Anda di halaman 1dari 10

BAHASA INDONESIA JURNALISTIK

MAKALAH
EKONOMI KATA

Oleh:
Kelompok 3 :
Adiba Putri (2013130085)
Fadli Ramdani (2013120083)
Muhammad Burhanudin (2013130022)
Ratu Amalia (2013120018)
Rika Radinda Putri (2013120026)

Dosen Pembimbing:
Drs. Moeryanto Ginting Munthe, M.S
Kampus Tercinta - Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta
Jalan Raya Lenteng Agung 32, Jakarta Selatan 12610
Telp. 021-7806223, 021-7806224, fax: 021-7817630

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah evaluasi mengenai
Ekonomi Kata, sebatas pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki. Dan juga kami berterima
kasih pada Bapak Moeryanto Ginting selaku Dosen mata kuliah Bahasa Indonesia Jurnalistik
yang telah memberikan tugas ini kepada kami.

Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kita mengenai pengertian Ekonomi Kata, Kata Mubazir, dan kesalahan pada
penulisan Jurnalistik. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat
kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, kami berharap adanya
kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu
yang sempurna tanpa sarana yang membangun.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang
berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pada dasarnya Bahasa Indonesia Jurnalistik adalah bahasa yang digunakan pada media.
Peran media massa tidak dapat disangkal telah memberikan andil bagi perkembangan bahsa
Indonesia. Media massa merupakan salah satu mitra kerja yang penting dalam kelancaraan
penyebaran informasi tentang bahasa karena media massa akan berpengaruh pada perkembangan
Bahasa Indonesia.
Dengan bahasa kita mampu mengerti apa maksud dan tujuan antara komunikan dan
komunikator, Bahasa juga identik dengan ciri khas suatu bangsa negara itu sendiri, membeda
suatu pembeda juga pemersatu untuk bangsa.

B. RUMUSAN MASALAH

Apa yang dimaksud dengan ekonomi kata?

Bagaimana cara mengenali dan membuat kalimat?

C. TUJUAN

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia Jurnalistik

Untuk lebih memahami apa itu ekonomi kata

Untuk dapat mengenali dan membuat kalimat

BAB II
PEMBAHASAN

PENGERTIAN
Ekonomi kata adalah terjemahan bahasa Inggris Word Economy dalam silabus atau
ikhtisar rencana pembelajaran pendidikan wartawan yang dilaksanakan oleh The Thomson
Foundation terdapat antara lain Word Economy. Bahasa Indonesia Jurnalistik&komposisi, H.
Rosihan AnwarEkonomi kata adalah penggunaan kata yang lebih hemat dan lebih jelas dalam suatu gaya
berita. -wikipedia.comGustav Flauberd menegaskan kalimat yang terbaik ialah kalimat yang pendek. Dalam
buku Pengetahuan Dasar Bagi Wartawan Indonesia yang diterbitkan oleh Dewan Pers tahun
1997 terdapat tulisan Goenawan Mohamad tetntang bahasa jurnalistik. Ia berkata: Meski pers
nasional yang menggunakan bahsa Indonesia sudah cukup lama usianya, sejak sebelum tahun
1928 (tahun Sumpah Pemuda), tapi masih terasa perlu sekarang kita menuju suatu bahasa
juralistik Indonesia yang lebih efisien, lebih hemat dan lebih jelas. Asas hemat dan jelas ini
penting untuk setiap reporter, dan lebih penting lagi untuk editor.
Jadi, Ekonomi kata artinya menggunakan kata secara hemat, jelas, tepat, singkat,
dan efektif (membuang kata-kata yang mubazir). Ekonomi kata diterapkan dalam dua
lapisan, yaitu unsur kata dan unsur kalimat.

MENGENALI DAN MEMBUAT KALIMAT


Penerapan ekonomi kata dapat dilakukan dalam dua lapisan yaitu unsur kata dan unsur
kalimat. Contoh dalam unsur kata ialah menghilangkan atau mempertimbangkan pemakaian kata
tertentu. Unsur kalimat ialah apabila kita selalu berusaha menulis dengan kalimat-kalimat
pendek, jadi tidak dengan kalimat majemuk.
Penerapan ekonomi kata berarti memakai kalimat-kalimat pendek dan menghindarkan
pemakaian kata majemuk.
Kalimat majemuk adalah kalimat yang mempunyai 2 pola atau lebih.
Contoh:
Andi pergi ke sekolah, Shebi pergi ke taman, sedangkan Stevan pergi ke rumah sakit.

Penghematan Kata dengan Memperhatikan Kaidah Tata Bahasa


Menurut kaidah tata bahasa Indonesia, hubungan antara kata kerja transitif dan objek di
dalam kalimat harus bersifat langsung. Artinya, antara keduanya tidak boleh disisipin
kata-kata apa pun, seperti mengenai, tentang, dan perihal.
Contoh

: Presiden RI membahas mengenai konflik antara KPK dan Polri.

Unsur Kata
Dilakukan dengan menghilangkan atau mempertimbangkan pemakaian kata tertentu.
Contoh Unsur Kata:
1. Agar, supaya : Jangan digunakan bersamaan (sekaligus), pilih salah satu agar atau
supaya.
Contoh

: Pemerintah perlu bekerja keras agar supaya krisis ekonomi dapat segera

diatasi secepat mungkin.

Sebaiknya

: Pemerintah perlu bekerja keras agar krisis ekonomi dapat segera diatasi

secepat mungkin.
2. Demi, untuk

: gunakan salah satu demi atau untuk.

Contoh

: Seorang buruh di China tinggal di Goa demi untuk berhemat.

Sebaiknya

: Seorang buruh di China tinggal di Goa untuk berhemat.

3. Adalah merupakan
Contoh

Adalah

merupakan

kenyataan, bahwa

kenaikan harga BBM

memberatkan rakyat miskin.


Sebaiknya

: Merupakan kenyataan, kenaikan harga BBM memberatkan rakyat

miskin.
4. Bahwa
Contoh

: Kebakaran Gedung Wisma Kosgoro menandakan bahwa sistem

pengamanan bahaya kebakaran di sebuah gedung masih kurang.


Sebaiknya

: Kebakaran Gedung Wisma Kosgoro menandakan sistem pengamanan

bahaya kebakaran di sebuah gedung masih kurang. (Warta Kota edisi Rabu, 11 Maret
2015).

5. Telah
Contoh

: Merosotnya harga komoditas telah mendorong investor mengalihkan

portofolio dari perdagangan berjangka ke pasar valuta asing.


Sebaiknya

: Merosotnya harga komoditas mendorong investor mengalihkan

portofolio dari perdagangan berjangka ke pasar valuta asing. (Warta Kota edisi Rabu,
11 Maret 2015).

Penghematan Dengan Tidak Menggunakan Hiponim


Penggunaan hiponim dalam penulisan berita tidak diperbolehkan karena tidak
menerapkan prinsip ekonomi kata.
Hiponim adalah sebuah kata yang maknanya tercakup dalam makna kata yang lain yang
lebih luas.
Contoh:
Para demonstran datang ke depan Istana Negara menggunakan kendaraan bus dan truk.

Penghematan Kata Secara Gramatikal


Hemat kata secara gramatikal adalah penghematan makna kata yang memiliki imbuhan
sepanjang yang diizinkan dalam tata bahasa Indonesia yang benar.
Contoh:

Larangan memakai jilbab meluas di Inggris dan Perancis.


Sebaiknya

: Larangan berjilbab meluas di Inggris dan Perancis.


Kata memakai jilbab dapat diganti menjadi berjilbab.

Pansus angket Bank Century DPR akan membuat jadwal ulang pertemuan dengan
beberapa pejabat Bank Indonesia.
Sebaiknya
: Pansus angket Bank Century akan menjadwal ulang pertemuan dengan
beberapa pejabat Bank Indonesia.
Kata membuat jadwal dapat diganti menjadi menjadwal.

Unsur Kalimat
Apabila selalu berusaha menulis dengan kalimat-kalimat pendek, jadi tidak dengan kalimat
majemuk.
Contoh unsur kalimat
1. Subjek Tidak Jelas.
Contoh

: Dengan ranking itu, maka menempatkan Indonesia sebagai negara

paling korup di dunia.


Sebaiknya

: Ranking itu menempakan Indonesia sebagai negara paling korup di

dunia.
2. Kerancuan.
Contoh

: Tulisan-tulisan Bung Hatta yang selama ini berserakan berhasil

dikumpulkan dalam Sembilan jilid besar.


Sebaiknya

: Tulisan-tulisan Bung Hatta yang selama ini berserakan dikumpulkan

dalam Sembilan jilid besar.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Pada materi yang dibahas ekonomi kata tersebut dijelaskan bahwa sebaiknya, dalam
penggunaan kata pada Jurnalistik menggunakan kata-kata yang aktual dan efektif tidak
menggunakan kata-kata majemuk atau kata mubazir didalamnya. Agar menjadi sebuah kalimat
yang efektif dan lebih mudah dimengerti oleh para pembaca. Penggunaan ekonomi kata juga
harus memperhatikan kata-kata yang baik agar tidak menjadi kesalahpahaman pembaca berita.

DAFTAR PUSTAKA

Anwar. H. Rosihan.2004. Bahasa Jurnalistik Indonesia dan Komposisi.


Yogyakarta : Media Abadi.
www.wikipedia.com
www.bincangmedia.wordpress.com
www.google.com
http://ndiibaca.blogspot.com/2012/08/mubazirekonomihemat-dalambahasa_2415.html