Anda di halaman 1dari 7

JURNAL

INFEKSI PUERPERALIS

Oleh :
RASITA ZAHRINA
406151027
Pembimbing :
dr. Hari Purwanto, Sp.OG
dr. Anurudha BS, Sp.OG
KEPANITERAAN ILMU KEBIDANAN DAN KANDUNGAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN KUDUS
PERIODE 28 MARET 4 JUNI 2016

Sebuah Studi Untuk Menilai Pengetahuan Dan Praktek Ibu Postnatal Pada
Pencegahan Infeksi Puerperal Di Rumah Sakit Bersalin Terpilih
Abstrak: Menjadi seorang ibu harus menjadi waktu yang sukacita dan diharapkan
bagi seorang wanita, keluarga dan komunitasnya. Untuk wanita pada negara
berkembang, bagaimanapun realitas menjadi seorang ibu sering suram. Untuk wanitawanita ini menjadi seorang ibu sering di rusak oleh komplikasi kehamilan dan

melahirkan yang tak terduga dan diantara komplikasi ini, salah satu yang paling
umum adalah infeksi puerperal, umumnya dikenal sebagai sepsis postnatal yang
melibatkan infeksi organ genital yang terjadi selama enam minggu pertama setelah
melahirkan. Infeksi puerperal yang paling umum termasuk endometritis, infeksi
saluran pernapasan, infeksi saluran kemih, infeksi luka, dan mastitis. Infeksi
puerperal merupakan penyebab utama infeksi nosokomial, morbiditas dan mortalitas
ibu.
Metode: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai pengetahuan dan praktek ibu
postnatal pada pencegahan infeksi puerperal. Pendekatan survei non-eksperimental
dengan desain penelitian deskriptif diterapkan. Teknik sampling purposive digunakan
untuk memilih sampel dan jadwal wawancara terstruktur dikembangkan untuk
mengumpulkan data dari subyek.
Hasil: Presentase keseluruhan rata-rata skor pengetahuan adalah 52% dan skor
praktek secara keseluruhan adalah 66,8% pada pencegahan infeksi puerperal.
Kesimpulan: Pengetahuan dan praktek ibu postnatal pada pencegahan infeksi
puerperal tidak memadai dan studi yang direkomendasikan untuk paket pendidikan
kesehatan untuk ibu postnatal pada pencegahan infeksi puerperal.
Pengantar
Infeksi puerperal merujuk pada infeksi bakteri setelah melahirkan. Disebut juga
sebagai demam postpartum atau puerperal atau demam tidur anak. Saluran kelamin,
terutama rahim adalah tempat yang paling umum terinfeksi. Pada beberapa kasus
infeksi dapat menyebar ke bagian lain dalam tubuh[1]. Infeksi yang luas atau sepsis
jarang, tetapi komplikasi berpotensi fatal. Menurut sejarah sepsis puerperal menjadi
kondisi yang umum terkait kehamilan yang dapat menyebabkan syok obstetrik atau
bahkan kematian[3,4]. Demam postnatal berasal dari beberapa penyebab. Wanita yang
rentan mengembangkan infeksi berhubungan dengan faktor seperti operasi caesar,
persalinan lama, dan obesitas, anemia dan gizzi prenatal yang buruk [6,7]. Infeksi
postnatal dapat menunda ikatan ibu-anak dan menyusui. Hal ini menyebabkann lama
berada di rumah sakit atau masuk kembali ke rumah sakit, tambahan pengeluaran [9].
Perawat berada di posisi unik untuk mengidentifikasi wanita yang berisiko,
mengenali tanda peringatan dini dan memberikan perawatan yang tepat waktu,
pengajaran dan konseling[10].
Tujuan dari Penelitian

1.

Untuk menilai pengetahuan pada ibu postnatal tentang pencegahan infeksi

2.

puerperal di rumah sakit bersalin yang dipilih.


Untuk menilai praktik pada ibu postnatal tentang pencegahan infeksi puerperal di

3.

rumah sakit bersalin yang dipilih.


Untuk menemukan hubungan antara pengetahuan dan praktik pada ibu postnatal
tentang pencegahan infeksi puerperal dengan variabel demografis yang dipilih.

Metodologi
Pendekatan survei non-eksperimental dengan desain penelitian deskriptif diadopsi
untuk studi. Sampel 50 ibu postnatal dipilih dengan teknik sampling purposive. Alat
yang dikembangkan dan digunakan untuk pengumpulan data adalah jadwal interview
terstruktur. Data dianalisis dan ditafsirkan menggunakan statistik deskriptif dan
inferensial.
Hasil
Karakteristik Demografi

Sebagian besar ibu postnatal berada di kelompok usia 20-25 tahun, dengan status

pendidikan dasar dan menengah


Sebagian besar ibu postnatal adalah ibu rumah tangga
Mayoritas ibu postnatal dari agama Hindu, berasal dari daerah perkotaan dengan

pendapatan keluarga <10.000 rupee perbulan.


Banyak ibu postnatal adalah paraprimi, dengan pemeriksaan antenatal reguler
dan terbiasa mendapatkan informasi dari petugas kesehatan.

Penilaian pengetahuan dan praktek pada ibu postnatal tentang pencegahan ineksi
puerperal: temuan penelitian menunjukkan bahwa presentase rata-rata skor
pengetahuan ibu postnatal adalah 52% dan presentase rata-rata skor praktik adalah
66,8% pada pencegahan infeksi puerperal. Selanjutnya, itu juga menunjukkaan bahwa
65% ibu postnatal memiliki tingkat pengetahuan kurang memadai, 35% memiliki
tingkat pengetahuan rata-rata dan tidak ada ibu yang memiliki pengetahuan memadai
tentang pencegahan infeksi puerperal. Praktek ibu postnatal mengungkapkan bahwa

62% dari ibu memiliki tingkat praktek yang kurang memadai, 38% dari ibu postnatal
memiliki tingkat praktek rata-rata dan tidak ada ibu yang memiliki praktek adekuat
tentang pencegahan infeksi puerperal.
Tabel 1: Area bijak skor pengetahuan pada ibu postnatal tentang pencegahan infeksi
puerperal
SL

Area

No.

Skor

range
Rata-rata

maksimum

Skor pengetahuan
Deviasi standar

Rata-rata

1.
2.
3.

Informasi dasar
Infeksi luka
Infeksi saluran

7
11
4

1-5
4-8
1-4

10.8
13.1
21.9

2.6
6.1
2.7

%
13.82
16.77
28.04

4.
5.

napas
Infeksi payudara
Infeksi saluran

5
3

1-4
1-3

16.9
15.4

2.1
2.1

21.63
19.71

kemih
Total

30

9-22

78.1

15.6

Data yang disajikan diatas tabel-1 mengungkapkan skor pengetahuan rata-rata


deviasi standar ibu postnatal pada informasi dasar 10,82,6, infeksi luka 13,16,1,
infeksi saluran napas 21,92,7, infeksi payudara 16,92,1, infeksi saluran kemih
15,42,1 dan total skor pengetahuan 78,115,6 masing-masing.
Tabel 2: Area bijak skor praktik pada ibu postnatal tentang pencegahan infeksi
puerperal
SL

Area

No.

Skor

range
Rata-rata

maksimum

Skor pengetahuan
Deviasi standar

Rata-rata

1.
2.

Infeksi luka
Infeksi saluran

5
2

2-5
1-2

11.2
26.6

3.9
1.0

%
14.00
33.25

3.
4.

napas
Infeksi payudara
Infeksi saluran

6
3

1-6
1-3

22.2
20.0

3.7
2.1

27.75
25.00

kemih
Total

16

7-16

80.0

10.7

Data yang disajikan diatas tabel-2 mengungkapkan skor praktik rata-rata deviasi
standar ibu postnatal pada infeksi luka 11,2 3,9, infeksi saluran pernapasan 26,6

1,0, infeksi payudara 22,2 3,7, infeksi saluran kemih 20,0 2,1 dan total skor
praktek 80,0 10,7 masing-masing.
Asosiasi Pengetahuan dan Praktek Pada Ibu Postnatal dengan Variabel
Demografi Terpilih
Asosiasi pengetahuan pada ibu postnatal dengan variabel demografi terpilih:
bermakna secara statistik hubungan yang ditemukan antara skor pengetahuan dan usia
(6.45, df=49 pada p<0,05), status pendidikan (41.0, df=49 pada p<0,05), daerah
perumahan dan dengan sumber-sumber informasi.
Asosiasi praktek pada ibu postnatal dengan variabel demografi terpilih:
penelitian menemukan hubungan yang bermakna secara statistik antara skor praktek
dan usia (8.47, df=49 pada p<0,05), agama, status pendidikan (10.66, df=49 pada
p<0,05), tipe keluarga, daerah perumahan, sumber informasi dan para dari ibu
postnatal pada pencegahan infeksi puerperal.
Diskusi
Sebagian besar para ibu berada dikelompok usia 20-25 tahun dan dengan status
pendidikan primer dan sekunder. Temuan penelitian ini serupa dengan studi yang
dilakukan oleh Mohammad Issa Ahmad2 pada sepsis puerperal.
Lebih tinggi pendidikan lebih baik pengetahuan yang mana didukung oleh hubungan
yang bermakna antara status pendidikann dan pengetahuan. Lebih tinggi pendidikan
semakin kecil praktek diamati, yang membentuk sebuah hubungan bermakna secara
statistik antara praktek dan status pendidikan pada ibu postnatal tentang pencegahan
infeksi puerperal.
Presentase rata-rata tertinggi skor pengetahuan ditemukan diantara orang Hindu bila
dibandingkan dengan umat Islam. Hasilnya membentuk hubungan tidak bermakna
antara pengetahuan dan agama para ibu pada pencegahan infeksi puerperal.
Presentase rata-rata skor praktek juga ditemukan lebih baik diantara para ibu dari
agama Hindu daripada para ibu dari agama Islam. Bagaimanapun hubungan
bermakna secara statistik ditemukan antara praktek dan agama para ibu. Temuan
penelitian serupa dengan temuan penelitian yang dilakukan oleh Smith JB[8].
Kesimpulan

Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan praktek pada ibu postnatal
tentang pencegahan infeksi puerperal tidak memadai. Ini menekankan perlunya paket
pendidikan kesehatan yang sesuai untuk ibu postnatal untuk meningkatkan
pengetahuan mereka dan membuat mereka mengadopsi praktek yang tepat berkaitan
dengan melahirkan dan perawatan ibu.
Referensi
1. Momol MA, Ezugworie OJ, Ezugwe HO. Causes and management of puerperal
sepsis. ISSN, 2010, 1992-0067.
2. Mohammed Issa Ahemed, Mohammed Alkhatin, Alsammani Rable Babikar.
Puerperal Sepsis in rural Hospital Sudan. Journal of Academy of Medial Sciences of
Bosnia and Herzegovina. 2013; 25(1):19-22.
3. Julia Hussein KV, Ramani Lovney Kanguru, Kalpesh Patel Jackline Bell. The
Effect of Surveillance and Appriciative Inquiry on puerperal infections. Journal
phone. 00873780, 2014.
4. Rachel Nalls, George Kruck. Puerperal Infections. Health line-Reference Library,
2014.
5. Micheliana Rodrigus, Duarte Miriam, Marinho Chrizostimo. Nursing practice on
puerperal infection control. Journal of Nursing UFPE on line. 2014; 8:2
6. Elisongela, Euripedes, Resende, Guimaraes, Tania Couto, Machado Chianca.
Puerperal infection from the
perspective of humanized delivery care. Revista Latino- Americana de Enfermagem
on line version. ISSN, 2007, 1518-8345
7. Leonard Colebrook. The prevention of puerperal infection. International Journal of
Obstetrics and
gynaecology. 2005; 43(4):691-714.
8. Smith JB, Lakhey B, Thopa S, Rajbhandar S, Newpane S. Maternal morbidity
among women admitted for delivery at public hospital at Katmandu. Journal of Nepal
Medical Association. 34(118-119):132-40.

9. Malavaude S, Bou Segonds E, Berrebi A, Castagno R. Determination of


nosocomial infection in mothers and new born during early postpartum period.
Journal of Obstetrics and gynaecology. 2008; 32(2):69-7.
10. Clark RA. Infections during postpartum period. Journal of Obstetrics and
Gynaecology Neonatal Nurs. 1995; 24(6):542-8.