Anda di halaman 1dari 1

Grafik Perjalanan Gejala Pasien

Perjalanan Gejala Pasien

Keterangan: Intensitas gejala diperkirakan menggunakan skala, mulai dari 1 (tidak ada gejala) sampai dengan 10 (gejala berat).

Tahun 1979
: pasien dinyatakan sakit pada umur 14 tahun dan dibawa ke Singapura untuk berobat. Pasien tiba-tiba berbicara
sendiri, mangacau, dan sulit tidur
Tahun 1983
: gejala pasien mulai kambuh namun setelah berobat di RSJ Cilendek, Bogor, gejala pasien mulai hilang dan pasien
dapat kembali beraktivitas
Tahun 1992
: pasien minum obat penurun berat badan kemudian muncul kembali gejala seperti suara-suara, rasa cemas, curiga,
dan rasa ingin mati dan pasien menjalani perawatan I di Sanatorium Dharmawangsa
Tahun 1992-1998 : pasien menjalani perawatan II dan III pada tahun yang sama yaitu 1992, pasien terlihat pasif dan tidak komunikatif
serta pasien merasa takut dan curiga terhadap lingkungan sekitar
Tahun 1998
: pasien menjalani perawatan ke IV di Sanatorium Dharmawangsa karena gejala kambuh kembali
Tahun 2009
: pasien menjalani perawatan ke V dan VI, dibawa kembali ke Sanatorium Dharmawangsa karena pasien marahmarah tanpa sebab, curiga ke pembantunya, dan merasa pasien akan dijahati. Pasien juga merasa gelisah karena merasa menderita kanker
otak
Tahun 2012
: pasien menjalani perawatan ke VII dengan alasan pasien mendengar suara-suara bisikan di telinga, kepala terasa
berat dan pusing, pasien marah-marah dirumah dan nangis mnta dirawat di RS. Pasien merasa orang indonesia jahat terhadap dirinya dan
ingin tinggal di Singapura
Tahun 2016
: pasien menjalani perawatan ke VIII dengan alasan pasien marah-marah dirumah sudah sejak 2 bulan dan keinginan
untuk mati dan bunuh diri