Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Teori Prestasi kelompok pertama kali dikemukakan oleh Stogdill pada tahun 1959. Raph
Stogdill adalah Professor Emeritus Ilmu Manajemen dan Psikologi di Ohio State University
dan dikenal secara Internasional untuk penelitian dan publikasi tentang kepemimpinan dan
organisasi. Stogdill menganggap bahwa teori-teori tentang kelompok pada umumnya
didasarkan pada konsep tentang interaksi yang memiliki kelemahan teoritis tertentu. Maka
dari itu, Stogdill mengajukan teori prestasi kelompok. Menurut Stogdill, kelompok adalah
suatu sistem interaksi yang terbuka. Struktur dan kelangsungan sistem sangat bergantung
pada tindakan-tindakan anggota dan hubungan antara anggota.

Kelompok merupakan sekumpulan dua orang atau lebih, mereka mempunyai ikatan
psikologis antara satu individu dengan indvidu lainnya. Mereka berkumpul karena memiliki
tujuan dan kepentingan yang sama. Mereka juga saling berinteraksi dan memiliki norma
didalamnya.Prestasi merupakan sebuah hasil kegiatan yang telah dikerjakan dan telah
dicapai. Prestasi di dalam kelompok merupakan hasil kegiatan yang telah dikerjakan dan
dicapai oleh kelompok yaitu dua orang atau lebih dan dalam mencapai suatu prestasi mereka
memiliki tujuan yang sama dan memiliki cara-cara tersendiri sesuai dengan norma yang
berlaku di dalam kelompok mereka. Mereka juga memilki kesolidaritasan yang cukup tinggi,
karena kesolidaritasan antar individu di dalam kelompok itulah. Kelompok akan lebih mudah
untuk mencapai suatu prestasi.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan prestasi kelompok?
2. Faktor apa saja yang dapat mempengaruhi suatu prestasi dalam kelompok?
3. Elemen apa saja yang terdapat didalam faktor-faktor prestasi kelompok?

C. Tujuan
1. Dapat memahami penjelasan mengenai Teori Prestasi Kelompok
2. Dapat mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi suatu prestasi dalam
kelompok.
3. Dapat mengetahui elemen apa saja yang terdapat di dalam faktor-faktor prestasi
kelompok

BAB II
PEMBAHASAN

Teori Prestasi / Produktivitas Kelompok (Dipopulerkan oleh Stogdill, 1956)


Teori Prestasi kelompok dikemukakan oleh Stogdill pada tahun 1959. Stogdill
menganggap bahwa teori-teori tentang kelompok pada umumnya didasarkan pada konsep
tentang interaksi yang memiliki kelemahan teoritis tertentu. Maka dari itu, Stogdill mengajukan
teori prestasi kelompok. Menurut Stogdill, kelompok adalah suatu sistem interaksi yang terbuka.
Struktur dan kelangsungan sistem sangat bergantung pada tindakan-tindakan anggota dan
hubungan antara anggota.
Teori prestasi Dikembangkan oleh 3 Teori dengan orientasi berbeda :
-

Orientasi penguat teori-teori tentang belajar, bagaimana cara mereka belajar,

Orientasi lapangan teori-teori tentang interaksi, bagaimana cara mereka membina


hubungan relasi yang baik, menjaga hubungan baik dan menyelesaikan konflik secara
baik.

Orientasi kognitif teori-teori tentang harapan, apa saja tujuan mereka, bagaimana
mereka mencapai tujuan mereka, dan lain-lain

Asumsi Dasar dan Uraian Teori


Asumsi dasar dari teori ini adalah proses terjadinya dalam kelompok dimana dimulai dari
masukan ke keluaran melalui variabel-variabel media. Dalam teori ini akan terdapat umpan balik
(feed-back).
Di dalam teori ini terdapat Input atau data masukan, Variabel atau media dan Output atau hasil
dari kelompok berupa prestasi, dimana pengertiannya adalah sebagai berikut :

A. Input
Masukan dari anggota merupakan sumber input. Menurut Stogdill, kelompok adalah
suatu sistem interaksi yang terbuka. Sedangkan yang dimaksud system terbuka adalah
keadaan dimana individu-individu anggota kelompok bebas untuk memasuki atau keluar dari
kelompok tanpa menganggu identitas kelompok. Struktur dan kelangsungan sistem sangat
bergantung pada tindakan-tindakan anggota dan hubungan antara anggota. Ada tiga elemen
penting yang termasuk dalam masukan anggota, yaitu :

Interaksi sosial
Interaksi sosial menyatakan suatu hubungan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih,
interaksi ini terdiri atas aksi dan reaksi antara anggota-anggota kelompok yang
berinteraksi. Suatu keadaan di mana A bereaksi terhadap B dan B bereaksi terhadap A
sedemikian rupa sehingga reaksi mereka saling berbalasan.

Performance
Hasil perbuatan yang dimaksud adalah yang mempunyai ikatan dengan kelompok, yaitu
merupakan bagian dari interaksi suatu kelompok yang dapat diaplikasikan dalam bentuk
kerja sama, berencana, berkomunikasi, dan membuat keputusan.
Contoh: Dalam suatu kelompok music (Band) mereka bekerja sama untuk membuat suatu
aransemen music ciptaan mereka dan mereka berencana untuk membuat sebuah album
untuk di distribusikan kepada khalayak.

Harapan
Harapan merupakan kesediaan untuk mendapatkan suatu penguat, fungsi dari harapan ini
adalah sebagai dorongan (drive), perkiraan tentang menyenangkan atau tidaknya hasil,
dan perkiraan tentang kemungkinan hasil itu akan benar-benar terjadi. Harapan bisa
menjadi penguat (dorongan).
Contoh: seseorang ikut audisi, sebelum ikut audisi dia sudah latihan, dengan dia sudah
latihan sebelum audisi itu dapat menjadi harapan terhadap hasil audisi yang akan keluar
apakah lulus atau tidak (lebih memiliki kemungkinan dibanding tidak latihan)

B. Variabel
Variabel atau media menjelaskan mengenai beroperasi dan berfungsinya suatu kelompok.
Elemen-elemen yang ada di dalamnya, yaitu :

Struktur formal
Waktu kelompok sudah terorganisir, sebuah posisi akan menjadi milik kelompok, tidak
lagi individu. Posisi itulah yang menentukan perilaku individu.
Dalam posisi terdapat:
a. Status
Status ini hanya bisa dinilai dengan menghubungkan satu posisi dengan posisi lain
sehingga terlihat perbedaan diantara status yang lain
b. Fungsi
Bagaimana peran sumbangan seseorang di dalam tujuan kelompok itu.

Contoh:
Struktur formal mencakup fungsi dalam kelompok contohnya adalah HRD, OB, dan
status dimana kelompok terdiri atas individu-individu yang masing-masing membawa
harapan dan perbuatannya sendiri.

Stuktur Peran
Stogdill menyatakan bahwa orang-orang dalam posisi yang sama memiliki peran yang
berbeda. Ini dikarenakan 2 hal yang termasuk dalam perannya, yaitu:
a. Tanggung jawab (Responsibility)
Serangkaian hasil perbuatan yang diharapkan individu dalam batas posisiposisinya. Contohnya seorang yang ingin menjadi sekertaris maka ia siap
menanggung segala resiko atau tugas dari sekertaris itu sendiri.
b. Otoritas

Tingkat kebebasan seseorang individu dalam posisinya (wewenang individu).


Contoh: ketua kelompok boleh saja menyuruh sekertaris untuk mencatat hal-hal
yang penting di dalam rapat kelompok.

C. Output
Prestasi kelompok diartikan sebagai efektivitas kelompok dalam mencapai tujuan.
Terdapat 3 unsur dalam prestasi kelompok, yaitu:
1. Produktivitas
Suatu ukuran yang menyatakan perubahan sebelum proses dengan sesudahnya
apakah berhasil lebih positif atau negative.
2. Moral
Moral dalam kelompok adalah kebebasan individu dalam bertindak sesuatu
kebenaran untuk menuju tujuan bersama.
3. Kesatuan (Integration)
Kesatuan

dalam

kelompok

adalah

tingkat

kemampuan

kelompok

untukmempertahankan struktur dan mekanisme operasinya, misalkan di dalam


situasi tegang sebuah kelompok semua anggota kelompok menyatu
menyelesaikan masalah.
Contoh: Di dalam sebuah kelas dibentuk satu kelompok untuk membahas
tentang suatu permasalahan dan menyelesaikan kasusnya. Di kelompok itu
tentunya harus memiliki struktur-struktur yang jelas seperti ketua (yang bisa
membimbing) dan anggota (memberi masukan).
Dan dalam rapat itu terasa nyaman kalau semuanya saling interaksi, menjalani
peran masing-masing dan mengikuti moral kelompok.
Ketika kelompok itu dalam situasi kritis, semuanya pun bekerja sama saling
menyumbangkan pendapatnya sehingga kelompok ini menjadi suatu kesatuan
dan solid. Pada akhirnya mereka pun menyelesaikan dengan tuntas membahas
tentang suatu permasalahan itu.

BAB III
ANALISIS VIDEO

Sinopsis :
Video ini adalah salah satu tanyangan Metro TV yaitu acara Kick Andy. Dalam acara
Kick Andy episode ini menampilkan beberapa Group Vokal Paduan Suara yang sudah
mendunia. Salah satu Paduan Suara yang berasal dari Universitas Diponogoro (UNDIP)
Semarang. Paduan Suara UNDIP ini sudah mengikuti berbagai perlombaan skala Internasional.
Salah satunya adalah perlombaan yang diadakan di China. Panduan Suara UNDIP menyanyikan
lagu daerah Indonesia diantaranya Kicir-Kicir dari Jakarta dan Gundul-Gundul Pacul dari Jawa
Tengah. Pada kompetisi ini Group Vokal (Paduan Suara) UNDIP mengikuti 3 kategori, mereka
mendapatkan dua mendali Gold dan satu mendali Platinum. Jumlah peserta yang mengikuti
kompetisi ini adalah 141 Paduan suara dari 63 Negara. Kemenangan Paduan Suara UNDIP ini
pun menjadi kebanggan Negara Republik Indonesia dan mengharumkan nama baik Republik
Indonesia.
Analisis:
Video ini merupakan contoh dari prestasi yang telah dicapai oleh kelompok yaitu kelompok
paduan suara Universitas Diponogoro. Kelompok paduan suara ini pasti melakukan interaksi
7

antar anggota kelompok. Mereka bekerja sama untuk membuat paduan suara itu menjadi kompak
dan mereka juga mempunyai harapan, sebelum mengikuti kompetisi ini mereka melakukan
latihan agar dapat tampil secara maksimal. Sehingga mereka mempunyai harapan untuk dapat
memenangkan kompetisi ini.

BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Teori prestasi kelompok membahas mengenai kesuksesan suatu kelompok.Proses yang
terjadi dalam kelompok adalah dari masukan anggota ke prestasi kelompok melalui variablevariable media. Dan di dalam proses itu terkait ketergantungan faktor satu sama lain. Dalam
prestasi suatu kelompok sangat dibutuhkan solidaritas dan kohensivitas yang tinggi agar suatu
kelompok dapat memperoleh kesuksesan bersama. Serta aturan atau norma yang berlaku dalam
suatu kelompok dan ditaati oleh para anggota kelompok pun juga dapat mempermudah
kelompok itu mencapai suatu prestasi.

DAFTAR PUSTAKA
Sarwono. Sarlito Wirawan. 2002. Teori Psikologi Sosial
Venus. Antar, M.A. 2004. Manajemen Kampanye
http://psikologikelompok-ryano.blogspot.com/2010/10/teoriprestasi-produktivitas-kelompok_09.html