Anda di halaman 1dari 21

PROPOSAL

LOMBA RANCANG KUDA-KUDA NASIONAL VII

KATA PENGANTAR

Segala puji syukurmari kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa
yang telah memberikan anugerah kepada kitasemua berupa kesehatan jasmanirohani, rizki yang melimpah, ketenteraman, serta kesempatan untuk menuntut
ilmu sebanyak-banyaknya. Sebagai generasi muda bangsa, kita semua mempunyai
kewajiban untuk menuntut ilmu sebanyak mungkin, berfikir kritis, inovatif dan
kreatif agar kita mampu memberikan karya terbaik untuk bangsa yang kita cintai.
Dalam rangka mengasah cara berfikir yang kritis, inovatif dan kreatif, kita
harus selaluberusaha memahami setiap persmasalahan yang timbul dan
memberikan solusi yang terbaik. Salah satu usaha untuk meningkatkancara
berfikir kritis, inovatif dan kreatif adalah dengan mengikuti kompetisi tingkat
mahasiswa yang diselenggarakan. Suatukompetisi akan selalu menuntut
mahasiswa berusaha untuk memberikan solusi terbaik bagi permasalahan yag
diberikan.
Kompetisi Rancang Kuda-Kuda Nasional VII yang diselenggarakan
oleh Universitas Gadjah Mada merupakan salah satu kesempatan bagi kami untuk
dapat berpartisipasi dalam memberikan solusi terbaik dalam hal perancangan
kuda-kuda yang mudah dikerjakan, hemat, bernilai seni, dan kuat.Kami berharap
dengan adanya kompetisi ini, kami dapat terpacuuntuk berfikir kreatif dan inovatif
agar dapat memberikansolusi terbaik yang dapat diterapkan dalam kehidupan
kelak, mengimplementasikan ilmu yang didapat di dalam kuliah, serta
menumbuhkan semangat bersaing yang baik dengan kompetitor.

DAFTAR ISI

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR TABEL

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Tempat tinggalmerupakan salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan
manusia disamping kebutuhan sandang dan pangan.Tempat tinggal dianggap
sebagai kebutuhan pokok bagi manusia karena tempat tinggal merupakansarana
utama untuk berlindung dari lingkungan luar yang mengganggu, sebagai tempat
mengawali dan mengakhiri rutinitas keseharian, danbahkan tempat tinggal
merupakan identitas bagi seseorang yang menunjukkan di mana orang tersebut
menetap atau tinggal.Begitu pentingnya ketersediaantempat tinggal bagi
kehidupan manusia, sehingga tempat tinggal merupakan hal yang mutlak untuk
dipenuhi.
Pemenuhan terhadap kebutuhan tempat tinggal bukanlah hal yang mudah
dan membutuhkan pertimbangan, khususnya bagi kalangan ekonomi menengah ke
bawah. Permasalahan yang menyebabkan tidak terpenuhinya tempat tinggal bagi
sebagian kalangan antara lain disebabkan karena harga material bangunan yang
menjadi semakin mahal.Selain itu, tempat tinggal yang dibangun harus memenuhi
kriteria keandalan bangunan yang memperhatikan keamanan, kenyamanan,
kesehatan, dan kemudahan bagi penghuninya, akibatnya biaya pembangunan
tempat tinggal akan menjadi lebih mahal, karena membutuhkan desain yang baik
danmaterial yang bermutu.
Untuk meringankan beban biaya pembangunan tempat tinggal, maka perlu
dilakukan efisiensi penggunaan material bangunan,tetapi dalam batas yang tidak
menyebabkanterkuranginya

kualitas

bangunan

tersebut.Saat

ini,

material

bangunan yang mempunyai harga cukup mahal adalah kayu, hal ini disebabkan
karena kayu menjadi material yang langka akibat eksploitasi yang berlebihan,
selain itu kayu juga merupakan material alami yang penggunaannya perlu dibatasi
agar tidak merusak ekosistem, sehingga harga kayu di pasaran saat inimenjadi
cukup mahal.
Material kayu sampai saat ini masih banyak digunakan untuk bangunan
tempat tinggal terutama pada struktur atap karena pengerjannya dianggap lebih

mudah, sedangkan untuk struktur balok dan kolom saat ini lebih dominan
menggunakan material beton bertulang atau baja karena dianggap lebih awet dan
mudah diperoleh.Untuk struktur atap, bagian terpenting yang menjadi syarat
terpenuhinya keandalan bangunan adalah rangka kuda-kuda.Rangka kuda-kuda
mempunyai fungsi menahan beban atap seperti beban penutup atap, beban hujan,
dan angin, sehingga rangka kuda-kuda harus didesain sebaik mungkin agar
mampu menahan beban-bebanyang bekerja.
Selain ditinjau dari segi kekuatan menahan beban, rangka kuda-kuda juga
harus didesain agar memberikan kemudahan dalam pengerjaan, dan mempunyai
bobot yang ringan.Rangkakuda-kuda yang mempunyai kemudahan dalam
pengerjaan dan ringan dapat mengurangi biaya pembangunan tempat tinggal, baik
itu berasal dari penggunaan material maupun dari jumlah tenaga yang
diperlukan.Oleh karena itu, inovasi desain kuda-kuda dianggap sangat penting
untuk meringankan biaya pembangunan tempat tinggal dan mengurangi
penggunaan kayu untuk kelestarian alam.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa
masalah sebagai berikut :
a. Seperti apakah desain bentuk rangka kuda-kuda yang memberikan
kemudahan dalam pengerjaan, kuat dan dapat menghemat penggunaan
kayu ?
b. Seperti apakah desain dimensi rangka kuda-kuda yang paling efisien ?
1.3. Tujuan
Adapun tujuan dari perancangan kuda-kuda ini adalah :
a. Untuk mendapatkan desain bentuk rangka kuda-kuda yang paling hemat dan
mudah dikerjakan.
b. Menentukan desain dimensi rangka kuda-kuda yang paling efisien.
1.4. Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari perancangan rangka kuda-kuda ini untuk
berbagai pihak adalah sebagai berikut :
1.4.1 Mahasiswa
a. Memberikan referensi dalam perancangan kuda-kuda kayu.
b. Menumbuhkan kreatifitas mahasiswa dalam merancang kuda-kuda kayu
yang lebih baik.

1.4.2 Masyarakat
a. Memberikan desain kuda-kuda yang inovatif dan dapat diaplikasikan dalam
pembangunan tempat tinggal.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Spesifikasi Bahan


Spesifikasi bahan yang digunakan untuk perancangan kuda-kuda adalah
sebagai berikut :
2.2.1 Spesifikasi Kayu
a. Nama kayu
b. Kelas kuat kayu
c. Tingkat keawetan
d. Tingkat pemakaian
e. Berat jenis
1) Minimal
2) Maksimal
3) Rata rata
f. Teganganlentur ijin
g. Tegangan tarik ijin
h. Tegangan desak ijin
i. Tegangan desak ijin
j. Tegangan puntir ijin
2.2.2 Spesifikasi Besi
a. Profil besi
b. Berat jenis
c. Tinggi (h)
d. Lebar (b)
e. Tebal
(t)
f. Tegangan tarik
g. Tegangan putus

: Meranti (Para Shorea)


: Kelas II IV
: Kelas IV
: Kelas IV
: 0,29 gr/cm3
: 0,96 gr/cm3
: 0,50 gr/cm3
: 75 kg/cm2
: 60 kg/cm2
: 60 kg/cm2
: 15 kg/cm2
: 8 kg/cm2
: Besi hollow
: 7,2 gr/cm3
: 4 cm
: 2 cm
: 0,8 mm
: 98 MPa
: 150 MPa

2.2.3 Spesifikasi Alat Sambung Paku


a. Alat sambung
: Paku
b. Bentuk
: Bulat
c. Diameter
: 1,6 mm
2.2.4 Spesifikasi Alat Sambung Baut
a. Alat sambung
: Baut
b. Bentuk
: Bulat berulir
c. Diameter
(D)
: 6,3 mm
d. Tegangan izin
: 60 MPa
2.2. Analisis Rangka Kuda-kuda

Untuk mengetahui besar gaya dalam yang bekerja pada batang rangka kudakuda, maka dilakukan analisis struktur rangka kuda-kuda menggunakan metode
keseimbangan titik buhul. Desain rangka kuda-kuda dapat dilihat pada Gambar
2.1.

Gambar 2. 1Desain Rangka Kuda-kuda

Gambar 2. 2Penomoran Batang Rangka Kuda-kuda

2.2.1

Perhitungan gaya batang untuk beban P = 250 kg

Perhitungan reaksi tumpuan Rav & Rbv


Jarak antar tumpuan = 100 cm
MB
=0
RAV.100 - 250(100/2) =0
=125
RAV
Kg
RAV=RB
=125
V
Kg
Tabel 2. 1 Konversi Sudut Kuda-kuda
Sudut
sin
cos

24
0,4067
0,9135

26
0,4384
0,8989

40
0,6428
0,766

50
0,766
0,6428

64
0,8979
0,4384

65
0,9063
0,4226

TITIK A
FV
RAV + S4.sin 50
125 + S4.0,766
S4

=0
=0
=0
= - 163,185 Kg

FH
=0
S1 + S4 cos 40
=0
S1 + (-163,1854 . 0,766) = 0
S1
= 125 Kg
TITIK F
FV
=0
S10.sin40 - S5.sin65 - S4.sin40
S10 (0,6428) - S5.(0,9063) -(163,185.0,6428)
S10. 0,6428 - S5. 0,9063 + 104,895
FH
=0
S10.cos40 - S5.cos65 - S4.cos40
S10 (0,766) - S5.(0,4226) - (-163,185.0,0,766)
S10 (0,766) - S5.(0,4226) + 124,9997
Eliminasi persamaan (1) & (2)

=0
=0
=0

.....(Pers 1)

=0
=0
=0

.....(Pers 2)

66
0,9135
0,4067

S10.0,6428 - S5.0,9063 = -104,895 x 0,4226 S10.0,2716 S5.0,383 =


-44,32862
S10.0,766 S5.0,4226 = -142,9997 x 0,9063 S10.0,9658 S5.0,383 =
-113,2872 _
S10.0,9658

= -157,6159 kg

S10

= -163,1972 kg

Subtitusi S10 ke persamaan S10.0,766 S5.0,4226 = -142,9997


Sehingga diperoleh nilai

S5

= -0,02213 kg

TITIK B
FV
=0
S6.sin 26 + S5 sin24
S6. 0,4067 + (-0,022136).0,4067
S6. 0,4067 - 0,009
S6
=
0,02213

=0
=0
=0
Kg

FH
=0
S2 + S6.cos 64 - S5.cos 66 - S1
=0
S2 + (0,0221293 . 0,4384) - (-0,022136.0,4067)-125
=0
S2 +
0,009701 +0,00900272
-125 = 0
S2 =
124,9813 Kg
TITIK G
FH
=0
S7.cos64 - S6.cos64
=0
S7. 0,4384 - ( 0,0221293. 0,4384)
S7 =
0,02213 Kg
FV
=0
S11 - S7.sin26 - S6.sin26
S11 - S7.0,4384 -(0,0221293.0,4384)
S11 - (0,0221293.0,4384)-0,0097
S11 =
0,0194

=0

=0
=0
=0
Kg

TITIK H
FH
=0
S10 cos 40 - S12 cos 40
(-163,197. 0,7660) - S12.0,766
-125,0089 -S12.0,766
S12 =
-163,197

=0
=0
=0
Kg

Rekapitulasi beban rencana 250 kg ditampilkan dalam Tabel 2.2.

Tabel 2. 2 Rekapitulasi gaya batang dengan beban P = 250 kg


Batang
S1 = S3
S2
S4 = S9
S5 = S8
S6 = S7
S10 = S12
S11

Gaya Batang (Kg)


125
124,9813
-163,1854
-0,02213
0,02213
-163,1972
0,0194

Keterangan
Tarik
Tarik
Tekan
Tekan
Tarik
Tekan
Tarik

Untuk perhitungan gaya batang pada beban 100 kg, langkahnya sama dengan
perhitungan gaya batang pada beban rencana 250 kg. Hasil rekapitulasi
perhitungan pada beban 100 kg ditampilkan dalam Tabel 2.3.
Tabel 2. 3 Rekapitulasi gaya batang dengan beban P = 100 kg
Batang
S1 = S3
S2
S4 = S9
S5 = S8
S6 = S7
S10 = S12
S11

Gaya Batang (Kg)


100
99,9830
-130,5483
-0,0201
0,0201
-130,5581
0,0194

Keterangan
Tarik
Tarik
Tekan
Tekan
Tarik
Tekan
Tarik

2.3. Kontrol Dimensi Batang Rangka Kuda-kuda


a. Perencanaan Struktur Tekan
Data perencanaan :
1) Tegangan ijin kayu Mahoni, tk// = tr// = 82,5 kg/cm
2) Beban dari batang 1 = 11,
P
= -163,1972 kg (terbesar)
3) Panjang batang,
L
= 40 cm
Perencanaan dimensi batang tekan mengacu pada peraturan SNI
7973-2013 tentang Spesifikasi Desain Untuk Konstruksi Kayu dengan
prosedur Desain Faktor Beban Ketahanan (DFBK). Untuk prosedur
DFBK, perhitungan nilaidesain terkoreksi harus ditentukan dengan
menggunakanfaktor-faktor koreksi DFBK yang ditetapkan.
1) Nilai tekan desain terkoreksi Fc dapat diperoleh dengan persamaan
berikut :

Fc

= Fc. Cm. Ct. Cf. Ci. Cp. Kf. .


= 82,5. 0,8. 1. 1. Cb. 0,82,40. 0,9. 0,6
= 68,428. 0,9999995
= 68,4288 kg/cm2

Cp

[
[

1+(F cE / F c ' )

2c

1+( F cE / F c ')
F /F '
cE c
2c
c

1+(F cE / F c ' )

=
2c

1+( F cE / F c ')
F cE / F c '

2c
c

=0,999999561
Fc
FCE

=49,7664 kg/cm2
=

0,822. Emin '


(l e / d)2

0,822. 2750000802
2
=
(400/40)
= 22605006,59
Emin

= Emin . Cm . Ct . Ci . CT . Kf .
= 4500 .0,8 . 1 . 0,8 . 638276,33 . 1,76 . 0,85
= 2750000802

CT

+ K M .l e
=1 KT . E
=1+

843105. 40
0,59.9000

= 638276, 33
2) Dimensi Rencana
P
Fc. Ab
163,1972

49,7664 . Ab

Ab

163,1972
68,4288

Ab
= 3,473 cm2 4 cm2
Pakai lebar (b) = 1 cm dan tinggi (h) = 4 cm, sehingga Ab = 4cm2
3) Kekuatan Desak Struktur Dengan Meninjau Kelangsingan Batang
Inersia minimum (Imin)
= 1/12. B.H3
= 1/12. 1. 43
= 5,333 cm4
Luas bruto (Fbr)
= b.h
= 1.4
= 4 cm2
i min
Jari-jari inersia minimum (imin)
=
Fbr

= 1,1546 cm
=( Lk/ imin )
= 40/1,1546
= 34,642
Dari daftar III PKKI 1961 didapat = 1,2964
Angka kelangsingan

4) Kontrol Tegangan Tekan


ds
= (P/A)
= 1,2964 x (163,1972/4)
= 52,8938 kg/cm < 68,4288 kg/cm..OK
Rasio tahanan = 52,8938/68,4288
= 0,7729
Presentase kapasitas kekuatan batang tekan terhadap beban
rencana adalah 20,239 %, sehingga apabila beban dinaikkan 20%
lebih besar dari beban rencana, diperkirakan batang tekan akan
runtuh.
b. Perencanaan Struktur Tarik
Data perencanaan :
1)
2)
3)
4)
5)
6)

Tegangan ijin kayu Mahoni tk// = tr// = 82,5 kg/cm


Beban dari batang 3,
P
= + 125 kg (terbesar)
Panjang batang
L
= 100 cm
Alat sambung
= Mur baut
Dimensi baut
= 6,35 mm
Tegangan ijin tarik baut
= 60 Mpa

7) Perlemahan alat sambung

= 20%

Perencanaan dimensi batang tarik mengacu pada peraturan SNI


7973-2013 tentang Spesifikasi Desain Untuk Konstruksi Kayu dengan
prosedur Desain Faktor Beban Ketahanan (DFBK). Untuk prosedur
DFBK, perhitungan nilaidesain terkoreksi harus ditentukan dengan
menggunakanfaktor-faktor koreksiDFBK yang ditetapkan.
1) Desain tarik terkoreksi(Ft)

= Ft . Cm . Cf . Ci . Kf . .
= 82,5 . 1 . 1 . 0,8 . 2,7 . 0,8 . 0,6
= 85,536 kg/cm2

Luas perlu

Ab

= P/Ft
= 125/85,536
= 1,461 cm2 4 cm2

Pakai lebar (b) = 1 cm dan tinggi (h) = 4 cm, sehingga Ab = 4 cm2


2) Kontrol Tegangan Akibat Perlemahan Batang
Perlemahan akibat alat sambung = 20%
Luas tampang netto (An)
= 80% . 4
An
= 3,2 cm2
Tegangan tariktr
= Ft . An
= 85,536 .3,2
= 273,715 kg > 125 kg
Rasio tahanan
= 125/273,715
= 0,4566
Dimensi batang tarik dengan lebar (b) = 1 cm dan tinggi (h) = 4 cm
aman.
c. Lendutan Kuda-kuda
Lendutan pada kuda-kuda ditinjau akibat beban terpusat pada
beban 20kg, 40 kg, , 60 kg, 80 kg, dan 100 kg.
1 .P .3
Lendutan (f)

< /250
48 . E . I

Inersia (I) hollow

= 6732,2539mm4

Elastisitas (E) hollow = 89631.84477 Mpa

Tabel 2. 1Lendutan Batang Hollow


Beban Terpusat

Lendutan

Lendutan Izin

(kg)
20
40
60
80
100

(mm)
0,0667
0,1333
0,2
0,2667
0,3333

(mm)
3
3

3
3
3

Kontrol
Aman
Aman
Aman
Aman
Aman

2.4. Spesifikasi Sambungan


Di dalam konstruksi kayu, bagian yang memerlukan perhatian besar adalah
tempat-tempat hubungan atau sambungan, karena sambungan selalu merupakan
titik terlemah pada suatu konstruksi.Dalam desain kuda-kuda ini, jenis sambungan
disesuaikan dengan jenis material yang digunakan.Untuk sambungan antara kayu
dengan kayu, sistem sambungan menggunakan jenis sambungan bibir miring
dengan alat sambung paku, sedangkan untuk sambungan antara kayu dengan besi,
sambungan menggunakan jenis pen dan alat sambung baut.
2.4.1 Alat Sambung Baut
a. Kekuatan baut terhadap kayu
Tahanan baut (S)
= 25.d.b1.(1-0,6.Sin )
= 25.0,63.1.(1-0,6.Sin 0)
= 15,75 kg
Tahanan baut (S)
= 170.d2.(1-0,35 Sin )
= 170.(0,632).(1-0,35.Sin 0)
= 67,473 kg
Dari kedua hitungan tahanan beban pada baut, nilai yang menentukan
adalah yang terkecil, yaitu S = 15,75 kg.
b. Kekuatan baut terhadap besi hollow
Analisis kekuatan baut ditinjau setengah penampang dari besi hollow,
karena diasumsikan bahwa yang bekerja pada sambungan adalah sisi-sisi
samping.

Gambar 2.4. Penampang Besi Hollow

Penampang kotor (Ag)


Luas netto (An)

= (40 + 40 + 10 ) x 0,8
= 48 mm2
= Ag n .(db + 1 ) . t
= 48 2 .(6,3 + 1 ) . 0,8
= 36,32 mm2

Kondisi leleh Tn

= .fy . Ag
= 0,9 . 98 . 48
= 423,36 Kg

Kondisi putus Tn

= .fu . Ae
= 0,75 . 150 . 36,32

= 408,6 Kg
= .m.r1.fub.Ab
= 0,75 . 1 . 0,4. 60 . ( . 6,32)
= 56,11 Kg
Tumpu Rn
= .2,4.du.tp.fu
= 0,75 . 2,4. 6,3 . 0,8 . 98
= 88,907 Kg
Dipakai nilai yang terkecil yaitu tahanan geser ( Rn ) = 56,11 Kg, sehingga
Geser Rn

kekuatan 1 baut terhadap besi adalah 56,11 Kg, kekuatan 1 baut terhadap kayu
adalah 15,75Kg.Dipakai nilai rata-rata adalah 35,93 Kg.
P
Jumlah kebutuhan baut ( n )
= kekuatanbaut rerata

135,8686
35,93

= 3,781 4 bh
2.4.2

Alat Sambung Paku


a. Sambungan pada buhul A
Digunakan plat sambung

= 2 x 0,75 cm

diameter paku

= 1,60 mm

Tahanan 1 paku (S)

1
.b .d . kd
= 2
=

1
.0.75 . 0,16. 149
2

= 8,94 kg
P
= S

Kebutuhan paku (n)

184,6217
8,94

= 20,651 22 bh
b. Sambungan pada batang kayu no.2
Digunakan plat sambung = 2 x 1 cm
diameter paku
Tahanan 1 paku (S)

Kebutuhan paku (n)

= 1,60 mm
=

1
.b .d . kd
2

1
.1. 0,16. 149
2

= 11,92kg
P
= S
=

84,6185
11,92

= 7,098 8 bh
2.5. Gambar Kuda-Kuda
2.6. Estimasi Biaya