PROPOSAL TUGAS AKHIR
RANCANG BANGUN SISTEM INVERTER FULL BRIDGE 1 FASA 220V DENGAN
TOPOLOGI BOOST KONVERTER SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK RUMAH
TANGGA
Disusun Oleh :
Aqidatul Izzah
NRP. 2414 031 049
Dosen Pembimbing :
Dr.Ir.Purwadi Agus Darwito, M.Sc
NIP. 19620822 198803 1 001
PROGRAM STUDI D3 METROLOGI DAN INSTRUMENTASI
JURUSAN TEKNIK FISIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2017
LEMBAR PENGESAHAN
PROPOSAL TUGAS AKHIR
PROGRAM STUDI D3 METROLOGI DAN INSTRUMENTASI
JURUSAN TEKNIK FISIKA FTI-ITS
Judul
: RANCANG BANGUN SISTEM INVERTER FULL BRIDGE 1
FASA 220V DENGAN TOPOLOGI BOOST KONVERTER
SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK RUMAH TANGGA
Bidang Studi
: Instrumentasi
1. a. Nama
: Aqidatul Izzah
b. NRP
: 2414 031 049
c. Jenis Kelamin : Perempuan
2. Jangka Waktu
: 6 bulan
3. Pembimbing
: Dr.Ir.Purwadi Agus Darwito, M.Sc
4. Usulan Proposal ke : I
5. Status
: Baru
Surabaya,
Januari 2017
Pengusul,
Aqidatul Izzah
NRP. 2414031049
Mengetahui,
Ketua Departemen Teknik Instrumentasi,
Dr.Ir.Purwadi Agus Darwito, M.Sc
NIP. 19620822 198803 1 001
Dosen Pembimbing,
Dr.Ir.Purwadi Agus Darwito, M.Sc
NIP. 19620822 198803 1 001
I.
Judul
RANCANG BANGUN SISTEM INVERTER FULL BRIDGE 1 FASA 220V
DENGAN TOPOLOGI BOOST KONVERTER SEBAGAI SUMBER ENERGI
LISTRIK RUMAH TANGGA
II.Mata Kuliah Pilihan Bidang Minat Yang Diambil :
1. Elektronika
2. Rangkaian Listrik
3. Sistem Pengukuran Listrik
4. Konversi Daya Listrik
III.
IV.
Pembimbing
1. Dr.Ir.Purwadi Agus Darwito, M.Sc
Latar Belakang
Energi listrik merupakan salah satu bentuk energi yang sangat banyak dibutuhkan oleh
masyarakat dikehidupan sehari-hari. Energi listrik banyak digunakan baik dipedesaan,
perkotaan, negara berkembang hingga negara maju. Energi listrik hingga sangat ini semakin
banyak dibutuhkan oleh masyarakat karena populasi masyarakat yang sangat meningkat serta
rumah yang berdiri yang semakin banyak. Semakin banyak rumah yang berdiri maka akan
semakin banyak jala-jala listrik negara yang digunakan oleh masyarakat. Semakin banyak
menggunakan listrik maka akan semakin besar pengaruh global warming di bumi ini. Oleh
karena itu dibutuhkan teknologi yang bisa mengatasi masalah tersebut agar penggunaan jalajala listrik negara bisa berkurang serta bisa penghematan biaya operasional. Dengan seiring
perkembangan biaya operasional listrik akan terus meningkat pula. Salah satu teknologi yang
berkembang yang bisa meringankan biaya operasional yaitu inverter. Inverter merupakan
salah satu teknologi terbaru yang ada di abad ini, karena fungsi dari inverter dapat menghemat
dalam penggunaan daya listrik. Inverter pada dasarnya adalah suatu komponen yang
berfungsi untuk mengubah tegangan DC menjadi tegangan AC sehingga dapat digunakan
untuk berbagai keperluan sesuai dengan kebutuhan, misalnya untuk menghidupkan lampu
penerangan jalan, komputer, televisi, atau peralatan elektronik sehari-hari. Penerapan inverter
sering kita jumpai pada suatu power plant energi baru terbarukan, salah satu contohnya
seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya
(PLTS) ini dapat meringankan biaya operasional yang dikeluarkan untuk mambayar listrik
dari PLN. Dari PLTS itu sendiri menghasilkan listrik dari sinar matahari yang dipancarkan
oleh sinar matahari. Dari sistem PLTS itu sendiri menggunakan fotovoltaik yang akan
menghasilkan tegangan yang kemudian disimpan di baterai yang kemudian digunakan untuk
beban rumah tangga. Pada inverter ini dibuat dengan menggunakan dua sumber listrik berupa
arus DC dari baterai yang diperoleh dari fotovoltaik dan dari arus AC dari PLN yang telah
diubah menjadi tegangan DC terlebih dahulu. Kemudian kedua tegangan tersebut
ditambahkan dengan rangkaian summing amplifier. Pada keluaran rangkaian summing
amplifier tegangan yang dikeluarkan berupa tegangan 48V DC yang akan diubah dengan
tegangan 220V AC dengan menaikkan tegangan tersebut dengan topologi boost converter.
Oleh karena itu dibuat tugas akhir ini dengan judul RANCANG BANGUN SISTEM
INVERTER FULL BRIDGE 1 FASA 220V DENGAN MENGGUNAKAN BOOST
KONVERTER SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK RUMAH TANGGA.
V.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dijelaskan diatas, maka rumusan masalah dalam Tugas
Akhir ini adalah :
1. Bagaimana cara membuat sebuah alat inverter full bridge 1 fasa dengan outputan
220V AC sebagai sumber energi rumah tangga dengan menggunakan dua sumber
listrik?
2. Bagaimana cara menaikkan tegangan dari summing amplifier 48V DC menjadi
220V AC?
VI.
Tujuan
Tujuan utama dari rancang bangun alat ini adalah untuk memenuhi mata kuliah tugas
akhir sebagai syarat kelulusan dari program studi diploma 3 metrologi dan instrumentasi, serta
untuk memberikan solusi pada rumusan masalah yaitu :
1. Untuk membuat sebuah alat inverter full bridge 1 fasa dengan outputan 220V AC
sebagai sumber energi rumah tangga dengan menggunakan dua sumber listrik.
2. Untuk menaikkan tegangan dari summing amplifier 48V DC menjadi 220V AC.
VII.
Batasan Masalah
Adapun batas ruang lingkup dari penelitian tugas akhir ini yaitu hanya membahas
mengenai teknik inverting atau menkonversi dari arus DC ke AC dengan SPWM dan dual
boost switching.
VIII.
Tinjauan Pustaka
Sebuah inverter adalah sebuah alat yang elektronik yang memiliki satu input dari dua
sumber yang berbeda yang ditambahkan dengan menggunakan rangkaian summing amplifier
berupa arus direct current dan memiliki satu output an berupa alternating current. Secara
garis besar fungsi dari inverter yaitu sebuah rangkaian elektronika yang digunakan untuk
mengubah arus tegangan DC menjadi tegangan AC. Selain untuk mengubah arus tegangan,
rangkaian inverter juga berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tegangan yang artinya
tegangan output yang di hasilkan akan naik atau turun sesuai pengaturan yang kita inginkan.
Inverter yang sudah ada berupa inverter dengan satu sumber saja dengan fungsi yang
bermacam-macam. Namun pada saat ini dibuat inverter dengan menggunakan dua sumber
yaitu dari baterai yang berasal dai photovoltaic dan dari jala-jala listrik negara yang telah
ditambahkan dengan menggunakan rangkaian summing amplifier. Inverter tersusun dari
beberapa komponen penting dalam pembuatannya. Adapun spesifikasi yang digunakan dalam
pembuatan inverter serta komponen yang digunakan dalam pembuatan inverter tersebut yaitu
sebagai berikut :
1.1 Boost Converter
Boost-converter adalah konverter penaik tegangan DC ke level yang lebih tinggi.
Boost-converter merupakan bentuk power-supply yang diperlukan ketika tegangan yang
dibutuhkan oleh suatu perangkat atau rangkaian elektronik lebih tinggi dari tegangan
suplai yang tersedia. Sebagaimana buck-converter, boost-converter juga menerapkan
sistem SMPS, maka ia adalah bagian dari jenis power-supply SMPS juga. Efisiensinya
tinggi. menaikkan tegangan DC ke level yang lebih tinggi tidak dapat dilakukan oleh
power-supply sistem linier, itulah sebabnya istilah DC-DC up-converter (penaik
tegangan DC) hanya identik dengan boost-converter yang menerapkan sistem SMPS
ini. .[1]
Boost-converter memanfaatkan sifat induktor terhadap guncangan listrik
berfrekuensi tinggi dan bekerja dengan adanya denyut-denyut tegangan. Konsep dasar
rangkaian boost converter dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar 1 Rangkaian Boost Konverter[1]
1.2 Inverter Full Bridge
Rangkaian inverter full bridge berfungsi mengubah tegangan 220 Vdc dari keluaran
penyearah menjadi tegangan 220 Vac frekuensi 50 Hz. Inverter ini menggunakan
MOSFET tipe IRFP460. MOSFET ini memiliki tegangan breakdown (VDS) 500 V, arus
maksimal (Id) 20 A. Rangkaian full bridge ini terdiri dari beberapa komponen utama,
yaitu IGBT sebagai switch, high frequency trafo, 4 dioda fast recovery sebagai rectifier,
filter inductor, filter capasitor, dan beban. Rangkaian full bridge converter untuk
mendesain konverter yang baik diperlukan perhitungan nilai komponen-komponen yang
tepat. Karena nilai komponen yang tidak tepat, dapat menyebabkan hasil output yang
kurang baik, seperti keluarnya ripple tegangan dan arus yang terlalu besar.[2]
Gambar 2 Rangkaian Inverter full bridge[2]
1.3 IRFP 460
IRFP 460 adalah jenis MOSFET (Metal-Oxide Semiconductor Field-Effect
Transistor) yang khusus digunakan untuk tegangan dan arus tinggi.
Gambar 3 IRFP 460[3]
MOSFET adalah salah satu jenis transistor yang memiliki impedansi masukan
(gate) sangat tinggi (hampir tak berhingga) sehingga dengan menggunakan MOSFET
sebagai saklar elektronik, memungkinkan untuk menghubungkannya dengan semua
jenis gerbang logika. Dengan menjadikan MOSFET sebagai saklar, maka dapat
digunakan untuk mengendalikan beban dengan arus yang tinggi dan biaya yang lebih
murah daripada menggunakan transistor bipolar.[3]
1.4 ATMega 8
AVR ATmega8 adalah mikrokontroler CMOS 8-bit berarsitektur AVR RISC
yang memiliki 8K byte in-System Programmable Flash. Mikrokontroler dengan
konsumsi daya rendah ini mampu mengeksekusi instruksi dengan kecepatan
maksimum 16MIPS pada frekuensi 16MHz. Mikrokontroler ini diproduksi oleh atmel
dari seri AVR. Untuk seri AVR ini banyak jenisnya, yaitu ATmega8, ATmega8535,
Mega8515, Mega16, dan lain-lain. Mikrokontroler ATmega8 ini sangat murah dan
mempunyai fasilitas yang sangat memadai untuk mengembangkan berbagai aplikasi.
Beberapa fitur dari ATMega 8 adalah. 8 Kbyte Flash Program, 512 Kbyte EEPROM, 1
Kbyte SRAM, 2 timer 8 bit dan 1 timer 16 bit, Analog to Digital Converter, USART,
Analog Comparator, dan Two Wire Interface (I2C).[4]
Gambar 4 Konfigurasi PIN ATMega 8[4]
IX.
Metodologi Penelitian
Dalam pengerjaan tugas akhir ini terdapat beberapa yang perlu diperhatikan. Tugas
akhir ini membahas mengenai inverter yang berfungsi merubah arus DC menjadi arus AC
yang bisa digunakan untuk peralatan elektronik rumah tangga. Inverter yang dibuat sama
seperti inverter lainnya, yang membedakan terletak pada sumber input dari inverter, yaitu arus
AC yang bersumber dari PLN yang dikonversikan ke tegangan DC terlebih dahulu dan arus
DC yang bersumber dari baterai DC. Arus PLN yang berupa arus AC, sebelum masuk ke
dalam inverter, arusnya diubah menjadi DC terlebih dahulu dalam rangkaian konverter agar
bisa ditambahkan dengan tegangan DC dari baterai. Jadi, konsep dari inverter ini yaitu sistem
konverter yang merubah dari tegangan DC ke AC dengan dua tegangan dari sumber yang
berbeda. Dimana dua tegangan tersebut di tambahakan dalam rangkaian summing amplifier.
Sistem kerja dari inverter adalah saat dua sumber dari PLN yang telah menjadi DC dan
baterai DC sudah ditambhakan dalam rangkaian summing amplifier, dimana keluaran dari
rangkaian tersebut sebesar 48V DC yang akan dirubah menjadi tegangan AC sebesar 220V
AC. Kemudian tegangan 48 DC tersebut masuk kedalam komponen utama pada inverter
menggunakan dua MOSFET dengan metode boost switching dimana charging dari induktor
akan di charge secara bergantian. Mode boost switching yang digunakan adalah dengan cara
menaikkan tegangan yang dihasilkan rangkaian summing amplifier. Pada saat masuknya
sumber tersebut terjadilah charge induktor secara bergantian yang akan dikontrol
menggunakan mikrokontroler ATMega8 yang akhirnya arus output nya nanti berupa arus AC
yang bisa digunakan untuk menghidupkan peralatan elektronik dan kebutuhan lainnya. Untuk
lebih jelasnya tentang alur dari rancang bangun inverter, kita bisa melihat diagram bloknya
sebagai berikut.
Rectifier
PLN
Controller
Summing
Amplifier
Inverter
Baterai
Load AC
Gambar 5 Diagram Blok Inverter
Rancang bangun dari inverter secara garis besar bisa dilihat dari diagram blok diatas,
dengan keluaran akhir berupa load yang sudah ber arus AC.
X.
Jadwal Kegiatan
Kegiatan penelitian ini akan dilaksanakan dengan jadwal sebagai berikut:
No.
Tabel 1. Jadwal kegiatan Tugas Akhir
KEGIATAN
BULAN
4.
Studi Literatur
- Inverter
- SPWM
Pembuatan desain
- Simulasi inverter
- Desain skematik inverter
- Desain PCB inverter
Pembuatan alat
- Penyolderan komponen inverter
Uji coba alat
5.
Analisa hasil uji coba alat
6.
Penyusunan dan penulisan laporan
1.
2.
3.
XI.
[1]
[2]
[3]
[4]
Daftar Pustaka
http://www.sandielektronik.com/2016/01/boost-converter.html (diakses pada tanggal 15
Desember 2016)
http://jendeladenngabei.blogspot.co.id/2012/12/dc-chopper-tipe-boost-boost
converter.html (diakses pada tanggal 15 Desember 2016)
Elektronika Dasar, 2012, MOSFET Sebagai Saklar MOSFET, http://elektronikadasar.web.id/mosfet-sebagai-saklar/, (diakses pada tanggal 3 Desember 2016)
Penerapan Automatic Building System Di PPNS, http://digilib.its.ac.id/public/ITSNonDegree-14534-paperpdfpdf.pdf, (diakses pada tanggal 3 Desember 2016)