Anda di halaman 1dari 31

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

BAB I. PENDAHULUAN
A.

Deskripsi
Negosiasi adalah suatu proses untuk mencapai suatu kesepakatan dari
kedua belah piak yang mempunyai kepentingan berbeda. Tanpa adanya
perbedaan kepentingan negosiasi tidak akan pernah terjadi. Tetapi selama
manusia masih memiliki napsu ingin menang sendiri, ingin untung sendiri,
ingin enak sendiri, dan masih banyak lagi keinginan-keinginan lain untuk
memuaskan keakuannya, sementara untuk mencapai keakuannya
manusia harus berinteraksi sosial maka proses negosiasi ini pasti akan
selalu terjadi. Negosiasi dapat terjadi dimana saja, kapan saja, dengan
siapa saja dan dalam momentum yang kadang-kadang tidak terduga.
Setiap waktu kita berusaha untuk mencapai suatu kesepakatan mulai dari
lingkungan keluarga antara anak dan orang tua (sianak meminta untuk
dibelikan sesuatu dan orang tua belum memiliki uang, maka bagaimana
orang tua membujuk sang anak agar dapat memahami kondisi yang ada,
itu

merupakan

proses

negosiasi),

antara

kepala

desa

dengan

masyarakatnya, antara atasan dengan bawahannya, antara negara satu


dengan negara lain, antara pengacara dengan clientnya, antara produsen
dengan konsumen dan antara kedua belah pihak yang ingin mencapai
perjanjian/kesepakatan dengan kondisi dimana adanya pertentangan,
adanya kemenduaan dan adanya peluang untuk mengadakan kompromi.
Tidak banyak orang yang mempunyai kemampuan bernegosiasi dengan
baik, karena tuntutannya sangat bertentangan : kita harus bersikap kasar
tetapi peka, harus analitis tetapi fleksibel, kita harus tahu kapan mendesak
dan kapan mundur, itulah sebabnya mengapa negosiator yang ulung
mendapat bayaran yang begitu tinggi.
menggabungkan

sikap

kompetitif

Seorang negosiator ulung selalu


yang

keras

hati,

kemampuan

berkompromi, penguasaan intelektual pada suatu persoalan yang dihadapi,


dan kepekaan terhadap keinginan orang lain.

Kemampuan ini dapat

dipelajari dan ditingkatkan, walaupun tidak dapat sepiawai negosiator yang


memang terlahir dan memiliki talenta yang lebih, tapi paling tidak anda
dapat melakukan perjanjian/kesepakatan yang dapat diterima kedua belah
pihak karena masing-masing memperoleh apa yang dibutukan dan

VEDCA-Bidang Perbenihan

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

menuntut pengorbanan yang layak. Kemampuan bernegosiasi ini menjadi


begitu penting apabila mempengaruhi dari aktifitas suatu lembaga apalagi
lembaga yang menggantungkan hidupnya dari laba yang diperolehnya.
Begitu pula halnya dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang
menuntut lulusannya memiliki kompetensi tertentu sesuai dengan program
keahliannya, dimana kompetensi tersebut tidak mungkin dapat diperoleh
hanya belajar diruang teori dan simulasi saja, kompetensi tersebut hanya
mungkin dapat diperoleh dengan melakukan kegiatan praktek nyata
dilapangan, yaitu dengan cara berproduksi menciptakan sesuatu produk
tertentu.
Kegiatan usaha melalui kegiatan Unit Produksi di SMK Pertanian
diharapkan mampu menghasilkan laba dan berkembang menjadi salah
salah satu sumber dana bagi sekolah, dengan harapan seperti tersebut
maka kegiatan unit produksi mutlak dikelola seperti halnya suatu kegiatan
usaha pada umumnya. Akhir dari suatu kegiatan usaha adalah bagaimana
kita mampu menjual/memasarkan produk yang kita hasilkan, untuk dapat
menjual produk tersebut kita harus dapat mempromosikan, menawarkan
dan

membuat

kesepakatan-kesepakatan

yang

dapat

memberikan

keuntungan yang layak, dan dapat memberikan rasa puas terhadap


konsumen, kemampuan ini merupakan kemampuan melakukan negosiasi.
Oleh karena itu guru dan siswa di SMK Pertanian harus mampu melakukan
negosiasi.
Kemampuan/kompetensi melakukan negosiasi dapat ditingkatkan melalui
penguasaan beberapa sub kompetensi, yaitu Menyamakan persepsi
terhadap ruang lingkup suatu aktifitas/mendefinisikan persoalan; Membuat
perencanaan negosiasi; Melakukan negosiasi; dan Melakukan administrasi.
B.

Sub Kompetensi
Ruang lingkup unit kompetensi menguji kesehatan benih meliputi:
1. Menyamakan persepsi terhadap ruang lingkup suatu aktifitas
2. Membuat rancangan perencanaan negosiasi
3. Melakukan negosiasi
4. Melakukan kegiatan administrasi

VEDCA-Bidang Perbenihan

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

BAB II. PEMBELAJARAN

Sub Kompetensi
Menguji kesehatan benih

No

Tahapan

Kegiatan Fasilitator

pembelajaran
A

Pendahuluan

Tujuan Pembelajaran Akhir/Terminal


Performance Objective (TPO)

Fasilitator menjelskan Tujuan Pembelajaran


Akhir (Terminal Performance Objective),
Setelah mempelajari kompetensi ini peserta
diklat

mampu

melakukan

kegiatan

negosiasi kerjasama
( menggunakan transparasi 1)

Ruang Lingkup Materi


Pembelajaran

Menjelaskan

ruang

pembelajaran

yang

(Menentukan
Melakukan

lingkup
akan

metode
pengujian

dan

materi
dipelajari

pengujian,
Melakukan

evaluasi hasil pengujian)


(menggunakan transparasi 2)

VEDCA-Bidang Perbenihan

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

No

Tahapan

Kegiatan Fasilitator

Pembelajaran
A

Standar Kompetensi
dan Kriteria Standar
Menjelaskan standar kompetensi dan kriteria
keberhasilan belajar mengacu pada Standar
Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)
(Transparasi 3)

Tujuan Pembelajaran/Enabling
Objective (EO)

Menjelaskan Tujuan pembelajaran sub kompetensi


(Enabling Objective) setelah mempelajari sub.
Kompetensi peserta diklat mampu menguji
kesehatan benih

Appersepsi

Menjelaskan keterkaitan antara materi menguji


kesehatan benih dengan mutu benih

Menjelaskan peran penting kompetensi yang


akan dipelajari dalam kaitannya dengan status
kesehatan suatu lot benih

VEDCA-Bidang Perbenihan

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

Menciptakan suasana positif

Memberikan suasana positif dengan cara:


-

mengatur ruang kelas agar tidak terlalu


formal, memudahkan terjadinya interaksi
antar sesama peserta diklat dan fasilitator

Fasilitator mengajak peserta diklat untuk


rileks di dalam pelaksanaan
pembelajaran

Memberikan ice breaker disesuaikan dengan


kondisi peserta diklat dan waktu penyajian

Kegiatan Inti
Tahap 1
Penguasaan
Konsep

Fasilitator

mengkoordinir

membentuk

kelompok

pemahaman

konsep,

peserta

diklat

kerja
dan

dalam

menugaskan

kelompok untuk mempelajari lembar informasi


di luar jam pembelajaran

Fasilitator mengkoordinir peserta diklat sesuai


dengan kelompoknya untuk melakukan diskusi
hasil pemahaman lembar informasi.
diskusi

fasilitator

dapat

Selama

memberikan

pertanyaan pengarah untuk meluruskan kajian


materi diskusi

Fasilitator mengkoordinir kegiatan presentasi


hasil diskusi kelompok dari setiap kelompok.
Presentasi

ini

untuk

menyampaikan

kesimpulan dari hasil diskusi setiap kelompok.


Fasilitator juga memberikan kesempatan bagi
peserta untuk mengajukan pertanyaan atau
tanggapan pada kelompok yang presentasi
dalam

rangka

memperoleh

kejelasan/kesepakatan terhadap konsep yang


ada

VEDCA-Bidang Perbenihan

Fasilitator

membentuk

tim

perumus

yang

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

anggotanya terdiri dari setiap kelompok, untuk


merumuskan

kesimpulan

hasil

presentasi.

Apabila terjadi silang pendapat, pada proses


ini fasilitator memberikan pertanyaan pengarah
untuk

membantu

proses

penyusunan

kesimpulan
C

Mengenal Fakta

Melakukan observasi, mengumpulkan data dari


fakta yang ada secara lengkap, Fasilitator
mengkoordinir peserta diklat dalam kegiatan
observasi di laboratorium

Observasi dilakukan secara berkelompok pada


tempat yang berbeda

Widyaiswara menyiapkan lembar observasi


(menggunakan lembar observasi 1)

Refleksi

Proses refleksi

Fasilitator mengkoordinir kegiatan refleksi


dalam menguji kesehatan benih. Kegiatan
refleksi dilakukan secara berkelompok, untuk
merumuskan konsep dasar apa yang belum
dilaksanakan oleh analis dan apabila
dilaksanakan akan mampu menguji kesehatan
benih dengan benar dan sesuai prosedur

Fasilitator memfasilitasi peserta dalam


mengidentifikasi kegiatan yang harus dilakukan
analis dalam menguji kesehatan benih,
hasilnya baik tapi belum termuat dalam
konsep/lembar informasi

Fasilitator memfasilitasi peserta dalam


merumuskan hasil refleksi, yaitu
mengkombinasikan nilai positif yang ada pada
konsep dasar/lembar informasi tapi belum
dilaksanakan oleh analis, dan bila
dilaksanakan akan mampu meningkatkan
optimalisasi hasil pengujian kesehatan benih

VEDCA-Bidang Perbenihan

Fasilitator dapat memberikan pertanyaan

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

pengarah untuk membantu peserta dalam


merumuskan hasil refleksi

Analisis

Analisis daya dukung,

Fasilitator mengkoordinir kelompok kerja dalam


kegiatan analisis tingkat kesesuaian daya
dukung yang tersedia di tempat praktik untuk
kegiatan menguji kesehatan benih

Fasilitator menugaskan kelompok untuk


merumuskan kesimpulan terhadap kesesuaian
daya dukung yang ada
(menggunakan transparasi 5)

Sintesis

Fasilitator mengkoordinir kegiatan sintesis


untuk melakukan modifikasi dan
merekonstruksi hasil refleksi bila terdapat
ketidak sesuaian daya dukung terhadap hasil
refleksi

Fasilitator dapat memberikan pertanyaan


pengarah apabila peserta mengalami
kesulitan/ada ketidak sesuaian rekonstruksi
antara hasil refleksi dengan kegiatan
rekonstruksi

Dalam merumuskan rekonstruksi tetap


memperhatikan persyaratan/standar pengujian
kesehatan benih

VEDCA-Bidang Perbenihan

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

Menyusun proposal/rencana
implementasi hasil analasis
dan sintesis

Mengimplemen
tasikan konsep
hasil analisis
&sintesis

Fasilitator mengkoordinir kegiatan kelompok


didalam menyusun proposal/perencanaan
kerja, proposal memuat metode pengujian
kesehatan benih yang akan dilaksanakan,
kriteria keberhasilan, waktu pencapaian dan
jadwal kegiatan, serta pembagian tugas
individu dalam kelompok

Fasilitator dapat memberikan pertanyaan


pengarah bila peserta mengalami kesulitan
dalam merumuskan proposal/rencana
kerja/rumusan proposal yang didiskusikan
kurang sesuai dengan daya dukung yang
tersedia

Pengambilan Keputusan

Proses mengambil keputusan/menetapkan


rencana kerja, fasilitator mengkoordinir
kegiatan kelompok didalam mengambil
keputusan/menetapkan alternatif metode yang
akan dilaksanakan dalam pengujian kesehatan
benih berdasarkan konsep dasar dan daya
dukung yang tersedia

Fasilitator dapat memberikan pertanyaan


pengarah bila didalam menetapkan alternatif
penetapan rencana kerjanya kurang sesuai
dengan konsep dasar dan daya dukung yang
ada.

VEDCA-Bidang Perbenihan

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

Menetapkan peran individu

Di dalam penetapan peran masing-masing


individu, fasilitator mengkoordinir kelompok
didalam menentukan peran setiap anggota
kelompok dalam melaksanakan rencana kerja

Fasilitator dapat memberikan pertanyaan


pengarah bila dalam penetapan perang
anggota kelompok kurang sesuai

Melaksanakan rencana kerja dan


melakukan pengamatan/monitoring

Proses pengamatan dan pencatatan

Fasilitator mengkoordinir proses pelaksanaan


rencana kerja, dalam hal ini harus
memperhatikan jadwal, dan kriteria
keberhasilan

Fasilitator memfasilitasi proses pengamatan


dan pencatatan data hasil kegiatan pengujian
kesehatan benih

Fasilitator menyiapkan lembar pengamatan.


Fasilitator juga ikut mendampingi peserta
didalam melaksanakan pengamatan

Evaluasi dan Diskusi

Proses evaluasi dan diskusi terhadap hasil


kegiatan

Fasilitator mengkoordinir kegiatan kelompok


didalam melaksanakan evaluasi terhadap

VEDCA-Bidang Perbenihan

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

keberhasilan pelaksanaan kegiatan dengan


cara membandingkan atara hasil kegiatan
dengan kriteria keberhasilan yang telah
ditetapkan

Kegiatan ini perlu dipandu untuk membentuk


kejujuran dan sportifitas peserta diklat,
terutama dalam menentukan tingkat
kesesuaian hasil kerja

Fasilitator memandu peserta didalam


melakukan diskusi hasil kerjanya, bila terjadi
ketidaksesuaian antara perencanaan dan
kriteria keberhasilan/melebihi kriteria standar
keberhasilan

Menyusun kesimpulan

Fasilitator membantu kelompok didalam


menyusun kesimpulan dan umpan
balik/rekomendasi terhadap cara menguji
kesehatan benih

Untuk mendapatkan hasil yang optimal,


perumusan umpan balik ini juga harus
mempertimbangkan dasar teori, fakta dan
kondisi hasil kerja

Fasilitator mengkoordinir peserta diklat secara


berkelompok untuk membuat rekomendasi
terhadap rancangan dan hasil yang diperoleh
untuk menyempurnakan bagi yang hasilnya
belum baik, dan membuat rekomendasi
terhadap rancangan yang hasilnya sudah baik

VEDCA-Bidang Perbenihan

10

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

Test Formative

Fasilitator memberikan evaluasi formatif


terhadap kemampuan peserta diklat dalam
menguji kesehatan benih. Kegiatan ini
dimaksudkan untuk mengetahui daya serap
peserta diklat, dan efektifitas rancangan
pembelajaran. Hasil tes formatif selanjutnya
digunakan untuk peningkatan/perbaikan
rancangan pembelajaran pada sub kompetensi
berikutnya/pada sub kompetensi yang sama
pada acara yang berbeda, dan layanan khusus
bagi peserta diklat yang membutuhkan

Evidence of learning yang


harus dikumpulkan

Hasil perumusan penguasaan konsep dan


tugas-tugas diskusi, presentasi, dan hasil
perumusan

Hasil observasi mengenal fakta

Hasil refleksi

Hasil analisis

Hasil sintesis

Hasil penyusunan rencana kegiatan (berupa


rencana kerja/proposal implementasi)

VEDCA-Bidang Perbenihan

Hasil pengamatan/recording kegiatan

Hasil evaluasi ketercapaian

Kesimpulan dan rekomendasi/umpan balik

11

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

BAB III. PENILAIAN


1.
No

Penilaian Aspek Kognitif Skill


Sub Kompetensi/KUK

Butir-Butir

Pertanyaan

Kunci Jawaban

Materi
1.

Menentukan metode
pengujian
uji Tujuan uji

Tujuan

benih kesehatan

kesehatan

benih

dideskripsikan
dengan jelas

metode Prinsip metode

Berbagai

kesehatan pengujian

uji

Apa tujuan

untuk mengetahui

melakukan uji

status kesehatan

kesehatan

dari suatu

benih?

kelompok benih

Sebutkan 2
metode

dideskripsikan

kesehatan

pengujian

dengan jelas

benih

kesehatan

1. metode tanpa
inkubasi
2. metode inkubasi

benih
berdasarkan
masa
inkubasinya
kesehatan Cara memilih

Uji

Bagaimana

Metode uji

ditentukan

sesuai dan

cara memilih

kesehatan benih

fasilitas,

tujuan, menentukan

dan

dipilih dan

menentukan

ditentukan

metode uji

berdasarkan

kesehatan

fasilitas yang ada di

benih?

laboratorium,

jenis

dan metode uji

benih,

patogen

target kesehatan

yang diinginkan

benih

tujuan, jenis benih


dan patogen target
yang diinginkan
2.

Melakukan pengujian
benih
Alat

dan

bahan

VEDCA-Bidang Perbenihan

Alat dan bahan

Alat dan

- Cawan petri

12

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

yang

diperlukan

disiapkan

sesuai

kebutuhan

- Kertas saring/filter

yang diperlukan

bahan apa

untuk uji

saja yang

kesehatan

diperlukan

- Laminar air flow

benih dengan

untuk uji

- Autoclave

menggunakan

kesehatan

- Ruang inkubasi

metode kertas

benih dengan

- Mikroskop

blotter

menggunakan
metode kertas
blotter?

steril/blotter

stereo

dan kompon
- Kaca obyek dan
kaca penutup
- Jarum preparat
- Contoh benih yang
akan diuji
- Air/aquades steril
- Alkohol 70 % dan
90 %

Pengujian

benih Prosedur

dilakukan

sesuai pengujian

prosedur

Bagaimana

- Ambil 400 butir

prosedur

benih secara acak

kesehatan

pengujian

- Ambil 3-5 lembar

benih dengan

kesehatan

kertas blotter/filter

metode

benih dengan

dan

inkubasi pada

menggunaka

dalam air/aquades

media agar

n metode

steril (kelembaban

inkubasi pada

70 %), kemudian

media agar?

letakkan

celupkan

dalam

cawan petri
- Taburkan
yang

benih

akan

diuji

pada cawan petri


di

atas,

jumlah

benih tiap cawan


petri dapat 10, 25,
atau

50

butir!

(tergantung

dari

ukuran benih dan

VEDCA-Bidang Perbenihan

13

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

cawan petri yang


digunakan)
- Inkubasikan benih
dalam cawan petri
tersebut di bawah
sinar NUV (Near
Ultra Violet), Cold
day

light

atau

neon biasa (TL)!


(sebesar 40 watt
yang

dipasang

sejajar,
lampu

jarak
dengan

cawan petri 40
cm,

selama

7-8

hari, 12 jam terang


12

jam

gelap

secara
bergantian).
- Setelah

inkubasi

selesai,

amati

jenis jamur yang


tumbuh di bawah
mikroskop stereo!
(bila kurang jelas
identifikasinya,
maka

dapat

menggunakan
mikroskop kompon
karena

biasanya

bagi analis pemula


akan kesulitan bila
mengidentifikasi 2
jenis jamur yang
sifatnya

VEDCA-Bidang Perbenihan

hampir

14

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

sama

di

bawah

mikroskop stereo,
namun

sangat

berbeda bila dilihat


dengan mikroskop
kompon).
- Buat laporan hasil
pengamatan
dengan
mencantumkan
nama jamur dan
persentase
infeksi!.
3.

Melakukan evaluasi
hasil pengujian
Hasil

pengujian Mengamati dan

diamati secara teliti

Bagimana ciri- a. Benih terinfeksi


terkontamina

membedakan

ciri benih

benih sehat,

terinfeksi dan

si organisme

tidak sehat,

benih

patogen yang

terinfeksi dan

terinfeksi?

ditandai

benih terinfeksi

dengan
adanya
miselium
karena
serangan
cendawan
atau disekitar
benih

ada

bercak basah
atau berlendir
karena
serangan
bakteri
- biasanya

VEDCA-Bidang Perbenihan

15

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

benih

tidak

berkecambah
b. Benih

tidak

terinfeski
- benih

tidak

terkontaminas
i

organisme

patogen, yang
ditandai
dengan tidak
adanya
miselium atau
tidak

adanya

bercak basah
atau lendir .
- benih
berkecambah
dengan
normal
Bagaimana

Jumlah benih

rumus

terinfeksi dibagi

persentase

menghitung

dengan jumlah

benih terinfeksi

persentse

benih yang diuji

benih

dikali 100%

yang Rumus

Benih

dihitung menghitung

terinfeksi
secara teliti

terinfeksi
Hasil

pengujian Menghitung

Jika dari 400

40/400 X 100%=

dan persentase

butir benih uji

10%, jadi benih

ada 40 benih

yang terinfeksi

yang

sebesar 10%

dihitung
dinyatakan

dalam benih terinfeksi

persentase

terinfeksi,
maka berapa
persentase
benih yang
terinfeksi?

VEDCA-Bidang Perbenihan

16

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

Nama patogen dan Informasi yang

Informasi apa

persentase infeksi, harus

saja yang

metode, perlakuan, dicantumkan

harus

dan jumlah benih pada laporan

dicantumkan

dicantumkan pada hasil pengujian

dalam laporan

hasil pengujian

kesehatan

hasil

benih

pengujian
kesehatan
benih?

VEDCA-Bidang Perbenihan

- jenis patogen
yang tumbuh
- Jumlah benih
yang diuji
- Jumlah benih
yang terinfeksi
- persentase
infeksi
- metode pengujian

17

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

2.
No

Lembar Observasi Performansi


Sub Kompetensi/

Kriteria Keberhasilan

Hasil

Kriteria Unjuk Kerja


1.

Ya

Tidak

Menentukan metode
pengujian
Tujuan uji kesehatan
benih

Tujuan

uji

kesehatan

benih

dijelaskan dengan benar

dideskripsikan

dengan jelas
Berbagai metode uji

Metode

pengujian

kesehatan

benih dijelaskan dengan benar.

kesehatan
dideskripsikan dengan
jelas
Uji

kesehatan

ditentukan

dan

sesuai

ditentukan

berdasarkan

fasilitas, jenis benih,

fasilitas yang ada di laboratorium,

dan

tujuan,

patogen

target

jenis

benihnya,

dan

patogen yang akan diperiksa

yang diinginkan

2.

Metode pengujian benih dipilih

Melakukan pengujian
benih
Alat dan bahan yang
diperlukan

disiapkan

dengan metode pengujian yang

sesuai kebutuhan
Pengujian

benih

dilakukan

sesuai

Alat dan bahan disiapkan sesuai


akan dilakukan

Prosedur pengujian kesehatan


benih dilakukan secara benar

prosedur
3.

Melakukan evaluasi hasil


pengujian
Hasil

pengujian

diamati secara teliti

VEDCA-Bidang Perbenihan

Pengamatan dilakukan terhadap


benih terinfeksi dan yang tidak

18

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

terifeksi
Benih yang terinfeksi

dihitung secara teliti

Perhitungan

benih

terinfeksi

dilakukan dengan menggunakan


rumus yang benar

Hasil

pengujian

dihitung

dan

dinyatakan

Hasil perhitungan benih terinfeksi


dinyatakan dalam persentase

dalam

persentase
Nama

patogen

persentase
metode
dan

dan

Informasi nama patogen, jumlah

infeksi,

benih terinfeksi, jumlah benih

pengujian,

yang diuji, persentase infeksi dan

jumlah

dicantumkan

benih

metode pengujian dicantumkan

pada

dalam laporan

hasil pengujian

VEDCA-Bidang Perbenihan

19

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

3. Lembar Penilaian Produk


No

Aspek yang dinilai

Jenis Produk

Kriteria

Penilaian

Keberhasilan

Ya
7

1.

Menentukan metode

Catatan hasil

Alat dan bahan

pengujian

identifikasi

yang akan

terhadap alat dan

digunakan sesuai

bahan yang akan

dengan metode

digunakan dalam

pengujian yang

pengujian

akan digunakan

Tidak
9

kesehatan benih
2.

Melakukan pengujian
benih

- Alat dan media

- Alat dan bahan

tumbuh yang

disterilisasi

sudah steril

dengan

- Media PDA

prosedur yang

- Larutan

benar

desinfektan
(Bayclin 1%)
- Dokumentasi

- Pembuatan
media PDA
dilakukan

pada saat

dengan

:sterilisasi alat

prosedur yang

dan media,

benar

pembuatan

- Pembuatan

media PDA dan

larutan

pembuatan

desinfektan

larutan

dilakukan

desinfektan

dengan
prosedur yang
benar

3.

Melakukan evaluasi
hasil pengujian

VEDCA-Bidang Perbenihan

- Portfolio hasil

- Hasil

pengamatan

pengamatan

terhadap jumlah

dimasukkan ke

benih yang

dalam format

20

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

terinfeksi dan
sehat
- laporan hasil

yang benar
- Hasil pengujian
dimasukkan ke

pengujian

dalam format

kesehatan

laporan yang

benih

benar

Nilai produk ( Np ) diambil dari nilai terendah diantara nilai pencapaian setiap
indikator keberhasilan

Nilai :

...................................
2007

Penilai 2,

Penilai 1,

.........................
..................................

VEDCA-Bidang Perbenihan

21

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

4. Lembar Penilaian Pengetahuan

No

Sub Kompetensi dan


Kriteria Unjuk Kerja

Penilaian
Butir pertanyaan

Kunci Jawaban

Ya
7

1.

Tidak
9

Menentukan metode
pengujian
uji Apa tujuan

Tujuan

benih pengujian

kesehatan
dideskripsikan

kesehatan benih?

Tujuan pengujian
kesehatan benih
adalah untuk
mengetahui ada

dengan jelas

tidaknya patogen
terbawa benih
sehingga
diperoleh status
atau kondisi
kesehatan suatu
lot benih
Berbagai metode uji Jelaskan

Metode tanpa

kesehatan

kelebihan dan

inkubasi dapat

dideskripsikan

kekurangan

dilaksanakan

dengan jelas

pengujian

dengan waktu

kesehatan benih

relatif singkat,

dengan metode

tetapi hasil yang

tanpa inkubasi dan

diperoleh kurang

metode inkubasi

akurat, sedangkan
metode inkubasi
memakan waktu
yang cukup lama
tapi hasil yang
diperoleh akurat

Uji

kesehatan Metode pengujian

ditentukan

sesuai apa yang

VEDCA-Bidang Perbenihan

Metode tanpa
inkubasi

22

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

fasilitas, jenis benih, digunakan untuk


tujuan dan patogen memeriksa ada
yang tidaknya patogen

target

yang terbawa

diinginkan

benih, tanpa
memandang hidup
atau mati?
2.

Melakukan pengujian
benih
Alat

dan

yang

bahan Alat

diperlukan apa

dan

bahan - Cawan petri yang

yang

harus

disiapkan

sesuai dipersiapkan

kebutuhan

akan

jika

sudah

diisi

PDA/MA

melakukan - Laminar air flow

pengujian
kesehatan
dengan
agar

- Autoclave
benih - Ruang inkubasi
metode - Mikroskop stereo
dan kompon
- Kaca obyek dan
kaca penutup
- Jarum preparat
- Beaker glass
- Kain kassa
- Kertas wrapping
- Contoh

benih

yang akan diuji


- Natrium hipoklorit
1-2 %
- Air/aquades
steril
- Alkohol

70

dan 90 %
Pengujian
dilakukan

benih Bagaimana
sesuai prosedur

prosedur

VEDCA-Bidang Perbenihan

pengujian

Ambil
kerja

contoh
sebanyak

400 butir secara

23

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

kesehatan benih

acak,

campur

dengan metode

merata, kemudian

agar

taruh dalam kain


kasa,

ikat

kendor,

agak

rendam

benih

dalam

larutan NaOCl2 1-2


% selama 5 menit,
kemudian

angkat

dan

tiriskan

sebelum ditabur!.
Taburkan

benih

yang

telah

ditiriskan tersebut
secara

aseptik

pada media agar


dalam cawan petri
di laminar air flow
untuk

mencegah

kontaminasi! (tiap
cawan petri dapat
diisi

10-25

butir

benih/tergantung
dari ukuran benih).
Inkubasikan benih
yang telah ditabur
pada media agar
dalam cawan petri
di

bawah

sinar

NUV (Near Ultra


Violet), Cold day
light
biasa

atau

neon
(TL)!

(sebesar 40 watt
yang

VEDCA-Bidang Perbenihan

dipasang

24

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

sejajar,

jarak

lampu

dengan

cawan petri 40
cm, 12 jam terang
12

jam

gelap

secara
bergantian).
Setelah

inkubasi

selama

hari,

kemudian

amati

koloni

yang

tumbuh!

(dapat

dengan

bantuan

mikroskop.

Buat

laporan

hasil

pengamatan
dengan
mencantumkan
nama patogen dan
persentase
infeksinya
3.

Melakukan evaluasi
hasil pengujian
Hasil

pengujian Setelah pengujian, Benih

diamati secara teliti

terinfeksi

benih yang

dan

bagaimana yang

terinfeksi.

diamati? Dan

cirinya:

bagaimana ciri-

a. Benih terinfeksi

cirinya?

benih

tidak
Ciri-

terkontamin
asi
organisme
patogen
yang
ditandai

VEDCA-Bidang Perbenihan

25

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

dengan
adanya
miselium
karena
serangan
cendawan
atau
disekitar
benih

ada

bercak
basah atau
berlendir
karena
serangan
bakteri
- biasanya
benih

tidak

berkecamba
h
b.

Benih

tidak

terinfeski
- benih

tidak

terkontamin
asi
organisme
patogen,
yang
ditandai
dengan tidak
adanya
miselium
atau

tidak

adanya
bercak
basah

VEDCA-Bidang Perbenihan

atau

26

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

lendir .
- benih
berkecamba
h

dengan

normal
yang Bagaimana rumus

Benih

dihitung untuk menghitung

terinfeksi
secara teliti

Jumlah benih yang


terinfeksi dibagi

persentase benih

dengan jumlah

terinfeksi?

benih uji dikali


100%

Hasil

pengujian Jika dari 400 butir


dan benih uji ada 100

dihitung
dinyatakan

dalam butir yang

persentase

100/400 X 100%=
25%,
jadi benih

terinfeksi, berapa

terinfeksi sebesar

persen benih yang

25%

terinfeksi?
Nama patogen dan Informasi apa saja
persentase infeksi, yang harus
metode, perlakuan, dicantumkan
dan jumlah benih dalam laporan
dicantumkan

pada hasil pengujian

hasil pengujian

kesehatan benih?

- jenis patogen
yang tumbuh
- Jumlah benih
yang diuji
- Jumlah benih
yang terinfeksi
- persentase
infeksi
- metode
pengujian

Nilai :
.
Penilai 2,

VEDCA-Bidang Perbenihan

..............................2007
Penilai 1,

27

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

.........................
..................................
5. Lembar Penilaian Sikap
Skor Perolehan
Kompetensi
No

Kecakapan Hidup Non


Instruktional
Disiplin

2.

Taat azas

3.

Kemauan untuk

Evaluation

(Preferensi Oleh

( Oeh Guru )

Peserta Ybs)
1

1.

Believe

bekerja keras
4.

Konsisten

5.

Kemauaan untuk
memperoleh hasil
terbaik

6.

Kemauan untuk
bekerja cepat

7.

Kreatif

Catatan :
1. Penetapan skor dilakukan dengan pendekatan Fish Been Analisys, dimana :
Attitude = B X E
2. Penetapan skor berdasarkan preferensi peserta (siswa) dan guru, dimana :
B = Believe, dinilai oleh peserta
E = Evaliation, dinilai oleh guru masing-masing dengan kisaran skor 5 s.d
1
Skor 5 merupakan skor tertinggi/terbaik
Nilai :
...............................2007
Penilai 2,

VEDCA-Bidang Perbenihan

Penilai 1,

28

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

.........................
..................................
BAB IV. PENUTUP

VEDCA-Bidang Perbenihan

29

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

DAFTAR PUSTAKA

Anonimus. 2004. Isolasi dan Konservasi Cendawan Patogenik Tular Benih. Balai
Pengembangan Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Direktorat
Perbenihan Direktorat Jenderal Bina Produksi Tanaman Pangan, Jakarta.
------------. 2003. Pedoman Pengujian Kesehatan Benih Hortikultura (Seri Jamur).
Direktorat Perbenihan Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura,
Jakarta.
------------. 2003, Penerapan SNI 19-17025-2000 Laboratorium Penguji Benih
Tanaman Pangan dan Hortikultura. Balai Pengembangan Mutu Benih
Tanaman Pangan dan Hortikultura, Jakarta.
Kuswanto, H. 1997. Analisis Benih. Andi. Yogyakarta.
Sutopo, L. 2002. Teknologi Benih. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Wirawan, B. dan Wahyuni, S. 2002. Memproduksi Benih Bersertifikat-Padi,
Jagung, Kedelai, Kacang Tanah, Kacang Hijau. Swadaya. Jakarta.

VEDCA-Bidang Perbenihan

30

Modul Fasilitator Melakukan Kerjasama Produksi Benih

VEDCA-Bidang Perbenihan

31