasi Pemerintahan
Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara.
2. Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Nomor 440/3679/12-LU/2015 tentang
Tim Penyusun Standar Prosedur Operasional Pelayanan/ Penanganan
Penyakit di Puskesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara.

4. Referensi

1. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 35 Tahun 2013


tentang Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur Administrasi
Pemerintahan.
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 5 Tahun 2014 tentang Panduan
Praktik Klinik Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan primer.
3. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi
Puskesmas,Klinik Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter, dan tempat
Praktik Mandiri Dokter Gigi.

5. Prosedur/
Langkah-langkah

1. Anamnesis
a. Keluhan
Demam, susah buang air kecil, nyeri saat diakhir BAK (disuria
terminal), sering BAK (polakisuria), nokturia, anyang-anyangan,
nyeri pinggang dan nyeri suprapubik.
b. Tanda dan Gejala
Demam, susah buang air kecil, nyeri saat diakhir BAK (disuria
terminal), sering BAK (polakisuria), nokturia, anyang-anyangan.
c. Faktor Risiko
Riwayat diabetes melitus, riwayat kencing batu (urolitiasis), higiene
pribadi buruk, riwayat keputihan, kehamilan, riwayat infeksi saluran
kemih sebelumnya, riwayat pemakaian kontrasepsi diafrahma,
kebiasaan menahan kencing, hubungan seksual, anomali struktur
saluran kemih..
d. Pemeriksaan fisik
- Demam
- Flank pain (Nyeri ketok pinggang belakang/costoverte
angel)
- Nyeri tekan suprapubik
e. Pemeriksaan penunjang
- Darah Perifer Lengkap
- Urinalisis
- Ureum dan kreatinin
- Kadar gula darah

f. Penunjang Tambahan
- Urine mikroskopik (Peningkatan > 10 bakteri per lapang pandang,
peningkatan > 10 sel darah putih per lapang pandang).
- Kultur urine (hanya diindikasikan untuk pasien yang memiliki
riwayat kekambuhan infeksi salurah kemih).
2. Penegakan Diagnosis
Diagnosis Klinis berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan
pemeriksaan penunjang.
3. Diagnosis Banding
a. Recurrent cystitis
b. Urethritis
c. Pyelonefritis
d. Infeksi Saluran Kemih berkomplikasi
e. Bacterial asymptomatic
f. ISK rekuren
4. Komplikasi
a. Gagal ginjal
b. Sepsis
c. Inkotinensia urine
d. ISK berulang atau kronik kekambuhan
5. Penatalaksanaan
a. Minum air putih minimal 2 liter/hari bila fungsi ginjal normal.
b. Menjaga higienitas genitalia eksterna. Pemberian antibiotik
golongan flurokuinolon dengan durasi 7-10 hari pada perempuan
dan 10-14 hari pada laki-laki.
6. Konseling dan edukasi
Pasien dan keluarga diberikan pemahaman tentang infeksi saluran kemih
dan hal-hal yang perlu diperhatikan, antara lain:
a. Edukasi tentang penyebab dan faktor risiko penyakit infeksi saluran
kemih. Penyebab infeksi saluran kemih yang paling sering adalah
karena masuknya flora anus ke kandung kemih melalui
perilaku/higiene pribadi yang kurang baik.
b. Pada saat pengobatan infeksi saluran kemih, diharapkan tidak
berhubungan seks.
c. Waspada terhadap tanda-tanda infeksi saluran kemih bagian atas
(nyeri pinggang) dan pentingnya untuk kontrol kembali.
d. Patuh dalam pengobatan antibiotik yang telah direncanakan.
e. Menjaga kesehatan pribadi-lingkungan dan higiene pribadilingkungan.
7. Kreteria rujukan
Jika ditemukan komplikasi dari ISK maka dilakukan ke layanan
kesehatan sekunder (spesialis penyakit dalam)
8. Sarana prasarana
Antibiotik spektrum luas
9. Prognosis
Prognosis pada umumnya baik, kecuali bila higiene genital tetap buruk,
ISK dapat berulang/kekambuhan atau menjadi kronis.
No. Dokumen

445/

/12-LU/2015

Halaman : 2 / 3

6. Unit Terkait

a.
b.
c.
d.
e.

Apotik
Gizi
KIA - Imunisasi
Rawat inap
Laboratorium

7. Dokumen Terkait

a. Rekam medis
b. Catatan tindakan
No. Dokumen

445/

/12-LU/2015

Halaman : 3 / 3