Anda di halaman 1dari 42

PAKET 1

PEMERINTAH KABUPATEN KARO


DINAS PEKERJAAN UMUM
Alamat : Jl. Jamin Ginting No. 72 Kabanjahe
Telp. : 0628-20216

LAPORAN PENDAHULUAN
PEMUTAKHIRAN DATABASE
IRIGASI DI KEC. MUNTE
KABUPATEN KARO

TAHUN 2015

PT. BUMI TORAN KENCANA


Jl. Letjen Jamin Ginting No. 848 Medan
Telp. 8223501, Fax 8223502

T.A. 2015

Laporan Pendahuluan

KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat

rahmat dan perlindungannya kami dapat menyelesaikan penyusunan Laporan


Pendahuluan Pemutakhiran Database Irigasi di Kec. Munte Kab. Karo
Laporan

Pendahuluan

ini

berisikan

gambaran

umum

wilayah

survey,penjabaran dari kerangka acuna kerja yang meliputi metodologi dan


pendekatan, rencana kerja, dan jadwal kegiatan yang akan dilakukan.

Demikian Laporan Pendahuluan ini kami susun sebagai langkah awal untuk

mendukung pelaksanaan Kegiatan Pemutakhiran Data Base Irigasi di Kec. Munte

Kab. Karo, semoga dapat bermanfaat di masa yang akan datang

Medan, 27 Oktober 2015

PT. Bumi Toran Kencana

Widayati, SE
Direktur

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KAB. KARO

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi

i
ii

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
1.2.
Maksud dan Tujuan
1.3.
Manfaat Kegiatan
1.4.
Lingkup Pekerjaan
1.5.
Lokasi Kegiatan
1.6.
Perkiraan Waktu dan Jadwal Kegiatan
1.7.
Peralatan Yang Dibutuhkan
1.8.
Tenaga Kerja
1.9.
Organisasi Pengguna Jasa
1.10. Output Pekerjaan

01
01
02
02
03
04
04
04
05
06
06

BAB II

GAMBARAN KABUPATEN KARO


2.1.
Gambaran Umum Kabupaten Karo
2.2.
Letak Geografis
2.3.
Batasan Wilayah
2.4.
Daerah Ketinggian dan Kemiringan Tanah
2.5.
Luas Wilayah Kecamatan
2.6.
Luas Wilayah Daerah Irigasi di Kec. Munthe

08
08
09
10
10
11
12

BAB III KAJIAN TEORI


3.1.
Sistem Informasi Geografis
3.2.
Geotagging
3.3.
Software SIG dan Geotagging
3.3.1 GPS Garmin (MapSource)
3.3.2 Google Earth Pro
3.3.3 Arc GIS
3.3.4 My Tracks
3.3.5 GPS Geotagger

14
14
16
18
18
19
22
23
24

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KAB. KARO

ii

Laporan Pendahuluan
3.4.

Bab IV

Jaringan Irigasi
3.4.1 Pengertian Jaringan Irigasi
3.4.2 Pengertian Luasan Irigasi
3.4.3 Bangunan Utama Irigasi
3.4.4 Bangunan Pendukung Irigasi
3.4.5 Saluran Irigasi
3.4.6 Debit

METODOLOGI
4.1.
Data Lokasi Daerah Irigas
4.2.
Metode Pelaksanaan
4.3.
Tahapan Kegiatan

T.A. 2015
24
24
26
28
29
32
33
34
34
35
37

LAMPIRAN :
1. PETA RENCANA SURVEY DI Kec. MUNTE

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KAB. KARO

iii

Laporan Pendahuluan

BAB

T.A. 2015

1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam rangka pengelolaan data dan informasi tentang irigasi di lingkungan Kantor

Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karo, diperlukan langkah-langkah pengendalian. Salah

satu bentuk pengendalian adalah berupa pemutakhiran database melalui pembuatan

Sistem Informasi Geografis (GIS). Untuk saat ini informasi yang cepat dan akurat sangat
dibutuhkan yaitu dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas data dan meningkatkan
kualitas sistem informasi sebagai titik tumpu pengembangan-pengembangan bank data.

Dengan kemajuan zaman yang maju pesat masyarakat luas melupakan akan

keadaan ini sehingga jaringan irigasi tidak lagi terpelihara (rusak) bahkan hilang.

Pada berbagai kesempatan, kadang kala dalam pengambilan kebijakan masih

lemah oleh data dan informasi yang kurang memadai akibatnya sangat mungkin terjadi
penyimpangan program/kegiatan yang besar antara rencana dan realisasi. Oleh karena itu
diperlukan suatu sistem informasi yang memadai.

Pendayagunaan teknologi komputer secara tepat akan membantu mengatasi

permasalahan-permasalahan yang umum terjadi pada suatu organisasi yang masih


melakukan pekerjaan secara manual. Dengan bantuan komputer akan memberikan nilai
tambah, pengeloalaan data/informasi lebih cepat dan terakumulasi.

Menyadari pentingnya data/informasi, pada TA. 2015 ini Kantor Dinas Pekerjaan

Umum Kabupaten Karo bermaksud melakukan Pemutakhiran Database Irigasi di Kec.

Munte yang merupakan kewenangan Kabupaten Karo dengan mempedomani UU No. 7


Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air dan PP No. 20 Tahun 2006 tentang Irigasi.

Diharapkan dengan adanya pekerjaan Pemutakhiran Database Irigasi di Kec. Munte Kab.

Karo ini dapat diketahui dengan lebih jelas dan lebih rinci daerah irigasi yang menjadi

kewenangan dan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Karo dan memvisualisasikannya


dalam bentuk multimedia yang komunikatif.

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KABUPATEN KARO

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

1.2. Maksud dan Tujuan


Pekerjaan Kegiatan Pemutakhiran Database Irigasi di Kec. Munte Kab. Karo ini

dimaksudkan adalah sebagai upaya dalam pengelolaan irigasi yang menjadi kewenangan

Pemerintah Kabupaten untuk perencanaan teknis keirigasian dan menterpadukan


program pembangunan irigasi dan pertanian, khususnya pertanian tanaman pangan padi

sawah, untuk itu diperlukan pemutakhiran data irigasi dalam bentuk manajamen database
yang berbasis Geografis Information Sistem (GIS).

Secara spesifik tujuan yang ingin dicapai dapat diuraikan sebagai berikut :

a. Melakukan survey lapangan ke Daerah Irigasi (DI) sesuai dengan lokasi yang telah
ditentukan.

b. Melakukan Kegiatan pengukuran Daerah Irigasi (DI) bersamaan dengan kegitan


survey lapangan.

c. Mendokumentasikan semua jenis data/informasi tentang irigasi, mulai dari bangunan

pengambilan (sumber airnya), bangunan-bangunan irigasi dan potensi areal


persawahannya.

d. Memetakan hasil survey dan pengukuran di lapangan kedalam software yang


digunakan (Google Earth Pro)

e. Menganalisa kondisi eksisting daerah irigasi yang ada.

f.

Membuat skema jaringan berdasarkan data dan analisa.

1.3 Manfaat Kegiatan

Kegiatan dari Pemutakhiran Database Irigasi di Kec. Munte Kab. Karo ini memiliki

manfaat, antara lain :


a.

b.
c.

d.

Mengetahui keberadaan serta kondisi eksisting jaringan Daerah Irigasi.

Mengetahui tentang kelayakan dan fungsi dari jaringan Daerah Irigasi terhadap
persawahan sekitar.

Menghasilkan karakteristik Jaringan Irigasi.

Dampak ekonomis dari kegiatan ini adalah akan didapatnya data Jaringan Daerah

Irigasi yang akurat untuk kepentingan baik insatansi Pemerintah (pemegang asset)

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KABUPATEN KARO

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

maupun investor (bidang-bidang investasi yang membutuhkan sarana Irigasi)


sebagai modal kelancaran usahanya.

e.

Disamping itu adanya data spesifikasi Jaringan Daerah Irigasi berdasarkan


klasifikasi Irigasi, yang berdampak pada program pembangunan Jaringan Irigasi
berdasarkan kepentingan pertumbuhan ekonomi.

f.

Di bidang kebijakan pembangunan daerah, hasil dari pekerjaan ini diharapkan dapat

memberi masukan kepada Pemerintah Daerah dalam hal pengelolaan Jairngan


Irigasi.

1.4 Lingkup Pekerjaan

Lingkup pekerjaan dalam pemutakhiran data ini berupa :

penyiapan pada sistem informasi Daerah Irigasi di Kabupaten Karo.

Pengumpulan data primer dan sekunder serta survey lapangan dalam rangka

Menyiapkan software yang berbasis database dan aplikasi sistem informasi

dan visualisasi daerah irigasi yang menjadi kewenangan Pemerintah


Kabupaten Karo yang compatible dengan operating sistem windows.

Lingkup Kegiatan pekerjaan Pemutakhiran Database Irigasi di Kec. Munte Kab.

Karo adalah meliputi hal-hal dibawah ini :

a.

b.

Persiapan pelaksanaan pekerjaan

Pengumpulan data sekunder yaitu data mengenai Daerah Irigasi, data spasial peta

Jaringan Daerah Irigasi, dan peta acuan (peta rupa bumi) yang diperoleh dari Dinas
terkait di Kabupaten Karo.

c.

Survey lapangan yaitu checking lapangan untuk melakukan inventarisasi terhadap

d.

Pembuatan Peta Digital Jaringan Daerah Irigasi yaitu Citra Satelit Landsat.

e.
f.

kekurangan data spasial, perubahan kondisi.

Pembuatan Sistem Informasi Geografis Jaringan Daerah Irigasi Kec. Munte,


Kabupaten Karo.

Pembuatan Multimedia 3D Interaktif Jaringan Daerah Irigasi yang dapat

dijalankan/dioperasikan secara interaktif yang berisi data, peta dan visual.

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KABUPATEN KARO

T.A. 2015

Laporan Pendahuluan
1.5 Lokasi Kegiatan
Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Munte, Kabupaten Karo.

1.6 Perkiraan Waktu Dan Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan

Direncanakan akan dilakukan dalam jangka waktu 2 (dua) bulan terhitung sejak

perjanjian kerjasama ditandatangani.

Jadwal Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan sebagai berikut :


JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN
BULAN KE

NO.

JENIS KEGIATAN

I
1

Persiapan Survei

Diskusi/Presentasi

Pengumpulan Data Sekunder

Pengumpulan Data Primer (Survey)

Pelaporan

II
3

KETERANGAN
3

- Laporan Pendahuluan
- Laporan Draf Akhir
- Laporan Akhir
- Peta Satelit Jaringan Irigasi Ukuran AO
- Peta Vektor Jaringan Ukuran A0
- Peta Satelit Jaringan Untuk Kec. Ukuran A1
- Peta Vektor Jaringan Untuk Kec. Ukuran A1
- Album Gambar Hasil Kegiatan Ukuran A2
- DVD

1.7 Peralatan Yang Dibutuhkan


Untuk pelaksanaan Pekerjaan Pemutahiran Database Irigasi Kabupaten Karo,

peralatan yang dipergunakan diantaranya sebagai berikut :


a. Software (Piranti Lunak)

Sistim operasi Windows


Google Earth Pro
ARC GIS

Software GPS

Trip and waypoint manager

Gambar 1.1

Kamera digital, salah satu alat


perlengkapan survey

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KABUPATEN KARO

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

Software photo editor


My Tracks

GPS Photo Tagger

b. Hardware (Piranti keras)

GPS

Notebook

Desktop komputer
Kamera Digital

Gambar 1.2

Printer

GPS, salah satu alat perlengkapan survey

Tablet

1.8 Tenaga Kerja

Jumlah dan kualifikasi tenaga pelaksanaan yang harus disediakan konsultan untuk

No
1

pekerjaan ini adalah :

NAMA PERSONIL

KEAHLIAN
POSISI
PROFESIONAL STAFF
Ahli Teknik Sumber Daya Air Team Leader
Ahli teknik Sipil
Ahli Teknik Sipil
SUB. PROFESSIONAL STAFF
Ahli Teknik Sipil
Ass. Ahli SIG
Program IT
Ass Ahli Program IT
Autocad
SIG Drafter
Autocad
SIG Drafter
Autocad
SIG Drafter
Survey Lapangan
Surveyor
Survey Lapangan
Surveyor
Survey Lapangan
Surveyor
Survey Lapangan
Surveyor
TENAGA PENDUKUNG
Administrasi
Operator Komputer

Dalvin Pelawi, St
Kaokia Saor T. Manalu, ST
Sampit C. Ginting
Mutia
Prima Oktorina L
Pius Sumorop Sinurat
Jimmi Fernando
Tyson Boy Butar-butar
Roni Irawan
Suratman, ST
Bennedich Sinaga, ST

Saut Martua Sihotang, SE


Deparia Sihotang, A.Md

BULAN

2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2

1.9 Organisasi Pengguna Jasa


Pengguna jasa atas kegiatan ini adalah Pemerintah Kabupaten Karo dalam hal ini

Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Karo.

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KABUPATEN KARO

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

1.10 Output Pekerjaan


Produk produk kegiatan ini berupa laporanlaporan, gambargambar dan

dokumentasi lainnya yang berbentuk CD-ROM yang diperlukan menurut ketentuan

sebagai berikut :

a. Laporan Pendahuluan.
Laporan ini dibuat setelah selesai persiapan umum, pembuatan peta rencana

survey dan pengumpulan data primer. Laporan ini memuat rencana dan cara
pelaksanaan pekerjaan, bahan dan peralatan yang diperlukan, daftar personil,
jadwal kegiatan dan peta lokasi kegiatan. Laporan ini diserahkan selambat-

lambatnya minggu kedua pada bulan pertama setelah Surat Perintah Mulai
b.

Kerja (SPMK) dikeluarkan.

Draf Laporan Akhir.

Konsep Draf Laporan Akhir memuat :

1.

Peta Lay Out Sebaran Titik Bendung.

3.

Ringkasan Hasil Survey.

2.

c.

4.

Peta LayOut Sistem Jaringan Irigasi.

Pemutakhiran Data Daerah Irigasi.

Laporan Akhir

Laporan akhir ini terdiri dari perbaikan-perbaikan ataupun tambahantambahan masukan dari laporan draft akhir yang sudah dipresentasikan
d.

sebelumnya, diserahkan sebelum tanggal berakhirnya kontrak pekerjaan.

Peta / Gambar

Peta Satelit Sebaran Titik Bendung Daerah Irigasi ukuran A0 sebanyak 5


(lima) lembar.

Peta Vektor Sebaran Titik Bendung Daerah Irigasi Ukuran A0 sebanyak 5


(lima) lembar.

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KABUPATEN KARO

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

Peta Satelit Sebaran Titik Bendung Daerah Irigasi untuk setiap Kecamatan
ukuran A1 sebanyak 5 (lima) lembar.

Peta Vektor Sebaran Titik Bendung Daerah Irigasi untuk setiap Kecamatan
e.

Ukuran A1 sebanyak 5 (lima) lembar.

Album Peta

Berisi Peta Satelit Serta Peta Vektor Sistem Jaringan Daerah Irigasi yang
dilengkapi dengan photo dokumentasi lapangan untuk setiap Daerah Irigasi di
f.

Kertas A2 Sebanyak 5 (lima) eksemplar.


Soft Copy

Seluruh hasil pekerjaan dimasukkan kedalam DVD Sebanyak 5 (lima) keping.

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KABUPATEN KARO

Laporan Pendahuluan

BAB

T.A. 2015

2 GAMBARAN
KABUPATEN KARO

2.1 Gambaran Umum Kabupaten Karo


Kabupaten Karo adalah salah satu Kabupaten di provinsi Sumatera Utara,

Indonesia. ibu kota kabupaten ini terletak di Kabanjahe. Kabupaten ini memiliki
luas wilayah 2.127,25 km2 dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 500.000 jiwa.

Kabupaten ini berlokasi di dataran tinggi Karo, Bukit Barisan Sumatera Utara.
Terletak sejauh 77 km dari kota Medan, ibu kota Provinsi Sumatera Utara. Wilayah
Kabupaten Karo terletak di dataran tinggi dengan ketinggian antara 600 sampai

1.400 meter di atas permukaan laut. Karena berada diketinggian tersebut, Tanah
Karo Simalem, nama lain dari kabupaten ini mempunyai iklim yang sejuk dengan
suhu berkisar antara 16 sampai 17 C.

Gambar 2.1
Peta Citra Satelit Kabupaten Karo

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KABUPATEN KARO

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

Di dataran tinggi Karo ini bisa ditemukan indahnya nuansa alam

pegunungan dengan udara yang sejuk dan berciri khas daerah buah dan sayur. Di
daerah ini juga bisa kita nikmati keindahan Gunung berapi Sibayak yang masih
aktif dan berlokasi di atas ketinggian 2.172 meter dari permukaan laut. Arti kata

Sibayak adalah Raja. Berarti Gunung Sibayak adalah Gunung Raja menurut
pengertian nenek moyang suku Karo.
2.2 Letak Geografis
Secara geografis, kabupaten Karo terletak pada koordinat 2 50' lintang

utara sampai 3 19' lintang utara dan 97 55' bujur timur sampai 98 38' bujur

timur.

Gambar 2.2
Peta Adminstrasi Kabupaten Karo

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KABUPATEN KARO

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

2.3 Batasan Wilayah

Kabupaten Karo memiliki batasan-batasan sebagai berikut :

Serdang,

Tapanuli Utara,

Simalungun dan

Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli


Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Dairi dan Kabupaten

Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten


Sebelah Barat berbatasan dengan dengan Kabupaten Aceh Tenggara
provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

2.4 Daerah Ketinggian dan Kemiringan Tanah


Kabupaten Karo terletak pada ketinggian 140 sampai dengan 1.400 meter di atas

permukaan laut dengan perbandingan luas.

Tabel 2.1 Persentase Letak Ketinggian Kabupaten Karo

Ketinggian

Luas

Persentase

200-500 m

11.373 ha

5,35 %

1.000-1.400 m

112.587 ha

140-200 m
500-1.000 m

9.550 ha

79.215 ha

4,49 %

37,24 %
52,92 %

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KABUPATEN KARO

10

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

Bila dilihat dari sudut kemiringan atau lereng tanahnya dapat terlihat pada tabel 2.2.
Tabel 2.2 Persentase Letak Kemiringan Tanah Kabupaten Karo

Karakter

Luas

Persentase

74.919 ha

35,22 %

Datar 2 %

23.900 ha

Miring 15-40 %

41.169 ha

Landai 2-5 %
Curam 40 %

11,24 %
19,35 %

72.737 ha

34.19 %

2.5 Luas Wilayah Kecamatan


Kabupaten Karo memiliki 17 (tujuh belas) kecamatan. Yaitu :

Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kabupaten Karo Tahun 2015


Tabel 2.3 Luas Wilayah Kecematan

No

Kecamatan

Banyaknya

Desa/Kelurahan

Luas (Km)

Rasio Terhadap
Total Luas
Kabupaten (%)

Barusjahe

19

128,04

6,02

Juhar

25

218,56

10,27

15

252,60

11,87

125,51

5,90

2
3
5
6
7
8
9

10

Berastagi

Dolat Rayat
Kabanjahe
Kutabuluh
Laubaleng

Mardingding
Merdeka
Merek

10
7

13
16
12
9

19

30,50
32,25
44,65

195,70
267,11
44,17

1,43
1,52
2,10
9,20

12,56
2,08

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KABUPATEN KARO

11

Laporan Pendahuluan

No

Banyaknya

Kecamatan

Desa/Kelurahan

Rasio Terhadap
Luas (Km)

Total Luas
Kabupaten (%)

11

Munte

22

125,64

5,91

14

Simpang Empat

17

93,48

4,39

12

Naman Teran

13

14

Payung

15

Tigabinanga

16

Tiganderket

17

Tigapanah

47,24

160,38

269

2.127,25

26

Jumlah

87,82

19
17

T.A. 2015

86,76

186,84

4,13
2,22
7,54
4,08
8,78

100,00

2.6 Luas Wilayah Daerah Irigasi di Kec. Munte


Daftar Nama-nama Daerah Irigasi di Kecamatan Munte
Tabel 2.4 Daftar daerah irigasi dan luasan
No

Daerah Irigasi

Luas

Kecamatan

DI. Barung Kersap

80

Munte

DI. Biak Nampe Selakkar

20

Munte

2
4
5
6
7
8
9

DI. Beringin

DI.Buah Kritik

DI. Gelang Teras

DI. Gunung Manumpak


DI. Kaban Tua

DI. Kandibata Kuta Great


DI. Kuta Mate

45
50
30
30
30
45

294

Munte
Munte
Munte
Munte
Munte
Munte
Munte

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KABUPATEN KARO

12

Laporan Pendahuluan

No

Daerah Irigasi

10

DI. Kuta Mbaru

12

DI. Mandah Sibelangkem

11
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26

Luas

Munte

75

Munte

200

DI. Munte

80

DI. Nangka Gelugur

840

DI. Paya Lancing

100

DI. Parimbalang

DI. Rumah Gugung


DI. Sabah Beture
DI. Sabah Elok

DI. Singgamanik

DI. Buluh Naman


DI. Sarinembah

DI. Gunu Benua


DI.Bertah

DI. Baluren

110
25
20
40

DI. Tambak Uluna

Kecamatan

20

DI. Mandah

55

278
20

T.A. 2015

Munte
Munte
Munte
Munte
Munte
Munte
Munte
Munte
Munte
Munte
Munte

DI Baru

DI Baru
DI Baru
DI Baru

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KABUPATEN KARO

13

Laporan Pendahuluan

BAB

T.A. 2015

3 KAJIAN TEORI

3.1 Sistem Informasi Geografis


Sistem Informasi Geografi (SIG) adalah sistem berbasis komputer yang

digunakan untuk menyimpan, memanipulasi, dan menganalisis informasi geografi.

Yang semula informasi permukaan bumi disajikan dalam bentuk peta yang dibuat
secara manual, maka dengan hadirnya Sistem Informasi Geografi (SIG) informasiinformasi itu diolah oleh komputer, dan hasilnya berupa peta digital.

Sistem Informasi Geogafi (SIG) mampu menyajikan keaslian dan

kelengkapan

sebuah

informasi

dibandingkan

cara-cara

yang

digunakan

sebelumnya. Sistem informasi geografi menyimpan data sesuai dengan data

aslinya. Walaupun demikian, agar data yang disimpan itu akurat, maka data yang
dimasukkan haruslah data yang akurat.

Sistem Informasi Geografi (SIG) akan memberikan informasi yang kurang

akurat bila data yang dimasukkan merupakan data yang meragukan. Selain
berperan sebagai alat pengolah data keruangan, sistem informasi geografi juga

mampu menyajikan informasi mengenai sumber daya yang dimiliki oleh suatu
ruang atau wilayah tertentu.

Dengan demikian, sistem informasi geografi tidak hanya befungsi sebagai

alat pembuat peta, tetapi lebih jauh dari itu. Sistem informasi geografi mampu
menghasilkan suatu sistem informasi yang aplikatif, yang dapat digunakan oleh

perencana atau oleh pengambil keputusan untuk kepentingan pengolahan sumber


daya yang ada di suatu wilayah.

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KAB. KARO

14

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

Kajian tentang pemetaan sangat penting dalam pelajaran Geografi, karena

kajian-kajiannya berkaitan dengan ruang di permukaan bumi akan berhubungan

dengan persebaran, jarak, letak, fungsi dan potensi, dan objek serta interaksi
antarobjek di permukaan bumi sehingga objek-objek geografi perlu digambar pada
bidang datar yang disebut peta. Perkembangan informasi akan data keruangan di

era kemajuan IPTEK ini semakin dibutuhkan karena membutuhkan data yang
akurat, praktis, dan efisien. Dengan demikian, muncullah apa yang dinamakan
Sistem Informasi Geografi (SIG).

Istilah Sistem Informasi Geografi (SIG) banyak digunakan dan tidak asing

lagi di kalangan ahli geografi (geograf), yaitu proses pembuatan peta digital
dengan menggunakan komputer. Namun, pada intinya, SIG tidak hanya digunakan

untuk membuat peta saja, melainkan lebih dari itu, SIG digunakan dalam

pengolahan data keruangan dengan menggunakan komputer. Definisi SIG selalu


berkembang, bertambah, dan bervariasi. Berikut ini merupakan sebagian kecil
definisi-definisi SIG yang telah beredar di berbagai pustaka.

SIG adalah sistem komputer yang digunakan untuk memasukkan,

menyimpan, memeriksa, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisis, dan


menampilkan data-data yang berhubungan dengan posisi-posisi di permukaan
bumi (Rice, 20).

SIG adalah teknologi informasi yang cepat menganalisis, menyimpan, dan

menampilkan, baik data spesial maupun nonspesial. SIG mengombinasikan


kekuatan perangkat lunak basis data relasional dan paket perangkat lunak CAD
(Guo 20).

SIG adalah sistem komputer yang digunakan untuk memanipulasi data

geografi. Sistem ini diimplementasikan dengan perangkat keras dan perangkat


lunak komputer yang berfungsi:
a) Akuisi dan verifikasi data,

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KAB. KARO

15

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

b) kompilasi data,

c) penyimpanan data,

d) perubahan dan updating data,

e) menyimpan dan pertukaran data,


f) manipulasi data,

g) pemanggilan dan presentasi data


h) analisis data. (Bern, 92).

Dilihat dari istilahnya, SIG terdiri atas dua pengertian, yaitu Sistem

Informasi dan Informasi Geografi. Sistem informasi adalah keterpaduan kerja

untuk mendapatkan informasi dalam pengambilan keputusan. Dalam sistem


informasi terdapat komponen data, manusia, perangkat lunak (program

komputer), perangkat keras (komputer), serta aktivitasnya dalam pengolahan dan


analisis data untuk pengambilan keputusan.

Adapun informasi geografis adalah kumpulan data atau fakta yang terkait

dengan lokasi keruangan di permukaan bumi, yang disusun sedemikian rupa

sehingga menghasilkan informasi baru yang bersifat geografis dan berbeda dari
sumber data awalnya ketika masih terpisah-pisah.

Oleh karena itu, SIG sebagai sistem informasi memiliki komponen dan cara

kerja tertentu (menangani dan menyimpan data yang berisi informasi geografis).

Adapun sebagai informasi geografis, SIG menyajikan fakta baru sebagai hasil upaya
manipulasi data.

3.2 Geotagging
GPS Photo Tagging, juga dikenal sebagai 'Geotagging', merupakan proses

penambahan informasi posisi data GPS (Latitude, Longitude, Altitude) dalam

sebuah foto digital. Dengan Geotagging pada informasi digital foto, maka dapat
PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE
KAB. KARO

16

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

diketahuiAletakApengambilanAgambarAfotoAtersebut.
Mekanisme

Geotagging

ketika

kamu

mengambil

sebuah

photo

menggunakan kamera (digital) yang memiliki geotag , kamera tersebut mencatat


lebih banyak informasi/data ketimbang sebuah photo. Informasi tersebut
termasuk waktu dan data ketika sebuah photo diambil. Semua data ini disimpan
padaAsesuatuAygAdisebutAEXIFAHeader.

EXIF (Exchangeable Image File Format) header berisi petunjuk photo

dengan data yang dapat dibaca oleh aplikasi photo management atau situs photo.

Inilah sebabnya mengapa sebuah PC/Komputer secara otomatis dapat mengetahui


dimanaAlokasiAphotoAtersebut.

Jika kamu mencari GPS photo tagging yang dapat bekerja pada semua

kamera digital, kamu dapat mengandalkan sebuah GPS Tracker. Cukup dengan

menghidupkan kamera tersebut, ambil gambar sesuka kamu. Sebelum mengupload


gambar tersebut ke PC/Komputer, ambil kartu memori dan masukkan ke GPS

Tracker. Semua data pada GPS secara otomatis akan ditulis pada setiap EXIF
Header gambar yang diambil . Selanjutnya kamu dapat menguploadnya seperti
biasa.

Ada banyak situs yang mampu menampilkan foto dengan geotag dan dapat

disharing dengan semua orang. Flickr salah satunya. Situs lainnya adalah Picasa

dan Panoramio (keduanya milik Google). Tidak hanya memungkinkan kamu

mengupload photo dan membuat peta interaktifnya, dengan menggunakan aplikasi


Google Earth, kamu dapat melakukan pembesaran dan menampilkan gambar 3

dimensi pada peta virtual. Bedanya dengan Flickr, Picasa dan Panoramio akan
memberikan opsi bagi anda untuk membuat sebuah file berformat kml dari photo
yang diupload dan menampilkannya kembali lengkap dengan lokasi geografis pada
permukaan planet virtual.

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KAB. KARO

17

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

3.3 Software SIG dan Geotagging

yaitu :

Pada kegiatan ini, ada beberapa jenis perangkat software yang digunakan,

1. Garmin (MapSource), untuk menampilkan tracking hasil survey

2. Google Earth Pro, untuk pengolahan peta

3. ArcGIS, untuk menampilkan peta wilayah

4. My Tracks untuk membantu dalam proses tracking

5. GPS Photo Tagger untuk memproses hasil foto geotagging


3.3.1 GPS Garmin (MapSource)
Dalam pekerjaan ini kita membutuhkan peta yang cukup lengkap

untuk menelusuri kota, mencari alamat, dan lain sebagainya. Dengan


memiliki perangkat GPS, dapat dihasilkan suatu peta vector.
Keuntungan menggunakan MapSource :

Lebih lengkap terdapat ATM (Termasuk Jenis Bank), SPBU, Hotel, dll
(Google Map tidak selengkap ini)

Hampir menjangkau seluruh kota besar bahkan kota kecil (pelosok) di


Indonesia (Google hanya banyak di Jawa, Sumatera, dan Bali).

Tidak membutuhkan koneksi internet (Google Map membutuhkan


koneksi internet)

Dapat mencari jalan, tempat sekitar.

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KAB. KARO

18

Laporan Pendahuluan

Gambar 3.1

T.A. 2015

Contoh Tampilan Garmin (MapSource) Hasil Tracking Report.

3.3.2 Google Earth Pro


Pada kegiatan ini salah satu software yang digunakan adalah Google

Earth Pro. Keuntungan pemanfaatan perangkat lunak ini adalah karena


kemampuannya

yang

dapat

memadukan

pemrosesan

data

grafis

(pemetaan) dan data tabular serta dapat menganalisa data dari

penggabungan kedua data tersebut. Selain itu perangkat lunak ini dapat
dioperasikan dengan mudah dan bersifat interaktif.

Gambar 3.2. Contoh Tampilan Google Earth Pro


PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE
KAB. KARO

19

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

Google Earth Pro merupakan perangkat lunak yang familiar karena

setiap lokasi obyek pada peta dapat dihubungkan dengan data base,
sehingga apabila suatu obyek berubah/bertambah maka dapat langsung

dimasukkan pada databasenya. Secara terstruktur data ini juga akan


melengkapi data grafis yang berkaitan. Keunggulan yang lain dari software

ini adalah database dan system informasinya merupakan satu kesatuan file
(file eksekusi) dan tahan terhadap virus computer.

Google Earth Pro dapat mengkombinasikan citra satelit, peta dan

kemampuannya standard pada hampir semua komputer. Hasil kombinasi

Sistem Informasi Geografis (SIG) yang menggunakan perangkat lunak


Google Earth Pro dalam menampilkan system satelit dan Visualisasi

Multimeia Interaktif dalam pekerjaan ini terdiri dari beberapa subsistem


yang dapat digunakan untuk memasukkan data, menyimpan dan
mengeluarkan informasi yang diperlukan.

Pada Google Earth Pro, setiap lokasi obyek pada peta dapat

dihubungkan dengan data tabular, sehingga apabila suatu obyek/entity

data berubah/bertambah maka dapat langsung dimasukkan pada data


tabularnya. Secara terstruktur data ini juga akan melengkapi data grafis
yang berkaitan. Keunggulan yang lain dari software ini adalah tingkat
fleksibilitas

data

yang

luas,

yaitu

kemampuannya

untuk

memanfaatkan/menerima data dari format software ini sudah meluas dan

makin bertambah banyak digunakan oleh instansi-instansi pemerintah

seperti Dinas Pertanian, Dinas Pertambangan, Dinas Perkebunan dan lainlain yang tidak menutup kemungkinan apabila dalam tahap selanjtnya data
hasil pengelolaan dapat dikembangkan kea arah yang lebih luas lagi.

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KAB. KARO

20

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

Berbagai tools yang dibutuhkan untuk penggunaan Google Earth Pro

adalah :

a.

Tools Add Placemark

Add palcemark digunakan untuk mendigitasi entity data dalam bentuk

titik. Biasanya digunakan untuk menandai suatu posisi pada basemap


yang tidak memiliki dimensi luas yang besar, misalnya titik-titik
observasi, way point dan sebagainya.

Dalam aplikasi pekerjaan ini digunakan dalam menandai ibu kota


kecamatan, way point dan titik-titik simpul lokasi puskesmas yang

didigitasi. Setiap membuat palcemark akan ditampilkan sebuah dialog


box yang merupakan properties dari placemark yang akan dibuat.
Informasi tersebut diantaranya nama palcemark, posisi koordinatnya

dalam basemap (otomatis), dan description yang dapat diisi sesuai


b.

kebutuhannya.

Tools Add Path

Biasanya dipakai untuk mendigitasi data dalam bentuk garis. Path

adalah entity dalam Google Earth Pro, yang dalam piranti lunak lain

biasanya disebut sebagai polyline.Seperti polyline path juga tersusun


atas multiline yang dihubungkan oleh vertek-vertek yang dapat
dipindah sesuai dengan posisi yang diinginkan.

Seperti pada placemark dialog, dialog ini juga berisikan properties dari

path yang akan didigit bedanya, karena path merupakan entity


c.

berbentuk polyline maka tidak ada informasi koordinatnya.


GPS Device Shareable Data

Piranti lunak Google Earth Pro juga mendukung untuk melakukan

pembacaan data digital yang berasal dari Global Positioning System


(GPS), namun masih terbatas pada GPS berlabel Garmin dan Magrllan.

Jika digunakan GPS sebagai masukan data, dengan menggunakan


program Google Earth Pro dapat ditampilkan way point (titik-titik

pengamatan), Track line (lintasan observasi). Data-data way point dan


PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE
KAB. KARO

21

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

track line dapat langsung diinput kedalam peta digital yang di down

load oleh program Gogle Earth Pro. Objek-objek tersebut dapat di


overlay tepat pada posisi koordinat peta yang telah disiapkan.
3.3.3 Arc GIS
Software ini berfungsi untuk menampilkan peta wilayah hasil survey

seluruh kegiatan. ArcGIS merupakan salah satu software terkemuka yang


saat ini banyak digunakan oleh para praktisi GIS. ArcGIS Desktop terdiri

dari beberapa modul aplikasi yakni ArcMap, ArcCatalog, ArcGlobe,


ArcReader, dan ArcScene. Dalam melakukan analisis GIS, kebanyakan
pengguna lebih sering menggunakan ArcMap, ArcCatalog, dan ArcScene.

Gambar 3.3. Tampilan ArcGIS

ArcMap bias dikatakan sebagai aplikasi utama ArcGIS Desktop.

Berbagai proses pengolahan, analisis, dan visualisasi data memang lebih


banyak dilakukan di sini.Berikut tampilan interface lengkap dari ArcMap.

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KAB. KARO

22

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

Table of Contents menampilkan semua dataframe beserta layer-

layer yang dimasukkan ke dalam ArcMap.

1.

Work area menampilkan area kerja Peta yang diedit

3.

Source : Menampilkan semua layer baik yang berupa peta ataupun

2.

4.
5.
6.

Display : Mode default yang menampilkan layer-layer yang memiliki


objek spasial (peta).

table, beserta lokasi/path-nya di dalam Drive Komputer.

Selection : Untuk mengatur layer-layer mana saja yang bias diseleksi

(selectable) dan yang tidak.

ArcToolbox : merupakan kumpulan tools untuk melakukan beragam


proses analisis (Geoprocessing) di ArcGIS.

Identify merupakan detail atau keterangan tambahan pada lokasi


peta tersebut

3.3.4 My Tracks
My Tracks adalah software yang digunkan untuk kegitan survey di

lapangan.

Software

ini

tampilannya

mirip

dengan

Google

Map

tetapi

kemampuannya berbeda. Software ini dapat menyimpan tracks dan way points.,
sedangkan Google Maps belum dapat melakukannya.

Gambar 3.4. Software My Tracks


PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE
KAB. KARO

23

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

3.3.5 GPS Geotagger


GPS Photo Tagger adalah software yang digunakan untuk menglolah foto-

foto hasil survey lapangan, menjadi file GIS yang berextension KMZ. File ini dapat

dibuka dengan menggunkan software Google Earth.

Gambar 3.5. Tampilan GPS Photo Tagger


3.4. JARINGAN IRIGASI
Berikut dijelaskan mengenai hal hal yang berkaitan dengan irigasi dimulai

dari pengertian mengenai jaringan, luasan, hingga bangunan bangunannya.


3.4.1 Pengertian Jaringan
1.

Jaringan Dalam (JI) adalah :

Saluran dan bangunan yang merupakan satu kesatuan dan diperlukan

untuk pengaturan air irigasi mulai dari : penyediaan, pengambilan,


pembagian,

pemberian,

dan

penggunaan

air

irigasi

beserta

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KAB. KARO

24

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

pembuangannya, disamping itu jalan inspeksi juga merupakan bagian


2.

dari jaringan irigasi.

Daerah Irigasi (DI) adalah :

Kesatuan wilayah atau hamparan tanah yang mendapatkan air dari satu
jaringan irigasi, terdiri dari :

a. Areal (hamparan tanah yang akan diberi air)


b. Bangunan utama

c. Jaringan irigasi (saluran dan pembuangannya)

3. Tingkatan jaringan irigasi yaitu :

a. Jaringan irigasi Teknis adalah :

Jaringan irigasi bangunan pengambilan dan bangunan bagi / sadap


dilengkapi dengan alat pengatur pembagian air dan alat ukur,
sehingga air irigasi yang dialirkan dapat diatur dan diukur.

b. Jaringan Irigasi Semi Teknis adalah :

Jaringan irigasi yang bangunan bangunannya dilengkaoi dengan

alat pengatur pembagian air sehingga air irigasi dapat diatur tetapi
tidak dapat diukur.

c. Jaringan Irigasi Sederhana adalah :

Jaringan Irigasi yang bangunan bangunannya tidak dilengkapi


dengan alat pengatur pembagian air air dan alat ukur, sehingga air
irigasi tidak dapat diatur dan tidak dapat diukur dan umumnya
bangunannya

mempunyai

konstruksi

semi

permanen/tidak

permanen. Dalam penentuan tingkatan jaringan irigasi, ditentukan


yang tingkatannya paling dominan.

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KAB. KARO

25

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

3.4.2 Pengertian Luasan Irigasi


1. Luas Rencana (Luas Baku) adalah :

Luas Bersih dari suatu irigasi, yang berdasarkan perencanaan teknis


dapat diari oleh jaringan irigasi.

2. Luas Potensial adalah :

Bagian dari luas rencana yang jaringan utamanya (saluran primer dan
sekunder) telah selesai dibangun, pengertian tersebut dilihat dari aspek
jaringannya, bukan aspek lahannya.

3. Luas belum Potensial adalah:

Bagian dari luas rencana yang jaringan utamanya (saluran primer dan

sekunder) belum selesai dibangun atau merupakan sisa dari luas


potensial, pengertian tersebut dilihat dari aspek jaringannya, bukan
aspek lahannya.

4. Petak Tersier sudah dikembangkan adalah :

Petak tersier dimana jaringan tersiernya yang sudah dibangun atau


berdasarkan desain teknis.

Dalam pengertian luas petak tersier yang sudah dikembangkan


termasuk juga:

a. Petak Tersier yang jaringan tersiernya sudah dibangun walaupun


tidak / belum berfungsi.

b. Petak Tersier pada jaringan Tersiernya sudah dibangun tetapi


sudah rusak.

5. Petak Tersier yang belum dikembangkan adalah :

Petak Tersier dimana Jaringan tersiernya belum dibangun berdasarkan


desain teknis. Termasuk dalam luas petak tersier yang belum

dikembangkan adalah petak tersier yang jaringan tersiernya dibangun


oleh masyarakat.

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KAB. KARO

26

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

6. Sawah adalah :

Lahan Usaha Tani secara fisik rata dan mempunyai pematang serta
dapat ditanami pada sistem genangan.

7. Sawah Irigasi adalah :

Sawah merupakan bagian dari luas potensial yang sumber airnya


berasal dari dari saluran irigasi melalui sistem jaringan irigasi.

Kolam / tambak ikan yang mengambil air dari saluran irigasi adalah
merupakan bagian dari luas sawah irigasi pada areal potensial. Khusus
mengenai kolam ikan, ranting dinas mencatatnya.

8. Sawah belum irigasi (luas sawah belum fungsional) adalah :

Sawah yang merupakan bagian dari luas potensial yang belum


mendapat air dari jaringan irigasi, tetapi dikemudian hari dapat
dijadikan sawah irigasi.

9. Lahan Dapat dijadikan Sawah (belum sawah) adalah :

Bagian dari luas potensial yang dapat dijadikan sawah, yang sekarang
masih berbentuk hutan semak semak, padi lading, kolam ikan (yang
tidak mengambil air dari saluran irigasi), rawa, lapangan atau tegalan.

10. Lahan alih Fungsi adalah :

Bagian dari luas rencana (sawah dan belum sawah) yang tidak dapat
dijadikan sawah berhubung sudah berubah fungsinya,
Misalnya berupa : pemukiman, sekolah, atau pabrik.
Lahan alih fungsi terdiri dari :

a. Alih Fungsi Dari Sawah adalah :

Bagian dari luas rencana yang berbentuk sawah tetapi berubah

fungsinya secara permanen, misalnya menjadi : pemukiman,


sekolah, perkantoran, pabrik, dll.

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KAB. KARO

27

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

b. Alih fungsi dari lahan belum sawah adalah :

Bagian dari luas rencana yang belum berbentuk sawah (misalnya

masih berupa semak atau tegalan) tetapi telah berubah fungsinya

secara permanen, misalnya : pemukiman, sekolah, perkantoran,


pabrik, dll.

3.4.3 Bangunan Utama Irigasi


1. Waduk (reservoir) adalah :

Bangunan untuk menampung air pada waktu terjadinya surplus air


disumber air agar dapat dipakai sewaktu waktu jika terjadi

kekurangan air, sehinggafungsi utama waduk adalah mengatur sumber


air.

a. Waduk Buatan / bendungan

b. Waduk Lapangan (pengembangan mata air)


c. Embung (sejenis Waduk Kecil di NTB)

d. Situ (sejenis Waduk Kecil di Jawa Barat)

2. Bendungan Tetap adalah :

Bangunan yang dipergunakan untuk meninggikanmuka air di sunga.


Sampai pada ketinggian yang diperlukan agar air dapat dialirkan ke
saluran

irigasi

dan petak tersier,

Ditinjau dari

dipergunakan, maka bendung tetap dibagi menjadi :

bahan yang

a. Bendung Tetap Permanen (misalnya dari Beton, Pasangan Batu,


Beronjong dengan Mantel)

b. Bendung Tetap Semi Permanen (misalnya Beronjong, Kayu)

c. Bendung Tidak Permanen (misalnya dari kayu, tumpukan batu)

3. Bendung Gerak adalah :

Bangunan yang sebagian besar konstruksinya terdiri dari pintu yang


dapat digerakkan untuk mengatur ketinggian air sungai.

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KAB. KARO

28

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

4. Pompa adalah :

Alat untuk menaikan air sampai elevasi yang diperlukan secara


mekanis / hidraulis melalui sistem pipa

5. Pengambilan Bebas adalah :

Bangunan yang dibuat di Tepi sungai yang mengalirkan air sungai ke


dalam jaringan irigasi, tanpa mengatur tinggi muka air di sungai.

Termasuk sebagai bagian dari pengambilan bebas ialah bangunan


pengarah arus, ditinjau dari bahan yang dipergunakan, maka

pengambilan bebas dapat dibagi menjadi tiga jenis seperti pada


bendung tetap diatas.

6. Kincir air adalah :

Alat untuk menaikan air sampai elevasi yang diperlukan, dengan kincir
air yang digerakan oleh aliran sungai.

3.4.4 Bangunan Pendukung Irigasi


a. Kantong Lumpur adalah :

Bangunan yang berda di pangkal saluran induk, yang berfungsi


untuk menampung dan mengendapkan lumpur, pasir, dan kerikil

Supaya bahan endapan tersebut tidak terbawa sepanjang saluran


dibangunan hilirnya. Bangunan dubilas pada waktu waktu tertentu.

b. Bangunan Pengatur Muka Air :

Bangunan yang berfungsi mengatur / mengontrol ketinggian muka

air di saluran primer dan sekunder sampai batas batas yang


diperlukan untuk dapat memberikan debit air yang konstan kepada
bangunan sadap tersier.

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KAB. KARO

29

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

c. Bangunan Bagi adalah :

Bangunan Air yang terletak di saluran primer dan sekunder pada

suatu titik cabang dan berfungsi untuk membagi aliran antar dua
saluran atau lebih.

d. Bangunan Bagi Sadap adalah :

Bangunan Bagi yang mempunyai pintu sadap ke petak tersier.

e. Bangunan Sadap adalah :

Bangunan Air yang berfungsi mengalirkan air dari saluran primer


atau sekunder kesaluran tersier penerima.

Saluran tersier penerima yang dibawah pengelolaan PU pengairan

adalah sepanjang 50 m dari bangunan sadap atau sampai dengan box


tersier yang pertama.

f. Talang Air adalah :

Bangunan air yang dipakai untuk mengalirkan air irigasi yang lewat
diatas lainnya, sungai atau cekungan, lembah lembah dan jalan.
Aliran ini di dalam talang adalah aliran bebas.

g. Siphon adalah :

Bangunan air yang dipakai untuk mengalirkan air irigasi dengan


menggunakan

gravitasi

bumi

melali

bagian

bawah

saluran

gelombangcekungan, anak sungai, atau sungai. Siphon juga dipakai


untuk melewatkan air dibawah jalan , jalan kereta api atau bangunan
bangunan yang lain. Siphon merupakan sistim saluran tertutup

yang direncanakan untuk mengalirkan air secara penuh dan sangat


dipengaruhi oleh tinggi tekan.

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KAB. KARO

30

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

h. Jembatan adalah :

Bangunan untuk menghubungkan jalan jalan inspeksi diseberang


saluran irigasi / pembuang atau untuk penyebrangan lalulintas

i.

(kendaraan, manusia, hewan).

Gorong gorong pembawa adalah :

Bangunan air yang dibangun di tempat dimana saluran pembawa


lewat dibawah bangunan(jalan, rel kereta api dan lain-lain). Aliran

j.

air di gorong gorong umumnya aliran bebas.


Got Miring adalah :

Bangunan air yang berfungsi mengalirkan air yang dibuatjika trase


saluran melewati ruas medan dengan kemiringan yang tajam dengan

jumlah perbedaan yang tinggi energi yang besar. Got Miring berupa
potongan saluran yang diberi pasangan lining dan umumnya
mengikuti medan alamiah.

k. Bangunan terjun adalah :

Bangunan air yang berfungsi menurunkan muka air dan tinggi energi
yang dipusatkan disuatu tempat, bangunan terjun ini bisa memiliki

l.

terjun tegak atau terjun miring.


Bangunan pelimpah adalah :

Bangunan air yang terletak dihulu bangunan talang, siphon dan lain
lain, untuk keamanan jaringan, bangunan bekerja otomatis dengan
naiknya muka air.

m. Bangunan Pembilas adalah :

Bangunan yang berfungsi untuk membilas sedimen pada kantong


lumpur atau saluran.

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KAB. KARO

31

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

n. Gorong gorong pembuangadalah :

Bangunan air yang dibangun ditempat tempat dimana saluran

pembuangan lewat dibawah bangunan (jalan, rel kereta api, dan


lainlain).

o. Pintu klep adalah :

Bangunan air dialuran pembuang yang berfunsi untuk mencegah


masuknya air dan pembuang yang lebih besar (sungai dan laut) ke
saluran pembuang yang lebih kecil

p. Bangunan Suplesi adalah :

Bangunan yang berfungsi mengalirkan air dari saluran suplesi ke


saluran pembawa atau kesungai.

q. Jalan Inspeksi adalah :

Jalan yang digunakan untuk keperluan operasi dan pemeliharaan


jaringan irigasi.

3.4.5 Saluran Irigasi

a. Saluran primer adalah :

Saluran yang membawa air dari bangunan utama kesaluran

sekunder dan petak petak tersier yamh diairi, batas ujung saluran
primer adalah bangunan yang terakhir.

b. Saluran sekunder adalah :

Saluran air yang membawa dari saluran primer ke petak petak


tersier yang dilayani oleh saluran sekunder tersebut. Batas ujung
saluran ini adalah pada bangunan sadap terakhir.

c. Saluran tersier adalah :

Saluran yang membawa air dari bangunan sadap tersier ke dalam


petak tersier.

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KAB. KARO

32

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

d. Saluran pembuang adalah:

Saluran yang berfungsi membuan kelebihan air, saluran pembuang


yang diinventarisasi adalah saluran pembuan buatan atau saluran
pembuang alam sekunder.

e. Saluran suplesi adalah :

Saluran yang berfungsi membawa / mengalirkan air yang


disuplesikan kesaluran pembawa atau kesungai.

Saluran suplesi yang diinventarisasi adalah saluran air yang resmi


atau saluran suplesi yang dibangun berdasarkan design.

f. Saluran Gendong (saluran pembuangan samping) adalah:

Saluran pembuangan terbuka yang berfungsi untuk mengalirkan

aliran buangan yang mengalir paralel disebelah atas saluran


pembawa.

g. Terowongan adalah :

Saluran air yang membawa air menembus bukit bukit dan medan
yang tinggi, yang pada tempat tempat tertentu diperkuat dengan
pasangan, aliran didalam terowongan adalah aliran bebas.

3.4.6 Debit

a. Debit rencana maksimum dalam periode 1 tahun diambil dari


perhitungan perencanaan debit maksimumnya yang masuk awal
intake dibangunan utama dan dari suplesi

b. Debit air kenyataan maksimum dalam periode 1 tahun diambil dan


pengukuran dilapangan terhadapa debit maksimum yang masuk
melalui pintu intake dibangunan utama dan suplesi.

Cara pengukuran debit bisa dilakukan dari perhitungan kecepatan


air dengan mempergunakan pelampung, atau GPS.

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KAB. KARO

33

Laporan Pendahuluan

BAB

T.A. 2015

4 METODOLOGI

4.1 Data Lokasi Daerah Irigaso


Kegiatan Pemutakhiran Data Base Irigasi di Kec. Munte Kabupaten Karo

ini meliputi seluruh daerah irigasi yang berada di Kec. Munte Kab. Karo yaitu
antara lain :

No

Daerah Irigasi

Luas

Kecamatan

DI. Barung Kersap

80

Munte

DI. Beringin

45

Munte

DI. Biak Nampe Selakkar

20

Munte

DI.Buah Kritik

50

Munte

DI. Gelang Teras

30

Munte

DI. Gunung Manumpak

30

Munte

DI. Kaban Tua

30

Munte

DI. Kandibata Kuta Great

45

Munte

DI. Kuta Mate

294

Munte

10

DI. Kuta Mbaru

20

Munte

11

DI. Mandah

200

Munte

12

DI. Mandah Sibelangkem

75

Munte

13

DI. Munte

80

Munte

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KAB. KARO

34

Laporan Pendahuluan
No

Daerah Irigasi

Luas

Kecamatan

14

DI. Nangka Gelugur

840

Munte

15

DI. Parimbalang

110

Munte

16

DI. Paya Lancing

100

Munte

17

DI. Rumah Gugung

25

Munte

18

DI. Sabah Beture

20

Munte

19

DI. Sabah Elok

40

Munte

20

DI. Singgamanik

55

Munte

21

DI. Tambak Uluna

278

Munte

22

DI. Buluh Naman

20

Munte

23

DI. Sarinembah

DI Baru

24

DI. Gunu Benua

DI Baru

25

DI.Bertah

DI Baru

26

DI. Baluren

DI Baru

T.A. 2015

4.2 Metode Pelaksanaan


Basis dari geotagging adalah posisi. Pada kebanyakan kasus posisi ini

diketahui dari GPS. Disamping longitude dan latitude system menunjukkan tiap

lokasi dari bumi 180 derajat barat sampai 180 derajat timur sepanjang equator
dan 90 derajat utara sampai 90 derajat selatan meridian (bujurutama).

Ada 2 pilihan melakukan geotagging yaitu, dengan mengambil informasi

posisi dari GPS atau melampirkan petanya setelah gambar tersebut diambil. Data
GPS diambil ketika foto diambil, harus digunakan kamera yang di dalamnya sudah

terdapat aplikasi GPS atau kamera yang terhubung dengan GPS.

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KAB. KARO

35

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

Seiring berkembangnya Teknologi, Tingkat Akurasi GPS pun semakin

akurat hal ini juga dibantu dengan ketersediaan Satelit GPS dan GLONASS yang

semakin bertambah, namun tingkat akurasi GPS juga mempunyai kecenderungan


seperti jangkauan sinyal satelit, dan hambatan seperti tebing, jurang, gedung
bertingkat ini akan sangat menggangu kinerja sinyal Satelit GPS tersebut

Karena kebutuhan ini maka sekarang banyak terdapat chip GPS yang

tertanam di dalam kamera atau bahkan telepon seluler. Beberapa kamera khusus,

GPS terintegrasi dengan kamera maupun telepon seluler chip GPS didalamnya dan

dapat secara otomatis dapat dilakukan geotagfoto. Yang lainnya memiliki chip GPS
didalamnya tetapi tidak memiliki software yang dibutuhkan untuk memproses
informasi GPS. Beberapa kamera digital dapat melakukan geotagging secara
otomatis seperti Nikon, Sony dan Ricoh.

Kebanyakan kamera digital digabungkan dengan GPS dan diproses dengan

menggunakan software seperti GPS-photolink, alta4, every trail untuk menuliskan

informasi lokasi gambar pada EXIF HEADER. Koordinat geografis dapat


ditambahkan pada foto setelah dilampirkan pada peta menggunakan Flickr atau
Panoramio. Program-program ini kemudian dapat menuliskan informasi lokasi
pada foto EXIF HEADER.

Namun bagaimana bila kita ingin melihat lokasi hasil jepretan kamera

biasa yang tidak dilengkapi dengan GPS atau menggunakan gps yang terpisah?.

Hal ini bisa dilakukan apabila kita mempunyai data koordinat lokasi foto tersebut

walaupun tidak include dalam meta data atau data exif.

Kita bisa melakukan geotaging secara manual menggunakan bantuan

software tertentu. Cara termudah untuk mencocokkan foto tersebut ke lokasi

spesifik adalah salah satunya dengan menggunakan Google Maps dalam Picasa.

Namun juga dapat menggunakan fitur geotag asli dalam ACDSee, Adobe
Lightroom, dll.

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KAB. KARO

36

Laporan Pendahuluan

T.A. 2015

4.3 Tahapan Kegiatan


1.

Tahap Persiapan
- Persiapan admninistrasi kegiatan
- Penyusunan Personil

- Menyusun Rencana Kegiatan


2.

- Penyusunan Laporan Pendahuluan


- Persentasi Laporan Pendahuluan

Pelaksaan Survey

- Pengambilan Dokumentasi jaringan irigasi meliputi jaringan


primer dan sekunder.

- Tracking Saluran Primer dan Sekunder

- Pelaporan dan pembagian tim koordinasi lokasi


- Intrepretasi dan digitasi obyek

- Pengumpulan Data Jaringan Irigasi serta bangunan bangunan


yang ada

3.

Pengolahan data
- Pengolahan Fotogrametri
- Pengolahan Geotagging

- Penggabungan dan Kodespesifikasi data atribut, foto, dan


koordinat lokasi

- Intrepretasi dan digitasi obyek

- Pengolahan Data survey lapangan


- Proses Kartografi

- Penyusunan data hasil survey menjadi data atribut/spasial


dalam format GIS dan Foto Geotagging

PEMUTAKHIRAN DATA BASE IRIGASI DI KEC. MUNTE


KAB. KARO

37